Help - Search - Members - Calendar
Full Version: SAM KOK (Romance of The Three Kingdom)
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Roman
Pages: 1, 2, 3
IZRO'IL
SAM KOK


PROLOG


Dunia dibawah langit setelah suatu masa yang terpecah-pecah akan kembali bersatu dan setelah masa persatuan akan kembali terpisah. Ini adalah hukum alam yang tidak dapat dihindari. Ketika pemerintahan Dinasti Zhou melemah, maka munculah 7 negara yang saling bersaing untuk memperebutkan seluruh wilayah cina. Perebutan akhirnya dimenangkan oleh kerajaan Qin, tetapi setalah takdir Qin dipenuhi muncul 2 kerajaan yaitu HAN dan CHU yang memperbutkan kekuasaan dan akhirnya HAN yang menang.
Kebangkitan Han dimulai ketika Liu Bang memimpin pasukan untuk menyatukan seluruh Cina dibawah panji-panjinya. Warisan kekuasaan ini diturunkan turun-temurun dibawah dinasti Han untuk 200 tahun lamanya sampai pemberontakan yang dilakukan Wang Mang menimbulkan kekacauan. Liu Xue sebagai keturunan ke 21 kaisar Han Gao Zu (Liu Bang) akhirnya berhasil mengambil alih kembali kekuasaan dan akhirnya dinasti Han kembali berkuasa selama 200 tahun sampai masa kekuasaan kaisar Xian Yang pada masa pemerintahannya akhirnya dinasti Han terpecah menjadi suatu masa yang dikenal sejarah sebagai masa 3 kerajaan.
Tetapi Kehancuran Dinasti Han dimulai dari masa kaisar Huang dan Kaisar Ling yang duduk di Tahta Naga pada sekitar abad ke 2. Kaisar Huan tidak mempedulikan orang yang mampu dan lebih mempercayai kasim-kasim istana. Pada saat wafatnya Kaisar Huang menyerahkan kekuasaan pada kaisar Ling dengan menunjuk walinya Dou WU dan Chen Fan. Dou Wu dan Chen Fan adalah pejabat jujur yang berusaha untuk menghancurkan kekuasaan para kasim-kasim istana yang telah merusak negara. Tetapi kepala Kasim CAO JIE (NOTE: PERHATIKAN CAO-nya) tidak mudah untuk disingkirkan. Akhirnya Dou Wu dan Chen Fan dihukum mati dengan tuduhan memberontak pada kaisar. Hal ini membuat para kasim lebih ditakuti dan makin berkuasa.
Pada Tahun ke 2 bulan ke 4 dan hari ke 15 masa pemerintahan kaisar Ling(tahun 168 M). Ketika Kaisar sedang melewati "RUANG KEBIJAKSANAAN"(tempat Kaisar memutuskan sesuatu). Ketika Kaisar sedang menuju Singasananya tiba-tiba ada angin kencang menerpanya dan dari atap istana tiba-tiba jatuh seekor ular hitam yang jatuh tepat diatas singasananya. Kaisar lalu terkejut dan terjatuh tidak sadarkan diri sambil memuntahkan darah.Para pembantunya langsung mengangkatnya kedalam kamar. Dan ajaibnya ketika para prajurit ingin mencari ular tersebut, ular tersebut telah hilang.
Hari2x berikutnya banyak kejadian-kejadian aneh, seperti angin topan yang tiba-tiba muncul, petir dilangit yang tidak henti-hentinya hingga tengah malam, hujan besar yang belum waktunya,dsbnya. 2 tahun kemudia sebuah gempa besar melanda ibukota luo yang, sedangkan dipesisir pantai ombak besar menyapu bersih pemukiman nelayan. Pertanda buruk lainnya tercatat 10 tahun kemudian dimana ayam jantan berubah jadi betina. Pada bulan ke 6 tahun itu kabut gelap tiba-tiba saja menutupi "Ruang Kebijaksanaan Kaisar" dan pada bulan berikutnya jauh dari ibukota tiba-tiba gunung Yuan longsor sehingga menyebabkan daerah dikaki gunung tersebut musnah.
Disebabkan karena banyaknya pertanda buruk maka kaisar Ling akhirnya mengeluarkan titah kaisar dan memanggil semua penasehatnya untuk dimintakan pendapatnya.
Penasehat kerajaan Cai Yong mengeluarkan pendapat bahwa pertanda ini disebakan oleh kekuasaan yang dipergunakan dengan salah oleh para kasim2x istana yang jahat. Kaisar memikirkan pendapat ini dengan menghela napas dalam2x, kepala kasim Cao Jie yang mendengar hal ini kemudian meminta agar Cai Yong dibebas tugaskan dan dipulangkan kekampung halamannya. Karena kaisar telah sangat sedih maka dia membiarkan kasim itu bertindak semaunya dan akhirnya Cai Yong di copot dari jabatannya dan meninggalkan istana.
Dengan tidak adanya orang2x yang berani lagi mengutarakan pendapat pada kaisar maka kekuasaan kasim itu didalam pemerintahan makin tidak terbendung lagi. Diantara kasim2x tersebut ada 10 yang terkuat pengaruhnya, yaitu : Zhang Rang, Zhao Zhong, Cheng Kuang, Duan Gui, Feng Xu, Guo Sheng, Hou Lan, Jian Shuo, Cao Jie, and Xia Yun.
Diantara mereka Zhang Rang adalah yang paling berpengaruh dihadapan kaisar. Kaisar mengangkatnya sebagai penasehat dan bahkan memanggilnya "AYAH ANGKAT". Jadi pemerintahan setiap hari makin bobrok saja dan tidak pernah bertambah baik. Rakyat hidup dalam penderitaan yang sangat. Perampokan, penjarahan dan pemberontakan muncul dimana-mana.
Pada saat itu disebuah wilayah bernama JULU hiduplah sebuah keluarga dengan marga ZHANG. Mereka memiliki anak bernama ZHANG YUE,ZHANG BA dan ZHANG LIAN. Yang tertua adalah Zhang Yue yang merupakan Lulusan sekolah daerah(saat itu bisa lulus sekolah tuch dah hebat) yang mengabdikan dirinya pada pembuatan obat-obatan. Pada suatu hari ketika sedang mencari tumbuhan obat Zhang Yue bertemu dengan seorang pertapa tua yang mengajak Zhang Yue untuk mengikutinya ke gua pertapaanya dan membernya 3 jilid "BUKU LANGIT".
"BUKU LANGIT" ini kata pertapa itu "merupakan inti dari segala kedamaian. Dengan bantuan 3 buku ini maka kamu akan dapat menyelamatkan umat manusia dan mengubah dunia. Tapi kamu harus memiliki keyakinan yang kuat atau pasti kamu akan mengalami penderitaan yang sangat."
Dengan memberi hormat sampai ketanah maka Zhang Jue berterima kasih dan menanyakan nama dari pertapa itu.
'AKU ADALAH PERTAPA DARI DATARAN SELATAN', setelah selesai mengucapkan kata2x itu maka hilanglah pertapa itu.
Zhang Yue siang malam mempelajari buku itu dengan sangat serius. Dan tak lama kemudian dia sudah dapat memanggil hujan dan memrintahkan angin.
Pada tahun ke 18 masa pemerintahan kaisar Ling terjadi wabah yang menyerang seluruh daerah kerajaan. Zhang Yue membagikan obat2x gratis kepada rakyat dan obat itu sangat manjur dalam melawan wabah ini. Dan dalam waktu yang singkat banyak orang yg mengenal Zhang Yue sebagai yang "bijaksana dan terberkati". Zhang Yue akhirnya mulai merekrut murid yang diajarinya ilmunya itu dan semakin bertambah banyaklah pengikutnya.
Dengan semakin banyak pengikutnya maka Zhang Yue mengorganisasikan mereka kedalam 36 cabang. Setiap cabang dipimpin oleh seorang dengan titel jendral. Mereka selalu berbicara mengenai "merubah langit biru menjadi langit emas". Mereka yakin bahwa Perputaran nasib akan segera terjadi dan mereka adalah bagian untuk merubah keadaan tersebut dan mereka berhasil mempengaruhi rakyat untuk menuntut perubahan tersebut.
Setelah semakin banyak pengikutnya Zhang Jue akhirnya merasa sudah saatnya untuk menggulingkan pemerintahan yang korup dan menyengsarakan rakyat ini tetapi sekarang ia menginginkan kerajaan ini untuk dirinya sendiri. Salah satu bawahannya mengirimkan upeti kepada para kasim yang berkuasa diistana untuk mendapatkan dukungan mereka sehingga mereka tidak akan menghalang-halangi. Zhang Jue dan pasukannya bersiap, Sesuai dengan motto mereka yaitu untuk "MENGHAPUS LANGIT BIRU DAN MEMBUAT LANGIT EMAS" maka mereka mengenakan panji2x berwarana kuning cerah, Zhang Yue mengirimkan pesan ke istana untuk memberitahu para kasim bahwa rencanya telah siap tetapi ternyata TAN ZHOU bahwan yang disuruhnya berkhianat dan memberitahukan ini pada kaisar Ling. Kaisar yang ketakutan segera memanggil Panglima Besarnya HE JIN untuk membahas masalah ini.
Karena rencanya telah terbongkar maka Zhang Yue dan adik2xnya harus mempercepat rencana mereka. Mereka memberi gelar pada diri mereka sendiri, Zhang Yue PENGUASA LANGIT, ZHANG BA PENGUASA BUMI, ZHANG LIANG PENGUASA MANUSIA. Dan mereka memprokalmirkan :

"KEBERUNTUGAN DINASTI HAN TELAH HABIS, YANG BIJAKSANA DAN MAMPU TELAH MUNCUL. DENGARLAH KEHENDAK LANGIT, OH SEMUA PENGIKUTKU, BERJALANLAH DIJALAN YANG BENAR DAN DENGAN BERSAMA KITA RAIH KEDAMAIAN"
Semua pasukan Zhang Yue dan seluruh simpatisannya telah memiliki semangay yang membara karena mereka telah lama merasa tertindas dan menderita. Mereka semuanya mengangkat panji2x kuning dan memakai tutup kepala berwarna kuning. Kekuatan utama mereka mencapai 500.000 orang, kekuatan ini membuat gentar pasukan pemerintah yang segera melarikan diri.
Panglima besar HE JIN mendengar kabar ini segera memrintahkan untuk melakukan persiapan perang. Titah kaisar pun dikeluarkan untuk merekrut pasukan melawan pemberontakan ini yang disebut pemberontaan "jubah kuning". Sementara ini para panglima lainnya sedang bergerak ke segala penjuru cina untuk melawan pemberontakan ini. Mereka adalah Lu Zhi, Huangfu Song, and Zhu Jun.
Sementara itu Zhang Yue mengarahkan pasukannya menuju propinsi YOUZHOU(Sebenarnya YOU ZHOU artinya wilayah YOU). Wilayah ini terletak di daerah timur laut. Penguasa wilayah ini adalah LIU YAN yang masih merupakan keluarga kaisar. Setelah mengetahui kedatangan pasukan pemberontak ini maka Liu Yang langsung memrintahkan jendral Zhou Jing untuk mengumpulkan tentara. Maklumat segera dikeluarkan untuk menrekrut tentara.
Liu Yang menyetujui rencana perekrutan ini dan segera memerintahkan para staffnya untuk segera menyebarkan pengumuman ini (maklum jaman dulu gak ada tv ato radio). Salah satu pengumuman ini dipasang di kota ZHOU, dimana hiduplah seorang yang memiliki semangat tinggi yang didalam dirinya dipenuhi gelora membara untuk membawa kedamainan, orang yang akhirnya mengubah secarah cina........
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 1


DiKota Zhou hiduplah seorang yang sangat bersemangat, Dia bukanlah seorang pelajar kutu buku tetapi Wawasannya sangat luas dan pikirannya terbuka untuk banyak hal. Bicaranya tidak banyak dan pembawaanya sangat tenang. Tubuhnya Tinggi Tegap, matanya besar dan kupingnya lebar, tanganya kuat dan bahunya lebar serta memiliki bibir berwana kemerahan dan muka yang tidak pucat, matanya bersinar penuh dengan semangat yang ada didalam dirinya.

Dia adalah keturunan dari pangeran Sheng dari ZhongShan yang ayahnya adalah Kaisar JING (memerintah dari tahun 157 SM-141 SM),kaisar ke 4 dinasti Han. Dia bernama LIU BEI. Lama sebelumnya salah satu kakeknya pernah menjadi gubernur didaerah itu, tetapi kehilangan jabatannya akibat kesalah yang dilakukannya pada suatu upacara kerajaan. Ayahnya adalah Liu Hong, seorang pelajar dan pejabat yang jujur tetapi seperti semua layaknya pejabat yang jujur waktu itu maka dia mati muda dan meninggalkan keluarganya hidup dalam kemiskinan dan Liu Bei terkenal karena dia sangat hormat kepada ibunya.

Pada saat itu keluarga Liu Bei sangat miskin dan Liu Bei mendapatkan uang dari hasil menjual sendal dan tikar jerami. Rumahnya berada disebuah desa tidak jauh dari kota Zhou. Didekat Rumahnya tumbuh sebuah pohon Mulberry (Yang biasa dijadiin tempat beternak ulat sutera) yang kalau dilihat dari jauh tampak seperti kanopi yang menaungi kereta kuda kerajaan. Tidak ada yang istimewa dengan rumah itu sendiri, tetapi pernah suatu ketika lewat seorang peramal yang mengatakan bahwa "SUATU HARI SEORANG YANG HEBAT AKAN MUNCUL DARI RUMAH TERSEBUT".

Ketika Kecil Liu Bei sering sekali bermain dengan teman-teman sebayanya dipohon itu. Dan dia suka memanjat pohon itu seraya berteriak " AKU LIU BEI, ADALAH PUTRA LANGIT DAN INI ADALAH KERETA KUDA KU". Pamannya Liu YuanQi melihat bahwa Liu Bei tidaklah seperti anak2x umumnya dan merasa bahwa kehadirannya di keluarga Liu ini adalah sebuah pertanda.

Ketika Liu Bei berumur 15 tahun, ibunya mengirimnya bersekolah(belajar lebih tepat maksudnya karena pada saat itu orang yang bisa bersekolah adalah yang kaya atau pintar sekali). Untuk beberapa saat Liu Bei melayani Zheng Xuan dan Lu Zhi dan dia menjadi teman dekat dari Gongsun Zan.

Liu Bei berumur 28 tahun ketika pemberontakan Jubah Kuning terjadi. Ketika Dia melihat Pengumuman mengenai perekrutan pasukan karena ada pemberontakah dia menghela napas dalam2x.

Tiba-tiba dari belakangnya terdengar orang berkata "Tuan, mengapa anda menarik napas jikalau anda tidak membantuk negara dengan menjadi tentara ?"

Berbalik tiba-tiba, Liu Bei melihat orang denga badang yang tinggi besar, Dengan kepala yang bundar seperti kepala Macan Tutul, Mata yang besar, Dagu yang lebar dan suara seperti auman singa. Seketika itu Liu Bei sadar bahwa dia tidak berbicara dengan orang biasa-biasa saja dan dia menanyakan siapa namanya.

"Zhang Fei adalah namaku", Balas orang itu, "Aku hidup didekat sini dan mempunyai pertanian, dan aku juga menjual arak dan daging. Aku juga suka berteman dengan orang2x dan helaan nafasmu membuat aku tertarik untuk berbicara padamu".

Liu Bei memebalas "Aku masih keturunan kekaisaran, namaku adalah Liu Bei dan harapanku adalah bisa memadamkan pemberontakan jubah kuning tersebut tetapi aku tdk dapat melakukan apa2x"

Zhang Fei menjawab "Aku juga bermaksud sama, Bagaimana kalau kau dan aku bersama membangun pasukan dan melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk masalah ini ?"

Ini adalah kabar gembira buat Liu Bei dan mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah penginapan untuk berbincang-bincang. Ketika mereka sedang minum2x, tiba-tiba muncul dihadapan mereka seorang berbadan besar, tinggi dan mendorong gerobak besar tiba-tiba masuk kedalam penginapan tersebut dan memanggil pelayan seraya berkata "Pelayan Bawakan aku arak, dan cepatlah aku akan pergi ke balai kota untuk mendaftarkan diri menjadi tentara"

Liu Bei memperhatikan si pendatang itu, dan memperhatikan bahwa badannya sangat besar dan berjanggut panjang dan berwajah merah seperti apel. Bermata seperti Phoenix dan beralis seperti segulung sutera. Keseluruhan penampilannya memberikan aura bahwa dia adalah orang yang kuat dan memiliki kebanggan diri yang tinggi. Lalu Liu Bei mendekatinya dan menanyakan namanya.

"Saya adalah Guan Yu", Balas orang itu, "Saya berasal dari seberang sungai, Tapi telah lima tahun saya menjadi buron karena saya membunuh seorang penjahat yang kaya dan berkuasa tapi menyengsarakan rakyat, saya kesini untuk masuk dalam ketentaraan".

Dan Liu Bei pun akhirnya menceritakan tujuannya juga dan bersama dengan Zhang Fei mereka menuju pertanian Zhang Fei untuk membicarakan Rencana besar mereka.

Kata Zhang Fei " Pohon Persik dibelakang RumahKu Sedang bermekaran dan bunganya indah sekali, besok kita akan mempersembahkan kurban untuk bersumpah sebagai saudara dihadapan langit dan bumi dan memohong pertolongan langit agar kita berhasil dalam tugas kita untuk menumpas pemberontak dan mendamaikan negara".

Liu Bei dan Guan Yu setuju dengan rencana tersebut.

Bertiga mereka keesokan harinya mempersiapkan upacara, seekor lembu jantan, seekor kuda putih dan 3 cangkir arak dipersembahkan dalam upacara tersebut. Mereka lalu bersujud kepada langit dan bumi seraya bersumpah :

"Kami Bertiga, Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei, Walaupun berbeda keluarga tapi memiliki satu hati dan bersumpah untuk saling mengangkat saudara dan membantu sesama sampai akhir. Kami bersumpah untuk saling membantu sesama dimasa susah dan menikmati kesenangan bersama dimasa-masa yang bahagia, Kami bersumpah untuk melayani negara dan rakyat. Kami Tidak dilahirkan disaat yang sama, tetapi kami bersedia mati disaat yang sama. Semoga Langit, yang maha kuasa, bumi dan semua hal yang menghasilkan mendengar sumpah kami. Jika Kami melupakan Sumpah ini dan kebaikan serta kebenaran maka biarlah langit dan bumi menyiksa kami."

Mereka semua bangkit berdiri dan Guan Yu serta Zhang Fei membungkuk hormat pada Liu Bei, Liu Bei sebagai kakak tertua, Guan Yu no 2, Dan Zhang Fei no 3. Mereka menyembelih lembu tersebut dan mengadakan pesta syukuran bersama dengan penduduk desa, 300 orang datang dan bergabung dengan mereka dan bersedia bersama-sama dengan mereka untuk memperjuangkan negara demi terciptanya kedamain kembali.

Perjalanan Ke tiganya baru akan dimulai, Langit mempertemukan mereka dan mempersatukan mereka dalam ikatan persaudaraan, Ikatan yang akan selalu dikenang sepanjang jaman, dimana tidak ada satu apapun dapat memisahkan mereka ,tidak juga kematian. Persaudaraan sepanjang jaman demi menciptakan kedamaian di singasana naga...........

Setelah bersumpah menjadi saudara dan berhasil merekrut pasukan pertamnya pada keseokan harinya 3 saudara itu mulai mempersiapkan diri mereka semua untuk maju kemedan perang melawan para pemeberontak.

Setelah senjata dikumpulkan dan dibagi-bagikan mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kuda seekorpun. Tetapi mereka di gembirkan oleh kabar bahwa ada seorang pedangang kuda yang baru memasuki kota .

"Langit membantu kita", kata Liu Bei.

3 saudara tersebut menyambut sang pedangang kuda tadi. Mereka adalah Zhang ShiPing dan Su Shuang dari ZhongShan. Mereka pergi kedaerah utara setiap tahunnya untuk membeli kuda. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang karena adanya pemberontakan dimana-mana. 3 saudara itu mengundang mereka pergi ke tanah pertanian Zhang Fei dan menjamu mereka dengan arak. Liu Bei lalu menceritakan rencana mereka untuk berjuang mengembalikan kedamaian bagi rakyat. Kedua pedagang itu sangat bersimpati dan akhirnya memberikan 50 kuda, 500 ons emas dan perak, 1500 pon besi baja untuk dibuat senjata.

3 saudara itu sangat berterima kasih dan kemudian saudagar kaya itu meninggalkan mereka. Kemudiam Liu Bei mencari seorang pandai besi untuk membuat senjata, Liu Bei membuat pedang kembar yang disebut "SHUANG JIAN", Guang Yu membuat sebuah tombak besar dengan ujung yang melengkung dan berukiran naga hijau disisinya dengan berat 100 pon yang disebut "QING LONG YAN YUE TAO" dan Zhang Fei membuat sebuah tombak dengan ujung seperti lekukan ular dan panjang 10 kaki disebut "SHE MAO".
Dan mereka pun juga dilengkapi dengan baju besi dan helm.

Ketika senjata sudah siap, pasukan yang kini berjumlah 500 orang tentara bergerak menuju tempat Komandan Zhou Jing yang membawa mereka kepada gubernur Liu Yan. Ketika Prosesi upacara selesai, Liu Bei memperkenal Diri pada Liu Yan dan Liu Yan memperlakukan Liu Bei dengan hormat karena didasarkan pada silsilah Liu Bei.

Tidak lama sebelumnya diberitkan bahwa pasukan pemberontak jubah kuning dibawah pimpinan Cheng Yuan Zi telah menyerang daerah sekitarnya dengan pasukan berkekuatan 15.000 orang. Liu Yan dan Zhou Jing memerintahkan Liu Bei dan saudaranya untuk menghadapi pasukan pemberontak. Liu Bei dengan senang hati menerima perintah itu dan langsung mempersiapkan pasukannya untuk pergi menuju bukit Da Xing. Disana mereka bertemu dengan pasukan pemberontak jubah kuning.

Liu Bei langsung menerjang maju, diikuti dengan Guan Yu Di kirinya dan Zhang Fei di kanannya.

Sambil melaju mendekati pasukan musuh Liu Bei berteriak "Hai, Pemberontak, mengapa kau tidak turun dari kudamu dan menyerahlah !!!"

Pimpinan pasukan pemeberontak Cheng Yuan Zi mendengar ejekan Liu Bei langsung mengirimkan salah satu jendralnya Deng Mao untuk bertarung. Ketika Deng Mao maju mendekati Liu Bei, Zhang Fei langsung memacu kudanya berada didepan Liu Bei, hanya dengan sekali Hunusan Tombak Zhang Fei langsung merobohkan Deng Mao. Cheng Yuan Zi yang melihat hal ini langsung mengambil senjatanya dan memacu kudanya mendekati Zhang Fei. Kali Ini Guan Yu yang menghadang, Guan Yu langsung mennebaskan Goloknya dan seketika itu juga tubuh Cheng Yuan Zi terbelah menjadi dua.

Karena Pemimpinnya sudah tewas maka pasukan pemberontak langsung lari kocar-kacir dan meninggalakan persenjataan mereka. Tentara pemerintah langsung mengejar mereka, banyak yang berhasil ditangkap dan akhirnya perang hari itu dimenangkan oleh pasukan kerajaan.

Ketika mereka semua kembali, Liu Yan langsung menyambut mereka dan membagikan hadiah. Tapi keesokan harinya datang surat dari gubernur Gong Jing dari wilayah JingZhou yang menginformasikan kota mereka sedang dikepung oleh tentara pemberontak dan kota sudah hampir jatuh. Mereka membutuhkan bantuan segera.

Liu Bei begitu mendengar kabar ini langsung memutuskan untuk berangkat membantu.

Liu Bei langsung berangkat keesokan paginya dengan tentaranya dan dibantu dengan 5000 tentara kerajaan dibawah pimpinan jendral Zhou Jing. Tentara pemberontak begitu melihat ada bantuan yang datang langsung membagi pasukannya, 1/2 menghadapi pasukan Liu Bei dan Zhou Jing. Pasukan Liu Bei tidak dapat menembus pertahanan pasukan pemberontak akhirnya memutuskan mundur sejauh 10 Km. Liu Bei lalu berkata "Kita sedikit dan mereka terlalu banyak, mereka hanya dapat kita kalahkan dengan strategi yang jitu."

Akhirnya direncanakanlah serangan mendadak, Dijalan menuju kota Liu Bei memerintahkan Guan Yu untuk bersembunyi disebelah kanan dan Zhang Fei disebelah kiri, sedangkan Liu Bei memimpin pasukan utama. Ketika persiapan telah selesai, lalu Liu Bei maju mendekati pasukan pemberontak, dan ketika pasukan pemberontak juga bergerak maju tiba-tiba Liu Bei membunyikan gong tanda mundur. Pasukan Pemberontak yang mengira pasukan Liu Bei takut lalu langsung mengejar pasukan Liu Bei hingga masuk kedalam jalan setapak. Gong lalu dibunyikan tanda pasukan Guan Yu dan Zhang Fei menyerang sekarang. Lalu pasukan pemberontak terjebak dari 3 sisi dan mereka mengalami korban jiwa yang banyak. Mendengar kabar bahwa teman2x mereka diserang secara tiba-tiba, pasukan pemberontak yang lain datang membantu dan mengakibatkan pengepungan terhadap kota jadi melemah, melihat hal ini gubernur Gong Jing langsung memimpin pasukan yang tersisa berjumlah 3000 orang langsung menyerbu keluar benteng. Tentara pemberontak yang kebingungan akhirnya dapat dihancurkan dan mereka banyak yang terbunuh.

Setelah perayaan kemenangan Komandan Zhou Jing memohon diri untuk kembali ke YIZHOU. Tapi Liu Bei berkata "Kami dengar komandan Lu Zhi sedang berjuang melawan serang pemberontak yang dipimpin Zhang Yue di GuangZong. Lu Zhi adalah guruku dan aku ingin membantunya."

Akhirnya Zhou Jing dan Liu Bei berpisah, dan 3 bersaudara itu akhirnya pergi ke GuangZong dengan tentara mereka. Mereka akhirnya berhasil sampai keperkemahan tentara Lu Zhi dan mereka diterima disana dengan baik.

Pada saat itu bala tentara Zhang Yue berjumlah 150.000 orang sedangkan tentara Lu Zhi berjumlah 15.000 orang. Setiap hari terjadi pertempuran kecil tetapi tidak ada yang dapat mengalahkan satu sama lain.

Lu Zhi berkata pada Liu Bei, "Aku dapat mengepung pemberontak itu disini, tetapi Zhang Ba dan Zhang Lian menekan Huangfu Song dan Zhu Jun di YiChuan. Aku akan memberimu 1000 tentara untuk melihat keadaan mereka dan setelah itu baru kita pikirkan rencana penyerangan kita."

Akhirnya Liu Bei berangkat secepatnya menuju YiChuan, Pada saat ini tentara kerajaan berhasil memukul mundur pemberontak hingga ke Chang Se dan mereka berkemah di lapangan rumput.

Melihat hal ini Huangfu Song berkata kepada Zhu Jun " Tentara pemberontak berkemah di rerumputan, kita dapat menyerang mereka dengan api."

Akhirnya tentara kerajaan diperintahkan untuk mengambil rumput kering, dan rumput2x itu dikumpulkan lalu disirami minyak. Rumput2x itu diletakan disekeliling daerah perkemahan tentara pemberontak. Ketika malam tiba, angin tiba-tiba berhembus menuju arah kamp pemberontak. Ketika melihat hal ini, maka Huangfu Song dan Zhu Jun langsung memerintahkan penyerangan, seketika itu api berkobar menutupi perkemahan tentara pemberontak. Tentara pemberontak kebingungan dan kebanyakan mati mengenaskan karena terbakar. Tidak ada waktu lagi untuk memakai baju zirah dan menaiki kuda, mereka semua berserakan kesegala arah.

Pertempuran berlangsung hingga fajar menyingsing, Zhang Ba dan Zhang Lian beserta sekelompok kecil pemberontak berhasil melarikan diri. Tetapi tiba-tiba dihadapan mereka muncul sekelompok tentara dengan bendera berwarna merah. Pemimpin mereka berukuran tubuh sedang, dengan mata yang kecil dan janggut yang panjang. Dia adalah Cao-Cao dari Bei Juo, dia berpangkat jendral pasukan berkuda kerajaan. Ayahnya adalah Cao Song, tapi bukanlah benar2x keturunan keluarga Cao.Cao Song terlahir dgn marga XiaoHou, tetapi dia telah diangkat anak oleh Kasim Cao Teng dan merubah marganya.

Sebagai seorang pemuda Cao-cao menggemari berburu, musik dan tarian. Dia sangat berbakat dan penuh dengan akal. Seorang pamannya sering melihat cao-cao ini sangat labil, terkadang marah kepadanya dan melaporkan perilaku buruknya kepada orang tua cao-cao. Ayahnya lalu memarahi cao-cao.

Tetapi Cao-cao membalasnya, Suatu hari ketika cao-cao melihat pamannya datang, maka dia tiba-tiba pura terjatuh dan kesakitan. Sang Paman lalu lari dan mengatakan pada ayahnya yang akhirnya datang melihat, tetapi ketika ayahnya datang Cao-cao baik2x saja.

"Tetapi pamanmu berkata bahwa kau terluka, apakah kamu baik2x saja ?", Kata ayahnya.

"Aku tidak pernah mengalami luka apapun," kata cao-cao, " tetapi aku telah kehilangan kepecayaan pamanku dan dia hanya menipumu.".

Setelah itu apapun yang pamannya kayakan mengenai kesalahan cao-cao, ayahnya tidak pernah mendengarkannya lagi. Akhirnya cao-cao tumbuh dewasa dengan seenaknya dan tidak terkontrol.

Seorang pria pada saat itu bernama Qiao Xuan berkata pada cao-cao, "Pemberontakan sudah didepan mata, dan hanya orang dengan kemampuan terhebat yang dapat membawa perdamaian kembali muncul, dan orang itu adalah kau."

dan He Yong dari NanYang berkata kepadanya "Dinasti Han sedang mengalami keruntuhan, orang yang dapat mengembalikan kedamaian adalah dia dan hanya dia."

Cao-cao pergi ke Runan untuk menanyakan mengenai masa depannnya pada orang benama Xu Shao.

"Orang Seperti Apakah aku ini ?" tanya cao-cao.

peramal itu tidak berkata apa, lagi dan lagi Cao-Cao menanyakan hal itu.

lalu Xu Shou menjawab "Dalam masa damai kamu adalah orang berguna, dalam masa kekacauan kamu adalah pahlawan yang hebat."

Cao-cao sangat senang mendengar jawaban ini.

Cao-cao lulus dari akademi militer pada umur 20 tahun dan mendapatkan reputasi sebagai orang yang berintegritas. Dia memulai karir sebagai kepala komandan disebuah distrik di ibukota. Di keempat gerbang ibu kota dia menaruh gada dengan berbagai bentuk dan dia akan menghukum orang yang melanggar hukum apapun pangkat orang itu. Seorang paman dari kasim Jian Shuo ditemukan membawa pedang dijalanan pada malam hari dan itu merupakan pelanggaran. Karena itu pula maka ia dihukum dengan dipukul menggunakan gada itu. Setelah itu tidak ada seorangpun yang berani melanggar aturan lagi. Nama cao-cao akhirnya menjadi terkenal dan dia diangkat menjadi kepala pengadilan di DunQiu.

Ketika pemberontakan Jubah Kuning dimulai,Cao-cao berpangkat jendral dan kepadanya diberikan 5000 pasukan berkuda dan infantri untuk bertempur di Yingchuan. Dia kebetulan bertemu dengan sisa-sisa pemberontak. Ribuan tewas dan banyak sekali kuda, drum, senjata, bendera yang berhasil direbut berikut jumlah uang yang sangat besar. Tetapi Zhang Ba dan Zhang Liang berhasil melarikan diri. Dan setelah bertemu dengan Huangfu Song, cao-cao mengejar sisa pemberontak yang melarikan diri.

Sementara itu Liu Bei dan saudaranya sedang berkuda menuju YingChuan ketika mereka mendengar bunyi pertempuran dan melihat api diangkasa. Tetapi mereka terlambat datang ke pertempuran. Mereka melihat HuangFu Song dan Zhu Jun dan kepada mereka Liu Bei menjelaskan maksud kedatangannya.

"Kekuatan pemberontak telah hancur disini" kata jendral itu, "Tetapi mereka pasti akan pergi ke GuanZong untuk bergabung dengan Zhang Jue. Kamu tidak dapat melakukan apapun disini, lebih baik kamu cepat kembali ke GuanZong"

Liu Bei akhirnya memimpin pasukannya kembali ke GuanZong, Ditengah perjalanan mereka melihat pasukan istana sedang mengawal tawanan dalam kereta. Ketika mereka mendekat, mereka melihat bahwa tahanan tersebut adalah Lu Zhi, jendral yang akan mereka tolong. Dengan cepat Liu Bei turun dari kudanya dan bertanya apa yang terjadi.

Lu Zhi Bercerita "Aku telah mengepung tentara pemberontak dan dalam posisi siap menghancurkan mereka, ketika Zhang Yue menggunakan ilmu gaibnya dan mengagalkan seranganku. Kerajaan mengirimkan kasim Zhuo Feng untuk menyelidiki kekalahku, perjabat itu menuntut sogokan. Aku beritahukan padanya berapa keras kita mencoba untuk mengalahkan musuh dan dalam situasi seperti ini bagaimana caranya aku dapat mencarikan upeti untuknya. Dia pergi dengan marah dan melaporkan pada istana bahwa aku menyembunyikan pampasan perang dan tidak membagikannya dan itu membuat pasukanku kehilangan semangat. Jadi aku digantikan oleh Dong Zhuo, dan aku harus pergi ke ibu kota untuk menjawab tuntutan pengadilan."

Cerita itu membuat Zhang Fei marah dan nyaris saja dia membunuh para pengawal2x kerajaan itu. Tapi Liu Bei mencegahnya.

"Pemerintah akan mengurusnya dengan adil" kata Liu Bei "Kau jangan bertindak gegabah."

Akhirnya tidak ada gunanaya mengikuti jalan itu menuju GuanZong, Guan Yu mengusulkan agar mereka kembali ke Zhuo. Dua hari kemudian gelegar peperangan kembali terdengar dibalik bukit. Dengan cepat mereka menuju atas bukit dan melihat tentara pemerintah mengalami kekalahan. Mereka melihat seluruh dataran telah dipenuhi tentara pemberontak jubah kuning dan dibendera mereka tertulis ZHANG JUE,PENGUASA LANGIT.

"Kita akan menyerang Zhang Jue!" lata Liu Bei kepada saudaranya, dan mereka memacu kudanya untuk ikut bertempur.

Zhang Jue berhasil mengalahkan pasukan Dong Zhuo dan terus menekan. Dia sedang bersemangat untuk menghancurkan seluruh pasukan pemerintah ketika tentara Liu Bei tiba, pasukannya kebingungan karena muncul pasukan yang tak dikenal ditengah2x mereka. Akhirnya pasukan Zhang Jue kacau dan mundur sejauh 15 km. Liu Bei berhasil menyelematkan jendral pasukan pemerintah dan kembali ke perkemahan mereka.

"Apakah Jabatanmu ?" Tanya Dong Zhuo.

"Tidak ada" jawab Lie Bei.

Dan Dong Zhuo memperlakukan mereka dengan tidak hormat. Liu Bei pergi denan tenang, tetapi Zhang Fei marah besar.

"Kita Baru saja menyelamatkan nyawanya dalam pertempuran yang sengit" Teriak Zhang Fei, " Dan sekarang dia bersikap kasar pada kita! tidak ada apapun juga yang dapat meredam kemarahanku kecuali kematiannya!".

Zhang Fei berjalan menuju tenda Dong Zhuo dan ditanganya dia mengengam sebilah pedang.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 2


Dong Zhuo Lahir di daerah barat laut cina, tepatnya di Lintao didaerah lembah barat. Sebagai gubernur HeDong, Dong Zhuo sangat sombong dan berlebihan. Tetapi hari dimana dia memperlakukan Liu Bei dengan kasar dapat saja menjadi hari terakhirnya, jika saja Liu Bei dan Guan Yu tidak menahan Zhang Fei yang sedang marah.

"Ingat Dia adalah Pejabat Pemerintah yang diangkat Kerajaan", Kata Liu Bei. "Siapakah kita untuk memutuskan dan menghukum ?"

"Sangat memuakan untuk menerima perintah dari bajingan seperti dia, Aku lebih baik membunuhnya sekarang! Kau boleh tinggal disini bila kau mau tapi aku lebih baik mencari tempat lain." , Kata Zhang Fei.

"Kita bertiga adalah satu dalam kematian dan dalam hidup, tidak ada perpisahan diantara kita, kita semua akan selalu bersama."

Akhirnya ketiga saudara itu berangkat dan pergi menemui Zhu Jun yang menerima mereka dengan baik dan berterima kasih atas bantuan yang mereka telah berikan ketika melawan Zhang ba. Pada saat ini Cao-Cao telah bergabung dengan huangfu Song, dan mereka sedang berusaha menghancurkan pasukan Zhang Liang dalam pertempuran di QuYang.

Zhang Ba mengkomandani sekitar 80.000 pasukan. Pemberontak telah memposisikan pasukannya dibelakang bukit. Penyerangan terhadap posisi pemberontak kemudian direncanakn dan Liu Bei yang akan memimpin pasukan utama. Pada pasukan pemberontak salah seorang jendral Zhang Ba, Gao Seng menantang duel satu lawan satu. Zhang Fei langsung keluar dari barisan dan maju kedepan menghadapinya. Hanya dalam beberapa jurus saja, Zhang Fei berhasil melukai Gao Seng yang terpental dari kudanya. Melihat ini maka Liu Bei langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu maju.

Lalu Zhang Ba yang duduk diatas kudanya, melepaskan ikat rambutnya, mengambil pedangnya dan merapalkan semacam doa. Tiba-tiba angin mulai berhembus dengan kuatnya, petir menghiasi langit dan kilatan2x cahaya dari langit menhantam bumi, bunyi gemuruh yang memiawakan telinga membuat kuda-kuda ketakutan dan dari langit turun awan hitam yang menutupi medan peperangan. Ketakutan melanda pasukan kerajaan, Liu Bei memimpin pasukannya mundur, tetapi mereka dalam keadaan kacau sehingga banyak yang meninggal karena terinjak-injak.

Zhu Jun dan Liu Bei membahas masalah ini.

"Zhang Ba menggunakan sihir", Kata Zhu jun. "Esok, aku akan menyiapkan penangkal dengan menggunakan darah babi dan kambing. Darah ini harus dipercikan kepada pasukan mereka dan kita akan dapat mematahkan sihir mereka."

Maka diputuskanlah demikian.Guan Yu dan Zhang Fei masing-masing membawa 1000 pasukan dan bersembunyi di tebing yang tinggi dan mereka membawa banyak darah babi dan kambing. Keesokan harinya ketika pemberontak membunyikan genderang perangnya untuk menantang perang, Liu Bei maju menghadapi mereka. Pada saat yang sama, lagi Zhang Ba menggunakan sihirnya. Pasir berterbangan menutupi pandangan, kerikil berserakan menutupi jalan, awan gelap menutupi langit dan pasukan musuh muncul dari kebalikan badan pasir itu. Liu Bei mundur seperti sebelumnya, dan pasukan pemberontak terus mengejarnya. Ketika pasukan pemberontak memasuki jalan dengan tebing tinggi, tiba dikejutkan oleh bunyi terompet dan genderang yang keras, dan dari tempat persembunyiannya pasukan Guan Yu dan Zhang Fei memercikan Darah babi dan Kambing. Tiba-tiba pasukan pemberontak yang muncul dari balik badai itu berjatuhan dan berubah menjadi lembaran kertas dan badaipun berhenti.

Zhang Ba yang melihat bahwa sihirnya telah dapat dihancurkan lalu memutuskan mundur. Dan ketika pasukannya sedang mundur, dari arah kiri dan kanannya muncul Guan Yu dan Zhang Fei dan dari belakang ada Liu Bei dan Zhu Jun. Pasukan Pemberontak berhasil dihancurkan. Liu Bei dari kejauhan melihat panji2x perang Zhang Ba penguasa bumi. Dengan Cepat Liu Bei mengejarnya dan dengan panah berhasil melukai tangan kiri Zhang Ba. Walaupun terluka Zhang Ba masih dapat melarikan diri ke kota YANG CHENG, Kota itu akhirnya dikepung oleh Zhu Jun.

Pengintai yang dikirim untuk mendapatkan kabar dari pasukan Huangfu Song melaporkan "Komandan Huangfu Song telah sangat berhasil, Dong Zhuo yang telah sering kalah posisinya telah digantikan oleh Komandan Huangfu Song. Zhang Jue telah tewas ditangan pasukan Huangfu Song. Zhang Lian telah mengambil alih pasukan saudaranya itu menjadi satu dengan pasukannya tetapi tidak ada peluang untuk mengalahkan pasukan huangfu song yang telah menguasai tempat2x strategis dan telah menang dalam 7 pertempurang berturut-turut. Zhang Lian telah tewas di QuYang. Selain itu peti mati Zhang Jue telah berhasil direbut, Kepalanya telah dipenggal dan telah dikirim ke ibukota (LUO YANG) untuk diekspos. Pasukan pemberontak lainnya telah menyerah dan untuk semua hal ini Huangfu song telah diberika penghargaan dengan jabatan JENDRAL PEMIMPIN PASUKAN KERETA TERBANG dan PENGUASA DAERAH JIZHOU.

"Huangfu Song juga tidak melupakan teman. Titah pertama setelah dia mendapatkan kekuasaanya adalah untuk membersihkan nama Lu Zhi dan mengembalikan jabatannya yang diambil Dong Zhuo dan mengangkat Cao-Cao sebagai gubernur JiNan "

Mendengar hal ini Zhu Jun menekan lebih keras dengam menyerang mati-matian kota YangCheng and kekalahan tentara pemberontak sudah semakin jelas. Lalu salah seorang bawahan Zhang Ba, Yan Zheng membunuh atasannya itu dan membawa kepalanya untuk diserahkan kepada kerjaan. Akhirnya seluruh pemberontak telah menyerah dan Zhu Jun melaporkan hal ini pada kerajaan.

Tetapi ada beberapa pemberontak Jubah kuning yang masih memimpin perlawanan. 3 pemberontak lain, Zhao Hong, Han Zhong dan Sun Zhong, mengumpulkan 30.000 pasukan dan memulai perampokan dan pembantaian. Mereka menyembut dirinya "PEMBALAS DENDAM BAGI ZHANG JUE".

Kerajaan memerintahkan Zhu Jun untuk membawa pasukan veterannya untuk menghancurkan sisa-sisa perlawanan pemberontak ini. Dia segera langsung berangkat menuju kota Wan Cheng dimana para pemberontak itu bermarkas. Ketika Zhu Jun tiba, Han Zhong langsung maju melawan. Zhu Jun mengirim Liu Bei dan kedua saudaranya untuk menyerang sisi sebelah barat daya dari tembok kota . Han Zhong bertugas untuk mempertahankan kota berusaha mati2x melawan Liu Bei. Sementara itu Zhu Jun sendiri memimpin 2000 pasukan berkuda untuk menyerang bagian lain dari kota itu. Pemberontak berpikir bahwa mereka tidak akan dapat mempertahankan kota itu mulai kehilangan semangat. Liu Bei terus menekan mereka dan akhirnya kota berhasil dimasuki. Para pemberontak masih dapat bertahan di tembok dalam kota . Tetapi keadaan mereka sudah sangat parah, kelaparan terjadi dan wabah penyakit menyebar. Utusan pemberontak datang kepada Zhu Jun untuk menyerah, tetapi Zhu Jun menolaknya.

Kata Liu Bei, "Dengan melihat pendiri dinasti Han Liu Bang, Bukankah harusnya kita menerima mereka yang menyerah, kenapa kau menolaknya ?"

"Kondisinya berbeda", Balas Zhu Jun. "ketika masa itu kekacauan memang sendang terjadi dimana-mana, dan rakyat tidak mempunyai kaisar. Jadi setiap penyerahan diri dapat diterima dan dianjurkan. Sekarang kekaisaran telah ada dan mereka berani memberontak. Kalau kita menerima mereka maka nanti akan ada pemberontakan2x lainnya dan ketika mereka kalah mereka hanya tinggal menyerah dan kita pasti akan menerimanya dan hal itu akan berakibat fatal."

Liu Bei berkata, "Jika tidak membiarkan pemberontak menyerah tidak apa, tetapi jika mereka melakukan tindakan nekat, maka kita akan berada dalam kesulitan karena jumlah mereka sangat banyak. Lebih baik kita serang dari satu sisi dan biarkan sisi yang lain terbuka sehingga mereka akan melarikan diri dan tercerai berai, setelah itu kita akan menangkap mereka."

Zhu Jun menilai Saran ini sangat bagus dan mengikutinya. Seperti telah diduga, tentara pemberontak ini akhirnya terpencar-pencar. Pimpinan pemberontak Han Zhong akhirnya terbunuh. Tetapi tiba-tiba pasukan yang dipimpin oleh Zhao Hong dan Sun Zhong mendekat dengan kekuatan besar. Dan karena itu pasukan kerajaan menghentikan pengejaran. Pasukan pemberontak yang baru itu akhirnya merebut kembali kota Wan Cheng.

Zhu Jun berkemah 3 mil dari kota dan bersiap2x untuk menyerang. Dan pada saat itu tiba pasukan berkuda dari arah timur. Pemimpinnya adalah seorang jendral dengan muka dan badan yang kekar. Namanya adalah Sun Jian, Dia berasal dari FuChun dinegara bagian Wu. Keturunan dari ahli strategi yang terkenal Sun Tzu.

Ketika berumur 17 tahun, Sun Jian bersama ayahnya melihat bajak laut yang sedang membagi hasil rampasan mereka dipinggiran sungia Qintang.

"Kita dapat menangkap mereka!" katanya pada ayahnya.

Lalu dia mengengam pedangnya, dia berlari menuju arah bajak laut itu dan berteriak seolah2x dia sedang memanggil pasukannya untuk mengepung. Ini membuat para bajak laut itu percaya bahwa mereka sedang diserang, dan mereka melarikan diri, meninggalkan rampasan mereka. Sun Jian berhasil membunuh salah satu bajak laut itu. Karena ini maka dia menjadi terkenal dan mendapatkan jabatan di pemerintahan daerah.

Lalu dengan kerjasama dengan pihak pemerintah, dia membangun tentara berkekuatan 1000 orang dan membantu meredakan pemberontakan XU CHANG yang menyebut dirinya KAISAR MATAHARI dan memiliki 10.000 pasukan. Anak pemberontak XU HAO juga ikut terbunuh. Untuk hal ini Sun Jian diangkat menjadi kepala pengadilan YANDU kemudia XuYI dan terakhir adalah XIA PI oleh Penguasa Daerah Zang Min.

Ketika pemberontakan jubah kuning terjadi, Sun Jian mengumpulkan anak muda didesanya untuk membentuk tentara, akhirnya terbentuk pasukan berjumlah 1500 orang dan ikut menumpas pemberontakan.

Zhu Jun menerima Sun Jian dengan senang hati dan memerintahkannya untuk menyerang dari selatan, utara dan barat akan diserang secara bergantian oleh Liu Bei dan Zhu Jun. Sedangkan gerbang timur akan dibiarkan terbuka agar pemberontak dapat lari dari sana . Sun Jian adalah yang pertama yang dapat menaiki tembok kota . Dia membunuh 20 orang pemberontak lebih sendirian. Sun Jian berhasil turun dari tembok, mengambil tombak dan memukul jatuh Zhao Hong dari kudanya. Kemudian Sun Jian menaiki kuda Zhao Hong dan menyabetkan pedangnya sehingga menyebankan banyak tentara pemberontak tewas.

Pasukan pemberontak berlari kearah utara dan bertemu dengan pasukan Liu Bei, mereka tidak melawan dan terpencar-pencar menyelamatkan diri. Tapi Liu bei mengeluarkan anak panahnya dan memanah pimpinan pemberontah Sun Zhong yang langsung jatuh ketanah. Pasukan Utama Zhu Jun akhirnya tiba dan setelah pembantaian besar-besaran, pasukan pemberontak menyerah. Setelah itu kedamaian tercipta di 10 wilayah didaerah Nan Yang.

Zhu Jun kembali Ke ibu Kota Luo yang dan diangkat menjadi Jendral Pasukan Kuda Terbang dan menerima jabatan sebagai gubernur henan . Dia tidak melupakan jasa orang - orang yang membantunya. Dia melaporkan jasa Liu Bei dan Sun Jian.

Sun Jian yang memiliki pengaruh dan koneksi yang dapat mendukung dia diangkat menjadi komandan pasukan kerajaan di Chang Sa. Tetapi Liu bei walaupun telah dipromosikan oleh Zhu Jun dalam suratnya kepada kerajaan tetap harus menunggu kenaikan jabatannya. Liu Bei dan ke 2 saudaranya sedih menerima kenyataan ini.

Suatu hari ketika sedang berjalan sendirian dia ibu kota , Liu Bei bertemu seorang pejabat istana Zhang Jun yang kepadanya dia menceritakan keluh kesahnya. Zhang Jun sangat terkejut akan hal ini dan dia akhirnya menceritakan pada kaisar mengenai hal ini.

Katanya "Pemberontakan Jubah kuning terjadi karena para kasim telah menjual jabatan dan memperdagangkan posisi. Pekerjaan diistana hanya untuk teman - temannya, hukuman hanya untuk musuh-musuhnya. Ini menyebabkan pemberontakan. Oleh sebab itu maka baiklah untuk memenggal ke 10 kasim utama dan mempertontonkan kepala mereka dan memberitahukan kepada rakyat apa yang telah dilakukan mereka. Kemudian berikanlah balasan kepada mereka yang berhak dan dengan itu maka seluruh negara akan berada dalam keadaan aman."

Tetapi para kasim langsung menyanggah hal ini dan berkata bahwa Zhang Jun menghina kaisar. Kaisar memerintahkan Zhang Jun untuk meninggalkan ruangan.

Walaupun begitu para kasim itu berpikir "Pasti ada seseorang yang terlupakan jasanya walaupun telah berhasil mengalahkan pemberontak yang menyatakan kekesalannya."

Lalu mereka menghimpun daftar orang - orang yang tidak penting yang menunggu penugasan dan salah satu dari daftar itu adalah Liu Bei. Liu Bei akhirnya ditempatkan sebagai Kepala Wilayah desa An Xi, yg langsung diterima oleh Liu Bei dan akhirnya Liu Bei membubarkan pasukannya dan mengirimnya pulang. Dia hanya mempertahan kan 2 lusin orang saja sebagai tentaranya.

Ke-3 bersaudara itu akhirnya sampai di An Xi and secepatnya mereka membereskan administrasi didaerah itu dan memerintah dengan bijaksana sehingga tidak pernah ada kejahatan selama berbulan-bulan didaerah itu. Ke-3 saudara itu hidup dalam harmoni, makan dalam satu meja dan tidur dalam satu ranjang yang sama. Tetapi ketika Liu Bei berada didepan Publik, Guan Yu dan Zhang Fei akan selalu berdiri sebagai penjaganya walaupun untuk seharian.

4 bulan setelah kedatangan mereka, ada titah kaisar untuk mengurangi jumlah orang militer yang mengisi pos sipil. Liu Bei mulai takut bahwa dia akan terkena pengurangan itu. Kerajaan mengirimkan Inspektur pemeriksa bernama Du Biao, Liu langsung menyambutnya dengan hormat tetapi Du Biao mengacuhkannya. GuanYu dan Zhang Fei sangat marah.

Ketika Inspektur itu tiba di penginapan, dia duduk dikursi dan tidak mempersilahkan Liu Bei duduk. Setelah Cukup lama baru dia berkata kepada Liu Bei.

"Dari manakah kau berasal ?"

Liu Bei menjawab, "Aku adalah keturunan dari Pangeran Sheng dari Zhongshang. Sejak pertama kali aku melawan pemberontak di Zhou telah 30 pertempuran kujalani, aku mendapatkan banyak kemenangan dan hadiahku adalah jabatan ini."

"Kamu berbohong mengenai asalmu dan pernyataamu mengenai jasamu adalah bohong!" hardik si inspektur.
"Sekarang kerajaan memerintahkan untuk melakukan pengurangan pejabat dari strata yang rendah dan pejabat yang korup."

Liu Bei terdiam dan akhirnya memohon diri. Dalam perjalan pulangnya Liu Bei meminta nasihat dari para pembantunya.

" Tindakan seperti ini hanya dapat berarti satu yaitu dia meminta uang sogokan." kata mereka pada Liu Bei.

"Aku tidak pernah mengambil uang rakyat bahkan 1 koin pun, dari mana aku memiliki uang untuk membayarnya ?"

Keesokan harinya Inspektur ini memanggil pejabat kecil didesa itu dan memaksa mereka untuk menulis pengakuan bahwa Liu Bei telah menekan rakyat. Liu Bei pada saat itu ingin menyangkal hal ini tetapi penjaga pintunya menahan Liu Bei.

Ketika Itu Zhang Fei sedang sedih dan sudah mabuk seharian. Dia menunggang kuda dan mengendarainya melewati penginapan inspektur tersebut. Ketika melewati pintunya, dia melihat kumpulan orang - orang tua sedang menangis sedih. Dia bertanya kenapa

Kata mereka "Inspektur itu telah memaksa bawahan – bawahan Liu Bei untuk menulis pernyataan palsu, agar Liu Bei dapat dihukum. Kami datang kesini untuk memohon belas kasihan padanya tetapi tidak diijinkan masuk. Tetapi lebih dari itu kami dipukuli oleh penjaga pintunya.

Hal ini memprovokasi kemarahan Zhang Fei yang dalam keadaan Mabuk berat itu. Zhang Fei sangat marah sehingga matanya melotot besar sekali. Dia langsung melabrak masuk kedalam penginapan itu dan penjaga pintu yang ketakutan melihatnya langsung lari. Lalu dia masuk kedalam pelataran taman penginapan itu dan disana dia melihat inspektur itu sedang duduk diatas kursi tinggi dan pejabat kecil daerah itu sedang diikat dan berlutut dibawahnya.

"Penindas rakyat, pencuri!" teriak Zhang Fe. "Tahukah Kau siapa aku ?"

Tetapi sebelum Inspektur itu dapat menjawab, Zhang Fei telah menarik Rambutnya dan menariknya kedepan. Zhang Fei mengambil ranting dari pohon willow dan memecut Inspektur itu dengan kerasnya.

Liu Bei saat itu sedang duduk termenung sedih, ketika dia mendengar ada suara ribut – ribut didepan pintu. Dia berkata ada masalah apa.

Mereka Memberitahu padanya "Jendral Zhang Fei mengikat seseorang dan memukulinya!"

Dengan secepatnya Liu Bei bergegas keluar dan Liu Bei melihat siapakah korban Zhang Fei ini. Liu Bei lalu bertanya pada Zhang Fei mengapa memukulnya.

"Kalau kita tidak memukul bajingan ini sampai mati, apakah yang akan terjadi kemudian ?" kata Zhang Fei.

"Oh Tuan, tolong selamatkan aku!" pinta si Inspektur.

Karena Liu Bei selalu baik hati maka dia meminta saudaranya untuk melepaskannya dan membebaskannya.

Lalu Guan Yu tiba dan berkata "Kakak, Setelah usahamu yang hebat kau hanya mendapatkan jabatan ini dan setelah kau berhasil disini lalu orang ini datang dan menghinamu. Sarang Burung bukanlah tempat untuk burung phoenix, mari kita bunuh orang ini, pergi dari sini dan kembali kerumah sampai kita dapat membuat rencana yang lebih besar lagi."

Liu Bei merenung sejenak kemudian menyerahkan SIMBOL TUGAS nya dengan menggantungkannya di leher inspektur tersebut dan berkata "Kalau aku mendengar kau melukai orang, aku akan membunuhmu. Sekarang aku akan memaafkan nyawamu dan aku akan mengembalikan tanda penugasan ini. Kami akan pergi."

Setelah itu mereka ber-3 pergi, walaupun seluruh penduduk desa itu telah bersujud meminta Liu Bei tidak meninggalkan mereka tetapi Liu Bei telah mengambil keputusan. Saat itu senja hari ketika bayangan 3 orang berlalu sesuai dengan terbenamnya matahari senja. Mereka akan menemukan TAKDIR yang lebih besar lagi untuk mereka lakukan.......

Pada saat ini ke 10 kasim utama telah menguasai segalanya didalam genggaman mereka dan mereka menyingkirkan siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka. Dari setiap pejabat yang membantu menumpas pemberontakan jubah kuning mereka meminta hadiah dan apabila hal ini tidak dipenuhi maka mereka akan menyingkirkan orang - orang tersebut. Komandan Kekaisaran Huangfu Song dan Zhu Jun jg tidak luput dari tekanan mereka dan akhirnya harus menanggalkan jabatan mereka dilain sisi kasim - kasim istana itu memalsukan jasa bagi diri mereka sendiri, 13 kasim istana mendapat gelar kerajaan termasuk Zhao Zhong yang mendapat pangkat Jendral pasukan kuda terbang kekaisaran. Pemerintahan berjalan sangat buruk dari hari ke hari dan rakyat merasa sangat menderita.

Pemberontakan kembali muncul di Chang Sha dipimpin oleh Ou Xing dan di YuYang dipimpin oleh Zhang Ju dan Zhang Chun. Surat permohonan dan pemberitahuan dikirimkan oleh pejabat dan pemerintah daerah ke ibukota, surat - surat berdatangan seperti lapisan salju yang turun di musim dingin. Tetapi ke 10 kasim utama istana membakar seluruh surat2x itu. Suatu hari kaisar mengadakan perjamuan disalah satu taman kekaisaran dengan ke 10 kasih utama istana. Ketika Penasehat Kekaisaran Liu Tao tiba - tiba muncul dengan kegelisahan yang amat sangat kaisarpun bertanya ada masalah apa.

"Baginda, Bagaimana baginda dapat berpesta seperti ini ketika kekaisaran diambang kehancuran ?" kata Liu Tao.

"Semua baik - baik saja" Kata Kaisar. "Apa yang salah ?"

Kata Liu Tao, "Pemberontakan muncul dari berbagai sisi kerajaan dan mereka merampas kota - kota dan ini semua adalah salah dari ke 10 kasim – kasim itu yang menjual jabatan dan melukai orang - orang, menekan pejabat - pejabat yang setia. Semua yang memiliki kebajikan dan kebijaksanaan telah meninggalkan istana dan kembali ketempat asal mereka. Kehancuran sudah didepan mata kita !"

Pada saat ini kasim - kasim itu langsung melepas topi mereka dan berlutut dihadapan kaisar.

"Kalau Menteri Liu Tao tidak setuju dengan kami," kata mereka, "Maka kami dalam bahaya. Kami berharap nyawa kami diampuni dan kami akan pergi ketanah pertanian kami. Kami akan menyerahkan harta kami untuk membantu biaya militer kerajaan."

dan mereka semua menangis tersedu-sedu.

Kaisar marah pada Liu Tao, "Kamu juga punya pelayan. Kenapa kamu tidak dapat menyukai yang melayaniku."

dan kaisarpun memanggil pengawalnya dan meminta Liu Tao diseret keluar dan dipenggal.

Liu Tao berteriak keras " Kematianku tidak ada artinya, Kasihan Dinasti Han setelah berkuasa 4 abad lamanya sedang mengalami kejatuhan dengan cepat sekali."

Pengawal itu sedang menyeretnya dan ketika mereka akan menjalankan titah kaisar tiba - tiba datang lagi seorang menteri dan bekata " Jangan Penggal, tunggu sampai aku berbicara pada kaisar."

Dia adalah Menteri dalam negeri, Chen Dan. Dia bertemu dengan kaisar, kepadanya dia berkata "Atas dasar kesalah apa penasehat Liu Tao dihukum ?"

"Dia telah memfitnah pelayanku dan menghina diriku." Kata Kaisar

"Seluruh kerajaan akan memakan daging dari para kasim - kasim itu jika mereka bisa dan walaupun begitu baginda malah menghargai mereka dan menganggapnya orang tua baginda. Mereka tidak mempunyai belas kasih dan jasa tetapi mereka menciptakan diri mereka sebagai pejabat tinggi. Lebih dari pada itu Feng Xu berkomplot dengan pemberontah jubah kuning. Kecuali Yang Mulia mengambil tindakan tentang hal itu maka negara akan hancur."

"Tidak ada bukti yang menyatakan Feng Xu berkomplot." Kata Kaisar. "Tentang 10 kasim utama, apakah tidak ada yang setia diantara mereka ?"

Chen Dan berlutut dan menyembah kaisar sampai dahinya menyentuh tanah dan tidak merubah pendiriannya. Kaisar kemudian marah dan memerintahkan penjaga juga membawa Chen Dan dan dipenjarakan bersama Liu Tao. Malam itu keduanya tewas terbunuh.

Kemudain ke-10 kasim utama membuat titah palsu dan mengirimkannya pada Sun Jian dan mengangkatnya sebagain gubernur Chang Sha, Dengan titiah untuk mengatasi pemberontakan Ou Xing. Dalam kurang dari dua bulan Sun Jian melaporkan telah berhasil menumpas pemberontakan. Atas hal ini dia diberi gelar Penguasa Wu Cheng.

Liu Yu diangkat menjadi Penguasa Kerajaan daerah Yu Zhou dan diperintahkan untuk menumpas pemberontak YuYang dan Zhang Ju serta Zhang Chung. Liu Hu dari Dai Zhou menrekomendasikan Liu Bei kepada Liu Yu. Liu Yu menerima saran itu dan memberi Liu Bei jabatan Komandan Utama dan memberinya pasukan untuk menumpas pemberontak. Liu Bei berhasil menumpas pemberontakan itu. Zhang Cun adalah orang yang kejam, Salah seorang anak buahnya memberontak dan memenggal kepalanya lalu menyerahkan diri. Zhang Ju yang melihat hal itu melakukan bunuh diri daripada ditangkap tentara Liu Bei.

Pemberontakan YuYang berhasil dipadamkan. Jasa Liu Bei dilaporkan pada kekaisaran, dan dia menerima amnesti untuk kasus penghinaan terhadap inspektur kerajaan dia An Xia. Liu Bei diangkat menjadi Wakil Kepala daerah dia Xia mi, lalu menjadi Komandan pasukan di GaoTang. Kemujian Gongsun Zan memuji jasa - jasa Liu Bei terdahulu dan Liu Bei diangkat menjadi kepala Daerah PingYuan. Tempat ini sangat baik karena perdagangan yang maju. Liu Yu juga mendapat promosi menjadi Panglima Besar.

Pada musim panas tahun ke-6 sejak pemberontakan jubah kuning dimulai, Kaisar Ling sakit parah. Dia memanggil He Jin untuk datang ke Istana dan mengatur masa depan kerajaan. He Jin berasal dari keluarga sederhana yang pekerjaannya adalah tukang daging, Tetapi adik perempuannya adalah selir kaisar dan melahirkan putra bagi kaisar bernama Liu Bian. Setelah itu dia menjadi Permaisuri He, dan He Jin menjadi Wali Putra mahkota.

Kaisar juga mempunyai seorang selir yang canting bernama Lady Wang yg juga memberikan seorang putra bagi kaisar bernama Liu Xian. Permaisuri He meracuni Lady Wang karena cemburu dan Liu Xan diurus oleh Ibu Suri Dong yang merupakan ibu dari Kaisar Ling. Ibu suri Dong merupakan istri dari Liu Chang, penguasa Jie Du. Karena Kaisar sebelumnya, kaisar Huan tidak mempunyai keturunan laki2x maka dia mengadopsi anak Liu Chang menjadi pewaris tahtanya. Emperor Ling membawa serta ibunya masuk istana untuk tinggal bersama dan memberikan gelar ibu suri.

Ibu Suri Dong selalu menbujuk putranya agar menunjuk Liu Xian sebagai putra mahkota dan memang kaisar sangat menyukai anak itu dan ingin melakukan seperti apa yang ibunya minta.

Ketika hari - harinya hampir berakhir, salah satu dari kasim Jian Shuo berkata "Jika Liu Xian yang akan menggantikan, He Jin harus disingkirkan untuk mencegah bencana dikemudian hari."

Kaisar juga melihat hal ini. Dan karena itu memerintahkan He Jin menhadap.

Tetapi didepan gerbang istana, He Jin diperingatkan oleh komandan pasukan penjaga istana Pan Yin yang berkata "Ini pasti jebakan Jian Shuo untuk menyingkirkanmu !"

He Jin mendengar hal itu langsung pulang ke kediamannya dan memanggil pejabat dan mentri yang berada dipihaknya dan mereka menyusun rencana bagaimana menyingkirkan kasim - kasim istana itu.

Dalam rapat ini tiba - tiba seorang berkata menentang rencana tersebut "Pengaruh dari kasim itu telah ada sejan 1,5 abad yang lalu pada masa pemerintahan kaisar Cong dan Zhi. Hal itu telah menyebar seperti rumput disemua arah. Bagaimana kita berharap dapat menghancurkan mereka? Dan diatas semua itu hal ini harus dirahasiakan atau kita semua akan mati terbunuh."

He Jin melihat orang itu dan ternyata orang itu adalah Komandan Militer pasukan reguler Cao-Cao.

He Jin sangat marah pada ucapan cao-cao dan berkata "Apa yang orang dengan jabatan rendah seperti kau ketahui tentang jalannya pemerintahan."

Dan dalam kekacauan Pan Yin datang dan berkata "Kaisar telah mangkat, kasim2x itu telah memutuskan untuk merahasiakan kematian itu dan sedang membuat titah palsu agar Wali Negara harus datang ke istana untuk mendiskusikan masalah suksesi. Sementara itu mereka telah memutuskan Pangeran Xian yang akan menjadi kaisar."

Dan setelah Pan Yin selesai berbicara, titah kaisar pun tiba.

"Sekarang masalah penerus kaisar lebih penting" kata Cao-cao. "Urusan membasmi pengkhianat akan kita bahasa nanti."

"Siapa yang berani mengikutiku mendukung Pangeran Bian ?" Tanya He Jin

Tiba - tiba muncul seorang yang maju kedepan dan berkata "Berikan aku 5000 pasukan veteran dan aku akan menyerang istana, menyelamatkan pewaris tahta, membunuh para kasim dan membersihkan pemerintahan! dan kedamaian akan muncul kembali dikekaisaran ini."

Orang yang berkata itu adalah Yuan Shao, Anak dari bekas menteri dalam negeri Yuan Feng dan Keponakan dari komandan pasukan penjaga kekaisaran Yuan Wei. Yuan Shao memiliki jabatan Komandan pasukan kekaisaran.

He Jin mengumpulkan 5000 pasukannya. Yuan Shao memakai pakaian perangnya dan mengambil komando. He Jin didukung oleh He Yong, Xun You, Zheng Tai dan lebih dari 30 menteri lainnya dan pejabat tinggi berangkat menuju istana. Didalam aula istana utama, peti mati kaisar ditaruh didepan altar dan mereka menaruh Liu Bian di singasana naga. Setelah upaca selesai dan semua telah menunduk pada kaisar yang baru, Yuan Shao pergi untuk menahan kasim Jian Shuo. Jian Shuo pergi bersembunyi di taman istana dengan ketakutan. Dia bersembunyi dibalik semak - semak dan akhirnya ketahuan. Akhirnya Jian Shuo dibunuh oleh Guo Sheng dan Seluruh pasukannya menyerah.

Yuan Shao berkata " Kelompok mereka sekarang sudah terpecah-pecah. Ini adalah kesempatan kita untuk membunuh semua kasim - kasim itu."

Tetapi Zhang Rang dan kasim - kasim utama istana yang mengetahui bahaya itu segera mencari perlindungan ditempat permaisuri He.

Mereka berkata "Yang bersalah membuat rencana untuk melukai kakakmu adalah Jian Shuo, hanya dialah yang harusnya dihukum dan bukan yang lainnya. Sekarang Wali Negara dengan saran Yuan Shao berusaha membunuh kami semua. Kami meminta belas kasihan mu, yang mulia."

"Jangan takut!", kata permaisuri He, yang anaknya baru saja menjadi kaisar, "Aku akan melindungi kalian semua."

Dia mengirim utusan kepada kakaknya, isinya "Kau dan Aku berasal dari orang rendahan dan kita berhutang pada para kasim itu. Jian Shuo sekarang telah mati dan apakah kau perlu membunuh semua kasim itu atas dasar saran yuan shao?"

dan He Jin menuruti saran itu. Dian menjelaskan pada kelompoknya "Orang jahat sebenarnya telah kita bunuh, Jian Shuo telah mati dan seluruh keluarganya akan dikenai hukuman. Tapi kita tidak perlu membunuh seluruh kasim dan melukai mereka."

"Bunuh mereka, akar dan rantingnya" Teriak Yuan Shao, " atau mereka akan menghancurkanmu."

"Aku Telah memutuskan," Kta He Jin "Jangan katakan apa2x lagi."

Dalam beberapa hari He Jin mengangkat dirinya menjadi Perdana Menteri dan para teman - tamannya diangkat sebagai pejabat tinggi.

Ibu Suri Dong memanggil Zhang Rang dan kelompoknya dalam suatu rapat.

Kata Ibu Suri. "Itu adalah aku yang pertama kali membawa Permaisuri He kahadapan kaisar. Sekarang anaknya menajadi kaisar dan seluruh pejabat tinggi adalah teman -temannya. Kekuasaanya begitu besar, apakah yg dapat kita lakukan ?"

Zhang Rang membalas, "Yang mulia harus mengatur negara dari "balik tirai", lalu berusaha menjadikan pengeran Liu Xian sebagai kaisar, Berikanlah kakakmu "PAMAN KAISAR" Dong Chong jabatan yang tinggi dan tempatkalah dia pada posisi militer, saya rasa itu akan berhasil."

Ibu Suri Dong setuju, keesokan hari dia mengadakan rapat dan mengeluarkan titah. Dia Mengangkat Liu Xian sebagai pangeran Chen Liu dan Dong Chong sebagai Jendral pasukan kuda terbang dan dia memberikan kekuasaan kepada para kasim untuk turut serta dalam masalah negara.

Ketika Permaisuri He mendengar hal ini, dia menyiapkan jamuan pesta dimana dia mengundang Ibu Suri Dong.

Ditengah - tengah pesta ketika semua sedang asiknya meminum arak dan anggur, Permaisuri He berdiri dan menawarkan minumam pada Ibu Suri Dong seraya berkata "Adalah tidak pas jika kami berdua harus turut campur didalam masalah negara, pada awal mula dinasti Han ketika permaisuri Lu turut campur dalam masalah negara, seluruh keluarganya dihukum mati. Kita harus tetap diam dan tinggal dalam istana masing - masing dan biarkan urusan negara di urus oleh pejabat pemerintahan. Itu akan baik bagi negara, dan aku percaya bahwa kau akan melakukan itu."

Tapi Ibu Suri Dong marah dan berkata "Kau meracuni Lady Wang karena kecemburuanmu. Sekarang berdasarkan fakta bahwa putramu duduk sebagai kaisar dan kakakmu berkuasa kau berkata seperti ini. Aku akan memerintahkan agar kakakmu dipenggal dan itu sama mudahnya seperti aku membalikan telapak tanganku."

Permaisuri He juga naik pitam dan berkata "Aku berusaha berbaik hati denganmu dan mengapa kau mengucapkan kata - kata kasar itu."

"Kau wanita rendahan yang lahir dari keluarga tukan daging, apa yang kau tahu mengenai pemerintahan ?" hardik Ibu Suri Dong.

Dan Pertengkaran itu makin menjadi-jadi.

