Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Jalan Raya POs, Jalan Daendels
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Apresiasi Buku
pro


Judul : Jalan Raya POs, Jalan Daendels
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara, 2005
Jumlah halaman : 145+2 daftar penghargaan


Setiap tahun, menjelang idul fitri, telinga dan mata kita akan sangat akrab dengan nama ini: Jalur pantura. Kamera televisi, berita dan foto di media masa, pada hari-hari itu akan dipenuhi dengan berbaga berita dan liputan tentang fenomena mudik sepanjang jalur itu. Jalur pantura memang fenomenal dan terkenal. Tidak saja di masa kini yang selalu macet dan mengundang kejengkelan, proses pembangunannya di waktu lampau pun akan sangat menjengkelkan jika kita menyimaknya. Minat nyimak?

Jalur pantura ini tak lain adalah Jalan raya Pos atau yang juga dikenal sebagai jalan raya Daendels. Jalanyang membentang 1000kilometer sepanjang utara pulau jawa, dari Anyer sampai Penarukan, itu dibangun -tepatnya dilebarkan- dibawah perintah Maarschalk en Gouverneur Generall, Mr. Herman Willem Daendels. Rampung dan dipergunakan 1809.

Kisah pembangunannya, adalah kisah pilu dari bangsa pribumi. Di berbagai ruas pembangunan jalan, selalu ada cerita pilu dan selalu ada korban dari rakyat jelata. Korban-korban ini tak pernah secara spesifik terungkap dalam lembaran sejarah bangsa kita, justru yang lebih populer adalah daendels nya. Simak saja kisah pembangunan jalan ini ketika mencapai Sumedang. Dalam pembangunan di daerah ini, tak kurang dari 5000 orang menjadi korban. Angka ini bukan sesuatu yang pasti, namun jika mengingat banyaknya areal yang sulit dengan banyaknya cadas (jurang) di daerah ini, taksiran itu boleh dipertimbangkan sebagai kebenaran. Lain lagi kisah di Pekalongan. Di daerah ini, jalan raya pos menerobos hutan belantara yang tidak sehat, dan pihak inggris --entah siapa--, memberitakan tak kurang dari 4000 orang pekerja paksa tewas(hal.84).

Buku ini adalah buku saksi atas peristiwa pembantaian manusia-manusia pribumi dibalik pembangunan jalan raya pos tersebut. Dalam buku ini tidak melulu dikisahkan semata-mata tentang jalan raya pos. Lebih dari itu juga dikisahkan tentang bagaimana kerja paksa meruntuhkan sendi-sendi moral masyarakat pribumi ketika itu. Belanda yang keteteran usai perang diponegoro 1825-1830, mengalami kebangkrutan dan Gubernur Jendral Van den Bosch memberlakukan tanam paksa dipelbagai perkebunan dan pembangunan jalan kereta api.

Adanya sumber bahan berupa wawancara, buku dan jurnal yang melatari, buku ini layak dibaca sebagai referensi wajib siswa menengah ataupun mereka yang tertarik dengan sejarah. Artinya, buku ini bukanlah karangan fiktif semata, mengingat kualitas penulisnya dan referensi-referensi yang ada didalam. Jikalau data yang diambil fiktif, tentulah telah terjadi banyak perdebatan atau polemik tentang buku ini. Rasanya itu tak terjadi.

Disini? ayook diskusikan!
Sir Bilungakoe
Ini buku bagus. Dari buku ini cerita tentang KAUM RODI jadi seperti di depan mata.
Pram dapat semua bahan nulis ini dari mana ya ... koq bisa komplit BigGrin.gif
pro
macem macem om..kayaknya dia dah ngubek2 perpustakaan belanda...
Koga Manjidani
belum baca...ada yang mo pinjami plizzz....
BlooD AngeL
bukunya pramudya selalu bagus... ga nyesel bacanya HeHe.gif
The Rambo
Hmmm ... Kerja Rodi alias Kerja Paksa !!!

Gw pernah bantuin paman bikin rumah dia di kawasan Pantura Tuban - Jawa Timur ... bayangkan dalam galian pondasi ukuran 1 X 12 meter kita menemukan krg lebih 36 kerangka bahkan ada yg dalam posisi bertumpukan Shocked.gif

Klo almarhum kakek kawan gw (Mbah Sumartojo), dia cm kebagian Tanam Paksa (karna dia emang petani) dengan tanaman utama yg sudah diatur yaitu Kopi dan Rempah ... dalam krg lbh 11 jam kerja (6 pagi sampe 5 sore) hanya mendapat minum satu kali dan makan roti kering bekas selama krg lebih 8 bulan ... weleh weleh ...

Gw jadi penasaran pengen baca smua buku2 Den Baguse Pramoe ...

Sayang ... di Aceh ga da Gramedia crying_anim.gif
bulcomb
Korban-korban pembangunan jalan inilah yang layak disebut sebagai pahlawan tak dikenal...tanpa disadari para pengguna pantura seolah-olah melindaskan roda kendaraannya di atas mereka ya?
emmy
buku bagus.. lebih enak baca ini daripada baca buku sejarah..
sejak baca buku ini setiap lewat pantura ato puncak selalu kebayang suasanan pembuatan jalan daendles.
bahkan ketika ke puncak (bogor) kebayang kalimat (terjemahan bebasnya) : "orang sunda adalah masyarakat yang tinggal di sisi-sisi pegunungan dan tidak mempunyai keinginan untuk berperang"..

.. bagus banget.. rekomended !
manrebale
buku keren tuh...
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.