Help - Search - Members - Calendar
Full Version: APAKAH MUNGKIN EROPA AKAN BERPERANG DENGAN AS?
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
Pages: 1, 2
kaythree
Bro, gw pengen nanya neh...


Sebenernya apakah mungkin amerika serikat berperang dengan negara-negara eropa...


Kalo menurut sejarah yang gw pelajari, dan mungkin masi sangat dangkal dibandingkan elo smua, AS dan Eropa (terutama INggris dan negara Commonwealth) tuh

seakan-akan kompak banget... Memang ada saatnya mereka mempunyai konflik, tetapi konflik tersebut seakan lenyap tak membekas..

Apakah AS sudah lupa akan kebenciannya yang begitu besar kepada Inggris pada saat perang kemerdekaanya?

Atau apakah Perancis juga lupa bagaimana mereka diusir dari tanah Amerika Serikat oleh penduduk AS dibantu oleh Inggris..?

Gw curiga adanya perjanjian diantara mereka (AS & Eropa) yang tidak diketahui oleh kita, negara ketiga, yang ingin menjajah kita secara diam2 dengan cara mengembargo perlengkapan militer, serta berbagai alasan lainnya..

Gw sebel banget waktu liat AS akan nyerang Iran gara-gara proyek nuklirnya... Apakah AS dan negara Eropa tidak bercermin kepada diri sendiri bahwa merekalah pelopor senjata tersebut dan walaupun mereka sudah berkata bahwa persenjataan nuklir mereka sudah dikurangi, tetapi kenyataanya hanya dikubur saja.. bukan dihancurkan

Senjata tersebut bisa dipakai dan diaktifkan kembali bila keadaannya mendesak...

dan apa tindakan yang bisa dilakukan oleh Rusia.. Dulu waktu ada blok timur dan barat gw ngerasa AS ga berani macem2 soalnya mereka mempunyai saingan yang sama kuat.. Tapi setelah hancurnya komunis, AS & Eropa kayak seenaknya aja mengintervensii urusan negara kecil demi keuntungan mereka sendiri. Seperti CIA yang setiap waktu melakukan intervensi, sampai ke penggulingan kepala negara yang berkuasa..

Wew, koq gw malah curhat ya.. Ya gitu aja bro intinya, sebenernya menurut lo Apakah mungkin AS & Eropa saling berperang dilihat dari kedekatan mereka saat ini!! Thanx bro, ditunggu replynya
asrock987
kaya nya ga tu bro, kalo bukan kita yang adu mereka..........hehehehe
Heil Cяew
-= moved to sejarah dunia =-
hoshino
Mmmm.... kalo perang mungkin ga bisa,tapi biarpun mereka kerjasama dlm bidang senjata or apa lah,tapi klo kita di asia ini bisa bekerja sama dan berkembang bersama juga,g rasa kita juga bisa bersaing dengan mereka,ingat,orang2 paling nekat adalah org asia,misalnya Jepang dan Cina yg bisa melakurakan kamikaze demi bangsa dan negaranya,kalo gitu caranya,punya kapal perang sehebat apapun, sekali ditebas sama pesawat,pasti hancur,dgn begitu dgn korban 1 org kita bisa mengurangi persenjataan mereka,nah,kalo setengah aja dari penduduk asia ber-kamikaze ria,bisa dibayangin kan kalo seancur apa negara mereka jadinya ^_^
(tidak disarankan u/ dicoba ^_^)
Yg jadi maslah adalah negara2 asia juga afrika baru berkembang,jadi mental dari masy.juga ga gitu kuat,itu yg membuat negara2 "kecil" di asia afrika gampang diadu domba bro,itu aja kalo menurut g seh ^_^
oelil
Kuncinya ada di tiga negara:
1. Israel
2. Rusia
3. Turki

yastari
Mereka bisa perang kok, tergantung gimana kepentingan para Yahudi yangpunya duit itu. Dulu pas Amerika mau merdeka, Amerika berperang melawan Inggris. Yahudi di Amerika menyumbag duit banyakkkkk buat Amerika perang (biar Amerika punya utang pada mereka), nah ada Yahudi namanya Rothchild nyumbang Inggris buat perang sama Amerika, akhirnya yang menang perang Yahudi. Keren kan...
Sir Bilungakoe
Eropa mana nih bro ? Soalnya eropa itu luas banget Tounge.gif

Sekarang Amerika sedang bersitegang lagi dengan Rusia soal Rudal. Amerika nekad menaruh Rudal dan Radar di Ceko sehingga mengganggu Rusia. Rusia meminta agar dipindah ke Bulgaria atau Azarbaizan. Tapi Amerika gak mau ... nah itu lagi tegang.

Terus kalau secara ekonomi memang Amerika sekarang ini tegang dengan Uni Eropa. Mata uang Euro kan terus mendesak US Dolar. Belum lagi soal tarif dan berbagai macam perselisihan dagang dan merk.

Tapi kalau perang frontal .... kayanya gak deh ... paling panas-panasan doang HeHe.gif
kaythree
QUOTE(hoshino_ken @ Jun 12 2007, 08:39 AM) [snapback]452844[/snapback]
Mmmm.... kalo perang mungkin ga bisa,tapi biarpun mereka kerjasama dlm bidang senjata or apa lah,tapi klo kita di asia ini bisa bekerja sama dan berkembang bersama juga,g rasa kita juga bisa bersaing dengan mereka,ingat,orang2 paling nekat adalah org asia,misalnya Jepang dan Cina yg bisa melakurakan kamikaze demi bangsa dan negaranya,kalo gitu caranya,punya kapal perang sehebat apapun, sekali ditebas sama pesawat,pasti hancur,dgn begitu dgn korban 1 org kita bisa mengurangi persenjataan mereka,nah,kalo setengah aja dari penduduk asia ber-kamikaze ria,bisa dibayangin kan kalo seancur apa negara mereka jadinya ^_^
(tidak disarankan u/ dicoba ^_^)
Yg jadi maslah adalah negara2 asia juga afrika baru berkembang,jadi mental dari masy.juga ga gitu kuat,itu yg membuat negara2 "kecil" di asia afrika gampang diadu domba bro,itu aja kalo menurut g seh ^_^



setuju banget gw bro....

tapi apakah mungkin bisa berkembang karena selama ini tampaknya perkembangan mereka seperti ditekan trus oleh negara2 adikuasa...??

kaythree
QUOTE(oelil @ Jun 12 2007, 08:52 AM) [snapback]452856[/snapback]
Kuncinya ada di tiga negara:
1. Israel
2. Rusia
3. Turki


Kenapa loo bilang tiga negara ini bro?? minta penjelasannya pliss Praying.gif
kaythree
QUOTE(yastari @ Jun 12 2007, 07:58 PM) [snapback]453601[/snapback]
Mereka bisa perang kok, tergantung gimana kepentingan para Yahudi yangpunya duit itu. Dulu pas Amerika mau merdeka, Amerika berperang melawan Inggris. Yahudi di Amerika menyumbag duit banyakkkkk buat Amerika perang (biar Amerika punya utang pada mereka), nah ada Yahudi namanya Rothchild nyumbang Inggris buat perang sama Amerika, akhirnya yang menang perang Yahudi. Keren kan...


keren... tau darimana bro??? ternyata smua ini ulah Yahudi

minta refferensinya pliss
hoshino
Ditekan seh boleh,tapi kalo kita bener bekerjasama seh,seperti kata pepatah,bersatu kita teguh,bercerai kita runtuh bro.
Mereka boleh bersatu nekan kita,tapi kita juga bisa bersatu melawan tekanan mereka,karena di Asia ini juga,ga cuma ada negara miskin,kalo soal teknologi,ada Jepang yg jago menemukan inovasi baru,soal murahnya biaya,ada China dgn murahnya upah tenaga kerjanya,wong buktinya,org2 Eropa hobi maen Playstation,nah siapa yg punya ide pertama?Org Jepang kan,banyak negara2 Eropa yg punya pusat produksi di Cina juga kan,nah coba kalo semua itu kita pake utk sesama negara Asia aja,masa kita ga bisa maju?G ga yakin kalo kita kalah dari mereka,tapi memank g tau jalan kesan sangat berat,ga usah sama negara laen,wong kita aja di negeri sendiri masi belom bisa bersatu ^_^ sayang sekali ^_^
oelil
QUOTE(kaythree @ Jun 15 2007, 08:50 PM) [snapback]458294[/snapback]
QUOTE(oelil @ Jun 12 2007, 08:52 AM) [snapback]452856[/snapback]
Kuncinya ada di tiga negara:
1. Israel
2. Rusia
3. Turki


Kenapa loo bilang tiga negara ini bro?? minta penjelasannya pliss ...


