Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Sejarah Tuhan
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Apresiasi Buku
Pages: 1, 2, 3
Heil Cяew


Sejarah Tuhan 4000 Tahun Pencarian Yahudi, Kristiani, dan Islam.

Bentar2.. Sebelumnya gw mohon maaf dulu.. sebagai salah seorang yang bukan merupakan pecinta sastra jadi kalau ada kata2 yang salah harap dimaklumi. Peace.gif

Buku ini sangat bagus, sebagai proses pencarian identitas diri mengapa Tuhan itu ada dan persepsi dikalangan manusia berbeda antara satu dengan lainnya juga sebagai pencerahan kepada diri kita agar janganlah terlalu fanatik terhadap suatu ajaran agama tertentu karena pada prinsipnya Tuhan itu satu hanya deskripsi masing-masing kita berbeda.

Buku ini juga merupakan "Best Seller" dari semua karya Armstrong yang menuliskan sejarah dari 3 agama utama monoteis terbesar di dunia; Yahudi, Kristiani, dan Islam, tapi dibahas juga mengenai atheisme, sufisme, mistisme, dan animisme serta paganisme.

Karen Armstrong mengawali karirnya sebagai biarawati pada tahun 1962 sampai dengan 1969 dan kemudian dia keluar dari profesi biarawati dan mengambil kuliah di Oxford sampai Ph.D (tidak selesai).

Pada wawancara yang dilansir dari Cable-Satellite Public Affairs Network, Armstrong menyatakan bahwa dirinya adalah seorang "freelance monotheism" dan menyatakan bahwa berdasar dari keyakinannya terhadap agama yang bersumber dari Nabi Ibrahim bahwa dari tiga agama yang tersebut diatas seharusnya tidak memonopoli keyakinan karena masing-masing agama adalah superior terhadap lainnya, namun juga masing-masing agama memiliki kelemahan antara satu dengan lainnya.

Bicara tentang Tuhan memiliki sejarah yang sama panjangnya dengan sejarah manusia itu sendiri. Bahwa Tuhan itu ada setelah manusia ada karena manusia lah yang menciptakan Tuhan juga seharusnya dipertanyakan disini.

Gitu aja deh, ada yang mau nambahin BigGrin.gif
Power?..no la
nice book..
thanks for da info !
sahaweatuh
gwe pernah baca dikit, tapi mnurut gwe mah apa yang mas karen tulis hanya menggambarkan isi agama yang dia bahas secara instan tidak menyentuh substansi dari apa yang dimaksudkan oleh agama tersebut.
tapi bener lho bukunya bagus bgt, pesen gwe mah hati2 aja pas bacanya, soalnya kita mesti bisa bedain dulu paradigma pemahaman akan agama yang dimulai dengan keyakinan, dengan paradigma ilmu pengetahuan yang dimulai dengan keraguan. kalo loe susah bedaiinnya, gwe khawatir loe terlalu menganggap persoalan agama menjadi sebuah pemahaman yang mudah dan hanya difahami dengan otak aja bukan dengan otak + soul.

Thinking.gif confused.gif snorkle.gif
Heil Cяew
hehehe.. bener juga kata loe bro.. keyakinan gw terhadap agama malah jadi goyah tuh setelah baca ini.. BigGrin.gif
tapi yah.. justru gw seneng jadi bebas.. no religion.. Peace.gif
eiger
waduh... obrolan berat nih... Hypnotized.gif Confused.gif
wicked_witch
QUOTE(The ©®εw @ Jun 29 2007, 10:01 AM) [snapback]478486[/snapback]
Bahwa Tuhan itu ada setelah manusia ada karena manusia lah yang menciptakan Tuhan.


kalo gw emang dari dulu berpendapat seperti itu kog..

tapi..apakah no religion=bebas?

belom tentu,bro..
sahaweatuh
yang dimaksud tuhan ada setelah manusia ada, itu adalah pemahaman mengenai sisi idealis manusia. atau kebenaran yang difahami oleh logika dan penalaran, seperti kata aristoteles "saya ada karena saya berpikir".

tetapi kebenaran yang sesungguhnya tidak bersifat subjektif, artinya kebenaran tuhan secara realitas yang bebas dari pemahaman simbolik oleh manusia, mengungkapkan bahwa tuhan ada dan keberadaannya tersebut bebas dari hukum kausalitas dan tuhan sebagai causa prima
Heil Cяew
QUOTE(wicked_witch @ Jun 30 2007, 08:15 AM) [snapback]480398[/snapback]
QUOTE(The ©®εw @ Jun 29 2007, 10:01 AM) [snapback]478486[/snapback]
Bahwa Tuhan itu ada setelah manusia ada karena manusia lah yang menciptakan Tuhan.


kalo gw emang dari dulu berpendapat seperti itu kog..

tapi..apakah no religion=bebas?

belom tentu,bro..
Halo sis.. kita ngomongin hal yang relatif lagi disini..
bebas menurut gw.. belum tentu sama dengan bebas menurut loe..
sangat subyektif sekali pandangan kita kesana.. okey?
begitu juga dengan kaum beragama, fanatis ataupun moderat..
bisa saja orang fanatis melihat bahwa pengorbanan/jihad terhadap tuhan adalah pembebasan terhadap dosa2 dirinya..
orang moderat berkata bahwa agama harus dibarengi dengan sains..

tapi kalau menurut gue... sih ya beda sendiri.. dan jalan pikiran gw mengatakan bahwa Tuhan itu memang ada.. tetapi kita percaya atau ngga percaya Tuhan seperti kata loe aja.. hidup tetap berjalan kan? Tuhan itu ngga butuh buat kita percaya koq.. jadi hidup itu dibawa santai aja.. ga usah terlalu fanatik dengan salah satu agama.. atau bahkan fanatik dengan atheisme, agnotisme, animisme, etc etc.. BigGrin.gif

agama itu terlalu mengikat.. banyak aturan.. yang ngga penting malah jadi wajib.. membosankan..

begitu juga atheisme.. membosankan.. hidup dengan penolakan terhadap Tuhan.. dimana bukti2 kekuatan supranatural atas penciptaan alam semesta ini membuktikan bahwa ada "sesuatu" yang menciptakan ini semua..


