Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Berita Tentang Penyergapan Teroris di Jebres & Ciputat
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Kriminalitas
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:09 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...Beradik.Teroris

Syaifudin dan Syahrir, Kakak Beradik Teroris




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah dua dari empat DPO teroris, yakni Bagus Budi Pranoto alias urwah dan Ario Sudarso alias Aji, tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Jebres, Solo, hari ini, Jumat (9/10), dua rekannya diberitakan tewas dalam penyergapan polisi di Ciputat, Tangerang Selatan.

Mereka adalah Mohamad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Ustaz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Sole yang adalah kakak beradik. Keduanya juga merupakan kakak ipar Ibrohim, korban tewas dalam penggerebekan di Temanggung, yang juga disebut-sebut sebagai calon pelaku bom bunuh diri dalam aksi pengeboman berikutnya.

Ciri-ciri Syaifudin Zuhri adalah tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, bentuk alis sedang, warna mata hitam, dan bentuk bibir tebal. Pria yang lahir 13 Februari 1977 itu memiliki ciri khusus, yaitu kantong mata berwarna hitam. Alamat terakhirnya di Perum Telaga Kahuripan, Parung, Bogor, Jawa Barat. Syaifudin Zuhri berperan sebagai perekrut pengebom bunuh diri.

Sementara itu, Mohamad Syahrir lahir di Jakarta, 25 Juli 1968, adalah kakak Udin. Mohammad Syahrir mempunyai ciri fisik tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, bentuk alis dan bentuk bibir tipis. Pria tersebut tidak mempunyai ciri khusus.

Mohamad Syahrir memiliki paspor bernomor A.167383, yamg masih berlaku. Pria tersebut memiliki dua alamat terakhir di Kompleks Garuda Blok C1 No 6A RT 06/16 Kp Melayu Teluk Naga, Tangerang, Banten. Alamat kedua di Jl Giring-giring II/104 RT 09/10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Djaelani Irsjad, ayah kakak beradik Aing dan Udin, punya delapan anak. Secara berurutan, mereka adalah Dermo Prihatno (DP), Anugerah (An), Muhammad Syahrir (Aing), Sabil Kurniawan (Abing), Syaifudin Zuhri (Udin), Sucihani (istri Ibrohim), Subhi (Cu'i), dan Eri. Putranya yang ketiga, Mohamad Syahrir alias (Aing), dan kelima, Syaifudin Zuhri alias Udin alias Sole, inilah yang diberitakan tewas hari ini.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:02 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...g.meski.Gelisah

Kalau Betul Tertangkap, Keluarga Senang meski Gelisah


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kakak kandung kedua buronan teroris Muhammad Syahrir (Aing) dan Syaifudin bin Djaelani atau Syaifudin Zuhri (Udin) alias Sole, Jumat (9/10), mengaku belum mendapat kabar mengenai keadaan kedua adiknya tersebut.

"Saya masih belum mendapatkan informasi, bersyukurlah kalau memang tertangkap," ujar Dermo Prihatno (46) kepada Kompas.com, Jumat (9/10).

Informasi yang diperoleh, Tim Densus 88 siang ini kembali melakukan penggerebekan terhadap tempat persembunyian teroris di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Belum ada informasi resmi dari kepolisian, tetapi kabar yang beredar menyebutkan, Syaifudin dan Syahrir berhasil dilumpuhkan.

"Saya senang dia tertangkap, tapi hati saya tetap saja gelisah," ujar Dermo.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:11 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...Acungkan.Jempol

Dua Teroris Dikabarkan Tewas, Kapolri Acungkan Jempol




QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membenarkan telah terjadi penggerebakan kelompok teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Ciputat, Jakarta, Jumat (9/10).

"Hasil penyelidikan di lapangan, ya," ujarnya singkat. Jenderal bintang empat tersebut berjanji akan mengungkapkan kronologis peristiwa penggerebekan tersebut. "Hari ini. Jam 5 ya. Saya rapat dulu soalnya," tuturnya.

Saat ditanya apakah dua di antara kelompok teroris yang berhasil di lumpuhkan tersebut, Bambang Hendarso Danuri hanya tersenyum seraya mengacungkan jempol kanannya. "Insya Allah, nantinya," ujarnya.

