Deddy Corbozier menggelar aksi sulap ilusionis bertajuk “Jakarta Underwater” di pelataran Kafe Tenda Semanggi, Rabu (28/2) siang pukul 12.30. Ini merupakan atraksi tahunan ke-4 yang digelar Deddy Corbuzier. Tema kali ini disesuaikan dengan kondisi Jakarta yang baru ditelan banjir.
“Jakarta Underwater” merupakan atraksi penyiksaan model abad ke-16 dengan mitra istrinya sendiri, Kalina yang dimasukkan ke dalam tong baja berdiameter 30 cm berisi air setingggi 95 cm. Karena pendeknya tong baja tersebut, Kalina harus jongkok asat berada di dalam tong. Lalu tong baja dikunci rapat dengan empat buah gembok baja, sehingga meninggalkan Kalina tersiksa di dalam tong berisi air itu.
Ketika Kalina berada dalam tahap antara hidup dan mati di dalam tong tersebut, tirai kain hitam berukuran 3 X 4 meter menutupi sekitar area tong baja. Lalu Deddy Corbuzier yang sudah berada di area itu, berdiri dengan kondisi tangan terikat pada sebuah tiang besi.
Waktu pun terus berjalan. Kedua tangan Dedy Corbuzier yang terikat pada besi terjulur keluar tirai. Kedua tangannya kelihatan meronta, berusaha menyelamatkan Kalina. Namun tong baja yang berisi air masih terkunci rapat dengan empat gembok baja besar.
Waktu berlalu hingga 3 menit 27 detik. Deddy Corbuzier baru bisa melepaskan diri dari tali yang mengikat kedua tangannya. Kain hitam yang menutupi area sekitar tong baja pun disingkap. Ternyata Kalina sudah berada di luar tong. Hal ini menandakan Kalina mampu keluar dari tong baja berisi air yang dikunci rapat dengan 4 buah gembok baja. Secara refleks, orang-orang yang menyaksikan hampir bertepuk tangan.
Namun beberapa orang, mengurungkan tepuk tangan atau menyaksikan adegan. Sebab, mereka tak tega melihat kondisi Kalina yang tampak mengkhawatirkan. Kalina tertelungkup di sisi tong baja dan tak bergerak. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Dalam beberapa detik, tak juga ada gerakan apa pun dari Kalina.
Kalina pingsan!
Tim medis yang dipandu beberapa dokter secepat kilat melakukan pertolongan. Napas buatan lewat tabung oksigen pun dialirkan ke pernapasan Kalina. Berkali-kali tim medis memompa dada Kalina dan berusaha memeriksa denyut nadinya. Setengah jam Kalina baru pulih setelah berada dalam perawatan tim medis. “Saya tak ingat apa-apa lagi. Kami sudah lama berlatih, tapi berat juga, sampai pingsan,” kata Kalina beberapa saat kemudian.
Ia mengungkapkan, saat berada di dalam air ia mencoba berkonsentrasi dan hanya berpikiran kepada sang anak yang masih berusia delapan bulan. "Rasa takut pasti ada. Apalagi permainan ini taruhannya nyawa. Yang saya pikir cuma satu yakni anak saya, bukan papanya," ujar Kalina tersenyum sambil menatap Deddy.
---
Notes:
Buset kerjaan bahaya tuh taruhannya nyawa bini
Jangan diulangi lagi ya nak Deddy