http://internasional.kompas.com/read/xml/2...libur.terbanyak
Ternyata Pegawai di Brasil dan Lituania Dapat Jatah Libur Terbanyak

QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Pegawai di negara mana yang paling banyak mendapat jatah libur? Menurut data yang dirilis Mercer, para karyawan di Eropa menerima tunjangan libur atau cuti minimum paling banyak. Namun, jika libur nasional disertakan, pegawai di Lituania dan Brasil merupakan karyawan dengan peluang jatah libur kerja terbanyak.
Data ini dikutip dari 2009 Worldwide Benefit and Employment Guidelines yang menyajikan data global mengenai peraturan kerja dan praktiknya. Laporan tersebut menganalisis baik jumlah jatah libur minimum yang harus diberikan perusahaan kepada pegawainya, juga jumlah libur nasional di lebih dari 40 negara. Perbandingan berikut didasarkan pada jatah libur bagi karyawan dengan 5 hari kerja dan telah mengabdi selama 10 tahun.
Seluruh karyawan berhak mendapat tunjangan hari libur minimum, yang mana merupakan istilah untuk sejumlah imbalan liburan yang berdasarkan hukum harus diberikan perusahaan kepada karyawannya.
Para karyawan di Finlandia, Brasil, dan Perancis berhak atas 30 hari libur kerja, sedangkan mereka yang ada di Lituania, Rusia, dan Inggris mendapat 28 hari. Polandia mengikuti ketat di belakang dengan 26 hari. Sementara karyawan di Yunani, Austria, Denmark, Swedia, dan Norwegia berada di belakang dengan jatah 25 hari libur kerja.
Sementara hak atas cuti karyawan di negara-negara Asia Pasifik berbanding relatif jauh di bawah angka tersebut dengan Australia, Selandia, Baru dan Jepang yang memiliki 20 hari, diikuti Taiwan (15), Hongkong dan Singapura (14), India (12), dan China (10).
Para karyawan di Kanada adalah termasuk yang memiliki hak cuti paling rendah yakni hanya 10 hari. Sementara meski tidak ada jumlah hari cuti minimum, para karyawan di Amerika Serikat biasanya mendapat 15 hari dalam setahun.
Sebagai tambahan cuti minimum, libur nasional juga menambah jumlah hari bebas kerja karyawan. Jepang dan India berada di tempat teratas dalam jumlah libur nasional dengan 16 hari dalam setahun, diikuti oleh Siprus, Slovakia, dan Korea Selatan dengan 15 hari libur nasional setahun. Malta dan Spanyol keduanya memperoleh 14, sedangkan Portugal, Austria, Lituania, Slovenia, dan Taiwan semuanya memiliki libur nasional 13 hari. Inggris, Australia, dan Belanda berada di urutan terendah dengan hanya 8 hari, di atasnya ada Denmark, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Rumania dengan 9 hari libur nasional.
Menurut Matthew Hunt, prinsipal di tim internasional Mercer yang memberi saran tentang praktik kepegawaian bagi perusahaan-perusahaan multinasional. Ada variasi yang sangat berbeda pada implementasi di masing-masing tempat karyawan bekerja. Perusahaan kerap meminta karyawan dalam batas kewenangannya untuk bekerja pada hari libur nasional, atau mewajibkan diambil sebagai bagian dari hak cuti tahunan mereka.
Sebagai contoh, karyawan di Inggris sepertinya mempunyai lebih banyak jumlah hari libur dibanding mereka yang bekerja di Malta, tetapi kontrak perusahaan bisa memberi gambaran yang berbeda. Hari libur minimum di Inggris adalah 28 hari, perusahaan diizinkan memasukkan 8 libur nasional sebagai bagian dari hak tersebut, dan menjadikan sebagian karyawan hanya diganjar 20 hari libur setahun dan karyawan di Malta bisa jadi mendapat perjanjian yang lebih baik.
Dengan asumsi mereka menerima cuti maksimum ditambah libur nasional, karyawan di Brasil dan Lituania terhitung memperoleh hari libur yang sangat banyak dengan peluang mencapai 41 hari setahun. Sementara mereka yang ada di Finlandia, Perancis, dan Rusia berpeluang mendapatkan 40 hari libur. Kebalikannya, karyawan di Kanada hanya mendapat jatah 19 hari, China 21 hari, dan mereka yang di Amerika Serikat dan Singapura masing-masing 25 hari.
