Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Gajah Mada, Buku I
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Apresiasi Buku
Sir Bilungakoe
Click to view attachment

Gajah Mada I

Langit Kresna Hariadi mendapatkan pujian yang baik tentang keberaniannya menciptakan novel berlatar belakang sejarah biografi Gajah Mada dan Kerajaan Majapahit pada umumnya. Saratnya upaya LKH untuk mendapatkan data yang akurat nampak dari kutipan-kutipan sejarah yang cukup banyak.

Pada bagian pertama buku Gajah Mada diceritakan tentang Bekel Gajah Mada (pangkat Bekel ini adalah pangkat perwira pertama, barangkali setara Kapten di tentara sekarang – tambahan oleh Sir Bilung) yang bertugas sebagai kepala pasukan khusus istana (paspampres sekarang) bernama Bhayangkara. Pasukan khusus ini diambil dari berbagai kesatuan dengan kemampuan yang sangat terasah dalam berenang, menyelam, melempar pisau, memanah, berkelahi dan telik sandi. Inilah pasukan kebanggaan Wilwatikta, atau Majapahit (sekarang lokasinya bernama Mojokerto).

Kala itu pemberontakan sedang dirancang oleh Rakrian Kuti (Ra Kuti) dengan teman-temannya. Pemberontakan itu tercium oleh Gajah Mada berkat adanya tokoh misterius yang memakai sandi “Bagaskara Manjer Kawuryan” (Matahari bersinar cerah) dan menyampaikan adanya kemungkinan pemberontakan ini.

Gajah mada segera menyusun rencana menghadapi pemberontakan. Ternyata benar dari Tiga Grup Pasukan Majapahit, hanya Grup Pasukan Jalayuda yang setia. Pasukan Jala Ranggana telah bergabung dengan Ra Kuti, dan Pasukan Jalapati memiliki agenda sendiri untuk merampas kerajaan setelah Jalayuda dan Jala Ranggana bertarung.

Gajah Mada berusaha untuk mencegah konflik dengan mencegat Pasukan Jalapati dan Jala Ranggana, sebelum masuk ke istana. Tetapi ternyata Ra Kuti dengan licik berhasil mengadu domba pasukan kerajaan dan menguasai istana. Gajah Mada dengan upaya yang sangat keras dan menyerempet bahaya mengeluarkan Raja Jayanegara (nama kecilnya: Kalagemet, putra satu-satunya Raden Wijaya pendiri Majapahit), para Ibu Suri dan para sekar kedaton (putri istana) ke pengungsian. Ra Kuti hanya gigit jari melihat Jayanegara sudah selamat dan sekar kedaton yang diinginkan untuk dinikahinya sudah mengungsi.

Celakanya, sebagian dari pasukan Bhayangkara ini ternyata adalah antek dari Ra Kuti. Hampir saja Jayanegara terbunuh oleh karena bocornya informasi persembunyian di Mojoagung (dekat Mojokerto). Gajah Mada melarikan Jayanegara ke Bojonegoro, pegunungan gersang yang tidak terbayangkan oleh Ra Kuti. Dari Bojonegoro inilah, Gajah Mada menyusun serangan balik, memanfaatkan Patih Arya Tadah yang setia, Bhayangkara yang sudah dibersihkan dan pasukan Jalayuda yang loyal, Gajah Mada berhasil menggempur balik dan membunuh Ra Kuti dalam penyergapan yang sangat cepat. Jayanegara kembali menjadi raja.

Tetapi ternyata kemudian Jayanegara terlalu sakit-sakitan dan harus diobati. Tabib yang mengobati adalah sahabat baik Ra Kuti, yang ternyata justru meracuni Jayanegara. Gajah Mada terkejut karena ternyata sang tabib pulalah orang misterius yang mengucapkan “Bagaskara Manjer Kawuryan”.

LKH berhasil mengupas cerita kudeta Ra Kuti dengan lika liku misteri yang menarik. Seperti biasa dalam novel ini digambarkan juga kejadian-kejadian penghias seperti adanya dendam dan perseteruan di dalam Bhayangkara, kisah cinta tak kesampaian antara sang tabib dengan sekar kedaton majapahit. Tetapi secara umum, sangat menarik, tidak keluar dari sejarah dan memperkaya cara pandang pembaca.

