Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Celi Bagai Duri dalam Daging di Golkar
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News > Politik
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 16:03 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...aging-di-golkar


QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Kontroversi Rizal Mallarangeng yang tiba-tiba didapuk oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, terus membuat keresahan di tubuh partai pohon beringin itu. Rizal bahkan bisa dinilai bakal menjadi duri dalam daging.

Keresahan ini diakui politisi muda Golkar, Ferry Mursidan Baldan, usai diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2009).

Hal tersebut bisa menjadi kenyataan, jika Ketua Umum Golkar tidak segera melakukan klarifikasi terkait posisi Celi, panggilan Rizal, sebagai Ketua DPP Golkar.

Mengenai kedekatan Celi dengan Cikeas yang mungkin menjadi pertimbangan Ical mendapuknya ke jajaran petinggi Golkar, disangsikan oleh Ferry. Menurutnya hal tersebut tak berpengaruh memajukan Golkar.

"Sedekat apapun RM dengan Cikeas itu tidak ada persoalan. Tugas pengurus partai itu membesarkan partai. Bagaimana kami bisa membiarkan, ada orang tidak suka terhadap partai, duduk di dalam pengurus," ungkapnya.(hri)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 14:56 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...s-budi-pada-sby

Gandeng Celi, Ical Balas Budi pada SBY





QUOTE
Dede Suryana - Okezone

JAKARTA - Masuknya Rizal Mallarangeng (Celi) dalam struktur kepengurusan baru Partai Golkar menjadi perdebatan publik. Langkah ini dinilai bentuk balas budi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini balas budi Ical kepada SBY karena dia sangat berterima kasih dengan SBY telah diselamatkan dalam urusan Lapindo," ujar pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Tjipta Lesmana kepada okezone, Jumat (9/10/2009).

Menurut Tjipta, dalam kultur timur balas budi adalah utang dan menjadi keharusan. "Kalau kita punya utang uang saja pasti akan berusaha untuk melunasinya. Apalagi ini utang budi," imbuhnya.

Rizal Mallarangeng ditetapkan sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar setelah Aburizal Bakire terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas VIII di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Selain nama Rizal, tercatat wajah-wajah baru dalam struktur organisasi golkar yang baru, seperti Nurul Arifin dan Titiek Soeharto.(ded)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Jum'at, 9 Oktober 2009 - 17:18 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/09/33...i-skenario-ical

Petinggi Golkar: Celi Bagian dari Skenario Ical




QUOTE
Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone

JAKARTA - Rizal Mallarangeng (Celi) menjadi salah satu Ketua DPP Partai Golkar pada kepengurusan yang baru. Hal ini dianggap sebagai salah satu skenario Aburizal Bakrie (Ical) selaku ketua umum.

"Itu memang bagian dari desain Ical, di samping faktor kedekatan antara keduanya," ujar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Keagamaan dan Kebudayaan Hajriyanto Thohari saat ditemui okezone di gedung Nusantara IV Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).

Masuknya Celi, imbuhnya, juga disambut baik oleh kader Golkar. "Karena memang diatur dalam AD/ART partai, asalkan tidak melebihi 10 persen," tambahnya.

Proses bergabungnya Celi sebagai pengurus, menurut Hajriyanto, sama halnya dengan pencalegan. Ketika partai membutuhkan orang untuk ditempatkan di bidang tertentu, maka bisa mengambil dari luar.

"Rizal dipilih karena kemampuan dia di bidang politik. Tapi sayang kenapa tidak merekrut ahli ekonomi ya? Padahal Golkar sangat butuh ahli ekonomi," selorohnya. (ded)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 10:00 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...petinggi-golkar


Celi Tak Pantas Menjadi Petinggi Golkar




QUOTE
Dadan Muhammad Ramdan - Okezone

JAKARTA -
Masuknya beberapa nama baru seperti Rizal Malarangeng dalam kepengurusan DPP Golkar dinilai kurang bagus untuk partai sekelas Golkar. Sebab, Rizal Malarangeng yang akrab disapa Celi itu tidak memiliki integritas, bahkan bisa dibilang kutu loncat.

