Help - Search - Members - Calendar
Full Version: SEJARAH PERJALANAN AREMA (1986-2007)
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Community > BlueFame Localizations > Jawa Timur
bledhoes
Inilah Kilas Balik Perjalanan AREMA mulai 1986 s/d 2007.

1986. Cikal bakal AREMA diawali dari klub Aremada, didirikan (Alm)
Dirk Soetrisno di Jl. Sampo, Malang.

11 Agustus 1987. PS Aremada diambil alih oleh Acub Zainal bersama
putranya, Lucky Acub Zainal. Mereka mendirikan klub PS AREMA yang
langsung ikut kompetisi Galatama VIII musim 1987/1988, menempati
peringkat enam dari 14 tim peserta. AREMA memunculkan tiga bintang
asal papua, yaitu Mecky Tata, Dominggus Nowenik dan Panus Korwa.

1992. Musim Kompetisi Galatama XII menempatkan Arema sebagai Juara
dengan bintang striker Singgih Pitono sebagai Top Scorer Galatama XII.
Pelatih : Andi Teguh (Alm), akhir kompetisi diganti Gusnul Yakin.

1993. Tokoh kawakan AREMA (Alm) Ebes Soegiyono dan Acub Zainal,
lengser dari kepengurusan. H.M. Mislan menjadi Ketua Umum Yayasan
Arema. Prestasi AREMA di kompetisi Galatama terakhir ini terpuruk di
papan bawah.

1994. Liga Indonesia (LI) dimulai, klub eks Galatama dan Perserikatan
dilebur, peringkat AREMA saat itu hanya di papan bawah.

1995. Tinton Suprapto masuk menjadi Ketua Umum Yayasan Arema dengan
Wakil Ketua Umum Lucky Acub Zainal.

1996. Pada musim LI III pemain bintang AREMA, Aji Santoso, pindah ke
klub Persebaya Surabaya dengan rekor transfer Rp 50 juta.

1997. Aremania dibentuk sebagai media supporter AREMA. Kompetisi LI
IV dihentikan karena alasan politik dan keamanan.

1999. Pada Kompetisi LI V, AREMA lolos ke babak 12 Besar di Makasar,
AREMA diperkuat tiga bintang asal Chili, yaitu J.C. Moreno, J.M.
Rubio dan Nelson Sanchez.

2000. Pada Kompetisi LI VI, AREMA lolos ke babak delapan besar di
Senayan dengan diperkuat tiga bintang asal Chili, yaitu J.M. Rubio,
Rodrigo Araya dan sang fenomenal Pacho Rubio. Aremania meraih
predikat The Best Supporter di Indonesia dan diakui sebagai supporter
teladan se-Indonesia. Pelatih M. Basri.

2001. Masuknya Iwan Budianto berduet dengan Lucky Acub Zainal membawa
kembali AREMA ke babak delapan besar LI VII, AREMA membuat catatan
tersendiri dengan duet Bamidele Bobby Manuel dan Ahmad Junaidi di
lini depan. Pelatih Daniel Roekito.

2002. AREMA lolos lagi ke babak delapan besar LI VIII. Bintang muda
Johan Prasetyo dan Suswanto menjadi perhatian nasional. Pelatih
Daniel Roekito.

2003. LI IX merupakan musim terberat AREMA, karena ditinggal Ketua
Umumnya, Iwan Budianto, dengan membawa pilar AREMA seperti Johan
Prasetyo, Suswanto, Wawan Widiantoro, Aris Susanto, Haryanto, Khusnul
Yuli dan Bamidele Bobby Manuel ke Persik Kediri. AREMA terdegradasi
ke Divisi I. Pada 29 Januari 2003, PT Bentoel Prima Malang Tbk,
sebagai perusahaan rokok tua di Malang, resmi masuk dan menangani
AREMA secara penuh. Pelatih / Bidang Teknik Henk Wullems.

2004. Memasuki persiapan Divisi I Pertamina 2003/2004, masuknya
beberapa pemain bertalenta seperti Erol F.X. Iba (eks Semen Padang),
Sunar Sulaiman (eks Barito Putra), Aris Budi P. dan Sony Kurniawan
(eks Petrokimia Putra), Sutaji (eks Deltras Sidoarjo), Marthen Tao
(eks PKT), mampu membuat kinerja AREMA semakin matang dengan sokongan
pemain lama macam I Putu Gede, Nanang Supriyadi, Enjang Rohiman,
Stanley Mamuaya, Charles Horik serta legiun asing dari Brasil,
Claudio de Jesus, Rivaldo Costa, Junior Lima dan Joao Carlos hingga
membuat AREMA menduduki singgasana Grup Timur dengan rekor 100%
kemenangan kandang di stadion Gajayana.
Selanjutnya pada Babak 6 Besar di Lebak Bulus Arema menjadi juara
grup dengan kemenangan atas Persema Malang 4-1 dan Persibom Boolang
Mongondow 3-0. Diakhiri sebagai Juara Divisi I Liga Pertamina
2003/2004 dengan menundukkan PSDS Deli Serdang 1-0 dalam partai final
Divisi I di Gelora Bung Karno Tgl 11 Oktober 2004 lewat gol yang
dicetak melalui tendangan salto oleh striker Marthen Tao pada menit
ke-119. Sekaligus melengkapi sukses ganda dengan mengantarkan AREMA
kembali memasuki elite sepak bola nasional Divisi Utama.
Pelatih : Benny Dollo.