Israel:
Jangan merubah haluan geostrategis-nya. Kalau sekarang Israel tetap ber-geostategis dengan US, maka kunci kedua di tanah Eropa tetap ada di tangan. Jika Israel lirik-lirik dan coba selingkuh dengan Rusia (entah bagaimana caranya). Maka US hanya mengandalkan UK untuk menjaga Eropa. Uni Eropa lebih senang dan kelihatan gagah jika mendengar masukan-masukan Rusia ketimbang US.

Rusia:
Peran Rusia menjadi bertambah banyak, setelah menjadi Liason Officer antara Eropa Timur dan Eropa Barat, sekarang Rusia 'diminta' Asia - Timur Tengah dan Asia - Timur Jauh. Dengan banyaknya peran Rusia, Putin jangan sampai lengah dan lupa peran sentralnya di Eropa, karena sesungguhnya tanah Rusia adalah anak Eropa dengan Ibu Kandung Asia. Jangan serakah dan paranoid dengan kasak-kusuk US di Eropa. US butuh Eropa (Timur), biarkanlah.

Turki:
Negara Sekuler Timur Tengah yang cenderung ber-Eropa ria. Negara-negara 'di bawah' Israel sudah tidak tertarik bergantung sepenuhnya dengan Turki. Geopolitik Turki cenderung membela benua biru daripada tanah serumpun. Jika hal ini terus menerus dilakukan, Timur Tengah (Asia) akan cenderung menyusun kekuatan dengan Rusia (minus Jepang dan Korsel - yang memang tidak masuk hitungan) untuk menghalau anak emas US dari tanah Arab (Asia). Jika lepas, pamor Israel jatuh..tuh, habis. US akan rela jika Israel dilepas, dengan hanya mengiba-iba kepada UK.
kaythree
ooo... gitu

baru sadar gw pentingnya ne 3 negara...

nice bro....

Seandainya ni tiga negara sudah tidak mau mengikuti kepentingan AS, apa yg bakal terjadi ya?
oelil
btw @kaythree...nice avatar!
kaythree
thanx
keat'Z Luph Blue Fame
Kalo ngeliat peran US dengan CIA nya di dunia internasional yang semakin 'SOK' dengan dalih membasmi teroris dan menjadi polisi Dunia gwa yakin world war bisa aja terjadi lagi.

Apalagi sekarang eropa udah punya mata uang sendiri yang semakin mendesak US dollar n kayaknya negara2 eropa gak rela klo ngeliat US jadi satu satunya negara adidaya di dunia ini.Apalagi kalo diliat dari sejarah banyak negara eropa yang punya dendam ama US kayak Jerman,Rusia,Itali n negara eropa timur lainnya.

US juga semakin punya banyak musuh di timur tengah ama di amerika latin.Seperti yang disebut US dengan poros setan :Ahmaddinejan(Iran),Fidel Castro(Kuba),Hugo Chaves(Venezuela),Eva Morales(Kolombia).

Nah disini peran Rusia menjadi sentral karena menurut banyak isu yang membiayai progam nuklir Iran tuch Rusia.Klo emang bnar2 terjadi world War Us hanya punya UK,Israel,Korsel buat dijadiin sekutu.

Makanya buat US jadi negara Jangan SOK!!!!
elgordo_77
penyebab yg paling mungkin terjadi nya perang antara US - Europe adlh kesalahpahaman..
yg memungkin kan terjadi nya perang nuklir..
terutama dengan Rusia..

walaupun perang dingin udh ngga kyk dulu lagi,tetapi sama sekali tidak ada pernyataan damai dari perang tsb..
saya pernah dengar ini di salah satu acara national geographic judul last day on earth..

disana dibilang klo ada salah satu pihak yg sengaja atau pun tidak sengaja memicu perang,negara lawan akan segera membalas..
juga dikatakan bahwa US hanya butuh waktu tidak lbh dari 15 menit untuk meluncurkan rudal2 nuklir nya..

Menurut saya, pembangunan rudal&radar US di ceko&polandia, sangat ngga msk akal jika dikaitkan dengan Iran,yg ada hanya dijadikan US sebagai tameng jika ada ancaman dari timur..terutama rusia..
kaythree
tapi gw meragukan akan kemampuan rusia untuk membalas serangan AS...

dilihat semenjak dicanangkannya prestorika dan glasnot, ekonomi rusia sudah sangat berantakan dan tidak mempunyai dana yang cukup lagi untuk keperluan militernya.

Rusia juga disibukkan oleh masalah internalnya, yaitu banyaknya negara2 bekas uni sovyet yang ingin merdeka.. Gw pikir rusia lagi sibuk meyelesaikan masalah internalnya dan tidak sempa berpikir untuk mengutak-atik US dengan KGBnya..

gitu bro menurut gw, kalo lo ada tanggapan lain?
keat'Z Luph Blue Fame
Menurut gwa sebenarnya cara paling ampuh untuk menghentikan US adalah dengan cara stop aja suplai minyak ke US dari Arab Saudi ama Kuwait pasti US bakal kelabakan meskipun US saat ini sedang menguasai minyak Iraq tapi itu gag bakalan cukup untuk menuhin stok US.Karena pasokan utama minyak US adalh dari Arab saudi.Makanya sampe sekarang US gag berani ngutak ngatik Arab Saudi meskipun menurut kabar penymbang dana terbesar buat Al-Qaeda adalah Arab Saudi.
kaythree
QUOTE(keat @ Jun 28 2007, 08:22 AM) [snapback]476542[/snapback]
Menurut gwa sebenarnya cara paling ampuh untuk menghentikan US adalah dengan cara stop aja suplai minyak ke US dari Arab Saudi ama Kuwait pasti US bakal kelabakan meskipun US saat ini sedang menguasai minyak Iraq tapi itu gag bakalan cukup untuk menuhin stok US.Karena pasokan utama minyak US adalh dari Arab saudi.Makanya sampe sekarang US gag berani ngutak ngatik Arab Saudi meskipun menurut kabar penymbang dana terbesar buat Al-Qaeda adalah Arab Saudi.


wah, kayaknya ga terlalu ngefek de bro. Yang gw tau, Amerika itu licik. DIa sekarang lagi menyimpan cadangan minyak buminya, terutama di texas dan dia mengimpor terus dari Arab..

Amerika berpikir jika pada saatnya minyak bumi sudah sangat tipis, Amerika baru akan membuka cadangan minyaknya dan pasti harganya akan sangat mahal!
sahaweatuh
ada kemungkinan soalnya mulai timbul neo-nazisme di jerman, nggak mungkinlah orang jerman melupakan penderitaan dan malu yang mereka terima, akibat fakta sejarah yang seolah2 menggambarkan amerika jadi hero dan jerman jadi zero.
lagian sikap sok amerika juga mulai bikin jengkel rusia
keat'Z Luph Blue Fame
@Kaythree

Thanx bgt dech buat infonya...
Lagian situ kayaknya tau bgt ttg PD II
Emang dapet infonya dari mana aja bro?
Gwa demen bgt ama PD II terutama ama Nazi & Hitlernya
(Tapi gwa bukan neo nazi loh) haks...haks...haks...
kaythree
wah, gw udah banyak makan yang namanya PD II...

