siwa
Apr 23 2007, 04:35 PM
Pungguk Dan Aku
Sunyi, dingin, ngeri ku rasa
Taburan butir intan merata
Degup deru angin tertata
Senyum putri mempesona
Lagu pungguk mendendang
Menembus hati yang menerawang
Ingat akan seseorang
Yang membuat hati tenang
Lagu pungguk tertati
Memanggil hati yang berhenti
Tiada orang yang mengerti
Arti sebuah hati
Aku ngeri mendengar nyanyian pungguk
Membuat aku tak mengantuk
Tegar mataku suntuk
Hingga jelang kukuruyuk
Aku senang pungguk bernyanyi
Penghibur hati dalam ilusi
Teringat akan seorang putri
Yang selalu menjadi pujaan hati
Pungguk bersenandu
Pembangkit hati yang rindu
Tersipuh dalam lalu
Keindahan akan senyumu
Pungguk bercerita
Tentang sebuah arti cinta
Tiada kiasan kata yang berkata
Khumariah hidupku untuk akhir dunia
Punguk dan aku,
Tiada yang tahu
Kecuali kata dalam dirimu
Yang mengerti diriku
By: Siwa
pro
Apr 23 2007, 05:53 PM
disiplin dengan rima..
keren oi
siwa
Jan 28 2009, 07:53 PM
QUOTE (Don Vito Corleone @ Apr 23 2007, 05:53 PM)

disiplin dengan rima..
keren oi
thanks.. ya..
siwa
Jan 28 2009, 07:53 PM
Bertahankah aku?
Tepisan dewi malam selimuti sukma rasa
Bisikan jiwa lelapkan raga
Dikala nikmat menghilangkan dunia
Rujukan niat aku terjaga
Malam semakin larut
Tapi rasa gelisah membuatku tak surut
Rasa egois terus menghasut
Kesesatan hati semakin hanyut
Bertahankan aku?
siwa
Jan 28 2009, 07:54 PM
Jangkrik
Krik – Krik …………., Krik – Krik ……….., bunyi suara jangkrik. Indah namun tiada yang tahu maknanya. Mereka berbicara kepada kita seolah ia tahu segalanya. Berulang tiada kesal dan lelah. Keluar dari dalam tanah yang gelap gulita mempertaruhkan hidup, terjaga dari tidur untuk kita.
Nyanyian malam yang selalu ditujuhkan kepada kita. Menemani mimpi yang selalu kita dambakan.
Coba kita dengarkan dengan hati nurani. Mati – mati .............., mati – mati ........, selalu ia bilang.
Mungkin ………..
Ia mendoakan “ matilah engkau wahai manusia, lupakan semua masalah yang ada. Matilah engkau manusia. Kembalilah ke alamku gelap nan jauh di bawah tanah. Matilah engkau wahai manusia, agar engkau besok hidup kembali “.
Tahu kita arti dari mati menurut ia? Yaitu “ TIDUR “.
siwa
Jan 28 2009, 07:55 PM
Resmi ku terjaga dari untaian sukma pengganggu jiwa
Goyah ku rasa dikala kata ini ku untai
Ungkap ku gapai sebuah gejolak jasmani arah tiada
Terikut ku akan sebuah perjalanan dosa
Rintik mutiara menetes dari kalbu menuju mata
Ku rasa perih dan pilu apa yang ku rasa
Dikala sadar ku dari sebuah percobaan
Membawa kekalahan di dalam kehidupan
Ah bodoh ku rasa
Semu ilusi jiwa dendang riang bergembira
Diantara resah kalut membara
siwa
Feb 19 2009, 10:50 PM
Jenuh...
Kegelapan kalbu rindukan kesunyian
Kesunyian abadi dalam keabdian
Keabadian sukma di dalam kehampaan
Kehampaan jiwa sentuh rasa kematian
Rasa ini selalu ada
Rasa ini selalu terjaga
Rasa ini selalu menggoda
Rasa ini selalu ku rasa
Ilusi jiwa berkelana didalam pelangi
Menangis sedih di antara hati...
Aku Jenuh...
siwa
Feb 23 2009, 11:29 AM
ku hirup jiwamu ku bunuh ragamu
ku sapa namamu caci usulmu
ku nikmati asamu ku buang sisamu
ku rindu dirimu ku benci kehadiranmu..
siwa
Feb 25 2009, 09:51 AM