Penggerebekan teroris terjadi di dua titik di daerah Ciputat. Berdasarkan informasi yang didapat Persda network, titik penggerebekan terletak di bawah fly over Ciputat dan di belakang Mega Mall, Ciputat.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:26 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...yi.di.Rumah.Kos

Para Teroris Bersembunyi di Rumah Kos




QUOTE
TANGERANG, KOMPAS.com — Rumah persembunyian teroris yang digerebek Tim Densus 88 di Jalan Semanggi II RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, adalah rumah kos. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai siapa yang berhasil dilumpuhkan dalam penggerebekan ini.

Mulyo (55), salah satu warga yang tinggal 50 meter dari lokasi, mengatakan, rumah yang digerebek adalah tempat indekos berlantai dua dengan 16 pintu kamar. Bangunan itu sudah berdiri selama satu tahun dan dihuni mahasiswa UIN. "Kos cowok. Isinya mahasiswa UIN," kata dia.

Pantauan Kompas.com, garis polisi terpasang dua lapis. Satu garis polisi dipasang sekitar 100 meter dari lokasi penggerebekan dan satu lagi terpasang di depan gang masuk. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri telah meninjau lokasi pukul 14.15.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:35 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...oris.di.Ciputat.

Kapolri Kunjungi TKP Penyergapan Teroris di Ciputat


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri telah tiba di lokasi penyergapan terorisme di RT 2 RW 3 Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kapolri, yang langsung meluncur dari Mabes Polri menuju TKP, didampingi Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono.

Saat ini, polisi telah yang mengamankan lokasi penyergapan dengan membentangkan garis polisi (police line). Garis polisi di sekitar tempat kejadian saat ini diperlebar sekitar 200 meter dari rumah tempat kejadian.

Sedianya, Kapolri juga dijadwalkan akan melakukan konferensi pers di Markas Besar Polri sore ini pukul 17.00.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:35 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...edakan.beruntun

Sebelum Dilumpuhkan, Terdengar Ledakan Beruntun


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kontak senjata terjadi dalam penggerebekan gerombolan teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10) siang. Mulyo (55), warga yang tinggal 50 meter dari lokasi, mengatakan, penggerebekan terjadi pukul 11.45.

Saat itu terjadi ledakan satu kali lalu berlanjut ledakan beruntun beberapa kali. "Waktu itu saya lagi mau ambil air wudhu buat shalat Jumat. Kaget ada ledakan. Kita panik. Terus semua warga disuruh keluar. Polisi udah banyak di sekitar kos," ucap dia.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa dua orang tewas dalam penggerebekan ini. Karena melakukan perlawanan, Tim Densus 88 pun mengambil tindakan tegas. Belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian.
loginku
smoga teroris di indo bisa diberantas sampe akar-akarnya Praying.gif
Rob Farell
Source: www.Detik.com Jumat, 09/10/2009 14:47 WIB
http://www.detiknews.com/read/2009/10/09/1...i-dan-m-syahrir


Kronologi Penyergapan Syaifudin Zuhri dan M Syahrir



QUOTE
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Densus 88 melakukan penggerebekan terhadap Syaifudin Zuhri (SJ) dan M Syahrir di Ciputat. Puluhan anggota Densus 88 telah mengepung kos-kosan itu sebelum melumpuhkan dua teroris itu.

Iwan Wahyudi, salah seorang saksi mata kejadian itu menyatakan, sekitar pukul 11.30 WIB terdengar 5 sampai 6 kali tembakan di kos-kosan yang terletak di Jl Semanggi, Ciputat.

"Kosan dua lantai itu dikepung sekitar 25 orang anggota Densus 88," kata Iwan kepada detikcom, Jumat (9/10/2009).

Iwan menyatakan pasukan Densus berseragam lengkap dengan senjata laras panjang itu kemudian mulai merangsek ke lantai dua kosan itu. Di lantai itu terletak kamar dua orang buruan polisi tersebut.

"Di lantai itu ada sekitar 4 atau 5 kamar," katanya.

Tembakan kemudian kembali terdengar sekitar pukul 11.45 WIB. Terdengar juga bunyi kaca-kaca yang pecah dari lantai dua kosan itu.

