Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Diduga Kasus Antasari "DIKRIMINALISASI" juga !
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 15:37 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...mulai.terungkap

Antasari: Tuhan Tidak Tidur, Kebenaran Mulai Terungkap



FRANS AGUNG
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang didakwa melakukan penganjuran pembunuhan berencana PT Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen sedang menyimak dialog pengacaranya dengan saksi Kompol Helmi Santika di PN jaksel, Selasa (10/11).


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menjadi terdakwa dalam sidang pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen kaget dengan kesaksian Williardi Wizard.

Mantan Kapolres Jaksel itu mengaku tuduhan pada Antasari adalah rekayasa penyidik kepolisian. "Memang tingkat keimanan paling tinggi. Kesabaran, 6 bulan (dipenjara) tidak masalah. (Saya) terkejut kok seperti itu saat memeriksa WW target Antasari," kata Antasari saat sidang di PN Jaksel ditunda, Selasa (10/11).

Diungkapkan bahwa selama ini ia tegar karena Tuhan tidak tidur. "Begitu cara orang menzalimi saya. Kebenaran mulai terungkap, Allahu akbar," tutur Antasari.

Juniver Girsang, pengacara Antasari, menuturkan bahwa kesaksian Williardi masuk dalam sejarah persidangan. Saat mendengar persidangan, dia sangat kaget. Pernyataan saksi WW itu membuat seluruh penasihat hukum terkejut dan menilai bahwa ini merupakan sejarah peradilan, di mana pernyataan saksi membuat pernyataan bahwa ada skenario yang ditujukan kepada terdakwa Antasari.

ONE

Editor: ksp


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 16:32 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...saya.ya.kapolri

Williardi: Atasan Saya Ya Kapolri!



KOMPAS.com/ KRISTIANTO PURNOMO
Williardi Wizar.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Di dalam persidangan, saksi Williardi Wizard "bernyanyi" kalau rekannya di kepolisian merekayasa penyidikan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang berujung pada penahanan mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Nama petinggi Polri pun disebutnya. Pada suatu hari, Williardi berkisah dalam sidang PN Jaksel, Selasa (10/11), ia dijemput di rumahnya pukul 00.30 oleh Brigjen (Pol) Irawan Dahlan.

Kemudian di kantor polisi para penyidik meminta dia membuat berita acara sesuai dengan kehendaknya. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan, paling sangsi indisipliner," kata Williardi mengulang perkataan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (waktu itu) Irjen Adiatmoko.

Karena jaminan itu, apalagi langsung dari pimpinan Polri, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.

"Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat itu," kata Williardi dalam pesan singkat kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan.

Selanjutnya, penasihat hukum Antasari bertanya, "Siapa pimpinan Anda?" "Pimpinan saya ya Kapolri," kata Williardi.

Setelah protes tersebut, Williardi mengaku ia langsung ditahan. Ia tidak peduli dikatakan penghianat oleh sejawatnya. "Kami memberanikan diri, kami dibilang penghianat, tidak peduli," kata Williardi dalam persidangan.

Williardi bersama Antasari Azhar dan Sigid Haryo Wibisono didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin. Mereka diancam hukuman mati atas dakwaan itu.

ONE

Editor: msh


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 18:32 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...f.pada.antasari

Williardi Minta Maaf pada Antasari



FRANS AGUNG
Mantan Kapolres Jaksel Williardi Wizard saat akan memberi kesaksian pada sidang dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di PN Jaksel, Selasa (10/11).


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah memberikan kesaksian, Williardi Wizard membuat pernyataan minta maaf yang dilengkapi dengan tanda tangan kepada terdakwa Antasari Azhar. Langkah mantan Kapolres Jaksel itu dilakukan setelah ia mencabut BAP-nya yang memojokkan Antasari. BAP itu diakui Williardi sebagai hasil arahan para penyidik.

