http://international.okezone.com/read/2009...l-generasi-baru

QUOTE
TEHERAN - Iran berencana menggunakan sentrifugal generasi baru untuk pengayaan uranium di fasilitas nuklir yang baru diungkapkan di kota suci Syiah, Qom.
Rencana Iran itu dipublikasikan Kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi, dua hari setelah kedatangan kepala Badan Energi Atom Internasional Mohammed ElBaradei di Teheran. "Kami telah melakukan riset dan pengembangan mesin baru dalam dua atau tiga bulan silam sehingga kami akan mampu memproduksi mesin dengan tingkat efisiensi dan kesempurnaan tinggi," tutur Salehi.
Fasilitas nuklir di Qom itu diumumkan Iran bulan lalu hingga membuat dunia internasional sangat khawatir. ElBaradei lantas melawat ke Teheran pada Minggu (4/10) dan bertemu petinggi Iran untuk membahas agenda inspeksi pengawas IAEA ke Iran pada 25 Oktober.
"Kami berharap dapat menggunakan sentrifugal generasi baru di fasilitas Fordu," tulis harian Kayhan mengutip pernyataan Salehi, merujuk pada fasilitas nuklir yang baru tersebut.
Bulan lalu, Salehi menjelaskan, Iran telah mengembangkan sentrifugal generasi baru dan mengujinya. Menurut Salehi, sentrifugal itu lebih kuat dan lebih cepat dibandingkan sentrifugal yang kini beroperasi.
Dalam laporan IAEA 28 Agustus silam, Iran berupaya mengurangi jumlah sentrifugal pengayaan uranium model P-1 yang segera habis masa operasinya. P-1 harus segera diganti karena masa operasinya habis akibat getaran dan pemanasan berlebihan. Sentrifugal generasi baru dapat melakukan pengayaan uranium dengan kecepatan 2-3 kali dari P-1.
Karena itu, rencana pemasangan sentrifugal generasi baru itu merupakan upaya untuk memperbaiki kinerja di fasilitas nuklir. Barat menuduh Republik Islam menyembunyikan program pengembangan persenjataan nuklir. Iran menyangkal tuduhan tersebut dan menjelaskan uranium hasil pengayaan itu akan digunakan untuk memproduksi listrik demi kepentingan sipil.
Iran menjelaskan, fasilitas nuklir di Qom memiliki ruang untuk 3.000 sentrifugal yang 18 bulan lagi akan segera aktif. Teheran telah bertemu enam kekuatan dunia yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman, di Jenewa.(Koran SI/Koran SI/jri)
Rencana Iran itu dipublikasikan Kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi, dua hari setelah kedatangan kepala Badan Energi Atom Internasional Mohammed ElBaradei di Teheran. "Kami telah melakukan riset dan pengembangan mesin baru dalam dua atau tiga bulan silam sehingga kami akan mampu memproduksi mesin dengan tingkat efisiensi dan kesempurnaan tinggi," tutur Salehi.
Fasilitas nuklir di Qom itu diumumkan Iran bulan lalu hingga membuat dunia internasional sangat khawatir. ElBaradei lantas melawat ke Teheran pada Minggu (4/10) dan bertemu petinggi Iran untuk membahas agenda inspeksi pengawas IAEA ke Iran pada 25 Oktober.
"Kami berharap dapat menggunakan sentrifugal generasi baru di fasilitas Fordu," tulis harian Kayhan mengutip pernyataan Salehi, merujuk pada fasilitas nuklir yang baru tersebut.
Bulan lalu, Salehi menjelaskan, Iran telah mengembangkan sentrifugal generasi baru dan mengujinya. Menurut Salehi, sentrifugal itu lebih kuat dan lebih cepat dibandingkan sentrifugal yang kini beroperasi.
Dalam laporan IAEA 28 Agustus silam, Iran berupaya mengurangi jumlah sentrifugal pengayaan uranium model P-1 yang segera habis masa operasinya. P-1 harus segera diganti karena masa operasinya habis akibat getaran dan pemanasan berlebihan. Sentrifugal generasi baru dapat melakukan pengayaan uranium dengan kecepatan 2-3 kali dari P-1.
Karena itu, rencana pemasangan sentrifugal generasi baru itu merupakan upaya untuk memperbaiki kinerja di fasilitas nuklir. Barat menuduh Republik Islam menyembunyikan program pengembangan persenjataan nuklir. Iran menyangkal tuduhan tersebut dan menjelaskan uranium hasil pengayaan itu akan digunakan untuk memproduksi listrik demi kepentingan sipil.
Iran menjelaskan, fasilitas nuklir di Qom memiliki ruang untuk 3.000 sentrifugal yang 18 bulan lagi akan segera aktif. Teheran telah bertemu enam kekuatan dunia yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman, di Jenewa.(Koran SI/Koran SI/jri)