"Sekitar pukul 12.00 WIB ada ambulans yang mengambil jenazah," katanya.

(nal/iy)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 14:53 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...ang-belum-lunas


Zuhri Baru Empat Hari Ngekos, Uang Belum Lunas





QUOTE
Ahmad Dani - Okezone

TANGERANG -
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sebuah kos-kosan di Jalan Semanggi I, Ciputat, Tangerang Selatan. Penghuni kos-kosan tersebut diketahui Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir.

"Dua orang itu masih baru di kos-kosan. Mungkin baru empat hari," kata salah seorang warga Syifak ketika dikonfirmasi okezone, Jumat (9/10/2009).

Menurut warga tersebut, dua orang penguni kos itu juga belum sempat bayar uang kos dengan lunas. "Uangnya belum dibayar lunas," ujar Syifak yang mendapat informasi dari para penghuni kos.

Seperti diberitakan Densus 88 menggerebek rumah kos di Jalan Semanggi I RT 02/03, Ciputat, Tangerang Selatan pada pukul 11.30 WIB. Terdengan satu kali ledakan dan rentetan tembakan saat penggerebekan berlangsung.

Sementara warga lainnya, juga menjelaskan kos-kosan yang dihuni Zuhri dan Syahri baru berdisi sekira satu tahun belakangan.

"Kos-kosan tersebut baru satu tahun berdiri. Pemiliknya jarang sosialasi," ujar Mulyo, warga RT2 RW 3 Jalan Semanggi I, Keluarahan Cempaka Putih, Ciputat Tangerang.(ahm)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 15:31 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...buku-berserakan

Lantai Kos Syaifudin Berlubang, Buku Berserakan





QUOTE
Carolina - Okezone

TANGERANG -
Kondisi kamar kos yang ditempati Syaifudin Zuhri dan M Syahrir di Ciputat, mengalami kerusakan cukup parah. Lantai kamar pun dikabarkan sampai berlubang.

Situasi amburadul di kamar Syaifudin dan Syahrir semakin lengkap dengan berserakannya sejumlah buku di lantai.

"Iya ada tembakan dan ada bolongan di lantai," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Djuaji usai meninjau lokasi penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Jumat (9/10/2009).

Sayang, Susno tidak menjelaskan lebih lanjut apakah lubang di kamar Syaifudin merupakan bekas ledakan bom atau lubang yang sengaja digali sebagai akses untuk melarikan diri.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Firman Santya Budi yang melihat langsung TKP penggerebekan, mengaku melihat sejumlah buku berserakan di lantai kamar kost Syaifudin dan Syahrir.

"Tapi saya tidak berani menjelaskan lebih detail. Itu bukan kewenangan saya," ujar putra mantan Wakil Presiden Try Sutrisno itu. (ful)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 15:29 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...ernama-soni-aan


2 Teroris di Ciputat Mengaku Bernama Soni & Aan




QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

TANGERANG - Menurut penghuni sebelah kamar dua pria yang diduga Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, masing-masing mengaku sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi bernama Soni dan Aan.

"Kedua orang ini mengaku namanya Soni dan Aan. Mereka ini mengaku mahasiswa dan sedang menyelesaikan skripsi," ujar Usep, penghuni kos-kosan di Jalan Semanggi I RT02/RW03, Kelurahan Cempaka Putih, Tangerang Selatan, Banten di lokasi, Jumat (9/10/2009).

Dia menambahkan, keduanya menghuni kamar kos nomor 15 itu sejak bulan Ramadan lalu. Mereka pun sering ngobrol bersama-sama, bahkan tersangka teroris itu sering menitipkan kunci kamar pada Usep.

"Sering ngobrol tapi tahunya Soni dan Aan. Yang satu bertubuh pendek berjenggot namanya Aan. Satu lagi tinggi, gemuk mukanya bulat, namanya Soni. Mereka sering nitipin kunci ke kita tapi aktivitasnya selalu pulang di atas jam 11 malam," ungkap dia.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan yang beralamat di Jalan Semanggi I RT02/RW03, Kelurahan Cempaka Putih, Tangerang Selatan, Banten.