"Tadi dia (Williardi) sempat membuat tanda tangan. (Ia) merasa berdosa, khususnya kepada Pak Antasari, karena apa yang ditandatangani (dalam BAP) tidak benar," kata Juniver Girsang, pengacara Antasari, seusai sidang di PN Jaksel, Selasa (10/11). Dalam sidang ini Antasari duduk sebagai terdakwa.

Pada awal kesaksiannya, Williardi mencabut lima BAP yang ditandatanganinya. Ia hanya mengakui BAP yang dibuatnya pada tanggal 29 April 2009 dan 30 April 2009.

Menurutnya, inilah BAP yang benar. "Sayang, selain BAP ini ditolak oleh penyidik, juga entah mengapa bagian tersebut tidak terlampir dalam BAP keseluruhan. "Kalau BAP-nya seperti ini, Pak Antasari tidak akan terjerat," ungkap Williardi mengulang pernyataan salah satu penyidik.

Juniver menuturkan bahwa kesaksian Williardi tadi seharusnya dilakukan sejak awal. "Kalau sejak dini, perkara ini tidak perlu sampai ke pengadilan," katanya.

ONE

Editor: ksp


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 19:08 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...erlu.ditanggapi

Nanan: Pernyataan Williardi Tak Perlu Ditanggapi



PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizar (kanan) saat memberikan pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar (kiri) hingga menangis di PN Jaksel, Selasa (10/11). Williardi menyebut Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan. Dalam persidangan, Wiliardi mengaku Antasari telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri. Pengakuannya ini membuat Antasari menitikkan air mata karena terharu.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna enggan menanggapi pernyataan mantan Kapolres Jakarta Selatan, Williardi Wizar, dalam persidangan Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

"(Pernyataan itu) tidak untuk ditanggapi. Itu sidang. Boleh-boleh saja dia ucapkan itu," ucap dia melalui telepon kepada wartawan. Hal itu dikatakan ketika ia dimintai tanggapan terkait pernyataan menghebohkan Williardi yang menyebutkan bahwa ada dugaan rekayasa dalam penyidikan polisi sehingga Antasari Azhar dijebloskan ke penjara.

Nanan menjelaskan, terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, penyidik Polda Metro Jaya telah memiliki bukti-bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan Antasari Azhar, Williardi Wizar, dan pengusaha Sigid Haryo Wibisono.

Menurut dia, salah satunya adalah rekaman kamera CCTV saat pertemuan ketiganya di rumah Sigid di Jalan Pati Unus, Kebayoran Baru, Jaksel. "Jelas ada bukti yang sah keterlibatan Antasari, dan lain-lain. Salah satunya CCTV pertemuan Sigid, Antasari, dan Williardi di rumah Sigid," ungkapnya singkat.

Seperti diberitakan, Williardi memberikan pernyataan menghebohkan saat persidangan siang tadi. Dalam sidang, ia mencabut berita acara pemeriksaan yang telah dibuatnya. Menurutnya, BAP yang dibuat telah direncanakan oleh penyidik kepolisian dengan sasaran mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

C8-09

Editor: made


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 19:33 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...ri.pun.menangis

Berita Foto: Antasari Pun Menangis




PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemandangan haru tampak saat persidangan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen yang menyeret Antasari Azhar. Mantan Ketua KPK tersebut tampak menitikkan air mata saat mendengar kesaksian Williardi Wizar, mantan Kapolres Jakarta Selatan yang juga menjadi tersangka.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11), Wiliardi mengaku Antasari memang telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri. Williardi menyeret Irjen Hadiatmoko dan Brigjen (Pol) Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan.

"Pada pagi dini harinya sekitar pukul 00.30 WIB, Dirkrimun Kombes Pol M Iriawan bilang ke istri saya, kamu bilang saja ke suami kamu, semuanya akan dibantu. Jam setengah satu saya diperiksa dan disuruh buat keterangan agar bisa menjerat Antasari. Jaminannya saya bisa pulang. Ini saya ngomong benar, demi Allah," katanya.