"Golkar yang bodoh. Dia itu memang pintar, tapi tak punya integritas, malah kutu loncat. Dulu sempat di PDIP dan hampir jadi anggota DPR, terus ke Demokrat dan sekarang masuk Golkar," papar pengamat politik Tjipta Lesmana kepada okezone, Sabtu (10/10/2009).

Menurutnya, ada kemungkinan di kabinet SBY tidak mendapat jatah padahal sudah kerja keras, sehingga berlabuhlah ke Golkar. Apalagi dengan ketua Umumnya Aburizal Bakrie lebih berpeluang. Dulu Rizal itu direkturnya Freedom Institute yang dimodali Aburizal Bakrie.

"Orang juga ada yang beranggapan Celi ini sengaja disusupkan atau ditanam oleh SBY agar Golkar tidak lari dari Demokrat. Tapi yang jelas harusnya dia malu jadi kutu loncat, masyarakat akan benci dia," ujar Tjipta.

Kata dia, masuknya Celi dalam jajaran petinggi Golkar membuktikan kepemimpinan Ical. Padahal, dengan moral politik yang seperti itu, Celi tidak pantas jadi pemimpin. "Saya pikir Golkar akan rusak dengan orang-orang seperti itu," ujarnya.

(ram)
Ada 2 komentar untuk berita ini.
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 11:14 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...dana-dan-cikeas

Ical Cerdas Gabungkan Cendana dan Cikeas


QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Penempatan Titik Soeharto dari kubu Cendana, dan Rizal Mallarangeng dari kubu Cikeas di kepengurusan Golkar, dinilai sebagai strategi cerdas Ketua Umum Golkar yang baru, Aburizal Bakrie.

"Munculnya orang-orang baru, seperti Titik dan Celi, adalah strategi merekrut semua orang-orang dekat dengan Cikeas dan Cendana," ujar politkus muda Golkar, Poempida Hidayatullah, dalam diskusi Trijaya Network dengan tema Golkar Dulu, Sekarang dan Nanti, di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2009).

Perekrutan ini dinilai Poempida sebagai hal yang positif bagi partai pohon beringin ke depan. Celi sebagai perwakilan dari kekuatan Cikeas, dan Titiek merupakan ahli waris Cendana.

Namun mantan pengurus Golkar di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla ini, tidak bisa menilai apakah penggabungan ini akan membuat kekuatan Golkar melemah atau justru menguat.

Seperti diberitakan, usai memenangi pemilihan Ketua Umum Golkar yang super alot, Ical menarik Rizal Mallarangeng dan Titiek Soeharto untuk memperkuat jajaran kepengurusannya.

Celi didapuk sebagai Ketua DPP Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan. Sementara Titiek menjabat Wasekjen di bawah Idrus Marham.(hri)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 11:44 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...derisasi-golkar

Tunjuk Celi, Ical Salahi Etika Kaderisasi Golkar


QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Walaupun menilainya sebagai hal yang positif, penarikkan Rizal Mallarangeng ke jajaran kepengurusan baru Partai Golkar merupakan pelanggaran etika kaderisasi.

"Saya melihat Golkar melanggar kaderisasi. Kaderisasi yang baik, seharusnya memang yang sudah makan asam garam," kata politisi muda Golkar Poempida Hidayatullah, dalam diskusi Golkar Dulu, Sekarang dan Nanti, di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2009).

Poempida mengatakan, pada dasarnya dia memahami pemikiran Ketua Umum Golkar yang baru, Aburizal Bakrie. Namun untuk Rizal yang kerap dipanggil Celi, merupakan orang luar yang tidak tahu sejarah Golkar.

Karena orang yang seharusnya orang orang yang duduk di pengurusan partai pohon beringin adalah orang-orang yang tahu sejarah, ideologi, dan perjuangan Golkar.

Sementara untuk Titik Soeharto, Poempida tidak mempermasalahkannya. Karena menurutnya, Titiek merupakan kader politik yang lahir di Golkar.