Belakangan diketahui, dua orang yang berada di dalam kostan adalah Syaifudin dan Syahrir, kakak beradik yang disebut-sebut terlibat aksi teroris di JW Marriot dan Ritz Carlton pada Juli lalu. (lsi)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 15:23 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...makan-di-warung

Teroris Ciputat Tak Pernah Makan di Warung



QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

TANGERANG -
Keganjilan dua teroris yang diduga Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir sudah dirasakan beberapa teman kos mereka. Salah satunya, mereka berdua tidak pernah makan di warung, melainkan dibungkus dan makan di dalam kamar.

Hal itu diakui oleh Ihya (18), salah satu penghuni kos di Jalan Semanggi I, RT03 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang. "Yang ngekos di kamar 15 lantai dua itu itu kakak beradik. Paling baru tiga hari dia tinggal di sini," ujar Ihya dilokasi penggerebekan, Jumat (9/10/2009).

Sekira dua hari yang lalu, kata Ihya, salah satu penghuni kamar 15 itu sempat meminta nomor telepon Ibu Amas, pemilik kos. "Penghuni yang gemuk dengan logat sunda bertanya ke saya dan minta nomor telepon ibu Amas," katanya.

Harga sewa kos-kosan itu, kata Ihya, Rp430 ribu jika dipakai sendiri, sedangkan kalau dihuni oleh dua atau tiga orang harga Rp480 ribu per bulannya.(ded)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 15:43 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...-bakal-dipagari


TKP Penangkapan Teroris Ciputat Bakal Dipagari





QUOTE
Carolina - Okezone

TANGERANG - Sejumlah material kayu dan triplek telah didatangkan ke lokasi penggerebekan Syaifudin Zuhri dan M Syahrir di Jalan Semanggi I RT 02 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang, pada sore ini.

Beredar kabar material bangunan itu akan digunakan untuk mensterilkan kamar yang menjadi TKP penggerebekan.

"Mau dipagar nih," ujar salah seorang aparat yang menolak menyebutkan identitasnya di Tangerang, Jumat (9/10/2009).

Pantauan di lapangan, sejumlah kuli terlihat menurunkan kayu dan triplek serta material bangunan lain dari atas truk. Material itu lantas diletakkan di sekitar rumah kos tempat Syaifudin Zuhri dan M Syahrir dibekuk.

(ful)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 15:43 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...t-penggerebekan


Penghuni Kos Diungsikan Saat Penggerebekan





QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

TANGERANG -
Penghuni kos-kosan tempat tinggal teroris yang diduga Syaifudin Zuhri dan M Syahrir serta warga sekitar ternyata baru diungsikan saat penggerebekan dilakukan, bukan sebelumnya seperti yang sempat dikabarkan.

Menurut Usep, salah satu penghuni kos di Jalan Semanggi I RT02/RW03, Kelurahan Cempaka Putih, Tangerang Selatan, Banten yang bersebelahan dengan Syaifudin dan Syahrir, dirinya bahkan sedang tidur saat penggerebekan dimulai.

"Pas kejadian terkurung di dalam karena sedang tidur. Tiba-tiba ada ledakan dan polisi dobrak pintu, lalu ada suara tembakan. Lalu ada semacam bahan peledak dilempar keluar," ungkap Usep di lokasi, Jumat (9/10/2009).

Dia menambahkan, beberapa anggota Densus 88 baru mengevakuasi para penghuni kos tidak lama setelah penggerebekan dimulai.

Sementara itu, menurut warga setempat, Mulyono, warga yang tinggal di sekitar kos, diungsikan sejak sekira pukul 12.00 WIB dan dilarang kembali ke rumah masing-masing sampai keadaan dinyatakan aman.

Bahkan polisi pun memasang police line berjarak sekira 100 meter dari lokasi yang menjadi target penggerebekan. (lsi)
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Sabtu, 10 Oktober 2009 | 16:03 WIB
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...jah.DPO.Teroris

Warga Tak Ingat Wajah DPO Teroris




QUOTE
TANGERANG, KOMPAS.com — Informasi mengenai daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi pengebom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton rupanya tidak diperhatikan oleh warga. Masyarakat tidak mengingat wajah-wajah para buronan tim Densus 88 tersebut.

