Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Syair Duka
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Poetry Room
khucel
Dari kata kata yang berserakan …
Kuhimpun sedikit demi sedikit
Kujadikan serangkaian syair
Untuk pengisi dalam sepi ku
Syairku… syair duka
Walau susah kurangkai
Namun akhir jerihku
Tercipta jua untain kata-kata yang tak bermakna
Yang sulit kuarti kan …
Syairku … syair duka
Duka dalam nestapa
Nestapa dalam duka
Nestapa dalam nelangsa
Putus tangkai bunga cinta
Layu kian luruh
Luruh kian layu
Dan kering serta berdebu
Syairku adalah nestapa jiwaku
Kesendirian adalah pengobat hatiku

khucel
HAMPA

hampa jiwa ini beku
dalam tangis isak menderu
tersayat luka sembilu
menyentuh kalbu

kepala jenuh memikir
hati jenuh menangis
raga jenuh bergerak

khucel
aku jenuh
aku letih
mendengar
melihat
kekacauan
kegalauan
yang tak berujung

aku ingin berjuang
aku ingin berperang
melawan semuanya
dengan tawa
dengan ceria
agar aku dapat melihat senyum kebahagiaan
the lost soenan
Hela afas itu sejenak...
hingga sesak dan kesakitan itu...terkikis
walau takkan semua luruh...
SanG KaisaЯ
bait-bait yang indah
sarat dengan perasaan
thanks bro...
lanjutkan yach
Mothing
bumiku telah basah dan hancur untuk dipijak
langit kemarin runtuh dan bumi terbagi dua
atap rumbia tak bisa lagi menjadi penghalang basahnya embun
dipan berkayu dan tikar daun pandan sudah tak hangat lagi
hanya kedinginan dan ketakutan akan marah pertiwi
hanya tangisan untuk kerabat dan rekan
aku berdiri diatas puing
aku menangis diatas jasad
aku meratap pada langit

"doa ku untuk mu sobat"

padang panjang,11 maret 2007
pendatangbaru
bagus2 puisinya
pendatangbaru
bagus2 puisinya
khucel


malam ini…
ku coba memejamkan mata
namun terasa ada bayangan yang mengejar-ngejarku
aku coba usir bayangan tersebut
namun dia terus mengikutiku
bahkan dia semakin dekat

aku takut…
lalu aku coba untuk menjerit
namun jeritanku hanya tangisku
dan tangisku adalah tawanya

lalu aku coba mencari keramaian
namun hanya kekosongan yang aku dapatkan
kekosongan yang selalu mengisi hariku

haruskah aku membuat keramaian
haruskah untuk mengisi kekosonganku
tapi apa yang dapat kulakukan

semakin kucari keramaian itu
semakin dia lari menghindariku
meningkalku dalam kekosonganku

pedih…
hati ini makin pedih
jiwa ini makin beku
tak tau harus berbuat apa
khucel
Biar ramai menyangka aku gila
Tidak kurang juga yang mentafsir aku egois
Namun mungkin juga ada mengata aku insan puitis separuh
Tidak mengapa, aku terima itu semua

Namun cinta itu tetap kucari jua
Di dalam diri menyelinap di sebalik gerimis senja
Ketika titis demi titis airmata mengalir juga
Menghias muka yang cekung tidak bermaya

Duhai angin malam dari utara
Lihatlah dan pandanglah ini pencari cinta
Wahai embun dingin dinihari juga
Sejukkanlah kepanasan bahang panas membara
Cinta tetap ku cari juga
Biarpun aku hampir jadi separuh gila

Kutanya pungguk mengapa rindukan purnama
Kutanya sang kumbang mengapa rindukan bunga
Kusangka Qais jadi majnun kerana ingatkan Laila
Kusangka Uda sengsara kerana ingatkan Dara

Sehingga Damak balik ke Pahang jua
Setelah di Kajang Berlipat oleh Pak Malau juga
Terkorbannya Romeo dan Juliet seperti sia-sia
Mungkinkah bahagia sesudah derita
Sesudah kutemui kau duhai cinta?

Separuh puiti? Egois? Separuh gila?
Ah, biarkanlah itu semua
Asalkan aku dapat teruskan jua
Aku tetap mencari cinta…
khucel
Ratapan hati menjerit …
Sukma yang terkoyak luka …
Menangsi kalbu yang tercuri ..
Dalam pekatnya malam …
Lantunan syair menggema
Mengisi relung hati …
Akankah terobati hati yang maya..
Fenomena ku semakin mengiris…
Seperti bayang semu dalam dekapan…
Tak sanggup kuraih ..
Walau jasadku meronta…

khucel
Mentari terbenam dalam peraduanya
Seiring kilas kegelapan mencekam mayapada
Semilir angin berhembus
Mengajakku dalam buainya….
Aku nelangsa menahan duka
Kepedihanku terukir
Bayang masa lalu ..
Menghantui langkahku
Peganganku tlah patah
Dihempas badai kemunafikan
Dimana kasih yang tulus
Jangan biarkan aku menahan duka
Yang akan menyiksaku dalam kalbu
khucel
[center][center]Kasih, telah kususuri jejak alur yang berliku.
Penuh rencah berduri, belukar hitam berderak,
Lumpur menutupi setiap tapak yang melekat.
Tak pernah kutolehkan pandangku ke belakang,
karena aku tak ingin menjadi ragu dan berbalik arah.

