QUOTE (Darto Witarso @ Sep 29 2008, 02:05 PM)

Untuk menilik umur keris bisa dilihat dari MORJOSIRAPNGUN
MOR adalah PAMOR
Pamor adalah garir garis keperakan pada permukaan keris yang membentuk pola tertentu. Jenis pamor dan warna pamor dapat menjadi indikasi tua mudanya sebuah keris. Keris keris jaman Purwacarita misalnya, tidak memiliki pamor. Keris keris yang sangat tua, biasanya berpamor nyanak atau tidak berpamor. Keris tangguh Pajajaran - Majapahit umumnya berpamor putih keperakan (pamor terbuat dari nikel bahan meteor).
JO adalah WOJO
Wojo yaitu baja yang digunakan sebagai inti keris (slorok / ati). Baja jaman kuno umumnya berwarna hitam kehijauan akibat dari ketidak-murnian pada saat proses pembuatan baja. Semakin muda sebuah keris, bahan bajanya semakin hitam legam setelah diwarangi.
SI adalah WESI
Wesi yaitu besi yang digunakan sebagai badan keris. Besi besi kuno umumnya berpori dan warnanya keabu-abuan sampai kebiru-biruan. Besi jaman Majapahit misalnya apabila dilihat di bawah sinar akan nampak seperti lilin.
RAP adalah GARAP
Garap yaitu keindahan sebuah keris dilihat dari kualitas pengerjaannya. Keris keris kuno cenderung sederhana garapnya. Keris keris dengan garap mewah umumnya berasal dari tangguh Paku Buwono dimana keris mencapai masa keemasan.
NGUN adalah WANGUN
Wangun berarti bentuk keris. Bentuk keris memiliki proporsi dan ukuran tertentu. Keris Majapahit biasanya tidak terlalu panjang dan lebar. Keris Pajajaran umumnya bilahnya tipis dan keris keris Paku Buwono bilahnya tebal dan nampak kekar.
Yap tul...Tks
Jempol...Bro
Ini tips utk menghindari n hati2 thdp para "makelar" pusaka yg suka berlebihan dlm memandang keris, meskipun masalah "mahar" adalah soal selera pribadi sesuai keinginan n kepentingan orang tsb.