Help - Search - Members - Calendar
Full Version: “The Fall Of The Kuru Empire” (Kajian Modern)
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
BRUANGZ


Catatan : titk biru adalah pendukung Kaurava
titik merah adalah pendukung Pandava


Perang Mahabharata adalah perang besar-besaran yang terjadi antara dua bagian keluarga dari Dinasti Chandra yang berkuasa di seluruh daratan India dan sekitarnya pada masa peradaban Vedic dimana itu berarti 1000 sampai 1500 tahun sebelum masehi (ada pihak yang menyebutkan 3000-2500 SM…)

Apakah Dinasti Candra itu ?

Adalah dinasti yang didirikan oleh pangeran Pururava Aila dari negeri Bahlika dekat sungai Kardameya (kebanyakan para ahli sepakat bahwa negeri itu berada di daerah Persia (lihat peta Bahlika/Bahlkh )…

Pangeran Pururava dan rombongannya memasuki Hindustan melalui daerah Uttar Kuru, Uttar berarti utara, jika dilihat dari peta maka jika kita menarik garis perjalanan Pangeran Pururava dari Bahlika (negerinya) ke Kuru (negeri nya kelak) maka kita dapat melihat bahwa mereka melalui jalur utara India bukan ? (kelak salah satu keturunannya yang terkenal dinamakan Kuru)

Bagaimana Sejarah Dinasti Candra ?

Dinasti Candra atau Wangsa Candra ( Lunar Dinasty ) didirikan Pangeran Pururava Aila , dia adalah putra dari raja kerajaan Puru di Bahlika yang bernama Trasadasyu (kelak negeri Puru memihak Kaurava saat perang Bharathayuda), (Arthashastra, p 76, n.5)

Dia dikisahkan beribu dewi sungai Kardama sehingga bernama Kardameya ( ingat kisah Bhisma yang beribu dewi Gangga sehingga dipanggil Ganggeya ?)walaupun kita tidak bisa memvonis benar atau salah bahwa ibu sang pangeran adalah seorang dewi (mahluk ilahi ), tapi yang jelas sungai Kardama itu memang mengalir didekat daerah Bahlika di daerah Persia.

Setelah berusia dewasa, sang pangeran memutuskan untuk hijrah dan mencari tempat baru untuk mendirikan kerajaan baru baginya ( cukup jelas bahwa Pururava bukanlah anak sulung atau putra mahkota )

Selanjutnya Pururava Aila-(sebenarnya kata Pururava mengacu pada “keturunan Puru” sebagaimana kata Kaurava “keturunan Kuru” atau Pandava “keturunan Pandu”)- dan rombongannya melewati wilayah Uttar Kuru yang bersalju (sekitar Himalaya ) dan tiba di daerah antara sungai Gangga dan Yamuna.

Selanjutnya tidak ada suatu hal yang terlalu banyak diceritakan tentang Pururava Aila serta putra pertamanya Ayu, namun anak dari Ayu yaitu Yayati merupakan tokoh yang sedikit berpengaruh karena cucunya kelak, “Yadawa “ menurunkan wangsa Vrsni (Krishna, Balarama, Kunti ) dan “Bharata” yang menurunkan wangsa Kuru (Pandawa dan Kaurawa) dua wangsa besar dalam perang Mahabharata.

Anak Yayati yaitu Nahusa telah dikutuk menjadi ular besar karena kesombongannya, dia hidup sebagai ular sampai Bhima membunuhnya (bayangkan Nahusa harus menjadi ular besar samapi 15 generasi –lihat diagram silsilah Raja wangsa Candra-!seribu tahunkah ?)

Selanjutnya anak Nahusa yaitu Bharata diangkat sebagai putra mahkota singasana Paurawa ( dari kata Pururava ). Saudaranya yaitu Yadawa pergi ke daerah barat dan bertempat tinggal di sekitar Dwaraka ( lihat peta ). Bharata kemudian berkat kesaktiannya yang tiada tanding melakukan Rajasuya ( pengukuhan diri sebagai Raja Diraja /Kaisar ) dengan menaklukan seluruh India, sehingga negeri Industan berganti nama menjadi Bharatavarsa ( negerinya Bharata ).

Tahun demi tahun berlalu, abad berganti abad, ketika kekuasaan keturunan Bharata melemah, lahirlah seorang putra dari Samavarana yang bernama Kuru (Samavarana juga melahirkan leluhur keluarga Panchala, keluarga Drupadi istri kelima Pandawa ).Kuru dikisahkan begitu sakti, dia bertapasya di daerah Kuruksetra (istilah ksetra mengacu pada kata lapangan..(bukan kuburan)…jadi kuruksetra adalah tanah (lapang) tempat Kuru bertapasya dan dia berhasil menyenangkan Indra sehingga mendapatkan berkahnya. Dikisahkan berkat berkah sang Dewa, Kuru sekali lagi menaklukan seluruh India dibawah Wangsa Candra. Kuru kemudian dikenal sebagai salah satu raja termasyur didalam keluarga Dinasti Candra. (ironisnya lapangan tempat dia melakukan tapa untuk membangun Kekaisaranya, beberapa abad kelak, justru menjadi tempat pembantaian jutaan prajurit dalam perang yang menghancurkan istana Kuru )

Setelah Kuru, tidak ada lagi raja yang termasyur dalam sejarah wangsa Candra, hanya ada Santanu, walaupun dikenal hanya lewat kisah asmaranya yang menyedihkan dengan Dewi Gangga, dan Setyawati. Namun begitu, anak Santanu dari Dewi Gangga yaitu Dewavrata adalah yang terhebat dari semuanya…Dewavrata sendiri dilatih oleh Bhargava yang Agung, dan dengan kesaktiannya menaklukan India kembali atas nama wangsa Candra. Karena kehebatannya dia digelari julukan Bhisma atau “..Dia Yang Menakutkan….”