Di kawasan Asia Pasifik
Australia, Jepang, dan Selandia Baru memperoleh hari libur paling banyak, dengan penawaran bagi karyawan hingga 20 hari libur. Mengikuti di bawahnya Korea Selatan (19), Taiwan (15), Hongkong dan Singapura (14), India (12), dan China (10). Sebagai tambahan, karyawan di Jepang dan India mendapat 16 hari libur nasional per tahun diikuti Korea Selatan (15), Taiwan (13), Hongkong (12), dan Selandia Baru, Singapura, dan China masing-masing memperoleh 11 hari. Sementara Australia dengan 8 hari menjadi negara paling sedikit yang memiliki libur nasional di Asia.
Teorinya, karyawan di Jepang berhak mendapat tunjangan libur paling banyak secara total dengan jumlah 36 hari, diikuti Korea Selatan (34) dan Selandia Baru (31). Pegawai di Australia, Taiwan, dan India berpeluang memperoleh 28 hari, dibuntuti Hongkong (26), Singapura (25), dan China (21).
Sebagai tambahan cuti tahunan dan libur nasional, perusahaan di sejumlah negara bagian diwajibkan memberi cuti khusus untuk urusan pernikahan ataupun mereka yang baru ditinggal mati pasangan atau kerabat dekat. Bahkan jika tidak ada kewajiban, banyak perusahaan besar menyediakan cuti tambahan untuk kondisi-kondisi tertentu.
“Perusahaan yang berusaha mengoordinasikan operasi bisnis di seluruh dunia sering kali terperangkap dalam labirin perundangan jika sampai pada masalah liburan,” komentar Godelieve Kroonenberg, Regional Benefits Product Manager dengan Mercer’s Information Product Solutions Business di Asia. “Libur nasional cenderung berawal dari tradisi lokal atau kepercayaan religius, jadi masalahnya bisa sulit untuk mengubah praktik yang sudah ada. Namun, seiring berkembangnya kemajemukan budaya pegawai di seluruh dunia, muncul tuntutan untuk bisa lebih luwes dalam hal libur nasional.”
Kawasan Eropa
Finlandia dan Perancis mengatur pemberian hari libur minimum untuk para karyawan sebanyak 30 hari selama setahun, di bawahnya ada Lituania dan Rusia (28), Inggris (28), Polandia (26), dan Yunani (25). Mayoritas negara umumnya memiliki 20 hari libur minimum termasuk di antaranya Jerman, Belgia, Siprus, Irlandia, Italia, dan Belanda. Siprus dan Slovakia (15 hari) mempunyai hari libur bank terbanyak untuk wilayah Eropa, diikuti oleh Malta dan Spanyol (14 hari) lalu Lituania, Austria, Portugal, dan Slovenia (13 hari).
Perancis, Polandia, Finlandia, Jerman, dan Belgia masing-masing mempunyai 10 hari libur, sedangkan Denmark, Rumania, dan Irlandia memperoleh 9 hari. Inggris dan Belanda memiliki hari libur bank paling sedikit di Eropa dengan 8 hari setahun. Akan tetapi, di sejumlah negara bagian Eropa, seperti Norwegia dan Swiss, libur nasional bisa ditiadakan jika jatuh pada akhir pekan.
Secara keseluruhan, dengan menyertakan hari libur minimum dan libur nasional, pegawai di Lituania berpeluang menjadi negara dengan pesangon libur terbesar di Eropa dengan 41 hari libur per tahun. Perancis, Finlandia, dan Rusia menduduki tempat kedua dengan jumlah 40 hari, diikuti oleh Austria dan Malta (38), Yunani (37) dan Swedia, Spanyol, dan Inggris (36). Karyawan di Italia mendapat 31 hari.
Sementara mereka yang ada di Jerman, Rumania, dan Belgia memperoleh 30 hari. Pegawai di Irlandia dan Belanda masing-masing memiliki jumlah hari libur paling sedikit, yakni 29 dan 28 hari. Jika perusahaan menambahkan 8 hari libur bank pada hari libur minimumnya, karyawan di Inggris akan menerima pesangon untuk 36 hari libur setahun, ini merupakan salah satu jatah cuti libur tertinggi di Eropa.
Di kawasan Amerika
Amerika Serikat tidak memiliki hari libur minimum yang tetap kepada pegawai, tetapi yang berlaku umumnya adalah 15 hari, berbeda dengan Kanada yang memiliki hari libur minimum 10 hari.
Bertentangan dengan pandangan di Eropa, rendahnya libur minimum di AS dan Kanada tidak sebanding dengan standar Eropa jika libur nasional digabungkan. Pegawai di AS dan Brasil masing-masing memperoleh tambahan libur nasional sebanyak 10 dan 11 hari, sedangkan pegawai Kanada berhak atas 9 hari lbur nasional. Totalnya, karyawan di Brasil yang dapat mengambil seluruh hak serta hari libur nasional terbanyak akan menerima 41 hari libur, dan mereka yang ada di AS menerima 25 hari dan Kanada mendapat 19 hari.