QUOTE(sahaweatuh @ Jun 30 2007, 08:33 AM) [snapback]480411[/snapback]
yang dimaksud tuhan ada setelah manusia ada, itu adalah pemahaman mengenai sisi idealis manusia. atau kebenaran yang difahami oleh logika dan penalaran, seperti kata aristoteles "saya ada karena saya berpikir".

tetapi kebenaran yang sesungguhnya tidak bersifat subjektif, artinya kebenaran tuhan secara realitas yang bebas dari pemahaman simbolik oleh manusia, mengungkapkan bahwa tuhan ada dan keberadaannya tersebut bebas dari hukum kausalitas dan tuhan sebagai causa prima

nice thought bro..
tapi kita sedang berbicara mengenai sejarah tuhan disini.. dimana tuhan menurut 3 agama langit..
agama langit/samawi itu sendiri ada kurang dari 4000 tahun.. sedangkan manusia purba sudah ada sejak 1 juta tahun lalu..
jadi kemanakah analogi mengenai Tuhan sebelum itu? BigGrin.gif
eoshicute
hmm gimana yah BigGrin.gif klo ngomong2 masalah Tuhan gwa jadi rada pusing.. cu'z gwa punya satu pandangan tentang Tuhan yang mungkin beda dengan ente2 semua BigGrin.gif hehehe

klo menurut gwa sebelom mengemukakan Tuhan itu ada atau tidak, coba kita jawab 1 pertanyaan ini dulu

"Apakah Tuhan bisa membuat suatu benda, yang dimana Tuhan sendiri ngga mampu mengangkat benda tersebut?" smile.gif

pertanyaan standar, yang sulit untuk endapat jawabannya menurut gwa smile.gif
Heil Cяew
@eoshi: wehehee.. no comment dah.. haha.gif
crackin_life
gw pernah baca ni buku
KEREN
tapi sayang ga sampe selesai, udah keburu diminta yang punya.
eoshicute
@crew
kok no comment boss Tounge.gif
Sir Bilungakoe
Gw agak beda pendekatannya dengan Ny. Karen Armstrong BigGrin.gif bukan mas Karen @sahaweatuh Laughing.gif
Karen berpendapat bahwa Tuhan muncul seperti sebuah evolusi. Menurut gw, yang berevolusi itu adalah tafsir bukan Tuhan itu sendiri. Yang memiliki sejarah itu adalah tradisi agama bukan Tuhan itu sendiri.

QUOTE(The ©®εw @ Jun 29 2007, 09:01 AM) [snapback]478486[/snapback]
Bicara tentang Tuhan memiliki sejarah yang sama panjangnya dengan sejarah manusia itu sendiri. Bahwa Tuhan itu ada setelah manusia ada karena manusia lah yang menciptakan Tuhan juga seharusnya dipertanyakan disini.


Yang punya sejarah sama panjang dengan manusia adalah TRADISI AGAMA. Tuhan berada di atas tradisi agama tertentu.

Secara konsepsi agama samawi memang memiliki perbedaan karena memandang wahyu sebagai sumber pengajaran agama, sementara agama-agama pencarian (seeking religion) adalah agama yang murni muncul dari telaah dan lelaku manusia. Oleh sebab itulah pengajaran dari agama samawi cenderung sistematis sementara pengajaran dari agama pencarian cenderung individualis (experience based).

Nah yang menjadi titik beda adalah dalam konsepsi agama samawi yang paling tua yaitu Israel (Yahudi), agama mereka bukanlah agama baru yang diciptakan oleh Musa (seperti yang digambarkan oleh Karen Armstrong). Melainkan agama mereka adalah agama yang dimulai dengan pengajaran lisan dari bapa kepada anak, anak kepada anaknya ... dan seterusnya. Hal ini dibuktikan dengan penulisan Musa dalan Pentatauch yang mengakui bahwa konsep MONOTEISME bukan diciptakan oleh dia melainkan konsep yang sudah diajarkan oleh Enos, turunan ketiga manusia, cucu dari Adam, anak dari Set. Ini tertulis dalam Kitab Genesis (Kejadian) Pasal 4 ayat 26. Jadi Monoteisme dalam konsep orang Israel adalah ajaran yang sudah ada sejak purbakala dan bukan hasil dari evolusi pemikiran.

Sebaliknya Musa juga mencatat bahwa bagi sebagian orang yang tidak suka dengan pemikiran Monoteisme yang bersifat "given" (ilham) ... mereka mencoba untuk mentelaah sendiri. Hasilnya adalah rupa-rupa allah, yang disebut POLITHEISME.

Jadi dari kesaksian Musa, penulis kitab Pentatauch (Torah), yang hidup 1400 SM, kita melihat bahwa MONOTHEISME DAN POLITHEISME adalah konsep yang sudah ada sejak awal, dan bukan sekedar hasil dari evolusi.

Bahwa kemudian terjadi pertarungan dan saling mempengaruhi antara kedua konsep itu sepanjang jaman ya ... itu terjadi. Politheisme ada yang kecampuran Monotheisme, Monotheisme ada yang kecampuran Politheisme. Politheisme paling ekstrim menjadi anemisme, dinamisme.

Jadi pendekatan yang saya miliki agak berbeda dengan Karen Armstrong. Sejarah Tafsir Agama-agama dalam menyikapi MONOTEISME dan POLITEISME itu memang ada ... mereka belajar, berdebat, bertarung dan bergulat dengan berbagai pendekatan untuk memahami. Tetapi bukan sejarah dari Tuhan.

Mengenai agama .....
Agama yang sejati pada akhirnya adalah agama yang merupakan hubungan pribadi seorang manusia dengan Khaliknya.
Kitab Naviim (nabi-nabi) Israel mengajarkan walaupun ada tiga orang suci, Daniel, Nuh dan Ayub tinggal bersama-sama kita, mereka hanya menyelamatkan diri mereka sendiri. Jadi tidak ada isteri ikut suami, suami ikut isteri, anak ikut bapak, bapak ikut anak .... apalagi umat ikut kyai, ikut pendeta, ikut rabbi. Tulisan Torah ini diaminkan oleh Mazmur (Zabur), Injil dan Quran.