Dewavrata sendiri kemudian dibunuh oleh Anak Pandu dalam perang Kuruksetra yang bernama Arjuna.(yang sebenarnya bukanlah cucunya tetapi cucu Maharsi Abyasa )

Diagram Keturunan Raja-Raja Wangsa Candra :

Puru-ravas Aila, Ayu, Yayati, Nahushya, Puru-Bharata (bersaudara dengan Yadawa leluhur Krishna), Dauhshanti, Saudyumni, Ajamidha, Riksha, Samavarana, Kuru, Uchchaihsravas, Kaupayeya, Prati sutvana, Bahlika Pratipeya, Santnu, Dhritarashtra, Yudhistira,Parikesit cucu dari Arjuna., Janamejaya, tidak disebutkan lagi…

Perang 18 Akshauhini

Perang bharatayudha merupakan perang saudara dalam sebuah kekaisaran yang terjadi justru pada zaman keemasan kekaisaran tersebut. Maka tidaklah heran jika segenap pasukan yang berlaga di medan tempur berjumlah sangat menakjubkan. Yaitu 18 akshauhini. Dengan rincian Pandawa membawahi 7 Akshauhini tempur, sedangkan Kerajaan Kuru membawahi 11 Akshauhini tempur. Menurut sumber-sumber terjemahan Mahabharata asli, jumlah mereka yang bertempur adalah : Pandawa memiliki 1,530,900 prajurit dan Kaurawa membawa 2,405,700 prajurit. Jika digabungkan, terdapat 3,94 juta orang yang bertempur di medan perang Kuruksetra.
BRUANGZ
Apa Yang dimaksud Akshauhini ?

Akshauhini adalah satuan jumlah prajurit dalam kemiliteran India Kuno, 1 Akshauhini bernilai : 21,870 kereta perang (Sanskrit ratha); 21,870 gajah perang; 65,610 cavalery dan 109,350 infantry, jumlahnya tidak harus tepat, tetapi mendekati itu. Disebutkan bahwa 1 Akshauhini adalah standar jumlah yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah Vyuha.

Apa itu Vyuha ?

Vyuha berarti formasi tempur, ada bermacam macam vyuha yang dikenal pada zaman itu, antara lain

Krauncha vyuha (burung formation), Makara vyuha (buaya formation), Kurma vyuha (kura-kura formation), Trishula vyuha (trisula formation), Chakra vyuha (bentuk cakra formation) and the Padma vyuha (teratai formation).

Apa yang dimaksud Samsaptaka ?

Samsaptaka adalah sebutan bagi pasukan elite khusus yang dipimpin oleh Raja Susarma, terdiri dari 2000 ksatria tangguh serta 50 pangeran dari negeri Trigarta. Trigarta merupakan sekutu lama Kekaisaran Kuru ( lihat Peta ). Pasukan Samsaptaka bergabung kedalam 2,4 juta pasukan yang mengabdi pada Duryodana dalam perang Bharatayudha. Pasukan Samsaptaka dibentuk secara khusus untuk membunuh Pandawa yang paling perkasa, Arjuna. Selama peperangan, ke dua ribu anggota Samsaptaka memang hanya menyerang Arjuna seorang. Mereka menyerang secara keroyokan, dan menganut motto “membunuh atau dibunuh Arjuna”. Setelah perang usai, tidak seorangpun dari para Samsaptaka yang lolos dari panah Arjuna.

Siapa Bhagadatta itu ?

Bhagadatta adalah raja dari monarki Pragjyotisha (lihat Peta ) letaknya kira kira disekitar Bangladesh sekarang. Menurut sumber-sumber terpercaya, kekuasaan kerajaan Pragjyotisha bahkan sampai ke asia tenggara, antara lain Thailand sekarang. Dan wilayah ini memang penghasil gajah gajah yang besar dan sehat. Bhagadatta memimpin garnisun dari puluhan ribu gajah yang mengerikan. Gajah perang sang raja bernama Surpreetika. Bhagadatta dan kerajaan Pragjyotisha-nya diklaim sebagai petarung terbaik dalam hal seni berperang menggunakan gajah perang, mereka bukanlah negeri taklukan Kekaisaran Kuru, namun dianggap sekutu yang kuat. Bhagadatta sendiri dibunuh oleh Arjuna dalam duel satu lawan satu di hari ke 13 perang.

Siapa Sebenarnya Gatotkacha ?

Gatotkacha dikisahkan sebagai anak Bhima dengan Hidimbi. Secara khusus Maharsi Vyasa sang penulis Mahabharata tidak merinci tempat kelahiran Gatotkacha. Hanya saja tercantum bahwa setelah dewasa dia menikah dengan wanita bernama Ahilawati dan mempunyai putra bernama Barbarika. Gatotkacha dianggap sebagai bangsa Raksasa, hal ini secara logika berari tempat kelahiran Gatotkacha berada diluar India. Karena bangsa Arya selalu menggolongkan bangsa diluar (apalagi yang lebih rendah peradabannya atau norma kesusilaannya, seperti kanibalisme,) sebagai bangsa Raksasa Jika menilik pertemuan antara Bhima dengan Hidimbi terjadi saat Pandawa pergi mengasingkan diri dari Bharatavarsa (Kekaisaran Kuru) kearah timur, dan melewati negeri gajah Pragjyotisha (lihat peta letak Pragjyotisha), ada kemungkinan mereka sampai di ....."Indonesia"..... Nama Pringgadani sendiri (sebagai ibu kota kerajaan para bangsa “Raksasa” milik Gatotkacha ) tidak ditemukan dalam literatur peta sejarah India kuno. Pada kelanjutannya Pringgadani sendiri bukanlah sebuah kota, kemungkinan hutan (ingat Bhima bertemu dengan Hidimbi di Hutan, ini berarti peradaban bangsa “raksasa” ,-bahkan sampai masa kelahiran Gatotkacha pun,-sepertinya belum bisa membuat sebuah kota yang maju seperti bangsa arya di Industan, kemungkinan besar mereka masih tinggal di permukiman-permukiman didekat hutan ). Uniknya kata Pringgadani sendiri terdiri dari dua kata yaitu Pringga dan Dani, Pringga sendiri berarti hutan/ bukit, dalam bahasa jawa kuno.
BRUANGZ
Dalam Perang Kuruksetra, Batalion pasukan Kaurava 2,4 juta pasukan dibandingkan 1,5 juta pasukan Pandava, tetapi kenapa Kaurava bisa kalah ?

