Jalan pintas menuju langsing
langsingkan tubuh
Belum lama ini, sederetan selebritis seperti Melly Goeslaw, Titi DJ, Tamara Geraldine, dan Dominique A. Diyose mengaku secara terbuka kepada media bahwa mereka telah menjalani perosedur bedah plastik untuk memperbaiki bentuk tubuh disana-sini.
Selain para figur publik ini, bedah plastik kini semakin akrab dengan masyarakat “biasa” seperti ibu rumah tangga dan karyawati. Para wanita ini tidak mau kalah dalam mempertahankan kecantikan dan bentuk tubuh mereka.
Beberapa prosedur yang umum diminati masyarakat adalah:
1. Sedot lemak (liposuction)
Inilah cara perbaikan bentuk tubuh yang paling diminati wanita. Menurut dr. Lisa Hasibuan, SpBP, dr Bedah Plastik dari RSUD Hasan Sadikin, Bandung dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, peminatnya cenderung meningkat, namun masih banyak salah kaprah mengenai prosedur ini.
APA SEBENARNYA SEDOT LEMAK
pembedahan untuk membuang kelebihan lemak yang tidak diinginkan
Sedot lemak sebenarnya merupakan tindakan pembedahan untuk membuang kelebihan lemak yang tidak diinginkan dari bagian tubuh tertentu untuk membentuk tubuh menjadi lebih baik dan menarik (body contouring). Hasil yang dapat terlihat misalnya adalah paha yang bersayap menjadi hilang dan perut yang buncit menjadi rata.
CARANYA
Bagian tubuh yang akan diperbaiki (umumnya perut, lengan, paha dan bokong) dibuat sayatan kecil (+ 1 cm) untuk memasukkan kanul (semacam pipa tumpul) ke lapisan lemak dibawah kulit. Kanul kemudian dimasukkan dan dimasukkan sejenis cairan melalui kanul tersebut. Setelah itu dilakukan penyedotan sel-sel lemak. Bila jumlah lemak yang disedot sedikit dapat dilakukan bius lokal dan bila banyak digunakan bius umum. Pasien dapat langsung pulang setelah tindakan.
SIAPA SAJA YANG BISA DISEDOT LEMAK?
terdapat beberapa syarat untuk menjalani sedot lemak, yaitu:
Pasien harus sehat. Terbebas dari penyakit jantung, diabetes dan paru-paru. Bila pasien menderita kelainan seperti diatas, kondisi kesehatannya harus benar-benar dipantau. Untuk memastikan kondisi kesehatan pasien harus menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, rontgen dan EKG sebelum disetujui untuk menjalani operasi
Pasien sebaiknya memiliki elastisitas kulit yang baik, usia ideal untuk menjalani sedot lemak adalah di bawah usia 45 tahun
Tidak dalam kondisi obesitas (Body Mass Index, atau BMI di atas 30kg/m2, BMI dihitung dengan cara berat badan(kg) dibagi dengan tinggi badan (meter) kuadrat). Liposuction pada pasien obesitas tidak obyektif karena harus membuang terlalu banyak lemak dan akan meninggalkan kulit yang kempes (keriput, peyot)
Tidak memiliki luka bekas operasi, terlebih bila dilakukan di daerah perut. Bekas luka akan menimbulkan jaringan parut yang keras sehingga menyulitkan proses penyedotan.
Pasien memiliki harapan yang realistis terhadap hasil operasi dan tidak memiliki gangguan psikologis berat
SYARAT DAN PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN
Perokok wajib berhenti selama 1 bulan sebelum tindakan. Begitu pula dengan obat-obatan tertentu.
RISIKO YANG DIHADAPI SETELAH TINDAKAN
Permukaan kulit yang tidak rata, misalnya kulit kempes, kendur dan menggelambir bila lemak yang disedot terlalu banyak atau hasil yang kurang memuaskan bila lemak yang disedot terlalu sedikit.
Dapat terjadi perdarahan, terlihat sebagai memar atau kebiruan di kulit
Bagian tubuh yang disedot lemak bisa mengalami pembengkakan. Tamara Geraldine mengaku ia pernah mengalami pembengkakan di bagian paha setelah liposuction karena tidak menuruti nasihat dokter. Ia nekad berjalan jauh walaupun belum diperbolehkan.