Seperti yang terjadi pada warga RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Timur, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, tidak pernah menyadari kalau dua buronan berada di sekitar lingkungan mereka. Warga baru menyadari adanya teroris di lingkungan mereka setelah tim Densus 88 melakukan penggerebekan pada sebuah rumah kos yang diduga sebagai tempat persembunyian Syaifudin Zuhri dan M Syahrir. "Kalau berita ya lihat, tapi tidak hafal mukanya," ujar Eni, warga yang rumahnya tepat di samping lokasi penggerebekan, kepada Kompas.com, Sabtu (10/10).

Eni menuturkan, saat DPO diumumkan oleh pihak Mabes Polri, dirinya tidak terlalu memerhatikan dengan jelas wajah masing-masing buronan. Hanya beberapa nama yang ia ingat.

Hal senada disampaikan, Galih (35), warga lain. Meski selalu mengikuti pemberitaan mengenai DPO teroris, ia tidak hafal dengan wajah masing-masing teroris tersebut. Pria berkulit coklat itu hanya mengetahui pihak kepolisian memburu empat orang terkait peledakan Bom Kuningan.

"Tahu ada buronan, tapi enggak sangka kalau ada di deket kita sendiri," ucapnya.

Pada Jumat (9/10) tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan pada rumah kos milik Amsah yang berlokasi di RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Timur, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Rumah kos tersebut diduga menjadi tempat persembunyian buronan teroris. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M Syahrir.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Sabtu, 10 Oktober 2009 | 15:43 WIB
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/1...hri.Diambil.DNA

Anak dan Istri Syaifudin Zuhri Diambil DNA




QUOTE
CIREBON, KOMPAS.com — Istri Syaifudin Zuhri, Cholifah Sari (29), dan anak pertama mereka, Ujai (6), Jumat (9/10) sekitar pukul 23.30 diambil sampel darahnya oleh Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Barat.

Setidaknya lima mobil berisi tujuh orang berjaket kulit datang ke rumah Cholifah yang akrab dipanggil Opie di Desa Perbutulan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, hampir tengah malam. Mereka langsung masuk sambil membawa kotak bertanda palang merah dan menutup pintu.

Sekitar 30 menit kemudian mereka keluar membawa kantong plastik berukuran besar dan kotak bertanda palang merah lagi. Setelah itu mereka langsung masuk mobil dan meninggalkan rumah itu. Adapun Opie dan anak-anaknya tak tampak, mereka diperkirakan masih berada di rumah.

Berdasarkan sumber Kompas, Opie dan anak pertamanya, Ujai, yang diambil sampel darahnya. DNA dari darah mereka akan dicocokkan dengan DNA milik Syaifudin Zuhri yang pada Jumat siang tewas dalam penggerebekan oleh Tim Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Sabtu, 10 Oktober 2009 | 12:47 WIB
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/1...setelah.lebaran

Jaelani Sudah Pesan 2 Liang Lahat Setelah Lebaran




QUOTE
CIREBON, KOMPAS.com — Seperti mendapat firasat kedua anaknya, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir bakal tertembak, Jaelani sempat memesan dua liang lahat di kompleks pemakaman keluarga, beberapa hari setelah Lebaran Idul Fitri 1430 Hijriah.

"Empat hari setelah Lebaran, Pak Jaelani sempat mendatangi rumah Pak Jaduli untuk memesan dua liang lahat di kompleks pemakaman Ki Buyut Sirnabaya," ujar Makid, Kadus Benjaran Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/10).

Bahkan, beberapa jam setelah peristiwa penyergapan jajaran Densus 88 di sebuah rumah kos di kawasan Ciputat, Tangerang, yang menewaskan dua anaknya, lanjut Makid, Jaelani kembali mendatangi Jaduli untuk memastikan kesiapan dua liang lahat tersebut.

"Dalam pertemuan semalam, Pak Jaduli sempat menceritakan, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin (9/10) Pak Jaelani kembali mendatanginya untuk menanyakan tentang kesiapan dua liang lahat tersebut," ujar Makid.