Ada kajian penting yang harus dikemukakan disini, Perang bharatayudha memang benar-benar terjadi di masa lampau, walaupun waktu kejadiannya belum dapat dipastikan.

1. Banyak dari Pasukan Kaurava terdiri dari pasukan bayaran dan bukan pasukan yang mengabdi secara moral kepada Duryodana pemimpin para Kaurava.

Jika dilihat dari text asli Mahabharata maka kita dapat melihat bahwa pasukan yang bergabung dengan pasukan kaurava sebanyak 2,4 juta orang, namun yang benar-benar mengabdi tidak sebanyak itu, ulasannya sebagai berikut :

Pasukan Inti kaurava :

a. Pasukan Istana Kuru, terdiri dari 2 Akshauhini (200.000 infantri, 140.000 cavalery, 35.000 kereta perang, 40.000 gajah perang. Dipimpin oleh Bhisma, Drona, Kripa, Karna, Ashvatama, Duryodana, Bahlika, Sakuni dan sanak keluarganya Istana Kuru. Ini merupakan inti pasukan Kaurava yang siap mati membela Duryodana.

b. Pasukan Trigarta, 2000 pasukan elite Samsaptaka, 50 noble warrior, 50.000 sampai 70.000 infanri, 30.000 cavaleri.

c. Pasukan Anga. Provinsi terbesar Kekaisaran Kuru di timur. Dipimpin oleh Karna. Anga menyuplai 1 Akhsauhini pasukan untuk Duryodana. Sayangnya mereka baru bisa bergabung setelah jatuhnya Panglima tertinggi Kaurava, Bhisma dihari ke 10.

d. Pasukan Persia dari Bahlika (negeri Puru). Seperti yang terurai diatas, negeri Bahlika merupakan tanah leluhur Pangeran Pururava Aila leluhur Wangsa Candra. Bahlika memutuskan untuk membela Istana Kuru walaupun itu berarti mereka harus membela Duryodana. Pasukan Persia ini dikisahkan lebih banyak memiliki heavy cavaleri tangguh (kelak memang kekaisaran persia akan terkenal dengan pasukan berkuda Kathaprak-nya). Jumlah pasukan yang disumbangkan 1 Akhsauhini. 150.000 prajurit. 50.000 cavaleri tempur (heavy cavaleri) 10.000 Hashasim (pasukan elit bersenjata panah, yang sempat menyerang pasukan Satyaki di perang Bharatayudha)

e. Pasukan negeri Sindhu. Negeri ini sangat subur dan maju. Dipimpin oleh Jayadratha, negeri Sindhu merupakan sekutu favourit Kaurava, disamping itu Jayadrata merupakan suami Dussala adik Duryodana. Mereka menyumbang 1 Akshauhini tempur lengkap. 150.000 infantri, 30.000 gajah, 30.000 kereta perang, 60.000 cavaleri.

f. Pasukan negeri Gandara. Pasukan ini disumbangkan oleh Sakuni yang licik. Dikisahkan negeri Gandara adalah penghasil gajah dan kuda terbaik. Pasukan gajah mereka ikut tercatat dalam perang Mahabharata. Tidak ada catatan resmi berapa banyak pasukan yang disumbangkan Sakuni dalam perang ini. Namun sebagai negeri yang Inferior. Dan menilik pangkat Sakuni hanya Ardharathika maka jumlah pasukannya mungkin sekitaran 50.000 prajurit, 10.000 cavaleri, dan 10.000 kereta perang dan gajah perang.

Pasukan Negeri Taklukan :

g. Pasukan provinsi Avanti, penguasa India tengah. Provinsi ini, sama seperti Anga di timur merupakan provinsi-provinsi Kuru yang kuat. Tidak disebutkan secara menonjol siapa saja yang memimpin pasukan dari India tengah ( madyadesa ). Namun diperkirakan mereka menyumbang 1 Akshauhini. 150.000 prajurit, 30.000 kereta perang, 30.000 gajah perang, dan 70.000 cavaleri.

Pasukan Sukarelawan :

h. Pasukan Negeri Madra. Madra sebenarnya merupakan sekutu Pandava, namun secara licik Duryodana telah menipu rajanya, yaitu Salya untuk bergabung dengannya. Salya sendiri merupakan kakak dari Madri ibu se kembar Nakula dan Sahadheva. Negeri ini dikisahkan sebagai salah satu negeri besar yang tidak berada di lingkaran kekuasaan Kuru. Mereka Independen dan kuat. Membawa sekitar 1 Akshauhini tempur lengkap. Mereka merupakan salah satu yang tertangguh di India saat itu. Namun mereka bertarung setengah hati.

i. 10.000 pasukan Narayani. Merupakan pasukan elit dari negeri Dwaraka. Saat Krisna dipilih oleh Arjuna sebagai kusir kereta perangnya. Kaurava kebagian 10.000 pasukan Narayani. Sebagai pasukan elit, kiprah mereka kurang terdengar dalam perang Mahabharata, ada kemungkinan mereka bertempur separuh hati.