Keterbatasan waktu untuk berjuang
membuat diriku iris dalam harapan,
Keterbatasan rasa untuk berbicara
mebuat diriku bisu dalam bertindak.
siwa
Feb 25 2009, 04:07 PM
Siang berlalu tiada kisah ku tulis
Cerita bosan selalu ku lukis
Membuat aku selalu pesimis
Hari-hari ku jalani dengan menangis
siwa
Mar 2 2009, 10:04 AM
Gelap lagi ku rasa
Ilusi Jiwa berkelana
Menuai cerita hati yang duka
Kembali terulang cerita yang lama
siwa
Mar 2 2009, 06:11 PM
Siang telah berlalu
Senja menjemput kalbu
Disetiap langkah ku jumpai sang waktu
Detik ku rasa selalu ingin membunuhku
siwa
Mar 2 2009, 10:28 PM
Kini malam telah menghampiriku
Menjanjikan sebuah mimpi keindahan duniaku
Tapi, tetap kelam ku rasa di hatiku
Bosan dengan kehadiranku
dalboman
Mar 3 2009, 12:48 PM
pusing
mikirin... uang
pusing
mikirin cewek
pusing
capek deh...
siwa
Mar 4 2009, 06:13 PM
Ilusi jiwa selalu berdendang
Menerpa jiwa yang selalu tidak tenang
Waktu berburu dengan sebuah cerita wayang
Kehidupan hanya sebuah tayang
bluendosmoke
Mar 5 2009, 01:29 AM
tak perlu lari untuk bercerita
ucapkan kata yang terhina
berjalanlah bawa kisah
hampiri iga yang tercipta
siwa
Mar 5 2009, 09:16 AM
Iga terasa jauh dimata
Kurungan kisah membuat buta
Ku enggan bercerita
Karena cerita hanya sebuah derita
siwa
Mar 6 2009, 04:48 PM
Darah suci tercecer diantara debu
Debu menangis terkikis angin lalu
Langkah tegak berjalan aku
Tempias asah menari tersipu
siwa
Mar 10 2009, 04:44 PM
Setetes tinta ku lukis sebuah kisah
Setetes harapan ku tuai dalam sebuah resah
Kisah resah..
Resah kisah..
rareyo
Mar 10 2009, 07:26 PM
ngintip pesannya ngintip rasanya ngintip suasananya,
terbagi duka dan scercah istana surga di dalamnya
malam terbagi dua diantara keheningan dan ketakutan yang mendalam
dan siang melampiaskan ekpresi kesengsaraan terbesit hangat yang nyaman
namun di kala mata masih terselimuti selaput hitam hadirnya sejuk embun dini hari
mendamaikan hati, mejelang positif hari ini
rushhand
Mar 10 2009, 09:43 PM
keren bos heheh
rushhand
Mar 11 2009, 12:25 PM
rima nya canggih nih pasti orangnya melankolis
siwa
Mar 11 2009, 04:35 PM
Ah..... selaput hitam???
Mungkin ini sebuah selaput?
Jika selaput mengapa aku tiada melihatnya?
Jika selaput mengapa aku tiada menggapainya?
siwa
Mar 12 2009, 02:34 PM
Berdiri aku di atas air bergelombang
Hembusan Angin Pasai berbisik diatas otak yang mengambang
Matilah kau siwa agar kau tenang
Matilah kau siwa agar kau terbang melayang
ken_the_12
Mar 12 2009, 07:23 PM
siwa menyapa..
bagai sang jishnu
kala merasa..
wishnu pun memburu
aduhai jishnu
betapa aku merona
selayak wishnu yang cemburu
merapal kalam ditepi semesta
oh, siwa
jangan buat aku layu
berikan setitik asa
agar resap seperti banyu
siwa.. atau jishnu
yang mana tiada mengapa
'karna aku [mungkin] wishnu
.. mampir disini tuk bertegur sapa
*
inspirasinya T.O.P banget
siwa
Mar 12 2009, 08:14 PM
Ilusi jiwa bercerita
Goresan tinta berbagi asa
Kumpulan jiwa telah tertata
Mohon berbalas apa yang adaMonggo-monggo berbagi..
siwa
Mar 12 2009, 08:31 PM
Garis tinta hanya mengalir di sebuah muara ilusi
Rasa asa bertekuk lutut pada sebuah mimpi
Jiwa berkelana ungkap takbir sebuah arti
Langkah berhenti ketika hadir sebuah kata mati
ken_the_12
Mar 12 2009, 09:36 PM
QUOTE (siwa @ Mar 12 2009, 08:14 PM)