Celi sendiri belakangan disebut-sebut, sebagai kutu loncat. Karena sebelum bergabung resmi dengan Golkar, Celi beberapa kali tercatat berpindah-pindah dari LSM satu ke yang lainnya.

Celi mengawali karirnya di Freedom Institute, kemudian belakangan bersama Mallarangeng bersaudara di Fox Indonesia. LSM yang dianggap berperan besar membawa Susilo Bambang Yudhoyono memenangi dua Pemilu Presiden berturut-turut.

Terakhir Celi dikenal dekat dengan Ical. Kedekatan ini membuat Celi ditunjuk sebagai staf khusus Menko Kesra. Hingga akhirnya ditarik Ical untuk bergabung dalam kepengurusan Golkar.(hri)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Sabtu, 10 Oktober 2009 - 13:03 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/10/33...n-tak-suka-celi

Kader Golkar Makin Tak Suka Celi


QUOTE
K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Semakin hari Ketua DPP Golkar yang baru, Rizal Mallarangeng, semakin tidak disukai oleh para kader Golkar. Bukan hanya karena dia berasal dari luar Golkar namun juga dari sikapnya dahulu terhadap Golkar.

"Bagaimana orang yang (dulu) memaki-maki Golkar, (sekarang) jadi pengurus. Rizal sulit diterima, karena peserta Munas juga meneriakinya, dan tidak ada yang bertepuk tangan," kata politikus muda Golkar Fery Mursidan Baldan saat berdiskusi dengan tema Golkar Kini, Sekarang dan Nanti di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2009).

Penunjukkan Rizal atau Celi ini, menurutnya harus segera diklarifikasi oleh Ketua Umum Golkar yang baru, Aburizal Bakrie, sebagai langkah awalnya.

Saat ditanya, apakah masuknya Rizal bisa dianggap memberikan kekuatan baru bagi Golkar atau malah bakal melemahkan, Ferry tidak mau menjawab. Baginya yang paling utama, Ketua Umum Golkar perlu mengklarifikasi penunjukan Rizal terlebih dahulu.

Sementara mengenai perekrutan Titiek Soeharto di jajaran pengurusan Golkar, Ferry menilai, langkah ini didasari untuk mengantisipasi pendirian partai baru yang digawangi Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

"Saya melihat Titiek ini hanya untuk jaga-jaga saja," tukasnya.(hri)
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Minggu, 11 Oktober 2009 | 19:00 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...t.ke.Pemerintah

QUOTE
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperkuat pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, akan merapat ke pemerintah. Pemerintahan yang kuat dinilai akan mampu menyinambungkan pembangunan periode sebelumnya dengan lima tahun mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Fadel Muhammad kepada Kompas, Minggu (11/10) di Jakarta. "Jadi, saya tidak sependapat ada pihak-pihak yang menyatakan Partai Golkar harus menjadi oposisi. Katanya, kalau tidak menjadi oposisi, tidak ada keseimbangan dengan pemerintah. Ikut mengawasi pemerintah itu tidak berarti harus menjadi partai oposisi," tandas Fadel.

Menurut Fadel, yang dimaksud ikut mengawasi pemerintah adalah jika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah benar-benar tidak berpihak kepada rakyat. "Akan tetapi, kalau justru membela kepentingan rakyat, masa harus ditolak. Saya kira, pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang menyakiti rakyat," lanjut Fadel.

Dikatakan Fadel, pertemuan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jumat (9/10) lalu di kediaman pribadi Presiden Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, di Puri Indah Cikeas, Bogor, Jawa Barat, memberikan makna bahwa Partai Golkar akan merapat ke pemerintah.

Pengurus Golkar Bisa Diperbaiki

Sementara, terkait dengan penolakan sejumlah kader Partai Golkar terhadap anggota DPP Partai Golkar yang dinilai bermasalah hukum dan melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Fadel mengatakan, pihaknya sebagai pimpinan sidang di Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Partai Golkar sudah memutuskan bilamana susunan DPP Partai Golkar masih akan disempurnakan, disebutkan masih dimungkinkan hingga sebelum tanggal 20 Oktober mendatang.