Parakasim membujuk wanita2x itu untuk berhenti. Tetapi malam harinya Permaisuri He memangil kakaknya untuk menghadap ke istana dan menceritakan apa yang telah terjadi. He Jin akhirnya mengumpulkan para pejabat istana dan meminta pendapat mereka. Keesokan paginya sebuah titah dikeluarkan "Ibu Suri Dong, sebagai ibu angkat dari Liu Xian, Pangeran dari Chen Liu,adalah seorang pangeran daerah. Maka dengan itu tidak dapat tinggal diistana dan harus segera meninggalkan istana dan dikembalikan kedaerah asalnya di propinsi He Jian."

Dan ketika mereka sedang mengirim utusan untuk menyingkirkan Ibu Suri Dong, Pasukan sedang disiapkan ditempat kediaman "PAMAN KAISAR" Dong Cheng. Mereka mengambil tanda penugasannya dan dia mengetahui bahwa ini adalah akhir hidupnya maka melakukan bunuh diri.

Kasim Zhang Rang dan Duan Gui yang mengetahui akan kehilangan pelindungnya segera mengirimkan hadiah yang besar kepada adik He Jin yang bernama He Miao dan kepada ibunya Lady WuYang dan itu membuat mereka mendapatkan perlindungan.

pada bulan ke-6 tahun itu, utusan rahasia He Jin meracuni permaisuri Dong dikediamannya. Tubuhnya dibawa kembali ke ibu kota dan dimakamkan di makan kerajaan. He Jin berpura - pura sakit dan tidak menghadiri pemakaman itu.

Yuan Shao suatu hari pergi menemui He Jin dan berkata "Kedua Kasim itu, Zhang Rang dan Duan Gui telah menyebarkan laporan diluaran bahwa kaulah yang telah menyebabkan kematian Ibu Suri Dong dan kau ingin mengincar kursi kekaisaran. Ini adalah alasanmu agar kau dapat menghancurkan mereka. Jangan berikan ampun kali ini atau kau akan seperti Dou Wu dan Chen Fan, yang dalam pemerintahan sebelumnya gagal karena rencanamu tidak dirahasiakan dengan baik. Sekarang Kau dan adikmu mempunyai banyak pejabat dan jendral dibelakang kalian, jadi menghancurkan kasim – kasim itu hanyalah perkara mudah saja. Ini adalah jalan dari langit, jangan disia-siakan!"

Tetapi He Jin membalas "Biar aku pikir – pikir dulu."

Pelayan He Jin yang mendengar pembicaran itu segera memberitahukan pada para kasim yang akhirnya mengirim hadiah lagi pada He Miao.

He Miao akhirnya berbicara pada kakaknya Permaisuri He dan berkata "Jendral Yuan Shao adalah penopang utama kaisar yang baru. Tapi dia tidak dapat bertindak berbelas kasih dan hanya memikirkan pembantaian, kalau dia membunuh para kasim tanpa sebab maka akan terhadi kekacauan."

Tak lama setelah itu He Jin masuk dan mengatakan pada Permaisuri He rencananya untuk memusnahkan para kasim.

Permaisuri He tidak setuju dan berkata "Parakasim itu adalah telah melayani kaisar terdahulu dengan baik, untuk membunuh mereka setelah kematian kaisar terdahulu akan tampak seperti tidak menghormati dinasti."

Dan ketika He Jin sedang berpikir Yuan Shao datang dan menghampiri.

"Jadi bagaimana dengan rencana itu ?" Kata Yuan Shao ketika bertemu dengan He Jin.

"Adikku tidak mau mengijinkan, apa yang dapat kita lakukan ?"

"Panggilah tentara dan bunuh mereka semua, ini adalah keharusan. Tidak usah pikirkan ijin dari adikmu."

"Itu adalaah rencana yang bagus" kata He Jin dan dia mengirimkan perintah kepada semua pasukan yang ada disekitar ibukota untuk masuk kedalam ibu kota.

Tetapi Menteri Chen Lin keberatan " Jangan, Jangan bertindak gegabah. Pepatah mengatakan "UNTUK MENUTUP MATA DAN MENANGKAP BURUNG ADALAH SEBUAH TINDAKAN BODOH" Jika dalam masalah kecil saja kau tidak dapat mengendalikan emosimu bagaimana dalam masalah - masalah besar ? sekarang karena kebajikan kaisar dan pasukan yang telah kau pegang, kau ini seperti naga dan harimau. Kau boleh melakukan semua hal sesukamu. Untuk menggunakan semua kekuatan ini melawan para kasim itu sama seperti memanggil petir hanya untuk menghanguskan sepotong kain. Memanggil tentara dengan jumlah sekian besar masuk ke ibu kota dan memanggil jendral serta pemimpin – pemimpin yang begitu banyak masing - masing dengan rencana dan ambisinya sendiri - sendiri itu sama seperti mengarahkan senjata pada diri sendiri, untuk menempatkan diri kita pada kekuasaan orang lain itu tidak akan mendapatkan hasil apa – apa kecuali kehancuran diri sendiri."

"Ini adalah pandangan dari seorang kutu buku" kata He Jin dengan tersenyum.

Kemudian salah satu dari orang - orangnya He Jin menepuk tangannya dan tertawa seraya berkata "Memecahkan masalah ini semudah membalikkan telapak tangan, mengapa kita terlalu banyak berbicara ?" yang Berbicara itu adalah Cao-Cao.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 3


Apa yang dikatakan Cao-Cao adalah ini "Para kasim telah ada sejak lama, Yang menyebabkan kehancuran sebenarnya adalah pengaruh para kasim yang seharusnya tidak terjadi jika kaisar tidak lemah dan lebih memfavoritkan mereka. Mengapa harus memanggil seluruh pasukan kalau hanya dengan menangkap "kepala" dapat menahan seluruh "badan", setiap keinginan untuk membunuh mereka semua akan cepat ketahuan dan rencana akan gagal."

"Lalu Cao-cao, apakah kamu mempunyai rencana untuk dirimu sendiri setelah itu ?" Kata He Jin dengan ketus.

Cao-cao meninggalkan pertemuan itu dan berkomentar "Yang menyebabkan dunia berada dalam kekacauan adalah He Jin."

He Jin kemudian mengirimkan surat rahasia kepada beberapa markas tentara.
salah satunya adalah pada Dong Zhuo.

Dong Zhuo yang telah gagal dalam menumpas pemberontakan jubah kuning sebenarnya harus dihukum tetapi karena dia telah menyogok 10 kasim utama istana untuk melindunginya maka bukannya dihukum dia mendapatkan posisi sebagai jendral utama penjaga garis depan lalu menjadi penguasa AoXiang dan menjadi Penguasa seluruh daerah XiZhou dan terakhir menjadi Panglima besar pemimpin 200.000 tentara kaisar. Tetapi Dong Zhuo memiliki hati pengkhianat dan tidak setia. Jadi ketika dia menerima perintah untuk datang ke ibu kota dia sangat bergembira dan langsung mempersiapkan pasukannya untuk berangkat. Dia meninggalkan menantunya Nie Fu untuk menjaga markas pasukan dan mengurus wilayah Xi Zhou. Dong Zhuo membawa 200.000 tentara utamanya bergerak menuju ibukota Luo Yang, Bersama dengan dia Dong Zhuo juga membawa 4 jendral utamanya yaitu Li Jue, Guo Si, Zhang Ji dan Fan Chou.

Penasehat Dong Zhuo dan juga menantunya, Li Ru berkata "Walaupun pemanggilan secara Formal telah diterima tetapi terlalu banyak kejanggalan dalam hal ini. Akan lebih bijak bila kita juga mengirimkan surat untuk menjawab panggilan ini terlebih dahulu dan menjelaskan keadaan kita sebelum kita memasuki ibu kota ."

Dong Zhuo Setuju dan menulis surat seperti ini :

"Hambamu Dong Zhuo mengetahui bahwa pemberontakan yang terus-menerus terjadi disebabkan oleh Zhang Rang dan para kasim istana. Sekarang saatnya untuk kita memotong "luka" yang walaupun sakit tetapi harus dilakukan, akan lebih baik begitu daripada kita membiarkan kejahatan menjadi-jadi. Hamba telah berani membawa pasukan menuju ibukota, dan dengan seijin yang mulia maka saya berharap Zhang Rang dan kasim lainnya akan dapat disingkirkan demi kedamaian dan kelangsungan dinasti dan seluruh kekaisaran."

He Jin membaca Surat itu dan menunjukannya pada seluruh pendukungnya.

Lalu berkatalah Menteri Zheng Tai, "Seekor Binatang Liar telah datang, Dia akan memakan semua manusia"

Lu Zhi juga berkata "Lama aku mengenal orang ini. Walaupun tampak seperti orang tidak bersalah, tetapi hatinya seperti serigala. Membiarkan ia masuk berarti membawa bencana. Hentikan dia dan jangan biarkan dia masuk dan ini akan menhentikan bencana."

He Jin ragu-ragu dan akhirnya menolak usul itu, Zheng Tai dan Lu Zhi akhirnya mengundurkan diri dan meletakkan jabatan mereka, dan hal ini juga diikuti lebih dari 1/2 menteri negara lainnya. He Jin tetap tidak perduli dan tetap menyambut Dong Zhuo dengan hangat yang sedang berkemah di dekat Danau ShengChi diluar tembok ibu kota.

Zhang Rang dan para kasim tahu bahwa manuver pasukan ini ditujukan untuk mereka, "Ini adalah rencana He Jin, Kalau kita tidak menyerang duluan maka kita pasti semua akan mati."

Akhirnya mereka menyembunyikan sekitar 50 orang yang dipersenjatai di luar gerbang istana dimana tempat permaisuri tinggal, kemudian mereka masuk untuk menemui permaisuri.

Kata mereka "Jendral Dong telah membawa pasukannya ke ibu kota untuk menghancurkan kami, kami mohon padamu, kasihanilah kami dan selamatkanlah kami."

"Pergilah untuk menemuinya dan akuilah kesalahanmu." kata permaisuri.

"Kalau kami melakukan itu maka dia akan mencincang kami. Lebih baik mintalah kakak yang mulia untuk datang menemuimu dan perintahkan dia untuk menghentikan jendral Dong. Jika dia tidak mau kami akan mati dihadapanmu."

Permaisuri He mengeluarkan titah untuk memanggil kakaknya.

He Jin sedang akan pergi menemui permaisuri ketika menteri Chen Lin menyarankan agar dia jangan pergi "Para kasim pasti mempunyai rencana yang jahat terhadap dirimu."

Tetapi He Jin menyatakan bahwa titah ini adalah datang dari permaisuri dan tidak mungkin terjadi apa2x diistana permaisuri.

"Rencana kita sudah terbuka" kata Yuan Shao,"Tetapi tetap saja kau boleh pergi apabila kau siap bertempur."

"Kita cari para kasim terlebih dahulu!" kata cao-cao.

"Orang2x bodoh!" kata He Jin, "Apa yang dapat mereka lakukan terhadap orang yang mempunyai kuasa seluruh kekaisaran didalam tangannya?"

"Kalau kau tetap pergi kami akan ikut denganmu, untuk berjaga-jaga." Kata Yuan Shao.

Lalu Cao-Cao dan Yuan Shao masing-masing memilih 500 orang terbaik mereka dan memerintahkan Yuan Shu, saudara dari yuan Shao sebagai komandan untuk berjaga2x di luar istana permaisuri. Sementara Cao-Cao dan Yuan Shao bersenjatakan pedang ikut masuk kedalam istana.

Ketika He Jin Sudah memasuki kediaman permaisuri tiba-tiba pejabat disitu menahannya dan berkata "Perintahnya adalah untuk mengijinkan hanya Wali Negara dan tidak yang lainnya."

Jadi Cao-Cao dan Yuan Shao menunggu diluar. He Jin masuk sendiri, Di Gerbang Pintu kediaman permaisuri yang disebut "Gerbang Kebijakan" dia bertemu dengan Zhang Rang dan Duang Gui dan pengikut2x mereka langsung mengepung He Jin. He Jin langsung Waspada atas keadaan ini.

Lalu Zhang Rang dengan bersuara keras berkata "Apa kesalahan yang dilakukan oleh Ibu Suri Dong sehingga kau harus membunuhnya ? dan ketika dia dikuburkan, siapakah yang pura2x sakit dan tidak datang ? kami mengangkat kau dan kerabatmu dari keluarga rendahan hingga bisa mendapatkan semua kekayaan dan kehormatan, dan inikah balasanmu! kamu mau membunuh kami semua. Kamu menyebut kami adalah manusia kotor dan sampah. Siapakah yang akan membersihkan ?"

He Jin menjadi panik dan mencoba melarikan diri, tetapi semua gerbang telah dikunci. Para kasim itu mendekati He Jin dan pembunuh yang telah disiapkan akhirnya muncul dan memenggal He Jin.

Akhirnya He Jin mati, Yuan Shao dan Cao-Cao menunggu sangat lama. Akhirnya mereka tidak sabar lagi dan berteriak " Kereta telah menunggu, Jendral He Jin!"

Sebagai balasan dari dalam tembok dilemparkan kepala He Jin dan Titah Dikeluarkan :
"HE JIN TELAH BERSALAH MELAKUKAN PENGKHIANATAN DAN OLEH SEBAB ITU TELAH DIHUKUM MATI. TETAPI SEMUA PENGIKUTNYA DIMAAFKAN."

Yuan Shao berteriak "Para Kasim Telah membunuh perdana mentri, marilah mereka yang akan memusnahkan kejahatan mengikuti aku."

Lalu salah seorang jendral He Jin, Wu Kuang membakar pintu Gerbang yang terbuat dari kayu. Yuan Shu sebagai kepala pasukan langsung menerjang masuk istana dan membunuh semua kasim yang ditemuinya tidak peduli umur atau jabatan. Yuan Shao dan Cao-cao lari masuk kedalam istana permaisuri. 4 dari kasim2x itu, Zhao Zhong, Cheng Kuang, Xia Yun dan Guo Sheng melarikan diri tetapi mereka berhasil ditangkap dan di bunuh dengan tubuhnya di cingcang sampai habis.

4 orang kasim utama Zhang Rang, Duan Gui, Cao Jie dan Hou Lan dipimpin oleh Zhang Rang membawa pergi permaisuri He, Kaisar Bian dan Pangeran Xian menuju istana Utara.

Lu Zhi yang telah mengundurkan diri ada dirumah, tetapi setelah mendengar revolusi ini langsung mengenakan pakaian perangnya dan mengambil tombaknya dan pergi bertempur.

Dia melihat Kasim Dui Gui membawa permaisuri, Lalu Lu Zhi berkata "Kau Pemberontak, beraninya kau menculik permaisuri ? "

Kasim itu melepaskan tangannya dari permaisuri dan kabur. Akhirnya Lu Zhi membawa permaisuri ketempat yang aman.

Jendral Wu Kuang menerjang masuk kedalam salah satu ruangan di Istana permaisuri dan menemukan He Miao dgn pedang ditangan.

"Kau juga adalah salah satu perencana untuk membunuh kakakmu sendiri" Teriak Wu Kuang "Kau akan mati seperti yang lainnya"

"Mari kita bunuh si perencana yang membunuh kakaknya sendiri!" teriak yang lainnya.

He Miao melihat sekelilingnya, akhirnya musuhnya membunuhnya dan tubuhnya terpotong menjadi bagian kecil2x.

Yuan Shu memerintahkan untuk mencari seluruh keluarga dan bawahan para kasim2x itu. Tanpa menyisakan satu orangpun semua pria yang tidak memiliki janggut dibunuh tanpa ampun.

Cao-Cao dan pasukannya berusaha memadamkan api, Dia memerintahkan pasukan lainnya untuk mencari Zhang Rang dan menyelamatkan kaisar dan pangeran.

Sementara itu Zhang Rang dan Duan Gui telah membawa pergi Kaisar dan pangeran Xian. Mereka tidak berhenti sampai ketika mereka mencapai bukit baimang. Ketika itu malam telah tiba dan mereka berhenti sebentar tetapi tiba-tiba dibelakang mereka terdengan suara prajurit datang. Pimpinan prajurit itu bernama Min Gong dan berteriak "Pengkhianat, berhenti!"

Zhang Rang melihat bahwa dirinya telah terkepung meloncat kedalam sungai untuk melarikan diri tetapi akhirnya tenggelam.

Kedua anak kecil itu(Kaisar Bian berusia 12 tahun sedangkan pangeran Xian berusia 10 tahun) yang kebingungan dan takut tidak berani menangis ataupun bersuara. Mereka merangkat didalam rerumputan tinggi sepanjang sungai dan bersembunyi. Tentara berpencar kesegala arah untuk mencari mereka. Mereka mencarinya sampai tengah malam. Bergetar karena kedinginan dan kelaparan kedua anak itu akhirnya terbaring di rerumputan dan mereka saling menangis satu sama lainnya dengan berpelukan karena merasa bahwa hidup mereka akan berakhir.

"Ini bukanlah tempat untuk berhenti" kata pangeran Xian, "Kita mesti mencari jalan keluar."

Akhirnya kedua boca kecil itu merangkat kembali disepanjang sungai dan karena gelap mereka tidak dapat melihat apapun juga dikejauhan. Mereka tidak dapat melihat jalan karena gelap tetapi tiba-tiba dihadapan mereka kunang2x berterbangan menyinari jalan didepan mereka sehingga mereka dapat melihatnya.

"Langit Membantu Kita" Kata pangeran Xian.

Mereka mengikuti jalan yang ada kunang2xnya dan akhirnya mereka sampai dijalan besar. Mereka terus berjalan sampai kaki mereka sangat sakit sehingga tidak dapat melanjutkan. Ketika melihat ada tumpukan jerami dipinggir jalan mereka menggunakannya untuk berbaring.

Jerami ini adalah milik keluarga petani yang ada didaerah itu. Pada malam itu petani itu ketika tidur dia bermimpi bahwa ada 2 matahari berwarna merah yang jatuh di belakang rumahnya. Karena itu petani itu bangun dan dia mencoba melihat kebelakang rumahnya. Dan ditumpukan jerami itu dia melihat 2 anak kecil sedang terbaring disana.

"Dari keluaga manakah kamu berasalah ,anak kecil ?" tanya si petani.

Kaisar Bian terlalu takut untuk menjawab, tetapi pangeran Xian berkata "Dia adalah Kaisar. Sedang ada revolusi diistana kaisar dan kami melarikan diri. Aku adalah adiknya Pangeran Xian."

Petani itu bersujud dan berkata "Aku adalah Sui Lie dan kakakku Sui Yi adalah bekas menteri dalam negeri. Kakakku sangat membenci tindakan para kasim dan karena itu mengundukan diri dan bersembunyi disini."

Kedua anak itu dibawa masuk kedalam rumah petani itu dan petani itu melayaninya dengan penuh hormat.
Ketika itu Min Gong berhasil menangkap Duan Gui, Ming Gong bertanya "Dimanakah Kaisar?"

"Dia menghilang! aku tak tahu dimana dia ?"

Min Gong langsung membunuh Duan Gui dan memenggal kepalanya serta menggantungkan kepalanya diatas tombak. Dia memerintahkan pasukannya terus mencari kaisar. Dia pun ikut mencari, dia melihat ada rumah pertanian didekat situ. Min Gong menghampiri rumah pertanian itu dan bertemu Sui Lie. Sui Lie yg melihat apa yang ditancap ditombak Min Gong, bertanya kepada Min Gong, Min Gong lalu menjelaskannya. Puas dengan jawaban Min Gong maka Sui Lie mengantarnya menemui kaisar. Pertemuan ini sangat mengharukan sehingga semua mengeluarkan air matanya.

"Negara tidak dapat tanpa pemimpun" Kata Min Gong. "Saya harap yang mulia mau kembali ke istana."

Akhirnya kaisar setuju ikut kembali ke istana. Tidak sampai 1 km mereka berkuda, mereka bertemu dengan para pejabat istana lainnya dan beberapa ratus pasukan. Pejabat2x itu adalah Wang Yun-menteri dalam negeri, Yang Biao Panglima Besar, Chunyu Qiong panglima kiri, Zhao Meng Panglima kanan, Bao Xin panglima belakang dan Yuang Shao Panglima tengah. Tangisan haru saat itu membasahi wajah para menteri dan pejabat ketika mereka melihat kaisar selamat.

Prajurit dikirim untuk memasang kepala Duan Gui dipintu gerbang ibu kota.

Rombongan kaisar yang sedang menuju istana kemudian bertemu dengan rombongan pasukan besar lainnya. Para pejabat ketakutan dan kaisar menjadi gelisah. Yuan Shao langsung maju menuju depan dan bertanya

"Siapakah kau ?" Kata Yuan Shao.

Dari balik kereta kuda munculah seorang pemimpin "Apakah kaisar bersamamu ?"

Kaisar terlalu panik untuk menjawab, tetapu pangeran Xian maju kedepan dan berkata "SIAPAKAH KAU ?"

"Hamba adalah Dong Zhuo. Pelindung kerajaan untuk wilayah XiZhou."

"Apakah kamu datang untuk melindungi kaisar ?" tanya pangeran Xian.

"Aku datang untuk melindungi." Jawab Dong Zhuo.

"Jika memang begitu, kaisar ada disini. mengapa kau tidak turun dari kudamu dan berlutut !"

Dong Zhuo langsung turun dari kudanya dam bersujud. Pangeran lalu mempersilahkannya berdiri. Dari awal sampai akhir Pangeran Xian dapat membawa dirinya berlaku selayaknya seorang kaisar. Oleh sebab itu dalam hatinya Dong Zhuo sangat terkesan dan muncul keinginan untuk mengantikan kaisar Bian dengan pangeran Xian.

Mereka akhirnya sampai kembali ke istana.

Tetapi ketika mereka sedang berusaha untuk mengendalikan keadaan, cap kerajaan, simbol utama kekaisaran hilang.

Dong Zhuo berkemah didepan tembok istana, tetapi setiap hari dia selalu terlihat dijalanan dengan pegawal berpakain baju zirah lengkap yg mengawalnya sehingga rakyat kecil umumnya merasa gelisah. Dia juga keluar masuk istana dengan seenaknya tanpa mengikuti aturan protokoler.

Panglima pasukan Bao Xin berkata mengenai kelakuan Dong Zhuo kepada Yuan Shao, "Orang ini memiliki rencana jahat dan harus segera dienyahkan!"

"Tidak ada yang dapat kita lakukan sampai pemerintahan lebih kuat" kata Yuan Shao.

Dan kemudian Bao Xin melihat Menteri dalam negeri Wang Yun dan meminta pendapatnya.

"Mari Kita bicarakan lain kali" jawabnya

Bao Xin tidak berkata apa2x lagi dan meninggalkan ibukota dan pergi ke gunung taishan.

Dong Zhuo mengabungkan pasukan He Jin dan He miao menjadi bagian dari pasukannya dan secara pribadi dia berkata pada penasehatnya Li Ru mengenai menurunkan kaisar bian dan mengangkat pangeran Xian.

"Pemerintahan benar2x tanpa seorang kepala negara. Tidak akan ada waktu yang lebih baik lagi untuk melaksanakan rencana ini. Besok kumpulkan semua pejabat di taman WenMing dan beritahukan kepada mereka mengenai masalah ini. Singkirkan semua yang tidak setuju dan seluruh kemulian akan menjadi milikmu."

Dong Zhuo sangat senang mendengar kata2x Li Ru.

Jadi keesokan harinya Dong Zhuo mengadakan perjamuan dan karena pejabat2x banyak yang takut dengan dia maka tidak ada yang berani menolaknya. Dong Zhuo sendiri datang mengendarai kudanya hingga masuk kedalam taman , dan dengan pedang dipinggangnya dia duduk dan mengambil minuman, setelah beberapa tegukan, dong zhuo menghentikan musik dan mulai berbicara

"Aku punya suatu untuk kukatakan. Semua dengarkan!"

semua pengunjung terarah padanya.

"Kaisar adalah penguasa dari segalanya. Jika dia tidak memiliki harga diri dan bertindak tidak seharusnya, maka dia tidak cocok sebagai keturunan kaisar. Dia yang sekarang berada diatas tahta adalah kaisar yang lemah, lebih lemah dari pangeran Xian yang memiliki kepandaian dan gemar belajar. Pangeran Xian dalam berbagai segi sangat cocok untuk menjadi kaisar. Aku ingin menurunkan kaisar bian dan mengantinya dengan pangeran Xian. Apa pendpat kalian semua ?"

Semua tidak dapat berkata2x apa,keheningan terasa ditempat itu. Tidak ada yang berani mengutarakan pendapatnya. Tapi ada satu yang berani dan dia berdiri lalu membanting meja dan berteriak.

"TIDAK ! Siapakah dirimu sehingga berani mengeluarkan kata2x seperti itu ? Kaisar adalah anak dari kaisar terdahulu dan dia tidak melakukan apapun yang salah. Kenapa dia harus diganti? apakah kau memberontak ?"

Yang berbicara adalah Ding Yun, Penguasa daerah BingZhou.

Dong Zhuo memandangi Ding Yuan dan berkata "Bagi mereka yang sejalan denganku akan hidup, bagi mereka yang tidak maka akan mati."

Dong Zhuo mengeluarkan pedangnya dan siap melawan Ding Yuan. Tetapi Li Ru telah memperhatikan bahwa ada orang yang berbahaya yang berdiri dibelakang Ding Yuan, yang sekarang sedang memegang tombaknya dan matanya memancarkan kemarahan.

Lalu Li Ru menyela dan berkata "Tetapi ini adalah ruang pesta dan urusan negara seharusnya ditinggal diluar. Masalah ini dapat dibicarakan lagi esok."

Para rekan2x yang lainnya juga menyakinkan Ding Yuan untuk segera pergi, setelah mereka semua pergi Dong Zhuo berkata "Apakah yang kukatakan adalah adil dan masuk akal ?"

"Kau salah, Tuan" Kada Lu Zhi. "Kaisar Tai Jia dari dinasti Shang tidaklah cemerlang. Karena itu Perdana mentri Yi Yin mengucilkannya dia istana tong untuk belajar sampai dia berubah. Kemudian hari pangeran Cheng Yin naik tahta dan dalam 27 hari masa pemerintahannya dia melakukan 3000 kesalahan. Akibat itu Wali Negara Huo Guang menyatakan bahwa Pangeran Chang Yi harus turun tahta. Kaisar kita yang sekarang masih muda dan dia belum melakukan kesalahan apa2x. Anda Tuan adalah seorang jendral perang yang berasal dari perbatasan. Anda tidak mempunyai cukup pengetahuan dan pengalaman dalam hal administrasi negara. Sehingga anda tidak memilik kredibilitas seperti Yi Yin dan Huo Guang. Seperti pepatah mengatakan "Hanya Yi Yin yang dapat menjalankan cara Yi Yin, orang lain hanya akan membawa kematian bagi dirinya."

Dong Zhuo marah dan hampir membunuh Lu Zhi, Tetapi dua pejabat lainnya langsung mencegahnya.

"Menteri Lu Zhi dihormati semua orang, jika dia mati maka akan menimbulkan gejolak." kata pejabat kerjaan Cai Yong dan Peng Bo.

Dong Zhuo kemudian memasukan pedangnya kembali.

Kemudian berkatalah Wang Yun "Sebuah pertanyaan besar seperti apakah pengantian kaisar tidaklah pantas diutarakan dipertemuan minum arak seperti ini, marilah kita simpan pertanyaan itu untuk lain kali."

Maka keluarlah semua tamu2xnya. Dong Zhuo berdiri didepang gerbang memandangi sisa tamunya pergi, Dong Zhuo memperhatikan ada seorang yang memegang tombak dan sangat gagah. Dia bertanya pada Li Ru siapakah dia.

"Itu adalah Lu BU, anak angakt Ding Yuan. Kamu harus berhati-hati bila bertemu dia tuanku."

Keesokan harinya Dong Zhuo menerima laporan kalau Ding Yuan telah keluar dari kota dengan tentara kecil dan menantangnya. Kemudian kedua pasukan saling berhadapan dengan formasi barisan yang rapih.

Lu Bu berada dibarisan paling depan. Dia menggunakan jubah yang dihiasi dengan sulaman bunga, rambutnya disisir lurus kebelakgan dan dia menggunakan pelindung badan dari baja. Mengelilingi pinggangnya adalah ikat pinggang sutra dengan hiasan batu giok dan dia membawa tombak yang memiliki pisau bulang sabit di kedua ujungnya.

Ding Yuan kemudian maju ke depan.

"Menderita negara ini ketika dikuasai oleh para kasim. Sekarang kau berani berkata mengenai menurunkan kaisar yang bertahta dan menaikan yang lain. Ini adalah keinginan untuk memberontak."

Dong Zhuo tidak dapat berkata apa2x dan Lu BU yang sudah sangat ingin bertarung, langsung berkuda menuju dong Zhuo. Dong Zhuo mundur dan tentara Ding Yuan mengejarnya. Tentara dong Zhuo berkemah 10 km jauhnya dari kota. Disini Dong Zhuo berdiskusi dengan para bawahannya.

"Lu Bu ini sangat hebat" kata Dong Zhuo "Kalau saja dia berada dipihakku. Aku dapat menguasai seluruh dunia."

Lalu majulah seseorang dan berkata "Tenganlah tuanku, Aku adalah orang seDesa dengannya dan sangat mengenalnya dengan baik. Dia sangat kuat dan hebat tetapi tidak terlalu pintar, dia akan meninggalkan prinsipnya apabila dia melihat sesuatu yang menguntungkan didepan sana. Dengan Lidahku ini aku akan dapat mengajaknya untuk bergabung bersama kita."

Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan dia melihat siapakah yang berbicara itu. Dia adalah Li Su, Jendral pasukan macan kekaisaran.

"Apakah yang akan kau gunakan untuk menariknya ?" tanya Dong Zhuo.

"Tuan mempunyai sebuah kuda indah, Si Rambut Merah. Salah satu yang terbaik yang pernah ada. Aku harus mendapatkan ini dan juga emas serta permata untuk memenangkan hatinya. Lalu aku akan pergi dan mempengaruhinya. Dia pasti akan meninggalkan Ding Yuan dan mengikuti engkau tuanku."

"Apa menurut pendapatmu ?" Tanya Dong Zhuo pada Li Ru.

"Orang tidak dapat mempermasalahkan seekor kuda untuk memenangkan kekaisaran" jawabnya.

Lalu Dong Zhue memberikan kuda itu pada Li Su dan juga 1000 ons emas, 10 ikat mutiara, ikat pinggang bertahtakan berlian dan benda2x berharga lainnya.

Ketika Li Su Sampai di kemah Ding Yuan, Li Su meminta penjaga memberitahukan pada Lu BU bahwa kawan lamanya datang berkunjung.

Kemudai Li Su dipersilahkan masuk.

"Saudaraku, bagaimana keadaanmu sejak terakhir kita bertemu ?" salam Li Su sambil membungkuk.

"Berapa lama sejak kita berjumpa terakhir kalinya ?" jawab Lu BU, " Dan dimanakah kau sekarang berada ?"

"Aku adalah jendral di pasukan macan kerajaan. Ketika aku mendengar bahwa kau adalah pendukung kerajaan, aku langsung merasa senang. Aku datang untuk menghadiahkanmu sebuah kuda bagus, ini sangat cocok dengan dirimu."

Lu Bu meminta pengawalnya untuk membawa kuda itu. Kuda itu berwarna merah seperti warna matahari senja. Panjangnya 100 inci(2,54 meter) dan tingginya 80 inchi (2 meter). Kuda yang sangat istimewa.

Lu Bu sangat menyukai kudai ini, "Apa yang harus kuberikan untuk mendapatkan kuda ini ?"

"Apa yang kuharapkan ? aku menemuimu karena perasaan yang kuanggap benar" balas Li Su.

Arak dibawakan untuk mereka dan mereka mabuk bersama.

"Kita jarang bertemu, tetap aku kerap bertemu dengan ayahmu itu" kata Li Su.

"Kau Mabuk" kata Lu BU. "Ayahku Telah meninggal bertahun yang lalu"

"Bukan,bukan yang itu. Aku berbicara mengenai Ding Yuan, pria yang waktu itu."

Lu Bu menjawab "Ya, aku bersama dia, tetapi hanya karena aku tidak dapat melakukan yang lain."

"Kau memiliki talenta lebih dari langit. Siapa didunia ini yang tidak gentar mendengar namamu ? ketenaran, kekayaan adalah milikmu untuk kau raih dan kau berkata bahwa kau tidak bisa lebih baik daripda menjadi seorang bawahan ?"

"Jika aku dapat menemukan Tuan untuk ku layani" Kata Lu BU.

"Burung yang pintar akan memilih ranting yang kuat untuk bertengger. Pelayan yang bijak akan memilih tuan untuk dilayani. Ambilah kesempatan itu ketika hal itu tiba, penyesalan akan datang terlambat jika kau tidak bertindak."

Sekarang kau berada dipemerintahan, siapakah yang kau kira paling pemberani diantara semuanya ?" tanya Lu BU.

"Aku membenci semuanya kecuali Dong Zhuo. Dia adalah orang yg memiliki hormat dan seorang terpelajar. Dia tahu bagaimana memberikan imbalan dan hukuman. Pasti dia adalah orang yang ditakdirkan menjadi orang hebat."

Lu Bu berkata "Aku berharap dapat melayaninya, tetapi tidak ada jalan rasanya."

Kemudian Li Su mengeluarkan semua barang bawaanya berupa permata dan emas serta ikat pinggang sutra. Semuanya diletakan dihadapan Lu BU.

"Apakah artinya ini semua ?" Kata Lu Bu.

"Suruh pergi dahulu semua pengawal" pinta Li Su. Dan setelah mereka pergi dia melanjutkan "Dong Zhuo telah lama menghormatimu untuk keberanianmu dan dia mengirimkan ini semua melalui tanganku. Kuda itu juga berasal darinya."

"Tetapi kalau dia menyukaiku, apakah yang dapat kulakukan untuk membalasnya ?"

Li Su berkata "Jika orang bodoh macam aku dapat menjadi Jendral pasukan macan di kekaisaran, entah apa yang bisa dicapai oleh orang sepertimu."

"Maafkan aku, aku tidak dapat menawarkan dia jasa apapun yang dapat kulakukan."

Li Su berkata "Ada satu jasa yang dapat kau lakukan dan sangat mudah. Tapi mungkin kau tidak bersedia melakukannya."

Lu Bu terdiam cukup lama, kemudia dia berkata "Aku dapat membunuh Ding Yuan dan membawa pasukannya ke sisi Dong Zhuo, apa pendapatmu ?"

"Kalau kamu mau melakukan itu, maka tidak ada jasa yang lebih besar lagi. Tetapi hal seperti itu harus cepat dilakukan."

Dan Lu bu berjanji kepada kawannya itu bahwa dia akan melakukan hal itu dan setelahnya akan menemui Dong Zhuo.

Lalu Li Su berpamitan. Malam itu Lu Bu masuk ketenda Ding Yuan dengan membawa pedang. Dia melihat Ding Yuan sedang membaca buku.

Melihat siapa yang masuk Ding Yuan berkata "Anakku, ada masalah apa ?"

"Aku adalah pahlawan pemberani" kata Lu Bu."Jangan pikir aku rela menjadi anakmu!"

"Apa maksudmua Lu BU?"

Sebagai jawaban Lu Bu menebas kepala Ding Yuan yang langsung jatuh Ke lantai.

Kemudian Lu BU memanggil bawahannya dan berkata "Dia adalah orang yang tidak adil dan aku telah memenggalnya, biarlah mereka yang ingin ikut aku tetap disin dan yang tidak silakan pergi."

kebanyakn dari mereka pergi. Keesokan harinya dengan membawa kepala Ding Yuan Lu Bu pergi menghadap Li Su yang mengantarkannya menemui Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung memberikan sambutan yang hangat dan menawarkan arak padanya.

"Kedatanganmu adalah seperti air yang jatuh menbasahi rumput yang kering." kata Dong Zhuo.

Lu Bu langsung bersujud pada Dong Zhuo dan memohon untuk menjadi anak angkatnya.

Dong Zhuo memberikan Lu Bu baju Zirah yang terbuat dari emas dan jubah sutra dan mengadakan pesta untuknya.

Setelah itu kekuasaan Dong Zhuo meningkat dengan cepat. Dia menganugerahkan gelar Penguasa daerah Hu dan jabatan jendral pasukan kiri kepada adiknya Dong Min. Dia mengangkat Lu Bu sebagai penguasa LuoYang dan Jendral besar penjaga ibu kota dan juga jendral besar penguasa pasukan berkuda kekaisaran. Dong Zhuo mengangkat dirinya sendiri sebagai Menteri Pekerjaan, Panglima Besar dan Jendral besar pasukan pelindung kekaisaran.

Penasihatnya Li Ru tidak pernah berhenti untuk memaksanya segera menjalankan rencana manganti kaisar.

sekarang Dong Zhuo yang sudah berkuasa penuh mengadakan perjamuan pesta di ibukota dimana semua pejabat harus hadir. Dia juga memerintahkan Lu Bu untuk membawa tentara di kiri dan kanan tempat pesta berlangsung dan bersiap2x untuk bertindak.

Kemudian ditengah pesta Dong Zhuo berkata "Dia yang ada ditahta saat ini adalah kaisar yang lemah dan tidak cocok untuk menjalankan pemerintahan. Oleh sebab itu aku seperti Yi Yin dan Huo Guang, akan menurunkan dan mengganti kaisar yang berkuasa. Dan semua yang tidak setuju denganku akan mati."

Ketakuan melanda seluruh orang yang ada disana, mereka semua terdiam kecuali Yuan Shao yang berkata "Kaisar tidak bersalah atas dasar apapun, and menyingkirkannya atas permintaan seorang biasa adalah sebuah pemberontakan !"

"Kekaisaran berada ditanganku !" teriak Dong Zhuo. "Ketika aku memilih untuk melakukan sesuatu, siapa yang berani berkata tidak? apakah menurutmu pedangku tidak memiliki sisi yang tajam."

"Jika pedangmu Tajam, maka pedangku tidak pernah tumpul!" kata Yuan Shao sambil mengeluarkan pendangya dari sarungnya.

Kedua pria itu saling berhadap-hadapan didepan seluruh orang.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 4


Dong Zhuo pada saat ini telah bersiap-siap untuk menebaskan pedangnya pada Yuan Shao, tetapi Li Ru mencegahnya dan berkata, "Kau tidak boleh membunuh dia sembarangan terutama dalam masalah sebesar ini."

Yuan Shao dengan pedang masih ditangannya langsung meninggalkan ruangan. Dia mengantungkan Simbol penugasannya di gerbang timur, dia pergi menuju JiZhou.

Dong Zhuo berkata kepada Pelindung Kekaisaran Yuan Wei, "Keponakanmu telah bertindak diluar batas, tetapi aku memaafkannya karena memandangmu, menurutmu bagaimana rencanaku mengenai mengganti kaisar ?"

"Apa yang kau pikirkan adalah apa yang paling benar" Jawabnya.

"Kalau ada siapapun juga yang menentang rencana besar ini, dia akan langsung dihukum dengan hukum militer!" Hardik Dong Zhuo kepada seluruh tamunya.

Para mentri walaupun merasa kesal tetapi menunjukan kepatuhannya dan perjamuan itu akhirnya berakhir.

Dong Zhuo bertanya pada penasehat kekaisaran Zhou Bi dan Komandan pasukan Wu Qiong apa pendapat mereka tentang Yuan Shao yang melawan.

Zhou Bi berkata, "Dia meninggalkan pesta dalam keadaan yang sangat marah. Dalam hal ini tampaknya dia akan membawa masalah dikemudian hari. Kita tidak boleh melupakan bahwa Keluarga Yuan telah selama 4 generasi memiliki kedudukan dan pengaruh dalam kekaisaran, mereka mempunyai bawahan dan pendukung dimana-mana. Kalau Dia sampai mengumpulkan mereka semua dan menyatukannya, bahkan seluruh gunung shandongpun akan hilang. Lebih baik Tuan memaafkan Yuan Shao dan memberikannya jabatan. Dia akan merasa senang dan tidak akan membuat masalah."

Wu Qiong berkata,"Yuan Shao sangat pandai membuat rencana, tetapi dia kurang dapat mengambil keputusan dan karena hal itu maka dia tidak perlu ditakuti. Tapi akan lebih baik untuk memberinya kedudukan dan hal itu dapat membuat Tuan dihormati sebagai orang yang berbesar hati dan pemurah."

Dong Zhuo mengikuti saran ini, dan dalam beberapa hari dia mengirim utusan ke Yuan Shao untuk mengangkatnya menjadi gubernur di BoHai.

Pada hari 1 dalam bulan ke 9, kaisar diundang kedalam AULA KEBIJAKAN dimana seluruh pegawai kerajaan dan pejabat tinggi baik sipil maupun militer berkumpul.

Lalu Dong Zhuo dengan pedang ditangan, menghadap kepara menteri dan pejabat yang berbaris dan berkata "Kaisar saat ini adalah pemimpin yang lemah, tidak cocok untuk memimpin negara dan mengatur pemerintahan. Sekarang dengarlah kalian semua atas titah ini!"

dan Li Ru membacakan :

"KAISAR LING YANG SANGAT BERJASA ITU TERLALU CEPAT MENINGGALKAN KITA SEMUA. KAISAR ADALAH JUNJUNGAN SELURUH RAKYAT DINEGERI INI. KAISAR YANG SEKARANG, KAISAR BIAN HANYA DIBERIKAN LANGIT KEMAMPUAN YANG KECIL: DALAM PENGATURAN DIA TIDAK EFISIEN, DAN DALAM KESEDIHANNYA DIA TIDAK DAPAT TEGAR. HANYA ORANG YANG DENGAN KEBIJAKAN DAN KEBIJAKSANAAN YANG BESAR DAPAT MENJADI KAISAR. PERMAISURI HE TELAH GAGAL MENDIDIKNYA MENJADI KAISAR DAN SELURUH ADMINISTRASI KEKAISARAN TELAH JATUH DALAM KEKACAUAN. IBU SURI DONG TELAH WAFAT TIBA-TIBA DAN TIDAK ADA YANG TAHU KENAPA. DOKTRI 3 KETERIKATAN--- LANGIT,BUMI DAN MANUSIA-- DAN KELANGSUNGAN DARI LANGIT DAN BUMI TELAH TERLUKA."

"TETAPI LIU XIAN, PANGERAN DARI CHENLIU, ADALAH SEORANG YANG BIJAK DAN BERANI. SELAIN KETAMPANANNYA, DIA DAPAT MENEMPATKAN SESUATU SECARA SEHARUSNYA. KESEDIHANNYA DIJALANINYA DENGAN TEGAR, DAN KATA2XNYA SELALU BENAR. SEMANGATNYA MEMUHI SELURUH KEKAISARAN. DIA SANGAT PANTAS UNTUK MENGEMBAN TUGAS BESAR MENYATUKAN SELURUH DINASTI HAN."

"KARENA ITU SEKARANG, KAISAR DITURUNKAN DAN DIBERIKAN GELAR PANGERAN DARI HONGNONG, DAN PERMAISURI HE DIBERHENTIKAN DARI STATUSNYA."

"SAYA BERHARAP PANGERAN DARI CHENLIU MAU MENERIMA TAHTA INI SESUAI DENGAN MANDAT LANGIT DAN BUMI, SESUAI DENGAN KEINGINAN RAKYAT DAN DAPAT MEMENUHI SELURUH UMAT MANUSIA."

Setelah dekrit ini selesai dibacakan, Dong Zhuo memerintahkan para pejabat mengantar kaisar turun dari tahtanya, mengambil tanda kekaisarannya dan memaksanya sujud menyembah arah utara, menandakan dia bersedia untuk tunduk sebagai pelayan dari kaisar yang baru. Dan juga Dong Zhuo memrintahkan Permaisuri He menanggalkan seluruh pakaian kebesarannya dan menunggu titah kekaisaran selanjutnya. Kedua ibu dan anak itu menangis dan seluruh pejabat yang menyaksikan ini juga merasa sangat sedih.

Salah satu menteri langsung maju kedepan dan berteriak sambil menangis "Penghinaan ini adalah ulah Dong Zhuo yang ingin menguasai kekaisaran, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk menghapus penghinaan ini."

Dan dia langsung menerjang kearah Dong Zhuo dengan bersejatakan tongkat gading lambang dari jabatannya.

Dia adalah kepala sekertariat kekaisaran Ding Guan. Dong Zhuo langsung memerintahkan penjaga menangkap Ding Guan dan langsung dipenggal di tempat. Sebelum kematiannya, Ding Guan tetap menghina dan mengatai Dong Zhuo, dia tidak takut pada kematian. Ding Guan pun akhirnya dipenggal, Kepalanya ditaruh didepan istana sebagai peringatan pada pejabat lainnya bagi yang berani melawan hukumannya adalah mati.

Lalu setelah kejadian itu, Pangeran Liu Xian dibawa naik menuju singasana naga untuk menerima penobatannya sebagai kaisar. Setelah semua upacara selesai, Kaisar sebelumnya--Pangeran Bian, ibunya dan selir2x istana lainnya dikucilkan dari istana utama dan dibawa ke istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Setiap gerbang istana itu dikunci dan dijaga oleh pasukan.

Sangat menyedihkan! kaisar muda itu, yang baru memerintah kurang dari 1/2 tahun harus diturunkan dan dikucilkan. Kaisar yang baru Liu Xian adalah anak ke 2 dari kaisar Ling. Dia berumur 10 tahun ketika itu, beberapa tahun lebih muda dari kakaknya yang diturunkan dari tahta. Para ahli istana menamakan tahun itu adalah tahun pertama dari "AWAL KEDAMAIAN" (CHU PING) (Note:Sekitar tahun 190 M).

Dong Zhuo mengangkat dirinya menjadi Perdana mentri dan mentri utama serta panglima seluruh angkatan perang kerajaan yang berjumlah 1.000.000 pasukan. Dia menjadi sangat sombong dan sangat berkuasa. Ketika dia Menemui kaisar dia tidak pernah menunduk dan menyebut namanya. Dia berani masuk keruangan kaisar dengan membawa pedang dan jalan tergesa-gesa.

Penasehatnya Li Ru menyarankan pada Dong Zhuo untuk selalu memperkerjakan orang yang mampu dan ini akan memberinya nilai lebih dimata publik. Karena itu Dong Zhuo mengembalikan banyak jabatan dan posisi kepada orang2x yang dahulu pernah disingkirkan oleh para kasim. Untuk yang telah meninggal dia memberikan jabatan dan posisi kepada penerusnya. Ketika Dong Zhuo diberitahu ada seseorang bernama Cai Yong yang berbakat, Dong Zhuo memerintahkan untuk menjemput Cai Yong. Tetapi Cai Yong tidak mau ikut. Dong Zhuo memerintahkan kalau dia tidak mau datang maka dia dan seluruh keluarganya akan dihukum mati. Lalu akhirnya Cai Yong pun ikut. Dong Zhuo sangat puas dengan kemampuan Cai Yong dan mempromosikannya 3 kali dalam 9 bulan. Ini adalah semua kemurahan hatinya selama menjadi perdana mentri.

Sementara itu, Kaisar terdahulu--pangeran bian dan ibunya sedang berseding di istanya "KESUNYIAN SELAMANYA" dan mengetahui bahwa persedian sehari-hari mereka sudah mulai habis. Pangeran Bian sangat bersedih dan menulis sebuah puisi.

Dong Zhuo yang terus memata-matai gerak-gerik mereka, suatu hari mendapatkan laporan mengenai puisi yang dibuat oleh pangeran.

"Jadi dia membuat puisi untuk menunjukan ketidak senangannya! sebuah alasan bagus untuk menghukum mati mereka semua atas dasar ingin memberontak" kata Dong Zhuo.

Li Ru dikirim dengan 10 orang pengawal menuju istana "KESUNYIAN SELAMANYA". Ketika Li Ru tiba, Pangeran, ibunya dan pelayannya sedang berada di ruangan atas.

Lalu Li Ru masuk dan mewarkan cankir berisi arak beracun kepada pangeran bian. Pangeran bertanya apa maksudnya semua ini

"Musim Semi adalah musim yang menyatukan keindahan halam menjadi satu harmoni, perdana mentri mengirimkan secangkir arak panjang umur" kata Li Ru.

"Kalau itu adalah arak Panjang Umur, kamu boleh meminumnya terlebih dahulu" kata permaisuri he.

Lalu Li Ru langsung membentak.

"Apakah kau tidak akan meminumnya ?" tanya dia.

Dia memanggil pengawalnya dengan tali dan pisau dan menunjukannya pada pangeran bian.

"Cangkir itu atau ini ?" tanya Li Ru.

Lalu berkata pelayan pangeran " Biarkan pelayanmu ini yang meminumnya dan mengantikan tempat pangeran, tetapi biarkanlah ibu dan anaknya ini, aku mohon."

"Dan siapakah kau pikir dirimu mati untuk mengantikan seorang pangeran?" kata Li Ru.

Dan Dia menawarkan satu cangkir juga pada permaisuri dan memerintahkannya untuk meminumnya.

Lalu Li Ru mendekati Pangeran Bian dan menawarkan cangkir arak itu.

"Biarkan aku mengucapkan salam perpisahan pada ibuku" minta pangeran dan dia berkata seperti ini.

"LANGIT DAN BUMI TELAH BERUBAH,
MATAHARI DAN BULAN TELAH MENINGALKAN TEMPATNYA,
AKU YANG SUATU KALI PERNAH MENJADI PUSAT DARI SELURUH MATA,
TELAH DIGIRING MENUJU KEGELAPAN TERJAUH,
DITEKAN OLEH SEORANG MENTRI JAHAT, HIDUPKU AKAN SEGERA BERAKHIR,SEMUANYA TELAH MENGECEWAKAN AKU AND KESEDIHAN MEMBUAT AIR MATAKU MENGALIR TURUN"

Pelayan kaisarpun berkata :

"LANGIT PASTI TELAH RUNTUH DAN BUMI TELAH HANCUR,
AKU PELAYAN KAISAR, TIDAK AKAN BERSEDIH MENGIKUTI KAISARKU.
KAMI TELAH SAMPAI DI AKHIR PERJALANAN DAN HARUS BERPISAH;
AKU DITINGGAL SENDIRIAN DENGAN KESEDIHAN DIHATIKU INI"

Ketiganya langsung berangkulan dan menangis.

"Perdana menteri menunggu laporanku" Kata Li Ru "Dan kau terlalu lama menunda tugasku ini. apakah kau pikir ada yang akan datang menyelamatkanmu?"

Permaisuri berkata "Pemberontak memaksa kami untuk mati, ibu dan anak dan langit telah meninggalkan kami berdua. Tetapi kau, alat dari kejahatan, pasti akan musnah dgn menderita nanti !"

Karena itu Li Ru semakin marah, dia menarik permaisuri dan melemparkannya keluar jendela. Lalu dia meminta pelayannya menjerat leher pelayannya dengan tali dan memaksa pangeran meminum racun.

Li Ru melaporkan hasil ini pada tuannya yang memrintahkan mereka untuk mengubur korbannya diluar kota. Setelah ini Dong Zhuo bertindak lebih diktator dari sebelumnya. Dia menghabiskan malam hari diistana, bercinta dengan selir2x kekaisaran bahkan tidur di singasana naga.

Suatu ketika dia memimpin pasukan keluar kota pergi ke Yang Cheng. Ketika itu penduduk desa, pria dan wanita, sedang berkumpul dari berbagai daerah untuk merayakan perayaan datangnya musim semi. Pasukannya mengepung tempat itu dan mejarahnya. Mereka mengambil apa saja yang berharga dan mengambil wanita2x serta membawa 1000 lebih kepala manusia. Lalu ketika kembali ke Luo Yang dia menceritakan bahwa dia habis berhasil melawan tentara pemberontak dan mendapatkan kemenangan. Dia membakar kepala2x itu dibawah tembok kota serta membagikan wanita dan hasil rampasan kepada para tentara.

Seorang jendral bernama Wu Fu sangat jijik dan benci kepada tindakan Dong Zhuo ini dan berencana untuk membunuh Dong Zhuo. Wu Fu selalu menggunakan pelindung badan yang terbuat dari besi didalam baju tugasnya dan selalu menyembunyikan pisau tajam didalam bajunya. Suatu hari ketika Dong Zhuo mengadakan rapat, Wu Fu menemui dia dan berusaha menusuknya. Tetapi Dong Zhuo sangat kuat dan berhasil menghalangi Wu Fu sampai Lu Bu datang membantu.

"Siapa yang menyuruhmu memberontak ?" kata Dong Zhuo.

Wu Fu memandanginya dan berteriak "Kau bukanlah Tuanku dan aku bukanlah pelayanmu. Apa yang kau sebut dengan memberontak? Kejahatanmu memenuhi langit dan setiap orang mau membunuhmu. Aku bersedih tidak dapat menyeretmu dengan kereta kuda untuk menenangkan murka dunia!"

Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk membawanya dan memotongnya kecil2x. Wu Fu hanya berhenti menghina Dong Zhuo ketika dia berhenti bernafas.

Setelah itu kemanapun Dong Zhuo pergi selalu dijaga ketat oleh barisan pengawalnya.

Di BoHai, Yuan Shao yang mendengar kesewenangan Dong Zhuo dan dia mengirimkan surat rahasia kepada menteri dalam negeri WANG YUN:

"Pemberontak itu Dong Zhuo telah membuat marah langit dan bumi. Orang tidak berani berkata tentang dirinya. Ini dapat dimengerti. Walaupun begitu kau harus bertindak sesuatu untuk menghilangkan penderitaan ini. Bagaimana kau dapat disebut setia dan menjalankan tugas apabila kau tidak melakukan apapun ? aku telah mengumpulkan tentara dan berkeinginan untuk membersihkan kekaisaran dari para pemberontak. Tetapi aku tdk berani menjalankan ini sendirian Jika Tuan mau, maka carilah rencana untuk menyingkirkan orang ini. Jika Tuan membutuhkan tentara maka aku siap menerima perintah."

Wang Yun terus berpikir dan tidak melihat ada peluang untuk menyingkirkan Dong Zhuo.

Suatu hari Wang Yun menggundang teman2xnya untuk merayakan pesta ulang tahun dikediamannya.

Malam itu meja pun disiapkan didalam ruangan dan teman2xnya berkumpul disana. Ketika arak telah disajikan selama beberapa kali, tuan rumah tiba-tiba menangis.

Tamu2xnya terkejut dan bertanya

"Tuan, ini adalah hari ulang tahunmu, mengapa kau menangis ?" kata mereka.

"Ini bukanlah hari ulang tahunku" jawab Wang Yun. "Tetapi aku menginginkan kalian semua berkumpul dan aku takut pada Dong Zhuo mencurigaiku, jadi aku menggunakan alasan ini. Orang ini telah menghina kaisar dan dia hanya melakukan apa yang dia mau dan menyebabkan kekaisaran dalam kekacauan. Aku memikirkan ketika nenek moyang kaisar kita menghancurkan Qin an Chu dan mendirikan dinasti han. Siapa sangka bahwa hari ini Dong Zhuo lah yang menjadi "kaisar" di negeri ini, karena hal inilah aku menangis."

Dan mereka semua akhirnya ikut menangis bersama dengan dia.

Diantara mereka yang duduk hanya Cao-cao yang tidak ikut menangis tetapi bertepuk tangan dan tertawa.

"Jika semua pejabat pemerintah menangis dari pagi sampai malam dan dari malam hingga pagi lagi, apakah itu dapat menyingkirkan Dong Zhuo ?" Kata Cao-Cao.

Wang Yun lalu marah padanya.

"Leluhurmu juga menikmati kemurahan hati dinasti Han, apakah kau tidak mempunyai rasa balas budi? kamu masih dapat tertawa?"

"Aku tertawa karena kalian hanya dapat berbicara saja dan tidak melakukan apa2x. Aku mungkin bodoh dan tidak dapat berbuat apa2x, tetapi aku akan memenggal kepalanya dan menggantungnya digerbang kota sebagai tanda persembahan pada seluruh negeri ini."

Wang Yun berdiri dari duduknya dan mendekati Cao-Cao.

"Aku telah tunduk pada Dong Zhuo hanya karena menunggu kesempatan untuk menghancurkannya. Sekarang ketika dia sudah mulai mempercayaiku dan terkadang aku dapat mendekatinya. Kamu mempunyai pedang dengan 7 permata indah, aku ingin meminjamnya dan aku akan pergi keistananya dan membunuhnya, aku tdk perduli jika aku mati karena itu."

"Sebuah keberuntungan bagi dunia bila itu dapat terlaksana!" kata wang yun.

Wang Yun lalu menuangkan arak kedalam cangkir Cao-Cao yang langsung dihabiskan dan bersumpah akan melaksanakan tugasnya. Setelah Cao-Cao mendapatkan pedang itu, Cao-Cao meninggalkan pertermuan itu.

Keesokan harinya Cao-Cao dengan pedangnya itu datang ke istana perdana menteri.

"Dimanakah Perdana Menteri ?" tanya Cao-Cao.

"Didalam Ruang Tamu" kata pelayan istana.

Jadi Cao-Cao pergi kedalam dan menemukan Dong Zhuo sedang duduk dikursi dan Lu Bu berada disisinya.

"Kenapa terlamabt Cao-Cao ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kudaku sedang tidak sehat dan lambat" Jawab Cao-Cao.

"Beberapa kuda bagus baru datang dari barat, Kau pergi dan pilihlah satu untuk Cao-Cao." kata Dong Zhuo kepada Lu Bu.

Dan Lu Bu pun pergi.

"Pengkhianat ini akan menemui ajalnya" Pikir Cao-Cao. Dia dapat saja langsung menusuknya, tapi Cao-Cao tahu bahwa Dong Zhuo sangat kuat dan dia takut untuk bertindak sekarang. Dia ingin memastikan sebelum bertindak.

Sekarang Dong Zhuo telah lelah duduk sehingga dia merebahkan badannya dalam posisi tidur dan kepalanya menghadap kedalam.

"Inilah saatnya" Cao-Cao dalam hati berkata, dia memegang pedangnya.

Tetapi ketiak Cao-Cao baru saja mengeluarkan pedangnya, Dong Zhuo secara tidak sengaja melihat bayangan Cao-Cao memegang pedang di cermin.

"Apa Yang kau lakukan Cao-Cao ?" kata Dong Zhuo yang tiba-tiba berbalik. Dan pada saat yang sama Lu Bu datang membawa Kuda.

Cao-Cao yang panik langsung berlutut dan berkata "Aku mempunyai sebuah pedang yang berharga dan aku ingin mempersembahkannya padamu."

Dong Zhuo mengambilnya dan dia melihat ini adalah pedang yang sangat bagus. Pedang ini dihiasi 7 permata indah dan sangat tajam. Dong Zhuo menyerahkan sarungnya pada Lu BU.

Mereka berdua keluar untuk melihat kudanya. Cao-Cao lalu berterima kasih dan dia bilang ingin mencoba kudanya. Lalu Dong Zhuo memerintahkan pengawal untuk mempersiapkan kuda Cao-Cao. Cao-Cao membawa kuda itu keluar dan dia langsung naik keatas pelana lalu langsung memacu kudanya cepat2x , dia pergi kearah timur.

Lu Bu berkata "Ketika aku datang, sepertinya orang itu ingin menusukmu, hanya karena tiba-tiba dia panik maka dia seperti mau menyerahkan pedang ini pada mu."

"Aku juga berpikir begitu!" kata Dong Zhuo.

Pada saat itu Li Ru juga baru tiba dan mereka menceritakan itu padanya.

"Cao-Cao tidak mempunyai keluarga diibu kota ini, dia tinggal sendiri dan tidak terlalu jauh dari sini. Kirim utusan untuk mengundangnya, jika dia datang maka pedang itu adalah hadiah, jika dia membuat alasan maka dia mempunyai rencana buruk dan kita dapat menangkapnya"

Mereka mengirimkan 4 pasukan untuk mencari Cao-Cao.

Mereka kembali dan melaporkan bahwa Cao-Cao tidak kembali kekediamannya, tetapi dengan berkuda keluar dari gerbang timur. Komandan gerbang bertanya padanya dan Cao-Cao menjawab ada pesan penting dari perdana menteri dan dia mengendarai kudanya dengan kecepatan tinggi.

"Tidak ada keragu-raguan lagi, dia pasti berusaha membunuh anda tadi." kata Li Ru.

"Dan aku mempercayainya sangat!" kata Dong Zhuo dengan marah.

"Ini pasti ada konspirasi. Ketika kita menangkapnya kita akan mengetahui tentang hal itu" Kata Li Ru.

Wajah Cao-Cao langsung menghiasi seluruh bagian kerajaan sebagai buronan. Hadiah uang diberikan bagi yang dapat memberikan informasi mengenai dirinya dan gelar kebangsawanan akan diberikan apabila dapat menangkapnya. Oranng yg memberinya tempat tinggal akan dianggap bersalah dan dapat dihukum mati.

Cao-Cao berkuda secepatnya kedaerah Qiao, tempat kelahirannya. Didalam perjalanan ke Zhongmou, dia dikenali oleh petugas penjaga gerbang dan ditahan. Mereka membawanya ke pengadilan. Cao-Cao menyatakan dirinya adalah seorang pedagang dan bernama Huang Fu. Kepala pengadilan mengamati wajahnya dan berpikir.

"Ketika aku ada di ibukota dan sedagn mencari perkerjaan, aku pernah melihat Cao-Cao dan itu adalah kau. Mengapa kau mencoba menyembunyikan identitasmu ?"

Kepala pengadilan itu memerintahkan Cao-Cao dipenjara sampai keesokan harinya ketika dia dapat membawa Cao-Cao ke ibukota dan menerima hadiahnya. Dia jg memberi pasukannya arak dan makanan sebagai hadiah.

Sekitar tengah malam kepala pengadilan itu mengirimkan seorang yang dipercayainya untuk membawa tawanan itu kedalam ruang pribadinya untuk ditanyai.

"Mereka bilang perdana mentri melakukan engkau dengam baik, kenapa kau berusaha membunuhnya ?" tanya kepala pengadilan itu.

"Bagaimana burung dapat mengerti cara terbang seekor naga ? aku adalah tawananmu dan akan dikirim ke ibu kota, kenapa banyak bertanaya ?"

kepala pengadilan lalu memerintahkan pengawalnya pergi dan kembali berbicara " Jgn kau membenciku, Aku bukanlah orang yg dapat dibeli, aku hanya belum menemukan tuan yang layak kulayani."

kata Cao-Cao. "Leluhurku telah menikmati kemurahan hati dinasti Han dan apakah aku akan berbeda dari binatang dan burung jika aku tidak mempunyai keinginan membalas budi baik kekaisaran padaku ? aku telah tunduk pada Dong Zhuo dengan alasan untuk mencari kesempatan bagiku untuk menghancurkannya dan menghilangkan bencana dari negeri ini. Aku telah gagal kali ini dan ini adalah kehendak langit."

"Dan kemanakah kau akan pergi ?"

"Menuju desaku, Disana aku akan mengumpulkan orang2x pemberani dan akan kugunakan untuk menghancurkan Dong Zhuo. Ini adalah keinginanku."

Lalu kepala pengadilan itu melepaskan ikatan Cao-Cao, dan menuntunya kekursi yang tinggi dan menunduk " Aku bernama Chen Gong. Ibuku yang sudah tua dan keluargaku ada dia sebuah desa di timur Dong Jun. Aku sangat terkesan dengan kesetiaanmu dan keberanianmu dan aku akan meninggalkan jabatanku dan mengikutimu."

Cao-Cao sangat senang mendengar hal ini, Chen Gong langsung mengumpulkan sejumlah uang untuk biaya perjalanan dan memberi Cao-Cao pakaian lain dan mereka berdua mengambil pedang dan berkuda menuju Qiao.

3 hari kemudian ketika senja hari Cao-Cao mencapai ChengGao. Cao-Cao menunjuk kesebuah rumah didalam hutan dan berkata "Disana tinggal seorang pamanku Lu BoShe, seorang saudara angkat ayahku. Kita akan bertanya padanya mengenai keadaan keluargaku dan kita dapat menginap disana untuk semalam?"

"Bagus sekali" kata Chen Gong dan mereka berdua turun dari kuda dan masuk kedalam rumah itu.

Lu Boshe menyambut mereka dan berkata pada Cao-Cao, "Aku dengar kekaisaran telah mengeluarkan perintah untuk segera menangkapmu. Ayahmu telah pergi ke ChenLiu untuk bersembunyi. Bagaimana semua ini bisa terjadi ?"

Cao-Cao bercerita padanya dan berkata "Jika saja tidak karena orang yang ikut bersamaku ini, aku mungkin sudah dicincang sampai habis."

Lu Boshe segera memberi hormat pada Chen Gong dan berkata "Kau adalah penyelamat keluarga Cao, tenanglah dan beristirahatlah disini. Aku akan mencarikan tempat tidur untuk kalian dia gubukku yang sederhana ini."

Lu Boshe lalu berdiri dan masuk kedalam ruangan dimana dia cukup lama berada disana. Ketika dia keluar, dia berkata "Tidak ada arak yang bagus didalam rumah ini. Aku akan pergi ke desa untuk membelikan arak yang bagus."

Dan dia bergegas menunggang keledainya dan pergi. Kedua orang itu duduk cukup lama sampai tiba-tiba mereka mendengar bunyi dari belakang rumah, bunyi benda tajam sedang diasah.

Cao-Cao berkata pada Chen Gong, "Dia bukanlah paman kandungku. Aku mulai meragukan alasan kepergiannya. Mari kita dengarkan."

Lalu mereka dengan diam-diam mendengarkan suara dibelakang.

Terdengar suara orang berkata "Kita ikat dulu sebelum kita bunuh."

"Seperti dugaanku" kata Cao-Cao. "Sekarang kecuali kita menyerang duluan, kita pasti akan ditangkap."

Tiba-tiba Cao-Cao dan Chen Gong menerjang masuk dgn pedang ditangan dan membantai seluruh keluarga itu pria dan wanita semua berjumlah 8 orang.

Setelah ini mereka memeriksa rumah dan ketika mereka didapur mereka melihat seekor babi diikat dan siap untuk dibunuh.

"Kau terlalu mudah curiga" kata Chen Gong, "Kita telah membunuh orang yang tidak berdosa."

Cao-Cao dan Chen Gong dengan segera menaiki kuda mereka dan pergi. Ditengah perjalanan mereka bertemu Lu BoShe yang sedang pulang dan disamping sadelnya dia membawa 2 bejana arak. Dilengannya dia membawa buah2xan dan sayuran.

"kemana kau akan pergi tuan ?" Tanya Liu Boshe pada mereka.

"Orang yang dicari kerajaan tidak berani untuk tinggal lama disatu tempat."
jawab Cao-Cao.

"Tapi aku telah menyuruh orang rumahku untuk memotong babi, kenapa kau menolak keramahanku ini ? aku harap kau mau balik bersama ku"

Cao-Cao tidak mendengarkan, dan tetap pergi. Tetapi kemudia berbalik dan mengambil pedangnya.

"Siapa itu yang ikut dengamu ?" tanya Cao-Cao.

Lu Boshe lalu berbalik dan seketika itu juga Cao-Cao Memenggal Lu Boshe.

Chen Gong sangat ketakutan.

"Kita telah sangat salah sebelumnya" Kata Chen Gong. "Sekarang kita melakukan ini ?"

"Ketika dia sampai dirumah dan melihat keluarganya terbunuh, apakah pikirmu dia dapat menerima itu ? jika dia mengikuti kita dan melaporkan kita, maka kita pasti mati."

"Untuk membunuh sembarangan adalah sebuah kesalahan." kata Chen Gong.

"Kita harus mengalahkan Dunia atau dunia akan mengalahkan kita!" jawab Cao-Cao.

Chen Gong terdiam dan berpikir, Mereka terus berkendara sampai malam hari dan akhirnya sampai dipenginapan. Setelah memberi makan kuda mereka, Cao-Cao langsung tertidur tapi Chen Gong terus berpikir.

"Aku mengira dia adalah seorang Pria Sejati dan meninggalkan semuanya untuk mengikutinya, Tetapi dia sangat kejam seperti serigala. Jika kubiarkan dia, dia akan menimbulkan bencana nantinya," Pikir Chen Gong.

Dan Chen Gong berdiri lalu berniat untuk membunuh Cao-Cao.

"DALAM HATINYA ADA KEKEJAMAN, DIA BUKANLAH PRIA SEJATI. APAKAH DIA AKAN BERBEDA DARI MUSUHNYA DONG ZHUO."
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 5


Pada bab yang lalu diceritakan bahwa Chen Gong berniat membunuh Cao-Cao.
Tetap Chen Gong berpikir "Aku mengikutinya untuk melakukan hal yang benar. Sekarang jika aku membunuhnya aku hanya akan melakukan hal yang salah dan orang2x akan mengutukku. Lebih baik aku pergi diam-diam."

Matahari belum terbit ketika Chen Gong bangun dan langsung menaiki kudanya dan pergi kesebelah timur, menuju kampung halamannya di DongJun.

Cao-Cao terbangun ketika hari telah siang dan mencari Chen Gong tetapi tidak dapat ditemukan. pikirNya. "Chen Gong berpikir aku ini brutal karena beberapa patah kata egois yang aku gunakan dan dia telah pergi. Aku harus secepatnya pergi juga dan jgn terlalu lama tinggal disini."

Lalu Cao-Cao pergi secepatnya menuju Qiao. Ketika dia melihat ayahnya, dia menceritakan apa yang terjadi dan dia ingin menggunakan semua harta keluarga untuk membentuk tentara dengan harta itu.

"Milik kita sangat sedikit" Kata ayahnya, "Dan tidak cukup untuk melakukan apapun, tetapi ada seseorang sarjana disini, Wei Hong namanya, Yang tidak mempedulikan harta tetapi kebajikan, keluarganya sangat kaya. Dengan bantuannya kita mungkin dapat berhasil."

Sebuah perjamuan diadakan dan Wei Hong di undang.

Cao-Cao berpidato "Dinasti Han telah kehilangan pemimpinnya dan Dong Zhuo benar2x seorang tiran. Dia tidak hormat pada pangerannya dan kejam kepada rakyat. Aku ingin mengembalikan kejayaan dinasti Han, tetapi tidak mempunyai apa2x saat ini. Tuan, Aku memohon kepadamu dan kepada kesetianmu pada rakyat kekasiaran ini."

Wei Hong berkata, "Aku juga telah lama mendambakan ini tetapi sejauh ini, belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjalankan tugas tersebut. Karena kau Cao-Cao memiliki Keinginan yang mulia, aku akan menyerahkan semua hartaku agar kau dapat mencapai tujuan mulia itu.

Ini adalah sebuah kabar gembira dan segera Cao-Cao mengumpulkan pasukan. Mereka semua mendirikan sebuah kesatuan yang berisi para sukarelawan dan mendirikan sebuah spanduk putih untuk merekrut orang2x. Dispanduk itu tertulis kata2x "KESETIAAN DAN KEHORMATAN". Respon dari penduduk sangat cepat dan sukarelawan berdatangan seperti butiran air yang turun dikala hujan.

Suatu hari datang seorang bernama Yue Jin dari Yang Ping dan Li Dian dari Ju Lu. Mereka berdua diangkat sebagai staff pribadi Cao-Cao. Yang lainnya adalah Xiahou Dun dari Qiao. Dia adalah keturunan Xiahou Ying(note:bagi yang tidak tahu siapa dia. Dia adalah salah satu jendral Liu Bang yang paling hebat. Diberi gelar Marquis dari RuYin dan sering disebut Penguasa Tang.) Xiahou Dun telah dilatih sejak kecil untuk menggunakan Golok dan Gada. Ketika berumur 14 tahun dia berguru kepada seorang pendekar. Suatu hari seseorang berbicara tidak sopan mengenai gurunya itu dan Xiahou Dun membunuhnya. Karena hal ini dia harus lari dan bersembunyi untuk beberapa saat. Sekarang dia datang untuk menawarkan jasanya, ditemani sepupunya Xiahou Yuan. Mereka masing-masing membawa 1000 tentara terlatih. Sebenarnya kedua orang ini adalah saudara dari Cao-Cao karena ayah Cao-Cao sebenarnya bermarga Xiahou dan diangkat anak oleh keluarga Cao.