Pengakuan inilah yang membuat Antasari menitikkan air mata karena terharu. Kesaksian Williardi tersebut jika benar akan meringankan tuduhan pembunuhan berencana yang dihadapkan kepada Antasari. (Persda Network/Bian Harnansa)

Editor: wah


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Selasa, 10 November 2009 | 21:14 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...enghebohkan.itu

Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu!



QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kesaksian Williardi Wizard sungguh berani dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Ia menyadari, sebagai saksi mahkota, apa pun pernyataannya sangat memengaruhi nasib mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai terdakwa dalam sidang tersebut.

Hari Selasa (10/11) ini, ia memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya di BAP karena itu semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. "Saya nyatakan semua BAP tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal 29 April 2009 dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini," kata Williardi mengawali kesaksiannya.

Ia memutuskan mencabut keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan telah dibuat oleh penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak penyidik tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada penyidik.

Rekayasa itu bermula saat ia dijemput pada satu hari dari rumahnya ke kantor polisi pukul 00.30. Pada dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa Direktur Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya, Wakil Direktur Reserse, dan tiga orang kepala satuan.

Menurut Williardi, para petinggi polri memintanya membuat BAP yang harus menjerat Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. "Waktu itu dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan BAP Sigid (Haryo Wibisono), dibacakan kepada saya," ujar Williardi tanpa wajah takut.

Dalam kesaksian berikutnya, Williardi pun menyebut nama Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Adiatmoko. Menurut dia, Adiatmoko juga memintanya membuat BAP demi kepentingan menjebloskan Antasari.


BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena Antasari tidak tersangkut. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan. Paling sanksi indisipliner," kata Williardi mengulang perkataan Adiatmoko.

Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi, Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.

Ia pun protes kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan yang turut memeriksanya. "Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat itu," ujar Williardi.

Protes Willardi ini menuai reaksi dari teman sejawatnya. Kembali ia dijemput Brigjen (Pol) Irawan Dahlan dan langsung dibawa ke kantor Adiatmoko.

Sambil minum kopi, ia ditanya apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo, Antasari Azhar, dan Sigid Haryo Wibisono. Ia juga ditanya apakah pernah menyerahkan uang Rp 500 juta kepada Edo dari Sigid.

Williardi mengiyakan semua pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik. Mendengar pengakuan Williardi, Adiatmoko meminta bawahannya untuk langsung menahan Williardi.

"Lho kok cuma nyerahin uang ditahan?" ujar Williardi kepada Adiatmoko. Sejak saat itu sampai sekarang Williardi mendekam dalam tahanan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Herri Swantoro di PN Jakarta Selatan siang tadi, Williardi juga mengaku dicap sebagai pengkhianat oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes kenapa ia akhirnya jadi terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan.

Protes kerasnya itu malah ditanggapi dingin oleh penyidik. "Itu perintah pimpinan," begitu jawaban yang dia dapat saat ia mengungkapkan kenapa ia ditahan.

Penasaran siapa yang dimaksud dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang diketuai Juniver Girsang bertanya kepada Williardi siapa yang dimaksud pimpinan. "Kalau bicara pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri," jawab Williardi lantang.

Lebih jauh, rekayasa itu juga terjadi saat rekonstruksi. Dalam suatu pertemuan di kamar kerja Sigid, seolah-olah penyidik membuat adegan Antasari memberikan amplop coklat berisi foto Nasrudin kepada Williardi. Hal ini langsung dibantah oleh Williardi.

"Itu tidak benar. Kami menerima amplop itu langsung dari saudara Sigid. Tanpa ada Pak Antasari," tutur Williardi. Dari awal memberikan kesaksian, Williardi tidak gentar membeberkan pernyataan yang dianggapnya benar.

Tak ada wajah takut darinya sekalipun beberapa pejabat berbintang ia sebutkan. Terdengar pula ia beberapa kali bersumpah untuk meyakinkan majelis hakim.