Kalo mau refrensi filmnya, coba liat:

Saving Private Ryan; Band Of Brother (wajib, makanan pkok)
Enemy at The Gates, Stalingrad (operasi Barbarosa)
7th companya (Perang USSR waktu menyerbu Afghanistan dengan bahasa Rusia)
Letters from Iwojima (operasi merebut Iwojima dilihat dari sudut pandang Jepang dgn bahasa Jepang)
Raise the Flags (operasi merebut Iwojima dilihat dari sudut pandang Amerika dgn bahasa Inggris)

kalo buku coba baca Perang Eropa jilid I & II

masih banyak lagi bro, tapi gw rada2 lupa judulnya.. Ada film bagus tapi bukan ttg PD II...

tpi ttg PD I, tentang pertempurang Inggris melawan Jerman di Ypres kalo lo pernah denger..

gitu dolo bro, sori kalo gw ga sbutin smua
kayaking
kl dilihat sekarang sih kayaknya ngga mungkin, at least sampe 30 thn kedepan. soalnya mereka masih mempunyai common interest yaitu sekutu dlm bidang militer (NATO) & ekonomi (monetary, gold, oil, stock x-change dll). Masih membutuhkan 1 sama yg laen... jd menurut gw sih ga mungkin sih kl sampe perang.. paling yg ada spionase aja.. biasa deh... amerika kan paling suka urusin dapur org laen. Amerika jg kayaknya ga mungkin ungkit˛ soal perang kemerdekaannya, mereka jg ngertilah.. bt apa di perdebatkan lg.. toh mereka skrg negara yg paling superpower didunia, paling˛ cerita itu cuman jd cerita di buku sejarah amerika aja. ga lebih... (demikianlah menurut hemat saya.. trims)
situ_ok?
QUOTE(hoshino_ken @ Jun 12 2007, 08:39 AM) [snapback]452844[/snapback]
Mmmm.... kalo perang mungkin ga bisa,tapi biarpun mereka kerjasama dlm bidang senjata or apa lah,tapi klo kita di asia ini bisa bekerja sama dan berkembang bersama juga,g rasa kita juga bisa bersaing dengan mereka,ingat,orang2 paling nekat adalah org asia,misalnya Jepang dan Cina yg bisa melakurakan kamikaze demi bangsa dan negaranya,kalo gitu caranya,punya kapal perang sehebat apapun, sekali ditebas sama pesawat,pasti hancur,dgn begitu dgn korban 1 org kita bisa mengurangi persenjataan mereka,nah,kalo setengah aja dari penduduk asia ber-kamikaze ria,bisa dibayangin kan kalo seancur apa negara mereka jadinya ^_^
(tidak disarankan u/ dicoba ^_^)
Yg jadi maslah adalah negara2 asia juga afrika baru berkembang,jadi mental dari masy.juga ga gitu kuat,itu yg membuat negara2 "kecil" di asia afrika gampang diadu domba bro,itu aja kalo menurut g seh ^_^


hmm....

itu di awal perang saja
kamikaze pada awal2 perang sangat terkenal dan ditakuti oleh kapal2 besar amerika karena pesawat yang dimuati bahan peledak langsung masuk ke cerobong kapal dan menghantam hull lalu meledak dan menenggelamkan kapal

tapi akhir2 perang sih kamikaze sudah bisa diatasi

sebelum pesawat kamikaze mendekat biasanya mereka sudah tertangkap radar lalu kapal akan menerbangkan 3 - 4 pesawat ringan yang bisa menandingi dan mengejar kamikaze (tujuan utama kamikaze adalah meledakkan diri jadi pesawat kamikaze gak dimuati senjata berat ataupun bom jadi bisa bergerak gesit), kalau itu gagal maka kapal akan menembaki pesawat kamikaze dengan peluru hujan timah yang berfungsi merusak engine dan memperlambat laju pesawat sehingga mudah dihajar oleh AA gun di kapal itu, lagipula formasi kapal sudah mengalami kemajuan dan diubah karena perihal kamikaze tersebut saat itu formasi barunya adalah kapal2 berukuran kecil mengelilingi kapal berukuran besar pada jarak tertentu sehingga sebelum pesawat kamikaze sampai ke kapal sasaran dia akan ditembaki terlebih dahulu oleh kapal2 kecil di sekitarnya

terus china tidak memiliki kamikaze, keunggulan china adalah jumlah pasukan daratnya yang benar2 sungguh2 amat sangat banyak dan semangat berani mati yang bahkan jepang pun salut untuk hal itu
kaythree
QUOTE(situ_ok? @ Aug 4 2007, 09:22 PM) [snapback]541267[/snapback]
QUOTE(hoshino_ken @ Jun 12 2007, 08:39 AM) [snapback]452844[/snapback]
Mmmm.... kalo perang mungkin ga bisa,tapi biarpun mereka kerjasama dlm bidang senjata or apa lah,tapi klo kita di asia ini bisa bekerja sama dan berkembang bersama juga,g rasa kita juga bisa bersaing dengan mereka,ingat,orang2 paling nekat adalah org asia,misalnya Jepang dan Cina yg bisa melakurakan kamikaze demi bangsa dan negaranya,kalo gitu caranya,punya kapal perang sehebat apapun, sekali ditebas sama pesawat,pasti hancur,dgn begitu dgn korban 1 org kita bisa mengurangi persenjataan mereka,nah,kalo setengah aja dari penduduk asia ber-kamikaze ria,bisa dibayangin kan kalo seancur apa negara mereka jadinya ^_^
(tidak disarankan u/ dicoba ^_^)
Yg jadi maslah adalah negara2 asia juga afrika baru berkembang,jadi mental dari masy.juga ga gitu kuat,itu yg membuat negara2 "kecil" di asia afrika gampang diadu domba bro,itu aja kalo menurut g seh ^_^


hmm....

itu di awal perang saja
kamikaze pada awal2 perang sangat terkenal dan ditakuti oleh kapal2 besar amerika karena pesawat yang dimuati bahan peledak langsung masuk ke cerobong kapal dan menghantam hull lalu meledak dan menenggelamkan kapal

tapi akhir2 perang sih kamikaze sudah bisa diatasi

sebelum pesawat kamikaze mendekat biasanya mereka sudah tertangkap radar lalu kapal akan menerbangkan 3 - 4 pesawat ringan yang bisa menandingi dan mengejar kamikaze (tujuan utama kamikaze adalah meledakkan diri jadi pesawat kamikaze gak dimuati senjata berat ataupun bom jadi bisa bergerak gesit), kalau itu gagal maka kapal akan menembaki pesawat kamikaze dengan peluru hujan timah yang berfungsi merusak engine dan memperlambat laju pesawat sehingga mudah dihajar oleh AA gun di kapal itu, lagipula formasi kapal sudah mengalami kemajuan dan diubah karena perihal kamikaze tersebut saat itu formasi barunya adalah kapal2 berukuran kecil mengelilingi kapal berukuran besar pada jarak tertentu sehingga sebelum pesawat kamikaze sampai ke kapal sasaran dia akan ditembaki terlebih dahulu oleh kapal2 kecil di sekitarnya

terus china tidak memiliki kamikaze, keunggulan china adalah jumlah pasukan daratnya yang benar2 sungguh2 amat sangat banyak dan semangat berani mati yang bahkan jepang pun salut untuk hal itu


hmmm betul joga sih.. tapi jangan dilupakan juga bahwa eropa dan as adalah negara yang sering berperang dan mempunyai teknologi perang yang sangat canggih... hal inilah yang sangat sulit untuk kita bangsa ketiga untuk melawan mereka. Juga walaupun Eropa berperang dengan As, negara ketigalah yang kan menjadi korbannya. Mereka tidak mau mengorbankan ekonomi mereka dihancurkan oleh bom dan mereka bermain dengan cara menghasut negara ke3 untuk melawan negara lainnya. Memang sungguh tragis?!
situ_ok?
hmmm...
gini bro
pada dasarnya untuk saat ini bener adanya kalau eropa dan amerika gak akan berperang satu sama lain setidaknya untuk 30 tahun kedepan

kenapa?

karena masih lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak jika mereka berteman daripada berantem

tapi nanti mungkin kalau misal contohnya terjadi krisis minyak dunia mereka bisa jadi bakal berebut dan tentu saja yang dipake buat rebutan adalah negara2 penghasil minyak yang masih tersisa

jadi negara2 ke 3 adalah korban karena mereka lemah

coba anda lihat jepang/china/korea mereka dulu hancur2an seperti apa kita semua tahu, tapi sekarang seperti apa kita semua juga lihat kan?

kalo indonesia mah gw gak berani yakin soalnya pemerintahnya sendiri gak mau mengambil langkah lagipula daripada cuma sekedar nyalahin pemerintah coba liat aja budaya masyarakat pada umumnya suka korupsi, suka liat duit tapi gak mau usaha, pikiran kurang maju, pendidikan tidak dipentingkan, tidak ada kebersamaan sikap, korupsi, gak nyadar kalo nempatin tanah hak milik orang lain tapi diusir malah ngamuk, demo panas2 gak tau tujuannya apa taunya cuma dapet duit, dan berbagai macam masalah laen yang ga selesai2

bahkan yang paling parah: pemilihan jabatan apapun di negara ini rasanya semua itu hanya bull shit alias tahi kebo, kenapa kita harus milih kalo milihnya kayak kucing dalam karung? kenapa kita harus milih kalo yang kita pilih gak ada yang beres?

nah ini sekedar menjelaskan keadaan negara2 dunia ke 3 yang rata2 mirip seperti ini (contohnya pake indonesia)
semoga anda paham dan mengerti mengapa negara2 dunia ke 3 selalu jadi "korban" 35% karena ulah negara maju dan 65% karena kesalahan diri sendiri
kaythree
iya juga sih.. yang gw tangkep sih rata2 negara yang pernah terlibat dalam peperangan hebat pasti akan menjadi negara maju..