Oleh sebab itu agama harus dibedakan antara hakikat (core value) dengan tata laksana / syariat (implemented value). Titik berat beragama adalah menjalankan hakikat bukan tata laksana. Tata laksana boleh berevolusi sesuai dengan perkembangan jaman ... tetapi core value harus tetap sama dari jaman ke jaman. Tata laksana diciptakan untuk mendukung tercapainya hakikat, bukan hakikat diubah untuk memaksakan tata laksana.

Nah apa hakikat itu ? Torah, Injil dan Quran sama berpendapat : yang pertama, kasihilah Khalikmu dengan sepenuh hatimu (hablominallah) dan yang kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (hablo minanas). Rasanya pada kedua aturan dasar ini kerangka kehidupan beragama yang benar bisa terjadi. Khalik adalah ruang pribadi kita untuk mengasihi, dan ruang publik kita adalah sesama yang harus kita kasihi juga.

Maka, yang dikhawatirkan @Crew tentang berbagai aturan yang mengikat ... itu hanya hukum manusia yang cocok untuk jaman tertentu saja ... kalau sudah tidak cocok ya harus di REVISI. Misal dulu di Torah ada hukum wanita harus berambut panjang, tetapi kalau wanita jaman sekarang yang sering traveling, apalagi jadi tentara ... ya boleh lah potong rambut pendek. Tetapi core value seperti hormati orang tua, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan berzinah, jangan berbohong, jangan merampas ... masih berlaku kan ? Soalnya tanpa aturan-aturan dasar ... manusia akan menjadi "homo homini lopus" manusia akan jadi serigala sesama. Tidak akan pernah ada kebebasan sejati tanpa peraturan yang baik. Dalam keadaan tanpa peraturan ... yang ada adalah kebebasan semu, di mana yang kuat akan menjajah yang lemah.

Kesimpulan saya :
Karen Armstrong harusnya membedakan antara sejarah tafsir tentang Tuhan dan Tuhan itu sendiri.


@Eoshi :
Konsepsi Tuhan yang Maha memang harus dilihat dengan hati-hati. Pertanyaan anda kan akan berujung pada ...
Kalau Tuhan tidak mampu mencipta benda yang demikian .... tidak Mahakuasa
Kalau Tuhan mampu mencipta dan tidak mampu mengangkat .... tetap tidak Mahakuasa
Nah masalahnya adalah adanya sifat lain dari Tuhan yaitu Mahabijaksana.
Pertanyaannya : "Adakah Tuhan yang perlu menciptakan benda yang demikian?"
Jadi pertanyaan itu baik untuk filosofi tetapi tetap tidak akan mampu dijawab kecuali oleh Tuhan ..... Laughing.gif
Heil Cяew
@bilung: nice comment bro Applause.gif

@eoshi: pertanyaan yang loe ajukan semua akan berujung kepada penyangkalan..
logika kita sendiri aja ngga akan bisa sampe kesitu..

ente tau kan proses penciptaan alam semesta dimana teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk pada saat dimana semua hukum fisika tidak berlaku (singularitas) << nah pada proses inilah kita ngga mampu untuk menggunakan logika dan rasionalitas

begitu juga pertanyaan loe bro.. tapi gw balik lagi ke pertanyaan eoshi.. seandainya ada bentuk logika matematika yang digunakan untuk mendeskripsikan pertanyaan loe silahkan..

gw udah coba segala variabel.. ternyata ga mungkin semua tuh..

istilahnya kalo di matematika sama aja kayak satu dibagi nol.. hasilnya... ya error..

puas kamu puas? Tounge.gif
cobay
buwat gw Tuhan itu bukan sesuatu yg untuk dipertanyakan apalagi di uji..begitu jg agama hanya sekedar nama dan ajaran..yg paling hakikat adalah IMAN..kl lo lo percaya Tuhan itu ada & maha kuasa itu karna iman lo..tp kl lo ga percaya Tuhan itu jg karna iman lo..agama dan keyakinan adalah 2 hal yg berbeda tp bersifat universal..
semua orang boleh memilih kepercayaan & keyakinannya masing2..apakah seseorang yg beragama & memiliki Tuhan dia tdk berdosa ? atau seseorang yg tidak beragama & tidak bertuhan jg berdosa ?...
dosa/tidak itu kita yg menentukan..so dengarkanlah kata hatimu..terimalah sesamamu dg keberagamannya..jauhi kejahatan..jaga kesehatan..jng keraskan hatimu..hidup ini hanya sekali..ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik..siapa tau semua itu ada imbalannya...
eoshicute
@bilung
gimana yahh bro BigGrin.gif penjelasan bro bilung masih belum bisa bikin saya puas BigGrin.gif kayaknya yang bisa bikin saya puas tuh TUhan sendiri yang jawab (hwkekekke klo orang2 fanatik yang baca pasti dah nggangep gwa mencobai Tuhan LMAO.gif )

sekedar intermezzo bro BigGrin.gif

QUOTE

Pertanyaannya : "Adakah Tuhan yang perlu menciptakan benda yang demikian?"
nahh bro gwa mo nanya dari pernyataan bro bilung diatas, bro bilung lebih kearah mana MONOTHEISME atau POLITEISME ??

@crew
berarti pertanyaan itu ngga akan pernah bisa dijawab ?? dan berarti keberadaan Tuhan dalam bentuk logika dan rasionalitas juga ngga akan pernah ada ??