Beberapa Hari kemudian datanglah dua sepupu Cao-Cao yang lainnya yaitu Cao Ren dan Cao Hong, Masing-masing juga dengan 1000 tentara. Mereka berdua adalah ahli menunggang kuda dan sangat terlatih menggunakan berbagai macam senjata.

Latihan dimulai dan Wei Hong mengeluarkan hartanya untuk membeli baju, bendera,senjata serta perlengkapan militer lainnya. Dari berbagai tempat datang sumbangan dalam bentuk beras.

Ketika Yuan Shao mendengar Cao-Cao mengumpulkan pasukan, dia juga mengumpulkan pasukannya berjumlah 30.000 orang. Kemudian dia berangkat dari BoHai ke Qiao untuk bersumpah dengan Cao-Cao. Kemudian sebuah manifesto dikeluarkan.

"CAO-CAO DAN PENGIKUTNYA, DIGERAKAN OLEH RASA TANGGUNG JAWAB, MEMBUAT PROKLAMASI INI. DONG ZHUO MENGACAUKAN LANGIT DAN BUMI. DIA MENGHANCURKAN NEGARA DAN MELUKAI PANGERAN. DIA MENGOTORI ISTANA DAN MENEKAN RAKYAT. DIA KEJAM DAN BRUTAL. KESALAHANNYA TELAH MENUMPUK SETINGGI LANGIT. SEKARANG KAMI TELAH MENDAPAT PERINTAH UNTUK MEMANGGIL TENTARA DAN KAMI BERSUMPAH UNTUK MEMBERSIHKAN KEKAISARAN DAN MENGHANCURKAN ORANG JAHAT. KAMI AKAN MENCARI SUKARELAWAN DAN AKAN BERUSAHA SEBAIK KAMI UNTUK MEMPERTAHANKAN DINASTI DAN MENYELAMATKAN RAKYAT. MARI BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI OH KALIAN PARA PAHLAWAN DENGAN MEMPERSATUKAN PASUKAN KITA."

Banyak dari semua bagian kekaisaran datang menjawab panggilan ini.

GUBERNUR NANYANG----YUAN SHU.
PENGUASA DAERAH JIZHOU----HAN FU.
PENGUASA DAERAH YUZHOU---KONG ZHOU.
PENGUASA DAERAH YANZHOU---LIU DAI.
GUBERNUR HENEI-----WANG KUANG.
GUBERNUR CHENLIU----ZHANG MIAO.
GUBERNUR DONGJUN---QIAO MAO.
GUBERNUR SHANGYANG---YUAN YI.
GUBERNUR BEIHAI----KONGRONG.
GUBERNUR GUANGLING---ZHANG CHAO.
PENGUASA DAERAH XUZHOU---TAO QIAN.
GUBERNUR XILIANG----MA TENG.
GUBERNUR BEIPING----GONGSUN ZAN.
GUBERNUR SHANGDANG--- ZHANG YANG.
GUBERNUR CHANGSA---SUN JIAN.
GUBERNUR BOHAI---YUAN SHAO.
TUAN TANAH JIBEI---BAO XIN.

Semua kontingen itu bervariasi dalam ukuran dan jumlah, mulai dari 10.000 sampai dengan 30.000 pasukan. Tetapi semuanya lengkat dengan para staff baik sipil maupun militer dan jendral-jendral perang ternama. Mereka semua menuju Ibukota Luo Yang.

Gubernur BeiPing, Gongsun Zan, ketika dalam perjalanannya membawa 15.000 pasukan melewati daerah PingYuan. Ketika lewat disana dia bertemu Liu Bei dan Saudaranya membawa pasukan kecil.

"Saudaraku, apa yang kau lakukan disini?" tanya Gongsung Zan.

"Kau sangat baik padaku, dan karena rekomendasimu aku diangkat menjadi kepala daerah. Aku mendengar kau melewati daerah ini dan aku datang untuk memberikan salam. Aku berharap kau mau masuk kedalam kotaku dan beristirahat ?"

"Siapakah mereka berdua ?" tanya Gongsun Zan, menunjuk pada saudara Liu Bei.

"Ini adalah Guan Yu dan Zhang Fei, dua saudara angkatku."

"Apakah mereka ikut bertempur denganmu melawan pemberontakan jubah kuning?" tanya Gongsun Zan.

"Semua keberhasilanku adalah karena usaha mereka." Kata Liu Bei.

"dan apakah tujuan mereka ?"

"Guan Yu adalah pemimpin pasukan pemanah berkuda, Zhang Fei adalah pemimpin pasukan pemanah biasa."

"Mereka adalah orang yang berbakat." kata Gongsun Zan."Semua orang sekarang sedang berkumpul untuk menghancurkan Dong Zhuo. Saudaraku maukah kau meninggalkan daerah ini dan bergabung denganku untuk menrestorasi dinasti han ?"

"Aku akan senang sekali bergabung denganmu." kata Liu Bei.

"Jika Kau membiarkanku membunuhnya waktu itu, sekarang tidak akan ada masalah seperti ini" kata Zhang Fei kepada Liu Bei dan Guan Yu.

"Karena keadaan telah begini adanya, marilah kita bersiap2x dan pergi" kata Guan Yu.

Lalu tanpa menunda-nunda lagi, ke 3 saudara dan dengan beberapa pasukan berkuda mengikuti Gongsun Zan dan beriringan untuk bergabung dengan pasukan utama.

Satu demi satu setiap pemimpin akhirnya datang dan berkemah. Kemah mereka mencapai 70 Km lebih. Ketika semua telah tiba, Cao-Cao sebagai kepala, mempersiapkan korban persembahan kepada dewa dan memanggil seluruh pemimpin untuk mebicarakan rencananya.

Lalu majulah gubernur Henei, Wu Kuang, "Kami telah tergerak oleh perasaan yang mulia untuk berkumpul disini. Sekrang ktia harus mencari seorang pemimpin dan kepadanya kita akan menuruti perintahnya."

Lalu berkatalah Cao-Cao, "untuk 4 generasi posisi tinggi pejabat pemerintahan selalu diisi oleh anggota keluarga Yuan dan pendukung2x mereka ada dimana-mana. Sebagai keturunan langsung dari menteri Han, Yuan Shao sangat tepat sebagai pemimpin kita semua."

Yuan shao menolak dan menolaknya lg berkali-kali. Tetapi mereka semua berkata "Itu haruslah dia!, harus dia yang menjadi pemimpin, tidak ada orang lain yang pantas !"

Akhirnya dia setuju.

Keesokan harinya disiapkan altar 3 tingkat, dan mereka menarus semua lambang dan bendera dari masing-masing pemimpin yang ada disitu. Dan mereka menyiapkan berbagai sesajian upacara. Upacara dilakukan agar usaha mereka dalam menghancurkan Dong Zhuo dapat berhasil.

Setelah Semuanya siap, Yuan Shao diundang naik ke Altar. Dengan pakaian perang lengkap dan sebuah pedang. Yuan Shao memanjatkan doa dan dia membakar sesajen dan membungkuk pada langit dan bumi setelah itu dia mengucapkan janji bersama :

"Dinasti Han runtuh pada hari yang naas, Kekuasaan kekaisaran telah dihancurkan. Menteri pengkhianat,Dong Zhuo mengambil kesempatan didalam kesempitan ini untuk melakukan tindakan tercela dan bencana terjadi dimana2x. Kekejaman merajalela menyengsarakan rakyat kecil. Kami, Yuan Shao dan seluruh anggota konfedarasi, takut keselamatan kekaisaran dan keluarga kerajaan terancam, mengumpulkan pasukan bersama untuk menyelamatkan negara. Kami sekarang menyerahkan hidup kami untuk berusaha sekuat tenaga dan bertindak sesuai dengan keyakinan kami untuk menyelamtkan dinasti. Tidak akan ada tindakan yang mementingkan diri sendiri ataupun yang bertentangan dengan tujuan kami. Jika ada dari kami yang melanggar sumpah ini, maka dia akan kehilangan nyawanya dan tidak akan meninggalkan bekas apapun dimuka bumi ini. Biarlah Langit, bumi dan semua leluhur kami menjadi saksi kami."

Setelah selesai membaca sumpah ini, Yuan shao mengigit jarinya dan meneteskan darahnya kedalam sebuah mangkuk. Dan semua pemimpin yang berada disana juga melakukan hal yang sama. Semua orang terharu melihat kejadian ini.

Setelah semua upacara ini selesai, Yuan Shao mulai mengatur tugas2x yang akan diberikan kepada semua anggota konfederasinya.

Cao-Cao berkata "Sudah merupakan keharusan kita untuk mematuhi pemimpin yang kita pilih hari ini untuk menyelamatkan negara. Marilah kita mematuhi setiap peraturan dan jangan sampai kita terpecah belah."

"Hanya Perintah pimpinan yang akan kamu patuhi" seluruh pemimpin memberikan hormat.

Lalu Yuan Shao berkata, "Saudaraku, Yuan Shu akan kuangkat menjadi Kepala Penjaga Perkemahan dan Kepala logistik, Dia harus memastikan bahwa seluruh perkemahan mendapatkan supply sesuai dengan yang dibutuhkannya. Tetapi yang aku butuhkan sekarang adalah seseorang untuk memimpin pasukan melintasi sungai SI dan memprovokasi penyerangan. Pasukan yang lain harus mencari posisi strategis dan memberikan dukungan bagi pasukan utama."
Lalu Gubernur ChangSha, Sun Jian mengajukan dirinya untuk tugas ini.

"Kau adalah seorang pemberani dan hebat, cocok sekali untuk tugas ini!" kata Yuan Shao.

Pasukan dibawah Sun Jian mempersiapkan diri dan berangkat ke sungai Si. Penjaga disana mengirim utusan ke Ibu Kota untuk memberitahukan Perdana Mentri mengenai situasi ini.

Sejak Dong Zhuo mengamankan Kekuasaanya, dia telah memberikan dirinya sendiri kemewahan tanpa perduli hal lain. Ketika masalah ini diketahui Penasehat Li Ru, dia dengan segera menemui tuannya, yang langsung memanggil seluruh menteri dan pejabat.

Lu Bu langsung berdiri dan berkata "Jangan Khawatir, ayahku. Aku akan melihat seluruh pemimpin2x itu dan dengan pendekar2x hebat dipasukan kita, aku akan membuat setiap orang dari mereka mati dan kepala mereka akan ku gantungkan di setiap sudut gerbang kota."

"Dengan bantuanmu aku dapat tidur denga tenang!" kata Dong Zhuo.

Tetapi seseorang dibelakang Lu Bu maju dan berbicara "Pemotong Banteng digunakan untuk memotong ayam! tidak perlu jendral besar yang pergi, aku akan memotong kepala mereka semudah aku mengeluarkan barang dari sakuku!"

Dong Zhuo melihat orang ini dan tampaklah seorang bertubuh tegap dan kekar. Dia mempunyai pala bundar seperti macan tutul dan pundak yang besar. Namanya adalah Hua Xiong dari Guan Xi. Dong Zhuo sangat senang dengan Keberanian kata2x Hua Xiong dan dengan segera dia diankat menjadi PANGLIMA PASUKAN KUDA PEMBERANI dan memberikannya 50.000 pasukan berkuda serta 3 jendral. Hua Xiong berserta Li Su, Hu Zhen dan Zhao Cen langsung bergerak menuju sungai Si.

Dari seluruh anggota konfederasi, Bao Xin adalah yang iri terhadap pengangkatan Sun Ce sebagai pemimpin pasukan penyerangan. Karena itu dia berharap dapat yang pertama bertemu musuh. Jadi dia dengan diam-diam mengirim saudaranya Bao Zhong dengan 3000 tentara untuk melewati jalan pintas. Setelah pasukan ini melewati jalan itu, mereka langsung menantang perang.

Dengan rekasi Cepat, Hua Xiong dengan 500 pasukan kuda berbaju zirah segera turun dari bukit dan berteriak "Jgn lari kau pemberontak!"

Tetapi Bao Zhong ketakutan dan berputar. Hua Xiong datang dan dengan sekali tebas Bao Zhong langsung jatuh dari kduanya dan mati. Kepala Bao Zhong langsung dipotong dan dikirimkan ke ibu kota. Dong Zhuo langsung mengangkat Hua Xiong sebagai Kepala Pasukan(Commander in chief).

Sun Jian saat ini baru saja berhasil melewati sungai. Dia membawa 4 jendral :Cheng Pu dari Tu Yin yang senjatanya adalah Tombak dengan ujung besi yang berbentuk kepala ular. Huang Gai dari LingLing yang bersenjatakan pecut yang terbuat dari besi. Han Dang dari Ling Zhi dengan senjata Golok besar dan Zu Mao dari Wu Jun yang bersenjatakan 2 bilah pedang.

Sun Jian mengunakan Helm dari perak yang ditutup dengan bandana berwarna ungu. Dia membawa pedang dibadannya yang terbuat dari Koin Cina Kuno dan mengendarai kuda yang indah.

Sun Jian melewati sungai dan berteriak kepada pasukan yang bertahan, "Kalian yang melayani pemberontak! cepatlah menyerah!"

Hua Xiong memerintahkan Hu Zhen untuk keluar menghadapi Sun Jian dan membawa 5000 tentara. Cheng Pu dengan tombaknya keluar dari barisan dan langsung bertempur. Setelah beberapa ronde, Cheng Pu membunuh Hu Zhen dengan sebuah tusukan pada lehernya. Lalu Sun Jian memberikan signal untuk menyerang.

Tetapi dari atas bentengnya tentara Hua Xiong melempari tentara Sun Jian dengan batu dan Sun Jian merasakan sulit untuk menerobos. Dan akhirnya mereka mundur dan berkemah di dekat LiangDong. Sun Jian mengirim pesan kepada Yuan Shao mengenai keadaan ini.

Sun Jian juga mengirim surat kepada kepala logistik untuk meminta persediaan.

Tetapi seorang penasehat Yuan Shu berkata "Sun jian ini sungguh hebat dia seperti macan di timur. Apabila dia berhasil masuk ibu kota dan menghancurkan Dong Zhuo, kita akan mempunyai macan mengantikan serigala. Jangan kirimkan dia perbekalan, buatlah pasukannya kelaparan dan itu akan memastikannya kalah."

Dan Yuan Shu mendengarkan saran itu dan pesan dikirmkan kembali pada Sun Jian bahwa tidak ada Perbekalan dan Beras yang tersedia. Lalu pasukan Sun Jian dengan cepat mulai merasa kelaparan dan mulai menunjukan ketidak disiplinan dan mata2x pasukan Hua Xiong melaporkan keadaan ini.

Li Ru membuat rencana untk hua xiong, "Kita akan menyerang mereka malam ini dengan sebuah serang cepat dari belakang dan depan, sehingga kita akan dapat menangkap mereka."

Hua Xiong setuju dan mereka menyiapkan pasukan untuk menyerang. Lalu pasukan penyerang diperintahkan untuk makan dan beristirahat. Ketika hari telah gelap, mereka meninggalkan benteng dan berjalan melalui jalan kecil menuju kebelakang pasukan Sun Jian. Bulan sungguh terang dan angin terasa sejuk. Mereka tiba ketika tengah malam dan bunyi genderang langsung didengungkan. Sun Jian langsung memakai pakaian perangnya dan langsung mengendarai kudanya. Dia langsung memacu kudanya kearah Hua Xiong dan kedua Pendekar itu bertempur. Tetapi tak lama, pasukan Li Ru muncul dan memanah api dan perkemahan terbakar.

Pasukan Sun Jian berada dalam kekacauan dan lari menyelamatkan diri. Hanya Zu Mao yang ada disisi Sun Jian saat ini. Mereka berdua berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Hua Xiong terus mengejar, Sun Jian mengambil panahnya dan memanah 2 panah secara bergantian dalam waktu ayng cepat, tetapi semuanya meleset. Lalu dia mengambil anak panahnya lagi
yang ke 3, karena terlalu kuat menariknya, senar panahnya putus dan dia lalu membuang panahnya dan memacu kudanya secepat mungkin.

Lalu berkata Zu Mao, "Tuanku, ikat kepala ungumu itu menjadi tanda dirimu, sangat mudah dikenali oleh pemberontak itu. Berikan padaku dan aku akan memakainya."

Lalu Sun Jian memberikan ikat kepalanya itu. Dan kedua orang itu berpisah. Para pengejar hanya mencari orang yang memakai ikat kepala ungu itu dan akhirnya Sun Jian berhasil Lolos dari bahaya.

Zu Mao, yang sedang dikejar, lalu memasangkan helmnya yang ada ikat kepala ungunya kesebuah tiang dirumah yang sudah terbakar 1/2nya yang dilewatinya dan lalu dia masuk kedalam hutan yang lebat. Pasukan Hua Xiong yang melihat helm itu tidak bergerak, segera berhati2x krena menyangka ada orang dirumah itu. Mereka mengepung rumah itu dan memanahinya dari setiap sisi. Akhirnya mereka tahu bahwa itu hanyalah tipuan, mereka masuk dan mengambilnya.

Ini adalah saat yang ditunggu2x Zu Mai, Segera dia keluar dengan dua pedang ditangannya dia segera menerjang Hua Xiong, Tetapi Hua Xiong juga berreaksi cepat. Dengan sekali Tebas Hua Xiong membunuh Zu Mao. Hua Xiong dan Li Ru membantai sisa pasukan Sun jian hingga fajar menyingsing dan mereka memimpin pasukannya kembali kedalam benteng.

Cheng pu, Huang Gai dan Han Dang saat ini telah bertemu dengan Sun Jian dan mengumpulkan pasukannya yang tersisa. Sun Jian sedih karena kematian Zu Mao.

Ketika berita kekalahan ini sampai kepada Yuan Shao, Dia sangat marah dan memanggil semua pemimpin untuk berkumpul. Mereka semua berkumpul dan Gongsun Zanlah yang datang terakhir.

Ketika mereka semua telah berkumpul didalam tenda, Yuan Shao berkata "Saudara dari Jendral BaoXin telah melanggar perintah dan kita membayar akibatnya. Dia tergesa2x menyerang musuh. Dia sekarang telah dibunuh dan juga dengan banyak tentara kita. Sekarang Sun Jian telah dikalahkan. Maka semangat tempur kita telah berkurang, apa yang harus kita lakukan ?"

Semua terdiam, Yuan Shao melihat mereka semua satu per satu sampai dia tiba di tempat Gongsun Zan dan dia melihat 3 orang yang berdiri dibelakangnya. Mereka tidak tampak seperti orang biasa.

"Siapakah orang dibelakangmu itu ?" Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan menyuruh Liu Bei maju kedepan dan berkata "Ini Liu Bei, Kepala Daerah Ping Yuan dan adalah saudaraku. Dahulu kami pernah tinggal bersama ketika kami berdua menjadi pelajar."

"Itu pasti Liu Bei yang membantu melawan Pemberontak Jubah Kuning." Kata Cao-Cao.

"Ya, memang dia" jawab Gongsun Zan. Dan dia memerintahkan Liu Bei untuk bersujud kepada seluruh pemimpin yang kepada mereka semua Liu Bei menceritakan asal-usulnya dan jasa-jasanya secara detail.

"Karena dia berasal dari garis HAN, dia harus dipersilahkan duduk." kata Yuan Shao dan dia mempersilahkan Liu Bei duduk.

Liu Bei dengan halus menolak hal ini dan berterima kasih.

Kata Yuan Shao, "Pengecualian ini bukan karena kamu terkenal atau jabatanmu, tetapi karena kau adalah keluarga dari kekaisaran kita ini."

Lalu Liu Bei duduk dalam kursi yang lebih rendah dalam deretan panjang para pemimpin2x itu dan kedua saudaranya berdiri dibelakangnya.

Bahkan ketika mereka sedang melakukan pertemuan ini, pasukan pengintai melaporkan Hua Xiong dan sekelompok pasukan kuda berbaju zirah telah keluar dari benteng dan mereka memamerkan Helm yang ada ikat kepala warna ungu milik Sun Jian. Lalu mereka menghina semua orang yang ada didalam kemah itu dengan kata2x kasar dan menantangnya berduel.

"Siapa yang berani keluar untuk melawan ?" Tanya Yuan Shao.

"Aku akan" kata Yu She, Seorang jendral Yuan Shu.

Lalu Yu She keluar dan hanya berlangsung 3 jurus saja lalu dilaporkan Yu She telah tewas.

Ketakuan melanda orang2x itu. Tangan mereka menjadi dingin.Lalu Han Fu berkata "Aku mempunyai jendral tangguh, Pan Feng namanya dan dia dapat membunuh Hua Xiong ini."

Lalu Pan Feng segera keluar menemui musuhnya. Dengan kampak besar ditangannya, Pan Feng berkuda dan maju. Tetapi hanya dalam 10 jurus saja berita sedih datang bahwa jendral Pan Feng pun telah kalah. Muka semua orang pucat mendengar berita ini.

"Sungguh sayang, kedua jendralku Yan Liang dan Wen Chou tidak berada disini. Apakah masih ada yang berani melawan Hua Xiong ini ?" tanya Yuan Shao.

Belum Selesai Yuan Shao berbicara, sebuah suara berkata "Aku akan pergi dan membawa kepala Hua Xiong kehadapanmu!"

Semua melihat siapakah yang berbicara, dia tinggi dan memiliki janggut panjang. Matanya seperti mata burung phoenix dan alisnya tebal. Wajahnya tampak garang berwarna kemerah-merahan dan suaranya sangat dalam seperti lonceng besar.

"Siapakah Dia? Tanya Yuan Shao.

Gongsun Zan mengatakan bahwa itu Guan Yu, saudara Liu Bei.

"Dan apakah jabatannya ?" Tanya Yuan Shao.

"Dia ini adalah pelatih pasukan pemanah berkuda Liu Bei."

"APA!!!, Sebuah penghinaan bagi kita semua!!" Teriak Yuan Shu dari tempatnya. "Apakah kita tidak mempunyai jendral lagi ?, Berani sekali seorang pemanah berbicara dihadapan kita ? mari kita hukum dia!"

Tapi Cao-Cao langsung mengintervensinya, "Tenanglah Yuan Shu! karena orang ini telah berbicara maka pastilah dia pemberani. Biarkan dia mencoba, kalau dia gagal kita akan menghukumnya."

'Hua Xiong akan mentertawakan kita jika kita mengirim pemanah melawannya" kaya Yuan Shao.

"Orang ini tidak tampak seperti orang biasa dan bagaimana musuh tahu kalau dia hanyalah seorang pemanah?" tanya Cao-Cao.

"Jika aku gagal kamu dapat mengambil kepalaku" kata Guan Yu.

Cao-Cao memerintahkan mereka untuk memanaskan arak dan menawarkan kepada Guan Yu sebagai tanda hormat sebelum dia keluar.

"Tuangkan saja dulu" kata Guan Yu, "Aku akan kembali sebelum itu mendingin."

Guan Yu pergi dengan membawa golok naganya. Semua yang ditenda itu mendengar bunyi gemuruh drum dan suara pertarungan yang dahsyat seperti langit sedang runtuh, langit terbelah, bukit2x hancur dan ombak menerjang. Dan mereka sangat ketakutan dan khawatir dan ketika mereka sedang mendengarkan, terdengarlah suara kuda mendekat. Dan Guan Yu kembali, dia melemparkan kepala Hua Xiong dibawah kaki Yuan Shao.

Araknyapun masih hangat.

Cao-Cao sangat terkejut dan sengan dengan keberhasilan ini.

Lalu Zhang Fei berkata "Kakakku telah membunuh Hua Xiong, apalagi yang kita tunggu ? Kenapa kita tidak menyerang sekarang dan menghancurkan Dong Zhuo ? Apakah akan ada waktu yang lebih baik ?"

Lagi Yuan Shu yang marah, "Kami adalah pejabat tinggi tidak tergesa-gesa. Disini ada seorang pengikut kepala daerah menyombongkan kehebatannya dihadapan kita! keluarkan mereka dari tenda, kataku!!!."

tetapi lagi Cao-Cao menyela. "Apakah kita perlu mempertimbangkan posisi untuknya karena dia telah melakukan jasa besar ?"

"Jika kau memberikan kepala desa kehormatan seperti itu, sebaiknya aku mengundurkan diri." kata Yuan Shu.

"Apakah kata2x cukup untuk mengalahkan sebuar rencana besar ?" kata Cao-Cao.

Lalu dia mempersilahkan Gongsun Zan untuk membawa ke 3 bersaudara itu kembali kekemahnya dan pemimpin yang lainpun kembali. Malam itu Cao-Cao secara rahasia mengirimkan arak dan daging kepada ke 3 bersaudara itu.

Ketika tentara Hua Xiong menceritakan kekalahan itu pada Li Ru, Dia sangat khawatir dan gelisah. Dia menulis pesan kepada tuannya untuk membahas masalah ini.

Li Ru membuat ringkasan masalah ini, "Kita telah kehilangan pemimpin terbaik kita dan kekuatan pemberontak telah menjadi besar. Yuan Shao adalah pimpinan konfederasi dan pamannya Yuan Wei adalah pejabat kekaisaran. Jika yang ada diIbukota bergabung dengan yang ada di lapangan maka kita akan mengalami bencana nantinya. Maka oleh sebab itu kita harus menyingkirkan mereka. Jadi saya minta tuan perdana menteri untuk menempatkan diri sebagai kepala dari pasukan dan hancurkan konfedaris ini."

Dong Zhuo setuju dan segera dia memerintahkan kedua jendralnya Li Jue dan Guo Si untuk membawa 500 tentara untuk mengepung kediaman Yuan Wei dan bunuh semuanya tidak perduli umur atau apapun. Lalu penggal kepala mereka semua dan gantunglah di depan gerbang kota . Dong Zhuo memerintahkan 200.000 tentara untuk bergerak dan membentuk 2 pasukan. 50.000 pasukan yang pertama dipimpin Li Jue dan Guo Si dan mereka harus mempertahankan sungai Si. Mereka tidak perlu bertarung. 150.000 lainnya langsung dibawah Dong Zhuo menuju "PERANGKAP HARIMAU". Dia membawa Lu Bu, Fan Chou, Zhang Ji, Li Ru dan jendral lainnya. Dia juga memrintahkan mengumpulkan rakyat yang dapat berperang, berjumlah 500.000 pasukan.

"PERANGKAP HARIMAU" terletak 15 km dari ibu kota Luo Yang. Ketika mereka telah tiba, Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu membawa 30.000 tentara dan membuat benteng yang kuat di depan jalan masuk menuju daerah itu. Sisanya bersama Dong Zhuo mempertahankan daerah itu.

Berita mengenai hal ini terdengar oleh Yuan Shao yang segera mengumpulkan pemimpin2x konfederasi.

Kata Cao-Cao "Pengambilan daerah itu terpaksa memecah pasukan kita menjadi 2. Oleh Sebab itu kita harus melawan pasukan Dong Zhuo yang berada dijalan masuknya untuk dapat menuju ibu kota.

Lalu 8 pemimpin ---Wang Kuang,QiaoMao, Bao Xin, Yuan Yi, Kong Rong, Zhang YAng, Tao Qian dan Gongsun Zan-- diperintahkan membawa tentaranya menuju "PERANGKAP HARIMAU" untuk melawan musuh mereka, Cao-Cao membawa pasukannya untuk mendukung pasukan utama, sedangkan sisanya harus mengawasi gerak2x pasukan musuh yang ada disepanjang benteng di sungai Si.

Dari kedelapan pemimpin. Wang Kuang, gubernur He Nei adalah yang pertama tiba. Lu Bu langsung membawa pasukannya sebanyak 3000 pasukan berkuda lengkap dengam baju zirah terbaik dan senjata2x terbaik. Ketika Wang Kuang mengetahui hal ini, dia memerintahkan pasukannya membentuk formasi, pasukan berkuda, infantri, pemanah semua disiapkan pada formasi tempur.

WAng Kuang sangat terkesan melihat Lu Bu yang gagah itu, Dikepalanya dia memakai helm emas, dibadannya dia mengunakan baju Zirah emas seperti sisik naga ditutupi jubah denan bordiran warna merah bergambar bunga dia menggunakan ikat pinggang dari sutra yang berhiaskan mutiara dan ditengahnya ada batu giok berlmbang naga. Dia membawa panah dan busur dipunggunnya dan membawa tombak dengan pisau bulan sabit di ujungnya. Dia duduk diatas kuda yang indah dan besar berwarna merah. Benar dia adalah pendekar dari pendekar dan kudanya adalah kuda dari segala kuda.

"Siapa yang berani melawannya ?" Tanya Wan Kuang kepada orang2xnya.

Sebagai respon atas pertanyaan itu seorang jendral pemberani dari HeNei bernama Fang Yue maju kedepan, dia menyiapkan tombaknya untuk bertarung. Lu Bu dan Fang Yue bertarung di tengah lapangan disaksikan oleh kedua belah pasukan dari atas bukit. Tidak sampai 5 ronden Fang Yue telah Jatuh dan tertusuk tombak Lu Bu. Lu Bu menerjang maju dan pasukanya mengikuti. Pasukan Wan Kuang yang ketakutan tidak dapat menahan Lu Bu dan mereka berlarian kesegala arah. Lu Bu berkuda dan membunuh siapa saja yang ditemuinya. Di pertempuran itu Lu Bu seorang diri telah membunuh lebih dari 300 orang dan tidak terluka sedikitpun.

Beruntung, dua pasukan lainnya yang dipimpin oleh Qiao Mao dan Yuan Yi tiba dan menyelamatkan Wan Kuang, Lu Bu pun terpaksa mundur. Mereka bertiga telah kehilangan banyak pasukan memutuskan mundur sejauh 10 km dan membuat pertahanan. Dan tdk lama kemudian ke 5 pemimpin lainnya tiba. Mereka berkumpul dan setuju bahwa Lu Bu tak terkalahkan.

Dan ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba pasukan melaporkan bahwa Lu Bu menantang mereka untuk berduel. Mereka semua langsung menaiki kuda mereka dan membagi pasukannya jadi 8, masing-masing pasukannya berada pada tempat2x yang tinggi. disekitar mereka ada pasukan musuh dalam formasi yang dipimpin Lu Bu, Banyakya pasukan saat itu sudah tidak lagi dapat dihitung, mereka semua membawa panji2x mereka yang berkibar tertiup angin.

Mereka menyerang posisi pasukan Lu Bu. Mu Shun, jendral dari gubernur Zhang Yang berkuda dgn membawa tombak dan berusaha melawan Lu Bu, tetapi langsung terbunuh bahkan sebelum dia sempat mengyunkan tombaknya, Tombak Lu Bu sangat panjang, kurang lebih 2 M. Lalu datanglah Wu AnGuo, jendral dibawah Kong Rong. Wu Anguo menggunakan gada besi. Mereka berdua bertarung sebanyak 10 jurus dan akhirnya sebuah tebasan dari tombak Lu Bu mematahkan lengan Wu Anguo. Lalu ke 8 pasukan memajukan pasukannya untuk mengepung Lu Bu Seorang diri, akhirnya Lu Bu mundur kedalam pasukannya.

Kemudian pertarungan berakhir dan pasukan kemabli kedalam perkemahan.

Cao-Cao berkata "Tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Lu Bu, mari kita panggil yang lainnya dan kita berunding, jika saja kita berhasil mengatasi Lu Bu maka Dong Zhuo sangatlah mudah diatasi."

Ketika rapat sedang berlangsung, Lu Bu datang lagi untuk menantang Duel, lagi dan lagi dan lagi banyak jendral keluar untuk bertarung dengannya. beberapa berhasil kembali dengan terluka tetapi banyak yang mati. Kali ini Gongsun Zan dengan tombaknya keluar untuk menemui musuh. tetapi setelah beberapa ronde, Gongsun Zan berputar dan kabur. Lu Bu mengejar dengan memacu kudanya. Kuda Lu BU si"rambut merah" sangatlah cepat, semua pemimpin ditenda itu sudah takut melihat kecepatan kuda Lu Bu yang hampir berhasil mendekati kuda Gongsun Zan, dan ketika Lu Bu telah mengangkat tombaknya untuk menebas Gongsung Zan tiba-tiba muncul dari sampingnya seorang dengan mata yang bersinar dan janggut yg kasar bersenjatakan tombak yang memiliki ujung seperti ular.

"Tunggu, kau bajingan" hardiknya. "Aku Zhang Fei dari Yan telah menunggumu!"

Melihat musuh baru, Lu Bu tidak lagi mengejar Gongsun Zan dan langsung melawan Zhang Fei. Zhang Fei yang bersemangat segera memacu kudanya mendekati Lu Bu. Mereka berdua seimbang, mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada satupun dari mereka yang menang. Guan Yu yang tidak sabar melihatnya kemudia berkuda maju dan dengan golok naganya dia menyerang Lu Bu juga. Mereka bertiga bertarung 30 jurus lebih lagi dan tidak ada yang menang, Lu Bu masih tampak sangat tegar.

Lalu Liu Bei yang meilhat hal ini turut membantu kedua saudaranya, dengan dua pedang ditangan, dia menyerang Lu Bu. Akhirnya Lu Bu harus melawan mereka bertiga. Mereka semua mengeluarkan semua kemampuan dan jurus2x terbaik yang mereka punya. Kilatan2x api akibat pergesekan senjata dan kilatan cahaya senjata yang terpantul akibat sinar matahari berkilau-kilauan, membuat pasukan Lu BU dan pasukan dari 8 pemimpin semuanya terpana melihtnya. Mereka semua mengngagumi peraturang ini.

Tetapi setelah lebih dari 3 jam bertarung, Lu Bu mulai berasa lelah. Melihat bahwa Liu Bei lengah, Lu Bu berusaha menusuk Liu Bei yang menyebabkan Liu Bei menghindar dan Guan Yu yang berusaha menolong Liu Bei pun akhirnya melepaskan tekanan pada Lu Bu, Lu Bu melihat ada celah terbuka dan langsung memacu kudanya untuk lari.

Tapi 3 bersaudara itu tidak mau membiarkan Lu Bu lari, mereka memacu kuda mereka untuk mengejarnya. Pasukan dari 8 pemimpin, berteriak menyemangati 3 bersaudara itu. Tetapi Kuda Lu Bu jauh lebih cepat dan akhirnya berhasil kembali kedalam bentengnya.

Ke 3 bersaudara yang mengejar Lu Bu itu melihat ada Payung berwarna hitam didaerah barat.

"Pasti disana ada Dong Zhuo" teriak Zhang Fei. "Apa gunanya mengejar Lu Bu? Lebih baik menangkap pimpimnan pemberontak jadi langsung memotong akar kejahatan.!"
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 6


Ke 3 bersaudara terus mengejar Lu Bu yang telah masuk kedalam benteng, Zhang Fei melihat ada simbol Dong Zhuo dan semakin ingin mengejar, Tetapi mereka kalah cepat dibanding Kuda Lu Bu. Sehingga Pintu Gerbang telah tertutup, Dari atas para prajurit menembaki mereka ber 3 dengan panah dan melempari batu jadi mereka tidak dapat mendekati dan akhirnya mereka kembali keperkemahan mereka. Ke 8 pemimpin itu semua memberi hormat kepada 3 bersaudara itu atas semua jasa mereka. Cerita mengenai kemenangan ini di kabarkan pada Yuan Shao yang dengan segera memerintahkan Sun Jian membawa 50.000 pasukan segera bergerak menyerang pos2x penjagaan disekitar "PERANGKAP MACAN".

Lalu Sun Jian membawa 2 jendral kepercayaannya Cheng Pu dan Huang Gai pergi menuju kemah Yuan Shu.

Ketika masuk kedalam Kemah Yuan Shu, Sun Jian berkata, "Dong Zhuo dan aku tidak punya masalah pribadi. Tetapi aku mempertaruhkan nyawaku dan nyawa orang2xku didalam perang ini agar aku dapat membersihkan kekaisaran ini dari pemberontak. Tetapi kau, Mendengar saran dari penasehatmu yang bodoh itu membuatku kalah dalam perang sebelumnya. Bagaimana kau dapat menjelaskan hal ini jendral ?" Bentak Sun Jian sambil mengeluarkan pedangnya dihadapan Yuan Shu.

Yuan Shu yang kebingungan dan ketakutan, tidak mempunyai kata2x untuk membalas. Dia memerintahkan menghukum mati penasehat yang menyarankan tindakan itu untuk menenangkan Sun Jian.

Lalu Tiba-tiba datang utusan kepada Sun Jian "Tuan, ada utusan dari benteng musuh ingin menemuimu ?, Dia telah ada didalam kemah tamu."

Sun Jian lalu meniggalkan Yuan Shu dan kembali ke kemahnya. Dimana dia menemukan bahwa tamunya adalah Li Jue salah seorang jendral Dong Zhuo.

"Adaapa Kau datang menemuiku ? " Tanya Sun Jian.

Li Jue berkata "Kau adalah salah satu orang yang tuanku sangat kagumi dan hormati, dan dia mengutusku untuk merencanakan persatuan diantara dua keluarga. Dia berharap bahwa putrinya dapat dinikahkan dengan putramu."

"APA!!! Dong Zhuo, pemberontak itu. Perebut Tahta ! Aku hanya berharap dapat menghancurkannya 9 generasi kebawah sebagai tanda terima kasihku kepada kekaisaran ! Pikirmu aku mau bersekutu dan menjadi satu keluarga dengan orang itu ??? Aku tidak akan membunuhmu walaupun aku mau, tetapi pergilah dan cepatlah sebelum aku berubah pikiran. Serahkan bentengmu itu dan aku akan mengampuni hidupmua. Jika tidak aku akan menggiling tulangmu menjadi bubuk dan akan ku cincang dagingmu dan kuberikan pada anjing !"

Li Jue langsung lari ketakutan sampai dia lupa membawa senjatanya yang tertinggal. Dia Kembali menemui Tuannya dan memberitahu betapa kasarnya Sun Jian dan penolakan Sun Jian terhadap rencana tuannya. Dong Zhuo Bertanya kepada penasehatnya Li Ru bagaimana tindakan selanjutnya.

Li Ru berkata, "Kekalahan Lu Bu membuat pasukan kita kehilangan semangat tempurnya. Sedangkan pasukan musuh sedang bersemangat, Pasukan garis depan kita terkepung karena pintu keluar dijaga oleh pasukan dari 8 pemimpin, sedangkan di garis sungai Si, sun jian telah menyiapkan pasukannya. Dalam hal ini keadaan kurang menguntungkan buat kita. Lebih baik kita kembali ke ibu kota dan memindahkan kaisar ke Chang An."

Lalu Li Ru melanjutkan, "Kita dapat berdalih bahaw 1/2 dari garis dinasti han yaitu yang dimulai dari Liu Bang telah memerintah di ChangAn sebanyak 12 generasi dan 1/2 lagi yang berasal dari Liu Xue memerintah dari Luo Yang sebanyak 12 generasi juga. Perubahan telah terjadi pada langit dan memerintahkan kita untuk memindahkan ibu kota, sehingga apa bila ibu kota dipindahkah ke changAn maka tidak ada yg perlu Dikhawatirkan. "

Dong Zhuo teramat senang mendengar penjelasan Li Ru ini. "Jika kau tidak menjelaskannya, aku tidak akan mengerti."

Lalu dengan membawa Lu Bu, Dong Zhuo kembali ke Ibu Kota Luo Yang.

Dia memanggil semua menteri dan pejabat istana dan mengumumkan "Setelah 2 abad memerintah disini, keberuntungan kekaisaran telah habis dan aku melihat aura yang baik telah pindah ke ChangAn, Karena itu aku akan memindahkan pemerintahan kesana, kalian semua sebaiknya berkemas untuk perjalanan ini."

Yang Biao, menteri dalam negeri berkata "Aku harap kau memikirkan hal ini kembali. Daerah disana banyak yang rusak. Tidak ada alasannya untuk memindahkan kuil leluhur dan meninggalkan makam kekaisaran disini. Aku khawatir rakyat akan gelisah. Sangat mudah membuat mereka gelisah tetapi sulit menenangkan mereka."

"Apakah Kau menentang rencana ini ?" Bentak Dong Zhuo dengan marah.

Pejabat Lainnya, Panglima Besar Huang Wan, didukung oleh beberapa koleganya, "Pada masa pemerintahan terdahulu, Fan Chong si Alis merah, dia memberontak dan telah membakar kota ChangAn sampai menjadi abu dan istana disana telah rusak. Penduduknya tidak banyak dan daerahnya banyak yang hancur. Ini sangat salah untuk meninggalkan istana dan pergi ke daerah itu."

Dong Zhuo membalas,"Didaerah timur ini terlalu banyak pergolakan, Pemberontakan dimana-mana. Kota ChangAn dilindungi oleh Gunung YaoHan dan HanGu. Lebih Lagi itu dekat dengan LongYou dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan Kayu, bata, batu dan semua hal untuk membangun gedung. Dalam satu bulan Istana disana akan dapat di restorasi dan dalam 1 tahun kota akan kembali utuh. Jadi hentikan omong kosongmu itu."

Lagi menteri pekerjaan Xun Shuang memprotestnya bahwa itu akan menyengsarakan penduduk. Tetapi Dong Zhuo tidak memperdulikannya.

"Bagaimana aku bisa mempertimbangkan beberapa orang biasa apabila mereka mempengaruhi rencana yang mempengaruhi seluruh kekaisaran?" Kata Dong Zhuo.

Hari itu ke tiga orang yang melakukan protest dicopot dari jabatan mereka dan dicabut semua gelar kehormatannya.

Saat Dong Zhuo sudah ingin tidur, dia kedatangan dua orang yang langsung memberi hormat padanya. Mereka adalah kepala Menteri Zhou Bi dan Panglima penjaga gerbang Kota Wu Qiong. Dong Zhuo bertanya apa yang mereka inginkan.

Kata Zhou Bi, "Kami kesini ingin memintamu membatalkan perpindahan ibu kota."

Dong Zhuo membalas, "Kalian berdua yang meyakinkan aku untuk memberi Yuan Shao posisi. Sekarang dia telah berubah menjadi pemberontak dan apakah kau juga ikut dengan kelompoknya ?"

Dan tanpa berkata apa2x lagi dia memerintahkan pengawal untuk membawanya ke tengah kota dan memenggal mereka. Lalu perintah untuk memindahkan ibu kota langsung dikeluarkan hari itu juga.

Berbicara dengan Dong Zhuo, Li Ru menunjukan "Kita kekurangan uang dan makanan. Dan orang kaya di Luo Yang pada saat ini dapat dijarah dengan mudah. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengkaitkan mereka dengan para pemberontak dan mengambil propertinya."

Dong Zhuo mengirimkan 5.000 tentara untuk menjarah dan membunuh. Mereka mengumpulkan ribuan orang yang ditangkap dengan tuduhan memberontak, lalu memenggalnya dan menancapkan kepalanya pada sebatang tombak dengan bendera bertuliskan "PENGKHIANAT DAN PEMBERONTAK", harta mereka semua diambil.

Tugas untuk mengawal rakyat yang berjumlah jutaan orang itu diberikan pada dua jendral Dong Zhuo yaitu Li Jue dan Guo Si. Setiap kelompok terdiri dari beberapa puluh orang saja, dan setiap kelompok dijaga oleh 2 kelompok tentara yang mengawal mereka untuk menuju ChangAn. Banyak sekali dari mereka yang tidak kuat dan akhirnya meninggal dalam perjalanan karena kelelahan, sakit dan terperosok kedalam jurang. Para pengawal itu menjarah harta rakyat dan mempermainkan wanita. Kesedihan para rakyat itu terdengar sampai ke langit.

Perintah Dong Zhuo yang terakhir sebelum dia meninggalkan Luo Yang adalah membakarnya. "Bakar semua rumah, kuil dan semua hal. Jgn sampai tersisa apapun" kata Dong Zhuo. Maka ibu kota menjadi lautan api dgn teriakan histeris orang yang masih tertinggal didalam kota.

Dong Zhuo mengirim Lu Bu untuk merampok harta yang berada dimakam kekaisaran. Dan banyak pasukannya yang merampok makam2x orang kaya dan pejabat. Seluruh hasil jarahan dari kota,kubuan,istana,kuil2x dan semuanya berjumlah ribuan kereta yang berisi emas, perak,permata,intan,sutra dan benda2x bernilai lainnya. Dengan ini semua serta keluarga kaisar, dong Zhuo memindahkan ibu kota pada tahun pertama masa pemerintahan kaisar Xian (Sekitar 190 M/191 M).

Ratusan Ribu orang mati dalam perjalanan perpindahan itu, ratusan ribu lainnya lagi meninggal dalam kota yang terbakar, Jutaan manusia terluka. Kesedihan dan tangisan mereka telah membuat langit menangis. Dimusim panas itu tiba-tiba hujan turun dari langit tetapi tidak cukup memadamkan api yang berkobar.

Luo Yang telah ditinggalkan, jendral Dong Zhuo yang mempertahankan Benteng di Sungai Si, Zhao Cen, mengevakuasi bentengnya, Melihat Hal ini Sun Jian segera merebut benteng tersebut. Liu Bei dan saudaranya merebut benteng "PERANGKAP HARIMAU" dan karena hal ini pasukan konfederasi dapat masuk kedaerah Luo Yang.

Sun Jian mempercepat gerak pasukannya menuju ibu kota yang sedang terbakar, Asap dapat terlihat dari jarak 15 km. Ketika dia tiba, asap sudah sangat tebal dan kota tertutup oleh asap dan api. Tidak ada suatu apapun yang hidup, tidak ada burung, anjing, manusia bahkan suara jangkrik dimalam haripun tidak terdengar. Sun Jian memerintahkan pasukannya untuk berusaha memadamkan api dan mencari tempat aman untuk membangun kemah.

Cao-Cao datang menemui Yuan Shao dan berkata "Dong Zhuo telah pergi kebarat. Kita harus mengejarnya secepatnya. Mengapa kau tidak bertindak apa2x ?"

"Semua teman2x kita telah kelelahan dan tidak ada yang bisa didapat bila kita melakukan penyerangan sekarang." Kata Yuan Shao.

Cao-Cao berkata "Momen ini adalah yang paling menyedihkan. Kekacauan dimana-mana, istana dibakar, kaisar diculik dan seluruh dunia murka dan tidak ada seorangpun yang tahu harus apa. Kejahatan akan segera berakhir dan sebuah pukulan akan dapat melenyapkan Dong Zhuo untuk selamanya, Kenapa tidak mengejarnya ?"

Tetapi semua pemimpin mempunyai pikiran yang sama dikepalanya dan pikiran itu adalah menunda suatu aksi. Jadi mereka tidak melakukan apa2x.

"Manusia2x tidak berharga ini tidak dapat mendiskusikan apapun yang berharga" Hardik Cao-Cao.

Lalu dia dengan 6 jendralnya--Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing serta 10.000 tentara mengejar Dong Zhuo.

Jalan menuju Ibu Kota melalui YingYang, ketika Dong Zhuo tiba, Gubernur Xu Rong menyambutnya.

Li Ru berkata, "Untuk berjaga-jaga kalau ada pengejaran, akan lebih baik jika kita memerintahkan gubernur untuk mempersiapkan jebakan diluar kota. Dia harus membiarkan pengejar itu masuk kedaerahnya dan bersiap untuk memutuskan jalan mundurnya, ketika pasukan kita mengalahkan mereka. Maka itu akan menjadi peringatan bagi yg lainnya untuk tidak mengejar."

Lalu Dong Zhuo memerintahkan Lu Bu untuk menjadi Panglima pasukan belakang. Dan tidak lama kemudian mereka melihat pasukan Cao-Cao tiba. Lu Bu tertawa kepada pemikiran tajam Li Ru. Dia mempersiapkan pasukannya dalam formasi bertempur.

Cao-Cao berteriak. "Pemberontak, penculik dan penyiksa rakyat, kemana kau akan pergi !!!"

Lu Bu menjawab, "Pengkhianat, Kata2x apa yang kau ucapkan itu ?"

Lalu dari samping Cao-Cao, Majulah Xiahou Dun dengan tombaknya. Lu Bu dan Xiahou Dun bertarung. Lalu Muncul Li Ru dengan pasukannya dari kiri, Cao-Cao memerintahkan Xiahou Yuan untuk melawan. Lalu dari sebelah kanan muncul Guo Si dan pasukannya. Cao-Cao memerintahkan Cao Ren untuk melawan. Pasukan dari tiga sisi terlalu banyak untuk Cao-Cao hadapi dan Pasukan Lu Bu adalah yang terkuat. Setelah beberapa puluh jurus, Xiahou Dun mulai merasa kewalahan lalu kembali kepada Cao-Cao. Lalu Lu Bu memerintahkan pasukannya untuk menyerang, akhirnya pasukan Cao-Cao dapat dipukul mundur dan terpaksa harus melewati kota Ying Yang.

Mereka mundur sampai mencapai daerah perbukitan, saat itu sudah malam dan bulan bercahaya dengan terangnya seolah malam itu siang. Disini mereka berhenti untuk mengatur barisan tentara. Ketika mereka baru saja memasak makan malam untuk mereka, tiba-tiba muncul suara2x teriakan dari segala sisi dan muncul pasukan gubernur Xu Rong yang keluar dari tempat persembunyian untuk menyerang.

Cao-Cao Yang kebingungan, lansung menaiki kudanya dan kabur. Dia kabur tepat kearah dimana Xu Rong telah menunggunya. Ketika melihat Xu Rong , Cao-Cao langsung pergi kearah lain tetapi Xu Rong menembakan panah yang mengenai pundaknya. Cao-Cao tetap berkuda dan kabur. Ketika dia sedang melewati padang rumput, Dua prajurit telah menungguna dan melukai kudanya sehingga dia terjatuh. Ketika dia terjatuh, langsung prajurit-prajurit itu menangkapnya dan dia dijadikan tawanan.

Tidak lama berselang datang seorang penunggang kuda. Memacu kudanya pada kecepatan penuh dan menebaskan pedangnya, langsung membunuh kedua prajurit tadi dan menyelamatkan Cao-Cao. Dia adalah Cao Hong.

Cao-Cao berkata, "Aku telah tamat, Saudaraku. Pergilah, selamatkan dirimu."

"Tuanku, Naik kekudaku cepat! aku akan berjalan kaki" Kata Cao Hong.

"Kalau bajingan itu kembali bagaimana ?" Kata Cao-Cao.

"Dunia dapat hidup tanpa Cao Hong, Tetapi tidak tanpa dirimu, tuanku!"

"Jika Aku tetap Hidup, maka aku berhutang nyawaku ini padamu" Kata Cao-Cao.

Cao Hong membantu Cao-Cao naik kekudanya, dan dia berjalan disampingnya. Mereka terus berjalan sampai dipinggir sungai, mereka melihat arus sungai itu begitu besar and dibelakang mereka tetap terdengar suara teriakan prajurit musuh.

"Ini adalah takdirku" kata Cao-Cao. "Aku akan mati!"

Cao Honng membantu Cao-Cao turun dari kuda, lalu melepaskan pakaian perang Cao-Cao dan helmnya. Cao Hong mengendong Cao-Cao dibelakangnya dan berenang melawan arus. Ketika mereka telah sampai kesisi lainnya, pengejar mereka juga telah sampai ke sisi sungai satunya dan mereka menembakan panah.

Cao-Cao yang basah dan kedinginan berjalan terus, pagi menjelang. Ketika itu mereka telah berjalan 10 km jauhnya dan duduk dibawah pepohonan. Tiba-tiba Suara keras terdengar dan sekelompok pasukan berkuda terlihat. Itu adalah gubernur Xu Rong yang telah menyebrangi sungai. Saat ini Xiahou Dun dan Xiahou Yuan juga datang dengan beberapa lusin tentara.

"Jangan Lukai Tuanku!" kata Xiahou Dun pada Xu Rong, Yang langsung menerjangnya.

Tetapi pertarungan itu sangat singkat, Xiahou Dun berhasil membunuh Xu Rong dengan tombaknya dan pasukan Xu Rong lari ketakutan. Tidak Lama jendral Cao-Cao yg lain berdatangan. Sedih dan senang bercampur didalam hati setiap orang. Mereka mengumpulkan beberapa ratus tentara yang tersisa dan kembali ke Luo Yang.

Ketika para pemimpin konfederasi memasuki Luo Yang, Sun Jian yang berhasil memadamkan api, berkemah didalam tembok kota. Tendanya berdiri dekat dengan Kuil Dinasti. Pasukanya membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan kebakaran dan menutup makam2x yang terbuka. Pintu Kuilnya diganti dan ruangannya dirapikan kembali. Diruangan ini para pemimpin berkumpul dan berdoa kepada para leluhur kaisar.

Setelah upacara selesai, yang lain meninggalkan Sun Jian yang kembali ke kemahnya. Malam itu bulan dan bintang dapat terlihat dengan jelas. Saat Sun Jian melihat kelangit dia melihat kecerahan bintang di konstelasi Draco.

"Bintang Kaisar sedang gelap" kata Sun Jian sambil menghela Nafas. "Tidak heran, para menteri pemberontak mengacaukan negara"

Dia melihat sekelilingnya pasukan dan beberapa orang penduduk tidur dijalanan karena tidak ada rumah lagi, hanya tampak debu berterbangan dan kegelapan dimana-mana. Ibu Kota sudah musnah.

Dan Air Mata pun keluar dari matanya.

Lalu Prajurit menunjuk arah selatan, "Lihat, ada sinar berwarna muncul dari dalam sumur!"

Sun Jian memerintahkan orangnya untuk mengambil obor dan masuk kedalam sumur. Lalu mereka mengangkat mayat wanita, tidak terlalu membusuk walaupun tampaknya sudah berada disana berhari-hari. Dia memakai pakaian istana, dan dilehernya tergantung sebuah bungkusan berwarna merah, Didalamnya ada kotak dan kunci terbuat dari emas. Setelah dibuka kotak ini mereka melihat CAP GIOK, Berbentuk kotak, 4 inchi setiap sisinya. Diatasnya terukir gambar 5 naga, salah satu sisinya telah rusak dan diganti dengan emas. Disisinya ada 8 huruf yang diukir beberbunyi:

"AKU TELAH MENERIMA MANDAT DARI LANGIT, SEMOGA MASA PEMERINTAHANKU LAMA DAN BERJAYA."

Sun jian menunjukan ini kepada penasehatnya,Jendral Cheng Pu, yg lalu mengenali ini sebagai STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Cheng Pu berkata, "Cap ini adalah sejarah, Dahulu Bian He melihat burung Phoenix bertengger pada sebuah batu dikaku gunung Jing. Dia memberikan batu itu pada kekaisaran. Raja Chu membelah batu itu dan menemukan giok. Pada tahun ke 26 kekaisaran Qin(tahun 221 SM), seorang tukang Giok membuat STEMPEL dari batu ini, Li Si perdana menteri dari kaisar pertama mengukir huruf2x tadi. 2 tahun kemudia ketika kaisara pertama sedang berlayar didanau DongTing, Badai besar datang. Kaisar melemparkan Stempel ini sebagai tanda persembahan dan badaipun berhenti. 10 tahun kemudian ketika kaisar pertama mengunjungi HuaYingm seorang tua dijalan menyerahkan Stempel ini pd bawahannya dan berkata "Sekarang ini telah dikembalikan kepada Naga sang Putra Langit!" kemudian orang itu menghilang."

"Tahun berikutnya Kaisar pertama Wafat. Kemudian Zi Yang, kaisar terakhir dari dinasti Qin, cucu dari kaisar pertama menyerahkan Stempel ini pada Liu Bang, pendiri dinasti Han. 200 tahn kemudian,karena pemeberontakan Wang Mang, Ibu kaisar waktu itu, Lady Yuan memukul dua pemberontak Wang Xun dan Su Xian dengan Stempel ini dan makanya disalah satu sisinya rusak dan kemudia diperbaiki dengan emas. Liu Xiu, yang merestorasi Han dengam menumpas pemberontakan Wang Man mendapatkan Stempel ini di Yiyang dan sejat saat itu selalu ada didalam istana kaisar."

"Aku Dengar Stempel ini telah hilang ketika terjadi kekacauan diistana dengan 10 kasim utama yang memaksa kaisar meninggalkan ibukota. Benda itu hilang ketika Kaisar kembali. Sekarang tuanku telah menemukannya dan hal itu akan membawa peruntungan untuk anda, tetapi anda tidak bisa tetap tinggal diutara. Marilah Cepat kembali keselatan menuju sungai besar, dimana disana kita dapat membuat rencana yang besar."

"Kata2xmu sama seperti yg kupikirkan" kata Sun Jian. "Esok aku akan membuat alasan bahwa aku kurang enak badan dan aku akan pergi."

Prajurit disitu diperintahkan untuk tidak membocorkan rahasia. Tp salah satu dari mereka adalah pendukung Yuan Shao. Dia berpikir apabila dia memberitahu hal ini pada Yuan Shao maka dia bisa mendapatkan keuntungan. Lalu dia mengendap-endap keluar dari kemah dan mengkhianati tuannya. Dia pergi ke kemah Yuan Shao, menceritakan rahasia itu dan menerima hadiah yang besar. Yuan Shao menyimpan informan itu di kemahnya.

Keesokan paginya Sun Jiam datang untuk berpamitan,"Aku kurang enak badan dan aku ingin kembali ke ChangSa."

Yuan Shao tertawa dan berkata "Aku tahu kau terkena penyakit apa, Itu adalah STEMPEL KEKUASAAN KAISAR.

Ini mengejutkan Sun Jian dan dia menjadi pucat tetapi berkata "Apa dasar omonganmu ?"

Yuan Shao berkata, "Pasukan ini dimaksudkan untuk kebaikan negara dan membebaskan rakyat dari kesengsaraan. Stempel itu adalah milik negara dan karena kau memegangnya, kau harus menyerahkan stempel itu kepadaku. Ketika Dong Zhuo berhasil dimusnahkan, Stempel itu harus dikembalikan pada pemerintah. Apa maksudmu dengan menyembunyikan benda itu?"

"Bagaiman mungkin Stempel itu bisa ada padaku ? "Tanya Sun Jian.

"Aku tidak memilikinya, Mengapa kau menuduhku ?"

"Cepat keluarkan benda itu, Atau yang terburuk akan terjadi padamu !!!"
Kata Yuan Shao.

Sun Jian menunjuk pada langit dan bersumpah, "Jika aku memiliki Stempel ini dan menyembunyikannya biarkan hidupku akan berakhir tidak bahagai dan mati dengan mengenaskan."

Semua pemimpin lainnya yang ada disana berkata, "Dengan sumpah seperti ini, pasti tidak mungkin dia memilikinya."

Lalu Yuan Shao memanggil informanya keluar.

"Ketika kau mengeluarkan benda itu dari dalam sumur, apakah pria ini ada disana ?" tanya Yuan Shao.

Sun Jian langsung naik pitam dan mengeluarkan pedang dan langsung membunuhnya.

Yuan Shao juga mengeluarkan pedang dan berkata, "Kau membunuh prajurit itu dan itu berarti telah menghinaku."

Dibelankang Sun Jian, Jendral Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang maju kedepan; Dibelakang Yuan Shao Jendral Yan Liang dan Wen Chou telah siap bertindak. Dalam sesaat semua orang telah mengengam senjata masing-masing dan keadaan menjadi tegang. Tetapi Pemimpin yang lain berusaha meredakan keadaan dan akhirnya Sun Jian meninggalkan pertemuan. Dia langsung mengepak kemahnya dan kembali ke ChangSha.

Yuan Shao yang tidak puas lalu menulis surat kepada penguasa daerah JingZhou kepada Liu Biao agar menghentikan Sun Jian dan mengambil kembali Stempel kerajaan.

Setelah ini, datanglah berita mengenai kekalahan Cao-Cao dan mereka sdg dalam perjalanan pulang. Yuan Shao mengirim orang dan membantunya kedalam kemah. Mereka juga mengadakan perjamuan untuk menghiburnya.

Dalam perjamuan Cao-Cao berkata sedih. "Tujuanku adalah demi kebaikan bersama dan kalian semua orang2x terhormat mendukungku. Rencanaku adalah agar Yuan Shao dengan pasukan dari HeNei untuk mendekati MengChing dan pasukanku dia Qiao untuk mempertahankan Chenggao. Sementara yang lain mempertahankan SuanZao untuk menutup jalan ke Huanyuan dan Daigu dan untuk mengambil lumbung beras dan mengawasi tempat2x strategis, dengan itu daerah ibu kota dapat diamankan. Aku berencana meminta Yuan Shu dari nanyang untuk merebut DanShi dan Xilin dan pergi ke Wu unutk mendukung 3 daerah itu. Semua bertahan pada posisinya masing-masing dan jgn menyerang. Kita dapat meyakinkan orang2x untuk memusuhi Dong Zhuo. Kemenangan dapat menjadi milik kita, tetapi datang hambatan dan rakyat telah kehilangan kepercayaanya kepada ku dan aku menjadi malu."

Tidak ada yang membalas menjawab dan satu demi satu, tamu2x itu pergi. Cao-Cao melihat bahwa yang lain tidak mempercayainya dan hatinya tahu tidak ada hal lain yang dapat dibuat olehnya. Lalu dia memimpin pasukannya pergi ke Yan Zhou.

Lalu Gongsun Zan berkata pada Liu Bei,"Ini akibat ketidak mampuan Yuan Shao dan keadaan akan segera kacau. Kita lebih baik pergi juga."

Lalu dia pergi juga menuju utara, di Ping Yuan dia meninggalkan Liu Bei dan memperkuat pasukannya sendiri.

Penguasa daerah Yan Zhou, Liu Dai berharap dapat meminjam beras dari gubernur DongJun, QiaoMao. Karena ditolak, Liu Dai menyerang kemah Qiao mao dan membunuhnya serta mengambil seluruh pasukannya menjadi miliknya. Melihat hal ini Yuan Shao juga akhirnya pergi kearah timur.

Dalam perjalanannya ke Chang Sha, Sun Jian melewati daerah JingZhou. Penguasa daerah Jing Zhou, Liu Biao masih merupakan keluarga Kaisar dan berasal dari ShanYang. Sewaktu muda dia membuat banyak teman dgn orang2x terkenal dan kumpulannya dikenal dgn nama 8 ORANG BIJAK. 7 Lainnya adalah :

1.CHEN XIANG DARI RUNAN.
2.FAN PANG DARI DUNAN.
3.KONG YU DARI LUTING.
4.FAN KANG DARI BOHAI.
5.TAN FU DARI SHANYANG.
6.ZHANG JIAN DARI SHANYANG.
7.CEN ZHI DARI NANYANG.

Liu Biao berteman dengan mereka semua. Dia mempunyai 3 orang terkenal yang membantunya memerintah daerah ini. Mereka adalah Kuai Liang dan Kuai Yue dari YanPing dan Cai Mao dari XianYang.

Ketika Surat Yuang Shao mengenai Sun Jian Tiba. Liu Biao memerintahkan Kuai Yue dan Cai Mao dengan 10.000 tentara membuat halangan dijalan. Ketika Sun Jian mendekat, pasukan diatur dalam posisi berperang.

"Kenapa kau menghalangi jalan kami dengan pasukan bersenjata ?" Tanya Sun Jian.

"Kenapa kau pelayan dinasti Han, menyembunyikan Stempel Kekaisaran ? Serahkan itu padaku segera dan kubiarkan kau lewat" Kata Kuai Yue.

Sun Jian yang marah memerintahkan jendral Huang Gai untuk maju kedepan. Cai Mao dari pasukan Liu Biao juga maju. Mereka berduel, tetapi tidak lama bertarung akhirnyua Huang Gai memecutkan cemeti besinya kepada Cai Mao, Beruntung hanya mengenai pakaian perang Cai Mao, sedikit diatas posisi jantung, Sehingga Cai Mao pun lari ketakutan. Sun Jian melihat hal ini segera menerjang maju dengan seluruh pasukannya.

Tetapi, tiba-tiba muncul suara gong dan genderang perang dari belakang bukit. Disitu ada Liu Biao dengan tentara yang sangat banyak.

Sun Jian berkuda langsung kehadapannya dan memeberi hormat "Kenapa kau, dengan percaya kepada surat Yuan Shao mencoba menyakiti pemimpin dari daerah tetanggamu ?"

"Kau telah menyembunyikan Stempel Kerajaan dan aku ingin kau menyerahkannya kembali" Jawah Liu Biao.

"Kalau aku punya benda itu maka biarlah aku mati dengan mengenaskan."

"Kalau kau ingin aku percaya,maka biarlah kuperiksa barang bawaanmu." jawab Liu Biao.

Sun Jian terdiam.

Dan ketika Liu Biao sedang berbicara dengan Sun Jian, dari belakang bukit kedua muncul pasukan lagi dan ternyata itu adalah Kuai Yue dan Cai Mao yang masih mengejar. Sun Jian sepertinya telah terdesak.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 7


Pada akhir bab yang lalu diceritakan Sun Jian yg telah terdesak, akhirnya memutuskan untuk melawan Liu Biao. Dengan Bantuan Huang Gai, Cheng Pu dan Han Dang akhirnya Sun Jian berhasil lolos dari kepungan walaupun telah kehilangan 1/2 pasukannya. Sun Jian akhirnya berhasil kembali ke daerah selatan dan sejak saat itu Sun Jian dan Liu Biao adalah musuh.

Yuan Shao sedang berada di Henei, dengan persediaan yang menipis, dia mengirim utusan untuk meminjam persediaan dari Peguasa Daerah Ji Zhou, Han Fu.

Lalu Salah satu penasehat Yuan Shao, Feng Ji berkata padanya, "Kau adalah yang terkuat didaerah ini. Kenapa bergantung pada orang lain untuk mendapatkan persediaan? Daerah Ji Zhou sangat kaya dan Luas mengapa kau tidak merampasnya saja ?"

"Aku tidak Punya rencana bagus " Jawab Yuan Shao.

"Kau dapat diam-diam mengirim surat pada Gongsun Zan dan meminta dia menyerang, kau janjikan dia dukunganmu. Penguasa daerah JiZhou, Han Fu pasti akan meminta bantuanmu untuk mengirimkan tentara, setelah itu kita dapat mengirimkan tentara dan tuan akan mendapatkan daerah itu tanpa perlu bersusah payah."

Akhirnya suratpun dikirmkan. Ketika Gongsung Zan membaca surat tersebut bahwa mereka akan menyerang bersama dan membagi daerahnya maka dia setuju untuk melaksanakannya. Sementara itu Yuan Shao mengirimkan surat lainnya kepada Han Fu untuk memperingatkan mengenai Gongsun Zan. Han Fu meminta pendapat penasehatnya Xun Chang dan Xin Ping.

Xun Chang berkata,"Gubernur Gongsun Zan di BeiPing memimpin pasukan yang besar dan kuat. Jika dia datang menyerang kita, maka kita tidak akan dapat melawannya terutama apabila dia mendapatkan bantuan dari Liu Bei dan saudaranya. Saat ini Yuan Shao adalah yg paling berani dari yang lainnya dan dia mempunyai banyak bawahan yang terkenal dan hebat yang mengabdi padanya. Tuan lebih baik meminta bantuan Yuan Shao untuk menjaga daerah ini. Yuan Shao pasti akan memperlakukan Tuan dengan baik dan kita tidak perlu takut pada Gongsun Zan."

Han Fu setuju dengan usul ini dan mengirim Guan Chun sbg utusan kepada Yuan Shao.

Tetapi jendral Geng Wu menolak usulan ini,"Yuah Shao adalah orang yang tamak dan pasukan yang sedang kelaparan saat ini dan mereka bergantung pada kita untuk kelangsungan hidup mereka. Hentikan aliran pangan dan mereka semua akan hancur. Kenapa kita harus menyerahkan daerah ini kedalam tangannya ? Ini tidak lain seperti membiarkan harimau masuk kekandang lembu !"

Han Fu membalas,"Aku adalah seorang teman keluarga Yuan dan aku mengetahui dengan jelas kemampuan Yuan Shao yang sangat lebih baik daripada diriku ! mengapa kau sangat iri ?"

Geng Wu menghela napas dalam2x, "JiZhou telah kalah !"

Ketika berita mengenai hal ini tersebar keluar, lebih dari 30 pejabat di pemerintahan JiZhou langsung mengundurkan diri, tetapi Geng WU dan Guan Chun bersembunyi didaerah pinggiran untuk menunggu kedatangan Yuan Shao.

Mereka tidak menunggu terlalu lama, Beberapa hari kemudian, Yuan Shao dan pasukannya tiba dan Geng Wu serta Guan Chun berusaha membunuhnya dengan pisau. Aksi ini gagal, Jendral Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou langsung memenggal Geng Wu dan Guan Chun saat itu juga.

Hal pertama yang dilakukan Yuan Shao adalah mengangkat Han Fu denan posisi yang tinggi dan memberi gelar "JENDRAL YANG MEMPERLIHATKAN KEBERANIAN YANG BESAR"--Tetapi urusan administrasi sehari-hari dipercayakan pada 4 orang kepercayaan Yuan Shao--Tian Feng, Ju Shou, Xu You dan Feng Ji. Yang sedikit demi sedikit menpreteli kekuasaan Han Fu. Han Fu yang sadar hal ini segera kabur meninggalkan segalanya,termasuk keluarganya dan berlindung ditempat gubernur Chen Liu, Zhang Miao.

Mendengar Invasi Yuan Shao, Gongsun Zan mengirim adiknya Gongsun Yue untuk menemui Yuan Shao dan menagih janji.

"Aku ingin bertemu langsung dengan kakakmu. Dian dan aku punya banyak hal untuk dibahas" kata Yuan Shao.

Lalu Gongsun Yue kembali. Tetapi tidak jauh dia berkuda tiba-tiba Gongsun Yue melihat ada prajurit menghalangi.

"Kami adalah pengawal perdana menteri Dong Zhuo!" Teriak pasukan itu.

Gongsun Yue terbunuh diterjang panah yang langusng menembus jantungnya. Prajurit Gongsun Yue yang berhasil kabur kembali dan menceritakan kejadian ini kepada Gongsun Zan.

Gongsun Zan sangat marah dan berkata "Yuan Shao telah menipuku dan sekarang dia mengambil semua hasilnya! juga dia berpura2x bahwa orang yang mebunuh adikku bukanlah orangnya! aku harus membalaskan dendam adikku ini !"

Gongsun Zan membawa semua tentaranya untuk menyerang. Melihat keadaan ini Yuan Shao juga mengerahkan tentaranya. Dan kedua belah pihak bertemu di Sungai Pan. Sungai ini dihubungkan oleh sebuah jembatan yang besar.

Gongsun Zan lalu berteriak dari seberang jembatan, "Penjahat, berani benar kau menipuku ?"

Yuan Shao menjawab dari seberang jembatan dan menunjuk pada Gongsun Zan, "Han Fu telah menyerahkan padaku daerah ini karena dia tdk mampu memimpin! apa hubungannya denganmu ?"

Gongsun Zan menjawab,"Sebelumnya kau kuanggap sangat setia pada rakyat dan mementingkan kepentingan negara dan kami semua mengangkatmu sebagai kepala dari konfederasi. Sekarang perbuatanmu membuktikan bahwa kau kejam dan licik seperti serigala ! bagaimana kau dapat menghadapi dunia ?"

"Siapa yang dapat menangkap Dia ?" Yuan Shao berteriak denga kemarahan.

Wen Chou langsung maju dengan tombaknya. Gongsun Zan juga maju, keduanya bertarung. Hanya butuh 10 ronde untuk menunjukan bagaimana kekuatan Wen Chou yang sangat dahsyat. Lalu Gongsun Zan terpaksa mundur dan kembali kedalam pasukannya. Tetapi Wen Chou tetap mengejarnya sambil membunuh siapa saja yang menghalangi, ada 4 jendral Gongsun Zan yang menghalangi, tetapi satu langsung terbunuh begitu melihat wen chou dan 3 lainnya langsung lari ketakutan.

