Help - Search - Members - Calendar
Full Version: SZ & Syahrir Diduga Kuat Tewas
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
west ice
Source: detiknews.com
Jumat, 09/10/2009 14:59 WIB
Didit Tri Kertapati - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/09/1...duga-kuat-tewas


QUOTE
SZ & Syahrir Diduga Kuat Tewas

Jakarta - Siapa buron teroris yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi. Tapi diduga kuat 2 orang yang tewas yakni Syaifudin Zuhri (SZ) dan syahrir.

"Keduanya tewas. Si twins bomber," sebut sumber yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2009).

Kini petugas masih melakukan identifikasi untuk memastikan. "Kita lihat saja nanti hasil pemeriksaan jenazah," jelas sumber itu.
(ndr/iy)
rheinhardt
patut ditunggu klarifikasi dr polisi neh.
west ice
Source: detiknews.com
Jumat, 09/10/2009 15:21 WIB
Didi Syafirdi - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/09/1...olri-diperketat

QUOTE
Jenazah Teroris Tiba, Pengawalan RS Polri Diperketat

Jakarta - Jenazah buron teroris yang diduga Syaifudin Zuhri (SJ) dan M Syahrir telah tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Pengawalan di RS tersebut pun diperketat.

Pantauan detikcom, Jumat (9/10/2009), kedua ambulans yang mengangkut jenazah tersebut tiba sekitar pukul 14.57 WIB. Ambulans langsung menuju kamar mayat RS Polri yang terletak di bagian belakang rumah sakit.

Di sekeliling kamar mayat tersebut telah dipasang police line. Sekitar 30 orang anggota polisi berjaga-jaga di depan kamar mayat tersebut. Wartawan tidak bisa mendekati lokasi kamar mayat.


(nal/iy)
west ice
Source: detiknews.com
Jumat, 09/10/2009 16:01 WIB
Novia Chandra Dewi - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/09/1...n-syahrir-tewas



QUOTE
Polisi Beritahu Keluarga Syaifudin dan Syahrir Tewas


Jakarta - Berita tentang tewasnya dua tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir telah diterima keluarga. Informasi tersebut diterima keluarga saat dihubungi oleh petugas kepolisian melalui telepon.

"Pertama dikabari, keluarga di rumah yang dihubungi dari kepolisian di Jakarta. Polisi bilang dua-duanya katanya sudah meninggal," kata adik Syaifudin dan Syahrir, Sucihani saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (9/10/2009).

Menurut Sucihani, hingga kini keluarga masih merasa terkejut atas kabar tersebut. Pihak keluarga juga belum memperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai kabar tersebut.

"Belum dipanggil ke Jakarta, untuk sidik jari atau lainnya belum ada kabar," jelas istri Ibrohim ini.

Ibrohim adalah florist Hotel Ritz-Carlton yang tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah. Ibrohim diduga sebagai salah satu otak perencanaan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli 2009 lalu.

(nov/iy)
gararobe
Lagi-lagi polisi kita berhasil nyergap lg teroris yg paling dicari setelah noordin top....
Salut bwt tim densus 88 anti teror...

Semoga negara kita jd makin aman....
Jaya indonesia.gif
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 07:20 WIB
E Mei Amelia R - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/0...oris-yang-tewas

QUOTE
Polri Umumkan Identitas 2 Jenazah Teroris yang Tewas

Jakarta - Mabes Polri akan merilis identitas 2 jenazah teroris yang ditembak saat penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten, pekan lalu. Pengumuman akan dilakukan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 17.00 WIB.

"Sesuai rencana, sore ini setelah pukul 17.00 WIB di Rupatama Mabes Polri," ujar Wakil Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Sulistyo Ishak, melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (12/10/2009).

2 Jenazah teroris yang tewas saat penggerebekan di rumah kos di kawasan Ciputat, belum dipastikan sebagai Syaifudin Zuhri bin Jaelani alias Udin serta Muhammad Syarir alias Aing. Meski demikian, polri menduga kuat bahwa kedua jenazah yang masih berada di RS Polri itu adalah buron teroris yang selama ini dicari.

Peran Zuhri adalah sebagai perekrut calon pengantin, sebutan bagi calon pelaku bom bunuh diri. Sedangkan Syahrir diduga kuat memiliki keahlian merakit bom.