@cobay
bro ada sedikit yang mau gwa pertanyakan dari postingan loe smile.gif
QUOTE

dosa/tidak itu kita yg menentukan..


nahh berarti pernyataan loe yang ini

QUOTE

so dengarkanlah kata hatimu..terimalah sesamamu dg keberagamannya..jauhi kejahatan..jaga kesehatan..jng keraskan hatimu..hidup ini hanya sekali..ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik..siapa tau semua itu ada imbalannya...


ngga akan bisa dipakai.. kenapa gwa bisa bilang kayak gitu ??

begini penjabarannya menggunakan logika

anda sudah berkata "dosa/tidak kita yang menentukan", nahh klo gwa menganggap "terimalah sesamamu dg keberagamannya" adalah dosa berarti...

dosa = identik dengan kejahatan

berarti gwa harus menjauhi sikap "terimalah sesamamu dg keberagamannya" donk smile.gif berarti di satu sisi anda membangun suatu pernyataan, tetapi di sisi lain anda merusak pernyataan anda tersebut BigGrin.gif

truss pernyataan "ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik.." , berarti klo gwa beranggapan memperkosa-membunuh-merampok merupakan tindakan yang baik, berarti ngga ada salahnya donk klo gwa melakukan itu BigGrin.gif kan kembali lagi ke pernyataan

"dosa/tidak kita yang menentukan"
Sir Bilungakoe
@eoshi :

Pertanyaan pertama : Tentang Kemahakuasaan Khalik
Kitab Suci tidak pernah berkata bahwa dalam keMahakuasaan Khalik dapat melakukan semua hal, bahkan yang bertentangan dengan sifat-sifatnya yang lain seperti Mahasuci, Mahakasih, Mahaadil.
- Khalik tentu tidak dapat berbohong --- entah dituduh tidak mahakuasa, tetapi ini bertentangan dengan Mahasuci.
- Khalik tentu tidak dapat melakukan dosa --- bertentangan dengan sifat Mahaadil dan MahasuciNya.

Jadi Mahakuasa itu bukan berarti bisa melakukan semua hal, tetapi bisa melakukan semua yang Dia ingin lakukan ! smile.gif

Kalau kita kan berbeda ... kita ingin lakukan tetapi terbatas oleh kemampuan kita.

Jadi ke pertanyaan Eoshi : Dapatkah Khalik menciptakan sebuah benda yang berat sedemikian sehingga Dia tidak dapat mengangkatnya ....

Saya bisa menjawab pertanyaan tersebut jika bro @Eoshi dapat menjawab :
Apakah anda tahu apakah sang Khalik ingin melakukannya ?

Jika sang Khalik ingin dia bisa ! Jika sang Khalik tidak ingin, dia tidak bisa ! BigGrin.gif

Pertanyaan kedua : Apakah saya Monotheis atau Politheis ?
Sampai hari ini saya melihat bahwa secara theologia systematic ataupun secara iman pribadi, konsep Khalik yang tunggal (Monotheistic) lebih kukuh untuk dipertanggung jawabkan. Sebab konsep Khalik yang multi (Politheistic) menyebabkan pertanyaan :
---> Tidak akan adakah persaingan antar Khalik ? Kalau ada, akan ada perang antar Khalik (dan sebagai pengikut khalik yang berbeda kita akan diajak perang juga dong Tounge.gif ) ... artinya kesengsaraan berkepanjangan dong. Di dunia akan ada perang antar pengikut khalik yang berbeda, di dunia yang lain akan ada perang langsung antar khalik ... wuih repot banget BigGrin.gif
Mothing
berat berat banged da...pembahasannya...menurut mothing mah..

tuhan adalah sesuatu yg absurb dan logika kita blom sampe kesana(untuk sekarang!!) ..enggak tau nanti dijaman ketika otak manusia sudah berevolusi..sama seperti waktu jaman dulu ketika manusia bilang ke bulan itu hal yg mustahil tapi sekarang??nah mothing berpikir suatu saat nanti logika kita pasti bisa mencapai kesana.

masalah sejarah keyakinan yaks??mothing sampe sekarang aja bingung...duluan mana
1. tuhan
2. manusia
3. agama

dari ketiga itu duluan mana ada??
kalo yg mothing tau mah duluan manusia(enggak tau kapan sesuatu yg hidup dan bersosialisasi dikatakan manusia..malah enggak tau kenapa ada huruf "M" - "A" - "N" - "U" - "S" - "I" - "A"),lalu mucul "sesuatu" yg perlu dijadikan sebagai "aturan" atau "hukum" untuk mengatur kehidupan dan keseimbangan.hukum manusia berdasarkan insting sama seperti hukum binatang..(**malah kalo lagi sableng kadang mikir..monyet punya agama enggak yaks??punya tuhan enggak yaks??).kemudian perlu "penamaan" untuk aturan atau hukum tadi hingga muncullah sebuah kata A - G - A - M - A.nah jaman dulu...agar aturan itu berlaku perlu suatu (apa namanya ya??) suatu yg sifatnya "TIDAK BISA DIBANTAH"...untuk membuat pengikut aturan taat dan patuh...hingga muncullah penamaan T - U - H - A - N,dan dari jaman dulu hingga sekarang bentuk tuhan berbeda beda..ada batu..ada sesuatu yg tak nampak(roh)..bahkan lautan..gunung..dsb...kemudian...bagaimana tuhan sekarang??..

bingung juga malah mothing...
simplenya buat mothing mah gini...
"ada sesuatu yg "object" nya belum masuk ke dalam daftar "dikenal" di otak mothing" dan salah satunya bagian dari agama dan tuhan...dan itu enggak akan jadi permasalah buat mothing..."let it flow like a river"...biarkan waktu dan evolusi yg menjawab...

jadi...
kalo sejarah agama...teuing ahk...yg satu bilang..agama A..nti yg satu bilang agama B..
menurut mothing mah..agama tertua adalah agama yg dianut manusia pertama..
lalu siapa manusia pertama??
Segho_Lover
wele....sampe berkaca-kaca mataku baca semua tulisan di atas.

Semua yang bro sampein menunjukkan kecintaan dan eksistensi Tuhan di dalan Hati kita....bahwa ada hati yang menuntut untuk mencari Tuhan, ada yang belum yakin ada Tuhan dan melalui tulisan di atas kita di ajak untuk lebuh mendekatkan diri kepada apa yang kita yakini sebagai Tuhan.