Liat aja Jepang, Korea, dan Cina.. negara ini adalah negara yang terlibat secara langsung dalam perang dunia ke II.

kalo indonesia ingin maju, kayaknya kita harus berperang de.. kalo menurut lo gimana usul gw?
enclaim
analisa gue... MUNGKIN kok....
tinggal apa trigernya... ?

oh ya masalah AMRIK nimbun MINYAK itu HOAK bro... ane gak percaya... tingkat konsumsi minyak AMRIK tuh terbesar dissusul China kemudian RUSIA.. gimana dia mo nimbun...!?jgn kemakan propaganda ah... gak ada negara industri di dunia ini yg nimbun minyak... dulu dibilang JEPANG timbun minyak..nyatanya kagak ... negara2 maju ini cuman pandai ngadali negara miskin yg notebene malah kaya akan cadangan minyak bumi...

masalah kamikaze...
siapa bilang taktik ini gak manjur lagi sekarang.... asal ngomong ajah lu ah...
liat dah IRAQ ama AFGAN ..kasus bom bunuh diri... bahkan amrik pun belum menemukan antisipasi manjur buat ngatasi itu..
Kalo dalam perang yg paling penting itu MENTAL dulu... alat , taktik , posisi itu nomor 2 kebelakang... penguasan teknologi canggih hanyalah sebagai pendukung mulusnya gerak maju pasukan..bukan jd backbone..
dr dulu sejak pd2 AMRIK cuman bagus sebagai pasukan pembebas [liberator] tp bukan sbg pasukan pendudukan !! liat kasus VIETNAM ,AFGAN , IRAQ sekarang... kenapa begitu...? Pasukan AMrik terlalu dimanja ama anggaran yg gede ama canggihnya peralatan hal ini mendasari kurangnya kreatifitas dan mental bertahan GI amrik.. dah terbukti kok..

Dulu amrik pongah karena dia punya satelit mata2 yg bisa awasi posisi strategis musuh2nya,sekarang keadaan jd berimbang musuh2 amrik mk google earth ajah dah cukup buat dpatin informasi serupa tentunya dikolaborasi dgn ricon di lapangan... serba pusing sekarang amrik...

menurut gue .......
triger perang amrik vs eropa itu MINYAK ... resource... !!! gak lain dan gak bukan.
sekarang negara yg tingkat asupan minyak gede kan AMRIK - RUSIA - CHINA ... nah ketiga negara itulah yg kemungkinan besar bisa jd triger perang dunia 3 nih... nah sekarang kita liat dr mana negara2 besar tersebut dpt suplay minyak... tentu ajah dr kawasan ARAB,amerika latin, ama kawasan balkan. taruhlah salah satu dr kawasan penghasil minyak td mengalihkan suplay mereka seumpama ni yg harusnya ke amrik dialihkan ke rusia ato china.. itu udah bisa bikin amrik naik darah dan bisa jd triger perang... kebiasaan amrik mah.. mk alasan teroris etc.. dulu waktu soviet masih ada mereka pk alasan bahaya komunis.. sekarang yg lagi ngetrend mk teroris me entah islam , syiah , fundamentalis...etc
semuanya itu hanya tuk menstabilkan suplay minyak mereka ajah.karena tanpa minyak ..semua industri berat pasti mampuss.. kalo mampus gimana roda ekonomi bisa jalan... [itu jugah jd alasan kenapa amrik gak mau meratifikasi protokol tokyo ttg konservasi ozon]

Amrik bakal dukung Inggris ato sebaliknya ?
gak mungkin ah Inggris akan selalu ngekor amrik.. kalo masih ada kesamaan tujuan sih iya...tp jika udah tiba saat rebutan resource... gak mungkin mereka bisa duduk bersama lagi... gue liat malah kecenderungan Inggris malah akan deket ama RUSIA karena secara geografis mereka lebih deket...[cadangan minyak di kawasan balkan dan kaspia]
seiring sejalan lah ama EROPA BARAT.. kalo soal EROPA TIMUR mah yah pasti mereka akan ngikut induknya lah [rusia]..
apalagi saat ini Amrik dah mulai mancing api ama rusia soal penempatan RUDAL nya... tunggu ajah respon rusia gimana ntar...

yg lg rame sekarang adalah masalah perebutan minyak di kawasan arab... kite semua udah tau bahwa SAUDI ARABIA adalah lumbung minyaknya amrik.. [dulu ada 2 nih..satu di saudi satunya di amerika latin venzuela,bolivia sekarang venzuela udah ogah dikontrol lg ama amrik] .. Rusia yg dulu jatuh ekonominya dah recover lg karena mbuka keran minyaknya ke China... nah disinilah mulai ributnya....
China saat ini sedang giat2nya berbaris menuju negara super power ketiga setelah amrik & rusia..utk bisa mewujutkan itu.. china harus mengamankan suplay minyaknya... yg jd lumbung minyak China selain Rusia adalah SUDAN [afrika ini]
mknya AMRIK setan itu giat2nya propaganda ham atas SUDAn nyoba ndongkel pemerintahan syah di DARFUR mk alasan pembantaian kek.. ham kek.. teroris kek ... pdhal intinya sih cuman mo ganggu suplay minyak SUDAN ke CHINA...

nah sekarang kasus RUSIA... kenapa amrik nyerang AFGAN..?? nyari OSAMA ?? wekkeke.... alasan picik itu... tujuan utama mereka sih cuman ngamanin jalur pipa minyak dr laut kaspia via turki via afgan.. supaya bisa aman di Turki dan bisa dinikmati Amrik ama EROPA BARAT... dulu waktu SOVIET masih jajah AFGAN ..mereka rame2 dukung Mujahidin Afgan buat ngusir RUSIA.. sekarang giliran TALIBAN emoh dikontrol amrik..giliran palu godam paman sam dilemparkan ke taliban.. sekarang terbukti bener kan... gimana pemerintahan boneka afgan [hamid karzai] lebih mementingkan kepentingan Amrik ketimbang rakyatnya sendiri..!!! emang Rusia dan Eropa timur akan diem ajah apa...??

saat ini kita ini sedang berlari menuju perang dunia ke 3 bro..

Adolf Hittler
wah perang amerika ma eropa... gak mungkin kecuali ada hitler kedua deh brorr...

kaythree
@ enclaim....

pendapat lo bener banget bro! gw stuju.. Emang masalah utama dari negara2 yang sudah maju itu terletak pada Minyak BUMI. Jika minyak bumi sudah sangat tipis dan terjadi perebutan resource, maka negara-negara maju pasti tidak akan diam.. Mereka akan mencoba segala cara untuk mendapatkan stock minyak baru dari negara kecil..

Bisa bayangin kalo amerika sama sekali tidak punya stock minyak bumi? F-112 <stealth>; Abrams Tank; F-22; dan smua senjata canggih mereka tidak akan bekerja sama sekali. Gw juga setuju sama pendapat lo yang bilang bahwa pasukan amerika hanya pasukan liberator. Buktinya mereka tidak mampu sama sekali untuk menumpas gerilya di Afghan dan Iraq..

Amerika tuh hanya menang di peralatan canggih. Itu juga masih sering terjadi "friendly fire", tembak menembak antara teman sendiri,. Pasukan amerika tuh kalau diumpamain cuma kayak "idiot yang dibekali persenjataan emas".

