Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Gedung Candra Naya yang Tak Terurus
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
Lexius1980


Gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada, Jakarta

Sungguh memilukan melihat kondisi gedung kuno Candra Naya di Jalan Gajah Mada, Jakarta. Atapnya pecah di sana-sini. Temboknya kotor dan berlumut. Kayu-kayunya lapuk terkena gerusan waktu. Ruangan dalamnya jelas menunjukkan bangunan itu tak terurus lagi. Padahal, Candra Naya merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang. Penetapannya didasarkan SK Gubernur DKI Jakarta tahun 1972, lalu diperkuat SK Mendikbud tahun 1988. Terakhir, dipertegas lagi oleh Undang-undang Benda Cagar Budaya Nasional (UUBCB) tahun 1992.Gedung kuno Candra Naya dimasukkan sebagai benda cagar budaya karena memiliki arsitektur China yang khas. Saat bangunan-bangunan berarsitektur China lainnya dirobohkan untuk pembangunan jalan tol dan pertokoan di daerah Pasar Pagi serta pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan di wilayah Senen, Gedung Candra Naya tetap dipertahankan keberadaannya.Hingga akhir 1992 Candra Naya masih digunakan untuk kegiatan sekolah. Namun, sejak 1993 mulai datang kemelut ketika keturunan Khouw, pemilik Candra Naya, meminta kembali gedung tersebut. Tak lama setelah itu pembangunan gedung bertingkat untuk apartemen dan pusat perbelanjaan di sisi kanan kiri Gedung Candra Naya mulai dilaksanakan. Rupanya seluruh tanah dan bangunan di kompleks Candra Naya akan dijual, sebagai perluasan kedua gedung tadi. Namun, proyek pembangunan tersebut terhenti karena adanya krisis moneter 1997.Pernah ada rencana gedung itu akan dipindahkan ke Taman Mini. Namun, upaya pelecehan sejarah ini mendapat tentangan keras dari kalangan arsitek, sejarawan, arkeolog, dan budayawan. Banyak anggota DPRD juga tidak menyetujui rencana pemindahan gedung. Termasuk Gubernur Sutiyoso, yang berjanji akan mempertahankan gedung tua itu karena merupakan aset budaya Jakarta yang bernilai historis.
Feng ShuiCandra Naya dibangun pada abad ke-18. Pemilik pertama gedung itu adalah seorang saudagar asal Tegal, Khouw Tjun. Seterusnya keluarga Khouw menguasai gedung itu.Banyak peristiwa bersejarah berlangsung di gedung tersebut. Pada 1946 berdiri Perhimpunan Sinar Baru (Sin Ming Hui) yang bergerak di bidang sosial. Masa berikutnya berdiri gedung sekolah, lembaga fotografi, dan klub bridge. Lembaga Fotografi Candra Naya dikenal luas sebagai tempat pendidikan yang menghasilkan fotografer-fotografer ternama Indonesia saat ini. Sedangkan klub bridgenya banyak menelurkan pemain berkaliber nasional.Candra Naya juga berperan dalam sejarah pendidikan. Pada awalnya pendirian Universitas Tarumanagara dibicarakan di sini, termasuk RS Sumber Waras. Tahun 1960-an hingga 1970-an Candra Naya pernah menjadi tempat penyelenggaraan pesta-pesta pernikahan yang bonafide. Sebelum menjamurnya gedung-gedung resepsi khusus, Candra Naya tidak pernah sepi dari pesanan para pengantin.Sejak populernya ilmu feng shui di Indonesia, keberadaan Gedung Candra Naya rupanya juga tak lepas dari aspek-aspek itu. Pada awalnya ahli feng shui yang disewa oleh sang pengusaha melihat bahwa gedung itu membawa sial atau kerugian (Akino W Azzaro, Kompas Cyber Media). Dia kemudian merekomendasikan agar untuk mengamankan dan meningkatkan nilai investasi, Gedung Candra Naya harus disingkirkan sesegera mungkin. Tak dipungkiri kalau analisis sang ahli feng shui berdasarkan pola energi lama sesuai dengan periode pendirian Candra Naya. Dari hasil kalkulasinya, kemungkinan besar pola energi lama yang dibawa Gedung Candra Naya dianggap kurang fit dengan pola energi yang berkuasa saat ini. Padahal, kata Akino yang juga ahli feng shui, pola energi lama Gedung Candra Naya sudah berubah saat kedua sayap kanan dan kiri bangunan induk dirobohkan. Gedung Candra Naya pun sudah dikosongkan sejak 1997. DanaSebagai benda cagar budaya yang berada di wilayah Jakarta, tanggung jawab pemeliharaan tentu berada di bawah Dinas Museum dan Pemugaran DKI Jakarta. Namun, apakah instansi itu memiliki dana pemeliharaan yang cukup?Sebenarnya pemeliharaan Candra Naya boleh saja dilakukan pihak swasta, misalnya bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Setelah itu difungsikan sebagai museum atau tempat-tempat pameran seni/kebudayaan. Tapi siapa yang mau mengeluarkan biaya perbaikan dan investasi karena nilai komersialnya tidak ada atau terlalu kecil.Kini Candra Naya ibarat rumah kumuh yang berdiri di antara gedung pencakar langit. Mudah-mudahan di Indonesia ada “Heritage Fund” yang membiayai pelestarian bangunan-bangunan kuno.