Jejak tlah tak terlihat. Alur tak berbekas.
Semua jalanku menujumu tertutup rapat.
Tlah kumusnahkan semua tentangmu.
Tentangmu, tentu, semua yang bisa terlihat di mataku.
Bertahun kucari hidupku, bertahun kutipu diriku, bertahun kuingkari hatiku, bertahun kujalani apa yang kusebut menebus dosaku padamu…

Tak pernah kumengerti jalan yang kini ada di hadapanku.
Mengapa semua berbalik arah menatapku?
Mengapa semua mengulurkan tangan meraihku ke dalam derainya?
Mengapa aku tak diizinkan menghilangkanmu?
Seperti aku telah menghilangkan yang lain.

Mungkin kau sudah memahami semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah mendapat kebijaksanaan dan kerendah hati
Untuk menerima semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah bisa melangkah menuju hidupmu yang baru.
Mungkin, …

Tapi aku masih tetap di sana.
Kakiku berlari, sementara belenggu masa lalu masih terjuntai di dadaku.
Harapan, sejujurnya, aku sudah tak punya.
Ku sadar salahku padamu, ku sadar lukaku padamu,
ku sadar perihku padamu, ku sadar ku tak pantas punya harapan.

Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan,
Yang telah kutinggalkan tanpa hati.
Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.

Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama,
selalu membuatku berlinang.

Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana.
[/center]
[/center]
khucel


malam ini…
ku coba memejamkan mata
namun terasa ada bayangan yang mengejar-ngejarku
aku coba usir bayangan tersebut
namun dia terus mengikutiku
bahkan dia semakin dekat

aku takut…
lalu aku coba untuk menjerit
namun jeritanku hanya tangisku
dan tangisku adalah tawanya

lalu aku coba mencari keramaian
namun hanya kekosongan yang aku dapatkan
kekosongan yang selalu mengisi hariku

haruskah aku membuat keramaian
haruskah untuk mengisi kekosonganku
tapi apa yang dapat kulakukan

semakin kucari keramaian itu
semakin dia lari menghindariku
meningkalku dalam kekosonganku

pedih…
hati ini makin pedih
jiwa ini makin beku
tak tau harus berbuat apa
khucel
Saat aku mulai suka … kamu tak percaya
Saat aku mulai rindu …kau membisu …
Saat aku nelangsa … kau tertawa….
Waktupun berubah ….
Dan saat hatimu berubah …. Aku tak percaya
Saat hatimu kesepian … aku diam
Saat kau katakan cinta …..aku juga tak percaya
Hati manusia terus berubah
Hati tak ingin disakiti
Hati tak ingin dikerasi
Hati takingin dinodai
Hati tak ingin didustai
Hati ingin disayangi
Hati ingin dikasihi
Hati ingin dicintai
Hati mu …..
Hati ku ….
Adalah …
Sama ..
Demonic Queen
QUOTE(khucel @ Mar 19 2007, 10:23 AM) [snapback]321651[/snapback]
Saat aku mulai suka … kamu tak percaya
Saat aku mulai rindu …kau membisu …
Saat aku nelangsa … kau tertawa….
Waktupun berubah ….
Dan saat hatimu berubah …. Aku tak percaya
Saat hatimu kesepian … aku diam
Saat kau katakan cinta …..aku juga tak percaya
Hati manusia terus berubah
Hati tak ingin disakiti
Hati tak ingin dikerasi
Hati takingin dinodai
Hati tak ingin didustai
Hati ingin disayangi
Hati ingin dikasihi
Hati ingin dicintai
Hati mu …..
Hati ku ….
Adalah …
Sama ..


This make me cry crying_anim.gif
choi
yuuu..k Whistle.gif
khucel
aq adalah kotoran yang ada dalam debu
aq lebih najis dari suatu benda yg di haram kan
aq hanya lah seonggok daging yg melekar dalam kerangka manusia
dan terselimuti kulit yang kotor

aq adalah kegelapan yang selalu hadir dalam mimpi buruk
aq adalah sebentuk kekecewaan dari semua orang
aq adalah kebencian yg terlahir dari sebuah cinta dan kasih sayang
aq adalah seseorang yang tak pernah di inginkan

This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.