Ilusi jiwa bercerita
Goresan tinta berbagi asa
Kumpulan jiwa telah tertata
Mohon berbalas apa yang adaMonggo-monggo berbagi..

siwa kuatkan rasa
tiada sepenggalan adanya
siwa berikan asa
membalas dengan kalam cinta
*

terkhusus buat kang siwa
nuwus.
siwa
Mar 12 2009, 09:56 PM
QUOTE (ken_the_12 @ Mar 12 2009, 09:36 PM)

siwa kuatkan rasa
tiada sepenggalan adanya
siwa berikan asa
membalas dengan kalam cinta
*

terkhusus buat kang siwa
nuwus.
Rasa hanya sebuah fatamorgana
Asa hanya sebuah kata seorang punjangga
Rasa dan Asa hanya sebuah Mutiara Kata
Tersipuh aku ken_the_12 membara
ken_the_12
Mar 13 2009, 11:49 AM
QUOTE (siwa @ Mar 12 2009, 09:56 PM)

QUOTE (ken_the_12 @ Mar 12 2009, 09:36 PM)

siwa kuatkan rasa
tiada sepenggalan adanya
siwa berikan asa
membalas dengan kalam cinta
*

terkhusus buat kang siwa
nuwus.
Rasa hanya sebuah fatamorgana
Asa hanya sebuah kata seorang punjangga
Rasa dan Asa hanya sebuah Mutiara Kata
Tersipuh aku ken_the_12 membara
dua, fatamorgana
ditepi padang.. ditepi sabana
tapi, tiada mengapa
karena sam siwa selalu hadir bersama
*
kita adalah sepasang, nama dan jiwa yang sama
kita hanyalah penyair biasa, yang lebur dalam keheningan.
matur kesuwun sam siwa.
siwa
Mar 13 2009, 05:09 PM
Tempias pasir di sebuang padang sabana
Terkikis kisah di sebuah cerita
Terukir dan tersusun kumpulan pengembala
Tersirap hasrat ingin meninggalkan dunia
Sucks
Mar 13 2009, 10:09 PM
ikutan ah...

QUOTE
Tempias pasir di sebuang padang sabana
Terkikis kisah di sebuah cerita
Terukir dan tersusun kumpulan pengembala
Tersirap hasrat ingin meninggalkan dunia
penggembala hina kelana
bersimpuh dalam tujuan
menapak dalam sejarah
melalui gerbang dunia
matur kesuwun atas inpisrasinya
siwa
Mar 14 2009, 09:58 AM
QUOTE (Sucks @ Mar 13 2009, 10:09 PM)

ikutan ah...