KSP
Data ini dikutip dari 2009 Worldwide Benefit and Employment Guidelines yang menyajikan data global mengenai peraturan kerja dan praktiknya. Laporan tersebut menganalisis baik jumlah jatah libur minimum yang harus diberikan perusahaan kepada pegawainya, juga jumlah libur nasional di lebih dari 40 negara. Perbandingan berikut didasarkan pada jatah libur bagi karyawan dengan 5 hari kerja dan telah mengabdi selama 10 tahun.
Seluruh karyawan berhak mendapat tunjangan hari libur minimum, yang mana merupakan istilah untuk sejumlah imbalan liburan yang berdasarkan hukum harus diberikan perusahaan kepada karyawannya.
Para karyawan di Finlandia, Brasil, dan Perancis berhak atas 30 hari libur kerja, sedangkan mereka yang ada di Lituania, Rusia, dan Inggris mendapat 28 hari. Polandia mengikuti ketat di belakang dengan 26 hari. Sementara karyawan di Yunani, Austria, Denmark, Swedia, dan Norwegia berada di belakang dengan jatah 25 hari libur kerja.
Sementara hak atas cuti karyawan di negara-negara Asia Pasifik berbanding relatif jauh di bawah angka tersebut dengan Australia, Selandia, Baru dan Jepang yang memiliki 20 hari, diikuti Taiwan (15), Hongkong dan Singapura (14), India (12), dan China (10).
Para karyawan di Kanada adalah termasuk yang memiliki hak cuti paling rendah yakni hanya 10 hari. Sementara meski tidak ada jumlah hari cuti minimum, para karyawan di Amerika Serikat biasanya mendapat 15 hari dalam setahun.
Sebagai tambahan cuti minimum, libur nasional juga menambah jumlah hari bebas kerja karyawan. Jepang dan India berada di tempat teratas dalam jumlah libur nasional dengan 16 hari dalam setahun, diikuti oleh Siprus, Slovakia, dan Korea Selatan dengan 15 hari libur nasional setahun. Malta dan Spanyol keduanya memperoleh 14, sedangkan Portugal, Austria, Lituania, Slovenia, dan Taiwan semuanya memiliki libur nasional 13 hari. Inggris, Australia, dan Belanda berada di urutan terendah dengan hanya 8 hari, di atasnya ada Denmark, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Rumania dengan 9 hari libur nasional.
Menurut Matthew Hunt, prinsipal di tim internasional Mercer yang memberi saran tentang praktik kepegawaian bagi perusahaan-perusahaan multinasional. Ada variasi yang sangat berbeda pada implementasi di masing-masing tempat karyawan bekerja. Perusahaan kerap meminta karyawan dalam batas kewenangannya untuk bekerja pada hari libur nasional, atau mewajibkan diambil sebagai bagian dari hak cuti tahunan mereka.
Sebagai contoh, karyawan di Inggris sepertinya mempunyai lebih banyak jumlah hari libur dibanding mereka yang bekerja di Malta, tetapi kontrak perusahaan bisa memberi gambaran yang berbeda. Hari libur minimum di Inggris adalah 28 hari, perusahaan diizinkan memasukkan 8 libur nasional sebagai bagian dari hak tersebut, dan menjadikan sebagian karyawan hanya diganjar 20 hari libur setahun dan karyawan di Malta bisa jadi mendapat perjanjian yang lebih baik.
Dengan asumsi mereka menerima cuti maksimum ditambah libur nasional, karyawan di Brasil dan Lituania terhitung memperoleh hari libur yang sangat banyak dengan peluang mencapai 41 hari setahun. Sementara mereka yang ada di Finlandia, Perancis, dan Rusia berpeluang mendapatkan 40 hari libur. Kebalikannya, karyawan di Kanada hanya mendapat jatah 19 hari, China 21 hari, dan mereka yang di Amerika Serikat dan Singapura masing-masing 25 hari.
Di kawasan Asia Pasifik
Australia, Jepang, dan Selandia Baru memperoleh hari libur paling banyak, dengan penawaran bagi karyawan hingga 20 hari libur. Mengikuti di bawahnya Korea Selatan (19), Taiwan (15), Hongkong dan Singapura (14), India (12), dan China (10). Sebagai tambahan, karyawan di Jepang dan India mendapat 16 hari libur nasional per tahun diikuti Korea Selatan (15), Taiwan (13), Hongkong (12), dan Selandia Baru, Singapura, dan China masing-masing memperoleh 11 hari. Sementara Australia dengan 8 hari menjadi negara paling sedikit yang memiliki libur nasional di Asia.