Wen Chou terus mengejar Gongsun Zan yang lari menuju daerah pengunungan. Dia berteriak, "Turun, Menyerahlah !!"

Gongsun Zan lari menyelamatkan diri. Panah dan busurnya terlpeas dari pundaknya, helmnya jatuh dan rambutnya teurai ketika dia berusaha menaiki bukit yang curam dengan kudanya. Akhirnya kudanya jatuh dan Gongsun Zan terhempas.

Wen Chou sekarang sudah sangat dekat untuk menusuk Gongsun Zan dengan tombaknya, Tiba-tiba muncul seorang anak muda dari balik bukit, dia duduk diatas kudanya dengan tegap dan memegang tombak. Dia memacu kudanya kearah wen chou dan Gongsun Zan merangkak untuk melihat siapakah dia.

Pendekar itu memili tinggi badan sedang, memiliki alis tebal dan mata yang besar. Dahinya lebar dan tulang mukanya kokoh, seorang muda tetapi memiliki penampilan seorang pemimpin senior. Dia memakau pakaian berwara putih kebiru-biruan, dengan helm berwarna perak dia melawan wen chou. Mereka berdua bertarung sebanyak 50 jurus dan tidak ada satupun yang kalah. Kemudai pasukan penolong Gongsun Zan tiba dan wen chou terpaksa pergi kembali ke pasukannya. Pendekar itu tidak mengejar.

Gongsun Zan cepat2x berdiri dan bertanya siapakan nama pendekar itu.

Pendekar itu langsung turun dari kuda dan berlutut, "Namaku adalah Zhao Zi Long(note: Saya nulisnya Zhao Zilong, ini nama dari Zhao Yue untuk membedakan dari Zhou Yu nantinya,jadi pake nama Zhao Zilong, tau kan siapa dia ?) dari Chang Shan. Aku pernah melayani Yuan Shao tetapi ketika aku melihat dia tidak memiliki kesetiaan dan sangat ceroboh dalam mengurus rakyat, aku meninggalkannya dan aku dalam perjalanan untuk menemuimu. Pertemuan kita ditempat ini adalah suatu kebetulan."

Gongsun Zan sangat senang mendengar hal ini dan mereka berdua kembali menuju perkemahan dan merencanakan serangan berikut.

Keesokan harinya Gongsun Zan bersiap untuk bertempur, dia membagi pasukannya menjadi dua sayap. Dia tetap berada ditengah dengan 5000 pasukan berkuda semua berkuda putih. Gongsun Zan sebelumnya telah berjasa dalam melawan suku utara , Suku Qiang dimana dia selalu menempatkan pasukan kuda putih didalam pasukannya dan karena itu dia sering disebut "JENDRAL PASUKAN KUDA PUTIH". Suku itu sangat takut padanya, sehingga setiap kali mereka melihat kuda putih mereka pasti akan lari ketakutan.

Pada pasukan Yuan Shao. Yan Liang dan Wen Chou merupakan pimpinan pasukannya. Mereka masign2x diberi 1000 tentara pemanah. Mereka juga masing-masing berada disayap kiri dan kanan. Ditengah ada Qu Yi dengan 800 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda. Yuan Shao mengomandani pasukan dibarisan belakang berkekuatan 2000 pemanah dan 10.000 pasukan infantri dan berkuda.

Dalam pertempuran ini Gongsun Zan menempatkan Zhao Yue untuk pertama kalinya dan karena Gongsun Zan belum yakin benar dengan Zhao Yue maka dia ditempatkan di pasukan bagian belakang. Pemimpin pasukan didepan adalah Yan Guang dan Gongsun Zan sendiri memimpin pasukan ditengah.

Dari pag ihari hingga menjelang malam, genderang perang terus berbunyi, tetapi pasukan Yuan Shao tidak bergerak. Qu Yi mengatur agar pasukan pemanahnya tersembunyi dibalik perisai2x besar. Merkea mendengar bunyi petasan, genderang dan suara anak panah berterbangan ketika Yan Guang mendekati tetapi Qu Yi tetap memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak. Dia menunggu sampai pasukan Yan Guang mendekatinya dan ketika telah cukup dekat, Qu Yi membunyikan tanda dan ke 800 pemanahnya langsung memanah dan memenuhi langit dengan anak panah mereka. Yan Guang yang kewalahan memerintahkan pasukannya untuk mundur, tetapi Qu Yi yang merasa telah diatas angin memerintahkan pasukannya maju. Akhirnya Qu Yi berhasil membunuh Yan Guang.

Jadi Gongsun Zan telah kalah dalam pertempuran ini. Kedua sayapnya yang harusnya membantu pasukannya didepan tertahan oleh Wen Chou dan Yan Liang. Pasukan Yuan Shao akhirnya dapat melintasi jembatan dan tiba diseberang sungai.

Qu Yi yang pertama sampai keseberang sungai langsung mengambil bendera Gongsun Zan dan mematahkannya. Melihat hal ini Gongsun Zan membalikan kudanya dan pergi.

Qu Yi mengejar. Tetapi ketika dia telah hampir berhasil mendekati Gongsun Zan, tiba-tiba muncul dihadapannya Zhao Yue dengan tombaknya yang siap menusuknya. Setelah beberapa Ronde akhirnya Qu Yi terjatuh dan mati. Lalu Zhao Yue menyerang pasukan Qu Yi yang lain dan membalikan keadaan. Dia lalu kembali menuju jembatan, dan membunuh semua yang menghalangi. Melihat hal ini Gongsun Zan memerintahkan pasukannya kembali ke jembatan.

Dari pengintai yang dikirim untuk melihat jalannya perang. Yuan Shao mendapat kabar baik bahwa Qu Yi berhasil melewati jembatan, merebut bendera dan mengejar Gongsun Zan. Lalu Yuan Shao tidak perduli lagi dengan apapun dan dia beserta Tian Feng maju kegaris depan.

"HAHAHAH!!!" Yuan Shao tertawa," Gongsun Zan ternyata tidak bisa apa2x!"

Ketika dia tertawa seperti itu, dia melihat dihadapannya Zhao Yue. Pengawalnya langsung mengarahkan anak panah, tetapi sebelum mereka sempat menembakkannya. Zhao Yue sudah berada didekat mereka dan prajurit berguguran kemanapun Zhao Yue lewat, terhitung lebih dari 100 orang prajurit tewas dan terluka sehingga membuat semua prajurit Yuan Shao yang lainnya tidak berani menghalanginya. karena keadaan sudah berbalik sekarang Gongsun Zan dan pasukannya berusaha mengepung Yuan Shao.

Tian Feng berkata "Tuan, bersembunyilah di rumah kosong ini!"

Tetapi Yuan Shao membuang helmnya ke tanah dan berkata,"Orang pemberani lebih baik menghadapi kematian dipeperangan dibandingkan mencari perlindungan dibalik tembok."

Kata2x yg penuh semangat ini memberi pasukannya semangat baru, sehingga mereka bertempur mati-matian dan membuat Zhao Yue tidak dapat menerobos masuk. Yuan Shao lalu mendapatkan bala bantuan yang dipimpin jendral Yan Liang yang berjumlah 5000 pasukan. Melihat hal ini Zhao Yue hanya dapat berusaha membawa Gongsun Zan ketempat yang aman. Mereka berusaha kembali keseberang jembatan. Tetapi pasukan Yuan Shao terus menekan, sehingga memaksa banyak pasukan Gongsun Zan terjun kedalam sungai, banyak yang tewas tenggelam karena itu.

Yuan Shao tetap memimpin pasukannya maju. Tetapi tidak lebih dari 2 km, Karena tiba-tiba terdengar dari balik bukit suara pasukan lain yang dipimpin oleh Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei.

Di Ping Yuan mereka mendengar mengenai pertempuran antara Gongsun Zan dan Yuan Shao, mereka datang untuk menolong. Sekarang ke 3 bersaudara itu masing-masing dengan senjatanya langsung memacu kuda mereka kearah Yuan Shao, yang sangat ketakutan melihat Ganasnya Guan Yu dan Zhang Fei membantai pasukannya sehingga dia terpana karena seolah-olah rohnya telah lepas dari tubuhnya dan terbang ke angkasa. Dalam hatinya dia berkata "Kedua orang ini bukanlah manusia !!!"

Pedangnya terlepas dari tangannya yang gemetaran dan dia lari menyelamatkan nyawanya. Dia berhasil melewati Jembatan dan Gongsun Zan mengumpulkan tentaranya dan mereka kembali kekemah. Setidaknya 500 orang prajurit telah tewas ditangan Guan Yu dan Zhang Fei kala mereka merangsek mendekati Yuan Shao.

Setelah salam yang singkat Gongsun Zan berkata "Jika bukan karena kau datang membantu, mungkin aku sudah terjepit oleh pasukan mereka."

Liu Bei dan Zhao Yue kemudan berbincang-bincang satu sama lain dan diantara mereka berdua timbul semacam ikatan batin yang merasa bahwa mereka akan selalu bersama.

Yuan Shao telah kalah perang dan Gongsun Zanpun telah kehabisan tenaga. Mereka hanya memperkuat pertahanan mereka dan pasukan tidak bergerak selama berbulan-bulan. Sementara itu, masalah pertempuran ini terdengar di ibukota Chang an dan Dong Zhuo diberitahu masalah ini.

Penasehatnya Li Ru menemui tuannya dan berkata "Kedua pemimpin yang aktif akhir2x ini adalah Yuan Shao dan Gongsun Zan yang sedang berperang di sungai Pan. Keluarkanlah sebuah Titah kaisar yang memerintahkan mereka berdamai agar salah satu dari mereka tidak kehilangan muka dan mereka akan mendukungmu karena berterima kasih atas intervensimu."

"Bagus!!" kata Dong Zhuo.

Lalu dia mengirim Utusan kekaisaran Ma MiDi dan Administrator kekaisaran Zhao Qi untuk menemui kedua pemimpin itu. Ketika mereka tiba, Yuan Shao keluar untuk menyambut mereka dan menerima titah kaisar itu dengan hormat. Kemudian kedua utusan itu juga pergi kepada Gongsun Zan dan juga melakukan hal yang sama. Keduanya menyetujui gencata senjata dan berdamai. Kedua utusan kembali keibu kota dan melaporkan hasil kerja mereka, Gongsun Zan menarik pasukannya. Dia juga mengirimkan laporan kepada Kaisar atas jasa2x Liu Bei yang akhirnya dijadikan Gubernur PingYuan.

Salam perpisahan antara Liu Bei dan Zhao Yue sangat menyentuh hati. Mereka memberi hormat satu sama lain lama sekali. Tampak air mata pada wajah mereka dan mereka terharu.

Zhao Yue berkata," Aku Kira Gongsun Zan adalah Pahlawan Sejati, tetapi sekarang aku melihat dia tidak ada bedanya dengan Yuan Shao. Mereka berdua sama."

"Tetapi kamu sekarang adalah bawahannya. Kita akan bertemu lagi lain kali." Kata Liu Bei.

Kedua orang itu menghapus air matanya dan merekapun berpisah.

Sang "Naga Kecil" telah keluar dari sarangnya, Mencari Tuan yang pantas untuk Dijunjungnya. Keduanya berpisah tetapi langit telah menentukan takdir mereka untuk bersama.........

Sekarang Yuan Shu yang ada di Nan Yang, mendengar saudaranya sekarang berada di Ji Zhou, mengirim pesan untuk meminta 1000 kuda. Tetapi Permintaan ini ditolak dan dia merasa kesal. Yuan Shu juga mengirim pesan ke JingZhou untuk meminjam beras dari Liu Biao, tetapi juga ditolak. Dalam kekesalannya dia menulis surat pada Sun Jian, Gubernur Chang Sha. Suratnya berbunyi seperti ini :

"Ketika Liu Biao mencegatmu dalam perjalanan pulang, itu adalah akibat saran dari saudaraku Yuan Shao. Sekrang mereka berdua telah merencanakan untuk menguasai wilayahmu diselatan, oleh sebab itu maka kamu harus segera melancarkan serangan pada Liu Biao. Aku akan menangkap Saudaraku Untukmu. Kau akan mendapatkan daerah JingZhou dan Aku akan mendapatkan JiZhou."

"Aku tidak dapat memaafkan Liu Biao" Kata Sun Jian setelah selesai membaca surat ini. "Dia telah menghalangi jalan pulangku dan aku akan harus menunggu bertahun-tahun lagi jika aku melepaskan kesempatan ini untuk membalas dendam!"

Dia Memanggil para bawahannya untuk rapat.

"Kau tidak boleh mempercayai Yuan Shu, dia itu penuh tipu daya."Kata Cheng Pu.

"Aku ingin membalas dendam karena alasan sendiri, apa peduliku terhadap Yuan Shu ini ?" Kata Sun Jian.

Dia mengirim Huang Gai untuk mempersiapkan 100 kapal kecil dan 20 kapal besar untuk membawa pasukan, kuda dan persediaan. Pasukan itu kemudian segera berangkat.

Berita mengenai persiapan ini sampai kepada Liu Biao yang langsung mengumpulkan penasehatnya dan stafnya.

Kuai Liang menyarangkan padanya agar tidak perlu Khawatir dan berkata "Tempatkanlah jendral Huang Zu sebagai kepala pasukan di JiangXia untuk melakukan serangan terlebih dahulu dan kau,Tuan, Mendukung dia dengan pasukan dari XiangYang. Biarkan Sun Jian melewati sungai dan danau. Apakah dia masih punya tenaga ketika mereka sampai disini ?"

Lalu Liu Biao memerintahkan Huang Zu untuk menyiapkan pasukan berjumlah 50.000 pasukan, dan pasukan itu diposisikan seperti yang diperintahkan.

Dikatakan bahwa Sun Jian mempunyai 4 orang anak, semua berasal dari istrinya yang bermarga Wu. Nama mereka sesuai urutannya adalah Sun Ce, Sun Quan, Sun Yi dan Sun Kuang. Sun Jian mempunyai istri kedua yang merupakan adik dari istri pertamanya. Dan dari istri yang kedua dia mendapatkan seorang putra dan seorang putri. Yang putra bernama Sun Lang dan yang putri bernama Sun Ren. Sun Jian juga mempunyai anak angkat yang berasal dari marga Yu dan meberinya nama Sun Hu dan Sun Jian juga mempunyai seorang adik bernama Sun Jing.

Ketika Sun Jian mau pergi dalam ekspedisi kali ini, adiknya Sun Jing dengan 6 anaknya berdiri didepan kudanya dan mencegahnya,"Dong Zhuo masih menjadi penguasa negara, karena kaisar lemah. Seluruh negara penuh dgn pemberontakan, semua saling berebut daerah. Daerah kita relatif aman tentram dan sentosa. Aku merasa adalah sangat salah untuk memulai sebuah perang karena masalah sepele. Aku harap kau pikirkan kembali sebelum kau memulai perjalanan ini."

Sun Jian berkata,"Adikku, jgn berkata apa2x lagi. Aku menginginkan agar kekuatanku dapat dirasakan diseluruh kekaisaran ini dan aku ingin agar sakit hatiku ini terbalaskan."

"Ayah, Jika kau harus pergi, bawalah aku bersamamu." Kata Sun Ce anak pertama Sun Jian.

Permintaan ini dikabulkan, Ayah dan anak berangkat dalam perjalanan untuk menyerang kota Fan Kou.

Sekarang Huang Zu telah menempatakan pemanah disepanjang tepi sungai. Ketika kapal2x Sun Jian tiba, maka langit telah dipenuhi oleh anak panah yang saling berterbangan. Sun Jian memerintahkan pasukannya tetap berada didalam tempat perlindungan dikapal. Beberapa kali kapal2x itu seperti ingin menepi, tetapi langsung disambut dengan tembakan anak panah yang tidak terkira banyaknya. Akhirnya seluruh anak panah pasukan musuh telah habis terpakai dan sun jian memerintahkan agar anak buahnya mengambil anak panah tersebut dan menembakkannya kembali kepada pasukan Huang Zhu. Pasukan yang berada ditepi sungai banyak yang terluka dan akhirnya kabur. Pasukan Sun Jian kemudian mendarat, 2 divisi masing-masing dipimpin Cheng Pu dan Huang Gai diperintahkan menuju kemah Huang Zhu, satu divisi lagi dipimpin oleh Han Dang sebagai pasukan pembantu. Total seluruh pasukan berjumlah 25.000 prajurit. Dengan diserang dari Tiga arah seperti ini pasukan Huang Zhu akhirnya tertekan dan Dia terpaksa meninggalkan Fan Kou dan menuju DengCheng.

Meninggalkan Kapal2x nya didalam pengawasan Huang Gai, Sun Jian memimpin pasukan mengejar Huang Zhu. Huang Zhu akhirnya Keluar dari bentengnya dan menantang perang di daerah terbuka. Ketika Sun Jian tiba, Sun Ce berada disamping ayahnya memakai baju Zirah berwarna Perak memegang Bendera kebesaran Sun Jian.

Huang Zhu keluar bersama 2 jendralnya-- Zhang Hui dari Jiang Xia dan Chen Sheng dari XiangYang.

Huang Zhu mengata-ngatai musuhnya itu, "Kau Bedebah pemberontak dari selatan, mengapa kau menyerang daerah kekuasaan keluarga kekaisaran ?"

Zhang Hui menantang duel, Han Dang maju melayani. Mereka berdua bertarung 30 jurus dan Chen Sheng Yang melihat Zhang Hui tampak kelelahan lalu datang membantu. Sun Jian yang melihat Chen Sheng datang lalu mengambil busurnya dan menembakan anak panah yang langsung melukai Chen Sheng di mukanya dan langsung terjatuh dari kudanya. Panik melanda Zhang Hui yang melihat kawanya jatuh dan dia tiba-tiba lengah. Han Dang akhirnya menebas kepala Zhang Hui dan Zhang Hui pun jatuh dengan tengkorak terbelah dua.

Melihat kedua jendral itu telah mati, Cheng Pu berusaha menangkap Huang Zhu yang turun dari kudanya, membuang helemnya dan berbaur dengan pasukan yg lain. Sun Jian memimpin penyerangan dan mengusir musuh menuju sungai Han dimana dia telah memerintahkan Huang Gai untuk mengarahkan kapal2x itu ke sana dan berlabuh.

Huan Zhu yang berhasil lolos dan kembali,melaporkan kepada Liu Biao, "Sun Jian terlalu Kuat untuk pasukannku !"

Kuai Liang dipanggil untuk dimintai sarannya dan dia berkata,"Pasukan kita yang baru dikalahkan sedang tidak mempunyai semangat untuk bertempur. Oleh Sebab itu kita harus mempertahankan posisi kita, sementara itu kita meminta bantuan Yuan Shao. Dengan begitu kita dapat Melawan."

"Suatu langkah yang bodoh!" kata Cai Mao, "Musuh ada didepan gerbang kota, apakah kita harus diam saja dan menunggu untuk dibantai ? Berikan aku pasukan dan aku akan keluar dan melawan sampai akhir !"

Lalu Cai Mao diberikan pasukan berjumlah 10.000 prajurit dan pergi menuju bukit Xian dimana disana dia menyusun formasi.

Ketika Cai Mao mendekati posisi pasukan Sun Jian, Sun Jian berkata, "Dia adalah adik ipar dari Liu Biao, Siapa yang akan menangkapnya ?"

Cheng Pu mengambil tombaknya dan keluar. Setelah beberapa ronde saja, akhirnya Cai Mao kabur dan dikejar pasukan Sun Jian. Pasukan Sun Jian membantai prajurit Liu Biao yang diketemukan sehingga seluruh padang rumput itu ditutupi oleh mayat dimana-mana. Dan Cai Mao secepat kilat kembali ke kota Xiang Yang untuk berlindung. 10.000 prajuritnya tidak ada yang ikut kembali bersamanya.

Kuai Liang marah dan berkata, "Cai Mao harus dihukum mati sesuai dengan hukum militer ! kekalahan ini semua disebabkan karena dirinya."

Tetapi Liu Biao engan untuk menghukum adik dari istri yang baru saja dinikahinya.

Sun Jian Mengepung Xiang yang dan setiap hari menyerang tembok kota. Suatu hari angin kencang bertiup dan mematahkan batang tempat bendera kebesaranya berkibar.

"Pertanda Sangat buruk.",Kata Han DAng. "Kita Harus kembali."

Sun Jian berkata,"Aku telah memenangkan setiap pertempuran dan kota akan segera berhasil kukuasai. Apakah aku harus kembali akibat kebetulan ini?"

Dia tidak mengindahkan saran itu dan lebih meningkatkan serangan pada tembok kota.

Didalam Kota para pasukan bertahan juga melihat pertanda.

Kuai Liang berkata, "Semalam aku melihat bintang jatuh dari langit tepat diarah daerah Sun Jian. Jika perhitungan ku tepat maka Yang akan mengalami nasib naas itu adalah Sun Jian."

Kuai Liang menyarankan Liu Biao meminta bantuan Yuan Shao secepatnya.

Lalu Liu Biao Menulis. Dia lalu bertanya siapakah yang bersedia mencoba keluar dari kepungan dan berusaha meminta bantuan Yuan Shao. Lu Gong, seorang pendekar dengan kekuatan besar menawarkan dirinya untuk tugas tersebut.

Kuai Liang berkata, "Jika kau menerima tugas ini, maka dengarlah nasehatku. Kau akan diberikan 500 tentara. Carilah pemanah2x terbaik. Terjanglah formasi musuh dan pergi ke bukit Xian. Kau akan dikejar, tetapi siapkanlah diatas bukun 100 orang prajurit yang akan menjatuhkan batu2x besar. Dan siapkan lagi 100 prajurti didalam hutan untuk menyerang musuh tiba-tiba dengan panah. Ini belum akan menghentikan pengejaran mereka, tetapi cukup untuk menghambat mereka. Jika Kamu tetap dikejar, berikan tanda dengan membunyikan petasan dan pasukan dari Kota akan datang membantu. Jika kau tidak dikejar, maka paculah kuda secepatnya dan pergilah. Esok adalah waktu yang tepat karena bulan tidak terang dan bintang tidak cerah."

Lu Gong setelah menerima instruksi ini langsung menyiapkan pasukannya dan segera setelah hari gelap dia keluar melewati gerbang timur.

Sun Jian yang berada dikemahnya mendengar suara teriakan dan prajurit melapor padanya, "Ada sekelompok pasukan berkuda yang keluar dari dalam kota !"

Sun Jian langsung menaiki kudanya dan berkuda dengan 30 orang pasukan berkuda lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Pasukan Lu Gong telah bersembunyi dalam hutan. Sun Jian berkuda mendahului mereka dan dia menemukan dirinya sendirian dan terlalu dekat dengan musuh. Lu Gong lalu berbalik arah dan melawan dia, tetapi hanya beberapa jurus lalu Lu Gong kabur lagi kearah perbukitan. Sun Jian mengikuti lalu kehilangan jejaknya.

Sun Jian mencoba menaiki bukit itu, lalu tiba-tiba bunyi gong terdengar. Dari atas bukit batu2x berjatuhan, semetara dari dalam hutan panah2x berterbangan. Sun Jian terkena beberapa panah dan juga terkena bebatuan yang mengenai kepalanya. Dia dan Kudanya tebunuh, Sun Jian hanya baru berusia 37 tahun ketika dia wafat. Tubuhnya tertindih batuan2x dan badannya penuh dengan anak panah yang menancap.

Pasukannya yang menyertainya dapat dihancurkan dan tidak ada yang selamat dari ke 30 orang itu. Lu Gong lalu membunyikan tanda. Dengan Tanda ini Huang Zhu,Kuai Yue dan Cai Mai memimpin 30.000 pasukan dan keluar membantai pasukan Sun Jian.

Ketika Huang Gai mendengar suara pertempuran, dia membawa pasukan dari kapal dan bertemu dgn Huang Zhu, Hanya dalam beberapa Jurus dia berhasil menangkap Huang Zhu yang dijadikan tawanan.

Cheng Pu Keluar untuk menyelamatkan Sun Ce. Ketika dia sedang mencari jalan untuk kabur, dia bertemu dgn Lu Gong. Cheng Pu langsung memacu kudanya melawan Lu Gong. Dalam beberapa jurus, Lu Gong tertusuk tombak Cheng Pu dan jatuh. Pertempuran itu makin kacau dan berlanjut hingga hari terang. Ketika setiap pasukan itu menarik diri. Liu Biao memerintahkan pasukannya kembali kedalam Kota.

Ketika dia kembali kesungai, dia mendengar bahwa ayahnya telah gugur dan tubuh ayahnya telah dibawa oleh musuh. Dia menangis keras sekali dan seluruh pasukan ikut menangis.

"Bagaimana aku dapat kembali kerumah sedangkan tubuh ayah ada bersama mereka ?" Tangis Sun Ce.

Huang Gai berkata, "Kita mempunyai Huang Zhu sebagai tawanan, Biarlah seseorang masuk kedalam kota dan membicarakan perdamaian, dan menukar tawanan untuk jasad tuan kita."

Baru saja dia selesai berbicara tiba-tiba ada seseorang yang berkata,"Aku adalah teman lama Liu Biao, Aku mau jadi sukarelawan untuk misi ini.", Orang itu bernama Huan Ji, seorang pengurus administrasi tentara.

Sun Ce setuju. Lalu Huan Ji pergi dan membicarakan masalah perdamaian.

Liu Biao berkata pada Huan Ji,"Jasadnya telah kutaruh dalam peti mati dan dapat segera dikirimkan secepatnya setelah Huang Zhu dikembalikan. Marilah kita menghentikan perang ini dan tidak akan pernah lagi menyerang satu sama lain."

Huan Ji berterima kasih dan dia pun berpamitan.

Tetapi ketika Huan Ji baru saja menuruni tangga istana, Kuai Liang tiba-tiba masuk dan berkata, "Tidak, Tidak ! Biarkan aku bicara dan aku akan memastikan tidak ada satu musuhpun yang dapat selamat. Aku harap kau perintahkan orang untuk memenggal orang ini lalu jalankan rencanaku."
dark_knight13
wah boss gw suka banget. ditunggu lanjutannya. bookmark!!!
IZRO'IL
QUOTE (dark_knight13 @ Oct 18 2009, 08:27 PM) *
wah boss gw suka banget. ditunggu lanjutannya. bookmark!!!

untuk update harap sabar, ane update beberapa thread, gantian sama thread yg lain tuk update.
silakan dinikmati.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 8


Ini adalah yang Kuai Liang Katakan, "Sun Jian sekarang telah tiada dan anak-anak nya masih sangat muda. Manfaatkan momentum ini untuk menyerang ke selatan dan itu semua akan menjadi milikmu dan sekali pukul. Jika kau mengembalikan mayantnya dan membuat perjanjian damai, kau akan memberi mereka kesempatan menjadi kuat dan suatu hari mereka akan kembali ke Jing Zhou."

"Tetapi bagaimana aku akan meninggalkan Huang Zhu ditangan mereka ?" Kata Liu Biao.

"Kenapa tidak mengorbankan seekor burung untuk seekor naga ?"

"Tetapi dia adalah temanku, dan untuk membiarkannya adalah suatu yang salah."

Lalu Huan Ju diperbolehkan untuk kembali dengan membawa berita bahwa jasad Sun Jian akan diserahkan apabila Huang Zhu dikembalikan. Sun Ce membebaskan tawanannya, membawa peti mati ayahnya dan pertempuranpun selesai. Sun Jian dimakamkan didataran di Que, ketika upara Berakhir Sun Ce bersama pasukannya kembali Pulang.

Di Chang Sha, salah satu daerah diselatan sungai besar, Sun Ce mengantikan Sun Jian memerintah. Dia memerintah dengan sangat baik dan dermawan, Dia mengundang banyak2x orang berbakat dan pemberani kesisinya.

Sementara itu, Dong Zhuo di Ibu Kota Chang An, ketika mendengar kematian Sun Jian berkata, "Kegelisahan didalam hatiku sekarang telah hilang !"

Dia bertanya, "Anak-anak seperti apakah yang Sun Jian miliki ?" Dan ketika mereka memberitahunya bahwa yang tertua baru berusia 17 tahun, dia langsung senang dan seketika itu juga seluruh kegelisahan hilang dari kepalanya.

Dari saat ini dan seterusnya, Kesombongannya makin menjadi-jadi. Dia Mengangkat dirinya sendiri menjadi "GURU KAISAR", Sebuah gelar yg sangat terhormat dan seluruh tindakannya sudah selayaknya bahwa dialah yang kaisar. Dia mengangkat adiknya, Dong Min menjadi Penguasa HuaZhao dan memberikannya jabatan Panglima Besar Pasukan Kiri. Keponakannya, Dong Huang diangkat menjadi Penasehat Kekaisaran dan Memberinya kekuasaan atas pasukan penjaga istana dan setiap orang di keluarganya diberi gelar kehormatan dan jabatan tinggi. 80 Km dari Ibu Kota Chang An, Ada sebuah kota bernama MeiWo, kota yang sama persis seperti Chang An. Ada istana, lumbung beras, gudang harta, gudang senjata, dsbnya. Pembuatannya membutuhkan 250.000 orang. Disini Dong Zhuo mengumpulkan Harta yang cukup untuk digunakan selama 20 tahun oleh kaisar. Dia memilih 800 wanita cantik2x untuk ditempatkan di kota ini. Kekayaan yang ada dikota ini tidak dapat lagi dihitung. Semua keluarga dan pendukungnya hidup dikota ini.

Dong Zhuo mengunjungi kota ini dalam interval Sebulan sekali, dan setiap kunjungan seperti acara penyambutan Kaisar. Dengan setiap pejabat dan jendral harus menunggunya disisi jalan dan memberinya hormat dengan membungkuk kearah utara.

Dalam suatu kesempatan, Dong Zhuo mengadakan Jamuan makan besar untuk semua orang. Dan ketika hal itu sedang berlangsung datang pasukan besar pemberontak dari utara untuk menyerah. Dong Zhuo membawa mereka menuju mejanya dan melakukan kekejaman padanya. Tangan mereka dipotong ada yang kakinya dipotong, ada pula yang bola matanya di cungkil keluar, yang lainnya semua giginya dipatahkan, ada lagi yang lidahnya dipotong sementara ada lagi yang tulang-tulangnya dipatahkan. Mereka yang berstatus pemimpin ada yg direbus hidup-hidup dalam air mendidih, dan ada yang di masukan dalam wajan besar berisi minyak mendidih. Teriakan kengerian dan penderitaan sampai terdengar dilangit dan banyak pejabat yang tidak tahan lalu pingsan dan meninggal ditempat menyaksikan hal ini. Tetapi Dong Zhuo tetap saja tertawa, makan dan mabuk2x an serta berbicara dan tersenyum seolah tidak terjadi apapun.

Pada suatu hari yang lain Dong Zhuo sedang mengadakan perjamuan besar untuk para pejabat istana yang duduk dalam 2 barisan panjang. Selang beberapa saat tiba-tiba Lu Bu masuk dan membisikan sesuatu ke telinga Dong Zhuo.

Dong Zhuo Tersenyum dan berkata "Dia Selalu begitu. Bawa Menteri Zhang Wen keluar!"

Yang lain mukanya menjadi pucat memikirkan apa yang akan terjadi. Lalu masuklah seorang pria membawa kepala Zhang Wen didalam sebuah nampan dan menunjukan itu pada semua pengunjung. Mereka hampir mati ketakutan.

"Jangan Takut," Kata Dong Zhuo tersenyum. "Menteri Zhang Wen telah bersekutu dengan Yuan Shu untuk membunuhku. Sebuah Surat yang ditulisnya teah jatuh ketangan anakku, Jadi aku memerintahkannya untuk dihukum. Kalian yang lain yang tidak bersalah tidak perlu takut."

Satu per satu pejabat akhirnya memohon diri .Salah satu dari mereka Wang Yun, yang telah menyaksikan semua hal ini kembali kekediamannya dengan sangat gelisah. Dimalam yang sama, sinar bulan bersinar terang, dia berjalan2x ditaman rumahnya. Dia memandang Langit dan air mata mengalir dan turun dipipinya. Tiba-tiba dia mendengar ada suara dari Paviliun kecil didekat situ dan seseorang sedang menghela napas dalam-dalam. Berusaha melihat, dia menemukan ada salah seorang pembantu rumah tangganya disana, namanya Diao Chan.

Pembantunya ini telah dibawa ke kediamannya. Dia diajarkan menyanyi dan menari. Pada usia ke 21 dia sangat cantik dan sangat pintar yang Wang Yun sudah anggap anak sendiri dan bukan pembantu.

Setelah beberapa saat Wang Yun memanggilnya, "Apa yang sedang kau lakukan disini ?"

Diao Cahn lalu berlutut dan berkata, "Aku tidak sedang berbuat apa-apa, tuanku."

"Lalu mengapa kau menghela napas didalam kegelapan ?"

"Bolehkah aku berkata dari dalam hatiku ?"

"Katakan padaku seluruhnya, jangan menyembunyikan apapun."

Lalu dia berkata," Aku telah menerima banyak kebaikan darimu. Aku telah diajarkan menyanyi dan menari dan juga telah diperlakukan dengan sangat baik yang apabila dirinya dipecah menjadi ribuan bagianpun belum dapat membayar kebaikan tuanku. Aku telah melihat belakangan ini tuanku sedang gelisah dan tidak merasa senang, aku tahu tuanku sedang memikirkan masalah negara. Tetapi aku tidak berani bertanya. Malam ini tuanku terlihat lebih sedih dari waktu-waktu yang lalu. Karena itu aku berpikir dapatkah aku membantu tuanku walaupun harus mati aku rela."

Sebuah ide muncul di kepala Wang Yun, Dan dia berkata, "Apa yang akan kau pikirkan jika nasib seluruh dinasti Han ada ditanganmu ? Ikut denganku !"

Wanita itu mengikuti tuannya kedalam rumah. Disana dia menyuruh semua pelayan lainnya keluar, lalu menyuruh Diao Chan duduk dikursinya dan bersujud kepadanya. Diao Chan ketakutan dan langsung bersujud dilantai juga, didalam hatinya dia berkata apa maksud semua ini.

Kata Wang Yun,"Kau dapat menyelamatkan seluruh rakyat Han!"

dan air matapun mengalir dari mata Diao Chan.

"Tuanku, seperti telah kukatakan, gunakanlah diriku seperti yang tuanku mau. Aku tidak menyesal dan takut." Kata Diao Chan.

Wang Yun berlutut dan berkata,"Rakyat sedang diambang kehancuran, Kaisar dan menterinya sedang kacau dan kau adalah satu-satunya penyelamat. Bajingan Dong Zhuo itu ingin menggulingkan kaisar dan tidak ada satupun dari kami yang mampu menghentikannya. Dia memiliki anak yang pemberani dan kuat, tetapi ayah dan anak sama-sama lemah terhadap kecantikan wanita. Aku membuat rencana yang kusebut "TAKTIK BERANTAI". Aku pertama akan mengajukan usul untuk menikahkanmu dengan Lu Bu dan setelah itu aku akan mengajakmu menemui Dong Zhuo, dan kau harus mengambil segala kesempatan untuk mengadu domba mereka. Buatlah agar anak membunuh ayahnya yang akan mengakhiri penderitaan ini. Apakah kau melakukan hal ini ?"

"Pelayanmu ini telah berjanji tdk akan mundur dari kematian itu sendiri, Tuanku boleh menggunakan diriku ini untuk apa saja dan aku akan mengusahakan yang terbaik."

"Tetapi bila rencana ini bocor, kita semua akan mati." Kata Wang Yun.

"Jgn takut."Kata Diao chan,"Jika pelayanmu ini tidak tahu balas budi. Maka biarlah aku mati ditusuk banyak pedang!"

"Terima kasih ! terima kasih!" Kata Wang Yun.

Lalu Wang Yun mengambil beberapa perhiasan yang dia hadiahkan untuk Lu Bu. Lu Bu sangat senang dan dia berterima kasih kepada Wang Yun. Ketika Lu bu tiba, Wang Yun langsung menyambutnya dan Lu Bu dijamu dengan berbagai hidangan istimewa. Lu Bu dipersilahkan duduk dikursi kehormatan.

Lu Bu berkata, "Aku hanyalah seorang pelayan dari perdana menteri, dan kau adalah pejabat tinggi kekaisaran. Kenapa kau memperlakukan dengan sangat istimewa ?"

"Karena diseluruh negeri tidak ada pahlawan yang mampu manandingi kemampuanmu." Jawab Wang Yun.

Ini membuat Lu Bu sangat senang dan Wang Yun meneruskan memuji-muji Lu Bu dan juga memuji-muji Dong Zhuo serta terus memberikan Lu Bu arak dan anggur.

Saat ini kebanyakn pelayan telah meninggalkan ruangan dan hanya tersisa beberapa orang untuk menuangkan arak.

Ketika Lu Bu sudah hampir mabuk lalu Wang Yun berkata, "Persilahkan Dia masuk!"

Lalu munculah 2 orang pelayan berpakaian putih dan dibelakangnya berjalan Diao Chan yang tampil sangat memukau.

"Siapakah Dia?" Tanya Lu Bu.

"Ini adalah putriku, Diao Chan. Karena kau telah sangat baik maka aku ingin memperkenalkannya padamu."

Wang Yun memerintahkan Diao Chan untuk mempersembahkan arak, dan mata mereka berdua saling bertatap-tatapan.

Wang Yun berpura-pura jg telah mabuk berkata, "Anakku memohon padamu jendral untuk meminum secangkir atau mungkin dua. Kami semua bergantung padamu jendral."

Lu Bu memohon agar Diao Chan duduk, Diao Chan berpura-pura ingin pergi.

Wang Yun meminta Diao Chan untuk tetap disini dan berkata, "Jendral adalah teman yang baik, duduklah dan temanilah dia."

Lalu Diao Chan duduk dekat dengan tuannya.

Lu Bu tetap menatap wajahnya setiap dia mengeuk cangkir arak.

"Aku akan menghadiahkan dia sebagai pendampingmu, apakah kau setuju ?" Kaya Wang Yun.

Lu Bu langsung berdiri.

"Jika begitu, aku sangat berterima kasih" Kata Lu Bu.

"Kita akan memilih hari yang baik agar dia dapat masuk istana"

Lu Bu sangat senang, Dia tidak dapat berhenti untuk menatap Diao Chan.

Waktunya untuk Lu Bu pergi sekarang dan Wang Yun berkata, "Aku mau memintamu untuk bermalam tetapi aku khawatir perdana menteri akan curiga."

Lu Bu berterima Kasih lagi dan lagi sebelum pergi.

Beberapa Hari kemudian ketika Wang Yun di istana dan Lu Bu tidak ada, Wang Yun bersujud pada Dong Zhuo dan berkata, "Aku berharap kau mau datang ke tempat tinggalku yang rendah ini untuk makan malam. Apakah seorang yang mulia seperti anda bersedia ?"

"Karena kau yang mengundangku, aku pasti akan datang." Jawab Dong Zhuo.

Wang Yun berterima kasih. Lalu Wang Yun pulang kerumahnya dan menyiapkan segala keperluan untuk menyambut Dong Zhuo. Dia mempersiapkan semua jenis makanan istimewa. Kursi2x dihiasi sutra indah dan tirai yg indah dipasang disekeliing ruangan itu. Ketika Dong Zhuo tiba, Wang Yun menyambutnya di gerbang utama. Wang Yun bersujud ketika Dong Zhuo keluar dari keretanya. Dong Zhuo datang bersama 100 pasukan baju zirah yang langsung memenuhi aula utama. Dong Zhuo langsung duduk di tempat terhormat sementara Wang Yun tetap berdiri. Dong Zhuo memerintahkan agar sebuah kursi lain dibawa kesampingnya dan meminta Wang Yun duduk.

Kata Wang Yun, "Perdana menteri, Kau ada orang yang hebat yang memiliki Kebajikan setinggi gunung. Tidak ada orang bijak dalam sejarah bahkan seperti Yi Yin maupun Pangeran Zhoyu yang dapat berbuat seperti itu."

Dong Zhuo tersenyum. Mereka menyantap makanan dan minuman dan musikpun mulai didendangkan. Wang Yun menyenangkan hati tamunya itu dengan berbagai pujian. Ketika sudah mulai malam dan arak telah membuat mereka berdua mabuk. Dong Zhuo diundang keruangan utama. Jadi dia menyuruh pengawalnya menunggu dan dia masuk.

Didalam mereka berdua duduk sambil mabok dan Wang Yun berkata, "Dari muda aku telah mengerti sesuatu tentang astrologi dan telah melihat aspek dari langit. Aku melihat hari-hari Han telah akan berakhir dan Perdana Menteri akan memerintah seluruh dunia sama seperti ketika Shun menggantikan Yao dan Yu meneruskan Shun, Semua karena kekuatannya. "

"Mana Berani aku mengharapkan seperti itu ?" Kata Dong Zhuo.

"Dari jaman dahulu kala, Yang berjalan dijalur yang benar akan menggantikan mereka yang menyimpang. Mereka yg kurang kebajikan akan jatuh dan digantika oleh yang memiliki. Dapatkan seseorang menghindar dari takdir ?"

"Jika memang mandat langit akan turun padaku, kau akan menjadi yang pertama berjasa !" kata Dong Zhuo.

Wang Yun langsung bersujud, Lalu lilin-lilin dinyalakan dan pelayan disuruh keluar, hanya menyisakan pelayan yang menuangkan arak.

Ketiak itu Wang Yun berkata, "Sekarang-sekarang ini musik yang dimainkan oleh pemusik adalah hal yang biasa-biasa saja untuk didengarkan telingamu, tetapi dirumahku ada pelayan yang mungkin dapat menyenangkan hatimu."

"Bagus sekali !" kata sang Tamu.

Lalu tirai diturunkan. Musik mengalun dari ruangan itu dan beberapa gadis cantik keluar dan menari, gadis yang ditengah adalah Diao Chan.

Ketika Tarian berakhir, Dong Zhuo memerintahkan agar pelayan yang tadi itu disuruh masuk. Dan Diao Chan pun masuk dan bersujud. Ketika dia mendekati Dong Zhuo. Dong Zhuo langsung tertarik kepada kecantikannya dan kelembutan tutur katanya.

"Siapakah Dia?" Tanya Dong Zhuo kepada Wang Yun.

"Seorang Gadis penyanyi, namanya adalah Diao Chan."

"Lalu bisakah kau suruh dia bernyanyi ?"

Wang Yun memerintahkan diao chan menyanyikan sebuah lagu diiringi dgn musik.

Dong Zhuo Sungguh senang dan memujinya. Dia diperintahkan untuk menuangkan arak bagi Dong Zhuo. Ketika itu Dong Zhuo menanyakan umurnya.

Diao Chan Menjawab "Pelayan yg tidak berguna ini berumur 21 tahun."

Lalu Wang Yun berdiri dan berkata, "Kalau perdana menteri tidak keberatan, aku akan mempersembahkan dia sebagai pelayan perdana menteri."

"Bagaimana aku dapat berterima kasih untuk kebaikan ini.!" kata Dong Zhuo.

"Dia akan merasa sangat beruntung apabila dapat menjadi pelayanmu." Kata Wang Yun.

Dong Zhuo berterima kasih kepada Wang Yun.

Lalu Dia memerintahkan untuk mengirim tandu tertutup bagi Diao Chan dan membawanya ke istana perdana menteri.

Setelah Dong Zhuo pergi, Wang Yun mengantarnya sepanjang jalan.

Setelah mereka semua pergi, Wang Yun mengendarai kudanya menuju kediamanya. Setengah jalan dai bertemu barisan pengawal denga lampu merah sedang mendampingi Lu Bu yang sedang berpatroli.

Melihat Wang Yun, Lu Bu langsung mendekat dan menangkapnya. Dia marah, "Kau menjanjikan Diao Chan padaku tetapi sekarang kau menyerahkannya pada perdana menteri. Rencana apakah ini ?"

Wang Yun langsung berakta, "Jgn keras-keras, ikutlah dengaku. aku harap kau mau datang kerumahku."

Lalu mereka pergi berdua dan Wang Yun berbicara dengan Lu Bu diruang Pribadinya.

Seperti biasa, mereka bertuka salam, wang yun berkata, "Mengapa Kau menyalahkan aku jendral ?"

"Seseorang berkata padaku bahwa kau menyerahkan diao chan kepada perdana menteri, apakah maksud semua ini ?"

"Tentu saja kau tidak mengerti, Kemarin ketika aku bertemu perdana menteri, dia bilang akan membicarakan sesuatu dirumahku. Jadi sudah selayaknya aku membuat penyambutan dan jamuan dan ketika sedang dalam perjamuan dia berkata "Aku dengar ada isu kau mempunyai seorang gadis cantik yang akan kau serah pada Lu Bu bernama Diao Chan. Aku ingin melihatnya.". Tentu aku tidak dapat berkata tidak padanya, jadi dia masuk dan bersujud pada tuan dari segala tuan. Lalu dia berkata bahwa ini hari keberuntungannya bahwa dia akan membawanya dan menyerahkan padamu nanti. Coba kau pikirkan, tuan. Bagaimana mungkin permintaan perdana menteri ku tolak ?"

"Kamu tidaklah sesalah yg kuduga" kata Lu Bu. "Tetapi untuk beberapa saat aku telah salah menduga, Aku berhutang permintaan maaf padamu."

"Wanita itu memiliki tas kecil yang akan kuserahkan padamu ketika dia telah ada di kediamanmu" kata Wang Yun.

Lu Bu berterima kasih dan dia pergi. Keesokan harinya dia pergi ke istana untuk mengetahui kebenarannya, tetapi dia tidak dapat menemukan informasi apapun. Lalu dia pergi kekediaman pribadi Dong Zhuo dan menanyakannya pada para pelayan. Beberapa pelayan mengatakan padanya bahwa "GURU KAISAR" telah membawa pulang "teman tidur" baru semalam dan sekarang masih belum bangun. Lu Bu sangat marah, lalu dia mengendap-endap kebelakang ruangan tidur tuannya.

Saat ini Diao Chan telah bangun dan sedang merapihkan rambutnya didekat jendela. Dia melihat bayangan panjang dipinggir danau. Dia mengenai bentuk bayangan itu dan dia yakin itu adalah Lu Bu. Lalu dia berpura-pura sedih dan menangis dan dengan sapu tangannya dia menyeka air matanya, lagi dan lagi.

Lu BU hanya berdiri dan memandanginya saja.

Lalu ketika Lu Bu pergi dan menghadap lewat pintu depan, Dong Zhuo telah duduk di ruang resepsi.

Melihat Lu Bu datang dong Zhuo bertanya, "Apakah ada yang baru ?"

"Tidak ada" jawabnya.

Lu Bu menunggu ketika Dong Zhuo sedang sarapan. Ketika dia berdiri disamping tuannya, dia melihat kearah tirai dan disana dia melihat wanita yang dari waktu ke waktu juga melihat kearahnya. Dia tahu bahwa itu adalah Diao Chan dan pikirannya melayang padanya. Dong Zhuo melihat ekspresinya dan merasa curiga.

"Jika tidak ada sesuatu yang baru, kau boleh pergi," Kata Dong Zhuo.

Lu BU pun pergi dengan engan.

Sekarang Dong Zhuo tidak memikirkan apa-apa lagi kecuali selirnya yang baru ini dan untuk lebih dari sebulan dia tidak memperdulikan urusan negara, dia hanya bersenang-senang sepanjang hari. Diao Chan selalu berada disisinya setiap hari. Dong Zhuo sangat sayang padanya.

Suatu hari Lu Bu datang untuk menanyakan keadaan ayahnya. Dong Zhuo ketika itu sedang tertidur dan Diao Chan berdiri duduk dibelakangnya. Diao Chan lalu memasang muka sedih dan tertekan. Melihat Hal ini Lu Bu merasa hancur hatinya. Dong Zhuo yang baru membuka matanya, melihat anaknya sedang menatap Diao Chan segera berbalik badan.

Dia Marah dan berkata, "BERANINYA KAU MENCINTAI KEKASIHKU ?"

Dia memerintahkan pelayannya untuk mengusir Lu Bu keluar dan berteriak, "Jagan Biarkan Dia masuk lagi kesini !"

Lu Bu pulang kerumahnya dengan keadaan marah. Ketika bertemu dengan Li Ru dia menceritakan sebab-sebab kemarahannya.

Penasehat itu langsung secepatnya menemui tuannya dan berkata, "Tuan, Kau adalah jungjungan rakyat dan kekaisaran. Mengapa untuk suatu kesalahan kecil saja kau memarahi jendral ? Jika dia berbalik melawanmu maka habislah sudah."

"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" Kata Dong Zhuo.

"Panggil Dia kembali esok hari dan perlakukan dia dengan baik. Berikan dia hadiah yang besar dan puji-pujilah dia. Dan Semua akan baik kembali.", Kata Li Ru.

Lalu Dong Zhuo melakukan hal itu. Dia mengirim utusan memanggil Lu Bu. Dong Zhuo berkata "Aku sedang tidak enak badan kemarin hari dan oleh sebab itu aku telah menyalahkan dirimu, aku tahu kalau aku salah."

Dia memberikan Lu BU 300 ons emas dan 20 roll sutra dan lalu permusuhan itupun berakhir. Tetapi walaupun badannya Lu Bu berada disamping Dong Zhuo, hatinya tetap memikirkan Diao Chan.

Dong Zhuo, akhirnya kembali ke istana untuk memimpin rapat dan Lu Bu mengikutinya seperti biasanya. Suatu hari ketika melihat Dong Zhuo sedang terlibat percakapan serius dengan kaisar, Lu Bu dengan membawa senjatanya pergi kekediaman perdana menteri. Dia Mengikatkan kudanya dipintu gerbang dan dengan tombaknya ditangan dia masuk kedalam kediaman Dong Zhuo untuk mencari cintanya. Dia menemukan Diao Chan dan mereka berdua pergi ketaman dimana mereka berdua dapat berbicara.

Setelah lama mereka bersama, Dia melihat Diao Chan sangat cantik dengan anggunnya Diao Chan seperti peri di istana bulan.

Air mata tampak diwajah Diao Chan ketika dia berdiri dan berkata, "Walaupun aku bukanlah anak kandung menteri, Dia memperlakukanku seperti anaknya. Keinginanku dalam hidup ini terpenuhi ketika dia menyerahku padamu. Tetapi karena perdana mentri, dia mengambil diriku daripadamu. AKu menderita sangat banyak. Aku pernah berpikir untuk mati, tetapi karena aku belum memberitahumu perasaanku yang sebenarnya maka aku bertahan hidup, menahan malu semampuku. Sekarang setelah aku melihatmu, aku dapat mengakhirinya. Tubuhku yang telah kotor dan ternoda ini tidak pantas untuk seorang pahlawan. Aku Dapat mati dihadapanmu dan membuktikan ketulusan cintaku padamu !"

Setelah berbicara itu dia mengambil sebilah pisau, Lu Bu lalu mencegahnya dan menangis ketika dia memeluk Diao Chan.

"Aku tahu itu, aku selalu mempercayai hatimu !" Kata Lu Bu,"Hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara."

"Jika aku tidak dapat menjadi istrimu dikehidupan ini, aku akan menjadi istrimu di kehidupan mendatang," Kata Diao Chan.

"Jika aku tidak menikahimu dikehidupan ini, Aku bukanlah seorang pahlawan," Kata Lu Bu.

"Setiap hari merupakan penderitaan bagiku, Tolonglah aku pahlawan !" Diao Chan berkata sambil menangis.

"Aku hanya mencuri waktu sebentar dan aku takut si tua ini akan mencurigai sesuatu jadi aku tidak dapat tinggal lama-lama." Kata Lu Bu.

Diao Chan langsung melepaskan diri dari pelukan Lu Bu dan berkata, "Jika kau sangat takut pada pencuri tua itu, Aku tidak akan melihat matahari terbit lagi."

Lu Bu berpikir sejenak.

"Berikan aku waktu untuk berpikir dan menyusun rencana," kata Lu Bu.

Dan dia mengambil Tombaknya dan pergi.

"Didalam kesendirian ini aku mendengar cerita mengenai kehebatanmu. Kau adalah pria yang melebih segalanya. Aku heran mengapa kau seorang pahlawan besar mau menjadi bawahan orang lain."

Dan air mata pun bercucuran dari wajah Diao Chan.

Tiba-tiba perasaan mau menyerang Lu Bu. Dia langsung berbalik dan memeluk Diao Chan, menenangkannya dengan kata-kata lembut. Mereka berdua tidak dapat mengucapkan kata-kata perpisahan.

Sementara itu Dong Zhuo yang merasa kehilangan Lu Bu tiba-tiba merasa curiga. Dengan cepat dia berpamitan pada kaisar dan dia mengendarai kereta kudanya kembali keistananya. Didepan gerbang dia melihat kuda Lu Bu. Dong Zhuo lalu menanyakan mengenai hal ini pada penjaga gerbang, mereka berkata Jendral telah masuk kedalam kediaman sendirian. Dia memanggil Diao Chan tetapi tidak ada jawaban. Dia bertanya pada pelayan dimanakah Diao Chan dan pelayan menjawab dia berada di taman.

Lalu Dong Zhuo pergi ketaman dan disana dia melihat kedua kekasih itu sedang berada didalam Paviliun.

Dong Zhuo langsung marah dan melabrak kedalam paviliun. Lu Bu berbalik dan setelah melihat siapakah yang datang langsung melarikan diri. Dong Zhuo langsung mengejarnya. Tetapi Lu Bu sangatlah cepat sedangkan Dong Zhuo sangat lambat larinya. Melihat tidak mungkin terkejar, Dong Zhuo kembali ketaman dan dia menabrak seorang lainnya lagi yang juga berlari.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 9


Orang yang bertabrakan dengan Dong Zhuo adalah penasehat kepercayaannya Li Ru. Li Ru yang tidak terjatuh ketika bertabrakan dengan Dong Zhuo langsung membantu tuannya yang terjatuh dan mengantarkan ke perpustakaan dimana mereka berdua duduk dan berbicara.

"Kenapa kau datang kemari ?" Tanya Dong Zhuo.

"Kebetulan saja saya sedang melewati kediaman tuanku, aku mendengar anda sedang mencari anak angkat tuanku. Lalu tiba-tiba Lu Bu berlari keluar dengan tergesa-gesa. Aku lalu masuk dan berlari untuk menemui anda dan tiba-tiba saja anda muncul dihadapnku dan tejatuh. Aku Sungguh meminta maaf ! aku layak untuk mati ."

"Bajingan Itu ! Bagaimana aku dapat melihat dia merayu kesayanganku ? Aku akan membunuh bajingan itu !", Kata Dong Zhuo.

"Yang Mulia melakukan kesalahan. Ini seperti cerita "PERJAMUAN PENDEKAR" terulang kembali. Jika kau ingat dalam perjamuan itu, semua tamu diperintahkan melepaskan tusuk rambut mereka. Didalam perjamuan itu, Raja Zhuang dari Chu tdk memperpanjang masalah mengenai ketidak senonohan yang dilakukan seseorang kepada ratunya, walaupun tusuk rambut yang ditemukan itu akhirnya diketahui milik Jiang Xiong. Dikemudian hari Jiang Xiong menyelamatkan nyawa Raja Zhuang ketika sedang dikepung pasukan dari Qin, Jiang Xiong bertaruh nyawa demi sang raja. Ketika sang raja bertanya kenapa dia mempertaruhkan nyawanya sedemikian rupa, Jiang Xiong menceritakan sebabnya bahwa dia berterima kasih kepada raja karena tidak mempersalahkan perbuatannya ketika dia melakukan sesuatu yang tidak sopan kepada ratu dalam perjamuan tersebut.", Li Ru memberikan penjelasan, "Lagi pula Diao Chan hanyalah seorang pelayang tetapi Lu Bu adalah tangan kananmu dan pendekar paling tangguh yang ada saat ini. Jika kau menyerahkan wanita itu pada jendral, kebaikanmu akan menyebabkan dia berterima kasih sangat dan setia padamu sampai mati. Aku mohon tuanku mempertimbangkan hal ini."

Dong Zhuo terdiam cukup lama. Dia Duduk dan merenung lalu dia berkata "Apa yang kau katakan benar, aku akan memikirkan hal ini."

Li Ru merasa puas dan dia berpamitan dan pergi. Dong Zhuo pergi kekamar pribadinya dan memanggil Diao Chan.

"Apa yang kau lakukan disana dengan Lu BU ?" Kata Dong Zhuo.

Diao Chan mulai menangis dan berkata, "Pelayanmu ini sedang berada di taman melihat bunga. Tiba-tiba dia datang padaku. Aku terkejut dan lari. Dia bertanya mengapa aku lari dari anak tuanku dan mengejarku sampai ke pavilun phoenix dimana kau melihat kami. Dia membawa tombaknya setiap saat. Aku merasa dia adalah orang yang kejam dan akan memaksakan apa yang dia mau kepadaku, Lalu aku mencoba melompat kedalam kolam, tetapi dia menangkapku dan menahanku sehingga aku tidak dapat berbuat apa-apa. Beruntung pada saat yang tepat anda datang dan menyelamatkan nyawaku !"

"Bagaimana Jika aku mengirimmu pada dirinya ?" Tanya DOng Zhuo.

Terkejut, Diao Chan langsung memprotes, "Apa yang pelayanmu ini telah lakukan ? Sudah merupakan sebuah kehormatan bagiku untuk melayani yang mulia, aku tidak dapat menanggung malu apa bila aku harus dibuang dari sini dan melayani seorang bawahan ! aku tidak mau , lebih baik aku mati !"

dan ketika itu dia langsung mengambil sebatang pisau yang tergantung di dingding dan bersiap membunuh dirinya.

Dong Zhuo langsung bertindak mengambil pisau itu dari tangan diao chan dan berkata , "Aku Hanya bercanda !"

Diao Chan langsung bersandar pada Dong Zhuo dan menangis.

"Ini adalah perbuatan Li Ru" Kata Dong Zhuo, "Dia terlalu dekat dengan Lu Bu. Dia tidak perduli mengenai diriku dan reputasiku. Ohh!!! AKU AKAN MEMAKANNYA HIDUP-HIDUP."

"Apakah kau pikir aku dapat hidup dengan kehilangan dirimu ?" Kata Dong Zhuo.

"Walaupun kau mencintaiku tetapi aku tidak boleh berada disini. Lu Bu akan mencoba menghancurkan diriku. Aku takut padanya !" Kata Dong Zhuo.

"Besok kita akan pergi ke meiwo, kau dan aku, dan kita akan bahagia bersama dan tidak usah memperdulikan orang lain." Dong Zhuo memberikan janjinya pada Diao Chan.

Diao Chan lalu tersenyum dan berterima kasih padanya. Keesokan harinya Li Ru datang lagi untuk membujuk tuannya untuk mengirim diao chan kepada Lu BU.

"Ini adalah hari yang baik " kata Li Ru.

"Dia dan aku adalah ayah dan anak. Aku tidak dapat melakukan hal itu" kata Dong Zhuo, "Tetapi aku tidak akan mempermasalahkan kesalahan dirinya. Kau boleh mengatakan hal itu padanya dan bujuklah dia semampumu."

"Kau sedang diperdaya oleh wanita tuanku ?" Kata Li Ru.

Dong Zhuo yg langsung marah berkata, "Apakah kau mau memberikan istrimu kepada orang lain ? Jgn bicarakan hal ini lagi !!!"

Li Ru meninggalkan ruangan. Ketika dia tiba diluar, dia melihat kelangit dan berkata "Kita adalah orang mati, tewas ditangan wanita ini !"

Perintah untuk berangkat ke meiwo telah diberikan dan seluruh pejabat berkumpul untuk melepas kepergian mereka. Diao Chan, Dari tandunya melihat Lu Bu didalam kerumunan. Dia berpura-pura tampak sedih dan termenung. Setelah iring2xan telah menghilang dalam kejauhan. Lu Bu yang kecewa menunggang kudanya untuk melihat debu iring2xan itu dari kejauhan dengan kesedihan yang sangat didalam hatinya.

Tiba-tiba ada suara berkata, "Kenapa kau tidak menemani perdana menteri jendral, tetapi kau disini dan menghela napasmu ?"

Dia adalah Wang Yun.

"Aku telah berada dirumah beberapa hari ini karena sakit." Lanjutnya, "Jadi aku tidak melihatmu. Tetapi aku mencoba untuk datang hari ini untuk melihat perdana menteri pergi. Jadi aku melihatmu karena kebetulan, Tetapi apa yang kau gelisahkan ?" Tanya Wang Yun.

"Mengenai masalah putrimu" kata Lu Bu.

Wang Yun pura-pura terkejut, "Telah sekian lama dan masih belum diberikan padamu ?"

"Penjahat tua itu telah jatuh cinta padanya dan menyimpannya untuk dirinya sendiri !"

"Tentu ini tidak benar kan ?" Wang Yun sekali lagi pura-pura terkejut.

Lu Bu menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya sementara wang yun mendengarkan.

Setelah beberapa saat Wang Yun berkata, "Datanglah kerumahku dan kita bicarakan mengenai hal ini."

Lalu mereka berdua pergi kerumah Wang Yun dan masuk kedalam sebuah ruang rahasia. Setelah disuguhkan minuman dan makanan ringan, Lu Bu menceritakan seluruh kisah yang terjadi di Paviliun phoenix.

Wang Yun berkata, "Dia telah menodai putri kecilku dan mencuri istrimu. Dia akan menjadi bahan tertawaan bagi seluruh dunia. Dan mereka yang tidak tertawa padanya akan mentertawakan kita. Aku sudah tua dan tidak dapat melakukan apa-apa. Aku pasrah saja apabila mereka semua menghinaku. Tetapi kau jendral adalah seorang pendekar hebat, yang terhebat didunia ini. Dan kau telah dipermalukan dgn cara seperti ini."

Kemarahan langsung berkobar di hati Lu Bu. Lu Bu yang marah langsung membanting meja dan berteriak marah2x.

Wang Yun berusaha menenangkan Lu Bu dan berkata,"Aku telah lupa, seharusnya aku tidak boleh berkata seperti itu. Aku mohon kau jangan marah tuanku !"

"Aku akan membunuh bajingan tua itu, aku bersumpah ! tidak ada jalan lain bagiku untuk membersihkan penghinaan ini."

"Jgan ! jangan berbicara seperti itu !" kata Wang Yun, "Kau akan membawa bencana bagi diriku dan keluargaku. !"

"Ketika seseorang dilahirkan untuk menjadi hebat, dia tidak dapat bersabar terlalu lama dibawah kaki seseorang !" kata Lu Bu.

"Dibutuhkan seseorang yang lebih hebat dari perdana menteri untuk dapat menjadikanmu bawahannya" Puji Wang Yun.

Lu Bu berkata, "Aku tidak berkeberatan membunuh bajingan tua itu jika tidak karena hubungan orang tua dan anak. Aku takut itu akan memprovokasi rakyat untuk melakukan hal yang sama."

Wang Yun mengelengkan kepalanya dan berkata, "Namamu Lu BU dan dia Dong Zhuo. Dimana ada perasaan kekeluargaan ketika dia melemparkan tombak padamu ?"

"Aku telah salah mengerti jika kau tidak mengatakan hal itu !" kata Lu BU.

Wan Yun melihat efek dari kata-katanya lalu melanjutkan, "Itu akan merupakan suatu perbuatan yang setia untuk merestorasi dinasti han, dan sejarah akan mencatat namamu sebagai orang yang melakukan balas budi pada leluhur. Sedangkan kalau kau mengikuti Dong Zhuo kau adalah pengkhianat dan namamu akan dicemooh orang sepanjang masa."

Lu bu berdiri dr tempat duduknya dan menghormat pada Wang Yun.

"Aku telah memutuskan," Kata Lu Bu, "Kau tidak usah takut, tuan."

Lu Bu mengambil pisaunya dan melukai jarinya dan bersumpah dengan darah yang keluar itu.

Wang Yun bersujud dan berterima kasih padanya.

"Akhirnya dinasti han dan diselamatkan dan kau adalah penyelamatnya. Tetapi ini hrs dirahasiakan dan aku akan memberitahumu bagaimana rencana ini akan berjalan."

Lu Bu lalu berpamitan.

Wang Yun lalu berdiskusi dengan kedua temannya, Administrator istana Shisun Rui dan Komandan pasukan kekaisaran Huang Wan.

Shisun Rui berkatam, "Saatnya sangat memungkinkan. Kaisar baru saja sembuh dari sakitnya dan kita dapat mengirim orang yang pandai berbicara untuk pergi ke meiwo untuk membujuk Dong Zhuo datang kemari dan membicarakan masalah kesehatan kaisar. Sementara itu kita akan menuliskan titah rahasia yang memrintahkan Lu BU untuk memasang perangkap didalam gerbang istana untuk membunuh dong zhuo ketika dia masuk. Ini adalah rencana yang bagus."

"Tetapi siapa yang berani untuk pergi ?" Tanya Huang Wan.

"Li Su, jendral pasukan macan kekaisaran akan pergi. Dia berasal dari daerah yang sama dengan Lu Bu dan dia sangat marah pada perdana mentri karena tidak memberikannya kenaikan jabatan. Dia akan membuat rencana kita menjadi berjalan ."

"Bagus !!" Kata Wang Yun. "Mari kita lihat apa yang Lu Bu pikirkan mengenai hal ini."

Ketika berkonsultasi dengan Lu Bu, dia berkata bahwa itu adalah Li Su yang menyakinkannya untuk membunuh Ding Yuan, Ayah angkat sebelumnya.

"Jika Li Su menolak maka aku akan membunuhnya" kata Lu Bu.

Lalu mereka mengirim utusan untuk memanggil Li Su.

Ketika Li Su tiba, Lu Bu berkata, "Sebelumnya kau berbicara denganku untuk membunuh Ding Yuan dan pergi ke Dong Zhuo. Sekarang kita tahu bahwa Dong Zhuo mempunyai maksud jahat terhadap kaisar dan adalah penindas rakyat. Kesahalannya banyak dan dia dibenci dewa maupun manusia. Kau pergilah ke meiwo, katakan bahwa kau membawa titah kaisar untuk memanggil perdana menteri keistana. Dia akan datang dan aku akan membunuhnya. Kau akan mendapatkan jasa karena kesetiaanmu dalam menyelamatkan dinasti. Apakah kau mau ?"

"Aku juga berharap dapat membunuhnya," jawab Li Su."Tetapi aku tidak dapat menemukan orang untuk membantuku. Sekarang kau menawarkan padaku, bagaimana aku dapat menolaknya ? "

dan Li Su mematahkan anak panah sebagai tanda sumpahnya.

"Jika ini berhasil, maka jabatan dan kekayaan akan jadi milikmu !" kata Wang Yun.

Keesokan hari, dengan membawa bebrapa orang pengawal, dia pergi ke meiwo dan memperkenalkan dirinya sebagai pembawa titah kaisar. Dia dibawa menemui Dong Zhuo. Setelah memberi hormat, Dong Zhuo bertanya ada titah apa yang dibawanya.

"Yang Mulia telah sembuh dari sakit dan ingin bertemu dengan perdana menteri di istana untuk membahas masalah penyerahan kekuasaan dan tahta kepada dirimu."

"Apa yang Wang Yun pikirkan mengenai hal ini ?"

"Wang Yun telah membangun teras untuk melakukan penobatan kaisar dan hanya menunggu kedatangan yang mulia."

"Kemarin malam aku bermimpi naga berputar mengelilingi tubuhku" Kata Dong Zhuo dengan senang, "Dan sekarang aku mendapatkan kabar gembira ini ! Aku tidak boleh melwatkan kesempatan ini."

Lalu dong zhuo memberikan instruksi pada 4 jendral kepecayaannya untuk menjaga kota meiwo. Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji, mereka diberikan 3000 pasukan.

"Ketika aku telah menjadi kaisar, kau akan menjadi pangilma besar penjaga ibu kota," kata Dong Zhuo.

"Terima kasih yang mulia" kata Li Su.

Dong Zhuo datang tuk berpamitan kepada ibunya yang berusia 90 tahun.

"Kemanakah kau akan pergi anakku ?" tanya ibunya.

"Aku pergi untuk menerima penyerah tahta dinasti han. Sebentar lagi ibu kan menjadi ibu suri !"

"Aku telah merasa gelisah beberapa hari ini, aku rasa ini pertanda buruk."

"Setiap orang yang akan menjadi ibu negara pasti mendapatkan perasaan2x aneh ini." Kata anaknya.

Setelah ini dong zhuo pergi untuk menemui diao chan.

"Ketika kau akan menjadi kaisar, kau akan menjadi selir istana."

Diao Chan menunduk dan berterima kasih. Kali ini dia benar-benar bahagia karena rencananya berhasil.

Dong Zhuo keluar dan menaiki kereta kudanya dan mulai melakukan perjalanan ke ibu kota chang an. Kurang lebih 10 km jauhnya dari ibu kota tiba-tiba roda dari kereta kuda dong zhuo patah. Dia meninggalkan keretanya dan menaiki kuda. 10 km kemudian kudanya tiba-tiba mati.

Dong Zhuo bertanya pada Li Su apakah arti dari semua kejadian ini.

"Ini artinya kau akan menerima tahta han, dan harus memperbaharui semua hal; untuk duduk di kereta kuda yang bertahtakan emas dan duduk dengan pelana emas."

dan Dong Zhuo sangat senang mendengarnya dan percaya pada jawaban ini. Pada hari kedua perjalanan tiba-tiba angin kencang bertiup dan langit tertutup kabut tebal.

"Apakah artinya ini ?" kata Dong Zhuo.

Li Su berkata, "Kau akan duduk didalam istana naga. disana pasti ada cahaya yang terang dan menyilaukan untuk menunjukan wibawa dirimu."

Dong Zhuo tidak ragu mendengar jawaban ini. Ketika dia tiba dia melihat banyak pejabat yang menunggunya di pintu gerbang kota, semua kecuali Li Ru yang sakit dan tidak dapat meninggalkan kamarnya. Dia Meneruskan perjalanannya menuju istana perdana menteri dimana Lu Bu datang untuk memberikan selamat.

"Ketika aku duduk di tahta naga, aku akan menjadikanmu komandan seluruh pasukan kekaisaran, yang bekuda maupun pejalan kaki." kata Dong Zhuo.

Keesokan paginya, Dong Zhuo mempersiapkan dirinya, ketika dalam perjalanan menuju istana dia melihat pendeta tao berpakaian hitam dan mengenakan sorban putih, ditangannya dia memegang tongkat panjang dengan dengan strip putih di lembaran putih. Diakhir setiap lembaran ada karakter "Mulut".

"Apa maksudnya ini ?" Kata Dong Zhuo.

"Dia adalah orang gila" Kata Li Su dan dia menyuruh penjaga untuk mengusirnya pergi.

Dong Zhuo masuk kedalam istana dan melihat barisan pejabat dan menteri telah menunggunya sepanjang jalan. Li Su berjalan disamping tandunya, dengan pedang ditangan. Ketika Li Su mencapai gerbang utara dari Kota terlarang, dia menyuruh pengawal dong zhuo untuk berjaga diluar dan hanya pengangkat tandu yang boleh masuk.

Ketika Dong Zhuo hampir tiba di ruang resepsi, dia melihat wang yun dan pejabat tinggi lainnya berdiri dipintu dan semua membawa senjata.

"Kenapa mereka semua bersenjata ? "Tanya dong zhuo pada li su.

Li Su terdiam.

Tiba-tiba Wang Yun berteriak. "Pemberontak itu disini, dimana algojonya ?"

Tiba-tiba dari pinggir muncul pasukan dan menyerang dong zhuo, tetapi baju zirah yang dikenakan dong zhuo sangat kuat sehingga pasukan itu tidak dapat melukainya.

Dia terjatuh dari tandunya, terluka dia lengannya dan memanggil anaknya, "Dimanakan Lu BU?"

"Disini dan dengan titah untuk membunuh pemberontak !" kata Lu Bu yang langsung muncul dihadapan ayahnya.

Lalu dia manusukan tombaknya ke leher Dong Zhuo dan Li Su memenggal kepalanya dan mengangkatnya.

