Sis she, ikutan nimbrung nih..

Menurut pendapat pribadi saya, Ishq'allah mahbud lillah... God is Love, Lover and beloved. Allah adalah Cinta, Sang Pencinta, dan Yg Tercinta. Jika cinta sis She dan pacar memang tulus, agamanya seharusnya bukan menjadi penghalang. Di luar negeri, agama adalah urusan pribadi seseorang, di mana negara tdk boleh mencampuri. Itu sebabnya yg dibutuhkan cuma pencatatan sipil sbg bagian dr tracking utk masalah kependudukan. Hanya di beberapa negara yg menikah beda agama dipermasalahkan. Indonesia th 1974 UU itu muncul baru kawin beda agama dipermasalahkan. Menurut sejarah tdk resmi, sebetulnya UU 1974 itu dikeluarkan karena waktu itu salah satu anak Ibu Tien Soeharto ingin menikah dgn seseorang yg pacarnya berbeda agama. Keluarga Soeharto, terutama Ibu Tien tdk setuju, maka UU itu dibuat. Benar tdk nya sejarah ini, kita tdk bisa pastikan.
Yg kedua, seperti tlh disebutkan oleh posting2 bro2 sekalian, agama Katolik mengijinkan perkawinan beda agama. Kawin Dispensasi dan prosesnya sebetulnya cukup cepat. Pengalaman pribadi saya, dlm 2 bulan ijin sdh keluar. Meskipun sblnya mesti mengikuti kursus khidupan perkawinan ala Katolik. Kristen, tdk ada larangan secara pasti. Tergantung oleh pendetanya.
Sementara itu, dlm Islam sendiri, dlm Surah Al-Baqorah ayat 62 (kl ga salah) disebutkan bhw agama2 Yahudi, Nasrani dan Sabi'in diterima oleh Allah jika memang menyembah Allah. Ayat yg lain (saya ga ingat dr yg mana) menyebutkan bhw Allah menciptakan bersuku2, beraneka ragam perbedaan utk memuliakan Allah. Mengapa kita ingin menyeragamkan manusia? Mengingat bahwa semua umat manusia adalah satu Keluarga Besar. Allah yg disembah oleh sodara2 Muslim adalh Allah yg sama yg disembah oleh Yahudi, dan Nasrani. Bahkan nabi2 mereka juga diterima oleh Islam.
Ayat yg menyebutkan bhw satu2nya agama yg diterima Allah adl Islam. Saya memiliki perspektif pribadi bahwa Islam disini bukan dlm pengertian Agama Islam, tetapi memiliki arti "kepasrahan". Dan kata arab yg digunakan adalah Din. Din artinya esensi agama. Atau nilai2 spiritualnya. Juga bhw Nabi2 yg telah dtg sebelum Nabi Muhammad juga adalah Islam. Jika ini "Agama", maka ada kerancuan. Karena "agama" Islam baru ada setelah kedatangan junjungan kita Nabi Muhammad SAW, the latest Prophet. Artinya saya jg setuju dgn beberapa posting sebelumnya bahwa yg menentukan kemusliman seseorang bukan manusia, tetapi Allah SWT. Bahkan di medan perang, ketika Ali ingin membunuh lawannya dan org itu mengucapkan syahadat, Nabi melarang Ali utk membunuh. Ali tdk percaya akan niat org tsb utk mengucapkan syahadat, tetapi Nabi mengatakan, hanya Allah yg mengetahui isi hati seseorg.
Yg terakhir, memang dlm tradisi Timur, perkawinan dua orang adalh perkawinan dua keluarga. Beda dgn di Barat. Artinya, keluarga masing2 punya kecenderungan utk ikut campur semua masalah RT kita..

bagi yg sdh menikah pasti mengerti artinya. Tetapi sis she_she sendiri yg akan mengarungi hidup ini. Jika ada masalah dlm RT, apakah she_she akan lari ke orang tua lagi? Seorg yg dewasa dan bertanggung jawab, akan menjalani pilihan hidupnya apapun yg terjadi dan tdk pernah menyesal. Kenapa? Karena setiap org memiliki kehidupannya sendiri.
Di pihak lain, memang orang tua dan keluarga bermaksud baik kpd kita agar kita bisa menjadi keluarga yg sakinah dan bahagia. Tp apa yg terbaik bagi kita, hanya diri kita yg tahu. Saya memiliki banyak teman2 yg jg menikah beda agama, dan sampe sekarang mereka rukun2 aja. Bahkan banyak dr mereka lebih bisa menghargai perbedaan dan bisa menghormati satu sama lain termasuk agama2 lain. Sementara utk putra-putrinya, kebanyakan dari mereka mengajarkan dua agama teresbut, dan ketika sang anak sdh bisa memilih secara dewasa, dia akan memilih salah satunya karena pilihan sang anak sendiri. Dan dia akan tumbuh menjadi anak yg lbh bisa menghargai perbedaan. Betapa indahnya Indonesia kita yg beraneka ragam suku, agama dan budaya, jika semua bisa saling menghargai.. :bd
Oh satu lagi. Dulu ada beberapa teman beda agama yg menikah secara Islami, ustadz ny dari Paramadina. Saya tdk ingat namanya.
Dan sebetulnya, kalau sis She dan pacar sma2 keras kepala tdk mau mengalah dlm hal agama, cinta kalian memang bukan cinta sejati..

... Tapi tetap ada jalan juga. Kalau tdk mau menikah hanya satu agama, kenapa tdk menikah dgn 2 agama saja? Mungkin menikah secara Nasrani dulu di gereja, setelah itu beberapa hari kemudian menikah secara Islami. Kantor Catatan Sipil silakan diundang pd salah satu dari acara tersebut. Jangan dua2nya..

.. Dan sis She dan pacar akan mendapatkan surat perkawinan shg anak2nya tdk akan dianggap anak haram.
Sekedar info saja, bahkan jika dlm akte kelahiran, hanya satu nama orang tua yg muncul (dianggap anak haram/tdk sah), masih bisa sekolah dan kerja atau apapun. Karena hampir tdk ada bedanya.
Ini semua dari pengalaman pribadi saya sendiri dan teman2 saya. Kami sdh menjalani dan kami justru bisa saling menikmati jika ada perayaan agama dari pasangan kami atau kami sendiir. Kami jadi makin semangat dan kushuk.
Jika ada kata2 yg menyinggung bro2 dan sis2 sekalian, mohon maaf.