Sebetulnya, Frank dan Ludivine sedang menunggu kiriman meja makan. Karena itu, ketika petugas DHL memberi dua bungkusan, mereka tak terkejut. "Saat suami saya membuka salah satu bungkusan, kami merasa aneh karena barang di dalamnya terlihat seperti hati," tutur Ludivine kepada harian The Grand Rapids Press kemarin.
Setelah melihat isi bungkusan pertama, perasaan takut mulai melanda pasangan tersebut. "Saya berdebar-debar saat suami saya mulai membuka bungkusan kedua. Kami langsung berpaling saat melihat telinga dalam bungkusan itu. Pasti ada yang salah. Untung kami belum membuka semuanya," tuturnya.
Pasangan itu melaporkan paket tak lazim tersebut ke petugas kepolisian setempat. "Memang mengejutkan bagi siapa saja yang melihatnya. Tapi, potongan tubuh itu tidak berbahaya," ujar Letnan Roger Parent dari kepolisian setempat. Menurut dia, potongan tubuh yang sudah diawetkan itu dikirim dari Tiongkok dan mestinya ditujukan ke laboratorium di Michigan.
Roger yakin, masih ada 28 paket berisi potongan tubuh lain yang terkirim ke alamat salah. Sebab, laboratorium Michigan baru menerima dua kotak paket dengan kondisi yang terbuka. Akibatnya, beberapa bungkusan yang berisi potongan tubuh lain, misalnya lengan dan kaki, tercecer.
Robert Mints dari DHL mengaku siap bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menangani masalah tersebut. "Kami memang melayani pengiriman kebutuhan medis. Tapi, kami masih harus memastikan bahwa pengiriman potongan tubuh seperti itu sudah sesuai aturan. Kami juga belum jelas apa yang sebetulnya terjadi," katanya.
---
Notes :
Walah ada apa dengan manajemen logistik DHL ?
Ini bisa jadi kasus berat buat DHL dan bisa di class-action (gugat masal)
Semoga gak ada paket organ manusia yang kesasar ke alamat aku ..... uih kemaren aja barusan terima paket dari DHL ... untung isinya bener-bener buku ... bukan organ tubuh manusia