
kau menangis, yanti?
slalu kau susuri tong sampah dikomplekku
slalu kau sentuh rasa iba dariku
slalu kau temani para lalat itu
padahal umurmu baru enam
impian sekolah kau pendam
baju pun kau tambal sulam
sering kulihat wajahmu lebam
kudengar bapakmu tukang judi
dahsyatnya ibukota kau nikmati
tubuh mungilmu mengiba hati
sampah sampah sebagai rezeki
sering kulihat kau menangis
karna bapakmu yang bengis?
atau hatimu yang teriris?
karna lahir di negeri iblis..
ah yanti..yanti...
dulu seumurmu aku bahagia
dalam dekapan bunda
rezeki tak terkira
bumi dan langit perbedaan kita...
masihkah
kau menangis, yanti?
*kisah nyata, yanti, gadis kecil pemulung di daerahku*