Mohon maap kalo ada salah2 kata....
eoshicute
@bilung
wahh.. bro bilung hebat BigGrin.gif bro bilung lebih diatas Tuhan yach BigGrin.gif kan bro bilung bilang sendiri

QUOTE

Jadi pertanyaan itu baik untuk filosofi tetapi tetap tidak akan mampu dijawab kecuali oleh Tuhan .....
tapi dibawah bro bilung bisa ngomong

QUOTE

Saya bisa menjawab pertanyaan tersebut jika bro @Eoshi dapat menjawab :
Apakah anda tahu apakah sang Khalik ingin melakukannya ?


dan pertanyaan tersebut bisa saya jawab, jawabannya
Saya bukan sang khalik tersebut smile.gif sehingga saya tidak tahu apakah sang khalik yang disebut2 tersebut ingin atau tidak, bertanyalah kepada sang khalik dan bukan kepada saya smile.gif

jadi intinya... biarkanlah... itu tetap menjadi misteri, dan keyakinan saya tetap seperti ini, hingga suatu saat sang khalik sendiri yg menjelaskannya pada saya smile.gif

nahh pertanyaan ke-2, dijawabnya kan gini
QUOTE

Sampai hari ini saya melihat bahwa secara theologia systematic ataupun secara iman pribadi, konsep Khalik yang tunggal (Monotheistic) lebih kukuh untuk dipertanggung jawabkan.
yang berarti bro bilung lebih kearah monotheism kan? CMIIW

nahh itu berarti pernyataan bro bilung kurang pas deh klo ngomong gini

QUOTE

Pertanyaannya : "Adakah Tuhan yang perlu menciptakan benda yang demikian?"


karena menurut saya pernyataan seperti itu cenderung kearah pemikiran politheisme smile.gif bener kan ??


Sir Bilungakoe
@eoshi :
Walah malah dipelintir Confused.gif ... yang mulai pertanyaan filosofis tentang Khalik siapa coba ? HeHe.gif
Bung @Eoshi kan melontarkan pertanyaan dan kita mendiskusikan sebatas pengetahuan manusia, jadi kalau sudah dijawab koq terus bukan dijawab balik, malah langsung mematikan diskusi dengan melontarkan tuduhan ya Laughing.gif Tounge.gif .... Waiting.gif
Aku kan cuman bilang ... kalau pingin jawaban terhadap pertanyaan @Eoshi, ya harus tahu dulu apakah Khalik ingin melakukannya atau tidak ... bukan berarti aku bilang ngerti Khalik ingin melakukan ShameOnYou.gif Aku gak ngerti sama sekali ImNotWorthy.gif Tapi kalau bro @eoshi ngerti, ya bisa dijawab pertanyaan yang dilontarkan bro @eoshi BigGrin.gif

Jadi dalam kaca mata aku ... ke Mahakuasaan tidak bisa diukur dengan permintaan kita membuktikan sesuatu tetapi harus diukur dengan kenyataan kehendak DIA sendiri. Gitu. Dan pada akhirnya tidak akan ada yang dapat menjelaskan tentang Khalik. Karena kalau ada yang dapat menjelaskan tentang sang Khalik, berarti hilang sudah ke Maha-an nya. Dalam tradisi samawi, yang dapat dilakukan hanyalah menyelidiki sampai batas yang tertulis dalam teks suci para prophet (nabi) dan apostle (rasul) alias Kitab Suci.

---

Poin Kedua,
tafsiran anda terhadap statemen saya, salah lagi bro @eoshi. Maksud saya ... dengan Khalik yang satu itu, saya percaya bahwa DIA hanya akan membuat benda, hal, yang diinginkanNya dan berguna. Kalau memang bro @eoshi membutuhkan Khalik yang diharuskan membuat "benda filosofis" tadi ya memang harus ditanyakan "Khalik macam apa yang diharuskan membuat benda seperti itu kan?" .... Jangan dibalik ah maksudnya smile.gif

---

Cukup deh Peace.gif
cobay
@eoshi
@cobay
bro ada sedikit yang mau gwa pertanyakan dari postingan loe

QUOTE

dosa/tidak itu kita yg menentukan..


nahh berarti pernyataan loe yang ini


QUOTE

so dengarkanlah kata hatimu..terimalah sesamamu dg keberagamannya..jauhi kejahatan..jaga kesehatan..jng keraskan hatimu..hidup ini hanya sekali..ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik..siapa tau semua itu ada imbalannya...


ngga akan bisa dipakai.. kenapa gwa bisa bilang kayak gitu ??

begini penjabarannya menggunakan logika

anda sudah berkata "dosa/tidak kita yang menentukan", nahh klo gwa menganggap "terimalah sesamamu dg keberagamannya" adalah dosa berarti...

dosa = identik dengan kejahatan

berarti gwa harus menjauhi sikap "terimalah sesamamu dg keberagamannya" donk berarti di satu sisi anda membangun suatu pernyataan, tetapi di sisi lain anda merusak pernyataan anda tersebut

truss pernyataan "ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik.." , berarti klo gwa beranggapan memperkosa-membunuh-merampok merupakan tindakan yang baik, berarti ngga ada salahnya donk klo gwa melakukan itu kan kembali lagi ke pernyataan

"dosa/tidak kita yang menentukan"

Gini bro kl lo menganggap "menerima sesamamu dg keberagamannya sebagai dosa" brarti lo merasa yg paling bener dan yang lain salah..
apalagi kl lo "beranggapan memperkosa-membunuh-merampok merupakan tindakan yang baik, berarti ngga ada salahnya donk klo gwa melakukan itu kan" ini lebih aneh lagi bro kl dipikir dg logika..bener ga ? gw rasa semua org tau hal2 yg spt itu salah bahkan tdk diperbolehkan..jgnlah qt memutarbalikan sesuatu yg nyata2 kebenaran & keabsahannya apalagi memaksakan kehendak qt atas sesuatau yg salah..tp mungkin itu bs jg terjadi pada elo bro secara lo prnh kasi statemen...(sory no offens)