Selain nama-nama di atas, ia juga menyebut petinggi Polri, seperti Niko Afinta, Tornagogo Sihombing, dan Daniel. Jaksa penuntut umum yang diketuai Cirus Sinaga meminta nama-nama yang disebut Williardi supaya dihadirkan dalam persidangan.

ONE

Editor: jimbon


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 11 November 2009 | 04:46 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1....jerat.antasari

"Skenario" untuk Jerat Antasari"



PERSDANETWORK/BIAN HARNANSA
Terd akw a kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Wiliardi Wizar (kanan), memberikan pengakuan mengejutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa (10/11). Pengakuan Wiliardi dalam sidang lanjutan membuat terdakwa Antasari Azhar (kiri) menitikkan air mata karena terharu.


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wiliardi Wizar mengaku, berita acara pemeriksaan dirinya dikondisikan. Keterangan dalam BAP itu disamakan dengan keterangan dalam BAP tersangka lain, Sigit Haryo Wibisono, dengan sasaran menjerat Antasari Azhar.

Kesaksian itu dipaparkan Wiliardi dengan suara nyaris berteriak histeris, Selasa (10/11), saat hadir dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Kata-kata Wiliardi itu disambut tepuk tangan sebagian pengunjung sidang. Bahkan, Antasari yang mengenakan kemeja batik menangis. Pengunjung di luar ruang sidang pun menyimak keterangan Wiliardi, yang diperdengarkan lewat pengeras suara.

Setelah Wiliardi mengemukakan kesaksiannya itu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Herri Swantoro langsung menyatakan sidang dihentikan sementara (skors) selama 30 menit. Wiliardi dan Sigit juga menjadi terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nasrudin. Mereka disidangkan secara terpisah.

Setelah sidang dibuka kembali, penasihat hukum Antasari, antara lain Juniver Girsang, Denny Kailimang, Mohamad Assegaf, Hotma Sitompoel, dan Ari Yusuf Amir, bergantian menanyai Wiliardi soal BAP yang dikondisikan itu. Wiliard mengakui, perubahan BAP itu atas perintah pimpinan Polri. ”Siapa pimpinan yang dimaksud?” kata penasihat hukum.

”Oleh karena yang ngomong bintang dua, ya Kapolri-lah. Pimpinan saya, ya Kapolri-lah,” kata Wiliardi.

Wiliardi menjelaskan, semula ia sudah menandatangani BAP tanggal 29 April 2009. Namun, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri (saat itu) Inspektur Jenderal Hadiatmoko (kini Staf Ahli Kepala Polri) mendatangi dirinya. ”Saya minta kamu ngomong saja. Kamu dijamin pimpinan Polri tidak akan dihukum, didisiplinkan saja,” kata Wiliardi, mengutip Hadiatmoko.

Pukul 00.30, Wiliardi mengaku diminta membuat BAP baru untuk menjerat Antasari. Alasannya, BAP Wiliardi tanggal 29 April 2009 tak bisa untuk menjerat Antasari.

Namun, esok paginya ternyata diberitakan di televisi. Wiliardi mengirimkan layanan pesan singkat (SMS) kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iriawan (kini Wakil Direktur Keamanan dan Kejahatan Transnasional Bareskrim Polri) tentang klarifikasi dirinya tidak seperti itu. ”Tetapi, hari itu saya malah ditahan. Dua hari kemudian, saya protes, cabut semua. Saya akan cerita semua,” ujarnya.

BAP yang dicabut itu ternyata dijadikan jaksa sebagai dasar membuat dakwaan bagi Antasari.

Menurut Wiliardi, tanda tangannya sebagai persetujuan atas rekonstruksi perkara tak benar. Ia hanya diminta untuk menandatangani. Dengan demikian, tak benar jika ia menerima amplop coklat berisi foto Nasrudin dari Antasari, seperti disebutkan dalam dakwaan jaksa.