Lu Bu dengan tangan kiri memegang tombaknya, lalu mengambil titah kaisar dgn tangan kanannya dan berteriak, "Titah ini hanya untuk membunuh pemberontak Dong Zhuo, Tidak yg lainnya !"

Seluruh pejabat dan menteri yang berkumpul langsung berlutut dan memberi hormat "Wan Shui, Wan shui , Wan Wan Shui !!!" (Panjang Umur, Panjang Umur , semoga kaisar panjang umur)

Rasa Haus darah tiba-tiba terbangkitkan, Lu Bu memerintahkan untuk melakukan pembantaian yang lain, "Li Ru adalah orang yang paling bertanggung jawab atas banyak dosa2x dong zhuo ! siapa yang akan pergi dan membunuhnya ?"

Li Su menjadi relawan untuk pergi mencari. Tetapi tak disangkat seorang pelayan dikediaman Li Ru telah mengikatnya dan mengantarkannya. Wang Yun memerintahkan agar Li Ri segera di eksekusi di pasar.

Kepala Dong Zhuo dipamerkan pada publik dan diarak keliling kota, saat itu adalah adalah tahun ke 2 kaisar Xian memerintah (tahun 192 M). Dia sangat gendut, dan pengawal dapat membuat obor dengan menancapkan kayu yang dibalut dengan kain kering kedalam tubuh dong zhuo. Tubuh Dong Zhuo dibiarkan di jalanan dan banyak orang menginjak-nginjak dan merusak tubuh dong zhuo.

Wang Yun memerintahkan 50.000 pasukan dipimpin oleh Lu Bu, Huanfu Song dan Li Su untuk menghancurkan meiwo. Mendengar kabar kematian tuannya Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji melarikan diri kebarat pada malam hari dengan pasukkanya ke daerah Liang Zhou.

Ketika tiba di meiwo, tindakan Lu Bu pertama adalah mengambil Diao Chan. Lalu dia membunuh semua anggota keluarga Dong, tidak menyisakan satu orangpun, tidak juga dengan ibu dari dong zhuo yang telah berusia 90 tahun.
Kepala saudara2x dong zhuo seperti Dong Min dan Dong Huan di pamerkan pada publik. Di Meiwo banyak gadis dari keluarga baik2x disembunyikan, mereka semua akhirnya dibebaskan. Semua harta disita. Kekayaanya sangat banyak, beberpa ratus ribu ons emas, jutaan koin perak. ratusan ribu mutiara, gulungan sutra setinggi pagoda 7 tingkat, perhiasan, permata, bulu binatang dan bahan pangan yang semuanya dapat mencukupi kebutuhan negara selama 10 tahun.

Ketika mereka kembali untuk melaporkan kesuksesan mereka, wang yun langsung mengadakan perjamuan untuk para pasukan. Perjamuan pejabat juga dilaksanakan di gedung kementrian, semua pejabat dan menteri di undang. Mereka mabuk dan saling menyelamati satu sama lain. Ketika mereka sedang berpesta, dilaporkan seseorang sedang menagisi mayat dong zhuo yang ada di pasar.

"Dong zhuo telah dihukum mati " Kata wang Yun dengan marah, "Semua orang senang dia telah tidak ada dan sekarang ada satu orang yang manangisinya, siapakah dia ?"

Lalu Wang Yun memerintahkan untuk menangkap orang itu dan membawanya. Kemudian dia telah dibawa masuk dan mereka yang melihat dia terkejut karena dia adalah panesehat kekaisaran Cai Yong.

Wang Yun berkata kepada Cai Yong dengan marah, "Dong Zhuo telah dibunuh karena dia pemberontak dan seluruh negeri bergembira. Kenapa kau malah menangis ?"

Cai Yong mengakui kesalahannya, berkata, "Aku tidak memiliki kemampuan, tetapi aku tahu apa yang benar. Aku bukanlah orang yang mengikuti dong zhuo. Tetapi aku pernah merasakan kebaikan hati dong zhuo dan aku tidak dapat menahan diri untuk menangisinya. Aku tahu kesalahanku sangat besar, tetapi aku mohon padamu apapun alasannya. Jikau kau biarkan kepalaku dan hanya memotong kakiku, kau boleh menggunakanku untuk menulis sejarah megenai Han dimana aku dapat membayar kesalahanku."

Semua tergerak oleh kata-kata cai yong, karena dia adalah orang yg berbakat dan mereka semua memohon agar cai yong tidak dihukum.

Penjaga kekaisaran, Ma Midi berkata, "Cai yong adalah seorang pelajar terkenal dan dia bisa menulis sejarah yang hebat dan sangat tidak disarankan untuk membunuhnya sebagai orang yang mengerti balas budi terhadap tuannya."

Wang Yun berkata,"Seabad yang lalu, Kaisra Wu mengampuni sima qian dan memperkerjakan dia untuk menulis sejarah. Hasilnya adalah banyak tulisan yang menyimpang yang telah diceritakan pada kita. Sekarang ini adalah masa kekacauan dan kita tidak bisa membiarkan orang seperti ini memegang kuas untuk membiarkannya mengkritik istana dan kaisar."

Seluruh bujukan dan permintaan agar tidak menghukum cai yong gagal dan ma midi akhirnya mundur.

Tetapi katanya kepada koleganya." Apakah Wang Yun adalah orang yang ceroboh ? Orang-orang berbakat adalah tulang punggung negara dan hukum adalah senjata dari tindakan. untuk menghancurkan tulang punggung dan mengabaikan hukum sama dengan artinya mempercepat kehancuran."

Wang Yun lalu memerintahakan Cai Yong dibawa ke penjara dan mereka menjerat lehernya disana dengan menggunakan tali. Orang-orang yang ada di perjamuan itu menangisi cai yong karena mereka melihat bahwa hukuman mati bagi tindakannya adalah suatu hal yang berlebihan.

Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji yang dong zhuo perintahkan untuk menjaga meiwo telah pergi setelah tuan mereka terbunuh dan mereka menuju kedaerah barat tepatnya ke shanxi dia liang zhou. Lalu mereka mengirimkan surat untuk meminta amnesti. Tetapi Wang Yun menolaknya.

"Keempat orang itu adalah instrumen utama dari agresi dong zhuo. Sekarang walaupun amnseti bagi umum telah diumumkan, tetapi orang-orang ini tidak termasuk didalamnya." kata wang yun.

Utusan itu kembali dan mengabarkan kepada 4 orang itu bahwa permohonan mereka ditolak.

Lalu penasehat mereka Jia Xu berkata, "Jika kita membuang senjata kita dan lari, maka kita akan jatuh kedalam tangan kepada daerah yg ingin berbuat jasa dengan menangkap kita. Lebih baik kita mengumpulkan kekuatan di shanxi ini dan kita menyerang ibukota dengan begitu kita dapat membalaskan dendam dong zhuo. Kalau kita berhasil kita dapat mengontrol kerajaan. Dan masih cukup waktu bagi kita untuk lari apabila kita gagal."

Rencana ini disetujui, lalu mereka menyebarkan kabar bahwa Wang Yun akan melakukan pembantaian di daerah itu.

Karena itu seluruh penduduk didaerah itu ketakutan, ke 4 jendral yang melihat hal ini lalu memanas-manasi keadaan, "Karena tidak ada untungnya untuk menunggu dan mati, mengapa tidak bergabung dengan kami dan melawan."

Lalu mereka berhasil mengumpulkan orang untuk mengikuti mereka, prajurit yang terkumpul berjumlah 100.000 prajurit. Mereka dibagi dalam 4 bagian dan mereka mengerahkan pasukan mereka untuk menyerang ibu kota chang an.
Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Niu Fu, komandan kekaisaran yang juga merupakan menantu dari Dong Zhuo. Niu Fu bersama pasukannya bergerak dari Xiliang. Niu Fu bersama 5000 pasukannya juga sedang bergerak ke Ibu Kota untuk membalaskan dendam mertuanya.

Berita mengenai pasukan dari Liang Zhou ini terdegar oleh wang yun dan dia segera memanggil Lu Bu untuk berkonsultasi.

"Mereka hanyalah Tikus2x !!!" Kata Lu Bu, "Jgn khawatirkan berapa jumlah mereka, semuanya akan ku lawan."

Lu Bu dan Li Su berangkat untuk melawan mereka, Pasukan Lu Bu 50.000 orang yg diambil dari pasukan utama penjaga kekaisaran, sedangkan Li Su membawa 20.000 tentara harimau kekaisaran. Dalam perjalannya Pasukan Niu Fu adalah yang pertama ditemui, mereka bertempur. Niu Fu yang kalah jumlah akhirnya mundur. Tetapi tanpa disangka, niu fu kembali pada malam hari dan menyerang tiba-tiba. Li Su yang tidak siap berhasil dipukul mundur sejauh 10 km dan banyak pasukannya yang terbunuh.

Li Su melaporkan kekalahan ini dan Lu Bu yang marah padanya berkata, "Kau telah menodai reputasiku sebagai seorang panglima dan menghancurkan semangat tempur pasukan kita !!!"

dan Lu Bu memerintahkan menghukum mati Li Su lalu memajang kepalanya didepan gerbang kemah.

keesokan harinya, Lu Bu memimpin pasukannya sendiri dan melawan Niu FU. Dia berhasil membuat Niu Fu kewalahan dan memukul mundur pasukan niu fu. Malam itu Niu Fu memanggil orang yang paling dia percaya, Hu Chier untuk dimintai nasehatnya.

Hu Chier berkata, "Lu Bu terlalu kuat bagi kita, tidak mungkin bagi kita untuk mengalahkannya. Jalan terbaik bagi kita adalah meninggalkan ke 4 jendral ini, mengambil barang2x berharga mereka dan kita pergi diam-diam."

Rencana Hu Chier disetujui dan kedua orang itu dengan 6 orang lainnya berkemas dan diam-diam keluar dari kemah. Mereka melewati sungai dan ketika sedang menyebaran, Hu Chier yg tergoda dengan harta akhirnya membunuh Niu Fu dan menyerahkan kepalanya kepada Lu bu. Lu Bu yg menyelidiki masalah ini dan ketika seorang pengikut niu fu menceritakan kejadian sebenarnya pada Lu Bu maka dia langsung menghukum mati Hu Chier juga.

Lalu Lu Bu esoknya memajukan pasukannya mendekati posisi pemberontak dan dia bertempur dengan pasukan Li Jue. Tanpa memberi waktu untuk mengatur formasi bagi Li Jue, Lu Bu langsung menyerang Li Jue degan 5000 pasukan kuda kekaisaran yang berbaju zirah. Lu Bu membantai pasukan Li Jue tanpa dapat dihalangi. Li Jue yang tidak dapat bertahan akhirnya mundur sampai keatas bukit dan disana dia memanggil semua pengikutnya dan jendral lainnya.

Li Jue berkata, " Lu Bu walaupun berani tetapi dia tidak menggunakan strategi, sehingga tidak terlalu menakutkan. Aku akan memimpin pasukan menunggu didepan, Setiap hari aku akan melakukan penyerangan dan ketika dia datang mengejarku, jendral guo si dapat menyerang bagian belakang pasukan lu bu, sama seperti ketia peng yue mengalahkan pasukan negeri chu. Ketika aku menjalankan taktik ini, jendral Fan Chou dan Zhang Ji akan mengarahkan pasukannya ke Chang An. Penyerangan ini akan dapat menghabisi Wang Yun dan LU Bu."

Mereka mempersiapkan posisi pasukan mereka untuk menjalankan rencana ini. Segera setelah Lu Bu mencapai kaki bukit, Pasukan Li Jue maju menyerang pasukan lu bu. Lu Bu yang marah langsung bergerak maju. Pasukan Li Jue mundur ke atas bukit dan kemudian memanah dan melempar batu kepada pasukan Lu bu, pasukan LU Bu terhambat. Pada saat itu dilaporkan bawah pasukan belakang sedang diserang oleh jendral Guo Si. Segera Lu Bu pergi kebelekang untuk melawan guo si. Tetapi sebelum Lu Bu sampai disana Guo Si telah mundur dan dia mendengar pasukan Li Jue menyerang lagi dari depan, Lu Bu segera berbalik dan sebelum sampai pasukan Li Jue lagi-lagi mundur dan dari belakang Guo Si menyerang kembali.

Lu Bu berhasil diperdaya dan hal ini membuatnya marah sekali. Taktik yang sama berlangsung berhari-hari. Dia tidak dapat menyerang ataupun lari dari mereka. Pasukannya tidak mendapatkan istirahat.

Dalam kekacauan ini, utusan tiba dan melaporkan, "Ibu kota dalam keadaan bahaya dari penyerangan jendral Fan Chou dan Zhang Ji !"

Lu bu langsung memerintahkan pasukannya untuk berangkat ke Ibu Kota, pasukan Lu Bu yang kacau segera dikejar Li Jue dan Guo Si dan banyak pasukan Lu Bu yang mati.

Dia akhirnya berhasil sampai di Chang An dan menemukan bahwa pasukan tentara pemberontak sangat banyak dan telah berhasil mengepung kota. Serangan Lu Bu tidak memberi banyak arti kepada penyerang dan dia mulai kehilangan kesabarannya dan karena itu banyak prajuritnya yang lari ke pihak musuh. Akibat hal ini dia sangat sedih dan kesal.

Sisa-sisa pendukung Dong zhuo didalam kota dipimpin oleh Li Meng dan Wang Fang memberikan bantuan bagi para penyerang dan beberapa hari kemudian mereka diam-diam membuka pintu gerbang kota dan para pengepung pun memasuki kota. Lu Bu langsung menaiki kudanya dan melakukan perlawanan, tetapi kewalahan karena tentara musuh sangat banyak. Dia berencana pergi ketempat wang yun tetapi dihadang oleh pasukan berkuda tentara pemberontak yang berjumlah ratusan kuda, Lu Bu menerjang maju dan membantai pasukan itu, lebih dari 300 tewas dan terluka. Pasukan lainnya yang melihat tidak berani menahan laju Lu Bu. Lu Bu menuju gerbang "KUNCI HITAM" dan memanggil Wang Yun.

"Keadaan sedang gawat sekarang, naiklah kudaku dan aku akan membawamu ketempat yang aman !"

Wang Yun menjawab, "Jika aku diberkati dengan roh para leluhur dinasti han, aku akan berhasil merestorasi kedamaian yang selalu aku idamkan. Tetapi jika tidak, aku akan menyerahkan diriku sebagai pengorbanan kepada negara. Aku tidak akan lari dari bahaya. Sampaikan terima kasihku kepada para pejabat dan mereka yang telah mendukungku dan mintalah agar mereka selalu mengingat negeri ini !"

Lu Bu membujuk Wang Yun, lagi dan lagi, tetapi wang yun tidak mau pergi. Segera api mulai berkobar diberbagai sisi kota dan Lu Bu harus pergi, meninggalkan keluarganya dia pergi mencari perlindungan kepada Yuan Shu.

Li Jue, Guo Si dan pengikutnya menjarah dan membunuh. Banyak pejabat tinggi yang tewas. Mentri Chong Fu, Lu Kui dan Zhou Huan. Komandan pasukan kekaisaran Cui Lie dan Wang Qin tewas dalam pertempuran.

Pemberontak akhirnya berhasil menerobos istana, para menteri dan pejabat meminta kaisar segera pergi ke gerbang "KEDAMAINAN ABADI" untuk menenangkan pemberontakan.

Melihat payung kuning, Li Jue dan Fan Chao menghentikan pasukan mereka dan mereka bersujud dan memberi hormat, "Semoga baginda yang mulia panjang umur dan sehat selalu !"

Kaisar berdiri diatas menara dan berkata, "Hai panglima, apa maksumu kau memasuki ibukota dan membuat kekacauan dan juga datang tanpa dipanggil ?"

Kedua pemimpin itu bertukar pandang dan berkata ,"Dong Zhuo perdana menterimu telah dibunuh oleh wang yun dan kami disini ingin membalaskan kematiannya. Kami bukan pemberontak. Kami hanya menginginkan Wang Yun dan kami akan menarik mundur pasukan kami."

Wang Yun berada diantara para pejabat yang berdiri disamping kaisar.

Mendengar permintaan ini wang yun berkata,"Rencana itu dibuat demi kepentingan kekaisaran.Yang mulia tidak perlu sedih kehilangan diriku karena aku telah membawa bencana ini. Aku akan turun menemui pemberontak itu !"

Kaisar menjadi sedih dan mencoba menahan tetapi menteri yang setia itu turun kebawah dan berteriak, "Wang Yun disini !"

Kedua jendral tadi langsung mengeluarkan pedangnya dan berkata, "Untuk kesalahan apa tuan kami kau bunuh ?"

"Kejahatannya telah memenuhi langit dan menutupi bumi. Tidak ada lidah yang dapat menyebutkannya. Hari ketika dia mati adalah hari yang paling gembira diseluruh kota seperti yg kalian juga tahu" kata wang yun.

"Dan jika dia memang bersalah, kenapa kami tidak mendapatkan pengampunan ?" Kata jendral-jendral itu.

"Pemberontak mengapa kau masih banyak bicara ? aku telah siap untuk mati."
Wang yun memejamkan matanya.

Dan Wang Yun pun dibunuh dibawah kaki tembok istana.

Setelah selesai membunuh menteri yang setia itu, mereka juga membunuh seluruh keluarganya sampai tidak ada yang tersisa. semua orang bersedih melihat hal ini.

Lalu berkatalah para penjahat itu satu dan yang lainnya, "Telah sampai sejauh ini, apakah yang lebih baik daripada untuk "menguasai" kaisar ?"
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 10


Pada bab sebelumnya, Li Jue dan Guo Si mengusulkan untuk membunuh Kaisar Xian, tetapi Zhang Ji dan Fan Chou menolak usul ini.

"Tidak, Rakyat tidak akan menyetujui kematiannya sekarang. Kembalikan dia pada kekuasaanya dan kita masukan orang-orang kita kedalam kota. Musnahkan semua orang yang melawan kita dan kita bisa mengatur kematiannya lain hari dan seluruh kekaisaran akan ada dalam tangan kita."

Lalu mereka berhenti menyerang.

Kaisar berkata lagi dari atas menara, "Kenapa kau masih ada disini ? kau telah membunuh wang yun, sekarang mundurkan pasukanmu."

Lalu Li Jue dan Guo Si membalas,"Pelayanmu ini berhak mendapatkan imbalan setelah kami melakukan jasa kepada dinasti."

"Dan apakah imbalan yang kau inginkan ?" Tanya Kaisar.

Ke 4 orang itu menuliskan keinginan mereka dan menyerahkannya pada kaisar. Kaisar tidak punya pilihan lain selain memeuhi permintaan ke 4 orang itu.

Li Ju diangkat menjadi jendral pemimpin pasukan kereta kuda terbang kekaisaran, Penguasa dari Chiyang, Komandan pasukan di ibu kota, administrator istana dan meminta kekuasaan atas seluruh pasukan.

Guo Si diangkat menjadi Jendral pasukan garis belakang, Penguasa dari MeiYang, Anggota Administrator istana dan meminta lambang militer sendiri.

Fan Chou diangkat menjadi jendral pasukan kanan dan Penguasa dari Wanian.

Zhang Ji diangkat menjadi jendral pasukan berkuda kerajaan dan penguasa dari ping yan.

Li Meng dan Wang Fang yang membuka gerbang kota, di beri jabatan PANGLIMA KEKAISARAN.

Setelah menerima hadiah dan gelar, Li Jue dan Guo Si berterima kasih pada kaisar dan pergi ke kemah mereka dia XuNung pinggiran kota Chang An. Pemimpin pemberontak yang lain juga diberikan pangkat atas jasa2x mereka dan sekali lagi ibu kota kosong dari tentara.

Pengikut2X Dong Zhuo yang sejauh ini telah berhasil, tidak melupakan tuannya itu. Mereka menjahit tubuh dong zhuo untuk dimakankan, tetapi hanya bagian2x kecil saja yang dapat ditemukan. Lalu mereka meminta seorang pemahat untuk memahat patung dari kayu cendana untuk di buat mirip dong zhuo. Jasad dong zhuo itu lalu dipakaikan pakaian seorang pangeran, dan ditaruh dalam peti mati pangeran dan diselengarakan upacara layaknya seorang pangeran. Mereka memilih meiwo menjadi makamnya dan mencari hari baik untuk pemakaman itu.

Tetapi tiba-tiba petir dan kilat bersambar2xan di langit pada saat upaca tersebut, air sungai tiba-tiba banjir dan membalikan peti mati itu dan jasad dong zhuo terkena petir dan hangus. Kedua kalinya mereka ingin menguburkan dong zhuo juga terjadi hal yang sama dimalam hari dan untuk yang ketiga kalinya pun bumi menolak jasad dong zhuo itu. Sementara itu api telah menghanguskan seluruh jasad dong zhuo yang telah menjadi abu. Jadi dapat dikatakan bahwa langit sangat marah kepada dong zhuo.

Jadi sekarang Li Jue dan Guo Si memegang kekuasaan sesungguhnya dan mereka menekan rakyat. Mereka juga menggeser orang-orang istana dan menggantinya dengan orang-orang mereka yang mengawasi gerak-gerik kaisar sehingga kaisar merasa tertekan dan dipermalukan. Semua kenaikan jabatan dan demosi juga dilakukan oleh kedua pemberontak itu. Dan demi untuk popularitas mereka memrintahkan memanggil kembali jendral veteran Zhu Jun kedalam istana dan menjadikannya anggota administrator istana dan pemerintahan.

Suatu Hari datang laporan bahwa gubernur XiLiang, Ma Teng dan Penjaga Kekaisaran dari daerah Bing Zhou, Han Sui dengan 100.000 tentara, datang dengan cepat mendekati ibu kota dengan niat menyerang pemberontak atas nama kaisar.

Sekarang pemimpin dari barat ini telah membuat rencana yang hati2x. Ma Teng dan Han Sui telah mengirim dua orang kepercayaan mereka ke ibu kota untuk mengetahui siapa saja yang mendukung mereka. Mereka telah berkonspirasi dengan 3 pejabat. Penasehat kerajaan Ma Yu dan Chong Shao, dan komandan kekaisaran Liu Fan--Akan menjadi sekutu mereka dialam kota melawan pemberontak. Ke 3 orang ini mendapat titah rahasia dari kaisar yang isinya mengangkat Ma Teng menjadi "JENDRAL PENAKLUK DAERAH BARAT" dan Han Sui "JENDRAL YANG MENJAGA DAERAH BARAT". Dengan titah ini kedua jendral bergabung dan memulai perjalanan mereka.

Ke Empat pemimpin--- Li Jue, Guo Si, Fan Chou dan Zhang Ji mengadakan pertemuan dgn jendral-jendral mereka dan membahas mengenai penyerangan ini.

Penasehat Jia Xu berkata, "Karena pasukan mereka datang dari jauh, Rencana kita adalah memperkuat pertahanan dan menunggu sampai persediaan makanan mereka habis. Dalam 100 hari persedian makanan mereka akan habis dan mereka harus mundur. Saat itu kita dapat mengejar mereka dan menangkapnya."

Li Meng dan Wang Fang berdiri dan berkata, "Rencana ini buruk. Berikan kami 10.000 prajurit dan kami akan menghancurkan mereka berdua dan membawa kepala mereka kembali !"

"Untuk maju dan berperang dgn mereka artinya kekalahan." Kata Jia Xu.

Li Meng dan Wang Fang berkata, "Jika kami gagal kami bersedia kehilangan kepala kami. Tetapi jika kami menang maka kepalamu yang jadi taruhannya."

Jia Xu kemudian mengusulkan pada Li Jue dan Guo Si, "70 Km disebelah barat ibukota ada bukui Zhou Zhi. Jalannya sempit dan tebingnya cura,. Kirim jendral Zhang Ji dan Fan Chou untuk menduduki daerah itu dan perkuatlah pertahanan mereka disana sehingga mereka dapat membantu Li Meng dan Wang Fang."

Li Jue dan Guo Si setuju dengan rencana itu. Mereka memerintahkan 15.000 tentara infantri dan berkuda bagi Li Meng dan Wang Feng yang sangat bersemangat. Mereka membuat kemah 90 m dari chang an.

Pasukan Dari barat Tiba. Ma Teng dan Han Sui memimpin pasukan mereka menyerang. Mereka menemukan lawan Mereka Li Meng dan Wang Fang telah membentuk formasi perang.

Ma Teng Dan Han Sui berkuda bersama kedepan pasukan mereka. Menunjuk pada pemimpin pemberontak, Ma Teng berteriak, "Mereka adalah pengkhianat, siapa yang akan menangkap mereka ?"

Dari belakang langsung ada Pendekar yang maju kedepang, Usianya masih sangat muda 17 tahun. Matanya seperti meteor, badan yang kekar dan gagah. Dia bersenjatakan tombak panjang dan menaiki kuda yang gagah. Pemimpin muda ini bernama Ma Chao, Anak pertama dari Ma Teng.

Walaupun muda dia sangat pemberani. Wang Fang meremehkan dia karena usianya yang muda, lalu maju dan melawan Ma Chao. Hanya dalam beberapa jurus saja, wang fang terjatuh dan tertusuk tombak Ma Chao. Ma Chao lalu kembali kedalam formasi, tetapi belum sempat Ma Chao sampai, Li Meng mengejar Ma Chao untuk membalaskan dendam Wang Fang.

Ma Chao tidak mengetahui Li Meng mengejar tetapi ayahnya berteriak ,"Kau sedang diikuti !!"

Sekarang Ma Chao tahu bahwa dia diikuti tetapi pura-pura tidak melihat, menunggu sampai musuhnya mendekat dan Li Meng setelah mendekat dia mengangkat tombaknya dan akan menusuk. Tetapi ketika serang Li Meng itu datang, Ma Chao telah siap, dia berputar sehingga Li Meng gagal menusuk Ma Chao dan sekarang posisinya yang terbuka. Ma Chao dengan tanganya yang kuat langsung menarik Li Meng sehingga terjatuh dari kudanya. Sekarang pasukan Li Meng dan Wang Fang tidak mempunyai pemimpin dan berlarian kesegala arah. Pasukan MA Teng dan Han Sui mengejar dan kemenangan menjadi milik mereka. Mereka terus menekan hingga malam, akhirnya mereka berkemah dan mereka memenggal kepala Li Meng dan memamerkan kepalanya di tengah kemah.

Ketika Li Jue dan Guo Si mendengar bahwak kedua jendral mereka itu telah kalah oleh seorang pemuda yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya, mereka mengetahui bahwa Jia Xu memberikan saran yang bagus waktu itu dan sekarang mereka sangat menghargai saran Jia Xu untuk bertindak defensif dan menolak ajakan perang.

Dengan pasti setelah beberapa bulan, persediaan pasukan dari XiLiang menipis dan pemimpinnya mulai mempertimbangkan mundur.

Pada saat ini seorang pelayan dari keluarga Ma Yu mengkhianati tuannya itu dan menceritakan mengenai konspirasi ke 3 pejabat istana dengan para penyerang. Li Jue dan Guo Si langsung menangkap ke 3 keluarga dari konspirator tersebut-- Ma Yu, Chong Shao dan Liu Fan-- dan memenggal mereka di pasar. Kepala mereka di gantungkan didepang gerbang kota.

Karena kehabisan perbekalan dan mendengar ketiga teman mereka telah dibunuh, satu-satu jalan bagi Ma Teng dan Han Sui adalah mundur. Dengan Segera Zhang Ji mengejar Ma Teng dan Fan Chou mengikuti Han Sui. Pasukan Ma Teng yang mundur mengalami korban cukup besar dan hanya karena Ma Chao maka pasukan pengejar dapat dipukul mundur.

Fan Chou yang mengejar tentara lainnya, ketika dia telah cukup dekat, tiba-tiba Han Sui datang dan berani menyapanya serta berkata, "Kau dan aku berasal dari daerah yang sama, kenapa kita bersikap tidak bersahabat begini ?"

Fan Chou menjawab "Aku harus mentaati perintah atasanku."

"Aku disini karena tugas negara, kenapa kau mempersulit diriku ?" kata Han Sui.

Fan Chou lalu memutar kudanya, memerintahkan pasukanya dan meninggalkan han sui dengan tenang. Keponakan Li Jue yang berada didalam pasukan Fan Chou menyaksikan kejadian ini dan melaporkannya kepada pamannya itu. Marah karena musuh telah lolos, Li Jue ingin mengirimkan pasukan untuk membalas jendralnya itu.

Tetapi Jia Xu datang dan berkata, "Rakyat masih belum tenang, Akan sangat berbahaya untuk memprovokasi perang. Tetapi undanglah Fan Chou kesebuah pesta dan ketika sedang berlansung, bunuhlah dia karena melalaikan tugas."

Ini sepertinya adalah saran yang bagus bagi Li Jue, Lalu dia mengadakan Pesta dan mengundang Zhang Ji serta Fan Chou yang menerima undangan mereka.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba sikap Li Jue berubah dan bertanya pada Fan Chou, "Apa yang kau rencanakan dengan Han sui ? Apakah kau sekarang telah menjadi pengkhianat ?"

Tamu yg tidak senang tanpa sempat berkata apa-apa langsung di kepung pengawal dan kepalanya langsung berada dilantai.

Ketakutan yang amat sangat, tamu lainnya Zhang Ji langsung bersujud dilantai.

"Fan Chou adalah pengkhianat" Kata Li Jue, sambil membantu Zhang Ji yang ketakutan berdiri, "Dan dia telah mendapatkan ganjarannya. Kau adalah temanku dan tidak perlu takut."

Li Jue memberikan Zhang Ji komando atas pasukan Fan Chou dan Zhang Ji pun kembali ke markasnya dia HongNong.

Tidak ada pemimpin yg berani menentang keinginan ke 3 jendral tersebut. Tetapi Jia Xu tidak pernah berhenti menyarankan ke 3 jendral tersebut untuk lebih memikirkan kemakmuran rakyat dan mencari orang-orang pintar dan bijak untuk diperkerjakan. Dan meyakinkan kalau hal ini penting untuk melanggengkan kekuasaan.

Setelah Ke 3 jendral mengambil alih kekuasaan. Masalah baru muncul. Pemberontak Jubah kuning muncul kembali di Qing Zhou. Mereka datang dengan dipimpin banyak pemimpin dan dalam jumlah ratusan ribu orang dan menjarah semua tempat yang mereka lewati.

Administrator istana Zhu Jun berkata bahwa dia tahu satu orang yang dapat menghancurkan pemberontakan itu. dan ketika mereka bertanya siapakah orang itu, Zhu Jun berkata, "Kalau kau mau menghancurkan pemberontak ini kau akan gagal kecuali kau menggunakan jasa Cao-Cao."

"Dan dimanakah dia ?" Tanya Li Jue.

"Dia adalah Gubernur di Dong Jun. Dia mempunyai pasukan besar dan kau hanya perlu memerintahkan dia untuk bertindak dan pemberontakan akan dapat dipatahkan."

Utusan dikirim secepatnya dengan perintah untuk Cao-Cao dan Bao Xin, penguasa Jibei untuk bertindak dan memadamkan pemberontakan. Segera setelah Cao-Cao menerima perintah kekaisaran, dia menyerang posisi pasukan pemberontak di ShuoYang. Bao Xin dan pasukannya menerjang masuk kedalam pasukan musuh dan membuat kerusakan dimanapun dia bisa, tetapi akhirnya dia mati didalam medan pertempuran. Cao-Cao mengejar pemberontak ketika mereka lari ke Ji Bei. 10.000 orang menyerah dan Cao-Cao memasukannya kedalam barisan tentaranya. Ketika pasukannya mencapai suatu tempat, banyak yang menyerah dan bergabung bersamanya. Setelah 100 hari, dia telah memenangkan 300.000 tentara dan lebih dari 1.000.000 penduduk yang menjadi tentaranya.

Dari Jumlah ini yang paling kuat dan berani dijadikannya tentara QingZhou dan sisanya dikirm pulang ke rumah mereka untuk mengurus sawah. Konsekuensi dari sukses Cao-Cao ini adalah menaikan popularitas dan prestisnya yang setiap hari terus bertambah. Dia melaporkan sukses ini ke ibu kota ChangAn dan diberi gelar "JENDRAL YANG MENJAGA TIMUR".

Liu Dai kemudian menyerahkan kekuasaan daerah Yan Zhou kepada Cao-Cao.

Dimarkas barunya ini, Cao-Cao menerima orang-orang bijaksana dan pemberani. 2 orang pintar, paman dan keponakannya, datang pada saat yang bersamaan, keduanya dari YingChuan, bernama Xun Yu dan Xun You. Pamannya pernah berkerja bagi Yuan Shao.

Cao-Cao Bergembira mendapatkan kedua orang ini dan berkata," Xun Yu adalah Zhang Liang bagiku."

Dia mengangkat Xun Yu sebagai Komandan Lapangan. Dan Keponakannya Xun You yang terkenal karena kemampuannya dan pernah menjadi pejabat istana di Luo Yang, tetapi membuang karirnya dan kembali ke desa. Cao-Cao Mengangkatnya menjadi Instruktur militer.

Xun Yu berkata kepada Cao-Cao, "Ada seseorang yang bijak di Yan Zhou, tapi aku tidak tahu untuk siapa dia berkerja."

"Siapakah dia ?" tanya Cao-Cao.

"Cheng Yu. Dia berada dia bagian timur Yan Zhou."

"Ya, Aku juga telah mendengar mengenai dia." Kata Cao-Cao.

Lalu utusan dikirim ke tempat itu untuk mencari informasi. Cheng Yu sedang pergi ke bukit untuk belajar. Cao-Cao memerintahkan ke bukit itu dan Cheng Yu datang memenuhi undangan.

"Aku akan membuktikan bahwa aku tidak berharga untuk rekomendasimu" kata Cheng Yu kepada temanya Xun Yu, " Karena aku kasar dan ceroboh. Tetapi apakah kau lupa dengan teman satu desamu, Guo Jia ? dia sangat pandai dan hebat. Kenapa tidak menyebar jala untuk menangkapnya ?"

"Aku sungguh lupa !" Kata Xun Yu tiba-tiba.

Jadi dia menyampaikan hal ini kepada Cao-Cao dan langsung mengundangnya.

Guo Jia mendiskusikan masalah2x dunia dengan Cao-Cao, Dia merekomendasikan Liu Ye dari Henan, yang juga merupakan keturunan Liu Xiu, Kaisar pertama Han Barat. Ketika Liu Ye tiba, dia membawa dua orang temannya Man Chong dari ShanYang dan Lu Qian dari Wu Cheng yang telah diketahui Cao-Cao dari reputasinya. Kedua orang itu membawa sebuah nama lagi bagi Cao-Cao yaitu Mao Jie dari Chen Liu yang juga datang dan diberikan jabatan. Lalu datangnya seorang terkenal dengan pasukannya yang berjumlah 500 orang untuk menawarkan jasanya. Dia adalah Yu Jin dari Taishan, seorang ahli berkuda dan memanah dan memiliki kemampuan lebih dalam melatih tentara. Dia diangkat menjadi Inspektur pasukan.

Lalu suatu hari Xiaohou Dun membawa seseorang untuk diperkenalkan pada Cao-Cao.

"Siapakah Dia ?" Tanya Cao-Cao.

"Dia berasal dari Chen Liu dan namanya adalah Dian We. Dia adalah yang paling pemberani dan yang terberani. Dia adalah bawahannya Zhang Miao, tetapi bertengkar dengan beberapa orang didalam kemahnya dan membunuh selusin dari mereka dengan tangan kosong. Lalu dia lari kegunung dimana kau menemukan dia. Aku sedang memanah ketika aku melihat dia sedang melawan seekor harimau di tengah arus sungai. Aku membujuknya untuk bergabung dengan tentara ku dan aku merekomendasikan dia."

"Aku melihat dia bukanlah orang biasa" Kata Cao-Cao, "Dia tampak sangat tegap dan terlihat kuat serta berani."

"Dia sangat berani ! Dia membunuh seseorang untuk membalaskan dendam temannya dan membawa kepalanya melewati seluruh pasar. Ratusan melihat dia, tetapi tidak berani mendekat. Senjata yang dia gunakan saat ini berupa dua kampak besar, yang masing-masing beratnya 120 pon dan dia menaiku kuda dengan kedua senjata ini ditangan."

Cao-Cao memerintahkan Dian Wei untuk membuktikan kemampuannya. Lalu Dian Wei berkuda dan dia melihat sebuah batang kayu besar sedang terombang-ambing karena angin dan akan segera jatuh. Sekelompok tentara sedang berusaha keras untuk membuatnya kokoh. Lalu dia turun dari kuda dan berteriak kepada orang-orang itu untuk minggir dan dia memegang batang itu dan menancapkannya ke dalam tanah hanya dengan satu tangan. Dan batang itu berdiri tegak walaupun angin bertiup kencang.

"Ini adalah E Lai lagi !" Kata Cao-Cao.(Note: E lai adalah seorang jendral didinasti Zhou yang berkerja untuk raja shang dan dia mempunyai kekuatan fisik yang tidak biasa."

Dia lalu memberikan Dian Wei posisi sebagai Komandan Penjaga Markas Utama dan dia juga memberikan Dian Wei hadiah beruba jubah yang bagus dan kuda dengan sadel yang bagus.

Cao-Cao menyemangati orang-orang bijak agar dapat membantu dirinya dan dia memiliki penasehat yang hebat untuk urusan sipil dan jendral pemberani didalam pasukannya. Dia menjadi terkenal diseluruh dataran timur.

Sekarang Ayah Cao-Cao, Cao Song tinggal di Lang Ye, dia bersembunyi di suatu tempat yang bebas dari pergolakan dunia. Cao-Cao Berharap dapat bertemu kembali dengannya. Sebagai seorang anak yang berbakti, Cao-Cao mengirim gubernur TaiShan, Ying Shao untuk mengawal ayahnya ke Yan Zhou. Cao Song membaca surat dari anaknya dengan gembira dan keluarga itu siap untuk pindah. Mereka ber 40 seluruhnya.

Jalan mereka melalui daerah Xu Zhou dimana penjaga kekaisaran Tao Qian sangat tulus dan orang yang menjunjung tinggi kebenaran berkuasa. Dia telah lama ingin membangun Hubungan baik dengan Cao-Cao tetpai belum dapat menemukan momen yang tepat. Mendengar keluarga Cao-Cao melewati daerahnya. Tao Qian Menyambut mereka dan memperlakukan mereka dengan baik sekali, membuat jamuan dan menyenangkan mereka selama dua hari. Dan ketika mereka pergi, Tao Qian mengantarnya sampai perbatasan daerahnya. Lalu dia memerintahkan jendral Zhang Kai untuk mengantarnya lebih jauh dengan membawa 500 orang tentara.

Seluruh rombongan mencapai sebuah desa bernama Hua Fei. Saat itu adalah akhir musim panas dan sedang masuk musim gugur dan saat itu mereka terhenti karena hujan yang lebat sekali dan satu-satunya tempat untuk berteduh adalah sebuah kuil tua dan mereka segera pergi kesana. Keluarga Cao menempati ruang utama dan pengantar mereka di ruang samping. Pasukan yang mengantar kebasahan, marah dan tidak senang.

Lalu Zhang Kai memanggil beberapa bawahannya dan berkata,"Kita dulunya adalah pemberontak jubah kuning dan menyerah pada Tao Qian karena tidak ada pilihan lain. Kita tidak pernah mendapatkan banyak dari hal itu. Sekarang disini ada keluarga Cao dan kita dapat menjadi kaya. Kita akan menyerang tiba-tiba nanti malam dan membunuh semuanya. Lalu kita akan mendapat banyak harta dan kita akan lari kegunung."

Mereka Semua Setuju. Badai lalu terus berlanjut sampai malam. Cao Song menanti dengan gelisah tanda2x badai segera berlalu, Dia tiba-tiba mendengar ada keributan diluar. Adiknya, Cao De mengeluarkan pedang dan keluar untuk melihat apa yang terjadi. Cao De langsung terbunuh. Cao Song menarik tangan salah satu selirnya, keluar bersamanya dan mencari jalan dibelakang kuil untuk kabur. Tetapi wanita itu tidak dapat melewati celah kecil dibelakang kuil itu, jadi mereka berdua bersembunyi di belakang sebuah rumah kecil. Akhirnya mereka ditemukan dan dibunuh.

Gubernur Ying Shao yang gagal menjaga keluarga Cao-Cao lalu lari kepada Yuan Shao. Para pembunuh itu kemudian lari keselatan sungai Hui dengan hasil jarahan mereka setelah mereka membakar kuik tua itu.

Beberapa pengawal yang berhasil lolos melaporkan hal ini pd Cao-Cao. Ketika dia mendengar hal ini dia langsung jatuh ketanah dan menangis sangat keras. Mereka semua lalu membantunya berdiri.

Dengan marah dia berkata, "Orangnya Tao Qian telah membunuh ayahku. Langit yang sama tidak dapat menaungi aku dan dia. Aku akan menhilangkan daerah Xu Zhou dari muka bumi ini. Hanya dengan itu aku dapat memuaskan balas dendamku."

Cao-Cao meninggalkan pasukan berkekuatan 30.000 dibawah Xun Yu dan Cheng Yu untuk menjaga Markas di timur dan 3 kota utama yaitu Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun. Lalu dia dengan tentara yang lainnya pergi ke Xu Zhou untuk membalas dendam ayahnya. Xiaohou Dun, Yu Jin dan Dian Wei bersama Cao-Cao memimpin pasukan digaris depan. Cao-Cao memerintahkan seluruh penduduk dibunuh disetiap kota yang ditangkap.

Sekarang gubernur JiuJiang, Bian Rang adalah teman dekat dari Tao Qian. Mendengar Xu Zhou terancam, Bian Rang dengan 5000 tentaranya membantu Tao Qian. Marah dengan tindakan ini Cao-Cao mengirim Xiahou Dun untuk membunuh Bian Rang yang masih dalam perjalanan.

Pada saat ini Cheng Gong yang berada di Dong Jun juga merupakan teman Tao Qian. Mendengar Cao-Cao akan menghancurkan dan membunuh seluruh penduduk, Cheng Gong lalu segera datang untuk menemui Cao-Cao. Mengetahui maksud kedatangan Cheng Gong, Cao-Cao tidak mau menemuinya. Tetapi kemudian Cao-Cao teringat dengan kebaikan yang dia pernah terima dari Chen Gong akhirnya dia mempersilahkan dia menghadap.

Chen Gong berkata, "Mereka berkata kau akan membalaskan dendam ayahmu di Xu Zhou, dan membunuh seluruh penduduknya. Aku datang untuk mengucapkan beberapa patah kata. Pelindung kekaisaran Tao Qian adalah orang baik. Dia tidak pernah mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mencelakai orang lain. Ayahmu menemui ajalnya ditangan Zhang Kau. Tao Qian tidak bersalah. Dan penduduk lebih2x tidak bersalah apa-apa dan untuk membunuh mereka adalah suatu kejahatan, aku mohon kau memikirkan hal ini."

Cao-Cao membalas dgn marah," Kau pernah meninggalkan aku dan sekarang kau menemuiku untuk omong kosong ini ! Tao Qian membunuh keluargaku, dan aku akan membelah jantungnya sebagai balas dendam. Aku bersumpah ! Kau dapat berbicara denganku sebagai teman. Aku akan tetap seperti ini seperti aku tidak mendengar apapun."

Chen Gong pergi dengan menghela napas.

Dia berkata, "Aku tidak dapat menemui Tao Qian dan melihat mukanya."

Lalu Chen Gong berkuda ke daerah Chen Liu dan memberikan jasanya buat gubernur Zhang Miao.

Pasukan Cao-Cao melakukan pembalasan dendam dengan menghancurkan tempat yang dilewatinya dan membunuh rakyat serta merusak makam. Diantara kota2x yang dihancurkannya ada sebuah kota kecil yang berisi kaum pelajar, dikota itu sedang diadakan ujian tingkat daerah. Yang menjadi juara daerah tahun itu adalah Zhuge Jin. Tetapi disaat yang sama, pasukan Cao-Cao masuk kedalam kota dan membakar serta membantai seisi kota, keluarga Zhuge yg ada didalam kota semunya terbunuh kecuali Zhuge Jin , Zhuge Liang dan Zhuge Jun. Saat itu Zhuge Laing berusia 12 tahun. Dia menyaksikan ayahnya tebunuh. Zhuge Liang, Zhuge Jin dan Zhuge Jun berasal dari Desa Yang De di propinsi Lang Ye. Setelah kejadian ini Zhuge Liang bersama Jin dan Jun pergi ketempat paman mereka Zhuge Xuan dia daerah Nan Yang. Zhuge Liang akhirnya meninggalkan bangku sekolah dan belajar Ilmu tao untuk menenangkan dirinya dan dia mengucilkan diri di Long Zhong. Saat pembantaian ini terjadi adalah tahun ke 3 masa pemerintahan kaisar Xian (Tahun 193 M.)

Ketika Tao Qian mendengar masalah ini, dia melihat kelangit dan berkata, "Aku pasti telah berdosa sebelumnya sehingga langit menghukum ku dan membawa petaka bagi rakyatku."

Dia memanggil semua bawahannya untuk berkonsultasi.

Salah satu dari mereka Cao Bao berkata, "Sekarang musuh telah ada didepan kita. Kita tidak dapat duduk dan diam saja. Aku akan keluar dan melawan."

Tao Qian dengan ragu2x mengirim tentara keluar. Dari kejauhan dia melihat tentara Cao-Cao menyebar sepajang cakrawala. Diatas bendernya Cao-Cao menulis huruf besar sekali sehingga dapat dilihat dari jarak jauh bertuliskan "BALAS DENDAM".

Ketika Cao-Cao telah tiba, Cao-Cao berpakaian putih untuk upacara kematian dan mengata-ngatai tao qian.

Tetapi Tao QIan tidak terpancing, dan dia bersujud pada Cao-Cao dari atas bentengnya dan berkata, "Aku berharap dapat beteman denganmu tuan, Dan aku mengirim Zhang Kai untuk mengawal keluargamu. Aku tidak tahu didalam hatinya pemberontak itu belum juga berubah. Kesalahan ini bukan disebabkan karenaku seperti yang engkau lihat."

"Kau keparat tua ! Kau membunuh keluargaku dan sekarang kau berkata omong kosong ini !" Kata Cao-Cao.

Dan dia bertanya "Siapakah yang akan mengambil kepala Tao Qian untukku ?"

Xiahou Dun maju kedepan. Tao Qian langsung masuk kedalam bentengnya dan Cao Bao keluar untuk melawan. Tetapi baru saja mereka mau berhadapan, tiba-tiba angin ribut turun ditempat itu dan debu serta kerikil berterbangan dan membuat kacau tempat itu. Kedua pasukan mundur ketempat masing-masing.

Tao Qian Segera mundur kedalam kota dan mamanggil bawahannya.

"Kekuatan Cao-Cao terlalu kuat bagi kita" kata Tao Qian,"Aku akan menyerahkan diriku sebagai tawanan dan biarkan dia melakukan apapun padaku sebagai balas dendamnya. Aku mungkin dapat menyelamatkan rakyatku."

Tetapi tiba-tiba ada orang yang berkata, "Kau telah lama memerintah disini dan rakyat menyukaimu untuk memerintah mereka. Musuh memang kuat tetapi mereka tidak akan dapat menerobos tembok kita, tidak jika rakyat ikut berjuang bersamamuu. Aku punya rencana yang dapat membuat Cao-Cao mati ditempat dimana dia tidak akan dapat dikuburkan."

Kata-kata yang berani ini mengejutkan ruang sidang dan mereka sangat ingin mengetahui rencana ini.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 11


Dia adalah Mi Zhu yang berkata tahu bagaimana cara mengalahkan Cao-Cao. Mi Zhu lahir dalam keluarga pedagang kaya di Dong Hai dan berdagang di Luo Yang. Suatu hari dalam perjalanan pulang dari kota itu didalam kereta kudanya, dia bertemu dengan wanita yang cantik sekali yang memohon padanya untuk ikut. Dia berhentu dan menyerahkan tempat duduknya keapdanya. Wanita itu membagi tempat duduknya kepadanya. Mi Zhu lalu duduk tetapi dia berusaha memberi jarak dan tidak melihat kearah wanita itu sekalipun dan tetap bersikap sopan. Mereka berpergian untuk beberap Km jauhnya dan ditengah jalan wanita itu berterima kasih dan turun.

Sebelum Wanita itu pergi dia berkata, "Aku adalah dewi api dari dataran selatan. Aku sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan perintah Kaisar langit untuk membakar kediamanmu, Tetapi kesopananmu dan kebaikanmu telah menyentuh hatiku. Sekarang aku peringatkan dirimu. Cepatlah pulang, Keluarkan hartamu dan selamatkan keluargamu karena aku akan tiba nanti malam."

Lalu dia menghilang, Mi Zhu dengan cepat pulang dan segera memindahkan seisi rumah dan barang berharganya. Malam itu api menyala dari dapur dan membakar seluruh rumah. Setelah ini Mi Zhu menyerahkan hartanya bagi orang miskin dan yang membutuhkan. Tao Qian memberinya jabatan kepala pengadilan.

Rencana yang diusulkan Mi Zu adalah seperti ini,"Aku akan pergi ke Bei Hai dan meminta gubernur Kong Rong untuk membantu. Yang lain harus pergi ke Qing Zhou dan meminta bantuan Pelindung Kekaisaran, Tian Kai. Kalau kedua pasukan ini melawan Cao-Cao maka dia pasti akan mundur."

Tao Qian menyetujui rencana itu dan dia menulis dua buah surat. Dia bertanya siapa yang mau menjadi sukarelawan untuk pergi ke Qing Zhou dan Chen Deng dari Guangling mengajukan dirinya. Mi Zhu dan Chen Deng keluar dari kota diam-diam pd malam hari dan Tao Qian serta yang lainnya berusaha bertahan semampu mereka.

Kong Rong berasal dari Qu Fu di negara bagian Lu. Dia adalah generasi ke 20 dari GURU BESAR KONFUSIUS(Kong FuZi). Kong Rong sangatlah pintar. Ketika berusia 10 tahun dia pergi untuk bertemu Li Ying, gubernur di He Nan. Tetapi Penjaga pintu tidak mengijinkannya masuk.

Tetapi Kong Rong berkata, "Aku adalah kerabat dekat menteri Li Ying" , Lalu dia dipersilahkan masuk.

Li Ying bertanya pada kong rong ada hubungan apa antara keluarganya dan keluarga Kong rong sehingga bisa disebut "sangat dekat".

Anak itu menjawab, "Leluhurku Konfusius pernah bertanya pada leluhurmu Lao Zi mengenai upacara. Jadi keluarga kita telah mengenal satu sama lain untuk sekian banyak generasi."

Li Ying terkejut mendengar jawaban anak ini.

Kemudai Menteri Tinggi Chen Wei datang berkunjung yang dimana Li Ying menceritakan mengenai anak itu. "Dia adalah anak yang hebat" kata Li Ying menunjuk kepada Kong Rong.

Chen Wei menjawab, "Tidak selalu anak yang pintar akan menjadi orang yang pintar ketika dewasa."

Kong Rong lalu bertanya, "Dengan apa yang baru saja kau katakan pak, kau tentu saja satu dari anak-anak yang pintar itu."

Menteri dan gubernur, keduanya tertawa mendengar jawaban itu dan berkata, "Anak ini akan menjadi bangsawan kelak."

Jadi dari kecil Kong Rong telah terkenal. Sebagai seorang pemuda dia naik menjadi Komandan pasukan kekaisaran dan bertugas menjadi gubernur di Bei Hai, dimana dia sangat dikenal karena keramahannya. Di gedung kerjanya dia menulis dipilar2x gedung dengan tulisan ,
"BIARKAN RUANGANKU PENUH DENGAN TEMAN-TEMAN. DAN CANGKIRKU PENUH DENGAN ARAK. ITU ADALAH YANG KU SUKA."

Setelah 6 tahun di Bei Hai seluruh penduduk mencintainya. Ketika Mi Zhu tiba seperti biasa kong rong sedang duduk bersama tamu-tamunya dan utusan segera dikirim untuk mengabarkannya. Mi Zhu lalu menghadap dan kong rong bertanya apa keperluan Mi Zhu, Mi Zhu lalu menyerahkan surat dari Tao Qian yang menceritakan Cao-Cao sedang mengepung Xu Zhou dan dia memerlukan bantuan.

Lalu berkatlah Kong Rong,"Tuanmu dan aku adalah teman baik dan kehadiranmu disini membuatku harus pergi membantunya. Tetapi aku tidak punya permusuhan dengan Cao-Cao, Jadi aku akan menulis surat dulu untuk Cao-Cao dan memohon dia untuk berdamai. Jika dia menolak ajakanku maka aku akan menyiapkan tentaraku."

"Cao-Cao tidak akan mendengar usulan perdamaian. Dia terlalu yakin dengan kekuatannya." Kata Mi Zhu.

Kong Rong tetap menulis surat dan pada saat yang sama juga memerintahkan tentaranya bersiap. Pada saat ini tiba-tiba Pasukan pemberontak Jubah Kuning berjumlah kurang lebih 10.000 orang merampok dan menjarah daerah bei hai. Kong Rong harus berurusan dengan mereka terlebih dahulu.

Kepala pemberontak, Guan Hai, maju kedepan dan berkata, "Aku tahu kota ini subur dan makmur. Aku ingin meminta 10.000 kereta berisi beras. Berikan apa yg aku mau dan kami akan pergi. Menolak dan kami akan merobohkan tembok kota dan menghancurkan setiap mahluk hidup !"

Kong rong berteriak balik, "Aku adalah pelayan dari Dinasti Han, Dipercayakan untuk menjaga tanah ini. Apakah kamu pikir aku akan memberi makan pemberontak ?"

Guan Hai mememcut kudanya dan mengayunkan pedangnya dan berkuda menuju depan. Zong Bao, salah satu jendral kong rong, mengambil tombaknya dan keluar melawannya. Tetapi setelah beberapa ronde, Zong Bao terbunuh. Lalu pasukan kong rong menjadi panik dan kembali kedalam kota untuk berlindung. Pemberontak lalu mengepung kota dari segala sisi. Kong Rong sangat terpukul atas kejadian ini dan Mi Zhu yang melihat tidak ada harapan untuk sukses dalam misinya ini, sangat bersedih.

Pemandangan dari tembok kota sangatlah menyedihkan karena pemberontak tak terkira banyaknya. Suatu hari ketika sedang berdiri ditembok kota, Kong Rong melihat satu orang dengan tombaknya berkuda melewati pemberontak jubah kuning dan membantai mereka seperti rerumputan yang diterbangkan oleh angin.

Tidak terlalu lama, orang itu sampai di pintu gerbang kota dan berteriak , "Bukan Gerbangnya !"

Tetapi penjaga gerbang tidak mau membuka gerbang untuk seseorang yang tidak dikenal dan dalam penantian itu tentara pemberontak mulai mendekati sipengendara kuda. Tiba-tiba pengendara kuda itu berputar dan menerjang mereka semua serta berhasil membunuh selusin dari orang-orang itu. Hal ini membuat pemberontak yang lain mundur ke belakang parit2x. Kong Rong akhirnya memerintahkan untuk membuka pintu gerbang dan membiarkan orang itu masul. Setelah dia didalam, lalu orang itu turun dari kuda dan memberi hormat pada Gubernur Kong Rong.

"Namaku adalah Taishi Ci dan aku berasal dari Lai Huang. Aku sedang pulang kerumah kemarin dari daerah utara untuk menemui ibuku dan aku mendengar kota mu dalam bahaya dari serangan pemberontak. Ibuku berkata kau telah sangat baik padanya dan bilang padaku bahwa aku harus membantumu. Jadi aku pergi sendirian ke sini dan disinilah aku sekarang."

Ini adalah berita yang menggembirakan, Kong Rong sudah mengetahui mengenai Taishi Ci sebagai petarung yang hebat dan pemberani walaupu keduanya tidak pernah bertemu. Ketika Taishi Ci jauh dari kotanya, Kong Rong merawat ibunya yang tinggal beberapa km dari kota, Dengan penjagaan khusu darinya, dia memastikan ibunya tidak kekurangan apapun. Ini telah menarik simpati dari hati wanita itu dan dia mengirimkan putranya sebagai tanda terima kasih.

Kong rong menujukan penghargaanya dengan memperlakukan tamunya dengan sangat hormat, meberikannya hadiah pakaian dan baju zirah, sadel, dan kuda.

Lalu Taishi Chi berkata,"Berikan Aku 1000 tentara dan aku akan pergi keluar dan mengusir orang-orang ini."

"Kau adalah pendekar yang berani tetapi mereka terlalu bnyak, ini adalah masalah serius untuk keluar dan berhadapan dengan mereka." Kata Kong rong.

"Ibuku Mengirimku karena kebaikanmu pada nya. Bagaiman aku dapat bertemu kembali dengannya bila aku tidak menghentikan pengepungan ini ? Aku lebih baik menang atau aku mati."

"Aku dengar Liu Bei adalah salah satu pahlawan didunia ini. Kalau saja kita dapat meminta bantuannya, yang aku tidak ragukan lagi dia pasti membantu, hanya saja siapakah yg dapat kita utus menemuinya ?"

"Hmm...Aku akan pergi begitu aku menerima surat darimu !"

Lalu kong rong menulis surat untuk Liu Bei dan memberikannya untuk taishi ci.

Taishi Ci memakai baju Zirahnya, naik kekudanya dan mengambil busur serta anak panah serta membawa tombaknya. Dia keluar kota sendirian.

didepan parit, para pengepung kota berkumpul dan mereka segera menghalangi jalan taishi ci. Tetapi Taishi Ci langsung menerjang mereka dan membunuh beberapa lusin dari mereka dan akhirnya berhasil keluar dari kepungan.

Guan Hai yang melihat hal ini geram dan berkata, "Monster apakah dia sehingga bisa masuk dan keluar kota seenaknya seperti kita ini hanyalah patung !!!", Dia lalu mengirimkan orang untuk mengikutinya. Dan Guan Hai menyuruh mereka untuk mengepug taishi Ci. Taishi Ci yang sadar dirinya diikuti dan dalam formasi yang mengepungnya. Lalu Sambil berkuda, Taishi Ci mengikat tombaknya, mengambil busur dan menembakan panahnya. Lalu satu demi satu pasukan pengejarnya berjatuhan, melihat hal ini para pengejarpun tidak berani mengikutinya lagi.

Akhirnya dia sampai di tempat Liu Bei di Ping Yuan dan setelah memberi hormat lalu dia menyampaikan keadaan kong rong dan menyerahkan surat pada Liu Bei.

"Dan siapakah dirimu ?" Tanya Liu Bei.

"Aku Taishi Chi dari Lai Huang. Aku tidak ada hubungan apapun dgn kong rong tetapi karena ibuku aku mau berbagi duka dan ketidakberuntungan dengan dirinya. Pemberontak Jubah Kuning telah mengepung kotanya dan dia tidak dapat meminta bantuan siapapun lagi, kehancuran kotany sudah sangat dekat. Karena itu dengan perintahnya aku memberanikan diri melintasi semua bahaya dan kesini untuk memohon bantuanmu, aku mohon tuan mau menolongnya."

Liu Bei tersenyum dan menghela napas dan berkata, "Dan Apakah dia tahu bahwa ada Liu Bei didunia ini ?"

Lalu Liu Bei bersama dengan Guan Yu dan Zhang Fei, membawa 3.000 tentara dan pergi untuk melawan pemberontak yang mengepung ktoa. Ketika Pemimpin pasukan pemberontak Guan Hai melihat pasukan yang baru tiba ini, dia langsung melawan mereka, berpikir bahwa dia dapat segera menghancurkan pasukan kecil ini.

3 bersaudara dan Taishi Ci berada di barisan paling depan dari pasukan mereka. Guan Hai segera maju kedepan, Taishi Ci telah siap melawan tetapi Guan Yu telah maju didepannya. Dia maju kedepan dengan kudanya dan kedua orang ini bertarung. Pasukannya berteriak memberi semangat. Setelah beberapa jurus saja akhirnya Golok naga hijau Guan Yu mendarat di badannya dan dia jatuh.

Ini adalah tanda bagi Zhang Fei dan Taishi Ci untuk ikut ambil bagian. Dengan tombak mereka masing-masing, mereka menerjang maju dan Liu Bei bersama pasukan ikut maju. Gubernur ayng melihat bala bantuan telah datang dan membantai pemberontak seperti harimau memangsa kawanan lembu. Tidak ada yang dapat menahan mereka dan dia mengirim pasukanya sendiri untuk bergabung dalam pertempuran. Jadi pemberontak terkepung diantara dua pasukan. Pasukan pemberontak akhirnya dapat dipatahkan dan banyak pasukannya yang menyerah, yang lainnya melarikan diri kesegala penjuru.

Perjamuan disiapkan untuk merayakan kemenangan ini. Mi Zhu diperkenalkan pada Liu Bei. Mi Zhu menceritakan kejadian yang dialamai Tao QIAn.

Liu Bei berkata, "Tao Qian adalah orang yang baik dan memiliki integritas tinggi. Dan sangat menyedihkan apabila dia harus menderita akibat kesalahan orang lain."

"Kau adalah masih famili kekaisaran" Kata Gubernur kong rong,"Dan Cao-Cao ini melukai orang-orang, seorang kuat yang menggunakan kekuatannya untuk bertindak sewenang-wenang. Kenapa tidak ikut denganku dan menolong yang tertindas ?"

"Aku tidak dapat menolak tetapi pasukanku lemah dan aku harus bertindak hati2x." kata Liu Bei.

"Walaupun keinginanku untuk menolong karena persahabtanku dengan dia tetapi juga karena rasa kebenaran. I rasa hatimu juga memiliki rasa kebenaran itu bukan ?" Kata Kong rong.

Liu Bei berkata, "Jika memang begitu, kau pergi dahulu dan berikan aku waktu untuk menemui Gongsun Zan untuk meminta pinjaman pasukan dan kuda. Aku akan segera datang."

"Kau tidak akan melanggar janjimu bukan ?" Kata sang gubernur.

"Orang macam apa kau kira aku ini ?" kata Liu bei,"Kata orang bijak, 'Kematian adalah suatu hal yang umum; orang yg tidak jujur tidak akan dapat mengatur dirinya', apakah aku akan mendapatkan pinjaman tentara atau tidak, aku pasti akan datang."

Lalu rencana itu disetujui. Mi Zhu kembali lebih dahulu dan kong rong menyiapkan pasukannya untuk ekspedisi kali ini.

Taishi Ci memohon pamit, "Ibuku memohon aku untuk datang membantumu dan sekarang kau telah selamat. Surat datang dari atasanku Liu Yao, Penjaga kakaisaran dari YAng Zhou, Aku harus segera datang. Aku harap akan dapat menemui lagi ."

Kong rong ingin memberikan hadiah bagi taishi ci, namun taishi ci menolak dan segera pergi.

Ketika dia bertemu dengan ibunya, ibunya sangat senang dan berkata, "Aku sangat senang kau dapat membuktikan balas budimu !"

setelah ini Taishi Ci berangkat ke Yang Zhou.

Liu Bei pergi ke tempat sahabatnya Gongsun Zan dan menceritakan keperluannya untuk membantu daerah Xu Zhou.

"Cao-Cao dan kau bukanlah musuh. Kenapa kau mengorbankan dirumu demi orang lain?" kata Gongsun Zan.

"Aku telah berjanji" jawab Liu Bei," Dan aku tidak akan mengingkarinya."

"Aku akan meminjamkanmu 2.000 pasukan kuda dan infantri terbaikku." kata Gongsun Zan.

"Juga, Aku ingin meminjam jasa Zhao Zhao Yue." Kata Liu Bei.

Gongsun Zan menyetujui hal ini juga. Mereka berangkat, Pasukan Liu Bei dipimpin oleh Guang Yu dan Zhang Fei berada didepan sedangkan pasukan yang dia pinjam dipimpin Zhao Zhao Yue berada dibelakang.

Mi Zhu yang kembali mengatakan bahwa Kong Rong telah setuju untuk membantu dan juga telah membawa Liu Bei dan pasukannya. Chen Deng yang jg telah kembali melaporkan bahwa Tian Kai setuju unutk membantu. Kedua berita ini dapat menenangkan hati Tao Qian.

Tetapi kedua pemimpin itu walaupun telah berjanji membantu, berkemah cukup jauh diperbukitan karena takut terlalu dekat dengan pasukan Cao-Cao. Cao-Cao tahu mengenai kedatangan mereka dan membagi pasukannya untuk melawan mereka. Sehingga menunda penyerangan kota.

Pada saat ini Liu Bei datang menemui Kong Rong dan berkata, "Pasukan musuh sangat kuat dan Cao-Cao sangat ahli dalam urusan perang. Kita harus berhati-hati. Mari kita melakukan pengintaian dan sebelum melakukan tindakan."

"Apa yang aku takutkan adalah kelaparan didalam kota" Kata Liu Bei, "Mereka tidak akan dapat bertahan terlalu lama, Aku akan menaruh pasukanku dalam komandomu, sementara aku dan Zhang Fei akan mencoba menerobis masuk kota untuk menemui Tao Qian untuk berkonsultasi dengannya."

Kong rong menyetujui hal ini, lalu dia dan Tian kau mengambil posisi membentuk fromasi "Tanduk banteng" semetara Guan Yu dan Zhao Zi long berada disisinya untuk membantunya.

Ketika Liu Bei dan Zhang Fei serta 1000 tentaranya menerjang melewati pasukan Cao-Cao. Mereka hampir berhasil mencapai sisi benteng tetapi tiba-tiba bunyi genderang perang bertabuhan dan keluarlah Yu Jin.

Yu Jin lalu berkata,"Kalian adalah orang Gila mau menerobos pasukan ini, kalian kira kalian akan kamana ?"

Zhang Fei yang mendengarnya langsung marah dan dia langsung memacu kudanya kearah Yu Jin. Mereka bertarung beebrapa jurus dan Liu Bei yang mengeluarkan pedang kembarnya langsung berusaha menerobos lagi bersama tentaranya dan akhirnya mereka berhasil menerobos kepungan musuh itu. Zhang Fei yang ada dibelakangnya tidak dapat dihalangi oleh pasukan Yu Jin yang ketakutan melihat Zhang Fei yang besar dan sangar itu.

Akhirnya mereka sampai di depan gerbang benteng dan setelah mereka masuk kedalam kota. Liu Bei langsung disambut dan sebuah perjamuan diadakan untuknya. Pasukannya juga di jamu.

Tao Qian sangat senang dengan Liu Bei, dia menyukai semangat Liu Bei. Tao Qian memerintahkan Mi Zhu untuk mengambil Stempel dan Lambang jabatannya. Tetapi Liu Bei sangat terkejut.

"Apakah maksud semua ini ?" Kata Liu Bei.

Tao Qian berkata,"Sekarang banyak masalah diseluruh penjuru negeri dan Perintah kaisar sepertinya sudah tidak ada lagi. Anda, Tuan adalah masih keluarga kaisar dan sangat tepat untuk membantu dan menolong kekaisaran. Aku sudah tua dan tidak mampu berbuat banyak dan aku ingin pensiun. Aku berharap kau tidak menolak, aku akan melaporkan tindakan ku ini kepada istana."

Liu Bei langsung bersujud dihadapan tuan ruah dan berkata, "Aku mungkin masih keluarga kaisar, tetapi jasa ku masih kecil dan kurang bijaksana. Aku meragukan bahwa aku adalah orang tepat dan hanya karena aku merasa adalah hal yg benar untuk membantumu makanya aku datang kesini. Untuk mendengan kata-kata seperti tadi membuatku ragu, tentu anda mengira ada keserakahan dalam hatiku. Biarkan Langit menghukumku bila aku berpikir seperti itu !"

"Ini benar-benar harapanku " Kata Tao Qian.

Tao Qian terus dan terus memaksa untuk menyerahkan Xu Zhou pada Liu Bei tetapi Liu Bei terus menolak.

Didalam kekacauan itu, datanglah Mi Zhu dan berkata, "Musuh telah mencoba menembus tembok kota dan sesuatu harus segera dilakukan. Masalah ini dapat menunggu hingga keadaan benar-benar tenang."

Kata Liu Bei, "Aku akan menulis surat pada Cao-Cao dan memohon padanya untuk melepaskan pengepungan, jika dia menolak maka kita akan menyerangnya."

Pesan itu sampai kepada Cao-Cao ketika mereka sedang rapat. Surat itu dibawa dan diserahkan pada Cao-Cao. Ketika dia membuka dan membacanya ternyata surat itu dari Liu bei.

Surat itu berbunyi,
"Sejak kita bertemu dahulu, takdir telah memberikan pada kita tempat yang berbeda didunia ini dan aku belum dapat memberi hormat padamu. Tersentuh oleh kematian ayahmu, itu karena kebiadaban Zhang Kai dan bukan salah Tao Qian. Sekrang ketika sisa-sisa tentara pemberontak jubah kuning masih mengganngu negeri ini dan pengikut2x dong zhuo masih menguasai ibu kota, aku harap kau, tuan yang mulia, dapat mempertimbangkan kepentingan istana dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan oleh karena itu mundurkanlah pasukanmu dari Xu Zhou untuk menyelamatkan negara. Tindakan seperti itu akan merupakan kebahagiaan bagi kota ini dan bagi seluruh kekaisaran."

Cao-Cao merobek surat itu dan berkata,"Siapakah Liu Bei ini berani menulis dan menghinaku ? "

Cao-Cao memerintahkan agar utusan itu dihukum mati dan menyuruh meningkatkan pengepungan.

Tetapi Guo Jia berkata, "Liu Bei telah datang dari jau untuk membantu Tao Qian dan dia mencoba untuk bertindak sopan sebelum menggunakan kekuatan. Aku harap tuanku, balaslah surat ini dengan kata-kata halus dam biarkan hatinay merasa aman. Lalu seranglah dengan kekuatan penuh dan kota akan jatuh."

Cao-Cao melihat saran ini bagus, lalu dia mengampuni utusan itu dan menyuruhnya menunggu untuk membawa surat balasan.

ketika hal ini sedang berlangsung, seekor penunggang kuda datang membawa berita kurang baik, "Lu BU menyerang Yan Zhou dan sekarang menduduki Pu Yang. Ketiga daerah --- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong JUn sedang diserang !"

Ketika Li Jue dan Guo Si menyerang ibu kota, Lu Bu Kabur ketempat Yuan Shu. Tetapi Yuan Shu menolak menerimanya. Lu Bu lau pergi ke Yuan Shao yang merupkan saudara Yuan Shu. Yuan Shao menerimanya dan menggunakanya untuk menyerang Zhang Yan dia ChangShan. Tetapi keberhasilan Lu Bu membuatnya terlalu bangga. dan sifat sombongnya mengesalkan jendral lain dibawah Yuan Shao, Yuan Shao sedang akan memerintahkan hukuman mati baginya. Tetapi Lu Bu telah pergi dan mengabdi pada Zhang Yang, Gubernur ShangDang yang mau menerimanya.

Pada saat ini Pang Shu, yang bersembunyi dan melindungi keluarga Lu Bu di Chang an, mengembalikan mereka padanya. Hal ini mengakibatkan kemarahan Li Jue dan Guo Si sehingga mereka menghukum mati Pang Shu dan menulis surat pada pelindung Lu Bu akan melakukan tindakan yang sama pada mereka. Untuk menghindari ini Lu Bu pergi lagi dan kali ini dia mengikuti Zhang Miao, Gubernur Chen Liu.

Lu Bu tiba pada saat adik Zhang Miao, Zhang Chao memperkenalkan Chen Gong.

Chen Gong berkata Pada Zhang Miao, "Keruntuhan kekaisaran telah dimulai dan para panglima perang telah mengambila apapun yang dapat mereka kuasai. Sangat aneh apabila tuankum dengan keuntungan populasi penduduk yang besar dan persediaan makanan yang banyak tidak berusaha memerdekakan diri. Cao-Cao telah melakukan ekspedisi ke timur dan meninggalkan daerah tidak terjaga. Lu Bu merupakan salah satu pendekar paling hebat pada saat ini dan jika kalian berdua menyerang dan mendapatkan Yan Zhou maka kita dapat menjadikannya batu pondasi kekuasaan kita."