sahaweatuh
nasib orang indonesia emang kayak gini mulu, kasian deh kite.

kapan pada sadarnya para pejabat kita tuh, Cry.gif Cry.gif Cry.gif Cry.gif Cry.gif
relaxki
*deleted*....

sorry fotonya tadi ngak muncul

ooo iya gedung itu...dari depan seperti kelenteng..... knapa terhenti pembagunan apartemen ya??? gw rasa kalo dipoles gedung chandra naya bisa bagus kok tapi tidak dengan ngerusk bangunannya cuman sedikit renovasi..... bisa menjadi satu disain gedung kuno dan modern.....
hajarino
wah padahal ini gedung yg bersejarah buat fotografi indonesia
TAKEZO
sayang ya bangunan bersejarah di sini banyak yang ga keurus, banyak banget yang udah ancur ato di ancurin buat bikin apartment ato mall, liat aja di daerah glodok, cuman di dekat kali besar aja yang masi keliatan bentuk nya, kalo lawang sewu semarang? cuman jadi tempat uji nyali doang,kalo terawat kan bisa jadi objek wisata tuh. crying_anim.gif
kalo ga salah ada dana apbd yang dialokasikan buat perawatan gedung gedung tua bersejaraha yah? kemana tu duit yah? dicolong tuyul kali yah BigGrin.gif
Allelujah Haptism
@Takezo, tuh tuyulnya duduk di kursi DPRD BigGrin.gif
lfd12
patungan dung..
daripada prihatin-protes-marah2-prihatin-protes-marah2..dstdst
brutalhappy
Mmmhhh Menariiikk juga gedung yg m'prihatinkan itu... knp pemda jakarta tidak bersikap??
samael
buset.... super necroposting....
postingan dah berumur 2 taon dibangkitin lg
loginku
mudah-mudahan semua bangunan yang punya nilai sejarah, dimana pun letaknya bisa diperhatikan oleh pemerintah negara ini

trus kita nya juga jangan jadiin bangunan-bangunan itu jadi "papan tulis" (gw sebel banget ama orang yang suka corat coret dinding atau apapun padahal bangunannya itu bersejarah dll)

rawat bareng-bareng Peace.gif
radityz
sayang banget ya...
kan bisa dibuat musium...
Hoedjin
Bukan saja soal Pendirian UNTAR, Tapi jasa terbesar Sin Ming Hwi adalah mengurus soal Pengungsian orang Cina pada peristiwa Tangerang 1946 dan inipula yg Rumah Leuitnant Tionghoa di jadikan gedung yg di beri nama Sin Ming Hwi, berapa
puluh ribu jiwa orang cina yg di tolong oleh Sin Ming Hwi ini?

Salah satu pemimpin Sin Ming Hwi yg pernah menjabat adalah Mr Oei Tjoe Tat (ex Mentri di jaman Pak Karno)
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.