Merasa nyeri, terutama bila balutan bedah (korset) dibuka sebelum waktunya (korset sebaiknya dipakai sampai 1 bulan setelah operasi)
Bila lemak yang disedot cukup banyak (lebih dari 3000 cc), operasi dilakukan secara bertahap. “Tren sekarang penyedotan dilakukan secara bertahap, karena lebih aman.” Jelas dr. Lisa.
AMANKAH?
Risiko lain sedot lemak adalah emboli lemak, yaitu sel lemak terlepas saat disedot dan masuk ke pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan kematian. Namun sekarang ini teknologi sedot lemak telah semakin maju. Penyedotan dilakukan secara basah (dimasukkan cairan sebelum dilakukan penyedotan) serta digunakan kanul yang tumpul.
LANGSING PERMANEN?
Setelah menjalani sedot lemak, tubuh memang terlihat lebih ramping, namun hal ini tidak permanen. dr. Lisa menegaskan bahwa bila pasien tidak memiliki komitmen untuk mengubah gaya hidup, seperti mengatur asupan makanan dan berolahraga secara teratur, maka sel lemak yang ada di dalam tubuh dapat membesar.
2. Body lift
Body lift
Body lift merupakan bagian body contouring. Bedanya dengan sedot lemak adalah pada tindakan ini, kelebihan kulit dan lemak dipotong kemudian dikencangkan. Terdapat beberapa istilah populer untuk tindakan ini yaitu, tummy tuck untuk tindakan didaerah perut, arm lift untuk daerah lengan, thigh lift untuk daerah paha, dan buttock lift untuk daerah bokong.
“Body lift juga bukan untuk menurunkan berat badan namun untuk memperbaiki bentuk tubuh.” Ujar dr. Lisa.
CARANYA
Body lift tergolong operasi besar, sehingga dilaksanakan dalam bius umum. Pada bagian tubuh yang akan dibuang kelebihan lemak dan kulitnya dibuat sayatan yang cukup panjang. Kelebihan lemak dan kulit dibuang dengan cara dipotong lalu bagian yang dipotong disambung kembali dengan cara dijahit. Karena ada jaringan lemak dan kulit yang dibuang maka bagian tubuh yang menggelambir dan menonjol akan menjadi kencang dan ramping.
SIAPA SAJA YANG BISA MENJALANI?
Body lift disarankan untuk pasien yang kondisi kulitnya sudah kendur, menggelambir dan peyot. Tummy tuck tidak disarankan dilakukan untuk wanita yang masih ingin hamil dan melahirkan karena kehamilan akan membuat kulit melar dan setelah melahirkan kulit akan kembali kendur.
SYARAT & PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN
Secara umum hampir sama dengan bedah sedot lemak
RISIKO YANG DIHADAPI SETELAH TINDAKAN
Pasien harus rawat inap selama 3-4 hari. Proses penyembuhan lebih lama daripada sedot lemak. biasanya pasien harus memakai korset selama satu bulan dan tidak disarankan untuk aktivitas berat seperti olahraga.
AMANKAH?
Risiko infeksi, nyeri dan bengkak seperti pada sedot lemak. meski demikian operasi ini tergolong aman apabila dilakukan di tempat dan oleh orang yang tepat (Rumah Sakit dengan fasilitas memadai dan oleh dokter spesialis Bedah Plastik)
Khusus untuk tummy tuck sering dilakukan bersamaan dengan operasi bedah caesar. namun demi keamanan sebaiknya dihindari karena memiliki risiko yang tinggi. Sebaiknya tummy tuck dilakukan minimal 6 bulan setelah operasi caesar. Segera setelah melahirkan, kandungan juga masih besar sehingga dapat mengurangi hasil tummy tuck. Terlebih lagi bila kekenduran otot tidak dikoreksi maka hasil akan kurang memuaskan.
LANGSING PERMANEN?
Body lift memberikan hasil yang lebih dramatis daripada sedot lemak. perubahan lebih nyata dan relatif lebih permanen. meskipun begitu, pola hidup sehat harus tetap dijaga