j. Pasukan gajah negeri Pragjyotisha. Dipimpin oleh Bhagadatta yang agung berkekuatan 1 Akshauhini, (100.000 prajurit infantri, 40.000 gajah perang, 20.000 cavalery, 30.000 kereta perang). Bhagadatta sendiri sebenarnya adalah sahabat Pandu, ayah para Pandava.

k. Pasukan negeri Kekaya. Kemungkinan Negeri ibu dari Bharata (Adik Rama dalam Ramayana). Negeri ini besar dan kuat. Uniknya negeri Kekaya membagi pasukannya sama rata. Mereka membantu keduanya, Pandava dan Kaurava. Ada kemungkinan telah terjadi pertalian darah antara Istana Kuru dengan negeri ini.

Pasukan bayaran ( Serdadu Mlecha ):

l. Pasukan Phalanx dari Ionia ( Yunani ). Orang orang Bharatavarsa (India kuno) sering menyebut mereka dengan sebutan Yavana. Pasukan ini tergabung dalam barisan batalion “ Mlecha “ yang berarti serdadu asing. Pasukan ini pada awal-awal perang ditugaskan menjaga kereta tempur Bhisma dari jangkauan Arjuna. Dengan bersenjatakan tombak, pasukan ini merupakan lawan yang paling dibenci para penunggang kuda maupun kereta perang. Namun merupakan sasaran empuk bagi penunggang gajah maupun pemanah.

m. Pasukan China. Mereka datang dengan panah dan lembing. Dikisahkan sebagai pasukan yang lemah hati dan tidak berbahaya. Tidak banyak dikisahkan kehebatan pasukan China dalam perang Mahabharata.

n. Sarka, Pishaka, Gandarwa, dan banyak lagi suku bangsa yang mengabdi pada Duryodana pada masa itu merupakan negeri negeri yang berada diluar negeri Bharatavasra. Jika dihitung-hitung dari 2,4 juta pasukan Kaurava, sekitar 60-65 % nya merupakan pasukan bayaran dan sukarela. Sekitar 35 % dari itu memang benar-benar pasukan asli dari negeri Kuru yang mau tidak mau membela Duryodana. Ini berarti jumlah mereka yang sebenarnya hanya 900.000 prajurit.

Bandingkan dengan Pandava yang memiliki 1,5 juta pasukan namun semuanya setia kepada mereka. (karena semuanya didapatkan dari karisma dan kebajikan Yudistira, serta hasil penaklukan Arjuna diwilayah wilayah selatan, sehingga dirinya mendapatkan sebutan Dananjaya ( lihat peta negeri-negeri pendukung perang Mahabharata )

2. Arjuna menggembosi Kekuatan Kekaisaran Kuru di selatan.

Sebelum perang terjadi, Yudistira mengutus adiknya, Arjuna, untuk menaklukan negeri negeri didaerah selatan untuk mendapatkan pengakuan dan pasukan mereka pada perang besar Bharatayudha. Pada zaman itu, prajurit dari suatu negeri akan bersumpah setia kepada seorang raja apabila orang tersebut mampu mengalahkan petarung terbaik dari negeri mereka dalam duel satu lawan satu. Dan tepat pada waktunya, Arjuna berhasil mengumpulkan 1,5 juta orang untuk berperang dibawah panjinya. Sebelumnya negeri-negeri di daerah selatan umumnya merupakan taklukan Istana Kuru.

3. Para Panglima Kuru Bertarung Setengah Hati

Tiga orang terbaik dalam Pasukan Kaurava yaitu Bhisma, Drona, dan Karna enggan membunuh Pandava karena mereka menyayangi Pandava. Karna sekalipun berjanji akan membunuh Arjuna, tetapi dia mengampuni nyawa-nyawa Bhima, Yudistira, Nakula, dan Sahadeva yang telah dia taklukan. hal ini memberikan kerugian yang jelas sangat besar bagi Kaurava.

4. Semua Panglima Pasukan Kuru dibunuh secara curang.

Bhisma, Drona, Karna, Salya semuanya merupakan panglima perang Duryodana yang termasyur, namun kesemuanya tewas bukan oleh kalahnya mereka dalam duel tanding namun karena faktor kecurangan semata. Bhisma meletakan senjata saat berhadapan dengan Shikandi, Drona dibunuh saat meletakan senjata karena sedih. (yudistira membohonginya dengan mengatakan anak Drona, Ashvatama, telah tewas dalam perang),. Karna yang hebat terbunuh bahkan saat dia tidak siap. Salya yang tak terkalahkan, bahkan mengajari Yudistira cara membunuhnya saat Salya masih menjabat panglima tertinggi pasukan Kuru yang tersisa.

Dengan melihat fakta-fakta diatas, sebenarnya Duryodana dan Kaurava memang berada dalam garis yang lebih inferior dibandingkan Pandava. Sudah sewajarnya dia kalah, atau semestinya Duryodana menyadari hal itu dari awal dan tidak melanjutkan perang.

semoga bermanfaat smile.gif
mansz
wah mantaf .....lengkap banged
makasih gan atas infonya
robbyyangganteng
syerem banget cuy, rujukannya dari mana tuh,Bos?

