Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Indonesia perlu "kembang biakkan" hacker andal
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
Sir Bilungakoe
Jelang tiga hingga empat tahun mendatang, Indonesia benar-benar membutuhkan para hacker handal yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga jaringan komputer perindustrian. Hacker perlu 'dikembangbiakkan'. Thinking.gif

Hal itu diungkapkan Michael Sunggiardi, praktisi komputer sekaligus juri ajang PANHAC 2007 yang akan datang, pada saat konferensi pers Pazia-Acer National Hacking Competition (PANHAC) yang digelar Jumat (11/5/207) di Universitas Atmajay, Yogyakarta.

Michael optimis bahwa bibit unggul hacker bisa dicari melalui kegiatan hacking. Menurutnya, bukan tak mungkin ajang kompetisi hacking menjadi salah satu arena untuk mencari bibit unggul sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang Teknologi Informasi (TI).

Ia menekankan, hacker sungguh berbeda dengan cracker. Keduanya memang memiliki aktivitas yang sama, yakni berhubungan dengan jaringan komputer. Hanya saja, tujuan aktivitas hacker dan cracker sangat berbeda. Cracker boleh dibilang sebagai kalangan yang bertindak tidak baik dengan memanfaatkan celah keamanan, sementara hacker lebih kepada penjagaan jaringan komputer.

Infrastruktur internet Indonesia tidak mendukung kegiatan hacker

Menurut Michael, kondisi perindustrian Indonesia saat ini belum memungkinkan bagi seorang hacker untuk terjun langsung dalam dunia industri untuk menangani keamanan jaringan. Pasalnya, infrastruktur Internet Indonesia sama sekali tidak mendukung kegiatan para hacker tersebut.

Michael juga mencontohkan, mayoritas sambungan Internet yang ada saat ini bukanlah sambungan broadband sehingga tidak memungkinkan bagi para hacker untuk melakukan pekerjaannya secara berkala. Selain itu, jago-jago hacking Indonesia, kini lebih memilih pergi ke negara tetangga akibat kurangnya penghargaan terhadap kemampuan mereka.

Kondisi tersebut makin diperparah dengan kebiasaan para hacker Indonesia yang jarang sekali mendokumentasikan pekerjaannya. Dalam pandangan Michael, hacker Indonesia jarang sekali mau menulis dan membagi pengetahuannya, sehingga penyebaran ilmu hack juga mengalami kendala. Ia membandingkan dengan hacker Amerika Serikat dan Eropa yang selalu menuliskan apa saja yang telah mereka kerjakan.

Ajang PANHAC 2007 tak hanya diharapkan sebagai ajang kegiatan hacking semata. Namun, lebih kepada memberikan pemahaman akan keberadaan hacker dan aktivitasnya. Para juaranya, berarti mampu menunjukkan diri sebagai bibit-bibit unggul yang dapat dimanfaatkan dalam dunia industri di Indonesia.

Sebagai contoh, lanjut Michael, juara utama PANHAC 2006 lalu yang diraih oleh Ahmad Atas dari Makassar telah mampu mendongkrak karirnya dalam bidang TI. Awalnya, Ahmad hanyalah salah satu staf TI pada perusahaan semen Bosoa. Namun setelah kemenangannya, ia kini menduduki jabatan Kepala TI di perusahaan yang sama. Selain itu, negara seperti Singapura dan Amerika Serikat bahkan sudah mulai mempekerjakan para hacker kelas kakap untuk menjaga jaringan komputer mereka.

Sayangnya, Acer sendiri belum dapat memberikan jaminan pekerjaan pada para hacker yang menjuarai kompetisi PANHAC 2. Michael mengungkap, Acer tidak melakukan pemantauan secara resmi pada para 'lulusan' PANHAC 2006. Yang ACER lakukan hanya sebatas menjaga hubungan semata.

Disisi lain, ketika ditanyakan tentang kemungkinan meningkatnya jumlah hacker setelah kompetisi hacker PANHAC 2 dilaksanakan, Michael hanya menjawab singkat, "Semua dikembalikan pada masing-masing individu."

Dicontohkannya, Dani Firman Syah, yang pernah menjadi 'bintang' karena membobol situs KPU dengan kemampuan hackingnya, sebetulnya bukanlah orang jahat. "Kalau ia jahat, semua (isi situs KPU-red) akan ia hapus," ungkap Michael.

Dani yang pernah mendekam di penjara selama 6 bulan 21 hari tersebut kini justru bekerja di Xnuxer, grup riset keamanan komputer dan menjadi salah satu juri dalam PANHAC 2.