Selain menembak mati 2 buron teroris itu, polisi juga mengamankan seorang pemuda berinisial FR. FR disebut-sebut sebagai Fajar yang merupakan kurir Zuhri. (mei/irw)
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 10:20 WIB
Mega Putra Ratya - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/1...r-dan-syaifudin

QUOTE
Keluarga Akan Ambil Jenazah Syahrir dan Syaifudin

Jakarta - Keluarga akan mengambil jenazah gembong teroris Syaifudin Zuhri dan Syahrir di kamar jenazah RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Pihak keluarga yang akan mengambil jenazah yakni Sucihani, adik Syahrir dan Syaifudin.

"Ya Insya Allah hari ini," ujar Sucihani, saat dihubungi wartawan di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (12/10/2009).

Sucihani yang tinggal di Kuningan, Jawa Barat itu mengaku saat ini sudah berada di Jakarta. Namun Sucihani belum tahu jam berapa bisa mengambil jenazah kedua kakaknya itu. "Belum tahu kita masih menunggu dari Mabes Polri," kata dia.

Perempuan berjilbab itu saat ini sedang berada di perjalanan menuju RS Polri. Rencananya, jenazah kedua kakaknya akan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta Timur. "Ya rencananya di sana," tutur istri teroris mendiang Ibrohim ini.

Pantauan detikcom, suasana di RS Polri tidak terlalu ketat. Polisi yang berjaga sekitar 7 orang tanpa senjata. Satu mobil ambulans terparkir di depan kamar jenazah RS Polri. Police line terpasang 50 meter dari kamar jenazah.

(nik/iy)
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Senin, 12 Oktober 2009 | 21:09 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...ohammad.Syahrir

Tes DNA Pastikan Mayat Syaifudin Zuhri dan Mohammad Syahrir



KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Nanan Sukarna menunjukkan foto dua orang teroris yaitu Mohamad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri bin Djaelani saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/10). Kedua tersangka teroris tersebut meninggal saat penyergapan di Ciputat, Tangerang, Jumat (9/10) lalu.


KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Selain hasil tes DNA, Syaifudin Zuhri juga dikenali dari ciri fisik berupa sobekan di telinga bagian kiri.


KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Muhammad Syahrir punya ciri khusus tahi lalat di sudut kanan atas.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Polri memastikan jenazah dua teroris yang tewas saat penggerebekan oleh Tim Densus 88 di indekos di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, adalah kakak beradik Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir. Kepastian itu setelah tim forensik Mabes Polri melakukan tes DNA dengan sampel keluarga kedua teroris.

Hal itu diungkapkan oleh Kapus Dokkes Polri Brigjen Pol Edy Saparwoko saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin (12/10). Kedua teroris itu merupakan gembong paling dicari setelah tewasnya Noordin M Top.

Edy menjelaskan, tim forensik Mabes Polri telah mengambil empat sampel DNA dari dua keluarga teroris di Kuningan dan Bekasi, Jawa Barat. Untuk mencocokkan DNA Syahrir, tim mengambil sampel istri Syahrir berinisial N (40) dan anak perempuan Syahrir berinisial S (10) di Bekasi.

Sedangkan untuk mencocokkan sampel DNA Syaifudin Zuhri, papar dia, tim mengambil sampel istri Syaifudin berinisial KS (29) dan anak laki-laki berinisial K (6) di Kuningan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan seluruh DNA sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa benar kedua jenazah tersebut Syaifudin dan Syahrir.

"Telah dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak terbantahkan Mohammad Syahrir ayah biologis dari perempuan S berusia 10 tahun. Kedua, telah dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak terbantahkan Syaifudin Zuhri ayah biologis dari anak laki-laki inisial K berusia enam tahun," jelas dia.

Dari data sekunder, kata Edy, Syahrir memiliki ciri khusus tahi lalat di sudut mata kanan. Selain itu, ia memiliki 10 ciri umum lainnya. Sedangkan Syaifudin Zuhri memiliki ciri yang sangat signifikan yaitu sobek di bagian telinga bawah. Selain itu, ada 9 ciri umum lainnya.