Tim jaksa yang diketuai Cirus Sinaga menanyakan soal rekonstruksi, yang disebutkan Wiliardi disetujui karena disuruh. ”Apakah saat rekonstruksi didampingi pengacara?” kata jaksa.

”Tidak! Tidak!” ujar Wiliardi sambil berteriak. Majelis hakim pun menegur Wiliardi agar bersikap sopan di persidangan.

Jaksa juga membacakan BAP Wiliardi tanggal 22 Juli 2009 dan 18 Mei 2009. Namun, Wiliardi menanggapi, ”Semua sudah saya cabut. BAP yang benar tanggal 29 April, yang lainnya bohong.”

Di luar ruang sidang, Juniver mengatakan, penjelasan Wiliardi membuat Antasari sangat kaget. ”Kita dengar dari saksi, terdakwa didudukkan di sini dengan cara diskenariokan,” katanya.

Ari Yusuf menambahkan, saat ditahan pada 4 Mei 2009, satu-satunya saksi yang menyebutkan keterlibatan Antasari adalah Wiliardi.

Antasari di luar sidang mengatakan, baru saat ini ia mendengar bagaimana cara orang menzalimi dirinya. ”Saya tidak mengeluh selama di tahanan. Yang penting kesabaran,” paparnya.

Seusai sidang, istri Wiliardi, Nova, kepada wartawan membenarkan keterangan suaminya mengenai perubahan BAP atas perintah pihak lain, yakni polisi. ”Dikasih tahu, supaya omong ini, omong itu. Saya sudah bilang, jangan. Bilang saja yang papa tahu, papa bicarakan,” katanya.

Wiliardi pertama kali diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada 29 April 2009 sebagai saksi. Dalam sidang, ia menjelaskan, di rumah Sigit ada kamera CCTV yang bisa merekam suara dan gambar. ”Jika ada yang ngomong Pak Antasari bicara menghilangkan nyawa orang, tidak benar,” ujarnya lagi.

Kemarin, mantan Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Chairul Anwar juga memberikan kesaksian. Ia memimpin tim yang beranggotakan empat polisi, menyelidiki orang yang diduga meneror Antasari. Penyelidikan itu atas sepengetahuan Wakil Kepala Polri dan Kepala Polri.

Menurut Chairul, pada 3 Januari 2009 ia dipanggil Wakil Kepala Polri, diberi arahan agar penyelidikan dilakukan secara obyektif tanpa rekayasa. Pada 8 Januari 2009, Chairul dipanggil Kepala Polri dan diberi arahan tentang hal yang sama. ”Diminta proporsional, profesional, dan tidak keluar dari koridor hukum,” ujar Chairul.

Dari hasil penyelidikan tim diketahui alamat rumah, kantor, dan kendaraan yang digunakan Nasrudin. ”Dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan indikasi tindakan membahayakan dari Nasrudin,” kata Chairul.

Tidak yakin

Secara terpisah, Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Sulistyo Ishak menyatakan tidak yakin dengan pengakuan Wiliardi, yang menyatakan dipaksa membuat BAP untuk menjerat Antasari. Wiliardi adalah komisaris besar dan pernah menjabat Kepala Polres.

”Apa ia tidak tahu peraturan dan proses pembuatan BAP? Saya kira ia tahu aturannya itu. Andai benar ada yang mengarahkan untuk menjerat Antasari, apa kepentingan polisi?” ujarnya.

Ia mengingatkan alat bukti tak hanya pengakuan, tetapi ada unsur lain yang akan dilihat hakim, yakni alibi dan keterangan saksi. Hakim di pengadilan akan mempelajari semua unsur itu.

Secara terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna menjelaskan, polisi segera memenuhi permintaan kejaksaan untuk melengkapi pemeriksaan tambahan seorang saksi untuk melengkapi berkas perkara Chandra M Hamzah. (idr/sf/tri)

Editor: jimbon
Sumber : Kompas Cetak


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Rabu, 11 November 2009 | 18:10 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/1...iminalisasi.kpk

Putar Rekaman Penyidikan, Polri Tuding Antasari Kriminalisasi KPK



PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Terdakwa Antasari Azhar meneteskan air mata saat mendengarkan pengakuan Williardi Wizar
di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/11).


