Kepala Pusat Studi Bencana ITS Amien Widodo menuturkan, 10 kabupaten itu adalah Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Pesisir utara 10 kabupaten itu rawan dilanda tsunami yang dipicu gempa di sekitar perairan Maluku. "Dalam sebulan terakhir terjadi gempa hampir setiap hari di sana," ujarnya di Surabaya, Kamis (8/2).
Bahkan pada 21 Januari terjadi lebih dari 34 kali gempa di bawah Laut Maluku. Gempa itu berkekuatan antara 4 skala Richter (SR) hingga 7,5 SR. Data Pusat Studi Bencana ITS menunjukkan gempa terakhir tercatat pada 4 Februari pukul 10.19 dengan kekuatan 5,3 SR. Tingginya frekuensi gempa di sana disebabkan wilayah itu dekat dengan daerah tumbukan tiga lempeng utama Bumi. Wilayah tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng Australia bertemu dari pesisir Barat Sumatera, pesisir Selatan Jawa, hingga Laut Maluku Bagian Selatan.
Kedua lempeng itu juga bertemu dengan lempeng Pasifik di perairan Sulawesi. Saat ini, lempeng Eurasia dan Australia tengah aktif bergesekan sehingga menimbulkan gempa. Aktifitas itu tercatat menyebabkan gempa dari dari lepas pantai Jepang hingga perairan Maluku.
Memang sebagian besar gempa di perairan Maluku, kecuali gempa 21 Januari dengan kekuatan 7,5 SR, masuk dalam skala sedang. Gempa skala sedang lazimnya dianggap tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami. Sebagian besar tsunami tercatat setelah ada gempa dengan kekuatan di atas 8 SR di bawah laut. Namun, bukan berarti penduduk di 10 kabupaten itu tidak perlu mewaspadai kemungkinan tsunami. "Gempa di pesisir Timur Afrika ikut menyebabkan tsunami di Aceh. Bayangkan berapa jarak Afrika ke Aceh dan bagaimana tsunami yang timbul," tuturnya.
Pakar Hidrodinamika ITS Eko Budi Djatmiko menuturkan, pola arus dan gelombang laut tidak hanya dipengaruhi kondisi alam di sekitarnya saja. Apa yang terjadi di suatu tempat bisa ikut mempengaruhi pola gelombang dan arus di tempat lain. Jika melihat foto satelit, akan terlihat gelombang yang tadinya kecil di Afrika bisa menjadi sangat besar jika sampai di pesisir selatan Jawa. Dalam perjalanan, gelombang itu akan mendapatkan tambahan kekuatan dari hembusan angin dan topografi laut.
---
Note :
Wah jangan lagi deh .... kapok
Tsunami merenggut orang-orang yang baik bersama dengan orang-orang yang jahat ... mendingan diciptakan bencana yang khusus bisa membunuh orang-orang yang jahat aja ....