C8-09


Peace.gif peace Peace.gif
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 20:15 WIB
Novia Chandra Dewi - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/2...din-dan-syahrir


QUOTE
Fajar Minta Soni Mencari Tempat Kos untuk Syaifudin dan Syahrir


Jakarta - Selama pelarian, Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir rupanya dibantu oleh Fajar Firdaus. Dari keponakannya inilah, kedua tersangka teroris itu mendapatkan tempat kos di Ciputat, Tangerang.

"Jadi saudara Fajar itu meminta saudara Soni untuk mencarikan tempat kos," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2009).

Nanan mengatakan, setelah diminta Fajar, Soni pun menyewa sebuah kamar di tempat kosnya. Kamar nomor 15 tersebut disewanya seharga Rp 437 ribu per bulan. "Bayarnya patungan dengan Aan," kata Nanan.

Namun Nanan tidak mengungkap apa hubungan Fajar dan Soni selama ini. Nanan juga tidak menyebut secara pasti apakah Soni terlibat dalam terorisme atau tidak.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 menggerebek sebuah kamar kos di Ciputat, 9 Oktober lalu. Dalam penggerebekan itu, Syaifudin dan Syahrir ditembak mati oleh petugas.

Polisi mengaku terpaksa menembak karena keduanya nekat menyerang polisi dengan melemparkan 3 bom tangan. Namun dari tiga bom kecil tersebut, hanya satu yang meledak.

(ken/gah)
rembel
YoHee...

Dia sdah tewas...

Tapi menurut kabar,, masih ada ratusan teroris2 lain yang masih berkeliaran di INDONESIA,, hmm
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 20:17 WIB
Novia Chandra Dewi - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/2...an-gempa-padang


QUOTE
Soni Ditangkap Saat Jadi Relawan Gempa Padang


Jakarta - Karena telah mencarikan tempat kos, Soni diduga telah membantu tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir bersembunyi. Soni pun telah ditangkap polisi saat menjadi relawan dalam bencana gempa di Sumatera Barat.

"Saudara Soni mencarikan tempat kos untuk Syaifudin dan Syahrir," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2009).

"Sekarang Soni telah ditangkap di Padang waktu menjadi sukarelawan untuk menjadi korban gempa di sana," lanjut Nanan.

Nanan mengatakan, Soni adalah mahasiswa UIN Hidayatullah. "Dia jurusan MIPA. Umurnya 24 tahun," kata Nanan.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 menggerebek sebuah kamar kos di Ciputat, 9 Oktober lalu. Dalam penggerebekan itu, Syaifudin dan Syahrir ditembak mati oleh petugas.

Polisi mengaku terpaksa menembak karena keduanya nekat menyerang polisi dengan melemparkan 3 bom tangan. Namun dari tiga bom kecil tersebut, hanya satu yang meledak.

(ken/gah)
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 21:35 WIB
Didit Tri Kertapati - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/2...-soni-dewantara


QUOTE
Sony Djayadi, Bukan Soni Dewantara


Jakarta - Ada dua nama Sony di Fakultas Sains UIN Syarif Hidayatullah. Polisi pun memastikan Sony yang dimaksud adalah Sony Djayadi bukan Dimas Sony Dewantara.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2009), Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna menayangkan slide tentang peran Sony Djayadi.

"Saudara Sony mencarikan tempat kos untuk Syaifudin dan Syahrir," ujar Nanan.

Sebelumnya Kepala Biro Informasi UIN Syarif Hidayatullah, Nurul Djamal menjelaskan ada dua nama Sony di Fakultas Sains UIN Syarif Hidayatullah.

Dua nama tersebut adalah Dimas Sony Dewantara dan Sony Djayadi. Nurul mengaku belum mengetahui alamat Dimas Sony, sedangkan Sony Djayadi diketahui berdomisili di Bekasi. Sony tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah. (rdf/gah)
west ice
Source: detiknews.com
Senin, 12/10/2009 22:07 WIB
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/12/2...adang-ikut-bppt

QUOTE
Sony Djayadi ke Padang Ikut BPPT


Jakarta - Sony Djayadi ditangkap di Padang, Sumatera Barat. Sony berangkat ke Padang sebagai tenaga outsourcing tim IT dari BPPT untuk bencana di Padang.