"Itu sudah saya sampaikan kepada Pak Ical selaku ketua formatur saat penyusunan DPP Partai Golkar untuk disempurnakan lagi bilamana memang ada yang dinilai kurang tepat," katanya.

Tentang Tim Verifikasi yang dibentuk mantan pengurus DPP Partai Golkar Zainal Bintang, yang mempersoalkan susunan DPP Partai Golkar, Fadel mempersilakan diperdebatkan dengan formatur untuk diperbaiki jika memang akan diperbaiki. "Asalkan sebelum perayaan ulang tahun Partai Golkar tanggal 20 Oktober mendatang. Sebab. Pengurus DPP Partai Golkar akan diumumkan," demikian Fadel.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Minggu, 11 Oktober 2009 | 19:15 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...ar.ADART.Partai

Sekjen Golkar: Masuknya Rizal Tidak Langgar AD/ART Partai


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, masuknya Rizal Malarangeng dalam kepengurusan Partai Golkar periode 2009-2014 tidak melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai berlambang Beringin itu.

"Tidak ada larangan di AD/ART maupun di Tatib partai. Bahkan di pasal 43 ayat 2 (di dalam AD/ART Partai Golkar) tidak melarang hal itu. Memang pasal 43 mengatakan untuk menjadi pengurus harus minimal lima tahun di kepengurusan tapi di ayat 2 mengatakan formatur bisa menyimpang dari aturan itu untuk kepentingan partai ke depan. Jadi ini enggak ada yang melanggar," katanya dalam jumpa pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Minggu (11/10).

Idrus juga membantah wacana yang berkembang yang mengatakan dimasukannya Rizal Malarangeng ke kepengurusan ketua umum Abu Rizal Bakrie itu dikarenakan titipan dari presiden terpilih 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono. "Beliau (Rizal) profesional dan tidak diragukan keahlian di bidangnya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Formatur Pengurus DPP Partai Golkar Periode 2009-2014 Ridwan Bae mengatakan partainya tidak pernah menilai seseorang dari status untuk dijadikan pengurus partai. Namun, dilihat dari kapasitas dan potensi yang dimiliki orang tersebut, serta loyalitas dan keinginan orang itu untuk ikut membesarkan partai warisan Orde Baru itu.

"Maaf sebelumnya, misalnya Pak SBY mau memikirkan Golkar kami pun akan mengajaknya (bergabung). Yang penting orang itu menyakini kepemimpinan Bang Ical. Bahwa ada Rizal Malarangeng itu karena kami menyakini mereka berpotensi dan bisa sejalan dengan kepentingan Partai Golkar," imbuhnya.

Pascakemenangan Abu Rizal Bakrie di Munas Partai Golkar lalu, Rizal Malarangeng merupakan salah satu nama baru yang didaulat menjadi Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan di kepengurusan DPP Partai Golkar 2009-2014.

Hal itu memicu ketidakpuasan dan pandangan miring dari sejumlah pihak dan kader partai Beringin itu sendiri. Pasalnya, semasa Pileg dan Pilpres, Rizal Malarangeng merupakan tim sukses pasangan capres SBY-Boediono. Rizal juga dianggap "tidak berkeringat' di Golkar. Selain itu, dipilihnya Rizal dinilai telah melanggar aturan partai yang mensyaratkan pengurus DPP maksimal harus pernah menjadi pengurus selama lima tahun.
Rob Farell
Source: www.Kompas.com Minggu, 11 Oktober 2009 | 19:36 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...ke.Partai.Lain..

QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham tidak mempersoalkan para kader partai yang berniat pindah ke parai lain. Ha ini diungkapkannya menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pindahnya sejumlah kader partai beringin itu ke partai lain karena tidak masuk ke dalam kepengurusan.

"Itu malah bagus (kalau mereka pindah). Justru ini saatnya militansi kader Golkar diuji," katanya dalam jumpa pers di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta (11/10).