3 juta orang duel, gimana ngaturnya? ada break down strateginya nggak?
omradsky
wah ini yang ane cari nih ada rujukan yang lebih lengkap nga om biar ane bisa meluncur kesana
biasa33
Lanjut bro...bagus topicnya
big n long
Ada sumber tertulisnya ga? dan bila ada sudah ditelitikah sehingga tidak ada anakronisme (ketidaksesuaian antara sumber dan peristiwa). Setahu saya Mahabharata adalah sebuah kitab karangan mpu sedah dan mpu panuluh dan terlihat banyak unsur fiksinya. Jadi, kalo kitab Mahabharata digunakan sebagai sumber rujukan primer dalam menceritakan sejarah mungkin agak kurang tepat. kitab2 seperti ini lebih pas kalo dijadikan bahan rujukan sekunder.

Demikian pendapat saya.
pinturicchio
@ bro big n long : kitab mahabarata yg anda maksudkan itu udah terjemahan, kitab aslinya sendiri emang ciptaan pendeta india, cuma.... namanya siapa; lupa.... Peace.gif
BRUANGZ
QUOTE (robbyyangganteng @ Oct 20 2009, 12:09 AM) *
syerem banget cuy, rujukannya dari mana tuh,Bos?

3 juta orang duel, gimana ngaturnya? ada break down strateginya nggak?



untuk robby, anda pernah dengar kisah 40.000 pasukan Hanibal barca versus 80.000 legiun romawi di italia ? Hanibal menyelesaikan pertempuran itu dalam waktu kurang dari 1 hari...

40.000 pasukan alexander agung juga menghancurkan 250.000 pasukan darius III dari persia juga dalam waktu 1 hari

300 pasukan sparta menahan 1 juta pasukan xerxes di thermapoly selama 3 hari...

anda mau tahu berapa lama perang 3,9 juta orang di kurusetra ? 18 hari....
BRUANGZ
QUOTE (big n long @ Oct 20 2009, 02:36 PM) *
Ada sumber tertulisnya ga? dan bila ada sudah ditelitikah sehingga tidak ada anakronisme (ketidaksesuaian antara sumber dan peristiwa). Setahu saya Mahabharata adalah sebuah kitab karangan mpu sedah dan mpu panuluh dan terlihat banyak unsur fiksinya. Jadi, kalo kitab Mahabharata digunakan sebagai sumber rujukan primer dalam menceritakan sejarah mungkin agak kurang tepat. kitab2 seperti ini lebih pas kalo dijadikan bahan rujukan sekunder.

Demikian pendapat saya.



bukan.....mahabrata ditulis oleh Bagawan Khrisna Dwipayana Wyasa....yang anda sebutkan itu tidak benar

jika anda rajin searching, anda akan mendapatkan text aslinya...fitur tambahannya juga bisa didapat di wikipedia, cuman pake bahasa inggris

di india sendiri, lapangan kurusetra itu memang benar benar ada, koin kerajaan kerajaan itupun ada, ayodya ibu kota kerajaan Rama malah sekarang jadi New Delhi.....kalo bicara sejarah, sulit sih mau golongkan fiksi atau gak, itu tergantung dari siapa yang pro untuk itu

kalau kontra, yah cerita apapun pasti digolongkan fiksi aja...
big n long
QUOTE (BRUANGZ @ Oct 20 2009, 11:38 PM) *
QUOTE (big n long @ Oct 20 2009, 02:36 PM) *
Ada sumber tertulisnya ga? dan bila ada sudah ditelitikah sehingga tidak ada anakronisme (ketidaksesuaian antara sumber dan peristiwa). Setahu saya Mahabharata adalah sebuah kitab karangan mpu sedah dan mpu panuluh dan terlihat banyak unsur fiksinya. Jadi, kalo kitab Mahabharata digunakan sebagai sumber rujukan primer dalam menceritakan sejarah mungkin agak kurang tepat. kitab2 seperti ini lebih pas kalo dijadikan bahan rujukan sekunder.

Demikian pendapat saya.



bukan.....mahabrata ditulis oleh Bagawan Khrisna Dwipayana Wyasa....yang anda sebutkan itu tidak benar

jika anda rajin searching, anda akan mendapatkan text aslinya...fitur tambahannya juga bisa didapat di wikipedia, cuman pake bahasa inggris

di india sendiri, lapangan kurusetra itu memang benar benar ada, koin kerajaan kerajaan itupun ada, ayodya ibu kota kerajaan Rama malah sekarang jadi New Delhi.....kalo bicara sejarah, sulit sih mau golongkan fiksi atau gak, itu tergantung dari siapa yang pro untuk itu

kalau kontra, yah cerita apapun pasti digolongkan fiksi aja...

terima kasih atas perbaikannya terhadap nama dua pengarang itu. maksud saya dengan fiksi begini: di dalam cerita itu tidak hanya diceritakan tentang manusia saja tetapi juga keterlibatan dewa-dewa. nah, keberadaan para dewa ini kan sulit dibuktikan secara ilmiah, maka itu disebut fiksi. sejarah kan biasanya menyentuh ranah yg dapat dipertanggungjawabkan dan bukti-bukti ilmiah. bagaimana kita mau membuktikan keterlibatan dewa2 secara ilmiah?

Saya seorang arkeolog, jadi kerajaan2 kuno juga menjadi wilayah kajian saya. tetapi dalam arkeologi kitab2 wira carita semacam ini hanya dijadikan bahan sekunder saja dalam penelitian. pernahkah ada catatan resmi kerajaan yg menyebutkan perang di kuruksetra (sanskerta: kuru = wangsa kuru, ksetra = lapangan) baik berupa gulungan kertas maupun prasasti?

mengenai koin-koin kuno itu, bisakah anda menunjukkan rujukannya?

terima kasih
BRUANGZ
QUOTE (big n long @ Oct 21 2009, 09:09 AM) *
QUOTE (BRUANGZ @ Oct 20 2009, 11:38 PM) *
QUOTE (big n long @ Oct 20 2009, 02:36 PM) *
Ada sumber tertulisnya ga? dan bila ada sudah ditelitikah sehingga tidak ada anakronisme (ketidaksesuaian antara sumber dan peristiwa). Setahu saya Mahabharata adalah sebuah kitab karangan mpu sedah dan mpu panuluh dan terlihat banyak unsur fiksinya. Jadi, kalo kitab Mahabharata digunakan sebagai sumber rujukan primer dalam menceritakan sejarah mungkin agak kurang tepat. kitab2 seperti ini lebih pas kalo dijadikan bahan rujukan sekunder.