"Memang ada penangkapan dengan Sony. Sebelumnya kita minta tolong sama BPPT untuk dibantu. Sony adalah adalah tenaga outsourcing dari BPPT," ujar Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono kepada detikcom, Senin (12/10/2009).

Menurut Priyadi, aktivitas Sony sendiri sama seperti para relawan lainnya, yaitu melakukan pendataan terhadap kerusakan gempa di Padang.

"Dia hanya bantu kita. Dia datang dengan 10 orang temannya dan kita pun tidak tahu siapa dia," jelas Priyadi.

Priyadi juga pernah mendengar dari teman kerjanya yang mengatakan akan ada keluarga yang menempati kamar kosnya di Ciputat.

"Waktu itu dia ngomong sama temanya bahwa oomnya yang mau menempati kamarnya selama dia pergi ke Padang," pungkasnya.

Sony Djayadi merupakan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah. Polisi menciduk Soni atas keterlibatannya membantu tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir mencari tempat persembunyian.

(fiq/rdf)
west ice
Source: detiknews.com
Selasa, 13/10/2009 08:08 WIB
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/0...ke-polda-sumbar

QUOTE
Sony Tidak Ditangkap, Tapi Menyerahkan Diri ke Polda Sumbar


Jakarta - Sony Djayadi (24), mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, tidak ditangkap oleh tim Densus 88. Sony, tenaga outsourcing dari BPPT yang kala itu sedang bertugas di medan bencana gempa Sumbar, menyerahkan diri ke Polda Sumbar secara sukarela.

"Yang bersangkutan menyerahkan diri ditemani Pak Yana dari BPPT dan Pak Ridwan dari Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah dan Mitigasi Bencana ke Polda Sumatera Barat," ujar Kepala BPPT Marzan Aziz kepada detikcom, Selasa (13/10/2009).

Menurut Marzan, penyerahan diri Sony dilakukan setelah melakukan pembicaraan yang panjang dengan kedua pejabat itu.

"Saya hanya mendapatkan laporan demikian. Setelah melakukan pembicaraan antara Pak Yana dan Pak Ridwan, kemudian mereka bertemu dengan kepolisian setempat," katanya.

Marzan tidak merasa kecolongan terhadap penangkapan Sony. Sebagai tenaga outsourcing BPPT, Sony bertugas membantu kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pendataan di Padang.

"Kita tidak tahu tentang dia. Juga karena yang bersangkutan mahasiswa dan kita membutuhkan tenaga honorer untuk membantu dalam bidang ini," kata Marzan. Sony ditahan Densus 88 karena menyediakan kamar bagi Syaifudin Zuhri dan M Syahrir.
(fiq/nrl)

west ice
Source: detiknews.com
Selasa, 13/10/2009 08:17 WIB
Mega Putra Ratya - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/0...rir-di-rs-polri


QUOTE
Keluarga Salatkan Jenazah Syaifudin dan Syahrir di RS Polri


Jakarta - Rombongan keluarga Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir datang ke RS Polri. Mereka akan membawa kedua jenazah tersebut untuk dimakamkan di TPU Pondok Rangon pagi ini.

Pantauan detikcom di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2009), telah hadir ayah dari Syaifudin dan Syahrir, Djaelani Irsyad dan ibu mereka, Asanih. Ada juga istri Ibrohim, Sucihani, dan istri Syahrir, Nurjanah. Beberapa sanak keluarga juga tampak hadir.

Sebelum dibawa ke pemakaman, kedua jenazah akan disalatkan di Musala As-Syifa yang terletak di RS Polri.

Pada pukul 08.00 WIB, keluarga masih mempersiapan pelaksanaan salat jenazah. Namun kedua kenazah masih berada di dalam kamar jenazah.

Penjagaan polisi di sekitar kamar mayat mulai diperketat. Telah nampak pula dua ambulans yang akan membawa jenazah kakak beradik yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat itu ke TPU Pondok Rangon.

(rdf/nrl)
west ice
Source: detiknews.com
Selasa, 13/10/2009 09:00 WIB
Mega Putra Ratya - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/0...din-dan-syahrir



QUOTE
Keluarga Minta Maaf Atas Perbuatan Syaifudin dan Syahrir


Jakarta - Keluarga Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir menangis usai mensalatkan kedua jenazah. Mereka meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan adik kakak itu.