"hmm gimana yah klo ngomong2 masalah Tuhan gwa jadi rada pusing.. cu'z gwa punya satu pandangan tentang Tuhan yang mungkin beda dengan ente2 semua hehehe"

sory gw cuma mo sharing2 aja..smua jg msh belajar & ga ad manusia yg sempurna..
eoshicute
@bilung
saya ngga menuduh kok BigGrin.gif saya hanya merangkum kata-kata yang ditulis sendiri oleh bro bilung smile.gif bener kan ?? toh saya tidak mengambil statement tersebut klo bro bilung ngga menuliskan seperti itu smile.gif

lagian klo bro bilung sebut saya salah di poin kedua smile.gif

QUOTE

tafsiran anda terhadap statemen saya, salah lagi bro @eoshi.
bro bilung ngga bisa menyalahkan saya sendiri donk BigGrin.gif oke mungkin saya salah karena kesimpulan syang saya tulis berbeda dengan maksud dari bro bilung menuliskan hal tersebut BigGrin.gif tetapi darimana saya menyimpulkan hal itu ?? kembali lagi dari pernyataan bro bilung smile.gif dan menurut saya ada kesalahan bro bilung sendiri, yaitu tidak menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut smile.gif bener kan ?? no offence yah bro, saya cuman seorang yang haus akan pengetahuan, terlebih pengetahuan mengenai sang khalik, dimana saya masih belum puas dengan apa yang saya dapat selama ini smile.gif

@cobay
bro belajar make quote dulu yah, gwa bingung baca postingan loe smile.gif

QUOTE

Gini bro kl lo menganggap "menerima sesamamu dg keberagamannya sebagai dosa" brarti lo merasa yg paling bener dan yang lain salah..


loh kok bisa ?? why ?? BigGrin.gif apakah orang2 yang menganggap "menerima sesamamu dg keberagamannya sebagai hal yang baik" tidak bisa disebut orang yang merasa paling benar dan yang lain orang yang salah ??

QUOTE

apalagi kl lo "beranggapan memperkosa-membunuh-merampok merupakan tindakan yang baik, berarti ngga ada salahnya donk klo gwa melakukan itu kan" ini lebih aneh lagi bro kl dipikir dg logika..bener ga ? gw rasa semua org tau hal2 yg spt itu salah bahkan tdk diperbolehkan..jgnlah qt memutarbalikan sesuatu yg nyata2 kebenaran & keabsahannya apalagi memaksakan kehendak qt atas sesuatau yg salah..


nahh... logika mana yang loe pake bro ? logika yang sampai saat ini tertanam pada diri kita kan ? yang dikarenakan suatu aturan-aturan yang tertanam dari mulai kita lahir ? bahkan dari kita sebelum lahir smile.gif bener ngga ?? BigGrin.gif

sekarang coba klo kita sedikit mengkhayal, yang masih menggunakan logika smile.gif bagaimana apabila manusia awal membuat suatu aturan2 yang menurut logika mereka "memperkosa-membunuh-merampok merupakan tindakan yang baik". Kalau itu yang berjalan sampai saat ini, berarti orang lain bisa saja beranggapan pernyataan anda tidak masuk akal dan memutarbalikkan fakta yang ada ? bener ngga ??

selain itu saya tidak memutar balikkan fakta, saya hanya mengikuti alur seperti apa yang anda katakan

pertama anda berkata

QUOTE

dosa/tidak itu kita yg menentukan..
pernyataan yang benar2 rancu bukan? bahkan apabila saya berfikir menggunakan logika anda, saya bisa membalikkan kata-kata anda yang ini

QUOTE

jgnlah qt memutarbalikan sesuatu yg nyata2 kebenaran & keabsahannya apalagi memaksakan kehendak qt atas sesuatau yg salah..


lohh kata2 anda yang saya quote diatas tuh terlalu memaksakan kehendak, iya ngga sih ? darimana asalnya dosa kita yang menentukan ?? bener ngga? (sekali lagi ini saya memakai sudut pandang anda loh smile.gif ) yang namanya dosa ya dosa... bukan kita yang menentukan, tapi sekelompok orang yang mengatasnamakan Tuhan yang menentukan dosa, dan mereka membentuk suatu wadah yang disebut agama. bener ngga ? dan ketentuan mereka disepakati bersama dan dipatuhi oleh orang-orang lain yang disebut penganut agama. bener toh ??

gini deh klo anda bingung dengan penjelasan saya, ada baiknya anda merenungkan kata-kata ini

QUOTE

mengapa di agama Islam makan babi itu haram (dosa), tetapi di agama lain makan babi itu ngga haram?
Dan apabila anda menemukan jawabannya, anda pasti mengerti maksud dari pernyataan saya ;)

truss untuk kata2 anda yang lain

QUOTE

so dengarkanlah kata hatimu..terimalah sesamamu dg keberagamannya..jauhi kejahatan..jaga kesehatan..jng keraskan hatimu..hidup ini hanya sekali..ga ada salahnya kita byk2 berbuat baik..siapa tau semua itu ada imbalannya...


itu malah menghancurkan statement anda yang sudah anda buat, mengapa saya bisa berkata menghancurkan ?? sudah saya bahas diatas BigGrin.gif

====================================================================

btw udah ahh cape... BigGrin.gif lagian ini tempat ngebahas buku, bukan tempat debat BigGrin.gif klo buat debat kan udah ada kontroversi[dot]org walaupun udah ditutup BigGrin.gif ho ho ho... btw bwat yang masih ndak puas and tidak terima pernyataan saya, add YM saya ajah BigGrin.gif jadi kita ngobrolnya bebas BigGrin.gif atau ketemu langsung, jadi kita bisa sekalian sharing BigGrin.gif ho ho ho
Mothing
@eoshi : aplaus banyak de bro my brother atu ne...

mothing ngikut om...haks haks haks...

@all : cape de

dah de...gini aja...