----

Notes :
Kesigapan Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara sungguh luar biasa. Sebuah kesigapan yang kita nantikan dari bhayangkara-bhayangkara kita sekarang ini TNI dan Polri. Yang juga luar biasa adalah semangat cinta tanah air, sesuatu yang langka pada generasi muda Indonesia sekarang ini. sad.gif

Mari kita menjadi bhayangkara negeri, bukan hanya dengan menjadi polisi atau TNI tetapi berkarya dengan rasa cinta tanah air indonesia.gif Merdeka !!! Tounge.gif

Rating : **** (4)
pro
om itu buku beredar dimana?
mau dunk...
Sir Bilungakoe
@pro : Gramedia dong ... lengkap ... kayanya malah udah ada Buku V, cuman belum sempat baca BigGrin.gif
v aja
Saya beli buku itu tahun lalu (2006). Sejak dari halaman awal memang memikat. Membaca buku itu bagai melihat sebuat film, sangat berat untuk tidak membaca halaman-halaman berikutnya sampai tuntas.[size="2"][/size]
man_in_passion
Langit Kresna memang sangat apik dalam menulis buku ini, saya sangat kagum dengan caranya merangkai peristiwa fiksi dan peristiwa sejarah dalam satu alur yang mengesankan.

Saya bisa merasakan semangat para bhayangkara dan bekel gajahmada dalam melaksanakan tugas, kegairahan yang sama juga terasa pada saat Langit menceritakan kisah-kisah cintanya (saya tidak tahu yang ini fiksi atau nyata).

Salut untuk Bung Langit
enclaim
buku bagus ini bro... TOP....
ane baca kok.. pendekatan sejarah dan logikanya bagus...
asyiknya lagi pengarang berhasil membidik rasa kebanggaan kita akan nenek moyang kita.

bravo buat buku ini.syng olah kanuraganya kurang ...kekekekke....
sy kira buku ini bakal seperti karangan2 SH MINTARJA.. [APi di Bukit Menoreh,Nogososro sabuk inten,etc]ternyata bukan..kekekekke...
jaxjaxsaja
Jarang saya tahu ada novelis kita yang berani menciptakan karya berlatar belakang sejarah.
Apa yang dilakukan beliau Langit K.H, patut kita acungin jempol, betul2 karya yang menggugah dan inspiratif serta membangun, bukan roman sejarah picisan. Membaca bagaikan kita dibawa ke masa itu.
Tapi susahnya kita membayangkan model-2 bajunya itu lho, apa model baju raja, ratu, prajurit atau penduduk biasa dan wanitanya itu kayak disinetron? (kayaknya saya nggak yakin kalo pesinetron melakukan riset yang valid, kebanyakan cuman mikir untung khan?)
Apa wanitanya pake kebaya, n sanggul? susah ngebayangin.

Melalui sejarah dan cerita ajaranya bisa gampang masuk.

Kita menunggu karya-karya selanjutnya, dari Langit K.H atau Orang semacam beliau.

Terimakasih banyak Langit K.H
kangkenyot
thanks pren, nyari agh...
frencleghorn

Tapi susahnya kita membayangkan model-2 bajunya itu lho, apa model baju raja, ratu, prajurit atau penduduk biasa dan wanitanya itu kayak disinetron? (kayaknya saya nggak yakin kalo pesinetron melakukan riset yang valid, kebanyakan cuman mikir untung khan?)
Apa wanitanya pake kebaya, n sanggul? susah ngebayangin.
=============

kebetulan saya tinggal gak jauh dari lokasi reruntuhan istana mojopahit di trowulan.

kalo soal baju dan segala hal jauh lah dari gambaran di sinetron
contoh di jaman mojopahit lakinya suka mengunyah siri,pakaian cuman bawahan aja,rambut laki2 yang panjang di gelung ke atas.
rata2 memakai keris bergagang gading...........itu semua ada kok di buku negara kertagama dan buku kuno lainnya tentang majapahit..dan seperti pahatan di dinding candi rata2 penduduk wanita memakai kemben kain penutup.bandingkan dengan jaman dinasti syailendra yang wanitanya tanpa kain penutup dada(pahatan di dinding borobudur)

kalo sinetron make patokan sejarah secara riil bisa bisa diberangus ama FPI. Devil.gif lah wanitanya ala kadarnya

noni
mau mau mau...
tragedienne
Punya nih bukunya, cerita sejarah tanah indonesia yang menarik..
RianZA
sudah saat nya karya seperti ini mewarnai kehidupan sastra indonesia
RianZA
sudah saat nya karya seperti ini mewarnai kehidupan sastra indonesia
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.