penggembala hina kelana
bersimpuh dalam tujuan
menapak dalam sejarah
melalui gerbang dunia
matur kesuwun atas inpisrasinya
Tujuan adalah sebuah mimpi
Dunia adalah tujuan mencari jati diri
Sejarah adalah permainan waktu
Hina adalah perwujudan aku
ken_the_12
Mar 15 2009, 09:38 AM
sang kelana..
coba gembala
riak pada nestapa
di tepi padang sabana
penggembala hina kelana
tautkan gerbang dunia
menapak sederhana
pada sejarah sang kala..
*
silaturahmi disini kang @siwa, semoga ga' bosen ama @ken.
kang @sucks monggo bro dilanjut..
nuwus.
Sucks
Mar 15 2009, 11:27 AM
walau riak di tengah jalan
sang hina tetap berjalan
berusaha dalam pendakian
melangkah dalam kegelapan
cahaya terang menyilaukan
laksana sejuk menentramkan
takdir yang tak ubah kehidupan
terasa hadir menapak kedamaian
siwa
Mar 16 2009, 10:02 AM
Secerca cerita berbagi air rawa
Terkikis kalbuku dikala adam terawa
Ilusi jiwa merasa terhina
Dikala raga tak lagi berguna
Oh.. ken, sucks, Ragaku tiada berguna
Mampukah kau berkata?
Sucks
Mar 16 2009, 09:15 PM
QUOTE (siwa @ Mar 16 2009, 10:02 AM)

Secerca cerita berbagi air rawa
Terkikis kalbuku dikala adam terawa
Ilusi jiwa merasa terhina
Dikala raga tak lagi berguna
Oh.. ken, sucks, Ragaku tiada berguna
Mampukah kau berkata?
cerita bagai rinduan
raga dalam impian
hina akan badan
teruntuk sebuah perasaan
tak sanggup dalam perkataan
naungi diri hingga pertapaan
tak hanya engkau ya teman
terasa jenuh akan pendakian
lewati semua rintangan
tak ubahnya sebuah haluan
teguh dalam ucapan
tegar dalam pendirian
matur kesuwun sam siwa
ken_the_12
Mar 17 2009, 05:19 PM
QUOTE (siwa @ Mar 16 2009, 10:02 AM)

Secerca cerita berbagi air rawa
Terkikis kalbuku dikala adam terawa
Ilusi jiwa merasa terhina
Dikala raga tak lagi berguna
Oh.. ken, sucks, Ragaku tiada berguna
Mampukah kau berkata?
Pancar ‘Sang Surya’
Bagai geliat Sang Siwa
Melarut pada dananjaya
Ma’rifat kalam ‘Sang Pujangga’
Pelan menyapa
Dalam sudut ‘tak terkira
Bagai gadis desa
Yang perawan adanya
Jasad ‘Sang Siwa’
Bukan pada maya
Atau yang setengah nyata
Bukan pula pada ‘Yang Mulia’
Jasad ‘Sang Siwa’
Pada titik surya kala
Pada denyut perawan desa
Pada sabda.. Hyang Maha Dewa!!
*
Teruntuk kang @siwa dimana saja..

@ken silaturahmi, pada [yang] sekian kali
Kang @sucks sumonggo aja, mari tebar kalam bersama
siwa
Mar 17 2009, 05:42 PM
QUOTE (Sucks @ Mar 16 2009, 09:15 PM)

cerita bagai rinduan
raga dalam impian
hina akan badan
teruntuk sebuah perasaan
tak sanggup dalam perkataan
naungi diri hingga pertapaan
tak hanya engkau ya teman
terasa jenuh akan pendakian
lewati semua rintangan
tak ubahnya sebuah haluan
teguh dalam ucapan
tegar dalam pendirian
matur kesuwun sam siwa
Pendakian Raga Berjumpa ujung
Pendakian Jiwa takkan bersambung
Ketika ajal Mulai menyusung
Sekilas kisah hanya sebuah panggung
siwa
Mar 17 2009, 05:45 PM
QUOTE (ken_the_12 @ Mar 17 2009, 05:19 PM)

Pancar ‘Sang Surya’
Bagai geliat Sang Siwa
Melarut pada dananjaya
Ma’rifat kalam ‘Sang Pujangga’
Pelan menyapa
Dalam sudut ‘tak terkira
Bagai gadis desa
Yang perawan adanya
Jasad ‘Sang Siwa’
Bukan pada maya
Atau yang setengah nyata
Bukan pula pada ‘Yang Mulia’
Jasad ‘Sang Siwa’
Pada titik surya kala
Pada denyut perawan desa
Pada sabda.. Hyang Maha Dewa!!
*
Teruntuk kang @siwa dimana saja..