Jika dikabulkan, rencananya jenazah kakak beradik teroris tersebut akan dimakamkan di kompleks pemakaman Ki Buyut Sirnabaya, yaitu tempat dimakamkannya kakek Jaelani yang bernama Irsyad dan ayahnya, Saleh.

Menurut Makid, Jaelani lahir dan besar di sebuah rumah milik kakeknya, Irsyad. Hingga suatu waktu, Jaelani bekerja sebagai guru dan mendapat tugas sebagai kepala sekolah di Jakarta hingga akhirnya menikah dan menetap di sana.


Kondisi rumah leluhur Jaelani tersebut saat ini kosong tidak terurus dengan atap tampak bocor di beberapa sudut. Bahkan, menurut Makid, rumah tersebut saat ini sering ditempati oleh orang gila yang terkadang mengganggu warga sekitar.

Keluarga Jaelani yang hingga sekarang masih tinggal di Desa Sampiran adalah adik bungsunya, Jaduli; sedangkan adik perempuannya, Rokhimah, tinggal di Desa Bode, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Jaelani sendiri, setelah pensiun sebagai guru memilih tinggal di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sampiran menolak jenazah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir dimakamkan di desa tersebut dengan alasan selain mencoreng nama baik, juga karena keduanya bukan warga asli desa tersebut.
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 15:43 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...-datangi-polisi

Terlantar, Puluhan Teman Kos Syaifudin Datangi Polisi




QUOTE
Carolina - Okezone

JAKARTA -
Puluhan teman kos DPO teroris Syaifudin Zuhri dan M Syahrir di kos Semanggi II, mendatangi aparat kepolisian yang berjaga di lokasi penggerebekan tersebut. Mereka mendesak aparat kepolisian, agar diperbolehkan mengambil barang miliknya masing-masing.

Pasalnya, setelah penggerebekan Jumat 9 Oktober kemarin, mereka tidak bisa kembali ke kamar kosnya masing-masing. Akibatnya mereka tidak bisa beraktivitas, karena barang-barang kebutuhannya masih berada di kamar kos.

Namun, keinginan mahasiswa tersebut ditolak kepolisian dengan alasan, harus menunggu pimpinannya. Polisi meminta agar para mahasiswa bersabar.

Ian, mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang menginap di kamar nomor 3 mengatakan, hanya ingin mengambil uang, identitas, serta beberapa pakaian. Agar bisa beraktivitas kuliah.

Sampai saat ini, Ian belum berganti pakaian sejak kemarin, dan tidak mengenakan alas kaki. "Saya hanya ingin mengambil uang agar bisa pulang dan mengambil identitas mahasiswa agar bisa kuliah," katanya di lokasi, Sabtu (10/10/2009).

Dia juga menyesalkan sikap rektorat UIN yang tidak mempedulikan nasib mahasiswanya yang kni sedang terlantar. "Kami bingung juga, ingin mengadukan sebagai mahasiswa, tapi tidak memegang identitas," katanya.

Kini puluhan mahasiswa kos Semanggi II harus menumpang di kos teman-temannya yang berada di sekitar TKP. Para mahasiswa berharap kasus ini segera diselesaikan, karena mereka hanyalah korban.(hri)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 19:08 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...aifudin-syahrir

Warga Cirebon Tolak Pemakaman Syaifudin & Syahrir



QUOTE
CIREBON - Warga tempat leluhur Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menolak Syaifudin dan Syahrir yang diduga tewas dalam peristiwa penyergapan di Ciputat, Tangerang kemarin siang, dimakamkan di kampung itu.

Menurut Kepala Dusun Benjaran, Makid (40) sejak semalam hingga dini hari tadi, sedikitnya 30 orang aparat desa, tokoh warga, dan aparat kepolisian menggelar rapat. Alhasil, rapat tersebut memutuskan bahwa warga di sana menolak jika kedua jenazah teroris dikebumikan di TPU setempat.

"Jaelani (ayah Syaifudin dan Syahrir) memang lahir di sini dan di masih banyak kerabatnya di kampung kami. Namun, karena Syaifudin dan Syahrir bukan warga sini, kami bersepakat tidak menerima pemakaman dilakukan di kampung kami," papar Makid di rumahnya, Sabtu (10/10/2009).