Teorinya, karyawan di Jepang berhak mendapat tunjangan libur paling banyak secara total dengan jumlah 36 hari, diikuti Korea Selatan (34) dan Selandia Baru (31). Pegawai di Australia, Taiwan, dan India berpeluang memperoleh 28 hari, dibuntuti Hongkong (26), Singapura (25), dan China (21).
Sebagai tambahan cuti tahunan dan libur nasional, perusahaan di sejumlah negara bagian diwajibkan memberi cuti khusus untuk urusan pernikahan ataupun mereka yang baru ditinggal mati pasangan atau kerabat dekat. Bahkan jika tidak ada kewajiban, banyak perusahaan besar menyediakan cuti tambahan untuk kondisi-kondisi tertentu.
“Perusahaan yang berusaha mengoordinasikan operasi bisnis di seluruh dunia sering kali terperangkap dalam labirin perundangan jika sampai pada masalah liburan,” komentar Godelieve Kroonenberg, Regional Benefits Product Manager dengan Mercer’s Information Product Solutions Business di Asia. “Libur nasional cenderung berawal dari tradisi lokal atau kepercayaan religius, jadi masalahnya bisa sulit untuk mengubah praktik yang sudah ada. Namun, seiring berkembangnya kemajemukan budaya pegawai di seluruh dunia, muncul tuntutan untuk bisa lebih luwes dalam hal libur nasional.”
Kawasan Eropa
Finlandia dan Perancis mengatur pemberian hari libur minimum untuk para karyawan sebanyak 30 hari selama setahun, di bawahnya ada Lituania dan Rusia (28), Inggris (28), Polandia (26), dan Yunani (25). Mayoritas negara umumnya memiliki 20 hari libur minimum termasuk di antaranya Jerman, Belgia, Siprus, Irlandia, Italia, dan Belanda. Siprus dan Slovakia (15 hari) mempunyai hari libur bank terbanyak untuk wilayah Eropa, diikuti oleh Malta dan Spanyol (14 hari) lalu Lituania, Austria, Portugal, dan Slovenia (13 hari).
Perancis, Polandia, Finlandia, Jerman, dan Belgia masing-masing mempunyai 10 hari libur, sedangkan Denmark, Rumania, dan Irlandia memperoleh 9 hari. Inggris dan Belanda memiliki hari libur bank paling sedikit di Eropa dengan 8 hari setahun. Akan tetapi, di sejumlah negara bagian Eropa, seperti Norwegia dan Swiss, libur nasional bisa ditiadakan jika jatuh pada akhir pekan.
Secara keseluruhan, dengan menyertakan hari libur minimum dan libur nasional, pegawai di Lituania berpeluang menjadi negara dengan pesangon libur terbesar di Eropa dengan 41 hari libur per tahun. Perancis, Finlandia, dan Rusia menduduki tempat kedua dengan jumlah 40 hari, diikuti oleh Austria dan Malta (38), Yunani (37) dan Swedia, Spanyol, dan Inggris (36). Karyawan di Italia mendapat 31 hari.
Sementara mereka yang ada di Jerman, Rumania, dan Belgia memperoleh 30 hari. Pegawai di Irlandia dan Belanda masing-masing memiliki jumlah hari libur paling sedikit, yakni 29 dan 28 hari. Jika perusahaan menambahkan 8 hari libur bank pada hari libur minimumnya, karyawan di Inggris akan menerima pesangon untuk 36 hari libur setahun, ini merupakan salah satu jatah cuti libur tertinggi di Eropa.
Di kawasan Amerika
Amerika Serikat tidak memiliki hari libur minimum yang tetap kepada pegawai, tetapi yang berlaku umumnya adalah 15 hari, berbeda dengan Kanada yang memiliki hari libur minimum 10 hari.
Bertentangan dengan pandangan di Eropa, rendahnya libur minimum di AS dan Kanada tidak sebanding dengan standar Eropa jika libur nasional digabungkan. Pegawai di AS dan Brasil masing-masing memperoleh tambahan libur nasional sebanyak 10 dan 11 hari, sedangkan pegawai Kanada berhak atas 9 hari lbur nasional. Totalnya, karyawan di Brasil yang dapat mengambil seluruh hak serta hari libur nasional terbanyak akan menerima 41 hari libur, dan mereka yang ada di AS menerima 25 hari dan Kanada mendapat 19 hari.
KSP