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian menunjukkan adanya keinginan mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk mengkriminalisasikan KPK. Keinginan tersebut diungkap Polri lewat potongan rekaman saat pemeriksaan Antasari oleh penyidik di Polda Metro Jaya.

"Ini lihat baik-baik siapa yang sebenarnya ingin mengecilkan, mengkriminalisasikan KPK," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (11/11). Hal itu dikatakan Nanan sebelum menayangkan potongan rekaman.

Suara Antasari Azhar sendiri tak terlalu jelas terdengar dan gambar yang ditampilkan patah-patah. Namun, dalam rekaman tersebut ditampilkan teks (subtitle) apa yang dikatakannya. Berikut pernyataan Antasari Azhar yang tampil dalam teks rekaman:

"Dan saya pribadi terus terang saja. Cepat atau lambat saya keluar. Selesai maksudnya. Mungkin orang yang pertama yang akan mengatakan tidak diperlukan KPK. Saya akan bicara itu."

Dalam rekaman tersebut tampak Antasari mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan celana pendek. Di akhir pernyataan Antasari, rekaman tersebut digabungkan atau dilakukan pengeditan dengan adegan saat Antasari tertawa. Namun, dalam rekaman asli yang juga ditayangkan, seusai mengatakan pernyataan itu Antasari tidak tertawa. Nanan tidak bersedia menjelaskan dalam konteks apa Antasari berbicara hal itu.

C8-09

Editor: wah


Peace.gif peace Peace.gif
OhYesOhNo
huehuehe, sumpah ngakak liat video klip antasari yang ditampilin polisi tadi sore .... ngakak.gif

lha wong yang ditampilin cuman sempalan2 video klip dari sebuah video yang durasi nya panjang,

ujung2nya di sebuah stasiun metro tv, salah satu pengacara AA bilang, bahwa kalimat AA ini yang ada di video :

"Dan saya pribadi terus terang saja. Cepat atau lambat saya keluar. Selesai maksudnya. Mungkin orang yang pertama yang akan mengatakan tidak diperlukan KPK. Saya akan bicara itu."

sebelumnya ada kalimat :
"jikalau kehakiman, kejaksaan dan kepolisian telah bekerja dengan baik, maka KPK tidak diperlukan lagi ...Dan saya pribadi terus terang saja. Cepat atau lambat saya keluar. Selesai maksudnya. Mungkin orang yang pertama yang akan mengatakan tidak diperlukan KPK. Saya akan bicara itu"

ya betul pak AA, kalo memang sudah beres smua dari mulai kehakiman, kejaksaan dan kepolisian, benar sekali KPK nda perlu ada.

kocak banget sih ngambil sejumput video klip demi membersihkan citra dengan memblow up terus menerus bagian tersebut di media masa ngakak.gif

bacot no jutsu level tinggi ini sih, wkwkwkwkwk


Salam,
OyOn
dcL
Semoga hakim yang bertugas dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan independen. Jika Antasari diputus bebas. Harus ada penyelidikan ulang tentang siapa sebenarnya yang membunuh dan mengapa dan jika benar kenapa Antasari dijebak.

Kemudian penyelidikan itu harus dilaksanakan oleh sebuah tim independen yang mempunyai kewenangan mutlak, kalo perlu dibuat UU dan jangka waktu tugas yang cukup.