Zhang miao sangat senang mendengarnya. Dia memerintahkan untuk menyerang dan segera Lu Bu merebut wilayah Yan Zhou dan sekitarnya, Semua tetapi tinggal 3 kota-- Juan Cheng, Fan Xia dan Dong Jun yang dipertahankan mati-matian oleh Xun Yu dan Cheng Yu. Sepupu Cao-Cao, Cao Ren telah bertempur berulang-ulang tetapi selalu dapat dikalahkan dan utusanpun dikirim agar segera dapat memberikan bantuan.

Cao-Cao langsung merasa gelisah, "Jika daerahkun sendiri hilang, Aku tidak mempunyai rumah untuk kembali ! aku harus segera melakukan sesuatu ."

"Hal yang terbaik adalah menjadi teman Liu Bei dan kembali ke Yan Zhou" kata Guo Jia.

Lalu Cao-Cao menulis surat pada Liu Bei dan memberikannya pada utusan yang menunggu dan Cao-Cao pun memerintahkan pasukannya untuk membongkar kemah dan mundur. Berita mengenai pasukan musuh yang mundur sangat menyenangkan Tao Qian yang lalu mengadakan pesta dan perjamuan sebagai ucapan terima kasihnya.

Ketika perjamuan berakhir, dia meneruskan dengan permintaanya untuk pensiun dan menyerahkan kekuasaan pada Liu Bei.

Menempatkan Liu Bei pada kursi Kehormatan, Tao Qian bersujud dihadapannya dan lalu berkata dihadapan yang hadir, "Aku tua dan lemah, kedua anakku tidak memiliki cukup kemampuan untuk memegang tanggung jawab dan jabatan tinggi ini. Liu bei adalah masih keturunan keluarga kaisar. Dia memiliki kebajikan dan bakat. AKu memberikan kekuasaan kepadanya untuk memrintah daerah ini dan kepadanya lah aku akan pensiun untuk merawat kesehatanku ini."

Liu Bei menjawab, "Aku datang atas permintaan gubernur Kong Rong, karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Xu Zhou telah aman, tetapi jika aku mengambilnya, pasti seluruh dunia akan mengatakan aku pria licik."

Mi Zhu berkata, "Kau tidak boleh menolaknya, Dinasti Han sedang runtuh dan ini adalah saatnya untuk mengembalikan kajayaanya. Daerah ini adalah daerah subur dan kaya, populasinya cukup besar dan kau adalah orang yang tepat untuk memerintah daerah ini."

"Tetapi aku tidak dapat menerimanya." kata Liu Bei.

"Penjaga kekaisaran sedang sangat menderita." Kata Chen Deng, "Dan tidak dapat mengurusi semua permasalahan, Kau tidak boleh menolak tuan."

Kata Liu Bei, "Yuan Shu berasal dari keluarga yang berkuasa, yang telah memegang jabatan tinggi di negara selama 4 generasi. Banyak orang yang menghormati dirinya, mengapa tidak mengundangnya untuk tugas ini ?"

"Karena yuan shu hanya seorang mayat berjalan dari kuburannya yang gelap, dan namanya tak layak untuk disebut. Ini adalah kesempatan dari langit dan kau akan menyesal jika melewati kesempatan ini." Kata Kong Rong.

Tetepi Liu Bei tetap menolaknya.

Tao Qian membujuk sambil mengeluarkan air mata, berkata, "Aku Akan mati jika kau meninggalkanku dan tidak akan ada orang yang akan menutup mataku."

"Kakak, Kau harus menerima permohonan ini" Kata Guan Yu.

"Kenapa Ribut Sekali ? " Kata Zhang Fei, "Kita tidak merebutnya, ini adalah harapannya untuk memberikan kepada kakak, lebih baik diterima dan semua dapat tidur dengan tenang malam ini."

"Kalian semua memaksaku melakukan sesuatu yang salah." Jelas Liu Bei.

Melihat Liu Bei tidak dapat dibujuk, Tao Qian berkata, "Karena kau telah mengeraskan hatimu, mungkin kau mau menetap di Xiao Pei. Itu hanya sebuah kota kecil, tetapi disana kau dapat menjaga dan mengawasi daerah ini."

Mereka semua satu suara berharap Liu Bei menerima, Lalu Liu Bei pun akhirnya menyetujui. Pesta kemenangan sekarang berakhir, waktunya untuk mengucapkan selamat jalan. Ketika Zhao Zilonog berpamitan, Liu Bei memegang tangannya dan ketika dia pergi, air mata turun dari wajah liu bei. Kong Rong dan Tian Kai juga berpamitan dan kembali ke daerah masing-masing.

Ketika Liu Bei dan saudaranya memasuki kota Xiao Pei, pertama yang mereka lakukan adalah memperbaiki Pertahanan mereka dan mereka menenangkan penduduk.

Pada Saat ini Cao-Cao sedang memimpin 100.000 pasukannya untuk kembali kedaerahnya. Saat ini terjadi adalah tahun ke 4 masa pemerintahan kaisar Xian (Tahun 194 M).

Cao Ren segera menyambut dan bertemu dengan Cao-Cao dan memberitahukan padanya, "Lu Bu sangat kuat dan dia mempunyai Chen Gong sebagai penasehat. Yan Zhou sudah dapat dikatakan telah kalah kecuali ke tiga daerah yang oleh Xun Yu dan Cheng Yu dipertahankan mati-matian.

Cao-Cao berkata," Aku mengakui Lu Bu sebagai orang yang pemberani tetapi tidak lebih. Dia tidak pintar menggunakan taktir, jadi kita tidak perlu terlalu takut padanya."

Lalu dia memerintahkan untuk membuat perkemahan dan pertahanan yang kuat dan berdiskusi dengan penasehatnya untuk membuat rencana.

Lu Bu yang mengetahui Cao-Cao telah kembali memanggil dua bawahannya, Xue Lan dan Li Fan. Kepada mereka diserahkan tugas untuk mempertahankan kota Yan Zhou, berkata "Aku telah lama menunggu kesempatan untuk menggunakan kemampuanmu. Sekarang aku memberimu 10.000 tentara, dan kau harus mempertahankan kota, sementara aku pergi dan menyerang Cao-Cao."

Mereka menerima tugas itu.

Tetapi Chen Gong, ahli strategi Lu Bu, datang terburu-buru dan berkata, "Jendral, Kau akan pergi kemana ?"

"Aku akan pergi ke kemah pasukanku di Pu Yang, untuk menyusun formasi perang."

"Kau membuat kesalahan," Kata Chen Gong, "Kedua orang yang telah kau pilih untuk mempertahankan kota ini tidak akan mampu menjalankan tugasnya. Di Selatan 60 Km jauhnya ada sebuah jalan berliku menuju gunung taishan, ini adalah posisi yang menguntungkan dimana kau harusnya menaruh orang-orang terbaikmu disana untuk melakukan serang tiba-tiba. Cao-Cao akan segera kembali apabila dia mendengar hal ini. Jika kau serang ketika 1/2 pasukannya telah melewati tempat ini, kau akan dapat menangkapnya."

Kata Lu Bu, "Aku akan menduduki Pu Yang dan melihat apa yang terjadi kemudian. bagaimana kau dapat mengetahui rencana besarku ?"

Di Pu Yang ketika Chen Gong mendengar musuh mendekat, dia berkata, "Musuh akan kelelahan setelah perjalanan jauh, seranglah secepatnya sebelum mereka mempunyai waktu untuk beristirahat."

Lu Bu menjawab, "Aku, Seorang diri denga kudaku, tidak takut apapun juga. Aku datang dan pergi sesukaku. Pikirmu aku takut pada Cao-Cao ini ? Biarkan dia membangung kemahnya. aku akan mengurusnya setelah itu."

Sekarang Cao-Cao telah mendekati Pu Yang dan dia membangun kemah. Keesokan harinya dia memimpin para jendral-jendralnya dan menempatkan mereka dalam formasi perang didataran terbuka. Cao-Cao memperhatikan musuhnya yang tiba dan menyiapkan formasi mengepung.

Lu Bu ada dibarisan paling depan diikuti oleh ke 8 jendralnya yang semuanya orang-orang kuat. Zhang Liao dari MaYi, Hao Meng, Cao Xing dan Cheng Lian, Zang Ba dari Hua Ying, Wei Xu, Song Xian dan Hou Cheng. Mereka semua memimpin 50.000 tentara totalnya.

Cao-Cao menunjuk pada musuhnya dan berkata, "Kau dan aku tidak punya permusuhan, kenapa kau menyerang daerahku ?"

"Kota2x Han adalah milik semua orang. Apa yg membuat daerah ini menjadi milikmu ? " Kata Lu Bu.

Berkata Seperti itu Lu Bu memerintahkan Zang Ba untuk maju dan menantang duel. Cao-Cao memerintahkan Yue Jin untuk maju dan melawan. Kedua kuda itu mendekat dan kedua tombak itu saling menyrang lawannya. Mereka telah berduel sekitar 30 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Xiahou Dun maju untuk membantu rekannya dan Zhang Liao juga maju membantu rekannya. Dan mereka ber 4 bertarung.

Lu Bu yang marah lalu menerjang maju dengan kudanya ketempat mereka ber 4 bertarung. Melihatnya mendekat Yue Jing dan Xiahou Dun langsung kabur tetapi Lu Bu tetap mengejar mereka dan diikuti seluruh pasukannya. Cao-Cao mundur sejauh 10 Km dan hari itu dia menderita kekalahan.

Cao-Cao memanggil bawahannya untuk membahas masalah ini dan Yu Jin berkata, "Dari bukit diatas aku dapat melihat kemah musuh di sebelah barat Pu Yang. Mereka hanya ada sedikit orang didalam kemah itu. dan setelah kemenangan hari ini, kemah itu tidak akan dijaga. Mari kita serang dan jika kita bias merebut kemah ini, kita dapat memberikan rasa takut bagi pasukan Lu Bu. Ini adalah rencana terbaik kita."

Cao-Cao juga berpikir begitu, Dia dan 6 jendral lainnya--Cao Hong, Li Dian, Mao Jie, Lu Qian, Yu Jin dan Dian Wei-- dan 20.000 pasukan berkuda dan infantri pergi diam-diam melewati jalur rahasia menuju kemah Lu Bu.

Didalam kemahnya Lu Bu sedang bergembira atas kemenangan hari itu, ketika Chen Gong mengingatkannya dan berkata, "Kemah disebelah barat sangat penting, dan itu mungkin akan diserang."

Tetapi Lu Bu membalas, "Musuh tidak akan berani menyerang setelah kekalahan hari ini."

"Cao-Cao adalah komandan yang hebat," Balas Chen Gong, "Kau mesti waspada,jika tidak dia akan menyerang titik terlemah kita."

Lalu rencana dibuat untuk mengatur pertahanan. Jendral Gao Shun, Wei Xu dan Hou Cheng diperintahkan untuk membawa pasukan dan berjaga di kemah sebelah barat.

Pada subuh hari Cao-Cao telah sampai dikemah musuh dan melakukan serang tiba-tiba dari empat penjuru. Pasukan yang bertahan tidak dapat menahan laju mereka. Semuanya kabur kesegala arah, dan kemahnya berhasi direbut. Tiba-tiba pasukan yang dikirim untuk mempertahankan kemah tiba, Cao-Cao langsung maju kearah mereka dan melihat Gao Shun. Pertempurang dilanjutkan lagi hingga hari mejelang sore. Pada saat itu bunyi genderang perang terdengar disebelah barat dan ada yg melaporkan padanya bahwa Lu Bu memimpin pasukannya sendiri. Cao-Cao langsung memerintahkan pasukannya mundur.

Gao Sun, Wei Xu dan Hou Cheng mengejarnya, sementara Lu Bu menutup rute pelariannya. 2 jendral Cao-Cao Yu Jin dan Yue jing, menyerang pasukan Lu Bu tetapi tidak dapat menembusnya. Cao-Cao pergi lewat utara, tetapi dari belakang bukit keluarlah Zhang Liao dan Zang Ba untuk menyerang. Lu Qian dan Cao Hong melawan kedua orang itu. Cao-Cao pergi melewati jalur barat, disini dia bertemu dengan Hou Meng, Cao Xing, Cheng Liang dan Song Xian.

Pertarugan hidup dan mati terjadi, Cao-Cao menerjang masuk kedalam pasukan musuh. Panah berterbangan diantar mereka dan mereka tidak dapat keluar dari kepungan tentara musuh.

Cao-Cao yang sudah terdesak dan ketakutan berteriak, "Siapa yang dapat menyelamatkan aku ?"

Lalu dari jauh, ada orang berkuda yang menerjang maju membawa dua kampak besar membuka jalan bagi tuannya. Disepanjang jalan yang dia lewati banyak mayat terbelah menjadi dua atau mayat dengan tubuh terkoyak-koyak. Banjir darah terjadi disepanjang jalur yang dia lewati, padahal dia hanya seorang diri .Melihat hal ini pasukan musuh menjadi gentar, Ketika mendekati Cao-Cao dia berkata, "Jangan Takut Tuanku !!!"

Dian Wei melompat dari kudanya, membuang kampak tangannya dan mengambil kampak perang yang besar yang dia pegang dengan kedua tangannya. berkata kpd pasukan Cao-Cao disitu dia bilang, "Ketika musuh berjarak 10 langkah dariku, teriaklah kepadaku."

Lalu dia berlari maju, menerobos musuh dan tidak perduli pada panah yang berterbangan disekitarnya. Pasukan Kuda Lu Bu mengikutinya dan ketika mereka mendekat. Pasukannya berteriak, "10 langkah !!!"

"5, lalu teriaklah lagi !!"

"5 langkah !!!!" Teriak pasukannya.

Lalu dian Wei segera membalik badannya dan mengayunkan kampaknya yang besar. Seketika itu juga kuda dari pengejar2xnya terbelah menjadi dua dan penunggannya berjatuhan.

Setelah membunuh 10 atau lebih, para pengejarnya melarikan diri dan Dian Wei lalu menaiki kuda yang ada disitu. Dia membacok kesegala arah dan tidak ada yang dapat menghalangi. Satu demi satu pasukan yang dilewatinya tumbang dan dia berhasil membawa Cao-Cao keluar dari kepungan. Cao-Cao dan jendralnya kembali kekemah mereka.

Tetapi ketika malam tiba, Lu BU datang menyerang.

"Cao-Cao , kau pemberontak , JANGAN LARI !!!" Teriak Lu Bu.

Semua terdiap dan melihat satu sama lain. Pasukan Cao-Cao kelelehan dan kuda-kuda mereka jg sama. Ketakutan melanda pasukan Cao-Cao dan mereka mencari tempat perlindungan.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 12


Pada Bab terdahulu di ceritakan Cao-Cao yang sedang dalam keadaan bahaya. Tetapi bantuan datang. Xiahou Dun bersama 30.000 tentara datang dan melawan Lu Bu sampai fajar menyingsing. Hujan Turun dengan sangat derasnya dan karena pasukan Lu Bu adalah pasukan berkuda maka mereka harus mundur. Ketika Hari telah terang kembali, Cao-Cao berhasil kembali kekemah utama mereka. Dia menghadiahkan Dian Wei dengan sangat royal dan menaikan jabatannya.

Ketika Lu bu mencapai kemahnya kembali, dia memanggil Penasehatna Chen Gong. Lalu Chen Gong mengusulkan stretegi baru.

Dia berkata, "Di Pu Yang ada seorang keluarga kaya dan terkenal. Namanya adalah Tian, keluarga mereka berjumlah ribuan orang, cukup untuk memenuhi sebuah desa. Suruhlah satu orang ini untuk pergi ke Cao-Cao dan berpura-pura membawa surat rahasia yang menceritakan mengenai kekejamanmu dan kekesalan rakyat terhadap dirimu dan mereka semua menginginkan untuk menyingkirkan dirimu. Dan sebarkan berita juga bahwa hanya Gao Shun yang menjaga kota dan mereka akan menolong siapa saja yang bisa membantu mereka. Lalu musuh kita Cao-Cao akan terpancing masuk kedalam kota, dan kita akan menghancurkan dia dengan menggunakan api atau serangan tiba-tiba. Kemampuannya mungkin cukup hebat untuk mengatur jagad raya tetapi dia tidak akan lolos."

Lu Bu setuju dengan usul ini dan dia mengatur agar keluarga Tian mengirim orang untuk menyampaikan surat ini.

Setelah kekalahan ini, Cao-Cao tidak dapat menentukan apa tindakan selanjutny. Dengan tibanya surat rahasia itu, Cao-Cao langsung bersuka cita.

Isi Surat itu :
"Lu Bu telah mengarahkan pasukannya ke Li Yang. Pertahanan kota lemah, kau harus menyerang secepatnya dan kami akan membantu dari dalam. Ikuti tanda bendera putih"

"Langit akan memberiku Pu Yang !" Kata Cao-Cao dgn senangnya.

Lalu dia menghadiahkan utusan itu dan mulai melakukan persiapan.

Lalu datang Liu Ye dan berkata, "Lu Bu bukanlah ahli strategi, tetapi Chen Gong penuh dengan tipu daya. Aku khawatir ada kebohongan didalam surat itu dan kau harus berhati2x. Jika kau akan pergi, masuklah kekota itu hanya dengan 1/3 pasukan dan tinggalkan sisanya diluar kota sebagai cadangan."

Cao-Cao setuju untuk berhati-hati. Dia pergi ke Pu Yang, dimana dia melihat seorang pria mengobarkan bendera putih, dia melihat bendera itu digerbang barat. Hatinya dipenuhi perasaan gembira.

Hari itu hampir tengah malam, Gerbang kota dibuka dan kedua pasukan tampil seperti akan berperang. Gao Shun, Komandan garis depan dan Hou Cheng, komandan garis belakang. Cao-Cao memerintahkan jendralnya, Dian Wei untuk menghadapi mereka. Tetapi perang tidak berlangsung lama dan pasukan Gao Shun dan Hou Cheng kembali kedalam kota. Dengan tindakan ini pasukan dian wei telah dipaksa mengejar hingga kedekat jembatan gantung. Dari dalam kota beberapa prajurit telah lari dan kabur keluar kota.

Kepada Cao-Cao mereka menyerahkan surat, "Signal untuk menyerang akan kami berikan dengan memukul gong pada jam 1. Ini adalah waktu untuk menyerang dan jembatan serta gerbang akan kami buka."

Lalu Cao-Cao memerintahkan Xiahou Dun untuk membawa pasuknnya ke sebelah ke kiri dan Cao Hong kesebelah kanan. Cao-Cao memimpin pasukan utama dan bersama Xiahou Yuan, Li Dian dan Yue Jing masuk kedalam kota.

Li Dian mengingatkan kepada tuannya. "Tuanku , kau harus berada diluar kota dan biarkan kami masuk lebih dahulu."

Tetapi Cao-Cao memerintahkanny untuk diam dan berkata, "Jika aku tidak maju, lalu siapa yang akan maju ?"

Dan seperti yang direncanakan, Ketika dia mendekati gerbang barat, dia mendengar suara gong dan gerbang dibuka. Cao-Cao lalu memacu kudanya maju dan masuk kedalam kota.

Ketika dia sampai di kediaman Gubernur, dia memperhatikan jalanan sangat sepi dan tidak ada siapa-apa. Saat itu dia tahu dia telah masuk dalam perangkap. Berputar kebelakang dia berteriak kepada para prajuritnya untuk mundur. Lalu bunyi petasan memecahkan keheningan dan muncul pasukan dari berbagai arah dari tempat persembunyian mereka sambil berteriak. Gong dan genderang bertabuhan seperti air sungai yang jatuh dan laut yang mendidih. Dari dua arah timur dan barat datang dua pasukan yang siap menyerang, dipimpin oleh Zhang Liao dan Zang Ba.

Cao-Cao memacu kudanya ke utara kota untuk mencari jalan. Tetapi disana telah menunggu Hou Cheng dan Gao Shun. Jendral Cao-Cao, Dian Wei dengan mata melotot dan tampak menyeramkan, menerobos pasukan musuh dan berhasil keluar dengan musuh mengikutinya.

Tetapi ketika dian wei sampai dijembatan gantung, dia melihat belakangnya dan kehilangan tuannya. Dian Wei berbalik dan menghajar semua yang menghalanginya. Ketika dipersimpangan jalan ditengah kota dia melihat Li Dian.

"Dimana Tuan Kita ?" Tanya Dian Wei.

"Aku juga sedang mencari dia !" Kata Li Dian.

"Cepat ! Cari bantuan dari Luar " teriak dian wei, "Aku akan mencarinya !"

Lalui Li Dian secepatnya keluar dan mencari bantuan, Dian Wei seperti beruang lepas, mengamuk disepanjang jalan dan membantai setiap musuh yang ditemuinya. Dia mencari kesegala arah untuk menemukan Cao-Cao. Karena tidak ditemukan Dian Wei lalu menerobos kepungan musuh untuk keluar dari kota, Ditengah jalan dian wei bertemu Yue Jing dan bertanya dimanakan Cao-Cao.

"Aku telah keluar masuk kota sebanyak dua kali mencari dirinya, tetapi tidak dapat menemukan dirinya !" kata Dian Wei.

"Mari kita masuk bersama " Kata Yue Jing.

Mereka menuju gerbang kota yang lain, tetapi bunyi suara ledakan petasan dan api yang berkobar dimana-mana membuat kuda Yue Jing ketakutan sehingga menolak untuk lewat. Dian Wei akhirnya masuka sendiri kedalam, melewati api dan asap. Dan dia mencari kesegala sisi.

Ketika Cao-Cao melihat Dian Wei tiba, dia tdk sempat memanggilnya dan karena asap tebal, Dian Wei juga tidak melihat Cao-Cao. Cao-Cao Lalu mencoba unutk melewati gerbang utara lagi. Dalam perjalanannya, Dia melihat Lu Bu mendekat kearahnya dengan membawa tombaknya. Cao-Cao Langsung memacu kudanya sekencang-kencangnya.

Tetapi Lu Bu berhasil mengejarnya dan mengira orang yang ditemuinya itu adalah pasukannya karena asap sangat tebal, Dia bertanya, "Dimana Cao-Cao ?"

Cao-Cao Langsung berkata, "Oh, Dia disana sedang terkepung ! Itu dia !" sambil menujuk asal kearah seorang penunggang kuda.

Mendengar ini Lu Bu mengejar orang itu.

Hal ini membuat Cao-Cao lega dan dia pergi menuju gerbang timur. Lalu dia bertemu dengan Dian Wei, yang lalu melindunginya dan berusaha membawanya keluar, Dian Wei membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Disepanjang jalur menuju gerbang timur banyak mayat bergelimpangan terkena sabetan kampak dian wei yang sangat besar. Disini api berkobar dengan sangat hebatnya, batang2x kayu berjatuhan. Salah satu batang kayu besar jatuh menimpa Cao-Cao, Cao-Cao berhasil menghindar tetapi kudanya tidak dan akhirnya Cao-Caopun terjatuh, Rambut, janggut dan tangannya terbakar dan menimbulkan luka. Dian Wei langsung menolongnya dan membawanya keluar gerbang. Beruntung Xiahou Yun telah sampai untuk menolong, yang lalu menaikan Cao-Cao dikudanya. dan mereka berhasil keluar dari kota yang terbakar itu. Tetapi mereka tetap harus bertarung hingga tengah hari.

Cao-Cao berhasil kembali ke kemahnya dan semua jendralnya berkumpul untuk melihat keadaanya dan mendengar kabar kesehatannya. Dia lalu bangkit dan tertawa mengenai pelarianya dari kota yang terbakar.

"Aku melakukan kesalahan dan masuk kedalam perangkap bodoh itu, tetapi aku akan membalas dendam," Katanya.

"Mari kita susun rencana berikutnya segera" kata Guo Jia

"Aku akan membuat siasatnya menjadi siasatku. Aku akan menyebarkan berita bohong bahwa aku telah terbakar dan telah mati td malam. Dia akan segera datang menyerang setelah mendengar berita itu dan aku akan menyiapkan perangkap di bukit Ma Ling. Aku akan mendapatkannya kali ini."

"Benar-benar rencana yang bagus !" Kata Guo Jia.

Lalu pasukan diperintahkan untuk menggenakan pakaian berkabung dan melaporkan bahwa Cao-Cao telah tewas. Dan segera setelah Lu Bu mendengar hal itu, dia mengumpulkan tentaranya dan langsung menyerang, mengambil jalan melewati Bukut Ma Ling, dia menuju markas musuh.

Ketika dia melintas di bukit, Dia langsung dikejutkan oleh genderang perang dan pasukan yang besembunyi disana langsung keluar menyerang dia dan mengepungnya dari segal arah. Hanya dengan bertarung mati-matian dia berhasil keluar dari kepungan dan dengan sisa pasukan yang dalam keadaan menyedihkan dia kembali kekemahnya di Pu Yang. Disana dia menguatkan benteng pertahanan dan tidak keluar untuk berperang.

Tahun ini, Hama tanaman belalang tiba-tiba menyerang dan menghancurkan banyak tanah pertanian. Dimana-mana terjadi kelaparan dan di daerah timur laut harga satu kereta beras adalah 50 keping perunggu. Orang-orang bahkan mulai menjadi kanibal. Pasukan Cao-Cao yang kelaparan bergerak ke Juan Cheng. Lu bu membawa pasukannya ke Shan Yang. Akihrnya perang berhenti.

Di Xu Zhou, Penjaga kekaisaran , Tao Qian telah berumur lebih dari 60 tahun. Tiba-tiba dia jatuh sakit dan dia memanggil Mi Zhu keruangannya untuk mengatur masa depan Xu Zhou.

Karena melihat keadaan, Penasehatnya berkat, "Cao-Cao telah berhenti menyerang tempat ini karena musuhnya telah menduduki Yan Zhou. Dan mereka sekarang melakukan gencatan senjata karena ada kelaparan di utara. Tetapi Cao-Cao pasti akan menyerang kembali pada musim semi. Ketika Liu Bei menolak mengambil tempat ini dari tanganmu, kau sedang dalam keadaan sehat. Sekarang kau sakit, Dan kau bisa membuat ini menjadi alasan pensiunum. dan dia tidak akan dapat menolak lagi."

Lalu utusan dikirm ke Xiao Pei untuk memanggil Liu Bei. Dia dan kedua saudaranya langsung dibawa ke ruangan tao qian yang sedang sakit itu. Tanpa berbasa-basi, tao qian langsung menyatakan permasalahan yg ingin dia bahas dengan Liu Bei.

"Tuan aku memintamu untuk datang karena aku tengah sakit keras dan akan mati sewaktu-waktu. Aku mohon kepada mu tuan, untuk mempertimbankan dinasti han sebagai kekaisaran lebih penting dari hal lainnya dan karena itu tolong kau ambil simbol penugasan ini dan juga simbol pemerintahan. Dengan begitu aku dapat menutup mataku dengan tenang."

"Kau mempunyai dua putra, kenapa tidak mengangkat mereka menggantikanmu ?" tanya Liu Bei.

"Keduanya kekurangan bakat. Aku percaya kau akan dapat mengajari mereka ketika aku sudah tidak ada. Tetapi jgn biarkan mereka memerintah."

"Tetapi aku tidak cocok untuk mengemban tugas ini ." Jawab Liu Bei.

"Aku akan merekomendasikan siapa yang dapat membantu tugas mu ini. Dia adalah Sun Qian dari Bei Hai."

Melihat Mi Zhu, Tao Qian berkata, "Liu Bei ini adalah orang yang paling cocok saat ini untuk memerintah daerah ini, kau harus melayaninya dengan baik."

Liu Bei masih menolak tetapi kemudian Tao Qian dengan menunjuk pada hatinya sebagai tanda ketulusan dan akhirnya dia meninggal Dunia.

Ketika upacara pemakaman berlangsung, Lambang penugasan dibawa kehadapan Liu Bei. Tetapi dia tidak mau menerimanya. Keesokan harinya seluruh penduduk dan desa disekitar berkumpul didepan istana gubernur, bersujud dan mengeluarkan air mata, memohon agar Liu Bei menerima penugasan itu.

"Jika kau tidak mau, kami tidak dapat hidup dengan tenang !" kata mereka.

Dan dengan didesak saudara2xnya akhirnya dia mau menerima tugas tersebut. Dia langsung menunjuk Sun Qian dan Mi Zhu sebagai penasehat utama dan Chen Deng sebagai sekertaris gubernur. Dia memindahkan pasukannya dari Xiao Pei ke Xu Zhou dan dia membuat proklamasi untuk menyakinkan rakyat.

Dia juga menghadiri upaca pemakaman, dia dan seluruh pasukannya berpakaian berkabung. Tempat pemakaman Tao Qian ada didekat sungai kuning. Wasiat terakhir dari Tao Qian dibawa ke Istana.

Berita mengenai kejadian di Xu Zhou ini sampai ke telinga Cao-Cao di Juan Cheng.

Kata dia dengan marah, "Aku telah kehilangan kesempatan membalas dendam. Liu Bei ini dengan begitu saja dapat memperoleh komando untuk daerah itu tanpa perlu mengeluarkan 1/2 anak panah pun. Dia dapat duduk tenang dan memperoleh apa yang diinginkannya. Tetapi aku akan membunuhnya dan menggali kuburan tao qian untuk membalaskan dendam untuk ayahku !"

Perintah dikeluarkan bagi pasukan untuk bersiap-siap menyerang Xu Zhou.

Tetapi penasehat Xun Yu mencegahnya dan berkata," Liu Bang dahulu mengamankan dahulu daerahnya dan baru menempatkan tahtanya, Liu Xiu mengambil Henei sebelum menyerang ChangAn. Mereka berdua mengkonsolidasikan kekuatan mereka dahulu baru mereka dapat memerintah seluruh kekaisaran. Dengan begitu mereka dapat menyelesaikan rencana besar mereka walaupun dengan berbagai kesulitan."

"Tuan yang mulia, Yan Zhou adaalh Henei Mu dan itu adalah daerah yang strategis. Jika Kau menyerang Xu Zhou dan meninggalkan terlalu banyak tentara untuk bertahan, maka misimu tidak akan tercapai. Jika kau meninggalkan terlalu sedikit, Lu Bu akan menyerang kita dan akhirnya kau akan kehilangan daerah ini dan tidak dapat menguasai Xu Zhou. Daerah itu tidak kosong walaupu Tao Qian telah meninggal, Liu Bei ada disana dan karena rakyat mendukungnya, mereka akan bertarung mati-matian untuknya. Untuk meninggalkan tempat ini untuk hal itu adalah seperti menukarkan yang besar untuk yang kecil, untuk menukarkan batang dengan ranting. Aku harap kau mempertimbangkan hal ini baik2x."

Cao-Cao Menjawab, "Bukanlah suatu rencana yang baik untuk membiarkan tentara berdiam diri saja dimasa yang sulit ini."

"Jika memang begitu, akan lebih menguntungkan untuk menyerang daerah timur ChenCheng, Ying Chuan dan Ru nan dan memberi makan pasukanmu dengan hasil dari tanah2x itu. Sisa-sisa pemberontak Jubah kuning, He Yi dan Huang Shao, berada disana dengan persediaan pangan dan harta hasil jarahan mereka. Pemberontak macam mereka ,mudah dikalahkan. Hancurkan mereka dan kau dapat memberi makan pasukanmu. Lebih lagi, istana dan rakyat akan memujamu."

Rencana ini menyenangkan Cao-Cao dan dia dengan cepat melakukan persiapan untuk menjalankan hal itu. Dia meninggalkan Xiahou Dun dan Cao Ren untuk menjaga Juan Cheng, sementara dia dan pasukan utamanya, dengan perintahnya maju untuk menguasai ChenCheng. Setelah berhasil mereka pergi ke Runan dan Ying Chuan.

Sekarang Para pemimpin pemberontak Jubah Kuning, He Yi dan Huang Shao, mengetahui bahwa Cao-Cao mendekat. Mereka keluar dengan pasukannya dan melawannya. Mereka bertermu dia "Bukit Kambing Gunung". Walaupun tentara pemberontak sangat banyak, mereka kacau balau, tidak lebih dari binatang liar yang tidak terorganisir dan tidak disiplin. Cao-Cao memerintahkan para pemanahnya untuk memanahi mereka.

Dian Wei dikirim untuk menantang berduel. Pemberontak itu memilih seseorang untuk keluar dan melawan. Dan hanya dalam 3 jurus, dian wei mengalahkannya. Lalu pasukan Cao-Cao menekan maju dan mereka berkemah dibukit itu.

Keesokan harinya , Haung Shao memimpin sendiri tetaranya dan membuat formasi melingkar. Seorang pemimpin maju untuk menantang. Dia memakai Sorban kuning dan jubah hijau dan senjatanya adalah Gada Besi.

Dia berteriak, "Aku HE MAN, setan yang menguncang langit. Siapa yang berani melawanku ?"

Cao Hong langsung maju dan menerima tantangan itu. Dia turun dari kudanya dan mengambil pedangnya. Lalu maju dan mereka berdua bertarung dalam pertarungan yang sengit dihadapan semua pasukan. Mereka telah bertarung lebih dari 50 jurus dan tidak ada yang menang. Lalu Chao hong berpura-pura kalah dan lari. He Man mengejarnya. Ketika dia telah mendekat, Cao Hong berputar dan melukai musuhnya dan satu tusukan kemudian mencabut nyawa He Man.

Li Dian dgn segera maju membawa pasukannya menyerang pasukan pemberontak. Dan berhasil menangkap Huang Shao, Pasukan Cao-Cao langsung maju menyerang dan menghancurkan pemberontak. Hasil pampasan perang berupa makanan dan perhiasan sangat banyak jumlahnya.

pemimpin pemberontak yang lain He Yi, Lari dengan beberapa ratus prajurit berkuda menuju bukit GePei. Tetapi didalam perjalanan, mereka dihadang oleh seseorang bertubuh besar , gempal dan sedikit gemuk. Dengan pinggang dan pundah yang sama besarnya dai menggunakan gada besar.

Dia menghalangi jalan keluar seorang diri, He Yi mengambil tombaknya dan langsung menuju dia. Tetapi baru saja He Yi menusukan tombaknya, orang itu menarik He Yi dan langsung menangkapnya dan menjadikan He Yi tawanan. Pemberontak yang lain ketakutan dan diperintahkan untuk turun dari kuda dan mengikat diri mereka sendiri. Dan Orang itu seorang diri, mengantar mereka semua seperti seorang pengembala mengemabalakan hewan.

Dian Wei yang mengejar pemberontak itu, sampai di Bukit Gepei dan bertemu dengan orang kuat itu.

"Apakah kau juga pemberontak jubah kuning ?" Tanya Dian Wei.

"Aku punya beberapa ratus pemeberontak jubah kuning yang kujadikan tawanan ?" Kata Orang itu.

"Kau..Seorang diri ??? Jgn mempermainkan aku, kalau memang benar dimana mereka ?" Tanya Dian Wei.

"Aku akan mengatakannya kalau kau dapat merebut pedang ini dari tanganku." Jawab Orang itu.

Hal ini membaut Dian Wei kesal dan lalu menyerang dia. Mereka bertarung selama 2 jam dan belum ada yang menang. Dian Wei menyerang orang itu dengan tangan kosong dan hampi saja mengenai kepalanya dengan tinjunya, tetapi Malah mengenai batu yang berada dibelakangnya. Batu itu hancur, Orang itu bekata, "Pukulanmu kuat sekali, tetapi badanku ini lebih kuat dari pada batu itu !!". Dan mereka bertarung terus, hingga akhirnya keduanya kelelahan dan beristirahat. Orang itu yang pertama kali bangkit lagi dan menantang, Dian Wei melayaninya. Mereka berdua bertarung menggunakan tangan kosong kali ini. Orang itu mengeluarkan beberapa tinjunya dan merobohkan beberapa batang pohon dengan tangannya. Dian Wei berhasil memukulnya, tetapi bahka orang itu tidak bergerak mundur sedikitpun, melihat hal ini dia berpikir, "Badannya sekuat beruang, aku tidak mungkin mengalahkannya dengan cara ini.", Lalu Tiba-tiba batang pohon yang dicabut orang itu di hujamkam ke badan Dian Wei, Dian Wei dengan tinjunya menghancurkan batang pohon tersebut. Mereka berdua bertarung hingga Malam hari tiba. Sekarang karena kedua-duanya sudah sangat kelelahan maka mereka berdua berhenti.

Sementar itu ada pasukan dari dian wei yang melaporkan pertarungan yang hebat itu pada Cao-Cao yang lalu segera mengikuti dan menyaksikan pertarungan itu dengan terkagum-kagum. Dikuti dengan jendral-jendral dan penasehat lainnya untuk menyaksikan siapa yang menang.

Keesokan paginya, kedua pendekar itu keluar lagi dan Cao-Cao juga melihat mereka. Dalam hatinya Cao-Cao sangat senang melihat pendekar yang hebat itu dan ingin mendapatkan jasanya untuk berkerja padanya. Lalu Cao-Cao meminta Dian Wei untuk pura-pura kalah.

Dian Wei keluar dan menantang, Sekitar 30 ronde pertarungan berlangsung dan Dian Wei kabur, lalu Orang itu mengikutinya. Orang itu mengikuti tetapi sebuah anak panah menghalanginya dan dia pun mundur.

1,5 Km dari tempat itu Cao-Cao telah memasang perangkap. Keesokan harinya Dian Wei disuruh menantang lagi. Tetapi lawannya tidak mau menjawab.

"Kapankah Pemimpin yang kalah akan keluar ?" Ejek Dian Wei.

Orang itu langsung keluar dari tempatnya dan Dian Wei setelah bertarung sejenak, pura-pura mundur. Musuhnya mengejarnya dan akhirnya masuk dalam perangkap yg Cao-Cao telah siapkan. Prajurit disitu segera menangkapnya dan mengikatnya, dibutuhkan 100 orang untuk menangkapnya dan 20 orang untk mengikatnya dan menyeretnya.

Segera setelah Cao-Cao mendapatkan tawanannya, dia langsung keluar dari tenda dan menyuruh prajurit pergi. Dan dengan tangannya sendiri dia melepaskan ikatan itu, lalu dibawakannya pakaian dan meminta dia untuk duduk dan menanyakan asal-usulnya.

"Namaku adalah Xu Chu, Aku dari Qiao. Ketika pemberontakan terjadi aku dan keluargaku berjumlah beberapa ratus orang membangun benteng untuk perlindungan. Suatu hari pencuri datang tetapi aku telah menyiapkan batu untuk mereka. Aku memerintahkan untuk melempar batu pada mereka, ini akhirnya berhasil menghalau pare pencuri itu. Hari lain mereka kembali lagi dan kamu kekurangan beras. Jadu aku setuju menukar lembu dengan beras. Mereka setuju dan datang membawa beras dan aku menyerahkan lembu, tetapi hewan itu mengamuk dan menanduk mereka. Aku langsung menarik buntuk dua ekor lembu itu, masing-masing dengan satu tangan dan menarik mereka sejauh 100 langkah. Pencuri itu sangat terkejut dan mereka tidak memikirkan mengenai lembu itu tetapi mereka langsung pergi. Jadi mereka tidak pernah membuat keributan lagi didaerah ini."

"Aku Sudah mendengar mengenai kehebatanmu. "Kata Cao-Cao. "Maukah kau bergabung dengan tentaraku ?"

"Itu adalah keinginanku." Kata Xu Chu.

Lalu Xu Chu memanggil Pasukannya, beberapa ratus jumlahnya dan mereka semua bersujud pada Cao-Cao. Xu Chu diangkat menjadi jendral dan diberi hadiah emas. Kedua kepala pemberontak He Yi dan Huang Shao, dipenggal. Runan dan Ying Chuang berhasil direbut.

Cao-Cao menarik pasukannya kembali ke Juan Cheng.

Xiahou Dun dan Cao Ren langsung keluar dan menyambut mereka dan berkata, "Pengintai telah melaporkan bahwa kota YanZhou telah dibiarkan tanpa pertahanan. Jendral Lu Bu, Xue Lan dan Li Feng, telah meninggalkan benteng dan menjarah daerah sekitar. Kita harus bertindak sekrang. Dengan pasukan kita yang baru memenangkan pertempuran, Kota itu akan jatuh dalam sekali pukul."

Lalu Cao-Cao segera bergerak membawa pasukannya ke kota itu. Serangan sangat tidak diduga oleh kedua pemimpin Xue Lan dan Li Fang, Mereka segera memrintahkan pasukan mereka untuk melawan.

Xu Chu berkata, "Aku ingin menangkap kedua orang itu sebagai hadiah perkenalan."

Tugas ini diberkan kepadanya dan dia berkuda maju. Li Fang dgn tombaknya langsung maju melawan Xu Chu. Pertarungan itu singkat, hanya dalam 2 jurus, Li Fang telah jatuh. Xue Lan mundur dgn pasukannya. Tetapi dia menemukan bahwa jembatan gantung telah direbut oelh Li Dian, sehingga dia tidak dapat kembali kedalam kota. Xue Lan memimpin pasukannya menuju Ju Ye, Tetapi Lu Qian mengejar dan membunuh dia dengan panah. Pasukannya tercerai berai ke 4 penjuru.Dan dengan begitu Yan Zhou berhasil direbut.

Kemudian Cheng Yu mengusulkan mengadakan ekspedisi ke Pu Yang. Cao-Cao mengarahkan pasukannya kesana. Pemimpin penyerangannya kali ini adalah Dian Wei dan Xu Chu. Xiahou Dun dan Yuan memimpin sayap kiri dan Li Dian serta Yue Jing memimpin sayap kanan. Yu Jin dan Lu Qian menjaga garis belakang dan Cao-Cao memimpin ditengah.

Ketika mereka mendekati Pu Yang, Lu Bu bermaksud untuk keluar sendiri dan menyerang, Tetapi penasehatnya Chen Gong berkata,"Jendral kau tidak boleh keluar sampai jendral yang lain tiba."

"Siapakah yang aku takutkan ?" Kata Lu Bu.

Dia tidak mendengarkan saran ini dan keluar dari kota. Dia bertemu dengan musuhnya dan mulai melakukan pertemouran. Xu Chu langsung berhadapan dengan Lu BU, Setelah 20 jurus tidak ada yg menang.

"Lu Bu Bukanlah orang yang dapat diatasi dengan mudah." Kata Cao-Cao.

Dan dia mengirim Dian Wei untuk ikut melawan Lu Bu. Lu Bu bertahan dari serangan kedua orang itu. Lalu setealh 20 jurus lagi, mereka belum ada yang menang dan kalah. Cao-Cao mengutus Xiahou Dun dan Yuan untuk membantu dari dan Li Dian dan Yue Jing untuk membantu dari kanan. Lu Bu sekarang melawan 6 orang sekaligus. Dian Wei dan Xu Chu menyerang Lu Bu secara membabi buta dan Xiahou Dun dan Yuan berusaha mendesak Lu Bu untuk jatuh dari kudanya sementara Li Dian dan Yue Jing mengalihkan perhatian Lu Bu. Lu Bu yang marah dan terdesak, bertarung seperti orang kesetanan, Dia memutar tombaknya kesekelilingnya dan menerjang siapa saja yang berada didekatnya. Melihat hal ini ke 6 jendral Cao-Cao menjadi gentar dan mundur, hal ini memberika ruang buat Lu Bu untuk kabur.

Ketika Lu Bu sampai di Jembatan gantung. Dia berteriak , "Bukakan Gerbang, Biarkan aku masuk !!"

Tetapi beberapa keluarga Tian yang melihat Lu Bu kembali dengan kekalahan, mereka tidak membukakan gerbang.

"Kami Telah mengikuti Cao-Cao !" Kata keluarga Tian itu.

Lu Bu memaki-maki mereka dan mengancamnya sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu. Chen Gong kabur dari gerbang timur dgn membawa kelurga Lu Bu.

Dengan ini Pu Yang jatuh ketangan Cao-Cao dan sebagai imbalan bagi keluarga Tian mereka diampuni dari kesalahannya terdahulu.

Tetapi kata Liu Ye, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika kita membiarkannya hidup, dia akan menjadi bahaya yang mengancam, Kita harus memburunya !"

Liu Ye diperintahkan menjaga Pu Yang. Cao-Cao mengejar Lu Bu ke Ding Tao dimana dia bersembunyi.

Lu Bu, Zhang Miao dan Zhang Cao, semua berkumpul dikota. Gao Shun dan jendral lainnya sedang keluar sedang memanen sawah. Pasukan Cao-Cao tiba, tapi tidak menyerang selama beberapa hari dan mundur 15 km dan membangun benteng. Ini adalah saatnya memanen dan dia memerintahkan pasukannya untuk memanen sawah. Pengintai melaporkan hal ini kepada Lu Bu yang langsung datang melihat. Tetapi ketika melihat benteng Cao-Cao berada dekat dengan hutan, dia takut akan ada perangkap disana dan mundur. Cao-Cao mendengar Lu Bu datang dan pergi dan menebak alasannya.

"Dia Takut ada perangkap di hutan." Kata Cao-Cao. "Kita akan memasang bendera disana dan menipunya, Ada parit2x panjang dibelakang kemah, tetapi tidak ada airnya. Disana kita akan memasang perangkap apabila dia datang untuk membakar hutan."

Lalu Cao-Cao menyembunyikan pasukannya di belakang parit kecuali sekitar 100 penabuh genderang dan dia menyuruh penduduk sekitar unutk lalu lalang didalam benteng sehingga seolah2x benteng tidak kosong.

Lu Bu berkuda kembali dan memberitahu Chen Gong apa yang dia lihat.

"Cao-Cao ini sangat licik dan banyak tipu daya" Kata Penasehatnya, "Jgn Bertindak apapun juga."

"Aku akan menggunakan api kali ini dan membakar perangkapnya itu." Kata Lu Bu.

Keesokan paginya Lu Bu keluar dan dia melihat bendera Cao-Cao dimana-mana didalam hutan .Dia memerintahkan pasukannya untuk menyalakan api di berbagai sisi hutan. Tetapi terkejutnya dia bahwa tidak ada orang yang keluar untuk kembali kedalam bentengnya. Dia mendengar genderang perang bertabuhan dan keragu-raguan memenuhi pikirannya. Tiba-tiba dia melihat sekelompok pasukan keluar dari persembunyian. Dia memacu kudanya untuk melihat apa yang terjadi.

Signal Petasan dibunyikan, tiba-tiba pasukan keluar dari persembunyian dan pemimpinya berhamburan keluar. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Xu Chu, Dian Wei, Li Dian dan Yue Jing semua menyerang bersama-sama. Lu bu terdesak dan kabur kedataran terbuka. Salah satu jendralnya, Cheng Lian, Tewas terbunuh panah Yue Jing. 2/3 pasuknnya tewas dan sisanya kembali menemui Chen Gong untuk melaporkan apa yang terjadi.

"Kita sebaiknya pergi" Kata Chen Gong, "Kota yg kosong tidak dapat dipertahankan."

Lalu Chen Gong dan Gao Shun beserta keluarga mereka dan keluarga Lu Bu Meninggalkan Ding Tao. Ketika Pasukan Cao-Cao masuk kedalam kota, mereka tidak menemukan perlawanan berarti. Zhang Cao melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendir dan Zhang Miao kabur ke tempat Yuan Shu.

Dengan ini seluruh daerah Timur Laut telah jatuh ketangan Cao-Cao kecuali wilayah yang dikuasai Yuan Shao. Dia kemudian menenangkan rakyat dan membangun kembali kota2x dan pertahanan mereka. Semua ini terjadi pada tahun ke 5 pemerintahan kaisar Xian. (Tahun 195 M).

Lu Bu yang melarikan diri bertemu dengan jendralnya dan Chen Gong. "Aku hanya punya tentara kecil ini " kata Lu BU, "Tetapi masih cukup untuk melawan Cao-Cao!"
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 13


Pd bab sebelumnya diceritakan bagaimana Lu Bu dikalahkan dan dia mengumpulkan sisa-sisa tentaranya. Ketika Jendranya telah bergabung bersamanya, Dia mulai merasa kuat kembali untuk melawan Cao-Cao.

Kata Chen Gong," Cao-Cao terlalu kuat untuk kita saat ini untuk kita saat ini.Carilah tempat dimana kita bisa beristirahat dan menunggu kesempatan sebelum mencoba lagi."

"Bagaimana jika aku pergi ke Yuan Shao," Kata Lu BU.

"Kirim utusan dahulu untuk melaporkan hal ini." Kata Chen Gong.

Lu Bu setuju.

Berita mengenai pertempuran antara Lu Bu dan Cao-Cao telah sampai di Ji Zhou dan salah satu penasehat Yuan Shao, Shen Pei telah mengingatkan, "Lu Bu adalah binatang buas. Jika dia mendapatkan Yan Zhou, dia pasti akan berusaha mengambil alih seluruh daerah ini untuknya. Untuk keselamatan dirimu sendiri, lebih baik kau membantu menghancurkannya."

Lalu Yuan Shao mengirimkan Yan Liang dgn 50.000 Tentaranya untuk menghancurkan Lu Bu. Mata2x yang mendengar hal ini segera melaporkan pada Lu BU yang langsung meminta sarang Chen Gong.

"Pergilah Ke Liu Bei, yang baru2x ini berhasil mengambil alih Xu Zhou" Kata Chen Gong.

Lu Bu segera pergi ketempat Liu bei.

Mendengar hal ini Liu Bei berkata, "Lu Bu adalah pahlawan dan kita akan menerimanya dengan hormat."

Tetapi Mi Zhu menentang putusan ini dan berkata, "Dia sangat kejam, haus darah dan binatang !"

Tetapi Liu Bei berkata, "Bagaimana bencana bisa pergi dari Xu Zhou jika tidak karena Lu BU menyerang Yan Zhou ? Dia tidak mempunyai maksud buruk, sekarang dia datang mencari perlindungan."

"Kakak, hatimu terlalu baik. Walaupun aku akan bertindak sesuai dengan kata-katamu, tetapi akan lebih baik bila kita bersiap-siap." Kata Zhang Fei.

Liu Bei menemui Lu Bu yang masih sejauh 10 Km dari Kota dan kedua pemimpin itu saling memberi hormat dan kembali kekediaman gubernur di kota itu. Setelah pesta penyambutan, mereka duduk dan berbincang.

Kata Lu Bu, "Setelah menteri dalam negeri Wang Yun dan aku membunuh dong zhuo. Li Jue dan Guo Si memberontak dan melawan kaisar. Aku dan keluargaku pergi dari satu tempat ke tempat lainnya dan tidak ada satupun orang di timur gunung hua shan yang mau menerimaku. Ketika Cao-Cao yang licik itu menyerang daerah ini dan anda, Tuan, Datang untuk membantu, Aku membantumu dengan menyerang Yan Zhou dan mengakibatkan pasukannya terpecah menjadi dua. Aku tidak berpikir saat itu aku akan menjadi korban kelicikannya dan mengakibatkan aku kehilangan pasukan dan jendral-jendralku. Tetapi sekarang jika kau mengijinkan, aku menyerahkan diriku padamu sehingga kita dapat bersama menyelesaikan rencana besar kita. "

Liu Bei menjawab, "Ketika Tao Qian meniggal Dunia, Tidak ada orang yang dapat mengurus Xu Zhou dan aku untuk sementara menjadi pemimpin disin. Sekrang setalh kau ada disni, jendral. Tampaknya akan lebih pantas jika kau yang memimpin disini."

Lalu Liu Bei segera mengambil lambang dan stempel penugasan dan menyerahkannya pada Lu BU. Lu Bu sedang akan menyetujuinya, ketika dia melihat Guan Yu dan Zhang Fei, Yang berdiri dibelakang Liu Bei, memandangnya dengan mata yang marah.

Lalu Lu Bu tersenyum dan berkata, "Aku mungkin adalah pendekar hebat, tetapi aku tidak dapat memerintah daerah yang besar seperti ini."

Liu Bei mengulangi permintaanya.

Tetapi Chen Gong berkata, "Tamu yang kuat tidak akan menekan Tuan Rumahnya. Kau tidak perlu khawatir, Tuanku."

Pesta akhirnya berlangsung dan kediaman disediakan bagi tamunya itu dan pengikut2xnya.

Segera setelah merasa nyaman. Lu Bu Kembali ke pesta itu. Liu Bei selalu bersama-sama dgn kedua saudaranya itu. ditengah2x perjamuan, Lu Bu meminta Liu Bei masuk kedalam ruangan yang lebih sepi. Guan Yu dan Zhang Fei segera mengikutinya. DIsana Lu Bu meminta istrinya Diao Chan dan putrinya yang bernama Lu Mei untuk memberi hormat. Disini Juga Liu Bei menunjukan kerendahan hatinya.

Lu Bu berkata, "Saudara mudaku yang baik, kau tidak perlu begitu sungkan padaku."

Zhang Fei yang mendengar ucapau Lu Bu langsung marah, dan dengan matanya yang melotot dia berteriak, "Siapakah dirimu berani memanggil kakakku "SAUDARA MUDA" ? Dia adalah kerabat kaisar yang memerintah-- Daun Giok dari ranting emas. Ayo Keluar dan kita bertarung 300 jurus untuk penghinaan ini !"

Liu Bei langsung berusaha menenangkan Zhang Fei dan Guan Yu membawanya pergi keluar.

Lalu Liu Bei meminta maaf dan berkata, "Adikku itu suka berbicara kasar apabila dia meminum terlalu banyak arak. Aku harap kau tidak menyalahkannya."

Lu Bu menganguk tetapi tidak berkata apa-apa. Segera setelah semua tamu pergi. Dan Lu BU mengantarkan Liu Bei kedalam tandunya, dia melihat Zhang Fei bersenjata dan siap menyerang.

"Lu Bu, kau dan aku akan berduel 300 jurus !" teriak Zhang Fei.

Liu Bei meminta Guan Yu mencegahknya. Keesokan hari Lu Bu datang untuk berpamitan kepada Liu Bei.

"Kau, Tuanku telah begitu baik mau menerimaku. Tetapi aku khawatir adikmu dan aku tidak sejalan. Jadi aku akan mencari tempat lain untuk berlindung."

"Jendral, Jika kau pergi, kesalahan ini adalah milikku. Adikku yang kasar telah menyinggungmu dan harus meminta maaf. Sementara itu mungkin kau dapat menempati kota yang pernah kugunakan untuk berkemah selama beberapa waktu. Pergilah Ke Xiao Pei, tempat itu kecil tetapi dekat dan aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan kebutuhanmu."

Lu Bu berterima kasih dan menerima tawaran ini. Dia memimpin pasukannya dan meninggalkan kediamannya. Setelah dia pergi, Liu bei menasehati Zhang Fei untuk perbuatannya dan meminta Zhang Fei untuk tidak mempermasalahkan masalah ini lagi.

Cao-Cao yang telah menguasai daerah sekitar gunung Shan Dong seperti yang telah di ceritakan sebelumnya. Dia mengirimkan berita kepada istana dan diberikan gelar "JENDRAL YANG MENUNJUKAN KEBAJIKAN BESAR" dan PENGUASA DARI FEITING.

Pada saat ini Li Jue dan Guo Si memimpin istana. Li Jue membuat dirinya sendiri menjadi Wali Negara dan Guo Si menjadi Panglima Besar pemimpin pasukan kekaisaran. Perbuatan mereka sangat sewenang-wenang tetapi tidak ada yang berani melawan.

Pelindung kekaisaran, Yang Biao dan Menteri Zhu Jun secara pribadi berkata pada kaisar Xian, "Cao-Cao memiliki lebih dari 200.000 tentara dan punya banyak penasehat dan pemimpin. Akan sangat baik jika kekaisarn mendapatkan bantuannya untuk mendukung keluarga kaisar dan untuk membersihkan pemerintahan dari para penjahat ini."

Kaisar menangis, "Aku lelah dengan penghinaan dan kekasaran dari bajingan2x ini dan akan sangat senang jika mereka dapat di enyahkan."

Aku punya rencana untuk membuat Li Jue dan Guo Si saling berperang satu sama lainnya. Lalu Cao-Cao dpt datang dan membersihkan istana " kata Yang Biao.

"Bagaimana kau dapat mengaturnya ?" Tanya kaisar.

"Istri Guo Si, Lady Qiong sangat iri hati dan kita dapat mengambil keuntungan dari kelemahannya ini untuk memulai permusuhan."

Lalu YAng Biao menerima instruksi untuk bertindak, dengan titah rahasia untuk mendukung mereka.

Lalu istri Yang Biao. Lady Kai membuat alasan untuk mengunjungi Lady Qiong di istananya dan didalam percakapan dia berkata, " Ada pembicaraan rahasia diantara jendral. Suamimu dan istri dari menteri Li Jue. Ini adalah rahasia besar, tetapi jika menteri Li Jue mengetahui hal ini, dia mungkin akan melukai suami mu. Dan aku pikir kamu harus melakukan sesuatu dengan keluarga itu.

Lady Qiong Terkejut dan berkata, "Aku telah menduka kenapa dia selalu tidur diluar rumah belakangan ini. Tetapi aku tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang memalukan terjadi. Aku tentu tidak akan pernah tahu jika kau tidak berbicara. Aku harus menghentikan hal itu."

Lady Kai berpamitan, Lady Qiong sangat berterima kasih untuk informasi yang diberikan.

Beberapa hari berlalu, Guo Si pergi ke tempat Li Jue untuk makan malam.

Lady Qiong tidak ingin dia pergi dan berkata, "Li Jue ini penuh kelicikan dan seseorang akan sulit menduga apa yang dipikirkannya. Kalian berdua tidak sejajar dalam jabatan, mengapa kau yang harus datang ketempatnya ? apa kata-kata orang nanti ?"

Guo Si tdk memperdulikan omongan istrinya itu dan istrinya gagal mempertahankannya dirumah. Lalu sorenya beberapa hadiah tiba dari tempat Li Jue dan lady Qiong sengaja menaruh racun dibeberaa makanan yang dikirim untuk suaminya.

Guo Si sedang akan mencoba salah satunya tetapi segera istrinya berkata, "Sangat tidak bijaksana untuk memakan sesuatu dari luar, mari kita coba pada anjing lebih dahulu ."

mereka melakukannya dan anjing itu mati, Insiden ini telah membuat guo si ragu akan kebaikan temannya itu.

Suatu hari, pada saat bubar dari sidang istana. Li Jue mengundang Guo Si ketempatnya. Ketika Guo Si telah tiba dimalam hari, Karena minum terlalu banyak, dia terkena Colic (note:Sakit dibelakang pinggal dekat daerah ginjal). Istrinya berkata dia mencurigai ada racun dan segera memberi anti-racung dan itu menghilangkan sakitnya.

Guo Si mulai merasa marah dan berkata, "Kita melakukan semuanya bersama dan membantu satu sama lain. Sekarang dia ingin melukaiku ! Jika aku tidak memukulnya duluan, akulah yang akan terluka duluan ."

Guo Si lalu mempersiapkan pengawalnya untuk keadaan tiba-tiba.

Hal ini di ketahui Li Jue dan langsung dia marah, "Jadi Guo Si melakukan hal-hal ini !"

Lalu Li Jue menempatkan pengawalnya dan berencana untuk menyerang guo si. Kedua Klan itu memiliki lebih dari 10.000 orang dan pertikaian menjadi semakin serius ketika kedua orang mereka bertengkar dibawah tembok istana. Ketika berakhir, pasukan dari kedua belah pihak menjarah rakyat.

Lalu sepupu dari Li Jue, Li Xian, tiba-tiba mengepung istana dan memerintahkan kaisar dan permaisuri untuk masuk kedalam tandu dan memerintahkan Jia Xu dan Zuo Ling untuk membawa mereka. Para Pembantu istana kaisar disuruh mengikuti dengan berjalan kaki. Ketika mereka keluar lewat gerbang belakang, mereka bertemu tentara Guo Si yang mulai menembaki tandu dan iring2x an itu dgn panah. Mereka Berhasil membunuh banyak pembantu istana sebelum pasukan Li Jue datang dan memaksa mereka mundur.

Kedua Tandu itu dibawa keluar kota dan akhirnya sampai ke kekemah Li Jue. Sementara tentara Guo Si menjarah istana dan Membawa wanita-wanita cantik yang ada disana kedalam kemah mereka. Lalu Istana dibakar.

Segera setelah Guo Si mengetahui dimanakah kaisar berada, dia segera datang dan menyerang kemah Li Jue. Kaisar yang berada diantara dua faksi yang bertikai ini sangat gelisah dan ketakutan.

Tentara Guo Si tiba dan Li Jue memimpin keluar pasukannya untuk bertempur. Tentara Guo Si tidak berhasil menerobos dan akhirnya harus mundur. Li Jue lalu memindahkan kaisar dan pengikutinya ke Meiwo dengan sepupunya Li Xian. Persediaan menipis dan kelaparan mulai melanda para kasim. Kaisar mengirim perintah untuk mengirimkan 5 kereka beras dan 5 lembu untuk dirinya.

Li Jue dgn marah berkata, "Orang istana mendapatkan makan pagi dan malam, mengapa mereka ingin lebih ?"

Dia mengirimkan daging yang telah rusak dan Beras Rusak.

Kaisar sangat sedih dan merasa terhina,berkata ,"Berani sekali pemberontak ini melakukan hal ini padaku !!!"

Penasehat kekaisaran Yang Qi menyarankan untuk bersabar, "Li Jue hanya hewan lemah, tetapi dalam keadaan seperti ini, yang mulia harus dapat menahan diri dan jgn memprovokasinya."

Kaisar menunduk lesu dan teridam, tetapi air mata membasahi pakaiannya.

Tiba-tiba seseorang masuk dan berkata, "Pasukan berkuda tiba, dan golok2x mereka bersinar terkena sinar matahari sedang mendekat untuk menyelamatkan kita."

Ketika mereka mendengar suara genderang perang dan gong berbunyi. Kaisar segera mencari tahu siapakah dia. Tetapi ternyata itu guo si dan dia sedih kembali.

Li Jue berkata kepada Guo Si,"Aku selalu baik padamu, kenapa kau mencoba membunuhku ?"

"Kau adalah pemberontak, kenapa aku tidak boleh membunuhmu ?" balas Guo Si.

"Kau memanggilku pemberontak ketika aku menjaga kaisar ?"

"Kau telah menculiknya dan itu kau sebut menjaga ? " kata Guo Si.

"Kenapa banyak bicara ? marilah kita bertempur dan menyelesaikan masalah ini dalam satu pertempuran, pemenangnya mengambil kaisar dan pergi"

kedua jendral itu bertempur di depan pasukannya dan tidak ada yang menang.

Lalu mereka melihat Yang Biao datang kepada mereka dan berkata, "Tunggulah sebentar , oh kalian para jendral !! Aku telah mengundang pejabat untuk membicarakan perdamaian."

Kemudian kedua pemimpin itu kembali kekemah masing-masing dan segera Yang Biao, Zhu Jun dan 60 pejabat lainnya datang ke kemah Guo Si. Mereka semua ditaruh dalam kurungan.

"Kami datang dengan maksud baik " kata mereka, "dan kami diperlakukan seperti ini !"

"Li Jue telah lari membawa kaisar, aku harus mempunyai para pejabatnya." Kata Guo Si.

"Apa maksudnya ini ? Satu menahan kaisar dan satu menahan pejabatnya. Apa yang kau mau ?" Kata Yang Biao.

Guo Si kehilangan kesabarannya dan mengeluarkan pedangnya, tetapi jendral Yang Mi menahannya untuk tidak membunuh para pejabat. Lalu Guo Si membebaskan Yang Biao dan Zhu Jun tetapi menahan yang lainnya didalam kemahnya.

"Kita adalah dua pejabat tinggi negara dan kita tidak dapat menolong tuan kita. Sungguh menyedihkan !!" Kata Yang biao kepada Zhu Jun.

Mereka berdua bersedih dan menangis sepanjang malam. Muntah darah lalu Zhu Jun pulang kerumah dan sakit parah, kemudian dia meninggal.

Kemudian kedua Pemimpin itu berperang setiap hari selama lebih dari 3 bulan dan setiap harinya mati banyak prajurit. Telah lebih dari 60.000 prajurti gugur dalam 3 bulan peperangan itu.

Sekarang Li Jue telah mempelajari cara2x ilmi sihir. Dia dapat memanggil roh dan mahluk halus. Jia Xu sering memprotes cara2x ini, tetapi tampaknya percuma.

Yang Qi berkata pada kaisar, "Jia Xu,walaupun teman Li Jue, tetapi tampaknya tidak kehilangan rasa setia pada yg mulia."

Lalu tidak lama Kemudian Jia Xu tiba.

Kaisar menyuruh pelayan2xnya keluar dan berkata pada Jia Xu sambil menangis, "Apakah kau tidak dapat berbelas kasih kepada dinasti Han dan membantu ku ?"

Jia Xu langsung bersujud dan berkata, "Itu adalah keinginanku. Tetapi yang mulia, jgn katakan apa-apa lagi. Biarkan hambamu ini melakukan suatu rencana."

Kaisar mengeringkan air matanya dan segera Li Jue datang. Dia membawa pedang disisnya dan langsung berjalan kearah kaisar.

Li Jue berkata, "Guo si telah gagal menjalankan tugasny dan memenjarakan pejabat istana. Dia bermaksud membunuh yang mulia dan kau akan ditangkapnya jika tidak karena aku."

Kaisar lalu memberi ucapan terima kasih pada Li Jue dan Li Jue pun pergi.

Tidak lama Huangfu Li datang. Kaisar yang mengetahuo bahwa orang ini memiliki lidah yang sangat persuasif dan dia datang dari daerah yang sama dengan Li Jue meminta dia untuk merencakan perdamaian.

Huangfu Li menerima misi ini dan pertam pergi menemui Guo Si yang berkata, "Aku akan melepaskan pejabat istana jika Li Jue membebaskan kaisar."

Lalu Huangfu Li pergi ke tempat Li Jue.

Kepada Li Jue dia berkata, "Aku berasal dari Xi Liang dan kaisar telah memilihku untun menjadi penengah antara kau dan guo si. Guo Si telah setuju mengadakan gencatan senjata. Apakah kau mau berdamai ?"

"Aku menghancurkan Lu Bu dan memimpin pemerintahan selama 4 tahun dan telah banyak melakukan jasa besar. Seluruh dunia juga mengetahui hal ini. Guo Si, si pencuri kuda itu telah berani untuk menangkap pejabat negara dan melawanku. Aku telah bersumpah untuk membunuhnya. Lihatlah sekelilingmu. apakah kau pikir jumlah tentaraku tidak cukup untuk melawannya ?"

"Tidak selalu harus begitu" Kata Huangfu Li, "Dimasa yang lampau di You Qiong, Hou Yi sangat bangga dan yakin pada kemampuannya memanah. Dia tidak memikirkan orang lain dan memerintah sendiri dan dia akhirnya musnah. Belakangan ini kau melihat bagaimana Lu BU mengkhianati Dong Zhuo, yang telah menerima banyak hadiah dan penghargaan. Dan tiba-tiba kepala Dong Zhuo sudah berada tergantung digerbang istana. Jadi kau dapat lihat bahwa kekuatan pasukan tidak dapat memastikan keselamatanmu. Sekarang Kau adalah jendral, Dengan kapak dan cambuk dan semua simbol jabatan tinggi. Anak-cucumu dan pengikutmu menduduki jabatan tinggi. Kau harus mengakui bahwa negara telah memberikan kau penghargaan yang tinggi. Memang benar Guo Si telah menyandera Pejabat negaram tetapi kau telah melakukan hal yang sama kepada kaisar, jadi siapa yang lebih buruk ?"

Li Jue marah dan mengeluarkan pedangnya dan berteriak. "Apakah Anak Langit itu mengirimmu untuk mencaciku dan mempermalukan diriku ?"

Tetapi salah seorang jendral, Yang Feng menahannya.

"Guo si masih hidup", Kata Yang Feng, "Dan untuk membnuh utusan kaisar akan memberinya alasan untuk membentuk tentara melawanmu dan seluruh bangsawan akan ikut dengannya."

Jia Xu juga memberi nasihat pada Li Jue dan akhirnya kemarahannya memudar. Huangfu Li langsung berpamitan.

Tetapi Huangfu Li yang tidak puas dengan kegagalannya ini. Ketika dia keluar dari kemah, dia berteriak keras, "Li Jue tidak mematuhi perintah kaisar. Dia akan membunuh pangerannya dan dia akan merebut tahta."

Kanselir Hu Miao berusaha untuk menutup mulut Huangfu Li dan berkata, "Jgn berbicara seperti itu, Kau akan menyakiti dirimu sendiri!"

Tetapi Huangfu Li berteriak padanya juga dan berkata,"Kau juga adalah pejabat negara dan kau mendukung pemberontak. Ketika pangeranmu dipermalukan, menteri seharusnya mati. Ini adalah kode etik kita. Jika aku harus merasakan penderitaan mati ditangan Li Jue maka aku telah siap."


dan Huangfu Li terus berbicara memaki-maki. Kaisar yang mendengar kejadian ini, memanggil Huangfu Li dan mengirimnya ke Xi Liang.

Sekarang Lebih dari 1/2 tentara Li Jue berasal dari Xi Liang dan dia juga mendapatkan bantuan dari suku Qiangs, Suku dari utara diluar perbatasan. Ketika Huangfu Li menyebarkan berita bahwa Li Jue adalah pemberontak dan juga yang membantunya, Hal ini menyebabkan pasukannya menjadi terganggu dan ragu.

Li Jue mengirim salah satu orang bawahannya, Jendral Wang Chan dari pasukan Cakar Harimau untuk menangkap Huangfu Li, tetapi Wang Chan yang mempunyai perasaan kebenaran dan menghargai Huangfu Li sebagai pria terhormat bukannya menangkap Huangfu Li tetapi kembali dan melaporkan Huangfu Li tidak dapat ditemukan.

Sementara itu Jia Xu berusaha untuk mengubah pendirian suku2x di sekitar perbatasan.

Dia berkata kepada mereka,"Putra langit mengetahui kalian setia pada mereka dan telah dengan berani bertempur dan menderita untuknya. Dia telah mengeluarkan Titah rahasia untuk kalian agar pulang kerumah dan dia akan memberi kalian hadiah."

Suku2x itu memiliki kekesalan pada Li Jue yang tidak membayar mereka, jadi mereka mendengarkan dengan seksama dan akhirnya setuju untuk pulang. Jumlah mereka sebanyak 20.000 orang.

Lalu Jia Xu menasehati kaisar, "Li Jue sangat sombong dan cepat puas. Jabatan tinggi harus diberikan padanya dan biarkan dia terlena."

Lalu kaisara mengangkatnya menjadi Wali Negara. Ini menyenangkan hatinya dan dia bercerita pada orang-orang bahwa promosinya ini akibat kehebatannya dalam berilmu sihir dan dia menghadiahkan orang-orang yang mengajarkan ilmu sihi itu hadiah yang banyak.

Tetapi Tentaranya dilupakan. Sehingga menyebabkan komandannya, Yang Feng sangat marah.

Yang Feng berkata kepada jendral Song Guo, "Kita telah mengambil resiko dan membiarkan diri kita menghadapi panah dan batu untuk dirinya. Tetapi bukannya memberikan kita penghargaan atau hadiah apapun, dia bercerita bahwa semua itu akibat jasa para tukang sihirnya itu."

"Mari kita singkirkan dia dan selamatkan kaisar," Kata Song Guo.

"kau bunyikan tanda sebagai signal dan aku akan menyerang dari luar."

Jadi keduanya setuju untuk bertindak bersama malam nanti. Tetapi rencana mereka telah bocor dan dilaporkan pada Li Jue. Song Guo ditangkap dan dihukum mati. Malan itu YAng Fang menunggu singnal diluar, dan ketika menunggu tiba-tiba datanglah Li Jue sendiri. Pertempuran dimulai hingga pagi menjelang. Tetapi Yang Feng berhasil lolos dan lari kekota Xian.