Seperti diketahui, pascaterpilihnya Abu Rizal Bakrie atau yang akrab dipanggil Ical menjadi Ketua Umum Partai Golkar, sejumlah nama yang dipandang menonjol di partai tidak masuk dalam jajaran kepengurusan.

Menurut Idrus, berkarya tidak hanya dapat dilakukan di tingkat DPP, tapi juga bisa di daerah. Misalnya, untuk pemenangan dan suksesi Pemilihan Kepala Daerah. Namun begitu dia meminta agar semua kader Beringin bersabar karena tim formatur saat ini masih akan melengkapi nama-nama pengurus DPP yang lain.
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Minggu, 11 Oktober 2009 - 17:28 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/11/33...14-golkar-tamat





QUOTE
Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone

JAKARTA -
Setelah menggantikan Jusuf Kalla sebagai ketua umum, Aburizal Bakrie (Ical) bertekad mengembalikan kejayaan Partai Golkar. Namun apakah Ical dan elite di DPP bisa menang di Pemilu 2014?

"Golkar akan tutup buku 2014," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah kepada okezone, Minggu (11/10/2009).

Menurut dia, hal itu dikarenakan komposisi DPP Golkar saat ini didominasi para senior dan bukan diisi tokoh muda seperti yang diharapkan banyak pihak. Misalnya Akbar Tanjung yang duduk di kursi dewan Pembina menggantikan Surya Paloh. Apalagi, ada nama Nurdin Halid yang diketahui sempat terganjal kasus pidana.

"Justru yang terbaik yang terbuang dari Golkar," paparnya.

Seperti diketahui, Yuddy Chrisnandi yang sempat menjadi rival Ical dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar tidak diplot mengisi kursi di DPP. Nama lain seperti Ferry Mursyidan Baldan dan Peompida Hidayatullah juga tak menarik perhatian Ical.

"Pemilu 2014 nanti, lima persen suara saja sudah bagus untuk Golkar," tandasnya.

(lam)
Rob Farell
Source: www.Okezone.com Minggu, 11 Oktober 2009 - 18:20 wib
http://news.okezone.com/read/2009/10/11/33...cat-ke-gerindra

Yuddy Dkk Bakal Loncat ke Gerindra?




QUOTE
Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone

JAKARTA - Sejumlah tokoh muda tak masuk dalam jajaran pengurus DPP Partai Golkar. Mereka tersingkir di tengah karier politik yang cukup gemilang.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menilai, sangat sayang ketika nama-nama seperti Yuddy Chrisnandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Poempida Hidayatullah tidak ada di deretan pasukan Aburizal Bakrie. Kenaehan semakin terlihat karena nama yang muncul justru Rizal Mallarangeng dan Nurdin Halid.

"Entah marah apa Aburizal? Jangan heran kalau Yuddy dan kawan-kawan loncat ke partai lain," ungkap Iberamsjah saat berbincang dengan okezone, Minggu (11/10/2009).

Kemungkinan Yuddy dan tokoh muda Golkar lain untuk pindah ke partai politik lain cukup besar. Beberapa parpol yang mungkin akan jadi rumah baru bagi mereka antara lain Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

"Mereka kan juga dekat dengan Prabowo. Kalau sudah begitu nanti Golkar yang makin tenggelam," imbuhnya.
sofyan
Politik ya.... binun juga gak puas di beringin.. pindah ke Garuda?? Rakyat dibikin mainan aja terutama sebelum Pemilu

Kasihan Golkar Tamat...mat... gara2 si Lumpur Lapindo Sidoarjo
manstein
dengan masuknya Rizal Mallarangeng .. jelas akan kemana partai Golkar selanjutnya..
carletobijanthe
Rizal itu bisa apa? coba di di suruh ngumpulin massa emang bisa............klo yg datang pasti di bayar dah bubariin aja golkar
financebbs
tentukan arah kebijakan dari sekarang untuk menyusun kekuatan baru buat 5 tahun mendatang smile.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.