Demikian pendapat saya.



bukan.....mahabrata ditulis oleh Bagawan Khrisna Dwipayana Wyasa....yang anda sebutkan itu tidak benar

jika anda rajin searching, anda akan mendapatkan text aslinya...fitur tambahannya juga bisa didapat di wikipedia, cuman pake bahasa inggris

di india sendiri, lapangan kurusetra itu memang benar benar ada, koin kerajaan kerajaan itupun ada, ayodya ibu kota kerajaan Rama malah sekarang jadi New Delhi.....kalo bicara sejarah, sulit sih mau golongkan fiksi atau gak, itu tergantung dari siapa yang pro untuk itu

kalau kontra, yah cerita apapun pasti digolongkan fiksi aja...

terima kasih atas perbaikannya terhadap nama dua pengarang itu. maksud saya dengan fiksi begini: di dalam cerita itu tidak hanya diceritakan tentang manusia saja tetapi juga keterlibatan dewa-dewa. nah, keberadaan para dewa ini kan sulit dibuktikan secara ilmiah, maka itu disebut fiksi. sejarah kan biasanya menyentuh ranah yg dapat dipertanggungjawabkan dan bukti-bukti ilmiah. bagaimana kita mau membuktikan keterlibatan dewa2 secara ilmiah?

Saya seorang arkeolog, jadi kerajaan2 kuno juga menjadi wilayah kajian saya. tetapi dalam arkeologi kitab2 wira carita semacam ini hanya dijadikan bahan sekunder saja dalam penelitian. pernahkah ada catatan resmi kerajaan yg menyebutkan perang di kuruksetra (sanskerta: kuru = wangsa kuru, ksetra = lapangan) baik berupa gulungan kertas maupun prasasti?

mengenai koin-koin kuno itu, bisakah anda menunjukkan rujukannya?

terima kasih


begini brur....

anda sudah arkeolog....atau mahasiswa arkeolog....atawa baru mau cita citanya kepingin masuk fak. arkeolog 6 bulan lagi ?

sy males bgt kalo dah pake sengit sengitan kayak gini....coz ini penting banget....habisnya kalo anda searching searching lagi di india memang bahkan pernah ada confederasi ( sy lupa namanya , harusnya anda yang arkeolog yang tau ) yang beranggotakan 16 kerajaan pada masa india kuno...prasastinya ada dan jelas...begitu juga dengan silsilah rajanya, pada masa itu kerajaan kuru masih ada koq...coba deh anda searching lagi buat nambah materi ( kalo anda masi mahasiswa )

oya anda pernah ke india ? coba deh tanya disana kalo pas dapet job nge-gali situs purbakala ( kalo anda dah arkeolog beneran ) dimana tempat tanah suci kurusetra....soalnya tempat itu memang ada

dan yang terakhir, tentang Dewa dewa....

YAH ! ANDA BENAR ! kayaknya saya setuju dengan anda kali ini....

keknya cerita ini emang bualan belaka...ha ha hari gini mana ada dewa ya ? ( mungkin para dewa dilangit dah pada kabur karena kena polusi tiap hari )....ha ha...


sama membualnya dengan cerita tentang orang arab yang naik kuda bersayap!!! ke LANGIT ketujuh PULA !!!! wa kakakaka...padahal anak sd juga tau kalo diatas langit tuh ga ada apa apa...apa jaman itu si arab dah pake tabung oksigen segala ya...? kira kira ilmiahnya dimana tuh ?

padahal kan setelah 1400 tahun sesudah bualan itu diceritakan..( bahkan ampe zaman internet sekarang ini ) belon ada kuda yang kayak gitu kan ( menurut om sy yang dokter hewan sih yah emang belum ada / apa udah punah kali ?atau mati kehabisan oksigen di angkasa luar ?)

sama juga dgn cerita anak yang lahir dari perawan....( katak afrika mampu melakukannya...istilahnya hermaprodite kalo gak salah )


yahhh...dunia kita ini memang penuh bualan.....( or tergantung kita mengambil hikmahnya dari sudut mana )....
Don Juna
keren banget sob cuma petanya kekecilan tu, gedein lagi dong
robbyyangganteng
CMIIW istilah 'dewa' dipake sekalompok masyarakat untuk menggambarakan kelom[pok lain yang punya kemampuan tidak terjangkau akal mereka? sama seperti ilmuwan dimasa lampau, lebih dikonotasikan sebagai tukang sihir daripada scientist.

apakah demikian?

apakah dimasa kerajaan kuru itu ada kelompok lain dengan pancapaian kultural/teknologi luarbiasa pada masanya sehingga bisa sianggap masyarakat setempat sebagai dewa?

minta tolong kasih linknya jg Bro Bruangz,tq.
hara
hmmm.... another Aryan Invansion Theory
postingan yang bagus bro
Anserk8
Nice bro, tp bener tuh petanya bisa di gedein nga?

kan biar enak liatnya. thanks
winzev
QUOTE (Anserk8 @ Oct 22 2009, 01:30 PM) *
Nice bro, tp bener tuh petanya bisa di gedein nga?

kan biar enak liatnya. thanks



hmmm

kenjiro yahh ?


sry OOT


@ TS : nice bro, lengkap dehhh smile.gif
btw gambarnya kayaknya kekecilan tuhh, sama kayak bro an serk saya kalo bisa mau minta gambar yang lebih besar Tounge.gif