Dari saat ini pasukan Li Jue mulai melemah dan dia mulai menderita kekalahan seiring dengan serangan Guo Si yang menjadi lebih sering. Berita datang bahwa Zhang Ji dengan membawa pasukan yang sangat besar sedang datang dari Shan Xi untuk membuat perdamaian dengan kedua faksi. Zhang Ji bersunpah dia akan menyerang mereka yang bertindak gegabah. Li Jue berusaha mendapatkan dukungan dengan mengirim utusan bahwa dia bersedia berdamai dan Guo Si juga melakukan demikian.

Jadi pertarungan berakhir dan Zhang Ji mengirim pesan agar kaisar sementara pergi ke Hong Nong didekat Luo Yang.

Kaisar Setuju dan berkata, "Aku telah lama ingin kembali ke timur."

Zhang Ji dianugerahi jabatan, Jendral pemimpin pasukan kuda terbang kekaisaran dan sangat di segani dan dihormati. Zhang Ji mengawasi bahwa kaisar dan pejabat istana mendapatkan semua kebutuhannya. Guo Si membebaskan semua pejabat istanadan Li Jue menyediakan transportasi untuk kaisar dan pejabatnya pergi ke timur. Li Jue memerintahkan pasukan penjaga kaisar untuk mengawal kaisar pergi ke timur.

Perjalanan itu berlangsung tanpa insiden apapun sampai dekat Xin Feng, dekat jembatan Ba Ling, Angin musim gugur dari barat berhembus dengan sangat kencangnya. Di Jembatan itu rombongan kaisar dihentikan oleh sepasukan prajurit yang memasang barikade.

"Siapa yang datang ?" Teriak seseorang.

"Kereta Kaisar sedang lewat dan siapa yang berani memberhentikannya ?" Kata Penasehat istana Yang Qi.

Kedua Jendral yang memasang barikade berkata pada Yang Qi,"Jendal Guo Si memrintahkan kami untuk menjaga jembaan dan menghentika mata2x. Kau bilang kaisar berada disini. Kami harus melihatnya dan kami akan membiarkanmu lewat."

Lalu tirau mutiara disingkapkan dan kaisar berkata, "Aku, Kaisar, Ada disini. Kenapa kau tidak mundur dan membiarkanku lewat ?"

Mereka semua bersujud dan memberi hormat, "Hidup Yang mulia ! semoga baginda yang mulia panjang umur dan sehat selalu !" Dan mereka membiarkan rombongan itu lewat.

Tetapi ketika mereka melaporkan hal itu, Guo Si sangat marah, "Aku bermaksud untuk memperdayai Zhang Ji dan menangkap kaisar serta menahannya di meiwo. Kenapa kalian biarkan lewat ?"

Dia menghukum mati kedua jendral tersebut dan mengejar rombongan itu dan sampai di sebuah daerah bernama Hua Ying.

Suara bising dari belakang rombongan itu terdengar dan suara keras yang berteriak "Hentikan kereta !!!"

Kaisar lalu menangis.

"Keluar dari sarang serigala dan masuk ke mulut harimau !" katanya.

Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Mereka semua terlalu takut. Tetapi ketika tentara Guo Si sudah mendekati mereka, tiba-tiba terdengar bunyi genderang perang dan dari balik bukit muncul lebih dari 1000 prajurit datang dengan bendera bertulisn "JENDRAL DINASTI HAN, YANG FENG."

Setelah dikalahkan Li Jue, Yang Feng pergi kekaku bukit Xian dan dia datang untuk memberi jasanya segera setelah dia mendengar perjalanan kaisar. Melihat bawah dia perlu untuk bertempur sekarang, dia menyusun pasukannya dalam formasi.

Jendral Guo Si, Cui Yong , keluar dari mulai menantang.

Yang Feng berkata, "Dimana Xu Huang ?"

Tiba-tiba langsung keluar seorang pendekar pemberani membawa Kampak besar. Dia langsung berkuda kearah Cui Yong yang langsung tewas dalam serangan pertama. Pasukan Yang Feng langsung menerjang maju dan menghancurkan pasukan Guo Si. Pasukan yang kalah mundur sejauh 7 Km.

Yang Feng berkuda untuk menemui Kaisar yang langsung berkata, "Ini adalah sebuah jasa besar, kau telah menyelamatkan nyawaku."

Yang Feng bersujud dan berterima kasih. Kaisar meminta untuk bertemu dengan Xu Huang. Lalu Xu Huang diantar mendekat pada kereta kaisar, Diama dia bersujud dan memperkenalkan diri sebagai Xu Huang dari He Dong.

Kaisar Juga menghargai jasanya.

Lalu rombongan ini melanjutkan perjalananm Yang Feng bertindak sebagai pelingdung dari rombongan ini sampai di kota Hui Yang, tempat untuk berhenti karena hari telah amlan. Komandan Kota itu, Duan Wei memberikan mereka pakaian dan makanan dan kaisar beristirahat didalam kemah Yang Feng.

Keesokan hari Guo Si, mengumpulkan pasukannya, muncul didepan kemah dan Xu Huang keluar untuk melawan. Tetapi Guo Si berusaha untuk mengitari perkemahan sehingga mereka dapat mengepung perkemahan itu dan kaisar yang berada ditengah situasinya sedang kritis, ketika tiba-tiba bantuan tiba, Xu huang seorang diri datang dan dengan memacu kudanya membantai siapa saja yang mendekati kaisar. Tidak ada satu prajuritpun disitu yang mampu melawannya sehingga mereka kabur.

Pasukan Guo Si yang diluarpun dikejutkan dengan datangnya pasukan baru dari arah Tenggara. Dan akhirnya karena tidak dapat bertahan, mereka mundur.

Ketika mereka telah aman, mereka semua keluar untuk melihat siapakah yang menolong mereka. Mereka menemukan bahwa itu adalah Dong Cheng, Paman dari kaisar atau "PAMAN NEGARA". Kaisar menangis dan dia menceritakan kesedihan dan bahaya yang dialaminya.

Lalu Dong Cheng berkata, "Jadilah anak yang berani. Jendral Yang Feng dan aku telah bersumpah akan membunuh kedua pemberontak itu Li Jue dan Guo Si sehingga akan membersihkan dunia dari kejahatannya."

Kaisar memerintahkan mereka untuk bergerak ke timur secepatnya dan mereka bergerak pagi dan malam sampai mereka sampai di Hong Nong.

Guo Si memimpin pasukannya kembali. Bertemu Li Jue dan dia bercerita mengenai penolong kaisar dan kemana mereka pergi.

"Jika mereka mencapai gunung Hua Shan dan berhasil sampai ditimur, mereka akan mengumumkan kepada seluruh negri, memanggil para bangsawan dan pemimpin untuk menyerang kita dan kita akan dalam bahaya."Kata Guo Si.

"Zhang Ji memegang Chang An dan kita harus berhati-hati. Tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk menyerang Hong Nong, Kita dapat membunuh kaisar dan membagi kekaisaran untuk kita berdua." Kata Li jue.

Guo Si berpikir bahwa ini adalah renana yang baik, Lalu pasukan mereka bersatu kembali dan mulai menjarah daerah sekitar. Lalu mereka pergi ke Hong Nong dan meninggalkan kehancuran dibelakang mereka.

Yang Feng dan DOng Cheng yang mendengar pasukan pemberontak ini mendekat, Lalu Yang Feng dan Dong Cheng memutuskan untuk melawan mereka di Dong Jian.

Li Jue dan Guo Si yg sebelumnya telah membuat rencana. Karena pasukan yang musuh hanya sedikit dibandingkan pasukannya, mereka dapat menyerang pasukan musuh seberti air bah. Jadi ketika hari pertempuran datang, Mereka keluar dan memnuhi bukit dan daratan. Yang Feng dan Dong Cheng hanya dapat melindungi kaisar dan permaisuri. Pejabat istana dan pembantu istana lainnya diperintahkan untk melindungi dirinya sendiri semampunya. Pemberontak mulai menyerang hong nong, tetapi kedua pelindung itu berhasil membawa kaisar lari ke Shan Bei.

Ketika Jendral Pemberontak mulai mengejar, Yang Feng dan Dong Cheng harus memainkan taktik "DUA SISI PEDANG". Mereka mengirim utusan untuk berdamai dengan Li Jue dan Guo Si dan pada saat yang sama mereka mengeluarkan titah kaisar untuk meminta bantuan dari Pemimpin "GELOMBANG PUTIH"--Han Xian, Li Yue dan Hu Cai. Gelombang putih adalah cabang dari Jubah kuning dan Li yue sebenarnya adalah perampok dan telah menjarah diseluruh hutan dan bukit disana. Tetapi pertolongan sangat dibutuhkan.

Ketiga orang ini, Dijanjikan pengampunan atas seluruh kejahatannya dan akan mendapat jabatan pemerintahan, langsung menjawab panggilan dan kaisar mendapatkan bala bantuan yang besar dan berhasil mengambil kembali Hong Nong. Tetapi sementara itu, Li Jue dan Guo Si menghancurkan tempat apapun yang mereka temui, membantai semua orang yang tua dan lemah, dan memaksa yang kuat menjadi pasukan. Ketika dalam pertempuran mereka menempatakn orang-orang itu menjadi pasukan di garis depan dan mereka memanggilnya "GAN SI PING REN" atau "PASUKAN BERANI MATI".

Pasukan Li Jue dan Guo Si sangat banyak. Ketika Li Yue, pimpinan Gelombang Putih mendekat dengan pasukannya. Guo Si memerintahkan pasukannya untuk melemparkan barang berharga. Para orang bekas perampok itu tergoda untuk mengambilnya dan akhrnya mereka kacau balau. Lalu Guo Si memrintahkan pasukannya untuk maju menyerang dan menghancurkan emreka .Yang Feng dan Dong Cheng sementara itu telah membawa kaisar melalui jalur utara.

Li Jue dan Guo Si mengejar.

Li Yue, pemimpin gelombang putih berkata pada Kaisar, "Keadaan sangat gawat, yang mulia. Aku harap yang mulia tinggalkan kereta dan naik kekudaku ini. Dan pergilah."

Kaisar berkata,"Aku tidak dapat meninggalkan para bawahan yang setia padaku."

Mereka semua bersujud dan menangis mendengar kaisar mengucapkan kata-kata itu dan mereka bersumpah akan mati demi kaisar. Lalu kaisarpun pergi. dan mereka semua yang terinspirasi dengan kebaikan kaisar lalu bertempur mati-matian, pertempuran yang tidak seimbang antar 2.000 orang bersenjatakn ala kadarnya dgn 15.000 tentara dgn perlengkapan senjata lengkap. Tetapi mereka dapat menahan cukup lama dan ahkhirnya Hu Chai--- pemimpin "GELOMBANG PUTIH" itu tewas dalam pertempuran.

Musuh terus mengejar dan kaisar sekrang telah sampai didekat sungai kuning. Yang Feng dan Dong Cheng sertai kaisar dan permaisuri turun dari kuda dan berjalan kaki ke pinggir sungai kuning.

Li Yue mencari perahu untuk berlayar kesebrang sungai. Cuaca sangat dingin dan kaisar dan permaisuri sudah sangat kedinginan dan bergetar. Mereka telah sampai ke pinggir sungai dan mendapatkan perahu, tetapi sisi sungai sangat tinggi dan mereka tidak menemukan tempat landai.

Lalu Yang Feng mengusulkan, "Kita dapat menggunakan tali kida untuk membantu kaisar turun."

Tetapi adik permaisuri Fu De berkata, "Aku menemukan 10 rol sutra dari pasukan yang mati itu dan kita dapat menggunakannya."

Dan mereke menggulung kaisar dan permaisuri dengan sutra dan mereka menuruknanya pelan2x kedalam perahu, lalu Li Yue turun dengan tali dan membawa Fu Du dipunggungnya kedalam perahu.

Tetapi perahu itu terlalu kecil untuk semua orang, Dan mereka yang tidak dapat measuk akhirnya hanya tergantung di tali2x itu dan jatuh kedalam air. Mereka membawa kaisar ke seberang sungai dan kemudia kembali untuk yang lain. Akhirnya keributan terjadi karena mereka saling berusaha naik kekapal terlebih dahulu dan tidak mau mengalah. Prajurit diperintahkan untuk membuang kesungai orang yang membahayakan perahu dan memotong jari dan tangan mereka yang berusaha memegang sisi perahu dari dalam air karena akan mengakibtkan perahu oleh. Erangan kesakitan dan permintaan tolong memenuhi langit hari itu.

Ketika mereka berkumpul di pinggir sungai, banyak yang hilang. Hanya selusin pakaian kaisar yang tertinggal, Yang Feng menemukan gerobak kerbau dan dengan itu mereka mengantarkan kaisar ke Da Yang. Mereka tidak punya makanan dan mereka bermalam digubuk yang beratapkan jerami. Beberapa orang dari desa menawarkan mereka makanan tetapi makanan itu terlalu alot untuk di kunyah dan ditelan.

Keesokan harinya Kaisar memberikan gelar bagi orang-orang menolongnya. Li Yue diberikan gelar Jendral yang menaklukan Utara dan Han Xian , jendral yang menaklukan timur.

Perjalanan berlanjut dan segera dua orang pejabat datang dengan pasukan mereka dan langsung bersujud dihadapan kaisar dengan menangis. Merkea adalah pelindung kekaisaran Yang Biao dan Administrator istana Han Rong. Kaisar dan permaisuri senang dan ikut menangis bersama mereka.

Kata Han Rong kepada orang disitu, "Pemberontak percaya pada kata-kata ku. Kau jagalah kaisar disini dan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk membawa perdamaian."

Setelah Han Rong pergim Kaisar beristirahat di Kemah Yang Fend. Tetapi Yang Biao meminta agar kaisar pergi ke An Yi dan membuat ibu kota disana. Ketika kereta kuda mereka sampai dikota itu, mereka menemukan bahkan tidak ada satu bangunan megah pun dikota itu dan tempat yang disediakan untuk kaisar hanyalah gubuk jerami yang bahkan tidak ada pintu. Mereka membarikade tempat ini dengan pagar duri sebagai perlindungan dan didalamnya kaisar berkonsultasi dengan menterinya. Prajurit berkemah disekitar pagar.

Sekarang Li Yue dan teman-temannya menunjukan wajah aslinya. Mereka menggunakan kuasa kaisar semau mereka dan para pejabat yang menentang di aniayanya bahkan dihadapan kaisar. Mereka dgn sengajar memberi arak asam dan makanan basi untuk kaisar. Kaisar berusaha untuk memakan makanan yang mereka berikan. Li Yue dan Han Xian merekomendasikan kepada kaisar nama2x bekas narapidana, prajurit biasa, dukun, lintah darat dan orang-orang seperti itu untuk mendapat gelar. Lebih dari 200 orang diusulkan. Karena Stempel tidak ada, maka sebatang kayu di ukir sedemikian rupa. Masalah istana tidak pernah direndahkan sebegitunya.

Sekarang Han Rong sedang menemui Li Jue dan Guo Si. Setelah mendengarkan pembicaraan yang begitu berapi-api, kedua jendral ini setuju untuk melepakan pejabat dan orang-orang istana.

Wabah kelaparan terjadi bersamaan pada tahun itu dan rakyat memakan rumput dari pinggir jalan untuk melanjutkan hidup. Kelaparan melanda dimana-mana. Tetapi makanan dan pakaian dikirim kepada kaisar dari gubernur HeNei, Zhang Yang dan Gubernur He Dong, Wang Yi dan mereka sekarang lebih lega.

Dong Cheng dan Yang Feng mengirim pekerja untuk membangun kembali istana di Luo Yang dengan tujuan untuk memintahkan istana kesana. Li Yue melawan usulan ini.

Dong Cheng berargumen, "Luo yang adalah istana yang sesungguhnya, pergi dari kota kecil ini adalah sesuatu yang masuk akal."

Li Yue berdiri dan berkata, "Kau boleh memindahkan istana kesana, tetapi aku akan tetap disini."

Tetapi ketika kaisar telah memtuskan dan kaisar telah memberi perintah dan persiapan dilakukan Dong Cheng dan Yang Feng, Li Yue secara diam-diam mengirim utusan kepada Li Jue dan Guo Si untuk menangkap kaisar. Tetapi rencana ini bocor, dan Dong Cheng serta YAng Feng mengaturnya sehingga hal ini bisa terhindar dan mereka secepatnya menuju jalan melewati Bukit Gu. Li Yue yang mengetahui hal ini, tanpa menunggu Guo Si dan Li Jue pergi untuk bertindak sendiri.

Ketika hari menjelang pagi, dan mereka telah melewati bukit Gu, suara teriakan tiba-tiba terdengar, "hentikan Kereta ! Li Jue dan Guo Si ada disini !"

Ini menakutkan sang Kaisar dan ketakutan jg melanda pasukan pengawalnya ketika mereka melihat seluruh bukit tiba-tiba nyala terang oleh obor.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 14


Pada Akhir Bab yang lalu diceritakan kedatangan Li Yue yang berteriak dan berpura-pura menjadi Li Jue untuk menangkap Kaisar.

Tetapi Yang Feng mengenali suara Li Yue dan berkata. "Itu cuman Li Yue !"

Dia memerintahkan Xu Huang untuk melawannya. dalam satu tebasan pengkhianat itu tewas dan pasukannnya tercerai berai.

Rombongan kekaisaran akhirnya berhasil selamat melintasi Bukit Gu. Disini gubernur He Nei, Zhang Yang, Memberikan mereka makanan dan kebutuhan yang lain dan mengawal kaisar ke Zhi Dai. Untuk bantuannya, Kaisar menganugerahkan Pangkat Jendral Pegawas bagi Zhang yang. Yang Feng memindahkan pasukannya ke timur Laut Luo Yang dan berkemah di Ye Wang.

Sekarang kaisar memasuki Kota Luo Yang. Didalam tembok semuanya telah musnah. Istana dan aula telah terbakar, jalanan dipenuhi dengan rumput dan akar2x liar dan juga puing2x bangunan. Istana Utama atapnya banyak yang holang dan temboknya rusak. Sebuah istana kecil langsung dibuat dan disana pejabat istana dan kaisar bersidang. Beridiri diudara terbuka diantara semak2x dan rumput. Nama pemerintahan diubah menjadi "MEMBANGUN KEDAMAIAN KEMBALI" (JIANG AN), Tahun pertama. (Sekitar tahun 196 M)

Tahun ini banyak wabah kelaparan, Penduduk Luo Yang walaupun telah berkurang hanya menjadi beberapa ratus keluarga saja, tetap tidak mendapatkan cukup makan dan mereka makan dengan mengerogoti batang kayu dan rerumputan serta akar2x tanaman untuk memuaskan rasa lapar mereka. Pejabat pemerintahan yang berpangkat tinggi keluar dari kota ke daerah lain untuk mencari makanan. Banyak orang yang meninggal karena kejatuhan batu dari tembok kota yang rusak atau pilar2x dari rumah yang telah terbakar. Belum pernah dalam jaman dinasti Han, kemalangan dan penderitaan seperti ini pernah terjadi.

Penjaga kekaisaran Yang Biao mengirimkan surat pada istana dan berkata, "Titah yang diperintahkan padaku beberapa waktu yang lalu belum benar-benar dapat terlaksana. Sekarang Cao-Cao sangat kuat di Gunung Shan Dong dan akan baik bila kita berkerja sama dengan dia sehingga dia dapat mendukung dinasti Han."

Kaisar berkata,"Tidak perlu mempermasalahkan masalah ini lagi. Kirim utusan segera !!"

Lalu titahpun dikirin dan utusan membawanya ke gunung Shan Dong. Sekarang ketika Cao-Cao telah mendengar bahwa pemerintahan telah kembali ke ibu kota Luo Yang, dia memanggil penasehatnya untuk berkonsultasi.

Xun Yu menjelaskan permasalahannya kepada Cao-Cao , "800 tahun yang lalu, Pangeran Wen dari Jin mendukung Raja Xiang di akhir dinasti Zhou. Dan semua tuan2x tanah mendukung Pangeran Wen. Pendiri Dinasti Han, Liu Bang memenangkan hati rakyat karena menggunakan pakaian berkabung bagi kaisar Yi dari Chu. Sekarang Kaisar Xian telah menjadi pelarian dijalanan yang berdebu. Untuk membantunya mengembalikan kekuasaanya sama seperti mendapatkan terima kasih dari langit. Tetapi kau harus bertindak cepat atau seseorang lain akan mengambilnya darimu !"

Cao-Cao mengerti dan segera menyiapkan pasukannnya untuk berangkat. Pada saat yang bersamaan utusan kaisar tiba membawa titah agar Cao-Cao segera menghadap.

Di Luo Yang segalanya sangat menyedihkan. Tembok telah runtuh dan tidak ada cara untuk membangunnya kembali, sementara kabar burung kedatangan Li Jue dan Guo Si membuat kota itu terus menerus diliputi kecemasan.

Kaisar yang takut berbicara pada Yang Feng, berkata, "Apa yang bisa kita lakukan ? Tidak ada jawaban dari timur Hua Shan dan musuh telah mendekat !"

Lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Kami, adalah menterimu dan akan melawan dan mati untukmu !"

Tetapi Dong Cheng berkata, "Pertahanan kita lemah dan kekuatan militer kita kecil, kita sulit untum mengharapkan kemenangan dan apa artinya kekalahan yang sdh pasti untuk diperjuangkan ? Aku melihat tidak ada pilihan yang lebih baik untuk pergi ke timur gunung hua shan.

Kaisar setuju dan perjalananpun dimulai tanpa persiapan apapun. Mereka membawa beberapa ekor kuda, pejabat istana harus berjalan kaki. Mereka melihat asap tebal dari debu2x berterbangan yang berarti ada tentara yang mendekat. Kaisar dan pengikutnya terdiam dan ketakutan. Lalu datanglah seorang berkuda, dia adalah utusan yang kembali dari timur gunung hua shan.

Dia berkuda kedepan kereta kuda kaisar dan bersujud serta berkata, "Jendral Cao-Cao seperti yang diperintahkan telah datang membawa seluruh kekuataan tentaranya dari timur hua shan, tetapi mendengar bahwa Li Jue dan Guo Si telah mendekati Ibu Kota, dia mengirim Xiahou Dun berserta 100.000 tentara untuk maju duluan. Xiahou Dun memimpin 10 jendral yang hebat dan 50.000 pasukan berkuda telah tiba, dan akan segera mengawal yang mulia.

Ketakutan langsung sirna dari benak kaisar. Dan Segera Xiahou Dun dan panglima lainnya datang. Xiahou Dun, Xu Chu dan Dian Wei segera turun dan bersujud pada kaisar. Lalu pasukan kaisar melihat ada pasukan yang datang lagi dari arah timur. dan dengan perintah kaisar, Xiahou Dun melihat pasukan itu dan ternyata itu adalah 50.000 pasukan infantri yang datang dari arah lain dipimpin oleh Cao Hong untuk menjemput kaisar.

Segera Cao Hong, Li Dian dan Yue Jing datang mendekat ke kereta kuda kaisar dan memperkenalkan diri mereka.

Cao Hong berkata, "Ketika saudaraku Cao-Cao, mendengar pasukan pemberontak mendekat, dia takut keselamatan kaisar terancam dan mengirimkan aku memimpin pasukannya untuk datang dari arah timur."

"Jendral Cao-Cao adalah pelayan yang setia dan dapat dipercaya !" kata Kaisar.

Perintah diberikan untuk maju, Cao Hong memipin kawalan dengan 10.000 tentara ditengah. tetapi tentara pemberontak mendekat dengan Cepat. Kaisar memerintahkan Xiahou Dun untuk melawan mereka. Xiahou Dun membagi dua pasukannya untuk melawan mereka. Xiahou Dun memipin pasukan kavaleri sedangkan pasukan infantri mengawal kaisar. 20.000 tentara dipimpin oleh Dian Wei memyerang dari kiri, 20.000 tentara dipimpin Xu Chu menyerang dari kanan dan 20.000 tentara di tengah dipimpin Xiao Hou Dun sendiri memecah belah musuh. Li Dian menjaga garis belakang dari rombongan kaisar dgn masing-masing 10.000 tentara dan Yue Jing memimpin pasukan mendahului rombongan kaisar dengan 10.000 tentara, sehingga kaisar dapat tenang dilindungi disegala arah.

Li Jue dan Guo Si membawa pasukan berkekuatan 170.000 pasukan. Mereka telah sampai di dekat kota Luo Yang dan mendengar kaisar telah pergi, mereka mengirim 40.000 pasukan berkuda mengejar rombongan kaisar. Ditengah jalan mereka dihadang pasukan Cao-Cao. Pertempuran berlangsung sengit dari pagi hingga petang, dan akhirnya pasukan Li Jue dan Guo Si berhasil dikalahkan dan harus mundur sejau 20 Km dari tempatnya semula. 10.000 pasukan pemberontak telah tewas dalam pertempuran itu. Karena hari telah menjelang malam maka Xiahou Dun mengusulkan pada kaisar untuk kembali ke Luo Yang.

Keesokan harinya Cao-Cao datang dengan tentara utamanya berkekuatan 250.000 pasukan dan dia berkemah didepan gerbang kota. Dia masuk kekota untuk menemui kaisar. Dia berlutut, tetapi kaisar langsung membangunkannya dan berterima kasih padanya.

Cao-Cao berkata, "Setelah menerima kebaikan dari negara, pelayanmu ini berhutang budi pada kekaisaran. Kejahatan yang dilakukan kedua pemberontak itu telah memenuhi langit tetapi aku membawa 200.000 tentara terbaikku untuk melawan mereka. Dan pasukanku dapat membuat yang mulia dan tahta dinasti aman. Keselamatan negara adalah masalah yang utama saat ini."

Gelar terhormat dianugerahkan pada Cao-Cao. Dia diangkat menjadi Jendral Besar pelindung Negara, Menteri Pertahanan dan diberikan Simbol militer.

kedua pemberontak Li Jue dan Guo Si ingin menyerang Cao-Cao ketika pasukan mereka masih kelelahan akibat perjalanan jauh.

Tetapi Jia Xu penasehat mereka berkata,"Tidak ada harapan untuk menang. Dia memiliki tentara kuat dan jendral pemberani. Menyerah mungkin akan memberikan kita amnesti."

Li Jue marah dan berkata, "Apakah kau mencoba untuk melemahkan semangat pasukan ?"

Dan dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan pada Jia Xu. Tetapi pejabat lainnya mencegah dan menyelamatkan penasehat itu. Pada malan yang sama Jia Xu pergi dari kemah dan pulang kedesanya.

Segera Pemberontak itu mengajak bertempur. Sebagai balasannya Cao-Cao mengirim Xu Chu, Cao Ren dan Dian Wei dengan 3000 pasukan berkuda. Ketiga pemimpin ini hanya menyerang sebentar lalu mundur dan seterusnya begitu berulang2x. Sementara Cao-Cao sedang menyusun formasi perang pasukannya yang besar.

Lalu Li Xian dan Li Bie, keponakan dari Li Jue menantang duel. Dari sisi Cao-Cao keluar Xu Chu yang menewaskan Li Xian. Li Bie yang karena sangat terkejut melihat hal itu langsung jatuh dan kuda dan mati. Xu Chu kembali dengan membawa 2 kepala.

ketika Xu Chu mempersembahkan kepala ke 2 orang itu kpd Cao-Cao, Dia menepuk bahu Xu Chu dan berkata, "Kau benar-benar Fan Kuai milikku !"

Berikutnya Formasi perang telah selesai dan Xiaohou Dun serta Cao hong memimpin kedua formasi sayap dan Cao-Cao ditengah, mereka maju dengan suara genderang perang mengiringi. Pemberontak bergerak mundur dan lansung lari. Tentara Cao-Cao mengejar dipimpin oleh Cao-Cao sendiri, Dengan pedang ditangan. Pembantaian itu berlangsung sampai malam hari. 10.000 pasukan musuh tewas dan banyak lagi yang terluka dan menyerah. Li Jue dan Guo Si pergi ke arah barat, Lari kepanikan seperti anjing yang kabur dari rumah yang roboh. Tidak punya tempat untuk berlindung, mereka pergi ke bukit dan sembunyi di balik semak2x.

Pasukan Cao-Cao kembali dan berkemah didekat ibu kota.

lalu Yang Feng dan Han Xian berkata, "Cao-Cao ini telah melakukan jasa besar dan dia orang dgn pasukan besar. Nanti tidak ada akan tempat buat kita."

lalu mereka mengirim pesan pada kaisar bahwa mereka ingin mengejar pemberontak dan dengan alasan ini mereka membawa pasukan mereka dan berkemah di Da Liang.

Suatu hari Kaisar Memanggil Cao-Cao. Utusan dikirim dan diterima Cao-Cao. Cao-Cao Melihat bahwa utusan ini berbeda dan tidak dapat mengerti kenapa orang lain tampak kelaparan tetapi dia sehat2x saja.

Cao-Cao bertanya, "Kau tampak sehat2x saja pak. Bagaimana kau mengaturnya ?"

"Hanya ini: Aku telah hidup miskin selama 30 tahun."

Cao-Cao bertanya, "Jabatan apa yang pernah kau pegang ?"

"Aku diangkat karena kejujuranku dan kesetiaanku. Aku pernah mengabdi pada Yuan Shao da Zhang Yang tetapi kembali kesini ketika kaisar pulang. Sekarang aku adalah salah seorang sekertarisnya. Aku berasal dari Ding Tao dan namaku adalah Dong Zhao."

Cao-Cao Berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Aku telah mendengar tentangmu, betapa senangnya aku dapat bertemu denganmu."

Arak dibawa kedalam tenda dan Xun Yu dipanggil dan diperkenalkan. Ketika mereka sedang berbincang, datang seorang prajurit mengatakan ada kelompok yang bergerak ke arah timur. Cao-Cao memerintahkan untuk mencari tahu siapakan orang-orang itu, Tetapi Dong Zhao langsung tahu saat itu juga.

"Mereka adalah mantan pemipin yang pemberontak. Yang Feng dan Han Xian. Mereka Lari karena kedatanganmu."

"Apakah mereka tidak mempercayaiku ?" tanya Cao-Cao.

"Mereka tidak layak untuk kau perhatikan, tenangkan dirumu Tuan."

"Bagaimana dgn Li Jue dan Guo Si ? " Tanya Cao-Cao.

"Harimau tanpa Cakar dan Burung tanpat sayap-- mereka tidak akan pergi jauh. Mereka tidak berharga untuk dipikirkan."

Cao-Cao melihat bahwa dia dan tamunya ini banyak persamaan, lalu dia mulai membicarakan urusan negara.

Kata Dong Zhao, "Kau, Tuan, Dengan tentaramu dapat menghancurkan pemberontakan dan menjadi tulang punggung kekaisaran, sebuah pencapaian yang sama seperti ke 5 pelindung negara dimasa lalu. Tetapi para pejabat akan melihatnya lain dan tidak semuanya akan mendukungmu. Aku pikir akan tidak bijaksana jika kau tetap berada disini, Dan aku mengusulkan memindahkan ibu kota ke Xu Chang. Tetapi, Harus diingat bahwa berita mengenai restorasi ibu kota di Luo Yang telah diumumkan dan banyak orang yang datang berharap dapat hidup tenang dan aman. Perpindahan lagi akan membuat banyak orang tidak senang. Walaupun begitu, untuk melakukan suatu yang besar memang dibutuhkan suatu pengorbanan yang besar pula. Ini adalah terserahmu untuk menentukan."

"Sama seperti pikiranku !" Kata Cao-Cao,"tetapi Apakah tidak ada bahaya ? Yang Feng di Da Liang dan Pejabat istana !"

"Itu mudah diatur. Tulislah surat ke Yang Feng dan tenangkan pikirannya. Lalu katakan kepada pejabat negara bahwa tidak ada makanan di Luo Yang ini dan karena itu kau akan pergi ke tempat lain dimana ada makanan dan ditempat itu tidak ada bahaya kekurangan apapun. Ketika mereka mendengar ini, mereka akan setuju."

Cao-Cao Sekarang harus memutuskan dan setelah tamunya berpamitan. Cao-Cao dan penasehatnya diam-diam membicarakan perpindahan Ibu Kota.

Sekarang Penasehat Istana Wang Li, yng juga ahli perbintangan, berkata pada Liu Cai, Penulis sejarah istana, "Aku telah mempelajari bintang. Sejang musim semi Venus telah mendekati bintang pelindung dan pengembala sapi (Note yang dimaksud Ursa Major dan Vega) melewati sungai khayangan. Mars telah mengalami konjungsi dengan venus di gerbang langit, sehingga Metal (Venus) dan Api (MARS) menjadi satu. Oleh sebab itu pasti akan ada pemimpin baru. Aura dari dinasti Han telah habis dan Jin Dan wei akan bangkit.

Sebuah surat rahasia dikirimkan pada kaisar berkata, "Mandat Langit telah menunjukan jalannya. Dan 5 elemen, METAL, KAYU, AIR, API dan TANAH--telah berubah proporsinya. Tanah menyeran Api adalah Wei Menyerang Han dan pengganti dinasti Han adalah Wei."

Cao-Cao mendengar hal ini dan dia mengirim orang kepada ahli bintang itu dan berkata, "Kesetiaanmu tidak diragukan lagi, tetapi jalan langit adalah sulit diterka. Sedikit yang kau katakan akan lebih baik."

Lalu Cao-Cao mendiskusikan masalah ini pada Xun Yu.

Penasehatnya berkata, "Kebajikan Han adalah Api, Elemenmu adalah tanah. Xu Chang berada dalam lindungan elemen tanah dan keberuntunganmu bergantung dgn tempat itu. Api dapat mengatasi tanah dan tanah dapat menguatkan kayu. Dong Zhao dan Wang Li setuju, dan kau hanya perlu menunggu saja."

Akhirnya Cao-Cao memastikan keputusannya.

Keesokan harinya didepang sidang dia berkata, "Luo Yang sudah hancur dan tidak dapat dibangun kembali dan juga tidak dapat menghasilkan makanan. Xu Chang adalah kota yang mulia, penuh sumber daya alam dan dekat ke Lu Yang tempat lumbung beras terbesar. Itu adalah sebuah tempat yang cocok menjadi Ibu Kota. Aku berharap istana dipindah secepatnya."

Kaisar tidak berani membantah dan para pejabat terlalu bingung untuk berpendapat. Akhirnya mereka memilih hari untuk berangkat. Cao-Cao sebagai komandan rombongan itu dan semua pejabat mengikuti. Ketika sampai disuatu tempat, tiba-tiba bunyi genderang perang bertabuhan.

Lalu Yang Feng dan Han Xian muncul dan menghalangi jalan. Didepan Berdiri Xu Huang yang berteriak, "Cao-Cao menbawa pergi Kaisar !"

Cao-Cao Melihat orang itu. Dia tampaknya orang hebat dan dalam hatinya Cao-Cao mengngaguminya. Cao-Cao memerintahkan Xu Chu untuk melawan Xu Huang. Pertempuran itu berlangsung 50 jurus dan tidak ada yang menang. Cao-Cao memerintahkan pasukannya mundur.

Didalam kemah dia berkumpul dengan bawahannya. "Kedua pemberontak itu tidak perlu dibahas, Tetapi Xu Huang adalah jendral yang hebat dan aku tidak ingin menggunakan kekuatan besar melawannya. aku Ingin dia berkerja untukku."

Lalu majulah Man Chong, berkata,"Jgn buat hal itu menkhawatirkan mu tuanku. Aku akan berbicara padanya. Aku akan menyamar menjadi pasukannya malam ini dan aku akan membuat dia berkerja untuk kita."

Malam Itu man chong, menyamar dan pergi ke kemah musuh lalu dia berjalan ketenda Xu Huang yang sedang duduk dekat lilin. Xu Huang masih mengenakan baju perangnya.

Tiba-tiba Man Chong kehadapannya dan memberi hormat, "Kau baik2x saja sejak kita berpisah, kawan lama ?"

Xu Huang terkejut dan memandang wajah orang yg berbicara itu dan dia berkata, "Apa !! Kau Man Chong dari Shan Yang ? Apa yang kau lakukan disini ?"

"Aku adalah bawahan Cao-Cao. Melihat teman lamaku di pasukan musuh. Aku menginginkan berbincang2x denganmu. Lalu aku mengambil resiko mengendap-endap malam ini dan disinilah aku."

Xu Huang meminta Man Chong duduk.

Lalu berkatalah Man Chong, "Hanya ada sedikit orang pemberani didunia ini. Kenapa kau melayani orang seperti tuanmu sekarang ? Tuanku adalah orang yang paling hebat didunia, seorang pria yang menyukai orang bijak dan menghargai prajurit seperti yang semua orang tahu. Keberanianmu hari ini telah memenangkan seluruh kekagumannya dan dia mengatur agar serangan tidak membabi buta sehingga tidak melukaimu. Sekarang dia mengirimku untuk mengundangmu mengikutinya. Apakah kau mau meninggalkan kegelapan menuju terang dan membantu dia dalam tugas besarnya ?"

Xu Huang duduk berpikir cukup lama mengenai tawaran ini.

Lalu dia berkata sambil menghela napas, "Aku tahu tuanku akan gagal, tetapi aku telah mengikuti mereka cukup lama dan tidak begitu nyaman meninggalkan mereka."

tetapi kau tahu bahwa burung yang bijak memilih pohonnya sendiri dan pelayan yang bijak memiih tuannya. Ketika seseorang bertemu dng tuan yang sesuai dan mebiarkannya, orang itu sungguh ceroboh."

"Aku bersedia melakkukan apa yang kau katakan" Kata Xu Huang sambil berdiri.

"Kenapa kau tidak membunuh kedua tuanmu itu sebagai hadiah perkenalan ?" Kata Man Chong.

"Adalah sangat salah bagi pelayan untuk membunuh tuannya, Aku tidak akan membunuh mereka."

"Benar, Kau adalah orang baik."

Lalu Xu Huang dengan hanya membawa beberapa orang berkuda yang merupakan orang-orangnya, pergi malan itu dan berpindah ke Cao-Cao. Lalu segera, seseorang membawa berita ini ke Yang Feng yang memerintahkan 1000 orang berkuda untuk keluar dan menangkap Xu Huang.

ketika mereka mendekat, Yang Feng berteriak, "Pengkhianat ! berhenti kau !"

Tetapi Yang Feng masuk dalam perangkap. Tiba-tiba dari sisi gunung obor2x bernyalaan dan munculah pasukan Cao-Cao, Cao-Cao sendiri berada disana.

"Aku telah menantimu cukup lama, jgn lari kau pemberontak!" teriak Cao-Cao.

Yang Fei langsung terkejut dan ingin kabur, tetapi segera terkepung. Han Xian datang menolong. Yang Feng akhirnya berhasil melarikan diri sementar Cao-Cao tetap menyerang pasukan mereka. Banyak pasukan pemberontak yang menyerah dan pemimpin mereka menemukan terlalu sedikit orang yang tersisa sehingga mereka pergi berlindung pada Yuan Shu.

Ketika Cao-Cao kembali kekemah, Dia menerima dengan baik para pasukan yang menyerah. Lalu keesokan paginya. Rombongan berangkat lagi menuju Xu Chang. Dan akhirnya mereka samapi ke Xu Chang, dan mereka membuat istana dan aula, kui leluhur dan altar, teras istana dan kantor pejabat. Tembok diperbaiki dan diperkuat, rumah penyimpanan dibangun dan semua ditata dengan baik.

Lalu datanglah hadiah bagi pengikut Cao-Cao dan orang-orang yang membantunya.
Dong Cheng dan 13 orang lainnya diankat menjadi Penguasa daerah. Semua jasa mendapat balasannya dan yang bersalah mendapat hukumannya. Semua sesuai dengan kehendak Cao-Cao.

Cao-Cao mengangkat dirinya sendiri menjadi perdana menteri, Kepala Panglima, Penguasa dari Wu Ping. Xun Yu diangkat menjadi penasehat kekaisaran dan Kepala sekertariat kekaisaran. Xun You diangkat menjadi Menteri perang, Guo Jia diangkat menjadi Menteri agama, Liu Ye menjadi menteri perkerjaan umum, Mao Jie menjadi menteri pertanian dan berdua dgn Ren Jun, mereka melakukan pengawasan atas sawah2x dan lumbung2x padi. Cheng Yu diberi gelar Penguasa dari Dong Ping, Dong Zhou kepada pengadilan Luo Yang, Man Chong, kepala Pengadilan Xu Chang. Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Cao Ren, Cao Hong, Lu Qian, Li Dian, Yue Jing, Yu Jin dan Xu Huang diangkat menjadi jendral kekaisaran. Xu Cu dan Dian Wei diangkat menjadi Komandan penjang ibu kota. Semua jasa mendapatkan balasannya.

Cao-Cao sekarang menjadi satu-satunya orang berkuasa dipemerintahan. Semua urusan pemerintahan dia yang mengaturnya. Semua surat dan pesan ditujukan padanya dan kemudian dia merangkumnya untuk kaisar.

Ketika masalah negara sudah diaturnya, Cao-Cao mengadakan pesta besar dengan para pengikutnya dan penasehatnya di kediamannya dan masalah diluar ibukota adalah masalah utaman.

Lalu Cao-Cao berkata, "Liu Bei mempunyai pasukannya di Xu Zhou dan dia mengatur administrasi daerah itu. Lu Bu kabur kepada Liu Bei ketika dikalahkan dan Liu Bei memberikan Lu Bu kota Xiao Pen untuk ditempati. Jika mereka berdua bergabung untuk menyerang, posisiku pasti akan berada dalam kondisi serius. Apa tindakan yang harus kita lakukan ?"

Lalu bankitlah Xu Chu dan berkata, "Berikan aku 50.000 pasukan terlatih dan aku akan membawakan tuan perdana mentri kedua kepala mereka !"

Xun Yu berkata, "Jendral, Kau pemberani, tetapi kita harus mempertimbangkan keadaan. Kita tidak dapat tiba-tiba mengadakan perang karena ibu kota baru saja dipindahkan. Tetapi, ada taktik yang dapat kita jalankan, taktik itu disebut "HARIMAU BERTARUNG UNTUK SATU BURUAN". Liu Bei tidak mempunyai titah yang memberinya kekuasaan untuk memimpin daerah itu, Dan tuan perdana menteri dapat memberinya titah itu dan dengan pesan untuk mengenyahkan Lu BU. Jika dia lakukan, makan dia akan kehilangan Pendekar Tangguh disisinya, dan kita dapat menghadapinya dgn lebih mudah. Jika dia gagal, maka Lu bu akan balik menghabisinya. Jika dia tidak mau melakukannya maka kita mempunyai alasan untuk menghukumnya, ini lah taktik itu. Apapun yang dilakukan mereka akan saling menggigit, hanya dibutuhkan umpan yang tepat."

Cao-Cao setuju dengan usul ini. Lalu dia membuat titah untuk memformalisasikan pengangkatan yang dia kirimkan pada Liu Bei. Liu Bei diberi gelar Jendral Yang menaklukan timur dan Penguasa dari Yi Cheng serta Penjaga kekaisaran daerah Xu Zhou. Dan juga sebuah surat rahasia.

Di Xu Zhou ketika Liu Bei mendengar pergantian ibu kota. Dia telah menyiapkan ucapan selamat. Dan datanglah utusan kekaisaran dan menemuinya. Kemudian setelah menerima titah, Sebuah perjamuan disiapkan untuk utusan itu.

Utusan itu berkata, "Titah ini dibuat perdana menteri Cao-Cao untukmu."

Liu Bei berterima kasih. Lalu utusan itu menyerahkan surat rahasia.

setelah membacanya, Liu Bei berkata, "Masalah ini dapat dgn mudah diatur."

Perjamuan berakhir dan utusan itu pergi ke penginapannya untuk beristirahat. Liu Bei sebelum istirahat memanggil penasehatnya untuk mendiskusikan surat itu.

"Tidak perlu ada perdebatan untuk membunuh Lu Bu," Kata Zhang Fei, "Lu Bu adalah manusia yang jahat dan kejam."

"Tetapi dia datang padaku untuk meminta perlindungan karena dia lemah. Bagaimana aku dapat membunuhnya ? Ini adalah sebuah perbuatan yang salah" kata Liu Bei.

"Jika dia adalah orang yang baik maka itu aka sulit" Jawab Zhang Fei.

Liu Bei tidak membantahnya lagi. Tetapi tetap tidak dapat memutuskan.

Keseokan harinya, ketika Lu bu datang untuk memberi selamat, dia diterima seperti biasanya. Dia berkata, "Aku datang untuk memberikan selamat padamu."

Liu Bei berterima kasih padanya. Tetapi kemudian dia melihat Zhang Fei yang mengeluarkan pedangnya dan masuk kedalam ruangan untuk membunuh Lu Bu. Liu Bei langsung mencegahnya.

Lu Bu terkejut dan berkata, "Kenapa kau ingin membunuhku, Zhang Fei? "

"Cao-Cao berkata kau adalah binatang dan menyuruh kakakku untuk membunuhmu" Teriak Zhang Fei.

Liu Bei berteriak lagi dan lagi menyuruh Zhang Fei keluar dan memerintahkan agar tidak boleh ada yang memberinya arak selama 10 hari. Lalu dia membawa Lu Bu masuk ruangan pribadinya. Lalu dia menceritakan kepada Lu Bu seluruh kejadian dan memperlihatkan surat rahasia Cao-Cao.

Lu Bu menangis setelah membacanya, "Ini adalah rencana yang dirancang untuk menuai permusuhan diantara kita."

"Jangan takut, Saudara Tuaku." Kata Liu Bei, "Aku tidak akan melakukan tindakan tidak bermoral ini."

Lu Bu lagi dan lagi sangat berterima kasih. mereka tetap berbincang2x dan meminum arak sampai malam. Akhirnya Lu Bu berpamitan.

Tanya Guan Yu dan Zhang Fei kepada Liu Bei, "kenapa tidak membunuhnya ?"

Liu Bei berkatam "Karena Cao-Cao takut pada Lu Bu dan aku akan menyerangnya, dia mencoba untuk memisahkan kami dan akhirnya menerkam kami berdua nantinya. Apakah ada alasan lain memangnya ?"

Guan Yu terdiam, tetapi Zhang Fei berkata, "Aku ingin menyingkirkannya, jika tidak dia pasti akan membuat masalah untuk kita."

"Itu bukanlan apa yang orang mulia harus lakukan." Kata Liu Bei.

Segera utusan itu kembali ke ibu kota dengan balasan dari Liu Bei. Surat itu hanya bilang bahwa instruksi perdana menteri perlu waktu untuk dipersiapkan dan dijalankan. Tetapi utusan itu menceritakan pada Cao-Cao bagaimana Liu Bei bersikap baik pada Lu BU.

Lalu Cao-Cao berkata, "Rencana kita gagal, apa selanjutnya ?"

Xun Yu berkata, "Aku punya taktik lain bernama "Harimau dan serigala", Dimana harimau dilepaskan untuk menghabisi serigala."

"Mari kita dengar rencanamu itu" Kata Cao-Cao.

"Kirim utusan ke Yuan Shu yang mengatakan bahwa Liu Bei telah mengirimkan surat rahasia ke istana bahwa dia ingin menguasai daerah selatan sungai Huai. Yuan Shu akan marah dan menyerangnya. Lalu kau bisa perintahkan Liu Bei untuk menyerang Yuan Shu dan ini akan menyebabkan mereka berdua saling menghancurkan. Lu Bu akan berpikir ini adalah kesempatanya untuk berkhianat. Ini adalah taktik, 'Harimau dan Serigala' "

Cao-Cao berpikir bahwa ini adalah rencana yabg baik dan mengirim titah kepada Liu Bei. Ketika titah ini tiba, utusan itu diterima dengan suatu upacara dan titah itu memerintahkan untuk menangkap Yuan Shu. Setelah utusan itu pergi. Liu Bei memanggil Mi Zhu yang mengatakan bahwa itu adalah suatu siasat.

"Mungkin Saja itu sebuah siasat" Kata Liu Bei, "Tetapi titah kaisar tidak dapat dilanggar.".

Pasukan disiapkan keesokan harinya.

Sun Qian berkata, "Seorang yang terpercaya harus disiapkan menjaga kota."

dan Liu Bei bertanya pada kedua adiknya siapa yang mau menjaga kota.

"aku akan menjaganya." Kata Guan Yu.

"Aku selalu membutuhkan saranmu, bagaimana kita dapat berpisah" Kata Liu Bei.

"Aku akan menjaga kota" Kata Zhang Fei.

"Kau akan gagal" Kata Liu Bei, "Kau terlalu sering minum arak2x dan ketika mabuk kau akan menjadi buas dan memukuli prajurit. Selain itu kau sangat terburu-buru dan tidak mendengarkan saran siapapun. Aku akan menjadi tidak tenang setiap saat."

"Mulai hari ini aku tidak akan minum arak lagi, tidak akan memukuli pasukan lagi dan aku akan selalu mendengar saran."Kata Zhang Fei.

"Aku khawatir mulut tidak sinkron dengan hati." Kata Mi Zhu.

"Aku telah megikuti kakakku bertahun-tahun dan tidak pernah melanggar janju. Kenapa kau meragukanku ? " Kata Zhang Fei.

Liu Bei berkata, "Walaupun kau katakan ini, Aku tidak merasa puas. Aku akan memerintahkan penasehat Chen Deng untuk membantumu dan menjagamu tetap waspada. Dan kau tidak akan membuat kesalahan."

Chen Deng menerima tugas itu dan perintah diberikan. Pasukan dengan kekuatan 30.000 prajurit, berkuda dan infantri meninggalkan Xu Zhou dan menuju Nan Yang.

Ketika Yuan Shu mendengar bahwa ada surat yang dikirim Liu Bei meminta agar diijinkan menguasai wilayah selatan sungai, dia langsung marah dan dia membawa pasukannya keluar dan memaki Liu Bei.

"Kau Penjual Sepatu dan penganyam jerami ! Kau telah cukup pintar dan mendapatkan daerah yang besar dan menyikut sana sini sehingga mendapatkan gelar bangsawan. Aku sedang akan menyerangmu dan tidak disangka sekarang kau datang untuk menyerahkan nyawamu !"

Lalu Yuan Shu memerintahkan agar pasukannya disiapkan. Sebanyak 100.000 prajurit dibawah komando Ji Ling diperintahkan untuk menyerang Xu Zhou. Kedua pasukan bertemu di Xu Yi, dimana Liu Bei berkemah didataran dengan bukit dibelakang dan sungai disampingnya.

Ji Ling berasal dari sebelah timur gunung Hua Shan. Dia menggunakan pedang bermata 3 .

Setelah dia membuat kemah, dia keluar dan mulai menghina musuhnya sambil berteriak, "Liu Bei kau penjual sendal, berani benar kau menyerang daerah ini ?"

"Aku punya titah yang memerintahkan aku untuk menangkap Gubernur Yuan Shu. Jika kau melawan, kau juga akan dihukum." Jawab Liu Bei.

Ji Ling yang marah langsung berkuda dan mengangkat senjatanya.

Tetapi Guan Yu berteriak, "Manusi bodoh, kau mau mati !!!"

dan Guan Yu maju untuk menghadapinya. Kedua bertarung dan setelah 30 jurus tidak ada yang menang. Lalu Ji Ling kembali untuk beristirahat. Dan Guan Yu pun melakukan hal yang sama dan menunggu Ji Ling kembali.

Ketika saatnya untun bertarung kembali, Ji Ling mengirim salah satu jendralnya Xun Zheng untuk mengantikan tempatnya.

Tetapi ketika bertemu Guan Yu, Guan Yu berkata, "Bilang pada Ji Ling untuk keluar, aku harus menyelesaikan urusan dgnnya dan membuktikan siapa yang harimau dan siapa yang seekor rusa."

"Kau, Seorang tak dikenal dan tidak berharga untuk bertarung dengan panglima kami !" kata Xun Zheng.

Jawaban ini membuat guan yu marah, Dan langsung membuat satu serangan saja pada Xun Zheng dan langsung menjatuhkannya ketanah. Liu Bei langsung memerintahkan prajuritnya maju menyerang dan pasukan Ji Ling yang melihat kehebatan Guan Yu langsung gentar dan mundur.

Di Xu Zhou, setelah Liu Bei pergim Zhang Fei menempatkan orang-orangnya dan pembantunya Chen Deng untuk mengurusi masalah adminstrasi daerah itu, dan dia hanya mengurusi masalah militer. Setelah memikirkan hal2x ini dia mengadakan pesta untuk semua petugas militer.

Ketika mereka semua duduk dia membuat pidato, "Sebelum kakakku pergi, Dia memintaku untuk tidak meminum arak dan takut terjadi kecelakaan. Sekarang Kalian boleh minum sepuasnya dan mulai esko arak dilarang, Kita harus menjaga agar kota aman. Jadi silakan minum ."

dan dengan ini dia dan seluruh tamunya berdiri untuk minum bersama.

Pembawa arak datang dan Cao Bao menolak untuk minum, berkata, "Aku tidak minum arak karena agama melarangku."

"APA !!! Seorang pria tidak bisa minum arak!" Kata Zhang Fei. "Aku ingin kau minum satu cangkir saja."

Cao Bao takut menghina, lalu dia minum.

Sekarang Zhang Fei minum satu gentong penuh. Akhirnya dia mabuk. Tetapi dia ingin minum lagi dan menyuruh tamunya minum satu cangkir lagi. Dan Cao Bao menolaknya.

"Kau telah meminumnya tadi, dan sekarang mengapa kau menolaknya."

Zhang Fei memaksanya dan Cao Bao tetap menolak.

Lalu Zhang Fei dalam keadaan mabuknya berkata, "Jika Kau menolak menjalankan perintah jendralmu, kau akan di hukum 100 kali pukulan !"

Dan dia memanggil pengawalnya.

Disini Chen Deng mencegah dan berkata, "Apakah kau ingat mengenai larangan kakakmu sebelum dia pergi ?"

"Kau orang sipil, uruslah masalah sipil dan tinggalkan kami sendiri." Kata Zhang Fei.

Satu-satunya jalan untuk lolos adalah meminta Remisi dan Cao Bai malakukan itu dan berkata, "Tuan, maukah kau memandang menantuku sehingga kau memaafkanku."

"Siapakah menantumu ?"

"Lu BU" Jwb Cao Bao.

"Aku tidak bermaksud menghajarmu sebetulnya tetapi jika kau berpikir aku takut pada Lu Bum aku akan menghajarmu seperti aku menghajarnya !" Kata Zhang Fei.

Tamu-tamu yang lainnya memohong agar Cao Bao dilepaskan tetapi Zhang Fei yang telah mabuk berat tidak mendengarkan dan Cao Bao menerima 50 pukulan yang di lakukan oleh Zhang Fei sendiri. Dan hanya karena Zhang Fei sudah sangat mabuknya sehingga dia sudah tidak bisa lagi memukul maka hukuman Cao Bao dikurangi.

Perjamuan itu berakhir dan Cao Bao yang dihakar Zhang Fei pergi dengan kemarahan. Malam itu dia mengirim surat ke Xiao Pei menceritakan penghinaan ini. dan didalam surat dia menceritakan bahwa Liu Bei sedang pergi dan mengusulkan agar serangan tiba-tiba dilakukan malam ini ketika Zhang Fei Sedang mabuk berat dan tertidur. Lu Bu segera memanggil Chen Gong dan berdiskusi.

"Xiao Pei hanyalah tempat sementara." Kata Chen Gong, "Jika kau dapat merebut Xu Zhou, itu adalah sebuah kesempatan yang baik."

Lu Bu dengan segera bersiap dan secepatnya dia membawa 5000 pasukan berkuda dan memeritnahkan Chen Gong dan Gao Shun mengikutinya dgn membawa 20.000 pasukan utama

Xiao Pen hanyalah berjarak 15 Km jauhnya dari Xu Zhou. Lu Bu telah berada di bawah tembok kota, malam itu bulan bersinar terang dan tidak ada penjaga yang melihatnya.

Lu Bu mendekat dan berteriak ,"Perintah Rahasia dari Liu Bei tiba !"

Penjaga tembok adalah orang-orang Cao Bao dan mereka memberitahu padanya. Cao Bao datang dan ketika melihat siapakah yang disana, dia langsung menyuruh membuka gerbang. Lu Bu memberikan signal rahasia dan pasukannya masuk sambil berteriak.

Zhang Fei yg didalam ruangannya tertidur langsung dibangunkan pengawalnya dan berkata bahwa musuh telam memasuki kota.

Mereka berkata, "Lu Bu telah masuk kota dan berperang didalam !"

Zhang Fei segera memakai pakaian perangnya dan mengambil senjatanya serta naik kekuda. Tetapi karena dia masih dalam keadaan mabuk maka kemampuan perangnya tidak maksimal. Lu Bu yang mengetahui hal ini tidak menyerangnya dengan sekuat tenaga dan Zhang Fei dibiarkan lolos dan kabur dengan 18 pengawal dari Yan, dia kabur ke gerbang timur dan pergi. Meninggalkan keluarga Liu bei dan mnyerahkan mereka pada nasib.

Cao Bao melihat Zhang Fei hanya membawa pasukan kecil dan masih 1/2 mabuk, datang mengejar. Zhang Fei yang melihat siapa yang mengejar menjadi sangat marah. Dia memacu kudanya kepada Cao Bao dan memukul mundur. Dia mengikuti Cao Bao keparit dan melukainya dipunggunya. Kuda Cao Bao yang ketakutan akibat teriakan Zhang Fei membawa tuannya ke dalam Parti dan dia mati tenggelam.

Diluar tembok kotanya Zhang Fei mengumpulkan pasukan dan mereka berkuda kearah selatan.

Lu Bu setelah mengjutkan kota langsung mengendalikan keadaan. Dia menempatkan penjaga di kediaman Liu Bei dan tidak boleh seorangpun menganggu mereka.

Zhang Fei dan beberapa pengikutnya pergi ke kemah kakaknya dia XuYi dan menceritakan kisahnya. Semua langsung gelisah.

"Keberhasilan tidak patutu dirayakan dan kekalah tidak patut disesali." Kata Liu Bei sambil menghela napas dan berusaha menenangkan Zhang Fei yang menangis menyesal.

"Dimana Keluarga Kakak kita ?" Tanya Guan Yu.

"Mereka kutinggal didalam kota dan aku tidak tahu bagaimana keadaanya." Jawab Zhang Fei yang tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat Guan Yu.

Liu Bei hanya dapat tertunduk lesu dan diam, dari matanya terlihat bahwa dia sedih dan khawatir.

Guan Yu yang berusaha untuk tidak marah dan menghajar Zhang Fei, berkata, "Apa yang kau katakan ketika kau berjanji menjaga kota. Apa perintah yang kakak berikan untukmu ? Sekarang kota telah hilang dan begitu juga dengan kakak ipar dan yang lainnya. Apakah kamu puas sekarang ?"

Zhang Fei yang diliputi rasa penyesalan yang sangat, hanya bisa berlutut dan menangis didepan Guan Yu dan Liu Bei. Dia mengambil pedang untuk membunuh dirinya sendiri.
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 15


Pada Akhir bab yang lalu dikatakan bahwa Zhang Fei akan mengakhiri hidupnya dengan pedang di Xu Yi.

Tetapi Liu Bei langsung mengambil pedang itu dan membuangnya ke tanah dan langsung menyuruh adiknya yang sedang menangis penuh penyesalan itu berdiri dan langsung memegang tangannya.

Liu Bei berkata, "Pepatah mengatakan :'Saudara ada seperti tangan dan kaki, Istri dan anak adalah seperti pakaian. Kau dapat menjahit pakaian yang robek, tetapi bagaimana memasang tangan dan kaki ?' , Kita bertiga telah bersumpah sebagai saudara. Walaupun tidak dilahirkan pada hari yang sama tetapi bersedia mati pada hari yang sama. Kota telah hilang, Istri dan anakku tidak tahu bagaimana nasibnya, tetapi aku tidak mau salah satu dari kita ada yg mati dan meninggalkan semua rencana kita. Lagipula, Xu Zhou bukanlah milik kita dan Lu Bu tidak akan melukai keluargaku tapi dia akan menjaganya. Kau membuat kesalahan, Adikku, tetapi apakah itu sepadan dengan nyawamu ?"

Dan Liu Bei pun menangis. Mereka bertiga akhirnya menangis bersama dan orang-orang disana tergerak oleh kejadian ini dan ikut terharu.

Segera berita mengenai keberhasilan Lu bu mengambil Daerah Xu Zhou terdengar oleh Yuan Shu. Yuan Shu mengirim pesan yang isinya akan memberikan hadiah untuk membujuk Lu Bu jika melakukan serangan bersama kepada Liu Bei. Hadiah itu berupa 50.000 peti beras, 500 kuda, 10.000 ons emas dan perak dan 1000 roll sutra.

Lu Bu memakan umpan itu dan memerintahkan Gao Shun memimpin 50.000 pasukan. Tetapi ketika Liu Bei mendengar tentang penyerangan itu, Dia membuat alasan untuk memindahkan pasukannya karena alasan cuaca untuk memindahkan pasukannya dari XuYi ke GuangLing sebelum pasukan penyerang datang.

Gao Shun kemudian meminta hadiah seperti yang dijanjikan, melalu Ji Ling dia menyatakan permohonannya, Ji Ling berkata, "Tuanku sedang pergi, Aku akan menyelesaikan masalah ini setelah aku bertemu dengannya."

dengan jawaban ini Gao Shun kembali pada Lu Bu yang tidak dapat memutuskan apa yang harus dilakukan.

Lalu Datang surat dari Yuan Shu.

"Walaupun Gao Shun telah menyerang Liu Bei, tetapi Liu Bei tidak berhasil ditangkap dan karena itu tidak ada hadiah yang akan diberikan sampai dia benar-benar tertangkap."

Lu Bu marah kepada apa yg dia sebut melanggar janji dan ingin menyerang Yuan Shu dengan pasukannya.

Chen Gong menasehatinya dan berkata, "Jgn kau lakukan itu, Yuan Shu menguasai ShouChun dan mempunyai pasukan besar, dengan persediaan cukup. Kau bukanlah lawannya. Lebih baik minta Liu Bei untuk berdiam di Xiao Pei sebagai salah satu sayapmu dan ketika waktunya tiba, minta dia memimpin penyerangan, ke utara dan selatan. Lalu Yuan Shu dan Yuan Shao akan jatuh dihadapanmu dan kau bisa menjadi sangat kuat."

Melihat usul ini bagus, Lu Bu mengirim surat dan memintanya kembali.

Setelah Liu Bei pergi, Yuan Shu menyeang GuangLing dan mengurangi pasukan Liu Bei menjadi 1/2nya. Ketika Utusan dari Lu Bu tiba, Liu Bei membaca suratnya. Dia cukup senang dengan isi suratnya, tetapi saudaranya tidak mempercayai niat Lu Bu.

"Seorang yang tidak memiliki kehormatan, pasti mempunyai motivasi lain." Kata Guan Yu dan Zhang Fei.

"Karena dia memperlakukan aku dengan baik, aku tidak bisa tidak mempercayainya." Jawab Liu Bei.

Lalu Liu Bei kembali ke Xu Zhou, Lu Bu takut bahwa Liu Bei tidak mempercayainya, mengembalikan keluarga Liu Bei. Dan ketika Lady Gan dan Lady Mi melihat suaminya itu, mereka mengatakan bahwa mereka telah diperlakukan dengan baik dan dijaga oleh pengawal sehingga terhindar dari bahaya dan perbekalan serta apapun selalu diberikan dan tidak kekurangan."

"Aku tahu dia tidak akan menyakiti keluargaku." Kata Liu Bei kepada Guan Yu dan Zhang Fei.

Zhang Fei yg tidak senang tidak mau menemai Liu Bei dan Guan Yu masuk kedalam kota, Liu Bei dan Guan Yu masuk kedalam kota untuk berterima kasih Pada Lu Bu dan Zhang Fei mengawal kedua kakak ipar mereka ke Xiao Pei.

Dalam pembicaraan Lu Bu berkata, "Aku tidak berharap untuk mengambil kota ini, tetapi adikmu telah bersikap sangat buruk, mabuk dan memukuli tentara dan aku datang untuk menjaganya karena khawatir hal yang buruk akan terjadi."

"Tetapi aku telah lama ingin memyerahkannya padamu" Kata Liu Bei.

Lu Bu lalu meminta Liu Bei mengambil kembali daerah itu dan Liu bei selalu menolaknya. Liu Bei berpamitan dan kembali ke Xiao Pei, tetapi kedua saudaranya itu tidak mau menyudahi masalah ini dan bersikap tidak senang.

Kata Liu Bei,"Orang harus bisa mengerti takdirnya. Ini adalah kehendak langit dan kita tidak dapat melawannya."

Lu Bu menghadiahkan makanan dan brg2x lainnya dan dia berdamai dengan Liu Bei.

Di ShouChun, Yuan Shu menyiapkan perjamuan untuk pasukannya yang berhasil mengalahkan Lu Gang, Gubernur di Lu Jiang. Yuan Shu memanggil panglimanya itu dan dia adalah Sun Ce yang langsung bersujud memberi hormat dan memintanya menceritakan peperangan itu.

Setelah kematian ayahnya, Sun Ce kembali kedataran selatan dimana dia mengumpulkan orang-orang pintar dan bijak. Setelah itu, pertikaian timbul antara kakak dari ibunya, Gubernur Dang Yang yang bernama Wu Jing dan Almarhum Pelindung kekaisaran wilayah Xu Zhou, Tao Qian. Sun Ce membawa ibunya pergi ke Que dimana dia akhirnya harus berkerja pada Yuan Shu dan sangat mengngaguminya dan mencintainya sangat.

"Jika aku mempunyai anak seperti dia, matipun aku akan tenang." Kata Yuan Shu.

Yuan Shu memberikan jabatan Komandan Pasukan kepada Sun Ce dalam berbagai ekspedisi yang semuanya berhasil dimenangkan. Setelah perjamuan ini selesai, Sun Ce segera kembali kekemahnya, tetapi dia tidak langsung masuk ketendanya, tetapi dia berjalan2x dan melihat bulan.

"Disinilah aku, bukan siapa-apa sedangkan ayahku adalah seorang pahlawan !"

dan Dia menangis.

Lalu tiba-tiba ada seseorang berkata, "Ada apa ini, Sun Ce ? ketika ayahmu yang hebat itu sedang kesulitan dia bertanya padaku. Jika anaknya pun mengalami kesulitan untuk dipecahkan, mengapa dia tidak mengatakannya padaku dan lebih memilih menangis sendiri ?"

Melihat kepada siapa yang berbicara, ternyata itu Zhu Zhi seorang yang berasal dari Dang Yang yang pernah menjadi pengikut Sun Jian. Sun Ce lalu berhenti menangis dan mereka berdua duduk.

"Aku menangis karena menyesal tidak mampu untuk menlanjutkan cita2x ayahku." Kata Sun Ce.

"Kenapa kau diam disini dan berkerja dengan seorang tuan ? Gubernur di Dang Yang sedang kacau. Mengapa tidak meminta pasukan dengan alasan untuk mengalahkan Wu Jing ? keluarlah dari bayang2x Yuan Shu dan ambil alih DangYang, lalu kau dapat membuat hal2x hebat."

Ketika kedua orang itu sedang berbicara, tiba-tiba ada seorang lainnya masuk dan berkata, "Aku tahu apa yang kalian berdua rencanakan, tuan2x. Dibawah kendaliku ada 1000 orang-orang pemberani yang siap membantu Sun Ce dengan apapun yang ingin dia lakukan."

Yang berbicara itu adalah salah satu penasehat Yuan Shu bernama Lu Fan dari Runan. Mereka bertiga duduk dan berbincang serta membuat rencana.

"Salah satu kesulitannya adalah Yuan Shu tidak akan memberimu tentara" Kata Lu Fan.

"Aku masih memilki Stempel Kaisar yang ayahku tinggalkan untukku. Ini akan menjadi jaminan yang baik."

"Yuan Shu sangat menginginkan permata itu " Kata Zhu Zhi, "Dia pasti akan meminjamkan tentaranya padamu dengan barang itu."

Ketiga orang itu membicarakan rencana mereka, Dan akhirnya mereka menyusun detil rencananya. Tidak lama setelah itu, Sun Ce berbicara dengan Yuan Shu.

Dengan berwajah sangat berduka Sun Ce berkata, "Aku tidak mampu membalaskan dendam ayahku. Sekarang Pelindung kekaisaran wilayah Yang Zhou, Liu Yao, melawan kakak ibuku. Dan sekarang ibuku dan keluarganya sedang dalam bahaya di Que. Karena itu aku mau meminjam beberapa ribu pasukan untuk menolong mereka. Mungkin engkau tidak percaya padaku, aku akan menjaminkan Stempel Kekaisaran ini yang ditinggalkan ayahku kepadamu sebagai jaminan."

"Aku ingin lihat jika memang engkau mempunyai barang itu.", Kata Yuan Shu. "Aku tidak menginginkan permata itu sebenarnya, tetapi kau boleh menitipkannya padaku. Aku akan meminjamkan 3000 tentara, 500 kuda dan perbekalan. Kembalilah setelah urusanmu selesai. Karena pangkatmu tidak cukup untuk kekuatan itu, aku akan mengangkatmu dengan jabatan Jendral Kepala dan memberimu gelar, Jendral yang menghancurkan perampok. Kau dapat mulai secepatnya."

Sun Ce berterima kasih dan langsung mengumpulkan tentara itu, dan dengannya dia membawa kedua penasehatnya serta beberapa jendral ayahnya seperti --Zhu Zhi, Lu Fan, Cheng Pu, Huang Gai, Han Dang dan lainnya."

Ketika Sun Ce sampai ke LinYang, dia melihat ada sekelompok pasukan didepannya, dan pimpinannya sedang memacu kudanya kearahnya. Pimpinannya berwajah tampan dan tampak sangat bijak. Setelah orang itu bertemu Sun Ce, dia langsung turun dari kudanya dan memberi hormat, Dia adalah Zhou Yu dari Shu Cheng.

Ketika Sun Jian melawan Dong Zhuo, Dia memindahkan keluarganya ke Shu Cheng dimana keluarga Zhou Yu tinggal. Zhou Yu dan Sun Ce berumur hampir sama, dan hanya berbeda dua bulan, mereka menjadi sahabat dan saudara angkat dan Sun Ce menjadi kakak karena dia lebih tua dua bulan. Sun Ce dan Zhou Yu memiliki kepribadian yang berbeda. Sun Ce senang berlatih tombak dan memanah , sedangkan Zhou Yu lebih suka belajar dan membaca. Sun Ce pernah suatu kali berkata, "Buku tidak akan menyelamatkan nyawamu dalam perang. ", Tetapi Zhou Yu berkata, "Ini tidak bisa menyelamatkan nyawa dalam perang, tetapi bisa membuatmu menjadi seorang kaisar.".

Sun Ce menceritakan mengenai rencananya dan idenya kepada sahabanya itu yang langsung berkata, "Aku akan menyerahkan seluruh hidupku dan tenagaku untuk melayanimu mencapai tujuan besar itu."

"Sekarang karena kau telah tiba, rencana ini sepeti telah selesai dibuat." Kata Sun Ce.

Zhou Yu diperkenalkan pada Zhu Zhi dan Lu Fan.

Zhou Yu berkata,"Apakah kau mengenal kedua Zhang dari guanling ? mereka akan menjadi orang yang sangat berguna bagimu dalam menjalankan rencanamu."

"Siapa mereka ?" Tanya Sun Ce.

"Mereka adalah orang yang sangat genius, yang tinggal didekat sini. Mereka menghindar dari dunia luar yang penuh kekacauan ini dan berdiam di gunung. Nama mereka adalah Zhang Zhao dan Zhang Hong. Kenapa tidak mengundang mereka untuk membantumu ?"