Wah2, nanti kalau ada pd3 indonesia mihak kemana ya?
namigel
Cadangan minyak terbesar di dunia itu bukan di timur tengah tapi di asia tengah.... paling maksimal cadangan minyak dunia cukup utk 100 - 150 tahun atau jauh di bawah itu... mungkin amerika plus kanada punya cadangan minyak tapi ga sebesar di bekas pecahanya uni sovyet. Cadangan mineral ada di negara negara baru itu plus RRC
Ada cerita tentang kenapa uni sovyet pecah well... akses langsung belanja ke negara negara kecil itu lebih ekonomis dari pada dy harus belanja mineral ke rusia... afganistan? kemana pipa minyak harus lewat? afganistan pakistan dan samudra hindia... yah abis itu giliran iran mungkin. sekali pukul lumayan dapet jalur minyak dapet sumber minyak juga...

kalo mau di cari cari kemungkinan yang ada bisa aja perang dengan eropa tapi kalo pun mungkin alasan paling kuat kalo sampe kejadian perang (dunia III) adalah penguasaan terhadap sumber energi alam minyak / gas / uranium ato apalah itu..

gua yakin kalo amerika juga sudah merancang / memikirkan skenario terburuk kalo dy harus perang dengan eropa dan dy harus milih antara rusia atau RRC utk jadi sekutunya...

ironis... patton pernah bilang bahwa musuh sebenarnya dari sekutu (eropa barat) adalah uni sovyet.. dan jangan pernah ngebuat jerman tekuk lutut. karena dy lebih baik bersekutu dengan jerman utk nyerbu sovyet...

soal film ... ada film tentang pertempuran di arnhem... "a bridge too far" atau "battle of bulge" film jadul, sayang banyak film buatan hollywood jadi slalu dari kacamata sekutu... jarang dari kacamata jerman/jepang... yg gw tw cuma film "das boot" n "letter from iwo jima" yang dari kaca mata jerman/jepang

khusus utk battle of arnhem ato ardennes lbh baik di bahas di laen tempat
agent007
nimbrung donk! setau ane, yang namanya perang antara US ama eropa dah dimulai dari sekarang tuh. tapi perang ekonomi. tau nggak knapa finlandia ngoyo bngt mensponsori perundingan RI-GAM? Cadangan LNG aceh Bro! perlu kita ingat kalo segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita sekarang adalah rekayasa negara2 adidaya utk saling berebut sumber daya alam yang masih tersisa. Masih inget kan knapa dulu Belanda mati2an mempertahankan papua barat? mereka masih belum menyelesaikan pemetaan geologis papua yang mereka yakini memiliki kekayaan tambang yg cukup besar. Kenyataannya?
@enclaim
Ada kenyataan yg seringkali luput dari mata kita bro. Sumber daya OIL yg cukup besar masih ada,dan sekarang sedang diperebutkan orang2 gila itu. tapi sayangnya kawasan itu dihuni oleh orang2 pintar yang sejak tahun 1960an mereka upayakan utk terus dibodohi dan dipcekoki dengan pemikiran kalo mereka jauh lbh bodoh drpd org2 bule yg nyata2 dibodohi YAHUDI, sampe detik ini. Thinking.gif Smug.gif
@kaythree
friendly fire memang kadang terjadi. tapi kebanyakan itu cuman utk nutupi fakta aja kalo sebenernya tentara mrk mati ditembak musuh, especially di irak, afghan, dan wilayah negara2 dunia ketiga lainnya. tengsin donk kalo tentara2 negara maju dibunuh org2 "bodoh" n "primitif"? ShameOnYou.gif
jadi WW III, menurut gue mungkin aja terjadi jika negara2 yg dulu pny sejarah mengobrak-abrik dunia bisa bangkit lg. mis: Jerman (skrg kan beliau lg bnyk nyebar beasiswa dan olahraga?), China (dengan politik perdagangan bebas ala liberalisme, dia mbajak semua produk eropa n AS; kualitas sama, harga lbh murah), dan mungkin ada yg bs kasih tambahan?
khusus Jepang n Korsel, kita gak bs berharap bnyk, coz mrk jelas2 boneka AS.
Oya bro kaythree, judulny bukannya "Flag of our fathers" to? aye baru aja nonton tuh. seru, tp ttp AS number one!
kaythree
@agent007

thanx buat koreksinya.

Iya sih bener juga kata lo. Tapi diliat dari situasi di lapangan dan sudah terbukti kebenarannya bahwa tentara amerika saat ini canggung di lapangan. Friendly fire yang sering terjadi di Iraq dan Afghanistan adalah terbukti kebenarannya. Lo pasti tau kan peristiwa pesawat A-10 thunderbolt amerika yang nembak Armored Car (kendaraan tempur semacam APC, bukan MBT[main battle tank]) Inggris pada waktu perang di Iraq. Ini sangat memalukan, bayangin aja bro pesawat A-10 yang bisa nembak peluru sebesar botol cuka nembak armored car yang sedang mengangkut prajurit, dan minim persenjataan bela diri. Padahal armored car Inggris tersebut sudah memasang bendera Inggris di antenanya. Amerika pernah menggembar-gemborkan bahwa arsenal udara mereka memakai alat pelacak yang canggih tapi mana buktinya? Temen sendiri aja masih ditembak. Apa amerika tidak bisa berpikir logis?

Tambahan info:
gw baru liat berita akhir-akhir ini, ada negara di Asia Tengah (gw lpa namanya) sedang mengadakan kontrak pembelian senjata dari Rusia. Negara Asia Tengah ini beralasan bahwa negaranyalah yang akan diinvasi oleh amerika, maka dari itu mereka bersiap untuk mempertahankan diri. President Rusia sedang memikirkan penjualan senjata ini (dan gw yakin dia bakal menjual senjatanya) kepada negara Asia tersebut. Inilah awal mulanya memanasnya hubungan eropa dengan amerika. Gw pikir orang juga bakal gerah (terutama Eropa) dengan sikap Amerika yang arrogant... Banyak negara sekarang yang mulai menimbun persenjataan mereka untuk mengantisipasi kediktatoran amerika. Wew...!!
oelil
Nyank penting, persiapkan bala tentara yang tangguh dan siap di medan tempur perkotaan. karena kalo pun perang di Eropa meletus, yang namanya gerilya tidak akan pernah dipake.

Tidak perlu senjata canggih dan menakutkan, mental prajurit menjadi nomer 1 dalam pertempuran kota.

Koreksi @namigel:
cadangan minyak terbesar dan bukan akumulasi masih dipegang Venezuela. Kalau di Asia Tengah, cadangan akumulasi setiap ladang di setiap negara.
kaythree
gw baru liat di berita akhir2 ini kalo Indonesia sudah mengadakan hubungan lagi dengan Rusia dalam urusan bisnis. Dan menurut desas-desus yang meminta hubungan bisnis ini adalah Rusia, bukan INDONESIA..

Mungkin hubungan bisnis bisa berlanjut menjadi hubungan teknologi dan akhirnya menyangkut militer.. Tampaknya Rusia sudah mulai bergerak bro.. gimana menurut ente?
oelil
waduh..@kaythree udah ane bilang di atas, mungkin aja semua itu. Nyang ente denger akhir2 ini pan udah ane ulas diatas.

Takutnya, kasus awal thread ni meluas. Cuma itu aja kok, ihhh takut. Sori kalo lagi ketakutan.
zoids
perang ekonomi sih uda dimulai.. perang langsung sih kayanya juga bkalan. nunggu perancis gak munafik, rusia balik jadi komunis n inggris bosen diinjek-injek. israel sh.. hapus dari muka bumi!!!
FondaFive
Praying.gif Moga tidak perang ya!
soalnya kalo perang, rakyat yang sengsara tau? yang di bunuh atao di penyetin dulu itu rakyat. LMAO.gif

Ramalan saya soal Eropa and america adalah:
1. Eropa dan america akan perang kalo america sudah hancur dollarnya oleh si Euro.
2. Kalo Eropa sudah tidak mau bekerjasama dengan si tikus amerika. ( si tikus?= suka mengerogoti negara orang, contohnya uni soviet yang dulunya kuat
di gerogoti sampai hancur!!!!! so hati hati boy ! )
3. Eropa akan perang dengan america, JIKA america menjatuhkan bom atom dekat dengan negara2 eropa ( Soalnya kalo begitu orang eropa tidak berperang pun
harus perang !!!! karena kalo tidak mereka akan mati konyol kena radiasi Nuklir )

he...he... he.... itu kira kira ramalan yang akan datang dan belum tentu akan terjadi jadi Praying.gif sajalah semoga tidak terjadi.

salam,......... damai selalu.
kaythree
Kalo dilihat dari sisi luarnya sih sekarang Amerika banyak melakukan kerjasama dengan Eropa. Salah satu kerjasama lagi yang sering digembargemborkan Amerika adalah kerjasama anti teroris.