.."amalmu...amalku...agamamu...agamaku.."...so..

kalo menurut loe bener...ya bener de menurut loe..

kalo menurut loe salah..ya salah de menurut loe..

kalo gue??suka suka gue dong cuy....

seperti yg om eoshi bilang..."..ini bukan tempat debat"...

so conference YM aja yuk....

add mothing ye...di bfmothing
cobay
@eoshi,@mothing

setuju bro..mending akur drpd bedebat terus..
GadisSakaw
otakku tak mampu mengikuti diskusi ini... arg......
damon
kalo liat diskusi disini, kayanya kok jadi lupa ama dunia malam ya..
tobat sesaat... Peace.gif
dennyamz
well done..............
kesemua pendapat menunjukkan bahwa secara fitrah manusia,akan selalu mencari tuhannya...
di islam (al quran) dikatakan selalu sujud bayang2 setiap pagi dan petang, yg artinya kurang lebih meskipun jasad (body) manusia itu atheis, ruh nya selalu sujud menyembah pd penciptanya (merupakan fitrah ruh yg tau hakikat pencipta)
SELANJUTNYA...
baru ada agama, yg artinya A (tidak) Gama (rancu)
Jadi agama bertugas menjembatani bagi manusia dalam mencari tuhannya, dengan panduan yang tidak rancu.
maka bila panduan itu rancu anda seharusnya mencari, yang terang donk.
Contoh: ada some one gitu loh, yg menyembah tiang listrik, karena menurut akalnya.Tuhan susah dihubungi (kali), dan lebih jelas kegunaan dari listrik.bisa bikin desa terang , bisa nonton TV, Chatting ,Browsing dll.
KESIMPULAN
Sebelum anda mencari tuhan, sebaiknya anda mencari hakikat diri anda sendiri.
Pencarian tuhan terlalu jauh, goal terdekat adalah pencarian diri anda
Mis ada jawaban yg menunjuk pada dada, jawaban salah. karena dada bukanlah anda
ada yg tunjuk kepala, jga salah ,krn kepala hanya sebagian dr angg tubuh anda
Saya disini tidak menjawab juga (maaf)................
karena andalah sendiri yg harus aktif mencari.............
biasanya aliran kebatinan mengulas ini pada pokok pertama belajar
khusus muslim, hal ini pelajaran pertama dalam pelajaran HAKIKAT
sebab dalam hakikat yang beribadah adalah ( anda ) , jasad sebagai perantara saja
SELANJUTNYA
setelah pengenalan terhadap ( anda ), secara otomatis sinyal anda harus di on -kan (beribadah)
setelah itu akan ada Wi Fi Tuhan yang akan menagkap sinyal bagi yg sungguh-sungguh mencari keberadaan TUHANNYA

Selanjutnya terserah pada anda..............
crackin_life
koq lama2 ga ngebahas bukunya worried.gif
eoshicute
@crakin_life
yupz... mangkanya yang debat dah pada sadar and udah diem BigGrin.gif ho ho ho ...
Jurig
@eoshicute: hihihi pertanyaan standart org2 atheis...pertanyaan yg sama yg dulu sering gw ajuin BigGrin.gif
Sebenernya pertanyaan ini muncul dari konsep bahwa Tuhan dapat menciptakan apa saja. Biasanya pertanyaan awalnya berupa pancingan/jebakan. "Apakah Tuhan bisa menciptakan segalanya?"
Kehendaknya tidak akan melawan sifat-sifat ketuhanannya. "Dia bisa menciptakan sebuah benda yg sangat berat" Ya bisa krn dia Maha Pencipta, "yg Dia sendiri ga bisa angkat" Dia tetep bisa angkat krn kalo ngga itu akan melawan sifat ketuhanannya. Disini juga pertanyaannya memaksa kita untuk berpikir bahwa Tuhan serupa dengan manusia dengan membayangkan Tuhan mengangkat benda tersebut dengan tangan atau dengan alat bantu sprt linggis. Penjelasan Bro Bilung udah cukup jelas.

QUOTE
keyakinan gw terhadap agama malah jadi goyah tuh setelah baca ini.. BigGrin.gif
Beda persepsi yah ternyata, buku ini justru salah satu yg menuntun gw dalam perjalanan mencari Tuhan.

QUOTE
saya cuman seorang yang haus akan pengetahuan, terlebih pengetahuan mengenai sang khalik, dimana saya masih belum puas dengan apa yang saya dapat selama ini smile.gif

Bagus kok bro, berpikir ajah terus, bertanya-tanya terus...asal dengan niat mencari Tuhan dgn ketulusan hati (bukan menyangkal eksistensiNya akibat pengaruh kenikmatan dunia) ntar juga nemu kok seandainya saat ini bro eoshicute blom nemu .
Heil Cяew
gw udah bosen berdebat soal Tuhan.. udah lewat masa2 gw soal ini... (eoshi: terusin aja.. cari tuh Tuhan.. Tounge.gif ) masalah percaya atau ngga percaya itu urusan masing2..

bagaimanapun debat soal Tuhan itu ga ada ujungnya.. kesimpulannya malah jadi debat kusir nanti..

back to the book.. siapa yang udah baca ini?
ai.Luvie
hihihihi
ai blum baca bukunya,
kayaknya sih menarik, tp tunggu ai pulang dulu. BigGrin.gif
tp ko kayaknya jg berat yah?
otak ai gak nyampe kl urusan2 bgini, biasanya bakalan lama bgt untuk ngertiin bukunya tuh. HeHe.gif
dan ai gak bisa ngikutin perdebatan dan diskusi kalian.. Cry.gif Cry.gif Cry.gif
topiknya tlalu berat buat ai. Sigh.gif

tp dluar itu smua,, ai alhamdulillah msh percaya sama Tuhan ai. smile.gif
en makasih bwt om crew atas resensinya. BigGrin.gif
cuplisandi
mo baca bukunya ah....tapi ga mau berdebat....kita piss aja....
Jurig
Ga debat kok, cmn gw punya pemikiran sama ajah dulu ama eoshicute....ga gw lanjut lg.

Gw dah baca buku ini, karya-karya Karen emang bagus, gw dah baca 3 buku karya dia. Sejarah Tuhan, trus menapaki.......lupa gw, ama Muhammad prophet of our time.