>.<
BRUANGZ
ok sabar yah..sy carikan dulu...

btw sekali lagi, ini adalah suatu rujukan saja dari suatu sejarah masa lampau

saya tertarik mencarikan bro bro semua data data ini ( ingat sy bukan mencomot dari satu data saja , tapi banyak data yang kemudian sy gabungkan dan analisis, salah satunya dari wikipedia, sisanya lupa , tapi sempat sy save, coba cari deh di gugel )...tujuan sy adalah sy kepingin menggugah semangat teman teman untuk berusaha "menjadi" tokoh tokoh pahlawan diatas dan tidak hanya menjadi " pengikut atau pengagum " saja yang manggut manggut namun tidak melakukan apapun

bahwa kekalahan kaurava misalnya, bukanlah romantisme sebuah novel atau bahkan yang lebih parah " kebetulan yang mutlak " namun lebih dari itu, kemenangan pandava telah didasari oleh perjuangan keras dan panjang ( misalnya arjuna telah mnaklukan banyak wilayah diselatan untuk menghimpun pasukan ).....dan disamping itu adalah buah dari kebajikan yang mereka tanam selama ini ( akibatnya para panglima kaurava bertempur setengah hati )

karena itu, inti dari cerita ini adalah , dimanapun anda dan siapapun anda...kerja keras dan pantang menyerah itu mutlak diperlukan tidak ada istilah " hadiah dari langit" dan JANGAN LUPA kebaikan bagaikan benih yang suatu saat PASTI akan tumbuh besar dan menaungi anda...jadi tetaplah tebar benih itu....

untuk cerita yang juga lumayan detail coba liat disini www.harekrsna.com/sun/features/02-09/features1282.htm

trus untuk petanya disini : www.harekrsna.com/sun/features/02-09/bharatvarsha1.jpg

BRUANGZ
QUOTE (robbyyangganteng @ Oct 22 2009, 07:35 AM) *
CMIIW istilah 'dewa' dipake sekalompok masyarakat untuk menggambarakan kelom[pok lain yang punya kemampuan tidak terjangkau akal mereka? sama seperti ilmuwan dimasa lampau, lebih dikonotasikan sebagai tukang sihir daripada scientist.

apakah demikian?

apakah dimasa kerajaan kuru itu ada kelompok lain dengan pancapaian kultural/teknologi luarbiasa pada masanya sehingga bisa sianggap masyarakat setempat sebagai dewa?

minta tolong kasih linknya jg Bro Bruangz,tq.


hmm jadi melebar sedikit

pada masa Ramayana, Rama bertemu dengan dewa indra raja surga ( raja surga ini bukan yang tertinggi ) sedangkan 2000 tahun sesudahnya dalam mahabarata dikisahkan arjuna adalah anak dewa indra ( indra datang " membuahi" Kunti karena kunti memiliki mantra untuk memanggil dewa yang dia kehendaki untuk memberinya anak)

dalam pemahaman Hinduisme, setelah Brahman ( aka The GOD ) menciptakan alam semesta, Beliau menciptakan juga banyak dunia di semesta ini ( seperti yang dikatakan Maharsi Wasista kepada Rama " alam semesta kita ini seperti gelembung pada buih air laut ( theory parauniverse=banyak semesta= teorinya einstein )


dewa indra diciptakan untuk mengurus sebuah dunia bernama surga, dan yang pasti mereka berada di dimensi berbeda dengan kita...( sama juga kalau kita tanyakan rumah malaikat jibril dmana ? )tentu saja bahwa apa yang dialami oleh tidak hanya tokoh Mahabarata tetapi juga para Nabi atau Mesias di Timur Tengah juga belum bisa kita tangkap ( apalagi ambil kesimpulan ) dengan ilmu fisika kita yang sekarang ( INGAT ! einstein pernah bilang " suatu saat ilmu fisika akan mampu menguak adanya "another dimension" tapi saat itu ilmu itu dinamakan " fisika quantum" )

fisika quantum adalah ilmu fisika yang mempelajari tentang benda/somewhat yang berada diluar jangkauan hukum hukum fisika biasa ( kira kira begitu )

jadi sy pikir sangat aneh jika kita yang fisika aja pas pasan di sekolah sampai berusaha berteori dan berlogika fisika tentang another dimension ( yang einsten aja bilang " ada" tapi ga mampu membuktikannya )

kalau udah ngomong masalah dewa dewa ini, sy jadi ingat angka 2....kenapa ? coba perhatikan : angka 2 dalam englihs =two dibaca to, itali duo, spain =due, indonesia=dua, sanskrit =dwi

jangan jangan ini hanyalah masalah penyebutan dan kultur setempat...

ingat malaikat JIBRIL kayaknya dah ada pada zaman Nabi Adam, bayangkan koq dia masi ada juga dizaman Nabi Muhamad ?

only Mighty Allah know it ! Peace.gif
robbyyangganteng
Waduw, jangan ngebahas malaikat jibril disini.ntar postingannya digeser ke room paranoid.

maksud saya tentang sebutan dewa itu, karena ingat (lupa sumbernya) ketika penjelajah2 eropa datang ke pelosok2 mereka dengan kenajuan teknologinya dianggap superior dibandingkan penududk pribumi.gitu.

barangkali kalo Bro juga baca sejarah pewayangan versi jawa. disitu bahkan dirunut silsilah para dewa itu sampe nabi adam. jadi kalo yang saya baca itu dewa=superhuman.