Di balik kerjasama anti teroris itu Amerika ingin meningkatkan penjualan senjatanya demi kepentingan ekonominya sendiri. Semenjak perisita WTC, pesanan senjata militer buatan Amerika meningkat. Ini sangat menguntungkan Amerika disamping menguntungkan dalam segi ekonomi, Amerika juga bisa mengetes senjatanya langsung di lapangan. Tampaknya Amerika tidak ingin merasa inferior dalam hal persenjataan dengan Eropa karena secara tidak langsung Amerika tampak merasa tidak aman dengan sekutunya terutama negara Eropa Barat.

UNO, salah satu cabang organisasi PBB yang mengurus dalam bidang kesehatan dunia, juga sekarang banyak membantu daerah yang terkena wabah biologis yang mematikan misalnya di kawasan Asia yang marak terjangkit kasus H5N1 ato flu burung. UNO mengoleksi sampel2 virus tersebut dan ada beberapa sampel virus yang berbahaya tersebut diawetkan di instalasi militer Amerika. Ternyata tujuan Amerika menyimpan virus tersebut adalah sebagai tabungan senjata biologis dimasa depan. Bayangkan bro, misalnya 200 tahun lagi ketika wabah flu burung sudah tidak merebak dan kebanyakan umat manusia sudah tidak memiliki gen anti virus tersebut dan virus tersebut disebar maka tidak terbayangkan berapa jumlah korban jiwa akibat peristiwa ini.. Pihak intelejen Amerika yaitu CIA tidak memberitahukan hal ini kepada pihak EROPA.. Wah , bisa makin gawat nih dunia.
kaythree
koreksi diatas bukan UNO tpi WHO
encepy
tergantung bro ,kalo eropa timur juga masuk kategori , amrik vs rusia berpotensi, soalnya rusia udah mulai men upgrade teknologi militernya terus dia juga naikin anggaran untuk militer, amrik kan paling parno dalam hal gituan, apalagi akses untuk memantau persenjataan rusia sekarang udah ditutup secara sepihak oleh kremlin. tinggal tunggu siapa yang ngak bisa menahan diri dan melepaskan misile pertama.
tapi kalo yg dimaksus eropa hanya sebatas uni eropa, kayaknya ngak mungkin deh . justru dari segi keamanan regional uni eropa sangat bergantung sama amrik.
kaythree
QUOTE(encepy @ Nov 27 2007, 01:04 AM) [snapback]740733[/snapback]
tergantung bro ,kalo eropa timur juga masuk kategori , amrik vs rusia berpotensi, soalnya rusia udah mulai men upgrade teknologi militernya terus dia juga naikin anggaran untuk militer, amrik kan paling parno dalam hal gituan, apalagi akses untuk memantau persenjataan rusia sekarang udah ditutup secara sepihak oleh kremlin. tinggal tunggu siapa yang ngak bisa menahan diri dan melepaskan misile pertama.
tapi kalo yg dimaksus eropa hanya sebatas uni eropa, kayaknya ngak mungkin deh . justru dari segi keamanan regional uni eropa sangat bergantung sama amrik.


hhhmm.... memang pada saat awal2 perang dingin eropa barat sangat tergantung pada amerika serikat... Tetapi akhir-akhir ini mereka sudah menyuarakan suaranya sendiri. Apalagi salah satu tujuan Uni Eropa membentuk mata uang yang sama adalah mengimbangi kekuatan US$. Dari hal ini tampaknya Eropa sudah tidak ingin berlindung dibawah bayang Amerika lagi... Sedangkan Rusia saat ini secara diam-diam sudah mulai menyebarkan pengaruhnya di Asia karena Asia sebagai negara maju dan berkembang mempunyai potensi besar untuk dijadikan teman Rusia
creamy
Ane pernah baca tapi dah ama banget katanya walaupun negara2 eropa nggabungin militernya buat perang ma amrik gak bakal bisa ngalahin militernya amrik...
Hideto_Takarai
@atas gw : Eropa ga bakalan ngalahin Amrik....meneurut gwa sih ada benernya juga eropa ga bisa ngalahin amrik,tapi Rusia dan Asia(terutama tengah) gw yakin banget bisa ngalahin amrik,betul juga amerika army amerika itu adalah sekelompok idiot yang dipersenjatai emas,eropa juga sama kan...?
rOotS_RadiCAls
Cukup seru juga neh thread nya..banyak analisa2 yang hebat euuy...kalo menurut gw untuk 50 th ke depan ga akan ada konfrontasi fisik yang mengarah ke pengguanaan militer antara US ama UE. Paling banter cuma beda pendapat doang yang udah biasa terjadi sekarang ini (seperti agresi militer US ke irak baru2 ini, cuma seruan mengutuk aja dari beberapa negara UE).
Gw baru baca2 dikit literature soal Sosial Politik Pertahanan & Keamanan UE-US (skali2 baca gituan, walapun hari2 bacanya manga haha.gif )
ntar kalo dah tuntas gw terusin lagi
Satria ZX
barusan gw nonton metro tv, ada teleconference ama pengamat Indonesia & pengamat di Amrika sono.

gw perhatiin kalu Amrika tuh ngomongnya pinter banget, seolah2 mereka emang berbuat salah dan tidak menghakimi pihak laen. tapi ga tau ya dibalik semua itu apa ada udang di balik rempeyek (garink mode:on) haha.gif

mungkin aja terjadi, kecuali mereka berdua sama2 nganggep kalo manusia itu sama, ga ada yg superior ato inferior. kalu gitu seh sama aja kita balik ke PD II, dimana Om Hitler ngerasa ras dia paling hebat dan memusnahkan orang2 ga berdosa

Peace.gif
netanyahu
Bukannya bermaksud sombong nih. The winner is: us (not U.S).
rOotS_RadiCAls
Kemaren postingan gw baru prolog, naa berhubung dah dapet referensi baik dari buku, koran and internet gw cuba urun pendapat. Gw mix dari berbagai sumber, jika ada kekurangan everybody welcome to fix it. So let's get it down...