@ken silaturahmi, pada [yang] sekian kali
Kang @sucks sumonggo aja, mari tebar kalam bersama
Perawan desa kembang para dewa
Jasad siwa Milik Yang Mulia
Dikala Jasad akan berpisah nyawa
Ma'rifat Pujangga tiada berguna
Akankah aku terus berbaring dan merana?
Wahai ken....
Wahai Suck..
Merana raga tersayat jiwa
Merana jiwa terhunus raga
Sucks
Mar 18 2009, 10:45 AM
QUOTE
Perawan desa kembang para dewa
Jasad siwa Milik Yang Mulia
Dikala Jasad akan berpisah nyawa
Ma'rifat Pujangga tiada berguna
Akankah aku terus berbaring dan merana?
Wahai ken....
Wahai Suck..
Merana raga tersayat jiwa
Merana jiwa terhunus raga
raga dalam tepian duka
raga dalam kubang nista
indah dalam semu belaka
abadi laksana kidung kencana
kekal dalam jiwa
merekah dalam rona
benak dalam jiwa
siwa
Mar 18 2009, 12:50 PM
QUOTE (Sucks @ Mar 18 2009, 10:45 AM)

raga dalam tepian duka
raga dalam kubang nista
indah dalam semu belaka
abadi laksana kidung kencana
kekal dalam jiwa
merekah dalam rona
benak dalam jiwa
Raga Tiang Kehidupan
Raga Tempat bersembunyi Ruh Keabadian
Kisah terlukis menangis di kesendirian
Kisah terlukis ingin kematian
Tiada kisah mampu ku tulis
Jiwa tersudut dalam sembilu sadis
Abadi ingin ku capai
Abadi ingi ku gapai
Kemana aku harus melangkah untuk abadi?
ken_the_12
Mar 19 2009, 10:42 PM
hanya dewa diantara kita
abadi setelah kata
selayak cinta dua manusia
senandung abadi sepanjang masa
*
kang siwa.. sumonggo berbagi inspirasi
nuwus.
siwa
Mar 24 2009, 05:17 PM
ken_the_12
Mar 27 2009, 11:11 AM
QUOTE (siwa @ Mar 24 2009, 05:17 PM)

aku yang haru
penuh dengan biru
aku yang layu
peluh dengan pilu
aku..
memang bukan bikhu
karena aku,
'tak membuang masa lalu
*
aku tidak bisa melihat masa depan penuh kemilau
masa lalu masih berlangsung!!
siwa
Mar 27 2009, 05:07 PM
Kegelapan siang menjelang jalan kehidupan
Darah mengalir dalam rambut perjalanan
Tergeletak mati suri aku di sebuah pembaringan
Menunggu ajal yang tak lama kian
Tiada air menetes dalam sebuah tangisan
Kering mengalir dalam sebuah penyesalan
Detik kurasa bagai tahunan
Ketika rentetan dokter ilir bergantian
siwa
Mar 30 2009, 01:22 PM
Setetes air mengalir tiada henti
..........
..........
ken_the_12
Mar 30 2009, 06:33 PM
QUOTE (siwa @ Mar 30 2009, 01:22 PM)

Setetes air mengalir tiada henti
..........
..........
setetes air mengalir tiada henti
selayak hilir pada pucuk sungai
bening.. seperti kuncup melati
yang tumbuh dipekarangan pertiwi
.......
.......
.......
siwa
Apr 8 2009, 10:45 AM
QUOTE (ken_the_12 @ Mar 30 2009, 06:33 PM)

setetes air mengalir tiada henti
selayak hilir pada pucuk sungai
bening.. seperti kuncup melati
yang tumbuh dipekarangan pertiwi
.......
.......
.......
Setetes air.. menunggu aku mati..
ken_the_12
Apr 11 2009, 02:13 AM
Setetes air.. menunggu aku mati..
...
hingga banyu meluruh haru
bayu yang biru
selayak jingga,
atau bening pada samudra..
... ...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.