"Ini benar-benar aneh dan itu merupakan tindakan frustasi (pihak micr*soft)," ujar Suarez-Potts. Menurut saya, hal (tuduhan) tersebut akan balik menyerang (micr*soft). micr*soft tengah menggunakan 'shotgun' untuk melawan open source," tambahnya.
Louis pun menyatakan tak mengerti motivasi apa dibalik tindakan micr*soft tersebut. Padahal menurutnya, micr*soft menggunakan lisensi GPLv3, sedangkan OpenOffice menggunakan lisensi LGPL (GNU Lesser GPL).
Bisa jadi, seperti diperkirakan oleh banyak pihak, pertempuran antara micr*soft dan OpenOffice.org masih dalam rangkaian pertempuran sebelumnya. Misalnya saat pihak micr*soft berupaya untuk menggolkan standar format dokumen Open XML, sedangkan OpenOffice.org lebih cenderung memprompsikan open source ODF (Open Document Format).
---
Notes :
Rakus banget sih micr*soft ?
Makin sebel sama micr*soft