JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya berada di persimpangan jalan. Sejumlah petinggi partai berlambang moncong putih ini mulai main mata, terlebih Taufik Kemas dengan dukungan penuh Partai Demokrat sukses meraih kursi Ketua MPR.
"Nasib PDIP belum ada kepastian. Kalau para "Jendaral" PDIP ini inginnya nyebrang ke Demokrat. Ada kader yang masuk di kabinet. Begitu juga dengan keinginan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tapi Megawati masih tetap dengan pendiriannya," papar pengamat politik Tjipta Lesmana kepada okezone, Sabtu (10/10/2009).
Sebab itu, saat ini masih terjadi tarik ulur antara Megawati yang berharap PDIP tetap menjadi oposisi pemerintah, dengan pengurus lainnya yang memberikan sinyal merapat ke SBY. "Mereka berpikir harus ada kader di pemerintahan agar parpol tetap dikenal, daripada tidak dapat sama sekali," terang dia.
Menurut Tjipta, jika nantinya kekuatan PDIP di DPR bergabung ke Demokrat mengikuti sinyalemen parati Golkar, maka kekuasaan parpol yang didirkan oleh SBY tersebut sangat kuat. "SBY lebih hebat dari Soeharto, karena 80 persen di DPR mendukungnya," jelas dia.
Namun, sambung dia, hal itu menjadi berita buruk bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Tidak akan ada dinamika, kebijakan pemerintah akan mulus terus. "Akan otoriter nantinya, jadi dari segi demokrasi tak bagus," pungkas Tjipta.
sumber : http://news.okezone.com/read/2009/10...-dari-soeharto
Logic_Mitra is offline Reply With Quote