----

Notes :
Gimana pendapat anda .... ? Waiting.gif
Hacking saya pikir adalah salah satu ilmu pengetahuan juga ..... kalau yang punya ilmu niat jahat ... ya jadilah cyber-crime ... tapi kalau yang punya ilmu niat baik ya jadilah cyber-guard ... nah kalau negara memperhatikan perkembangan ilmu para "hacker" maka pastilah negara bisa turut mewarnai agar para "hacker" lebih banyak yang jadi baiknya ..... Peace.gif

Omong-omong .... siapa nih yang jago "hacking" di BF ... ajarin aku dong ..... tapi dari ilmu yang paling dasar banget ya .... gak bisa apa-apa sih HeHe.gif ImNotWorthy.gif
DJ CrispY
Saya setuju, hacker bagi kebanyakan orang dianggap sebelah mata dan berkonotasi negatif.. Padahal tidak, banyak hal positif yang bisa kita lakukan sebagai hacker. Pemerintah memang selama ini kurang memperhatikan area ini karena masih menganggap hal itu (sebelah mata, dan konotasi negatif), memang pada kenyataannya Indonesia masuk ke top 10 negara carding dan cracker.. Ini dikarenakan mereka mempunyai skill yang tinggi, tapi tidak dihargai dan didukung kegiatannya ke arah positif (tidak semua sih, tapi beberapa seperti itu) ditambah masih rancunya undang2 dunia maya.

Para 'kutu-buku' komputer di Indonesia sangatlah banyak dan sangatlah lihai dalam menemukan celah2 keamanan di dunia maya. Tapi tidak dilihat dari sisi baiknya, bahwa kemampuan ini dapat juga untuk mengoptimalkan dan mengamankan jaringan.

Saat ini perkembangan ke arah cyber-technology(dan segala sesuatu didalamnya) sudah ada di Indonesia, mudah2an dengan mentri baru di menkominfo ini, teknologi dapat disosilisasikan dengan baik. dan kemajuannya kita harap bisa maksimal..
situ_ok?
udah banyak om
masalahnya juga gak kalah banyak dan itu yang bikin mereka gak bisa se maju hacker korea, china, dan jepang
- kurang fasilitas (ini negara susah bukan negara kaya)
- gak ada beking (kebanyakan hacker tuh orang susah bayar warnet aja ngutang)
- perlakuan "anak tiri" dari petugas (baik keamanan, kantor pos, informasi, dll)
- gak ada yang menghargai mereka di sini
- mereka di jadikan sasaran untuk di "mati" kan terutama oleh perusahaan-perusahaan besar luar negeri
- mereka di kambing hitamkan orang sebagai dalang berbagai kerusakan web

sebenernya hacker tuh memang ada banyak macamnya dan orang2 awam gak tau itu:
1. hacker (secara keseluruhan mahir dalam "ngutak atik")
2. cracker (tukang jebol)
3. carder (maling CC)
4. tracker (bagian nyari2 "lewat gang2 tikus" sering muncul di film2)
5. anti hacker (ini kaki tangan polisi dan interpol buat "ngatasin" hacker)

sangatlah mengecewakan jadi hacker di indonesia bagi orang awam adalah merupakan hal yang menjijikan dan diperlakukan seperti maling jemuran ato maling baju dalam kos putri
sebenarnya hacker sendiri bukan berarti selalu bekerja untuk keamanan jaringan, tetapi setidak2nya mereka tidak sejahat cracker yang masuk dan merusak system atau menyebarkan VR
Hiawata Koga
ajarin jadi tukang karding dong...
j4ngkrik
jadi hacker handal butuh biaya yg mahal
fuzzy
emang bener bro
gw prnah pnya temen jago bgt ngutak-ngatik pass situs bokep...
tp gara2 ga ada modal, skrg pc-nya malah dijual..
kasian.......???
kmana yah tuh anak....????
bang momod
Hacker must go on...
diamond ice
setuju ama om bilung...sedikit tambahan banyak kan yg bermimpi bisa menjadi hacker,cuma hacker adalah penghargaan atas seseorang yg menjunjung sebuah pengetahuan...jadi ngak segampang itu menjadi seorang hacker..emang benar banyak yg memilih keluar negeri daripada dalam negeri, juga banyak yg masih menyimpan sendiri ilmunya dan kadang berbagi ama orang lain....cuma sekarang udah mulai kayaknya saling share ama sesama hacker..but keep going..go...go...
nulroute
susah jadi hacker dinegeri tetangga ini...
salah sedikit tuduhannya banyak.... sekali nyaoba carding ato ngebobol situs..
dibilang udah ngerampok milyaran...
sering sering kewarnet dimata-matai...( hayo siapa yang sering kewarnet..),

udh banyak si yang mampu jadi hacker di negeri ini... tapi banyak juga yang keluar dari negeri ini untuk hidup yg mapan...
kemanakah hacker2 negeri ku tersayang....
yang pernah ngedeface situs negeri tetangga...
salam buat medan hacker, bandung hacker, jogja hacker dan lain lain....

cheers,


nulroute..


This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.