Belakangan ini, baik Eropa dan Amerika diketahui memiliki perbedaan pandangan yang sulit untuk disatukan. Oleh karena itu, dalam percaturan politik global, mereka sering berseteru.
Perbedaan pandangan tersebut pula yang kerap kali menyebabkan konflik muncul di antara keduanya. Hal ini bisa kita lihat dari sikap kedua aktor tersebut dalam menanggapi sejumlah masalah internasional.
Sebagai contoh, ketika AS memulai Perang Irak 2003, sejumlah negara besar Eropa, seperti Jerman dan Prancis, menolak untuk bergabung dengan AS. Akibatnya, kasus invasi AS ke Irak tersebut telah menimbulkan kerenggangan hubungan transatlantik, hubungan antara Amerika dan Eropa.
Dalam menyelesaikan masalah Irak tersebut, Amerika dan Eropa memiliki pandangan yang berbeda. Eropa tidak setuju dengan tindakan Amerika yang unilateral dengan melakukan invasi ke Irak tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan (DK) PBB. Lembaga PBB dianggap tidak ada oleh negara adi daya itu. Mereka mencela sikap AS yang mengesampingkan forum kerja sama multilateral.
Bagi Eropa, semua masalah harus diselesaikan dalam kerangka international cooperation. Sedangkan Amerika, sebaliknya, apa pun bisa dilakukan guna merealisasikan kepentingannya. Eropa meyakini bahwa kerja sama multilateral bisa mengeliminasi peperangan atau konflik. AS sebaliknya, apa pun meski itu perang halal dilakukan, selama itu ditujukan untuk melindungi kepentingan nasional negara adidaya tersebut.
Selain kasus Irak, kasus lainnya, yaitu masalah ratifikasi Protokol Kyoto (Kyoto Protocol) yang merupakan perjanjian di antara sejumlah negara di dunia untuk mengurangi emisi gas buang. Kembali AS dan Eropa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai emisi gas buang. Eropa menyadari bahwa tumbuhnya industri telah berkontribusi kuat terhadap terjadinya pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim udara. Sekarang saja, sebagian dari efek pemanasan global itu sudah kita rasakan, yaitu suhu yang semakin meningkat. Jika hal ini terus dibiarkan, peningkatan suhu akan memberikan pengaruh buruk terhadap sejumlah sektor kehidupan manusia, seperti pertanian, ketersediaan air, dan lain-lain. Oleh karena itu, keberadaan Protokol Kyoto merupakan hal yang harus direspons secara positif. Sayangnya, Amerika yang semula ikut meluncurkan perjanjian itu, tiba-tiba di tengah jalan menolak untuk meratifikasinya. Akhirnya bisa ditebak, sejak ide awal itu diluncurkan di Brasil pada 1992 lalu, sampai kini Protokol Kyoto belum bisa diratifikasi.
Penarikan mundur AS dari protokol tersebut pada 1997 membuat perjanjian mengurangi emisi gas buang itu terkatung-katung. Untungnya pada pertengahan 2004, Rusia sepakat untuk menandatangani protokol itu. Sehingga pada Februari 2005, Protokol Kyoto akan segera diimplementasikan. Tentunya ini adalah kemenangan bagi pihak-pihak yang mengutamakan kerangka multilateralisme.
Kasus ratifikasi Protokol Kyoto menunjukkan kepada kita bahwa semangat multilateralisme harus ditempatkan di atas segalanya. Sayangnya hal ini tidak dimiliki AS yang lebih suka menggunakan tindakan sepihak (unilaterlisme) untuk menggolkan kepentingannya.
Dari kasus tersebut, bisa dilihat bahwa Eropa lebih suka memilih kerja sama internasional sedangkan Amerika sebaliknya, unilateralisme.

Perbedaan pandangan

Kedua contoh kasus di atas cukup menjelaskan bahwa Amerika dan Eropa adalah dua dunia yang berbeda.
Perbedaan pandangan antara Eropa yang lebih mengedepankan kerja sama multilateral dan Amerika yang lebih suka tindakan unilateral, telah menyebabkan mengapa Eropa dan Amerika belakangan ini sering kali berseberangan.
Tidak dapat disangkal, para pemimpin Eropa selama ini sering terganggu oleh implementasi kebijakan dan aksi AS di luar negeri. Akibatnya, ketegangan hubungan pun terhadi di antara keduanya.
Tampak jelas bahwa kepentingan AS dan sekutunya semakin menunjukkan dua hal yang bertolak belakang dan hubungan transatlantik pun mulai diwarnai kebencian dan perseteruan.
Eropa memandang AS sebagai pihak yang kerap kali bersikap unilateralis dan bermusuhan. Sementara AS memandang Eropa sebagai pihak yang tidak serius dan lemah.
Kemarahan dan ketidakpercayaan di antara kedua belah pihak semakin menjadi sehingga merusak hubungan transatlantik.
Kagan, dalam bukunya tersebut di atas, menelusuri dengan jelas bagaimana perbedaan itu sebenarnya sudah muncul sejak akhir Perang Dunia II.
Sebagaimana kita ketahui keadaan Eropa pasca-PD II sangat parah. Kekalahan perang telah membuat Eropa kehilangan segalanya. Perang telah membuat Eropa tercabik-cabik dan menderita kerugian yang tak ternilai. Latar belakang inilah yang menimbulkan kesadaran bagi Eropa bahwa perang itu jahat dan hanya menimbulkan bencana kemanusiaan. Oleh karena itu, perang harus dihindari.
Dengan sikap barunya ini, Eropa pun ingin lepas sepenuhnya dari masa lalu yang penuh darah. Kita tentunya tahu bahwa baik PD I dan II ber-setting di Eropa dan hal ini telah menjadi trauma psikologis bagi Eropa. Masyarakat Eropa khawatir bahwa perang selanjutnya akan kembali muncul di wilayahnya.
Karena itu, pasca-PD II, Eropa berkomitmen untuk menghindari segala bentuk kekerasan dengan menguatkan kerja sama multilateral di antara negara-negara di dunia.
Keinginan Eropa untuk lepas dari masa lalunya yang penuh darah itu telah menggiring Eropa terhadap sejumlah perubahan nilai-nilai transnasional mengenai power dan ancaman.
Sementara itu, AS yang saat itu memang tidak terlibat perang di Eropa, terus meluaskan kekuatannya sehingga muncul menjadi aktor yang superior di dunia. Bahkan yang menolong Eropa dari ambang kehancuran adalah AS, yang memang tidak menderita kerugian apa pun akibat perang justru perekonomian AS meningkat.
AS melalui program Marshall Plan-nya membantu memulihkan Eropa yang tercabik-cabik akibat perang berkepanjangan. Program bantuan AS itu memang mampu menyelamatkan Eropa dari kehancuran.
Dengan kekuatan yang dimilikinya saat itu, AS semakin mengokohkan dirinya sebagai penjamin terciptanya apa yang disebut Kagan dengan istilah "postmodern paradise". AS mengklaim dirinya menjadi satu-satunya aktor yang bisa menjamin berlangsungnya perdamaian di Eropa. AS tidak pernah merasakan paradise yang dialami Eropa, karena AS selalu sibuk mempertahankan kemanan Eropa.