Tim 8 yang sekarang udah bagus, tapi kurang mempunyai wewenang dan waktu untuk melaksanakan tugas
Mothing
ngikuti aja dulu ah...prediksi ane masih sama seperti dulu..yaitu..
"ini sebuah konspirasi elite politik" dan "antasari kena jebakan"..

ayo tetap dukung KPK...!!!
The Hide
^^^ gue setuju...
konspirasi yang luar biasa, di buat untuk melemahkan dan bahkan membunuh KPK,
dengan beragam faktor yang melatarbelakangi, salah satunya dendam institusi. Whistle.gif
extremebokep
hmmmmm...
aku bingung nih ma kasus ini...
saling sambung menyambung...
muter muterr...

kaya nonton film SAW 1-5
bingung tapi seru untuk diikuti...



u Must See This....!!!Click to open spoiler!

T3P3
wih...
QUOTE
BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena Antasari tidak tersangkut. "Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan. Paling sanksi indisipliner," kata Williardi mengulang perkataan Adiatmoko.

Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi, Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.

Ia pun protes kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan yang turut memeriksanya. "Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat itu," ujar Williardi.


nah itu kalo janjinya pak adiatmoko ditepati kemungkinan besar pak wiliardi ga mau ngebantu pak antasari
namanya juga orang yang dikorbankan... mana mau sih rugi sendiri
yaudah.. bobroknya dikluarin semua..
tapi emang sih..
seru ngikutinnya
manusiabesi
mari kita sama2 menunggu putusan hakim yang berwenang memutus perkara ini, jangan memberikan opini yang berlebihan dulu kepada semua pihak, kita jangan mendahului kewenangan pengadilan sebelum semuanya terbukti. mari kita tegakkan hukum sekalipun langit akan runtuh!
OhYesOhNo
Source: Kompas.com Jumat, 13 November 2009 | 12:30 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/200...enggak.nyambung

Konter Polisi atas Pengakuan Wiliardi Enggak "Nyambung"


QUOTE
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Farouk Muhammad, menilai bahwa respons balik atau konter kepolisian terkait pengakuan Wiliardi Wizard tidak sesuai dengan fakta yang diungkapkan mantan Kapolres Jakarta Selatan itu.

Seperti diketahui, saat bersaksi pada sidang Antasari Azhar, Wiliardi mengaku bahwa sebagian besar berita acara pemeriksaannya (BAP) merupakan rekayasa. Pada dua hari lalu, Polri membantah keterangan Wiliardi dengan menayangkan video rekaman saat pemberkasan dilakukan. Menurut polisi, suasana pemberkasan tidak menunjukkan suasana tekanan.

"Gambar (video) itu kan tidak jelas, hanya terlihat gambar suasana santai. Padahal, argumentasi untuk pengakuan WW itu bukan mempersoalkan di bawah tekanan atau fisik. Argumentasi polisi tidak kena pada poinnya. Enggak nyambung. Mestinya polisi memberi argumentasi bahwa tidak pernah membujuk, memberi janji, dan sebagainya," papar Farouk yang saat ini menjadi anggota DPD, Jumat (13/11), di Gedung DPD, Jakarta.

Farouk melihat, konter-konter yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa institusi penegak hukum itu tengah terjepit dan tidak ingin semakin terpuruk. "Pemutaran rekaman video hanya untuk bertahan, ingin menunjukkan bahwa lembaga polisi tidak sejelek itu," ujarnya.

Akan tetapi, ia mengingatkan agar persepsi publik atas lembaga kepolisian tidak digeneralisasi. Pengakuan Wiliardi sebaiknya ditindaklanjuti di meja hijau dan didalami oleh hakim.

Editor: mbonk


Peace.gif peace Peace.gif
omradsky
wah gw sih mencob bersikap adil nih ya kalo menurut owe sih KPk nga suci2 amat ya adalah seoran atau dua orang yang agak2 rancu, demikian juga dengan polisi ama jaksa nga semuanya bejat sih adalah seorang atao dua orang yang yang bagus


tapi sayangnya yang dikit tuh kalah ama yang banyak heheheeheh crying_anim.gif
financebbs
Wah, makin kompleks aja ya kasusnya, tapi bagaimanapun juga pasti akan terkuak sebuah kebenaran ke media, kita tunggu aja kelanjutan dari kasus ini Waiting.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.