HAWAKU
Sebal dan bebal di udara membuatku semakin pengap menghirup udara malam dunia. Jenuh memenuhi lingkar kelopak mata dan juga hidung ini.
Inginku bunuh semua pencitraan akan citra utuh kamu karena kau tak pernah merasakan apa dan bagaimana aku ini.
Inginku rangkai wangi bunga surgawi agar udaramu tak lagi kuhirup lepas, ronamu tak lagi indah di kelopak mata ini.
Kini kutanya berhatikah kamu malam ini dan malam malam sebelumnya.
Beribu umpatan akan terucap bagimu hawa, kaummu adalah pembawa berjuta kata manis nian hampa berujung sesal. Beribu bentuk indah wajah dan tubuh menawarkan manis surgawi yang penuh kecacatan dan kesesalan. Kaummu adalah beribu alasan mengapa aku dan kamu di sini, sesalku untukmu hawa