FondaFive
4000 tahun mencari Tuhan???????????? crying_anim.gif
Katanya Tuhan maha pengasih, Maha penyayang dan Maha Pencipta.
Kamu bagaimana ? kamu pengasih? Confused.gif penyayang ? Confused.gif dan juga pencipta? Confused.gif Hypnotized.gif
dan kalao kamu jawab ya! berarti kamu Tuhan axehead.png Ha.....ha....ha... Laughing.gif jadi ngapain dicari????? speak_cool.gif
Heil Cяew
@atas: gw ga ngerti sama omongan loe? Confused.gif
harap diperjelas maksudnya! Waiting.gif
last_virgin
duuhhhhh.....
bener2 ga nyampe otak gw baca perdebatan kalian
ga isa comment apa2 deh
hihihihih..........BigGrin.gif
eoshicute
ayoo ayoo dah dibilang udah kok malah diterusin BigGrin.gif gwa kasih gift loh ntar BigGrin.gif

@crew
hwekekkek.. dah dicari2 ngga ketemu crew, ngga tau ngumpet dimana haha.gif (kaboorr.... BigGrin.gif )
evoluthu
Sejarah Tuhan karangan Karen seh blom baca tapi..yg judulnya "battle of God" dah pernah baca.
saya cenderung setuju dengan pendapat bahwa karen menggunakan pendekatan total historismus dalam karyanya.

klo bicara masalah eksistensis tuhan sebaiknya dengan beberapa metoda berpikir
contohnya pendekatan emperismus seperti yang diutarakan eosicute (atau pelopornya klo ga salah
John Locke dan David Hume).ato antitesisnya seperti immanuel kant dll.
tapi masalahnya saya belum begitu ngerti banget.^^


cobay
ayo dong yg da baca buku kasi uraiannya..

Bluefame for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity
Heil Cяew
@cobay: coba ente baca dulu deh.. nanti kita diskusi bareng2.. Tounge.gif
n0n4m3
Akub udah pernah baca si bukunya tapi belon sampe selese udah dipinjem sama yang punya Tounge.gif meskipun tertarik mau diskusi bukunya tapi berhubung belon sekese jadi ga berani komen apa2 deh

@crew:
sapa tau aja bro crew kalo lagi senggang mau ngupload isi bukunya BigGrin.gif, kan lumayan bisa terusin baca, buat yang belon pernah juga jadi bisa ikutan baca BigGrin.gif
ini cuma usul loh ditindak lanjuti ya sukur , kalo ngga ... ya gondrong BigGrin.gif
Gackt
QUOTE(The ©®εw @ Jul 5 2007, 09:59 AM) [snapback]488655[/snapback]
gw udah bosen berdebat soal Tuhan.. udah lewat masa2 gw soal ini... (eoshi: terusin aja.. cari tuh Tuhan.. Tounge.gif ) masalah percaya atau ngga percaya itu urusan masing2..

bagaimanapun debat soal Tuhan itu ga ada ujungnya.. kesimpulannya malah jadi debat kusir nanti..


back to the book.. siapa yang udah baca ini?

gw setuju sama bro crew... the end has no end jadinya... hehe
cobay
QUOTE(The ©®εw @ Jul 7 2007, 09:38 AM) [snapback]491968[/snapback]
@cobay: coba ente baca dulu deh.. nanti kita diskusi bareng2.. Tounge.gif


gw da cari2 ni buku (beli/pinjem) tp belon nemu..woyy yg da punya belinya dmana si?..
Gackt
@cobay

coba ente cari di amazon.com aje bro..
Mothing
yg ini bukan om crew bukunya???

http://www.ishkbooks.com/history_of_god.pdf

kalo iya..silahkan dibaca yaks..

kalo bukan...ya dibaca aja de...haks haks haks...kan tanggung dah dibuka..
cobay
Hypnotized.gif waks..basa ingglis..takut salah nerjemahin..nti bs berabe lg..soalna basa ingglisku kga komplit.. happy.gif
n0n4m3
QUOTE(cobay @ Jul 13 2007, 01:22 PM) [snapback]501510[/snapback]
Hypnotized.gif waks..basa ingglis..takut salah nerjemahin..nti bs berabe lg..soalna basa ingglisku kga komplit.. happy.gif


Idem sama cobay ^^

Versi bahasa indonesianya ada yang punya ga? Pingin bener ngelanjutin baca ini buku, dicari2 d toko buku ga ketemu2 help ya

thx b4
enclaim
Udah baca sy sih...
biasa aja kok..

Karen Amstrong kuat dalam menjelaskan SUATU BAHASAN lengkap dengan sumber2 yg berimbang [bener ato kagaknya gak jamin gue..karena kebanyakan ACUAN Karen adalah DONGENG RaKYAT,yg terkesan MITOS ajah]
buku ini bagus dibaca bagi mereka PECINTA SEJARAH ajah.. bukan kalangan konservatif maupun Fundamentalis.karena reverency buku ini udah terlalu marginal.

masalah perbedaan cara pandang KAREN mengenai TUHAN ya kita bisa liat dr background Karen sendiri.dan itu tidak menjadikan masalah lah.. oh ya satu lagi TUJUAN buku ini adalah utk membuka SEJARAH MANUSIA mengenal TUHAN.. bukan mencari TUHAN lho... jgn salah kaprah memaknai buku ini.. buku ini pure logis.

kalo bro2 ributin eksistensi TUHAN .. bukan disini BIDANGnya..
kalo menurut Karen ,JELAS bahwa "tuhan" adalah buatan manusia , dgn penegasan manusia berusaha merasiokan tuhan.. begitu yg sy tangkap .

kalo pendapat gue... hampir 80% gue sama ama mas @Bilung. hehehehe....cuman gak semoderat mas Bilung heheheh.
sekedar menambahkan ajah.. bahwa KHALIK adalah GHAIB.. jd pendekatan kearah KHALIk jugah harus Ghaib.. kalo bahasan LOGIKA itu hanya akan mengarah ke CIPTAANYA ajah. makanya pencarian akan TUHAN selalu di dahului dengan KONSEP KETUHANAN dulu.

bagi sy yg tumbuh dilingkungan abangan...udah tertanam skema gimana memahami TUHAn,..semua ada urutannya gak bisa langsung to the point.. kenali dulu dirimu baru kenali Tuhanmu.. begitu kata Guru2 sy,heheh ,ada beberapa hal di dunia ini yg pencapaiannya hanya bisa dilakukan melalui "olah rasa" bukan melulu akal ajah,
gituh sih menurut pengalaman gue pribadi..

kalo semua bisa dilogika... gak akan ada kata UNTUNG / HOKI dan RUGI / Sial dong.. bener gak.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.