"Kami mohon maaf kepada semua pihak agar amal ibadahnya diterima,"ujar sang ayah, Djaelani Irsyad, kepada wartawan di di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2009).

Djaelani tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya air mata yang terus menetes di wajah tuanya saat ditanya keikhlasan keluarga melepas kedua jenazah.

Salat jenazah dipimpin oleh Anugerah, kakak dari Zuhri dan Syahrir. Peserta salat antara lain Djaelani Irsyad dan istrinya, Asanih. Ada juga istri Ibrohim, Sucihani, dan istri Syahrir, Nurjanah. Beberapa sanak keluarga juga tampak hadir. Usai disalatkan, kedua jenazah dimasukkan ke dalam dua ambulans milik RS Polri Sukanto untuk selanjutnya dimakamkan ke TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. (fiq/nrl)
west ice
Source: detiknews.com
Selasa, 13/10/2009 09:11 WIB
Irwan Nugroho - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/0...an-berdampingan

QUOTE
Syahrir dan Syaifudin Dimakamkan Berdampingan


Jakarta - Liang lahat Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri sudah disiapkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Kakak beradik ini akan dimakamkan berdampingan.

Pantauan detikcom, (13/10/2009), dua liang lahat telah disiapkan. Kedalamannya 1 meter dengan lebar 0,5 meter, panjangnya 2 meter. Jaraknya sekitar 20 meter dari makam Ibrohim, saudara ipar mereka.

Lubang kubur di Blok AB ini telah digali sejak Sabtu (10/10). Lokasinya berdekatan dengan saluran air. Dua nisan dari kayu pun disiapkan.

Jika dilihat dari utara, letak makam Syahrir berada di sebelah kanan makam Zuhri.

Tidak ada kerumunan masyarakat yang menoton. Sementara puluhan polisi tampak berjaga di TPU Pondok Rangon.


(rdf/nrl)
west ice
Source: detiknews.com
Selasa, 13/10/2009 10:35 WIB
Irwan Nugroho - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/1...hadiri-10-orang



QUOTE
Pemakaman Syaifudin Zuhri dan Syahrir Hanya Dihadiri 10 Orang


Jakarta - Jenazah dua gembong teroris yang tewas dalam penggerebekan di Ciputat, Syaifudin Zuhri dan M Syahrir dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Upacara pemakaman dihadiri sekitar 10 anggota keluarga dan berlangsung relatif singkat.

Pantauan detikcom , Selasa (13/10/2009), ambulans pembawa jenazah kakak beradik itu tiba pukul 09.14 WIB. Masing-masing jenazah dibawa oleh dua ambulans yang berbeda.

2 Ambulans dikawal oleh 1 mobil polisi dan 4 iring-iringan mobil keluarga. Hadir dalam rombogan keluarga antara lain Djaelani Irsyad-Asenih (orang tua Syaifudin Zuhri dan Syahrir), Anugerah (kakak), Sucihani (adik, istri Ibrohim).

Syaifudin dan Syahrir dimakamkan bersebelahan, 20 meter sebelah kanan makam kerabat ipar mereka, Ibrohim. Ibrohim tewas dalam penggerebekan di Temanggung.

(lrn/iy)
west ice
Source: detiknews.com
Rabu, 14/10/2009 10:30 WIB
Chazizah Gusnita - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/10/14/1...r-bom-dan-lepas


QUOTE
Syahrir Ditangkap Duluan, Saat Akan Diborgol Melempar Bom dan Lepas

Jakarta - Polisi terpaksa menembak mati Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir saat penggerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten. Sebelum menembak, Syahrir ternyata sudah ditangkap terlebih dahulu dan lepas.

"Sudah ditangkap duluan. Saat akan diborgol, ia melempar bom pipa lalu lepas. Lari ke arah Syaifudin. Polisi lalu melempar gas dan menembak," kata Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/10/2009).

Yayasan Prasasti Perdamaian merupakan yayasan yang melakukan pendampingan dan rehabilitasi narapidana terorisme. Kantor yayasan terletak di Gedung Atrium Senen, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, polisi mengaku terpaksa menembak mati dua buron teroris tersebut karena ada perlawanan. Bahkan dari seorang saksi di lapangan, salah seorang polisi juga sempat terluka.

(gus/iy)
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.