Latar belakang historis

Latar belakang historis AS dan Eropa inilah yang menyebabkan orang-orang Eropa dan Amerika tidak pernah berbagi pandangan yang sama tentang permasalahan dunia. Dalam hal ini, kita bisa lihat bagaimana Eropa sangat meyakini bahwa keberadaan aturan dan hukum lebih penting daripada kekuatan militer.
Eropa memercayai hal ini karena, tidak seperti Amerika, Eropa telah mengalami banyak perang. Eropa pun telah mencoba sejumlah langkah perdamaian. Hasilnya mereka lebih memilih perdamaian daripada perang. Inilah yang membuat Eropa sangat peduli terhadap masalah-masalah yang berbau hukum dan negosiasi. Tidak heran banyak aturan hukum dan konvensi dunia berasal dari Eropa. Mereka yakin bahwa aturan dan hukum akan membatasi tindakan represif dan mencegah perang. Sedangkan bagi Amerika masalah-masalah yang berkaitan dengan peraturan dan perundang-undangan kerap kali menjadi hambatan utama mereka untuk melaunching perang.
Kita bisa lihat hal ini dalam masalah Irak dan Protokol Kyoto sebagaimana yang telah diulas di bagian awal tulisan ini.
Amerika sekarang memunyai kekuatan yang hebat yang juga pernah dimiliki pemimpin Nazi Jerman Hitler di tahun 1938. Saat itu pemimpin fasis itu yakin bahwa power yang dimiliki membuat bisa membuat siapa saja berhak untuk melakukan apa pun. Tidak akan ada yang melarang. Sikap ini pula yang kini diterapkan Amerika yang dengan kekuatan superiornya membuat negara ini kerap bertingkah semau gue. Hegemoni Amerika amat terasa dalam percaturan politik global tepatnya sejak pasca-PD II.
Sekali lagi dapat disimpulkan bahwa begitu lebarnya jurang perbedaan antara Eropa dan Amerika, mau tidak mau keduanya harus berjalan dengan cara masing-masing.
Namun demikian, meski Amerika masih merupakan negara yang kuat, kita juga mengamati bahwa imperium Amerika sebenarnya tidak sekuat dulu. Selepas Perang Dingin berakhir pada 1990, monopoli Amerika mulai berkurang dengan munculnya sejumlah aktor baru yang kekuatannya juga tidak bisa diremehkan seperti Cina, Jepang, dan juga Uni Eropa. Konsekuensinya kekuatan multipolar sebagaimana yang diusung Cina, Jepang dan Uni Eropa muncul menggantikan kekuatan unipolar Amerika. Dalam babak baru dunia yang multipolar itu, mau tidak mau AS harus berkompromi dan bernegosiasi dengan para sekutu dan pesaingnya tersebut. Kita bisa saksikan bahwa Uni Eropa muncul sebagai kompetitor utama AS. Ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan Euro sebagai mata uang dalam transaksi ekonomi global.
Hal yang patut dicatat dari persaingan ini adalah semakin menguatnya Uni Eropa. Tidak heran anggota Uni Eropa pun terus bertambah dan saat ini jumlahnya telah mencapai 25 negara. Ini sungguh kekuatan yang cukup besar dan tidak bisa diremehkan oleh AS. Tentu saja dengan kebangkitan Uni Eropa, maka Uni Eropa pun harus siap berhadapan dengan AS yang dasar tabiatnya kerap kali memarginalkan perjanjian-perjanjian internasional yang sangat dihargai orang-orang Eropa.
Amerika dengan kekuatannya begitu agresif untuk mendapatkan kepemimpinan global meski dengan cara kekerasan seperti yang dilakukan di Timur Tengah, Asia, dan Afrika. Sedangkan Eropa berkaca pada masa lalu menghindari upaya pendulangan kekuatan dengan menggunakan tindakan represif. Sebagai gantinya, Eropa lebih memilih cara-cara diplomasi untuk mengatasi permasalahan global yang ada di dunia ini. Solusi melalui diplomasi diyakini Eropa akan lebih efektif dibandingkan menggunakan kekerasan. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah apapun, Eropa lebih mengandalkan aturan hukum internasional dan kerja sama multilateral.
Inilah yang membuat Eropa tidak begitu peduli atas kepemilikan perlengkapan militer yang canggih. Tidak mengherankan, secara militer negara-negara Eropa sangat bergantung pada Amerika. Apalagi sejak NATO (North Atlantic Treaty Organization) didirikan yang tujuan awalnya adalah untuk menghambat masuknya pengaruh komunis Soviet ke negara-negara Eropa barat, maka pertahanan keamanan Eropa tergantung pada kekuatan militer AS yang memang adalah kekutaan utama dalam NATO.
Pengabaian Eropa terhadap militer ini juga berkontribusi terhadap semakin melebarnya gap antara Eropa dan Amerika.
Pasalnya Amerika melihat bahwa selama ini Eropa telah membebani Amerika begitu sangat besar. Untuk membeli perlengkapan militer, Amerika menilai Eropa sangat pelit. Praktis selama ini biaya belanja NATO sebagian besar ditanggung Amerika. Padahal wilayah yang dijaga keamanannya adalah wilayah Eropa di mana di wilayah itu kerap kali muncul konflik etnis.
Konflik di Kosovo, Bosnia, dan Yugoslavia menunjukkan bahwa tanpa keterlibatan militer Amerika maka konflik-konflik di Eropa tersebut akan sulit diredakan. Eropa menyadari bahwa mereka amat bergantung pada militer AS. AS selalu meminta Eropa untuk berbagai beban dalam membiayai logistik NATO tetapi Eropa selalu mengatakan bahwa uang mereka tidak cukup untuk membeli belanja militer seeprti yang diinginkan AS. Sebagai gantinya, uang Eropa lebih banyak dipakai untuk membiayai sejumlah program pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Akibatnya, Eropa memang lemah secara militer padahal Eropa menyadari pula bahwa wilayahnya rentan dengan konflik. Amerika pun memanfaatkan situasi yang tidak berimbang ini. AS punya power dan ini secara psikologis memberikan kepercayaan kepada negara adi daya ini untuk bertindak semaunya. Sedangkan bagi Eropa, power AS ini semakin memperlihatkan Eropa lemah. Dengan demikian kekuatan bagi Amerika adalah kelemahan bagi Eropa.

Kebencian

Jadi, bisa dikatakan bahwa perbedaan Eropa dan Amerika selama ini memang tidak hanya berdasar pada kebijakan yang dijalankan oleh Presiden AS George W. Bush yang memang merupakan sosok yang tidak populer di Eropa. Kebencian Eropa terhadap Amerika telah dimulai sebelum Bush memimpin AS. Ini artinya kebencian AS dan Eropa berakar dari "American power and European weakness".
Sebagaimana dikatakan Kagan dalam lead tulisan ini Amerika dan Eropa berasal dari dua planet berbeda. Amerika mengadopsi dunia hobbesian di mana power adalah segalanya untuk menghalalkan segala cara. Hal inilah yang membuat AS dalam menghadapi ancaman, kerap kali menggunakan kekuatan militer dimana Eropa lebih memilih jalan damai melalui diplomasi dan perangkat hukum yang ada.
Akibat dari banyaknya perbedaan di antara Eropa dan Amerika maka hal ini pun mengurangi rasa solidaritas di antara mereka. Tidak heran apabila mereka bersikeras mempertahankan pendapatnya masing-masing.
Ini bisa dilihat dari penanganan masalah global yang melibatkan kedua aktor hubungan internasional itu.
Mandeknya penyelesaian konflik Palestina-Israel, masalah Irak, demokratisasi di Timur Tengah juga adalah imbas dari perseteruan pendapat di antara keduanya.
Meski Eropa dan AS saling berseberangan dalam menghadapi sejumlah persoalan yang ada di luar komunitas mereka. Tetapi, hubungan antara keduanya tetap terikat dalam komunitas pertahanan Atlantik yang dinamakan NATO sebagaimana penulis telah jelaskan sebelumnya. Memang kini ada indikasi bahwa peranan NATO akan semakin melemah pasalnya AS sudah tidak bisa lagi menerima tindakan Eropa yang tidak mau berbagi beban dalam hal belanja militer NATO. Bahkan, Amerika sempat mengancam bahwa jika Eropa tidak memperbarui militernya maka AS akan hengkang dari NATO. Menanggapi ancaman AS ini, Eropa berencana untuk mendirikan pertahanan milik Eropa yang beabas dari Amerika. Tetapi ide ini tampaknya masih sulit dilakukan, karena untuk mendirikan pertahanan keamanan tersendiri lepas dari Amerika, akan membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tampaknya Eropa akan masih menjalin hubungan dengan Amerika dalam NATO.
Sebagai konsekuensinya pula, Eropa mau tidak mau harus memperbaharui teknologi militernya.
Amerika mengatakan bahwa kenyamanan yang selama ini dirasakan Eropa adalah karena peran serta Amerika sebagai penjaga keamanan Eropa selama ini. Amerika mengklaim, demi memberikan keamanan di Eropa, Amerika harus terus-terusan berperang melawan banyak musuh yang diyakini Amerika membuat dunia tidak aman, mulai dari Saddam Husein, Slobodan Milosevic, Kim Jong Ill, Jiang Zemin, dan musuh-musuh lainnya. Amerika menganggap bahwa kemakmuran yang dirasakan Eropa saat ini adalah jasa dari Amerika yang selama ini memayungi kemamanan di Eropa.
Karena itu, sudah seharusnya Eropa memahami perilaku AS. Tetapi, tentu saja Eropa tidak bisa menerima pandangan AS itu dan menyebutkan bahwa sikap agresif AS dalam menonjolkan powernya telah membuat dunia tidak aman.
Bagaimanapun kedua belah pihak tersebut memang tidak bisa disatukan karena pada dasarnya keduanya memeliki perbedaan pandangan yang sangat prinsip. Karena itu, untuk mengakhiri tulisan ini, penulis kembali mengutip pendapat Kagan yang menyebutkan, "It is time to stop pretending that Europeans and Americans share a common view of the world, or even that they occupy the same world." Benar, kita tidak boleh lagi berpura-pura bahwa Amerika dan Eropa itu berbagi pandangan yang sama tentang dunia ini.
Perspektif Eropa dan Amerika, tidak dapat disangkal, kini memang sedang berubah dimana AS masih tetap meyakini bahwa penambahan kekuatan harus terus dilakukan karena bagaimanapun dalam pandangan AS, kelestarian keamanan dan kebebasan masih bergantung terhadap penggunaan kekuatan militer, sedangkan Eropa meyakini bahwa perdamaian dan kemakmuran hanya bisa dijamin kelestariannya melalui penguatan hukum dan diplomasi. Pada akhir tulisan ini bisa disimpulkan bahwa besarnya power gap antara Amerika dan Eropa telah berkontribusi terhadap melebarnya gap ideologi yang memerkarakan masalah kemujaraban dan moralitas penggunaan kekuatan militer.***
The Skywatcher
Kayanya ga bakalan deh bos
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.