Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Berbuat baik koq Takut ?
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul
Sy and Unknown
Kalau apa yang kamu lakukan adalah sebuah kebaikan dan disertai niat baik dan ketulusan, janganlah takut, karena kebaikan dan ketulusan akan menyertaimu.

Memang kedengaran lucu dan aneh, mau berbuat baik saja takut, ragu-ragu atau curiga. Akhirnya kita justru mengabaikan panggilan hati dan lebih mengikuti pikiran. Kalau pun akhirnya berbuat baik pun, harus dengan perasaan takut-takut.

Ambil contoh, saat malam hari ada seorang bapak tua di pinggir jalan dalam keadaan hujan sedang memperbaiki motornya yang mogok, dan saya melintas. Pertama yang muncul adalah panggilan hati untuk membantu atau menolongnya. Tapi sesaat ada pikiran yang mengacaukan, "Jangan. . . Siapa tahu itu jebakan!" Terjadilah perang antara hati, nurani, dan pikiran. Pikiranlah yang kemudian jadi pemenang. Lewatlah kesempatan untuk berbuat baik!

Seringkali juga saya melihat, kadang-kadang orang-orang mau beramal pun terlihat ketakutan, hanya membuka sedikit lubang jendela mobil lalu melemparkan uangnya. Atau juga ada orang yang saat dimintai sumbangan, hati dan tangannya sudah mau memberi. Tapi pikirannya mencegah, "Jangan. . . jangan-jangan cuma penipu?"

Seorang teman juga pernah komentar, "Lihat tuh, pengemis itu, masih muda. Mungkin mereka itu malas! "


***


Sahabat, mengapa dalam berbuat baik, haruslah dengan ketakutan, dan kecurigaan? Pasti kita akan memberikan argumen-argumen yang meyakinkan bahwa kita benar dengan tindakan kita.

Namun kalau mau direnungkan kembali, apa yang harus kita takutkan kalau yang kita lakukan itu adalah sebuah kebaikan? Adalah hukum yang pasti: lakukan yang baik, dapatlah yang baik. Jadi kalau memang ada kemampuan dan kesempatan, lakukanlah kebaikan.
Kimi Barrichelo
Thx for share bro... Keep posting n...
otnayidra
hmmm nice
macoey
cakep-cakep ....
Applause.gif
sama2 suka
To all bro: Gw member baru,mohon ijin untuk ikut share disini.Karena secara kebetulan saya punya pengalaman nyata terhubung dengan thread ini.
Sewaktu tragedi gempa yg melanda daerah Yogyakarta, saya menonton acara penggalangan dana melalui media TV,yg ada di pikiran saya saat itu: apa yg bisa saya lakukan sebagai rakyat Indonesia dengan skala ekonomi sebatas sedikit di atas cukup.Sementara jelas2 banyak kalangan lain yg lebih dari berlebih partisipasi nya hanya sebatas unjuk nama di list donatur yg di tayangkan TV.Tetapi pikiran saya tersebut berubah 180' ketika 1 minggu setelah tragedi gempa tersebut saya ada dalam KA yg menuju Yogya, di dalam KA tersebut banyak orang2 yg punya kepentingan terhadap Yogya seperti melihat kondisi rumah ataupun menjenguk sanak saudara yg tinggal disana. Ada seorang wanita seumuran ibu saya datang menghampiri dan dengan ramah menegur saya seraya meminta pertolongan dengan alasan dompet nya hilang,dia tidak bawa apa2 ke Yogya dan bermaksud untuk menengok keadaan temannya yg seorang Janda dengan keterbatasan fisik.Yg ada di benak saya waktu itu "Wah modus penipuan gaya baru ini" tetapi hati kecil saya tiba2 berbisik "Bantulah,toh kalau ternyata dia bohong itu kan dosa dia sendiri".Akhirnya tanpa pikir panjang saya keluarkan uang 100ribu rupiah yg akan saya gunakan tadinya untuk membeli pulsa ponsel dan saya berkata kepada si ibu "Bu saya hanya bisa bantu sebatas ini,mungkin cukup hanya untuk ongkos atau menghubungi keluarga ibu untuk memberitahukan keadaan ibu, tapi saya ikhlas untuk menolong." Lalu saya dikejutkan oleh sikap si ibu yg lgsung duduk bersimpuh sambil tak henti2 nya mengucapkan terima kasih dan berjanji untuk mengganti uang saya seraya meminta alamat/nomor telp yg dapat dihubungi.Masih diliputi rasa kaget tapi saya bilang tidak usah bu saya ikhlas sambil lari pergi karena rasa kaget dan gugup.Tapi semenjak itu saya jadi lebih berani untuk mengulurkan tangan semampu saya, karena ketukan kepada saya lewat pengalaman dengan si ibu tersebut.
Sekian sharing dari saya semoga berkenan...Salam.
Sy and Unknown
QUOTE (sama2 suka @ Nov 1 2009, 11:00 PM) *
... tetapi hati kecil saya tiba2 berbisik "Bantulah,toh kalau ternyata dia bohong itu kan dosa dia sendiri"...


thats the point. Thx 4 share bro.
Biarlah orang menipu kita, toh itu hubungannya adalah secara vertikal (bukan horisontal). Jika orang yg minta pertolongan kita ternyata berbohong, pada akhirnya orang tersebut akan berhadapan dengan Yang Maha Kuasa saat akhir hidupnya kelak.
Danu_Murphy
^^
makasi banget pencerahannya ...
semoga kedepannya ane pribadi bis lebih berani berbuat ...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.