Dikatakan Makid, selain bukan warga setempat, penolakan tersebut juga dikarenakan keduanya merupakan gembong teroris. Warga di tempat itu enggan kampungnya dikait-kaitkan dengan teroris.

Tidak hanya di daerah orangtuanya, penolakan tersebut juga disampaikan warga Kelurahan Perbetulan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang merupakan kediaman istri Syaifudin, Siti Kholifah Sari alias Opi.

Menurut paman Opi, Fahrurrozi, jika Syaifudin minta dimakamkan di tempat kelahiran istrinya, warga sekitar sudah menyatakan bakal menolak.

"Dia bukan warga Perbetulan. Warga di sini bahkan kami selaku keluarga Opi juga sepakat untuk menolak pemakaman dilakukan di kampung kami. Kami tidak ingin, daerah kami dikotori dengan adanya makam pelaku teroris," tandasnya. (Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/lsi)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 17:06 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...eluarga-teroris

Keluarga Syaifudin Dicap Keluarga Teroris



QUOTE
Marieska Harya Virdhani - Okezone

DEPOK -
Keluarga Jaelani, Ayah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, dicap warga Depok sebagai keluarga teroris. Hal itu lantaran, tiga dari delapan bersaudara anak kandung Jaelani tersangkut kasus teroris dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

Ketiga bersaudara tersebut adalah, Syaifudin Zuhri, M Syahrir, serta menantunya, Ibrahim yang merupakan suami Sucihani, adik Syaifudin dan Syahrir. Sementara adik Syaefudin lainnya, Cu'I hanya sering terlihat warga saat mengantar Syaifudin mengobati pasien dengan teknik bekam.

Ketua Rw012, Jalan Giring-giring 2, Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya Depok, Sutarmanto menuturkan, tiga orang saudara Syaifudin dan Syahrir yang tidak pernah terjun ke dunia agama adalah Sabil, Dermo, dan Anugrah.

"Kalau Sabil anaknya biasa-biasa saja. Dulu tahun 1990 suka nonton TV di sini, di rumah saya. Kalau Dermo kan kepala sekolah, sedangkan Anugrah di bidang politik dari PKS, pernah jadi anggota dewan juga," jelas Sutarmanto kepada okezone, Sabtu (9/10/2009).

Sejak dahulu, kata Sutarmanto, keluarga Jaelani selalu tertutup dan tidak pernah mengajarkan anak-anaknya dengan materi.

"Jadi nggak pernah dibolehkan nonton TV, nggak pentingin materi, keluarga mereka tertutup. Udin (Syaifudin) dan Aing (Syahrir) tidak seperti anak-anak muda nongkrong, cuma kita tahunya kalau mereka mau ngaji saat remaja, bawa kain putih katanya mau ke Mampang Jakarta Selatan. Kita sih tahunya mereka sekolah, meskipun bapaknya (Jaelani) kepala sekolah, mereka cuma salat, ngaji, salat, ngaji," tuturnya.

Syaifudin dan Syahrir pernah tinggal selama belasan tahun di Sukmajaya, Depok dan kemudian pindah ke daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada 1996.

Tidak lama kemudian, Ibrahim bersama istrinya, Sucihani, juga mengontrak rumah di alamat yang sama, tak jauh dari rumah tinggal sebelumnya. (lsi)
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Minggu, 11 Oktober 2009 | 13:11 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...hrir.ke.Jakarta

Tanpa Pengacara, Keluarga Zuhri dan Syahrir ke Jakarta


QUOTE
JAKARTA,KOMPAS.com - Keluarga dari dua kakak beradik tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan Ciputat, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, akan berangkat ke Jakarta hari ini, Minggu ( 11/10 ). Keluarga akab berangkat dari Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, dengan menggunakan mobil pribadi.

Kepastian ini disampaikan oleh adik Syaifudin Zuhri dan Syahrir, Sucihani yang juga merupakan istri dari almarhum Ibrohim, teroris yang sudah lebih dulu tewas dalam penggerebekan Tim Densus 88 di Temanggung. "Kita berangkat hari ini ke Jakarta," kata Sucihani saat dihubungi lewat telepon.