2005 AREMA menambah beberapa amunisi baru : Alex Pulalo, Firman
Utina, Franco Hita, Emalue Serge (Rivaldo Costa ngalup, Junior Lima
diganti Serge), hasilnya 8 Besar Divisi Utama Ligina(Peringkat 2
Grup Barat) dan JUARA COPA INDONESIA di Final mengalahkan Persija 4-3.

2006 AREMA relatif tidak berubah banyak dibanding Skuad 2005, hanya
menambah Andela Atangana menggantikan Claudio Jesus dan Leo Soputan
ditambah Kiper Aahmad Kurniawan. Hasilnya Liga Indonesia 2006 : 8
Besar Divisi Utama (Capolista Grup Barat) dan mempertahankan COPA
INDONESIA dengan mengalahkan Persipura 2-0 di Final, sekaligus
menyabet Top Skor (Serge), Pemain Terbaik (Aris Budi), dan Suporter
Terbaik AREMANIA. Pada tahun itu juga AREMANIA menyabet Gelar
SUPORTER TELADAN dari Menpora.

2007 Pelatih Benny Dollo Mundur, diikuti Mayoritas Pahlawan AREMA
yang membawa AREMA menjadi Juara Copa : Firman Utina, Leo Soputan,
Aris Budi, Kurnia Sandi, Warsidi, Marthen Tao, Andela Atangana,
Franco Hita, Zaenuri, El capitano I Putu Gede dan Erol Iba.
Pelatih Baru didatangkan dari Ceko : Miroslav Janu didampingi mantan
asistennhya di PSM Toni Ho, pemain2 baru didatangkan : Ponaryo, Elie
Aiboy, Zaenal Ikhwan, Pato Morales, Bruno, Hendro Kartiko dll.
Di bawah Miroslav Janu prestasi AREMA selama 1/2 musim terpuruk di
Ligina Wil. Timur (Posisi 9) dan secara tragis Tersingkir di 32 Besar
Copa oleh Persekabpas.

PRESTASI MENONJOL :

- Juara Galatama 1992/1993

- Runner Up Piala Liga 1992

- Juara Divisi 1 Liga Indonesia 2004

- Juara COPA Indonesia 2005 ( berhak berlaga di Liga Champion Asia )

- Juara COPA Indonesia 2006 (berhak tampil di Liga Champions Asia)

Prestasi Lainnya dihitung mulai bergulirnya Liga Indonesia :

Liga Indonesia 1994/1995 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Timur

Liga Indonesia 1995/1996 : Peringkat 12 Divisi Utama Wilayah Timur

Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Barat

Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Barat
(Liga dihentikan)

Liga Indonesia 1998/1999 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Tengah

Liga Indonesia 1999/2000 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup
Timur)

Liga Indonesia 2001 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 3 Grup Timur)

Liga Indonesia 2002 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)

Liga Indonesia 2003 : Peringkat 17 Divisi Utama (Degradasi)

Liga Indonesia 2004 : Juara Divisi I (Promosi Divisi Utama)

Liga Indonesia 2005 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)

Liga Indonesia 2006 : 8 Besar Divisi Utama (Capolista Grup
Barat)
Oleh tekan mailist ker, ayo slalu dukung ongis nade...
enclaim
waduh mas tulisane gede ne... gak salah kamar ta cak ? jane nang sport iki informasine
punya duit ga?
Bravo AREMA
cboy
squad 2008 lebih dahsyat dengan didukung pelatih berpengalaman, pemain senior berpengalaman dan pemain muda yang mulai matang
syurmi
kalau dwi kirun tuh sekarang dimana yah?
zakers
nice postt ..... dudu ndek sprot ndek kene ae sam ... wong isine semacam lounge kan ... bisa di discuss apa atau pemain siapa saja yang anda kenang ..,. disukai atau di benci ....














start from now....
onil_cool
hidup arema

arema jiwaku

kalah atau menag aku selalu mendukungmu

satu hati arema

hidup aremania
singo edan
terus berjaya
jangan pernah menyerah

hidup singo edan

tetap jadi sporter fanatik yang sopan

hancurkan persik

habisi lawan2 mu

tetap jadi singo ku
pitik_9
lengkap tenan infoe......
iso d kliping iki... Applause.gif Applause.gif ImNotWorthy.gif ImNotWorthy.gif
Milun
Waduh ker ... suwe gak nyambangi ndik kene.
Eh .... humase arema iku (m taufan) iku konco jaman lawas, lek sinau ndik omahe, lek wis mari ndelok nang beskop ndulek. Embuh sak iki bolo-2 nang endi kabeh, wis podo mencelat kabeh. Aku dewe jarang moleh, mek oleh kabar tekan milis e kera-kera ngalam.
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.