anyway ttg 3,9 juta orang berperang selama 18 hari. saya baru ingat kalo nggak mungkin semuanya tumplek dalam satu hari, tapi ada sekian prajurit yang ditugaskan untuk maju bergantian setiap hari.wlau bagaimanapun, saya tertarik untuk mengetahui bagaimana siasat perang yang dipakai. kalo tntara sparta itu kan memanfaatkan kondisi alam. lalu sampel lain khalid bin walid bisa menang waktu perang uhud, karena bisa membaca kendornya pertahanan belakang pasukan madinah dikala beliau hampir kalah. atau ttg kekalahan tentara salib di beberapa front karena perlengkapan perang yang nggak sesuai medan (gurun)

regards
big n long

@ Bruangz

Anda mau menempatkan mahabharata sebagai apa? cerita kepahlawanan atau kitab wahyu? jika anda ingin menempatkan mahabharata sebagai kitab wahyu, maka kejadian2 adi-kodrati di dalamnya harus dikaitkan dengan masalah keimanan. Mengenai cerita orang arab yg naik ke langit dan cerita perawan yg melahirkan, anda harus menempatkannya dalam ranah keimanan karena berkaitan dengan wahyu. Jadi, bagaimana mahabharata akan anda tempatkan sebagai kitab wahyu atau kitab epos?
zaibis
mantap postingannya, gue suka baca cerita wayang. tapi baru tau kalo ternyata mereka benar2 ada. kirain cuma cerita fiksi aja..
terus menyimak..


goatee.gif
Djib
trims for infonya......................gw jg pernah baca tentang pandawa dan kurawa serta mahabarata,ada foto-foto situsnya juga..........tapi ini ulasannya lebih lengkap..thanks,lanjutkan bro yang lainnya juga
BRUANGZ
QUOTE (robbyyangganteng @ Oct 23 2009, 01:33 AM) *
Waduw, jangan ngebahas malaikat jibril disini.ntar postingannya digeser ke room paranoid.

maksud saya tentang sebutan dewa itu, karena ingat (lupa sumbernya) ketika penjelajah2 eropa datang ke pelosok2 mereka dengan kenajuan teknologinya dianggap superior dibandingkan penududk pribumi.gitu.

barangkali kalo Bro juga baca sejarah pewayangan versi jawa. disitu bahkan dirunut silsilah para dewa itu sampe nabi adam. jadi kalo yang saya baca itu dewa=superhuman.

anyway ttg 3,9 juta orang berperang selama 18 hari. saya baru ingat kalo nggak mungkin semuanya tumplek dalam satu hari, tapi ada sekian prajurit yang ditugaskan untuk maju bergantian setiap hari.wlau bagaimanapun, saya tertarik untuk mengetahui bagaimana siasat perang yang dipakai. kalo tntara sparta itu kan memanfaatkan kondisi alam. lalu sampel lain khalid bin walid bisa menang waktu perang uhud, karena bisa membaca kendornya pertahanan belakang pasukan madinah dikala beliau hampir kalah. atau ttg kekalahan tentara salib di beberapa front karena perlengkapan perang yang nggak sesuai medan (gurun)

regards


thanks atas tanggapannya rob

seperti yang sy tulis sebelumnya, jika Indra saja masih hidup setelah 2000 tahun, maka dia ( maafkan jika sy sok ilmiah he he ) secara ilmiah bukanlah manusia toh ?

begitu juga dengan malaikat , jadi sy sih lebih setuju jika para dewa berada dalam gugusan yang berbeda dengan manusia.

kalau perang tersebut, dicritakan para panglima mengatur pasukannya dalam "vyuha"

semua prajurit bertempur koq

cuman ada "yang kebagian" dan ada yang "engga",

ingat pada suatu ketika, saat arjuna bersumpah akan membunuh Jayadrata, panglima kaurava, dronacarya membentuk formasi "cakra vyuha" yang berbentuk lingkaran", dan menempatkan jayadrata persis ditengah tengah formasi itu

arjuna butuh 1 hari untuk menembus setengah dari diameter formasi itu, ( sebenarnya dia gagal malahan, cuman dengan trik dari Khrisna yang membuat ilusi seolah olah matahari telah terbenamlah jayadrata bisa dengan sembrono keluar dari formasi itu dan dibunuh arjuna )

jadi bisa anda bayangkan , pada formasi lingkaran itu pada bagian belakangnya, para prajurit yang terletak disana mungkin tidak kebagian berperang....


slenguk
kereennnnnnnnn...........detailnya lagi kalau bisaaa
robbyyangganteng
@ bruangz: ada foto artifaknya? atao lokasinya sekarang? bisa tolong cantumkan linknya jg?saya menghargai kerja keras Anda untuk membuat resumenya, tapi karena ini forum dunia maya Bro, jadi sebaiknya mencantumkan link rujukan. Peace.gif

kalo saya pribadi penasaran dengan model armor dan ilmu perang/beladiri yang dipakai. sya pernah memposting pertanyaan ini di bagian lain. pastinya berat melakukan perang face to face ala jaman dulu smentara tidak ada (?) teknologi semacam kevlar untuk membuat rompi tahan bacok yang ringan dan tidak menghalangii gerak pemakainya. belum lagi resiko infeksi.

tetapi (merujuk pada beberpa postingan diroom paranoid) barangkali ketika itu sudah ada teknologi untuk menyiasati hal seperti itu.

thanks
keputren_virtual
Wah tnyt legenda Mahabharata & Bharatayudha bener-bener terjadi toch....
lelembot
nice post, coba bro2 baca cerita detail perang ini di pewayangan jawa, terlihat jelas bahwa manusia gak akan mampu mengarang kisah seheroik ini, peneliti yang dari barat juga banyak kok, @ TS: thanks
robbyyangganteng
@ lelembot: wayang jawa itu udah dimodifikasi,Bro. bukan yang asli.ceritanya udah didekonstruksi sesuai keperluan di masa itu
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.