Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Sebuah Nilai
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul
ediot80
Di sebuah seminar seorang pembicara menanyakan satu pertanyaan kepada para peserta seminar
"Siapa yang menginginkan uang ini?" tanya pembicara sambil melambaikan lembaran uang 100 dolar
Tentu saja hampir seluruh peserta mengacungkan tangan mereka.
Si pembicara tersenyum lalu ia mengenggam lembaran uang itu dan mulai meremas lembaran 100 dolar tsb sampai kucel. Lalu ia kembali menanyakan hal yang sama, dan tetap hampir semua peserta mengacungkan jari mereka.
Pembicara kemudian mulai berjalan ke meja lalu mengambil gelas berisi air dan mulai menyiram lembaran uang tsb sampai basah.
Setelah itu ia menanyakan kembali siapa yang masih menginginkan uang tsb, tentu saja masih banyak orang yg mengacungkan jari mereka.
Untuk kesekian kalinya si pembicara bertanya hal yg sama namun kali ini uang tsb ia letakan di lantai dan diinjak.
Namun tetap saja para peserta mengacungkan jari mereka meskipun uang 100 dolar itu sekarang telah kotor dan basah.
pembicara memungut uang itu dan berkata "kalian lihat uang 100 dolar ini, meskipun uang ini saya remas hingga lecek lalu saya siram dengan air hingga basah dan terakhir saya injak pula, uang ini tetap diingini banyak orang"
"Apa yang menyebabkan uang ini masih diingini? lanjut si pembicara. "karena uang ini memiliki nilai yang sama meskipun diperlakukan dengan cara yang tidak baik"
Adakah kita memandang sesama kita "bernilai" meskipun kondisi dan keadaan membuat mereka seakan berbeda?
Seperti uang yang selalu memiliki nilai saat mulai dicetak di Bank Negara, demikian juga kita selalu bernilai saat kita mulai di ciptakan Tuhan.
Denke14
Mantap bro...
Kita memang bernilai tinggi dimata TUHAN.
lungo
Betul banget bro, kadang kita khilaf dalam memandang orang hingga menyebabkan kita mendapatkan cap Sombong. Thank bro.
battosay
klo gw malah sllu mandang diri gw paling rendah.......,g berharga/g bernilai bwt orang lain, tp mudah2an masih bernilai di mata Tuhan...
financebbs
Kita bernilai di mata Tuhan walaupun kita dalam kondisi bergelimang dosa. Tapi apakah kita selalu berusaha untuk mensyukuri yang Tuhan berikan pada kita?

Mau bukti?

Tuhan nggak pernah membedakan udara yang kita yang kita hirup antara si baik dan si jahat, Tuhan memberinya secara gratis, coba bayangkan jika kita sekarat di rumah sakit, berapa infus harus kita bayar? Tuhan hanya ingin melihat manakah nantinya yang benar-benar berharga dan layak untuk diberi tambahan atas nikmat-Nya

Semoga kita senantiasa mensyukuri karunia Tuhan dan menghormati serta mengasihi sesama ciptaan Tuhan

Hug.gif Hug.gif Hug.gif
barcode
ijin copas ya...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.