Kedatangan keluarga korban ini, menurut Sucihani, tidak akan didampingi oleh kuasa hukumnya. Sementara yang akan berangkat ke Jakarta disebutkannya seluruh keluarga besar Jaelani, termasuk ayah Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir, Jaelani Irsyad akan ikut. "Enggak ada pengacara. Kita enggak butuh itu," ucapnya singkat.

Meski datang ke Jakarta hari ini, namun keluarga baru akan mendatangi RS Polri pada keesokan harinya, Senin ( 12/10 ). Hal ini terkait persoalan izin dari Polri untuk bisa melihat jenazah. "Sudah ada koordinasi dari Mabes. Kita sudah ada izin. Tapi untuk besok. Kemungkinan kita datang pagi," tandasnya.

Ia pun enggan menyebutkan, dimana keluarga akan singgah sebelum datang ke RS Polri untuk melihat jenazah.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Minggu, 11 Oktober 2009 | 13:14 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...zah.ke.RS.Polri

Besok, Keluarga Zuhri Akan Lihat Jenazah ke RS Polri


QUOTE
JAKARTA,KOMPAS.com — Meski keluarga dua tersangka teroris, Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir, akan berangkat ke Jakarta hari ini, untuk bisa mendatangi RS Polri Sukanto Kramat Jati baru bisa dilakukan pada Senin (12/10).

Adik kandung Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir, Sucihani, mengatakan, pihak keluarga sudah mengantongi izin untuk datang ke RS Polri, besok. "Sudah ada koordinasi dari Mabes. Kami sudah ada izin, tapi untuk besok. Kemungkinan kami datang pagi," katanya saat dihubungi melalui telepon.

Mengenai kedatangannya tersebut, kata Sucihani, dilakukan untuk melihat langsung jenazah dan melakukan identifikasi secara fisik.

Sementara itu, untuk DNA sudah lebih dulu diambil oleh kepolisian dari pihak keluarga. "Sudah diambil dari ibu bapak. Anak-anaknya Bang Zuhri dan Bang Syahrir juga sudah. Tinggal identifikasi kami saja besok. Kalau memang benar, ya insya Allah kami akan langsung makamkan," kata dia.

Sementara itu, yang akan ikut datang ke RS Polri disebutkannya semua keluarga besar Jaelani, termasuk ayah Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir, Jaelani Irsyad. "Kami datang antara pagi sampai siang. Kalau sore ya enggak mungkinlah," katanya.
financebbs
Alhamdulillah dah ketangkep lagi terorisnya tinggal sisanya aja
Cukup meresahkan masyarakat
Rob Farell
Source: www.Detik.com Senin, 12/10/2009 14:34 WIB
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/1...ahrir?991102605

Penggerebekan di Ciputat
Keluarga Kantongi Izin untuk Bawa Pulang Jenazah Syaifudin & Syahrir





QUOTE
Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta -
Izin Mabes Polri untuk membawa pulang jenazah teroris Syaifudin Zuhri dan M Syahrir sudah dikantongi keluarga. Keluarga ingin memakamkan keduanya Senin ini juga.

"Ya langsung (dimakamkan)," ujar Kepala Desa Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Nur Rohidin di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (12/10/2009).

Keluarga Syaifudin dan Syahrir saat ini masih berada di ruang Antemortem. Mereka masih dimintai keterangan untuk memastikan 2 pria yang tewas di Jl Semanggi, Ciputat Timur, Tangerang, Banten, adalah anggota keluarga mereka.

Dalam rombongan keluarga yang berjumlah 11 orang, tampak antara lain ayahanda Syaifudin dan Syahrir, Jaelani Irsyad dan Ibunda Asanih, Anugerah, Syubhi, Sucihani dan dua anaknya.

Menurut Nur, Syaifudin dan Syahrir akan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Di makam ini pula, Ibrohim, ipar Syaifudin dan Syahrir yang tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Temanggung dimakamkan.

Syaifudin dan Syahrir dipastikan tewas dalam penggerebekan Densus 88 di rumah kos, Jl Semanggi, Ciputat Timur, Tangerang, Banten, Jumat (9/10/2009) lalu. Dalam penggerebekan itu, menurut polisi, kedua teroris sempat melawan dengan melempar 3 bom.

(nik/iy)
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.