Sun Ce langsung mengirimkan undangan dan hadiah, tetapi keduanya menolak. Dan dia langsung mengunjungi mereka berdua, dan dia sangat terkagum-kagum atas wawasan mereka dan dia memohon agar mereka mau membantunya. Akhirnya kedua orang itu mau membantu sun Ce. Sun Ce menunjuk mereka sebagai Penasehat dan Asisten Jendral.

Sun Ce memanggil semua penasehat dan jendralnya untuk membicarakan penyerangan ke wilayah Yang Zhou. Pelindung kekaisaran wilayah Yang Zhou adalah Liu Yao yang juga masih kerabat kaisar dan kakak dari pelingdung kekaisaran wilayah Yan Zhou, Liu Dai. Liu Yai telah lama memerintah di Yang Zhou dan bermarkas di ShouChun, Tetapi Yuan Shu memaksanya untuk lari ke sebelah tenggara. Dia menduduki Que dan sekarang sedang melawan Wu Jing di Lin Yang.

Mendengar ada tentara lain mendekat, Liu Yao memanggil jendralnya.

Kaya Jendral Zhang Ying, "Aku akan membawa pasukan dan melawan mereka di Niuzu. Tidak ada pasukan yang akan dapat melewati daerah itu, berapa besarpun kekuatannya."

Zhang Ying di interupsi oleh seorang lainnya yang berteriak, "Dan biarkan aku memimpin tentara utama !"

Semua mata mengarah pada orang ini. Dia adalah Taishi Ci, setelah membantu kong rong dia datang untuk berkerja pada Liu Yao.

Mendengar permintaannya untuk menjadi pemimpin pasukan, Liu Yao berkata, "Tetapi kamu masih sangat muda dan belum pantas untuk mengemban tugas seperti ini. Lebih baik kau tetap disini dan menunggu perintah."

Taishi Ci pergi dalam kekecewaan.

Segera Zhang Ying memimpin pasukannya ke Niu Zhu, dimana disana ada Lumbung beras. Ketika Sun Ce mendekat, Zhang Ying keluar untuk menemui dia dan kedua pasukan berhadap-hadapan. Zhang Ying memaki-maki musuhnya itu dan Huang Gai yang panas mendengarnya segera keluar untuk melawannya. Tetapi pertarugan belum lama berlangsung, tiba-tiba ada kebakaran di kemah Zhang Ying. Zhang Ying mundur dan Sun Ce maju dengan kekuatan penuh, memaksa musuh meninggalkan milik mereka. Zhang Ying lalu lari ke bukit.

Orang yang membakar kemah Zhang Ying ini ada dua, Jiang Qin dari Shouchung dan Zhou Tai dari Jiu Jiang, Yang dalam masa kekacauan ini bersama dan membentuk pasukan yang hatinya baik dimana mereka hanya mencuri dari yang kaya dan memberikannya pada yang miskin. Mereka mengenal Sun Ce dari reputasinya sebagai orang yang menghargai orang lain dan memperkerjakan mereka yang mampu dan memberinya imbalan yang setimpal. Mereka berharap dapat bergabung bersamanya. Setelah memperkenalkan diri, Sun Ce menerima mereka dan meberinya jabatan. Setelah mengambil barang2x yang ditinggalkan pasukan Zhang Ying dan menguasai Lumbung juga mengambil 4000 tentara yang menyerah menjadi pasukannya, Sun Ce bergerak menuju Shen Ting.

Setelah kekalahannya Zhang Ying kembali kepada tuannya dan menceritakan kegagalannya. Liu Yao ingin menghukum mati dia karena kekalahannya itu, tetapi karena para pejabat yang lain memohon ampunan untuknya maka dia mengampuninya dan mengirimnya untuk menjaga benteng di ling ling. Liu Yao sendiri langsung memimpin pasukannya sendiri dan berkemah di selatan Bukit Suci sedangkan Sun Ce berkemah di utara bukit suci.

Sun Ce bertanya pada penduduk didaerah itu,"Apakah disini ada Kuil untuk menghormati Liu Xiu ?"

Mereka berkata, "Diatas bukit ada sebuah kuil."

"Aku bermimpi tadi malam, Liu Xiu memanggilku dan menyuruhku menemuinya. Aku akan kesana dan bersembahyang.", Sun Ce berkata.

Tetapi penasehat Zhang Zhao menyarankan, "Tuanku, kau jangan pergi karena kukhawatirkan musuh akan memasang perangkap."

"Roh leluhur dan Roh Liu Xiu membantuku, apa yang harus kutakutkan ?" Jawab Sun Ce.

Lalu Sun Ce memakai pakaian perangnya, membawa tombaknya dan menaiki kuda, dengannya dia membawa ke 12 jendralnya untuk menemaninya. Mereka berkuda sampai keatas bukit, lalu turun dan membakar sedekah serta bersujud didepan kuil.

Lalu Sun Ce yang berlutut bersumpah, "Aku Sun Ce, Jika aku berhasil dalam tugas dan berhasil membangun kembali kejayaan keluargaku, aku akan memperbaiki kuil ini dan memerintahkan untuk memberi sesajen setiap musim."

Ketika merea telah kembali menaiki kuda, Sun Ce berkata, "Aku ingin berkuda dipinggir tebing dan ingin melihat posisi pasukan musuh kita."

Para jendralnya meminta agar dia mengurungkan niatnya, tetapi dia telah memantapkan hatinya dan mereka berkuda bersama dan melihat bahwa ada desa kecil dibawah sana.

Prajurit Liu Yao melaporkan hal ini kepada Liu Yao dan berkata, "Tampak Sun Ce sedang berusaha untuk membuat kita menyerangnya, Jgn ada yang keluar bertempur !!"

Taishi Ci langsung berkata, "Ini adalah sebuah kesempatan baik untuk menangkapnya ?"

Lalu tanpa perintah dia segera mempersenjatai dirinya dan berkuda keluar kemah, "Jika memang ada orang pemberani diantara kalian, ikutlah denganku !!!"

Tidak ada yang mengikutinya karena melihat seorang komandan dgn pangkat rendah, tetapi ada satu orang yang berkata, "Dia adalah pria pemberani dan aku akan ikut dengannya."

Jadi dia ikut pergi, yang lain hanya mentertawai mereka berdua.

Sekarang setelah melihat semua yang diinginkannya , Sun Ce berpikir sudah waktunya kembali dan ketika dalam perjalanan turun, Seseorang berteriak, "Diam disitu Sun Ce !"

Sun Ce berbalik dan 2 pengendara kuda tiba. Sun Ce menyuruh para jendralnya untuk diam dan dia dengan tombaknya maju kedepan.

"Siapa yang bernama Sun Ce ?" Teriak Taishi Ci.

"Siapa dirimu ?" Jawabnya.

"Aku Taishi Ci dari Laihuang, Akan membawanya sebagai tawanan !"

"Kalau begitu akulah dia !" Jawab Sun Ce tertawa. "Ayo kalian berdua, Aku tidak takut dengan kalian, jika aku takut aku bukanlah Sun Ce !"

"Kau dan seluruh rombonganmu majulah, dan aku tidak akan mundur !" Teriak Taishi Ci yang bersiap bertarung.

Sun Ce menyuruh para jendralnya tidak membantunya. Dan pertarungan pun dimulai. 50 jurus mereka berduel dan tidak ada yang menang. Sun Ce sangat ahli dalam menggunakan tombak, Tebasannya secepat kilat dan tenaganya sangat dahsyat sehingga dapat memotong sebuah pohon besar dalam sekali tebasan. Para jendral Sun Ce saling bebisik dan terkagum-kagum melihat kemampuan tuannya itu. Taishi Ci meliahat bahwa musuhnya ini tidak memiliki kelemahan dalam ilmu tombaknya jadi dia memutuskan untuk menggunakan taktik. Dia berpura-pura kabur.

Sun Ce mengejarnya dan berteriak, "Dia yang kabur bukanlah seorang Pendekar !"

Tetapi Taishi Ci berkata dalam dirinya, "Dia memiliki 12 orang lainnya sedangkan aku hanya berdua. Jika aku menangkapnya, yang lain pasti dapat merebutnya. Aku akan menjebaknya ketempat rahasia dan menyerangnya."

Lalu mereka bertarung lagi dan akhirnya taishi ci mundur lagi dan bagitu seterusnya, sampai mereka berada disuatu dataran. Disini tiba-tiba Taishi Ci berbalik dan menyerang. Lagi mereka bertarung 50 jurus dan tanpa hasil. Lalu Sun Ce membuat suatu tusukan yang mematikan dan taishi ci menghindari tusukan itu dengan menjepit tongkat tombaknya dibawah tangannya sementara dia sendiri mencoba untuk menusuk Sun Ce dari jarak dekat, tetapi Sun Ce menahan tombaknya dengan tangannya juga. Tidak ada yang terluka tetapi sekarang mereka mengadu tenaga untuk menjatuhkan lawannya dari kuda. Dan mereka berdua terjatuh ke tanah.

Kuda mereka lari, dan sekarang mereka berdua bertarung dengan tangan kosong setelah membuang tombak mereka. Sun Ce yang lebih unggul dalam menggunakan tombak dapat di imbangi dalam pertempurang tangan kosong. Baju mereka sudah sobek2x karena pertarungan ini dan begitu juga badan mereka banyak luka tetapi tidak ada yang serius. Sudah 2 jam mereka bertarung dan belum ada yang menang. Kemudian Sun Ce mengambil Ujung tombak yang taishi Ci selalu letakan di punggung dan Taishi Ci berhasil merebut helm Sun Ce. Sun Ce mencoba menusuk Taishi Ci dgn ujung tombak itu dan taishi Ci menghidar dang menjadikan Helm Sun Ce sebagai perisainya.

Lalu tiba-tiba ada teriakan2x prajurit. Liu Yao mendekat dengan membawa 1000 tentara. ke 12 jendral Sun Ce yg melihat hal ini segera mendekati tuannya dan menyiapkan senjata. Taishi Ci segera mencari kudanya dan mengambil tombaknya dan naik kekudanya. Sun Ce yang kudanya ditahan oleh Cheng Pu juga segera naik dan pertarungan terjadi antara 13 orang melawan 1000 tentara. Tetapi, Zhou Yu yang telah bersiap-siap sebelumnya segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menolong Sun Ce dan ketika malam hari tiba, pertermpuran pun berakhir. Kedua pihak mundur dan kembali kekemah masing-masing.

Keesokan harinya Sun Ce memimpin pasukannya kedepan kemah Liu Yao dan menantangnya bertempur. Kedua pasukan berhadapan dalam formasi tempurnya.

Sun Ce menggantungkan ujung tombak dari tombak taishi ci dan mengangkatnya tinggi2x dan memerintahkan pasukannya untuk berteriak, "JIKA ORANG YANG MEMPUNYAI BENDA INI TIDAK PERGI, DIA TELAH MATI TERTUSUK BENDA INI !"

Disisi lain mereka mengantung helm sun cen yang berhasil direbut dan para prajurit berteriak juga, "Kepala Sun Ce telah ada ditempat ini !"

Kedua pihak saling memaki dan memanas-manasi. Lalu Taishi Ci maju kedepan dan menantang Sun Ce untuk berduel dan sun Ce menyetujui.

Tetapi Cheng Pu berkata, "Tuan ku tidak perlu mengotori tangan tuanku, biarkan aku menghadapinya"

dan Cheng Pu pun maju.

"Kau bukanlah lawanku ", Kata Taishi Ci, "Suruh Tuanmu keluar !"

Ini membuat Cheng Pu marah dan dia langsung maju menyerang, mereka berdua bertempur sebanyak 30 jurus. Duel itu dihentikan karena ada tanda dari Liu Yao.

"Kenapa kau menyuruhku mundur ?" Kata Taishi Ci, "Aku baru saja akan menangkap bajingan itu."

"Karena aku baru mendengar Que telah berhasil direbut. Zhou Yu telah memimpin pasukan kecil dan Chen Wu yang berada didalam kota ternyata telah berkomplot dengannya. Kita tdk ada tempat untuk kembali sekarang. Aku akan pergi ke moling dan meminta bantuan dari Xue Li dan Ze Rong untuk merebut kota kembali."

Pasukan Mundur dan taishi ci mengikuti mereka tanpa di kejar.

Disisi lain, Zhang Zhao berkata pada Sun Ce, "Zhou Yu menjalankan strateginya dan berhasil merebut kota, ini yang menyebabkan mereka mundur. Mereka sedang tidak ada semangat saat ini. Serangan tiba-tiba pada malam hari akan menghancurkan mereka semua."

Pasukan dibagi menjadi 5 bagian masing-masing berkekuatan 1000 prajurit. Mereka menyerang malam itu dan berhasil memperoleh kemenangan, pasukan musuh berlarian kesegala arah. Taishi Ci sendirian berusaha mempertahankan kemah dan karena dia tidak bisa menahan seluruh pasukan, dia kabur bersama 10 penunggang kuda lainnya ke Jing Xian.

Sekarang Sun Ce telah mendapat pengikut baru bernama Chen Wu. Dia adalah seorang petarung dengan tinggi hampir 2 meter. Matanya merah dan tulangnya kekar. Sun Ce memberikan penghargaan yang tinggi padanya dan mengangkatnya menjadi komandan pasukan. Sun Ce memerintahkannya untuk memimpin penyerangan ke kemah Xue Li, Chen Wu dan selusin penunggang kuda lainnya menerobos formasi pasukan musuh dan mereka membunuh beberapa puluh orang. Xue Li yg ketakutan mundur dan bertahan.

Sun Ce terus menyerang kota, Mata2x datang dan memberi kabar kalau Liu Yao dan Ze Rong telah menyerang Niu Zhu, hal ini membuat Sun Ce mundur dan pergi ke Niu Zhu. Kedua musuhnya itu telah siap untuk bertempur.

"Aku Disini !" Kata Sun ce, "Kau lebih baik menyerah !"

Seorang jendral keluar dari balik Liu Yao untuk menjawab tantangan Sun Ce, Dia adalah Yu Mi. Tetapi hanya 3 jurus saja, Sun Ce sudah menangkapnya. Melihat hal ini, Fan Neng maju dan mau menyelamatkan rekannya. Tetapi ketika dia telah cukup dekat dan akan menusukan tombaknya pada Sun Ce yang sedang berbalik, Prajurit-prajurit Sun Ce berteriak, "Tuan, ada orang dibelakangmu yang akan menyerangmu diam-diam."

Sun Ce langsung berbalik dan berteriak keras-keras sehingga membuat Fa Neng terkejut dan jatuh, kepalanya pecah dan dia mati. Ketika Sun Ce telah balik kepasukannya dia membawa tawanannya itu. Ternyata Yu Mi juga telah mati karena Sun Ce memegannya terlalu keras. Jadi dalam sejenak, Sun Ce telah menyingkirkan kedua musuhya itu, satu karena ketakutan dan satu karena tulangnya hancur akibat cengkraman sun ce. Sejak saat itu Sun Ce dijuluki , "PENAKLUK MUDA".

Liu Yao berhasil dikalahkan, dan banyak pasukannya yang menyerah dan pasukan yang mati berjumlah lebih dari 10.000 prajurit. Liu Yao sendiri lari ke Yu Zhang dan meminta perlindungan Liu Biao, pelindung kekaisaran wilayah Jing Zhou.

Penyerangan ke Mo Ling adalah langkah selanjutya. Segera setelah Sun Ce tiba dipinggir parit2x benteng. Dia berteriak meminta Xue Li yang mempertahankan kota untuk menyerah. Seseorang memanah pada Sun Ce yang melukai Sun Ce pada paha kanannya dan dia terjatuh dari kuda. Dengan Cepat para jendralnya segera membawanya dan mengembalikannya kekemah mereka. Ketika panahnya di cabut keluar dan lukanyapun segera diobati.

Dengan perintah Sun Ce, Cerita itu disebarkan keluar bahwa lukanya adalah fatal dan semua prajurit menangis sedih. Kemah dibubarkan. Xue li, Zhang Ying dan Chen Heng membuat serangan malam tiba-tiba, tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika mereka mengetahui bahwa mereka masuk dalam perangkap.

Sun Ce muncul dan duduk diatas kudanya, berteriak. "Sun Ce ada disini !!"

Kemunculannya yang tiba-tiba membuat panik pasukan musuh dan banyak prajurit musuh yang langsung menyerah. Sun Ce memberi perintah untuk tidak membunuh pasukan yang menyerah. Tetapi pimpinan mereka :Zhang Ying tewas akibat tombak chen wu, Chen Heng terbunuh karena panah Jiang Qin dan Xue Li tewas dalam kekacauan itu. Karena itu Sun Ce berhasil merebut Mo Ling. Setelah menenangkan rakyat, dia mengirim pasukannya ke Jing Xian dimana Taishi ci memegang komando.

Taishi Ci mengumpulkan 2000 tentaranya sebagai tambahan dari tentaranya sendiri. Dia berharap dapat membalaskan kekalahan tuannya itu. Sun Ce dan Zhou Yu berdiskusi bagaimana caranya untuk menangkap taishi ci hidup-hidup.

Zhou Yu merencanakan, "Serang kota dari tiga sisi dan biarkan sisi timur terbuka untuk lari. Lalu pasanglah jebakan, ketika taishi ci lewat dia akan dapat kita tangkap."

Pasukan Taishi Ci yang baru itu kebanyakan berasal dari bukit dan tidak berdisplin. Lagipula, tembok kota sangat rendah. Pada suatu malam Sun Ce memerintahkan Chen Wu untuk memanjang tembok kota dan membakar kota . Melihat Kota terbakar, Taishi Ci lari dari pintu gerbang timur dan segeralah dia keluar, Sun Ce mengejarnya. Setelah 15 km jauhnya Sun Ce berhenti mengejar.

Taishi Ci pergi sejauh mungkin, Lalu akhirnya dia beristirahat di suatu tempat yang ditutupi rerumputan. Tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan prajurit. Taishi Ci barus saja naik keatas kudanya ketika kudanya dijatuhkan dan dia langsung diikat dan dijadikan tawanan.

Taishi Ci dibawa balik kekemah. Dan segera setelah sun ce mendengar berita ini dia langsung keluar dan memerintahkan prajurit pergi. Dengan tangannya sendiri dia melepaskan ikatan taishi ci. Lalu dia melepaskan jubahnya dan memakaikannya pada taishi ci. Mereka memasuki tendanya bersama.

"Aku mengetahui bahwa kau adalah seorang pahlawan." Kata Sun Ce, "Liu Yao si cacing itu tidak tahu bagaimana menghargaimu makanya dia kalah."

Taishi Ci yang merasa dia sangat dihargai dan diperlakukan dgn baik lalu menyerah secara formal.

Sun Ce mengengam tangannya dan berkata, "Jika kau menangkapku dalam pertarungan waktu itu didekat kuil, apakah kau akan membunuhku ?"

"Siapa yang dapat tahu ?" Kata Taishi Ci sambil tersenyum.

Sun Ce tertawa juga dan mereka memasuki tendanya, dimana Taishi Ci ditempatkan pada bangku kehormatan dalam perjamuan itu.

Taishi Ci berkata, "Dapatkah kau mempercayaiku untuk mengumpulkan tentara sebanyak mungkin dari pasukan yang tersisa bekas tuanku yang dahulu ? Mereka sudah kehilangan kepercayaan terhadap tuanku yang dahulu dan mereka pasti akan dapat membantumu."

"Sama seperti yang aku inginkan. Aku akan membuat persetujuan denganmu bahwa esok sebelum tengah hari kau harus sudah kembali."

Taishi Ci setuju dan dia segera berangkat. Semua jendral berkata bahwa dia tidak akan kembali.

"Dia dapat dipercaya dan dia tidak akan berbohong." kata Sun Ce.

Tidak ada dari bawahan sun ce yang percaya bahwa dia akan kembali. Tetapi keesokan harinya mereka menaruh batang bambu diluar kemah dan ketika bayangan menandakan tengah hari, Taishi Ci kembali membawa sekitar 1000 prajurit. Sun Ce sangat senang dan para bawahannya mengakui bahwa sun ce telah benar menilai orang ini.

Sun Ce lalu mengerahkan pasukannya ke Dataran selatan dan musuh2xnya menyerah atau kabur begitu mendengar kabar kedatangan pasukannya. Dia sekarang telah memiliki beberapa legiun dan seluruh dataran di sebelah tenggara sungai besar (Yang Tze Kiang) adalah miliknya. Dia meningkatkan kondisi kehidupan disana dan menjaga hukum dan aturan sehingga para pengikut dan pendukungnya bertambah setiap harinya. Orang-orang memanggilnya Sun Ce pembawa terang.

ketika pasukan sun ce mendekat, Rakyat biasanya kabur dengan panik dan ketakutan, tetapi Sun Ce memerintahkan agar pasukannya tidak menjarah dan berusaha untuk merusak, mereka semuanya menjadi senang dan menghadiahkan pasukannya itu dengan lembu dan arak. Kebahagian memenuhi daerah itu. Prajurit yang menyerah diperlakukan dengan baik. Yang ingin mengikuti Sun Ce boleh bergabung, yang tidak ingin boleh kembali kekampung halamannya dan diberikan sejumlah uang dan hadiah. Dan karena itu Sun Ce mendapatkan hormat dan penghargaan dari semua orang dan menjadi kuat.

Sun Ce lalu menempatkan ibunya dan keluarganya di Que, dan mengangkat adiknya Sun Quan dan Zhou Tai sebagai pelindung kota Xuan Cheng. Lalu dia berangkat dalam ekspedisi ke selatan untuk melawan Wu Jun.

Pada waktu itu disana ada orang bernama Yan Baihu atau Harimau Putih, (BAI--putih, Hu--Harimau.). Yan Bai Hu dan adiknya Yan Yu membawa pasukan untuk menghadapi Sun Ce dan mereka bertemu di dekat Jembatan Ma Pe.

Yan Yu dengan pedang ditangan berdiri diatas jembatan dan hal ini dilaporkan pasukan pengintai pada sun ce yang segera bersiap untuk menghadapi tantangan ini.

Zhang Hong menasehati, "Karena Nasib Tuanku adalah nasib seluruh pasukan, Tuanku tidak perlu mengambil resiko untuk bertarung dengan perampok kecil. Aku berharap kau selalu mengingat harga dari jiwamu itu."

"Kata-kata mu sangat bijaksana, sepeti emas dan batu permata. Tetapi aku khawatir prajurit tidak akan menjalankan perintahku apabila aku sendiri tidak berbagi bahaya dengan mereka."

Walaupun begitu Sun Ce Akhirnya mengirimkan Han Dan untk melawan Yan Yu. Ketika Han Dan baru sampai jembatan, Jiang Qin dan Chen Wu yang bergerak menyusuri sungai dengan kapal kecil, melewati bawah jembatan itu. Walaupun anak panah berterbangan dari sisi sungai. Kedua orang itu langsung turun dan dengan hebatnya menyerang Yan Yu yang berdiri diatas jembatan. Yan Yu kabur dan Han Dang mengejar. Tetapi Yan Yu berhasil masuk kembali dari gebrang barat.

Sun Ce mengepung kota Wu Jun dari darat dan air. Selama 3 hari tidak ada yang keluar untuk mengajak bertempur. Dan didepan pasukannya, Sun Ce Datang ke gerbang barat dan Memanggil penjaga gerbang. Seorang komandan dengan jabatan lumayan tinggi keluar dan berdiri dengan satu tangan bersender pada tiang sementara yang lain menunjuk sun ce sambil memaki-maki. Secepatnya Taishi Ci mengambil busuhnya dan meyiapkan anak panahnya.

"Lihatlah aku akan memanah tangan orang itu !" Kata dia kepada pasukannya.

Segera saja setelah dia melepaskan anak panahnya, anak panahnya itu melesat dan menembus tangan komandan itu sehingga tangannya tertancap ketiang penyanggah. Kedua belah pasukan terkagum-kagum dengan aksi taishi Ci ini. Dan mereka semua mengakui kehalian taishi Ci dalam memanah memang sangat hebat.

Orang yang terluka itu segera dibawa pergi.

Ketika Yan Bai hu mendengar berita ini, dia berkata, "Bagaimana kita dapat berharap dapat menghadapi pasukan ini dengan pemimpin sehebat itu ?"

Dan dia langsung mengirim utusan untuk berdamai, Dia mengirim adiknya Yan Yu untuk menemui Sun Ce, yang menerimanya secara sopan dan mengundangnya ketendanya dan menyediakan arak untuknya.

"Dan apakah usul yang kakakmu sarankan " Kata Sun Ce.

"Dia mau membagi kekuasaan daerah ini denganmu " Jawab Yan Yu.

"Tikus itu ! Berani sekali dia menempatkan dirinya setara dengan diriku ?" Hardik Sun Ce.

Sun Ce lalu memerintahkan menghukum mati utusan itu. Yan Yu terkejut dan mengeluarkan pedangnya. Tetapi Sun Ce yang memiliki tangan lebih cepat langsung menebas yan yu dan diapun tewas. Kepalanya dipenggal dan dikirmkan kedalam kota kepada kakaknya.

Hal ini mempunyai efek. Yan Bai Hu yang melihat perlawanan akan sia2x maka dia meninggalkan Wu Jun dan pergi. Sun Ce terus meningkatkan serangan. Huang Gai merebut Jia Xing dan Taishi Ci mengambil Wu Cheng. Beberapa kota kecil lainnya diselatan juga jatuh. Daerah itu dgn cepat dikuasai. Yan Bai Hu segera pergi ke Yu Han di timur, Menjarah semua sisi sampai sekelompok orang desa dipimpin Ling Cao melawannya. Yan bai Hu pergi menuju Kuai ji.

Ling Cao dan anaknya lalu pergi menemui Sun Ce yang langsung memperkerjakan mereka dan mengangkat mereka menjadi komandan dan memberi hadiah atas jasa mereka, lalu mereka diperintahkan menggabungkan kekuatan di sungai besar.

Harimau Putih, Yan bai hu mengumpulkan pasukannya yang tercerai berai dan mengambil posisi di benteng sebelah barat, Tetapi Cheng Pu menyerangnya disana dan menhancurkan pasukan yang bertahan, Dan mengejar mereka sampai ke kuai ji. Gubernur kota itu Wang Lang berada di pihak Yan Bai Hu dan menerimanya.

Tetapi Ketika Wang Lang mengusulkan untuk membantu Yan Bai Hu, Salah satu bawahannya berdiri dan berkata, "Jangan ! jangan ! Sun Ce sebagai pemimpin adalah orang yang baik dan benar. Sementara Harimau Putih itu adalah penjahat buas. Lebih baik tangkaplah dia dan serahkan orang ini sebagai tanda perdamaian dengan sun ce."

Gubernur langsung marah kepada orang yang berbicara itu, dia adalah Yu Fan dari Kuai Ji dan memerintahkan dia untuk diam. Yu Fan menyingkir sambil menghela napas. Dan gubernur pergi untuk membantu si harimau putih dengan mereka dia mengabungkan kekuatan di Shan Yin.

Sun Ce datang. Ketika kedua sisi membentuk formasi pasukan. Sun Ce keluar dari formasi dan berkata kepada Wang Lang, "Pasukanku adalah pasukan dari prajurit yang baik, dan tujuanku adalah menjaga perdamaian di daerah ini. Tetapi mengapa kau memberika dukunganmu kepada seorang pemberontak !"

Wang Lang menjawab, "Keserakahanmu sudah terkenal. Setelah menguasai Wu Jun kau juga menginginkan daerahku. Aku akan membalaskan dendam keluarga Yan !"

Respon ini membuat sun ce marah. Ketika pertempuran akan dimulai, Taishi ci maju dan wang lang menyambutnya dengan pedangnya. Baru beberapa jurus saja, Zhou Xin datang untuk menolong wang lang. Lalu Huang Gai membantu dan keempat orang itu berduel. Lalu genderang perang berbunyi dan kedua pasukanpun akhirnay bertempur.

Tiba-tiba kekacauan timbul di pasukan garis belakang wang lang. Wang Lang memacu kudanya untuk melihat ada apa dan ternyata dibelakang pasukannya ada Zhou Yu yang muncul tiba-tiba entah darimana. Cheng Pu datang dgn pasukannya untuk menyerang sisi pasukan Wang Lang. Sehingga sekarang Wang Lang terjepit. Dia , yan bai hu dan Zhou Xin bertarung mati-matian dan berhasil menerobos pasukan musuh dan mereka bertiga kembali kedalam benteng mereka. Jembatan gantung dinaikan, gerbang ditutup dan persiapan dilakukan untuk berperang dari dalam benteng.

Sun Ce mengikuti sampai sisi tembok dan membagi pasukannya untuk menyerang dari ke 4 sisi benteng. Melihat bahwa benteng diserang dr berbagai sisi, mereka semua sangat ketakutan.

"Kita hanya dapat memperkuat posisi kita dan bertahan dibalik tembok sampai pasukan musuh kehabisan perbekalan dan mundur" Kata Yan Bai hu.

Wang Lang setuju dan pengepunganpun berlanjut. Untuk beberapa hari serangan dilakukan terus menerus oleh pasukan sun ce dan tidak berhasil merebut kota.

Dalam sebuah rapat, Sun Jing yang merupakan paman sun ce berkata,"Karena mereka didalam kota dan bertahan maka akan sulit untuk menghancurkan mereka. Tetapi persediaan mereka sebenarya terletak di ChaDu, yang berjarak hanya 10 Km. Saranku kita menyerang tempat ini, artinya kita menyerang tempat dimana mereka tidak siap dan melakukan apa yng tidak terpikir oleh mereka."

Sun Ce menyetujui dan berkata, "Rencana pamanku sungguh baik dan ini akan menghancurkan pemberontak itu."

Lalu dia memerintahkan untuk menyalakan api pada setiap gerbang dan membiarkan bendera tetap berkibar untuk agar seolah2x kemah tetap ada prajuritnya walaupun sebenarnya mereka sedang bergerak lebih ke selatan.

Zhou Yu Datang dan memberikan peringatan. "Ketika kau pergi tuanku, Tentara dari dalam kota pasti akan keluar dan mengikutimu. Kita harus mempersiapkan sebuah kejutan untuk mereka ."

Sun Ce berkata, "Persiapanku telah lengkap dan kota akan dapat kita rebut nanti malam."

Lalu pasukan disiapkan dan dikirim keluar. Wang Lang yang mendengar pasukan yang mengepung telah pergi dan dia langsung naik keatas menara pengawas untuk melihat. Dia melihat api masih berkobar dan asap mengepul dan bendera tetap berkibar seperti biasanya dan dia ragu akan hal ini.

Zhou Xin berkata, "Dia telah pergi dan ini hanya sebuah strategi. Mari kita keluar dan hajar mereka."

Yan Bai Hu berkata, "Jika dia telah pergi, Pasti akan menyerang Cha Du. Mari kita kejar."

"Tempat itu adalah sumber utama persediaan kita.", Kata Wang Lang, "Dan harus kita pertahankan. Kau berdua memimpin didepan aku akan mengikuti dengan tentara cadanganku."

Lalu Yan Bai Hu dan Zhou Xin memimpin pasukan didepan dengan 5000 prajurit. Kira2x 7 Km dari kota, jalanan yang dilalui melewati sebuah hutan yang lebat lalu tiba-tiba suara genderang perang bertabuhan dan obor menyala dari segala sisi. Yan Bai Hu langsung ketakutan dam memutar kudanya untuk mundur. Segera Seorang pemimpin tampak didepanya, dia mengenali ini adalah Sun Ce. Zhou Xin menerjang dia tetapi akhinrya terbunuh oleh tombak Sun Ce. Mereka terkepung tetapi Yan Bai Hu berhasil lolos dan lari ke Yu Hang.

Wang Lang segera mendengar kekalahan ini dan tidak berani kembali kekota dia pergi dengan terburu-buru menuju daerah pinggir lau. Dan Sun Ce mendapatkan kota Kuai Ji.

Setelah menenangkan suasana, beberapa hari kemudian ada orang yang datang membawakan kepala Yan Bai hu dan menyerahkannya pada Sun Ce. Orang ini adalah berasal dari Kuai Ji, Tingginya lebih dari 170 cm, dengan tulang muka yang kokoh dan mulut yang besar. Namanya adalah Dong Xi. Sun Ce mengangkatnya menjadi komandan pasukan. Setelah ini kedamaian tercipta diseluruh daerah tenggara. Sun Ce menempatkan pamannya Sun Jin sebagai kepala kota dan Zhu Zhi sebagai gubernur Wu Jun. Lalu Sun Ce kembali ketempatnya sendiri, diselatan sungai besar.

Ketika sun ce sedang pergi, Sekelompok bandit tiba-tiba menyerang XuanCheng yang berada dibawah perlindungan adiknya,Sun Quan dan Zhou Tai. Pembantaian terjadi diseluruh sisi kota dan pada malam harinya bandit2x itu mendapat angin. Zhou Tai membawa Sun Quan ditangannya dan menaiki kuda. Tetapi ketika bandit2x itu datang dengan pedang menyerangnya, dia turun dari kuda dan walaupun tanpa baju zirah dia melawan bandit itu dan membunuh sebanyak yang dia bisa. Lalu datang orang yang menaiki kuda dan membawa tombak tetapi zhou tai memegang tombaknya dan mendorongnya ketanah lalu menusuknya. Kemudian Zhou Tai menaiki kuda bandit itu dan menerjang keluar, dengan tombak ditangannya dia berhasil keluar menyelamatkan diri. Sun Quan akhirnya dapat diselamatkan, tetapi penolongnya telah menerima lebih dari selusin luka tusukan dan sabetan pedang. Tetapi akhirnya bandit2x itu pergi.

Luka2x ini karena terlalu parah ternyata tidak dapat sembuh dengan sendiriya dan akhirnya bengkak serta bernanah. Dan komandan yang gagah itu hidupnya kritis. Sun Ce yang kembali melihat keadaan ini sungguh sedih.

Lalu Dong Xi datang dan berkata, "Pernah suatu kali dalam pertempuran dangan bajak laut aku menerima banyak tusukan tombak. Tetapi ada orang bijak bernama Yu Fan merekomendasikan tabib yang dapat menyembuhkanku dalam 1/2 bulan."

"Pasti itu adalah Yu Fan dari Kuai Ji" Jawab Sun Ce," Itu adalah dia, cepatlah panggil dia !"

"Ya, Dia adalah orang bijaksana, akau akan memperkerjakannya."

Lalu Sun Ce mengirim dua orang untuk mengundang Yu Fan dan dia segera datang. Dia diperlakukan dengan sangat baik dan diangkat menjadi pejabat dibawah sun ce. Lalu pertanyaan mengenai merawat orang terluka ditanyakan sun ce.

"Tabib itu adalah Hua Tuo dari Qiao, yang sangat hebat dalam ilmu pengobatan. Aku akan membawanya kemari menemuimu." Kata Yu Fan.

Lalu Hua Tuo yang terkenal itu tiba, Pria dengan perawakan sedang2x saja dan berjanggut putih. dia lebih terlihat seperti seorang suci dibandingkan seorang tabib. Dia diperlakukan dengan baik dan dibawa menemui Zhou Tai.

"Ahh ! Masalah ini tidaklah sulit, tuan dapat tenang" Kata hua tuo.

Dan dia menyiapkan beberapa obat2xan dan menyembuhkan luka2x itu dalam waktu satu bulan. Sun Ce sangat mengagumi keahliannya dan dia diberikan hadiah sangat besar sebelum berpamitan.

Kemudian Sun Ce menyerang bandit2x itu dan menghancurkan mereka, dengan itu dia membuat perdamaian di seluruh tanah selatan. Setelah ini dia menempatkan pasukanya pada posisi2x strategis di seluruh daeah Wu. Dan setelah ini selesai, dia mengirimkan pesan kepada istana atas semua jasa2x yg telah dilakukannya. Dia mencapai pengertian dengan Cao-Cao dan mengirim surat kepada Yuan SHu untuk mengembalikan Stempel Kekaisarannya yang dia jaminkan.

Tetapi Yuan Shu yang secara diam-diam berambisi unutk menjadi kaisar segera menulis surat untuk beralasan bahwa dia tidak akan mengembalikan harta negara itu. Didalam kediamannya Yuan Shu segera memanggil 30 lebih staffnya untuk rapat. Diantara mereka ada penasehat Yang Dai Jang dan jendral Zhang Xun, Ji Ling, Qiao Rui, Lei Bo dan Chen Lan.

Yuan Shu berkata,"Sun ce meminjam pasukan dariku unutk melakukan ekspedisi yang membuatnya menjadi tuan dari daerah selatan. Sekarang dia tidak berbicara apapun mengenai pembayaran budinya itu dan meminta stempel ini. Dia benar-benar kurang ajar dan bagaimana aku dapat menghancurkannya ?"

Yang Dai jiang berkata, "Kau tidak dapat melakukan apapun melawannya, karena dia telah menepatkan pasukannya pada posisi2x strategis, Sungai besar sebagai perisainya. Kau pertama harus melenyapkan Liu Bei sebagai balas dendam karena telah menyerangmu tanpa sebab dan setelah itu baru kau pikirkan tentang sun ce. Aku punya rencana unutk membuat sun ce takluk padamu,"
IZRO'IL
SAM KOK


BAB 16


Penasehat Yang DaJiang tahu bagaimana menyingkirkan Liu Bei.

"Apa Rencanamu untuk menghancurkan Liu Bei ?" Tanya Yuan Shu.

Yang DaJian Menjawab, "Walaupun Liu Bei, Sekarang berkemah di XiaoPei dapat dengan mudah dikalahkan, tetapi Lu Bu memiliki pasukan yang kuat yang berada didekat sana. Dan aku pikir Lu Bu akan menolong Liu Bei karena perselisihanmu dengannya diwaktu yang lalu. Jadi yang pertama kau lakukan adalah memberikan Lu Bu hadiah sehingga mendapatkan kepercayaannya dan itu akan membuat dia diam sementara kita berurusan dengan Liu Bei. Kita dapat mengurusi Lu Bu setelah ini dan Xu Zhou akan menjadi milikmu."

Lalu segera 200.000 karung beras segera dikirim, dengan surat yang dikirim oleh Han Yin. Hadiah itu menyenangkan hati Lu Bu dan dia memperlakukan utusan itu dengan baik sekali. Yuan Shu mengerahkan 100.000 tentara menyerang XiaoPei dipimpin oleh Ji Ling sebagai jendral utama dan Lei Bo dan Chen Lan diperintahkan untuk membantunya.

Ketika Liu Bei mendengar hal ini, dia langsung memanggil jendral-jendralnya. Zhang Fei menyarankan agar keluar melawan.

Tetapi Sun Qian berkata, "Kekuatan kita terlalu lemah, lebih baik kita menjelaskan posisi kita dan meminta bantuan Lu Bu."

"Kau pikir orang itu akan melakukan sesuatu !!!" Kata Zhang Fei dengan Sinis.

Liu Bei memutuskan untuk mengikuti saran Sun Qian dan menulis surat kepada Lu Bu.

Menerima surat ini Lu Bu memanggil Chen Gong yang berkata, "Kita baru saja menerima hadiah dari Yuan Shu dan surat, dengan tujuan mencegah kita untuk membantu Liu Bei. Sekarang datang surat dari Liu Bei meminta bantuan. Bagiku tampaknya Liu Bei tidak akan membuat masalah untuk kita, tetapi jika Yuan Shu berhasil mengalahkan Liu Bei dan mempengaruhi pemimpin2x disekitar gunung hua shan maka kekuatan dari utara akan menyerang kita dan kita tidak akan pernah tenang. Lebih baik kita menolong liu bei. Ini adalah jalan yang terbaik bagi kita."

Sekarang pasukan Yuan Shu sedang bergerang dengan cepat menuju XiaoPei dan segera menghancurkan banyak tempat di sebelah tenggara hancur dan terbakar, suara genderang perang bertabuhan mengetarkan langit dan bumi.

5000 pasukan Liu Bei keluar dari kota dan membentuk formasi untuk menunjukan kekuatan, berita baikpun datang ketika dia mendengar Lu Bu telah tiba dan sangat dekat. Lu Bu berkemah hanya 1/2 km diarah barat daya. Ketika jendral Yuan Shu, Ji Ling mendengar kedatangannya, dia menulis surat untuk mengigatkan Lu Bu bahwa tindakannya bisa dianggap mengkhianati perjanjian. Lu Bu tersenyum ketika dia membaca surat itu.

"Aku tahu bagaimana harus membuat mereka berdamai " Kata Lu Bu.

Jadi dia mengundang Liu Bei dan Ji Ling kedalam suatu perjamuan.

Liu Bei menyetujui undangan itu tetapi saudara2xnya terutama Zhang Fei mencoba menahannya dan berkata, "Pasti ini adalah jebakan !"

"Aku telah memperlakukannya dengan sangat baik, dia tdk akan menyakiti diriku." Kata Liu Bei.

Akhirnya Liu Bei naik kekudanya dan pergi, kedua saudaranya mengikutinya dari belakang.

Akhirnya mereka sampai di kemah Lu Bu, setelah sampai Lu Bu berkata, "Sekarang dengan cara khusus aku akan mengeluarkanmu dari masalah. Aku harap kau tidak lupa bahwa kau datang karena niatmu sendiri."

Liu Bei berterima kasih dan dipersilahkan duduk. Guan Yu dan Zhang Fei tetap berdiri dibelakang Liu Bei dengan memegang senjatanya.

Lalu tiba-tiba Ji Ling datang dan Liu Bei merasakan takut dan berdiri. Kedua saudaranya pun langsung menyiapkan senjata mereka.

"Kalian berdua diundang untuk suatu tujuan tertentu" Kata Lu Bu, "Jgn takut, kalian berdua dalam perlindungan ku."

Liu Bei merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, Kemudian Ji Ling yang melihat Liu Bei dan saudaranya sepertinya mengancam dirinya kemudian ragu dan ingin segera pergi. Tetapi Lu Bu menahannya dan menariknya masuk kembali.

"Apakah kau bermaksud ingin membunuhku ?" Tanya Ji Ling.

"Tidak sama sekali " Balas Lu Bu.

"Dan apakah kau bermaksud membunuh Liu Bei ?"

"Tidak, Bukan itu maksudku."

"Tidak ada alasan untuk melakukan itu. Seumur hidup aku tidak menyukai pertarungan dan pertikaian, tetapi sangat senang untuk membuat perdamaian. Dan sekarang aku ingin menyelesaikan pertengkaran diantara kalian berdua."

"Bolehkah aku bertanya bagaimana cara kau melakukan hal itu ?", Tanya Ji Ling.

"Aku mempunyai niat dan persetujuan dari langit."

Lalu Lu Bu menarik Ji Ling dan Liu Bei dan kedua orang itu berhadap-hadapan, mereka saling curiga, tetapi Lu Bu mempersilahkan mereka untuk duduk disisinya, Liu Bei berada dikanan dan Ji Ling di kiri.

Perjamuan kemudian dimulai. Tetapi suasana disana dipenuhi dengan keheningan dan saling curiga. Lu Bu kemudian berbicara, "Aku harap kalian berdua mau mendengarkan aku dan mengakhiri perselisihan ini."

Liu Bei tidak berkata apa-apa sedang Ji Ling berkata, "aku telah datang dengan 100.000 pasukan dengan perintah tuanku untuk menangkap Liu Bei. Bagaimana caranya aku menghentikan perselisihan ini ? Aku harus berperang. "

"APA !!!" Zhang Fei berteriak dan mengeluarkan senjatanya. "Sedikit pasukanku, Tetapi kami hanya menganggap kalian semua seperti gerombolan anjing yang banyak saja. Kami dengan hanya 5000 tentara saja dapat mengalahkan jutaan pemberontak Jubah Kuning, kamu berani melukai kakakku ?"

Guan Yu meminta Zhang Fei untuk diam dan berkata, "Mari kita lihat apa yang jendral Lu Bu mau katakan. Setelah itu kita akan mempunyai banyak waktu untuk bertarung."

"Aku mohong kalian semua dapat mengerti bahwa aku tidak menginginkan kalian berperang." Kata Lu Bu.

Sekarang di lain sisi Ji Ling merasa marah dan kesal dgn arogansi Zhang Fei dan Zhang Fei juga terus menatap Ji Ling dgn tatapan seperti ingin mengoyak2xnya.

Lalu tiba-tiba Lu Bu memerintahkan pengawalnya dan berkata, "Bawakan aku senjata tombakku !"

Mereka membawakannya kepada Lu Bu senjata tombaknya yang memiliki panjang 2 meter dan diujungnya terdapat 2 pisau berbentuk bulan sabit. Ketika dia duduk disana dan memegang senjata itu kedua tamunya merasa gelisah dan pucat.

Lu Bu berkata," Aku telah berusaha untuk meminta kalian berdamai karena itu adalah perintah dari Yang Maha Kuasa. Aku akan membuktikannya."

Dia lalu memerintahkan kepada pengawalnya untuk menaruh tombaknya diluar gerbang perkemahan dan ditancapkan ketanah.

Lalu berkata kepada kedua tamunya dia berkata, "Gerbang itu jauhnya 150 langkah dari tempat ini. Jika aku dapat memanah ranting kecil diatas tempat tombakku di tancapkan, kalian berdua akan menarik mundur pasukan kalian. Jika aku gagal, kalian dapat pergi dan segera menyiapkan pasukan kalian untuk bertempur. Aku akan melawan kalian yang tidak mematuhi perkataanku ini."

Ji Ling berpikir dalam dirinya sendiri, "Tanda kecil di kejauhan itu ! Bagaimana ada manusia yang dapat memanah tanda itu ?"

Lalu dia menyetujui, berpikir bahwa tidak mungkin Lu Bu dapat memanah tandai itu. Liu Bei tentu saja setuju dengan Lu Bu.

Mereka semua duduk dan arak disiapkan. Ketika mereka telah meminum arak, Lu Bu memerintahkan agar busur dan panahnya dibawakan. Liu Bei terdiam dan berdiam agar Lu Bu berhasil memanahnya.

Lu Bu berhati2x menempatkan panahnya dan menarik busurnya sampai pada batas maksimumnya. Lalu dia melepaskan anak panahnya yang terbang melesat seperti bintang jatuh yang mengarungi angkasa dan anak panahnya tepat mengenai sasaran yang berada diatas tombaknya. Orang-orang disekitar situ dan pasukannya berdecak kagum atas kemampuan Lu Bu.

Lu Bu tertawa keras sekali atas keberhasilannya ini.

Menjatuhkan busurnya dia langsung mengambil tangan tamu-tamunya dan berkata, "Ini adalah kehendak langit ! dan kalian sekarang harus berhenti bertempur !"

Dia memerintahkan pasukannya untuk mengambil arak dan mereka boleh meminumnya. Liu Bei dalam hatinya merasa beruntung, Ji Ling duduk terdiam dan mengeleng2xkan kepalanya.

Ji Ling lalu berkata, "Aku tidak dapat melawan perintahmu sekarang dan harus mundur. Tetapi apakah yang akan dikatakan oleh tuanku dan apakah dia akan mempercayaiku ?"

"Aku akan menulis surat dan mengkonfirmasikan hal ini." Kata Lu Bu.

Setelah beberapa cangkir arak lagi Ji Ling bertanya apakah suratnya sudah ditulis dan setelah itu dia langsung berpamitan.

Ketika 3 bersaudara itu berpamitan, Lu Bu berkata, "Jagan lupakan aku telah mengantarmu kali hari ini !"

Liu Bei berterima kasih dan pergi. Keesokan hari ketiga pemimpin itu mengepak kemah mereka dan pasukan ditarik mundur.

ketika Ji Ling kembali ke daerahnya dan menceritakan mengenai kejadian Lu Bu memanah ranting dan perjanjian damai yang terjadi serta dia menyerahkan surat Lu Bu, Tuannya menjadi sangat marah.

"Lu Bu membalaskan setelah semua beras dan emas yang kuberikan dengan sebuah tipuan !" Kesal Yuan Shu. "Dia telah menyelamatkan Liu Bei, tetapi aku akan memimpin tentaraku sendiri dan akan menghancurkan mereka berdua."

"Hati2xlah Tuanku", Kata Ji Ling. "Lu Bu adalah pemberani dan kuat lebih daripada pemimpin2x lainnya dan sekarang mempunyai daerah yang luas. Dia dan Liu Bei bersama membentuk suatu kombinasi yang kuat, tidak mudah untuk dihancurkan. Tetapi Ada jalan lain tentunya. Aku mengetahui bahwa salah satu istrinya Lady Yan, mempunyai putri yang sudah cukup umur untuk dinikahkan. Kau dapat mengatur pernikahan antara putramu dan putrinya. Jika hal itu terjadi maka kau dapat memintanya untuk membunuh musuhmu. Ini disebut taktik 'Saudara diatas orang tak dikenal' "

Rencana ini disetujui yuan shu yang dengan segera mengirim utusan untuk rencana ini. Dia mengirim hadiah yang dibawa oleh Han Yin.

Ketika Han Yin menemui Lu Bu, dia berkata , "Tuanku sangat menghormati dirimu dan dia ingin untuk memastikan persekutuan diantara kita menjadi sebuah keluarga dengan pernikahan antara putrimu dan putranya. Sebuah persekutuan seperti dijaman Qin dan Jin."

Lu Bu mengetahui bahwa ini adalah hanyalah sebuah siasat, dia lalu membicarakan ini dengan istrinya. Lu Bu memiliki 2 istri dan 1 selir. Dia pertama menikah dengan seorang putri dari keluarga Yan dan kemudian dia mengambil diao chan sebagai selir. Ketika dia bertempat di Xiao Pei, dia menikahi istri kedua, seorang putri dari Cao Bao. Lady Cao ini meninggal cukup muda dan tidak meningalkan anak. Jadi Lu Bu hanya mempunyai seorang anak perempuan yang sangat dia sayangi.

Ketika dia membawa masalah ini pada istrinya, istrinya berkata, "Keluarga Yuan menguasai daerah sekitar sungai Huai selama beberapa tahun ini. Mereka mempunyai pasukan besar dan sangat makmur. Suatu hari seseorang dari Keluarga Yuan pasti bisa menjadi kaisar dan putri kita mungkin bisa menjadi permaisuri. Tetapi berapa banyak anak Yuan Shu ?"

"Hanya satu ini." Jawab Lu Bu.

"Kita harus menerima tawaran ini. Walaupun putri kita tidak menjadi permaisuri, Xu Zhou akan mempunyai sekutu yang kuat."

Lu Bu memutuskan untuk menerima tawaran itu dan dia memperlakukan utusan itu dengan sangat baik. Han Yin kembali dengan membawa jawaban Lu Bu. Hadiah pernikahan disiapkan untuk dibawa Han Yin kepada keluarga Lu Bu. Mereka kemudian diterima dan perjamuan serta persiapan pesta pernikahan dilaksanakan.

Keesokan harinya Chen Gong datang untuk menemui utusan itu di penginapannya. Setelah saling memberi hormat dan ber-ramah tamah mereka kedua duduk dan berbicara.

Ketika pelayan telah disuruh keluar, Cheng Gong berkata, "Siapa yang mengusulkan rencana ini, yang membuat Yuan Shu dan Lu Bu menjadi satu keluarga dalam pernikahan sehingga Liu Bei akan jatuh ?"

Han Yin langsung ketakutan dan berkata, "Aku harap kau tidak membiarkan hal ini didengar orang" katanya.

"Aku akan menjaga ini sebagai rahasia. Tetapi jika akan ada penundaan maka orang lain akan tahu dan rencana ini bisa gagal. " Kata Chen Gong.

"Apa yg harus kita lakukan ?"

"Aku akan menemui Lu Bu dan meminta dia untuk segera mengirim putrinya, sehingga pernikahan akan segera dapat dilaksanakan."

"Jika kau dapat melakukan hal itu maka tuanku akan sangat menghormati dan berterima kasih padamu. " Kata Han Yin.

Dengan ini Chen Gong berpamitan dan langsung menemui Lu Bu.

"Aku dengar putrimu akan dinikahkah dengan putra dari Yuan Shu. Ini adalah hal besar, tetapi tidak ada yang tahu kapan."

"Hal itu sedang kupertimbangkan." Kata Lu Bu.

"Ada suatu aturan yang mengatur pelaksanaan anatara penyerahan hadiah dan perlangsungan pernikahan: Kaisar, 1 tahun. Bangsawan, 1/2 tahun. Pejabat tinggi, 3 bulan dan orang biasa, 1 bulan."

Lu Bu menjawab," Dan mengenai Yuan Shu, Tuhan sudah mengirimkannya Stempel Kekaisaran dan dia akan segera tiba saatnya menjadi Putra Langit suatu hari nanti. Jadi aku pikir Aturan kekaisaran dapat berlaku."

"Tidak, itu ditak akan.", jawab Chen Gong

"Aturan bangsawankah yang berlaku ?"

"Bukan. Jawab Cheng Gong.

"Aturan pejabat tinggi ?"

"Jg Bukan." Jwb Chen Gong.

Lu Bu tertawa dan berakata, "Jadi maksudmu aturan orang biasa ?"

"Juga bukan itu."

"Lalu apa maksudmu ?" Tanya Lu Bu keheranan.

Cheng Gong menjawan, "Didalam kekacauan yang ada sekarang, dimana ada perseteruan diantara para penguasa dan bangsawan, apakah kau tidak melihat bahwa orang lain akan menjadi cemburu dengan pernikahan dan persekutuanmu dengan keluarga yang memiliki pengaruh begitu besar dan status tinggi seperti keluarga Yuan ? Jika kau menunda pemilihan hari, kemungkinan besar musuh akan menyiapkan jebakan dan perangkap untuk menghalangi rencana kita. Jika musuh mendapatkan sang mempelai dan menahannya, maka apakah yang dapat kita lakukan ? Pendapatku adalah kau seharusnya menolak, tetapi karena kau telah menerimanya, maka lakukanlah semua rencana ini dengan cepat sebelum para penguasa lain mendengarnya dan segera kirimlah putrimu ke ShouChun. Kau dapat memesan penginapan disana hingga hari baik untuk menikah tiba. Hal ini dapat mencegah kejadian buruk yang akan terjadi."

"Kata-katamu benar." Jawab Lu Bu.

Dia pergi ke kediamannya untuk menemui istrinya dan berkata untuk segera berangkat bersama putrinya. Lu BU memerintahkan untuk menyiapkan kuda-kuda terbaik untuk mengawal keberangkatan istri dan putrinya. Rombongan itu berikut dengan Han Yin dan pasukannya di jaga oleh pasukan Lu Bu yang dipimpin oleh Song Xian dan Wei Xu.

Pada saat ini Chen Gui, ayah dari Chen Deng sedang menunggu ajal karena sakitnya itu. Mendengar suara musik dia menanyakan kepada pelayannya apa yang terjadi dan pelayannya memberitahukan padanya.

"Mereka sedang mengerjakan siasat 'Keluarga diatas orang lain' " Kata Chen Gui. "Liu Bei dalam bahaya."

Oleh karena itu, walaupun keadaanya yg sedang sakit keras itu, dia pergi menemui Lu Bu.

"Tuan, apa yang membuatmu kemari ?" Tanya Lu Bu.

"Aku mendengar kau mati dan aku datang untuk berduka" Kata Orang Tua itu.

"Siapa yang mengatakan itu ?" Lu Bu terkejut.

"Kau pernah suatu kali menerima hadiah besar dari Yuan Shu supaya kau mencelakakan Liu Bei, tetapi kau dapat mengatasinya dengan memanah. Sekarang tiba-tiba mereka mau menikahkan anaknya denga anakmu sehingga membentuk persekutuan denganmu, tujuan mereka adalah menahan anakmu sebagai jaminan. Langkah berikutnya mereka akan menyerang XiaoPei dan setelah itu hilang, kemanakah kau akan pergi ? Apapun yang mereka minta kemudian hari, beras atau pasukan atau apapun juga maka kau akan menyerahkannya dan itu akan membuat akhirmu semakin dekat dan membuatmu akan dibenci. Jika kau tolak maka kau telah tidak menjalankan kewajibanmu sebagai keluarga dan itu bisa dijadikan alasan untuk menyerangmu. Lagipula tujuan Yuan Shu adalah untuk membuat dirinya menjadi kaisar yang berarti adalah pemeberontakan dan kau akan menjadi salah satu anggota keluarga pemberontak itu. "

Lu bu menjadi tidak tenang mendengar hal ini.

"Aku telah diperdaya oleh Chen Gong" Katanya dalam hati.

Lalu dia mengirim Zhang Liao untuk segera membawa kembali rombongan itu yang telah berada 10 km jauhnya untuk kembali kedalam kota. Ketika mereka telah kembali, Lu Bu memenjarakan Han Yin dan mengirim surat kepada Yuan Shu bahwa baju pengantin anaknya belum siap dan dia tidak akan dapat menikah sampai hal itu siap.

Chen Gui menginginkan Han Yin dikirim ke ibu kota Xu Chang. Tetapi Lu Bu ragu2x apa yang harus dilakukan olehnya, ketika dia mendengar Liu Bei menarik tentara dan membeli kuda tanpa maksud yang mendesak.

"Dia hanya lakukan ini karena tugasnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan" Kata Lu Bu pada awalnya.

Lalu datangnya 2 jendralnya, Song Xian dan Wei Xu berkata, "Seperti yang telah kau perintahkan, kami ke gunung huashan untuk membeli kuda. Kami telah mendapat 300 ketika dalam perjalanan kembali di perbatasan Xiao Pei ada pencuri yang berhasil merampok 1/2 dari kuda-kuda itu. Kami mendengar bahwa perampok itu sebenarnya adalah Zhang Fei yang menyamar."

Lu Bu sanga marah atas hal ini dan dia mempersiapkan ekspedisi untuk melawan Xiao Pei. Ketika Liu Bei mendengar bahwa akan ada serangan dia memimpin pasukannya keluar untuk melawan dan kemudian kedua pasukan berhadapan.

Liu Bei berkuda kedepan dan berkata, "Kakak tertua, kenapa kau membawa pasukan menyerangku ?"

Lu Bu mulai memakinya dan berkata, "Panahanku pada pesta perjamuan waktu itu menyelamatkanmu dari bahaya besar .Kenapa kau mencuri kudaku ?"

"Aku menginginkan kuda dan aku menyuruh orang membelinya. Mana berani aku mengambil milikmu ?" Kata Liu Bei.

"Kau mencuri 150 kuda dengan menggunakan Zhang Fei. Kau hanya menggunakan tangan orang lain saja !"

Lalu Zhang Fei dengan tombaknya maju kedepan dan berkata," YA ! aku mencuri kuda-kuda mu dan apalagi yang kau harapkan ?"

Lu Bu membalas,"Kau pencuri ! kau selalu memperlakukanku dengan kurang ajar !"

"Ya ! aku mengambil kudamu dan kau marah. Kau tidak mengatakan apapun ketika kau mencuri Xu Zhou kakakku!"

Lu BU maju dan menantang berduel dan Zhang Fei pun melayani. Pertarungan yang berjalan sengit berlangsung dan kedua pendekar itu telah bertarung 100 jurus tanpa ada yang menang. Kekutan Lu Bu dan Zhang Fei seimbang, Kedua-duanya sama-sama ahli bermain tombak dan berkuda. Liu Bei yang khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi dengan adiknya itu segera membunyikan gong sebagai signal tanda untuk mundur dan memimpin pasukannya masuk kekota. Lu Bu lalu mengepung kota itu.

Liu Bei memanggil adiknya itu dan memarahinya karena dia yang menyebabkan semua hal ini.

"Dimana kuda-kuda itu ?" Tanya Liu Bei.

"Di sejumlah kuil dan lapangan " Jawab Zhang Fei.

Liu Bei mengirim utusan untuk berbicara yg lembut dan menawarkan Lu Bu unutk mengembalikan kuda curian itu jika permusuhan ini dihentikan. Lu Bu sebenarnya ingin setuju tetapi Chen Gong menolak.

"Kau akan menderita sedikit demi sedikit jika kau tidak menyingkirkan Liu Bei sekarang."

Dengan bujukan Chen Gong akhirnya Lu Bu menolak ajakan damai dan makin menekan pertahanan kota Xiao Pei.

Liu Bei memanggil Mi Zhu dan Sun Qian untuk dimintai saran.

Kata Sun Qian, "Satu orang yang paling Cao-Cao benci adalah Lu Bu. Mari kita tinggalkan kota ini dan meminta perlindungan Cao-Cao yang darinya kita dapat meminjam pasukan dan menghancurkan Lu Bu."

"Jika kita mencoba untuk keluar, siapa yang akan memimpin didepan ?"

"Aku akan mencoba yang terbaik " Jawab Zhang Fei.

Lalu Zhang Fei memimpin pasukan didepan, guan yu di belakang dan di tengah adalah Liu Bei dengan para bawahannya yang tidak bertempur. Rombongan itu keluar melalui gerbang utara dimalam hari ketika bulan sedang terang. Mereka menemui perlawanan dari Song Xian dan Wei Xu, tetapi berhasil di paksa mundur oleh Zhang Fei. Zhang Liao mengejar mereka dari belakang tetapi dipaksa mundur oleh Guan Yu. Lu BU tidak puas dengan pertempuran ini, tetapi dia tidak memperpajangnya. Dia masuk kedalam kota dan menenangkan penduduk serta menugaskan Gao Shun sebagai gubernur.

Liu Bei mendekati Xu Chang dan berkemah di depan kota, dimana dia mengirimkan Sun Qian untuk menemui Cao-Cao dan menjelaskan kejadian yang menimpanya.

Cao-Cao berkata, "Liu Bei sudah seperti saudaraku."

Lalu Cao-Cao mengundang Liu Bei masuk kedalam kota.

Meninggalkan saudaranya untuk berjaga di kemah. Liu Bei dengan Sun Qian dan Mi Zu menemui Cao-Cao, Yg menerimanya dengan sangat hormat. Cerita mengenai urusannya dengan Lu Bu diceritakan kembali kepada Cao-Cao.

"Dia tidak mempunyai rasa kebenaran." Kata Cao-Cao."Kau dan aku adalah saudara, kita akan menyerangnya bersama."

Liu Bei sangat bersyukur. Sebuah perjamuan diadakan untuknya dan itu sudah sangat malam sebelum dia pergi kembali kekemahnya.

Xun Yu lalu datang dan menemui tuannya seraya berkata, "Jika kau tidak waspada, Liu bei akan menjadi batu sandunganmu. Kau harus menghancurkannya."

Cao-Cao tidak menjawab dan Penasehatnya pergi.

Saat itu Guo Jia datang dan Cao-Cao berkata, "Aku disarankan membunuh Liu Bei, bagaimana menurut pendapatmu rencana ini ?"

"Sebuah rencana yang buruk" kata Guo Jia, "Kau bersumpah untuk membebaskan rakyat dari penderitaan dan hanya dengan kebenaran dan kebaikan hatimu saja kau dapat mengamankan dukungan dari orang-orang yang berpikiran mulia. Kekhawatiranmu yang terbesar adalah jika mereka pergi meninggalkan dirimu. Sekarang Liu Bei adalah seorang pahlawan. Dia telah datang untuk meminta bantuanmu dan perlindunganmu, dan jika kau membunuhnya maka seluruh orang baik dan bijak akan meninggalkanmu dan ini akan menimbulkan ketakutan seluruh orang. Kalau sudah begini ketika kau mengalami kesulitan kepada siapakah kau akan mencari pertolongan ? Untuk menghilangkan bahaya dengan mengancam keselamatan diri sendiri adalah jalan menuju kehancuran. Kondisi ini memerlukan pertimbangan yang cermat."

"Apa yang kau katakan persis seperti apa yang kupikirkan" Kata Cao-Cao yang senang senang dengan kata-kata Guo jia.

Langkah berikutnya adalah dia mengirimkan surat pada kaisar untuk memberi Liu Bei jabatan PELINDUNG KEKAISARAN WILAYAH YU ZHOU.

Lagi Cheng Yu berkata,"Liu Bei adalah orang yang akan menyulitkanmu, Dia bukanlah orang yang dapat menjadi bawahan. Kau lebih baik menyingkirkannya."

Cao-Cao menjawab,"Sekarang adalah saatnya untuk menggunakan orang-orang yang baik dan mampu. Aku tidak akan menghancurkan dunia ini hanya demi mengenyahkan satu orang saja. Guo Jia dan aku dapat melihat hal ini."

Dan Cao-Cao menolak semua usul untuk mengenyahkan Liu Bei. Dia memberikan 3000 pasukan dan 10.000 karung beras dan mengirimnya ke Yu Zhou. Liu Bei mengarahkan pasukannya ke Xiao Pei dan mendudukinya, Dia memanggil kemabali bekas pasukannya dan berencana menyerang Lu Bu.

Ketika Liu Bei sampai di Yu Zhou dia mengirim pesan pada Cao-Cao yang sedang bersiap-siap untuk mengerahkan pasukannya menghancurkan Lu Bu. Tiba-tiba datang berita bawah Zhang Ji yang pergi menyerang Nan Yang telah tewas. Sekarang Keponakannya Zhang Xiu telah bergabung dengan Liu Biao dan berkemah di Wan Cheng. Mereka berniat menyerang Ibu Kota dan mengambil kaisar.

Cao-Cao sedang kebingungan dan dia memanggil Xun Yu untuk berdiskusi.
Dia takut Lu Bu akan mengambil ibu kota jika dia menyerang pasukan gabungan itu.

Kata penasehatnya, "Lu Bu adalah orang tanpa kebijakan yang jelas. Dia hanya mengabil keuntungan kecil yang dapat terlihat olehnya. Yang perlu kau lakukan hanyalah memberinya promosi dan hadiah dan mintalah agar dia berdamai dengan Liu Bei dan dia akan melakukan hal itu. Lu Bu bukanlah ancaman."

"Bagus !!" Kata Cao-Cao.

dan dia menjalankan rencana itu serta mengirimkan utusan kekaisaran, Wang Ze pergi ke Xu Zhou membawa titah kaisar dan surat yang isinya menyuruhnya berdamai dengan Liu Bei, sementara itu dia bersiap untuk mengatasi bahaya dari Zhang Xiu.

Ketika telah siap dia mengarahkan tentaranya dengan kekuatan sebesar 150.000 pasukan didalam 3 divisi. Xiahou Dun menjadi pimpinan pasukan dan mereka pergi ke sungai Yu dan berkemah disana.

Jia Xu berusaha memberikan nasihat pad Zhang Xiu bahwa perlawanan adalah sia2x.

"Kau akan lebih baik jika menyerah, karena pasukan Cao-Cao terlalu besar untuk kau lawan." Kata Jia Xu.

Melihat kebenaran hal ini Zhang Xiu mengirim penasehatnya itu untuk mengatur penyerahan dirinya. Cao-Cao sangat senang dengan Jia Xu dan mencobanya untuk membuat Jia Xu berkerja untuknya.

"Aku sebelumnya berkerja untuk Li Jue dan aku bersalah karena membantunya. Sekarang aku bersama Zhang Xiu yang sangat menghargai nasehatku dan aku tidak dapat meningalkannya." Kata Jia Xu.

Jia Xu lalu berpamitan dan pergi.

Keesokan harinya dia membawa tuannya kehadapan Cao-Cao. Cao-Cao sangat pemurah, Dia memasuki kota dengan pasukan kecil saja, pasukan lainnya berkemah didepan kota dan penjang kemahnya mencapai 3 km. Perjamuan besar diadakan dan setiap hari Zhang Xiu selalu memberi Cao-Cao hiburan.

Suatu hari ketika Cao-Cao kembali kemarkasnya dia bertanya pada bawahannya, "Adakah gadis penyanyi dikota ?"

Keponakannya, Cao Amin berkata, "Kemarin malam aku melihat ada wanita cantik. Mereka memberitahuku bahwa itu adalah istri Zhang Ji, pamannya Zhang Xiu. Dia sangat cantik sekali."

Cao-Cao sangat bersemangat dengan penjelasan mengenai kecantikan wanita ini. Dia memerintahkan keponakannaya untuk membwa wanita itu menemuinya dan tak lama kemudian wanita itu sudah berada dihadapannya.

Wanita itu sangat cantik sekali dan Cao-Cao menanyakan namany.

Dia menjawab, "Aku adalah istri Zhang Ji. Aku lahir dalam keluarga Zhou."

"Kau tahu siapa diriku ?" Tanya Cao-Cao.

"Aku telah mengetahui perdana menteri sejak lama berdasarkan reputasinya. Aku senang untuk menemui dia dan dapat bersujud dihadapannya." Kata Wanita itu.

"Adalah hanya untukmu aku membiarkan Zhang Xiu menyerah, jika tidak sudah kubunuh dia dan memenggal semua keluarganya." Kata Cao-Cao.

"Jika memang begitu maka aku berhutang nyawa padamu. Aku sangat berterima kasih." Kata Wanita itu.

"Dapat melihatmu sama seperti melihat sekilas surga, Tetapi ada yang lebih kuinginkan. Aku harap, Malam ini, kita dapat berbagi ranjang bersama dan esok hari kau pergi denganku ke ibukota dan kita dapat menikmati semua kemewahan hidup. Apa pendapatmu ?"

Dia langsung berterima kasih.

"Tetapi Zhang Xiu akan bertanya-tanya mengenai kepergianku dan gosip akan mulai menyebar.", Kata Wanita itu.

"Jika kau suka, kau dapat segera meniggalkan kota."

Dia melakukan seperti yang diminta, tetapi bukannya dia langsung segera pergi ke ibu kota. Wanita itu tinggal bersamanya dikemah, dimana dian wei ditugaskan untuk menjadi pengawal khusus bagi kediamannya dan tidak ada yang menemuinya selain Cao-Cao. Cao-Cao melewatkan hari demi hari bersenang-senang dengan wanita itu berdua saja didalam kamarnya.

Tetapi orang-orang mulai berbicara dan memberitahukan hal ini pada Zhang Xiu. Dia sangat marah pada aib yang dibawa kepada keluarganya ini.

Dia meminta saran kepada Jia Xu mengenai masalahnya ini, "Jagalah rahasia ini dan tunggu sampai dia muncul lagi untuk melakukan perkerjaannya dan lakukan seperti ini.... dan ini ...."

Sebuah rencana dijalankan secara diam-diam.

Keesokan harinya Zhang Xiu pergi ke tenda Cao-Cao dan berkata,"sejak penyerahan diriku, prajurit yang melakukan desersi semakin banyak. Akan lebih baik jika kami berkemah ditengah kemahmu untuk mencegah hal ini."

Cao-Cao memberikan ijin dan Zhang Xiu segera memindahkan kemahnya dan membaginya jadi 4.

Tetapi dian wei, pengawal khusus Cao-Cao adalah orang yang sangat ditakuti. Dia sangat berani dan kuat. Sangat sulit bagi siapa saja yang ingin menyerang dirinya. Zhang Xiu memanggil Hu Chu Er salah satu komandan perkemahannya untuk berdiskusi. Hu Chu er adalah orang yang sangat kuat. Dia dapat mengangkat beban seberat 600 pon dan berjalan 200 km sehari. Hu Chu Er mengusulkan suatu rencana.

Dia berkata,"yang paling ditakuti dari Dian Wei adalah kedua kampak perangnya itu. Buatlah dia pergi kesebuah pesta dan bikinlah dia mabuk, setelah itu aku akan membaur dengan pasukannya dan mengambil senjatanya itu."

Lalu persiapan pun dilakukan dan perintah diberikan pada setiap kemah. Setelah semua ini selesai, Zhang Xiu mengadakan perjamuan dan Dian Wei diundang. Didalam Jamuan itu Dian Wei meminum banyak sekali arak dan akhirnya dia mabuk. Lalu Dian Wei kembali kekemahnya dalam keadaan mabuk dan Hu Chu Er yg berbaur dengan tentaranya berhasil mencuri senjata kampak dian wei.

Malam itu ketika Cao-Cao sedang makan malam dengan Lady Zhou, Dia mendengar suara ringkikkan kuda dan suara prajurit. Dia segera mengirim orang untuk memeriksa dan dilaporkan bahwa itu adalah pasukan patroli malam hari. Cao-Cao puas mendengar jawaban itu.

lalu setelah beberapa lama berselang dia mendengar keributan dibelakang tendanya dan dilaporkan bahw