Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Kerajaan Majapahit!!
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
Pages: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
last_virgin
@agen pitu
wow...ampe di upload silsilah'na
mantap
gw baca dari pertama, tapi jujur aja gw ga ngerti sejarah
ya jadi kayak ai aja deh
duduk dan menyimak
silahkan di teruskan diskusi'na ya
hihihihih..........BigGrin.gif
Milanist
Maaf sebelumnya.......
aku cuma mau ngasi tau klo silsilah yang dibuat itu salah
aku punya buku yang menjelaskan silsilah itu.
aku juga mau bilang klo kerajaan majapahit kerajaan kecil
di besar besarkan agar si penulis terlepas dari hukuman mati sang raja.
dan si Moh. Yamin yang memberikan klarifikasi dalam pelajaran sejarah nasional bahwa kerajaan majapahit sebagai kerajaan besar.
double O seven


Namanya jg sejarah Dunia, semuanya hanya berdasarkan penelitian. krn di dunia ini tidak ada seorangpun yg tahu tentang kebenarannya, selain Tuhan Yang Maha Tau dan orang yg mengalami nya sendiri.

tapi saya sangat kecewa dengan komentar @Milanist, krn hnya bisa bicara begini : TalkingEarOff.gif
QUOTE(Milanist @ Jul 31 2007, 03:02 PM) [snapback]532778[/snapback]
Maaf sebelumnya.......
aku cuma mau ngasi tau klo silsilah yang dibuat itu salah
aku punya buku yang menjelaskan silsilah itu.
aku juga mau bilang klo kerajaan majapahit kerajaan kecil
di besar besarkan agar si penulis terlepas dari hukuman mati sang raja.
dan si Moh. Yamin yang memberikan klarifikasi dalam pelajaran sejarah nasional bahwa kerajaan majapahit sebagai kerajaan besar.


kl mau berdebat itu harus ada bukti dan penjelasan, bukan hny "asal ini salah itu salah", lah kalo salah semua yg bener mana donk? Waiting.gif

karena sejarah apapun bisa berubah yang penting ada bukti dan penjelasan yg masuk akal dan diterima oleh org bnyk.
yuk posting yg lebih bermutu dan tunjukin bahwa kita punya bukti otentik dan analisa. Peace.gif
mangga
tadinya gue paling males sejarah... tapi baca diskusi ini dari awal jadi penasaran pendapat mana yang akhirnya nanti jadi mendekati benar yach?
Cassa
@milanist, @rada pesong, @ntahapaaja... please yah bro ente klo mau berdebat tolong di tunjukkan bukti ataupun fakta yang bisa ente pertanggung jawabkan.. ane lihat ente bertiga dari tempat yang sama (di lihat dari IP ente). apa ente malu kalah berdebat sampe" bikin nick kloningan segala???

tujuan dibukanya forum sejarah ini biar kita semua tahu seperti apa sejarah" jaman dahulu. dari SD sampe sekarang kita pasti pernah mendapat pelajaran sejarah. dan kita tahu sejarah yang kita bahas disini bagaimana.. jadi kalau ente mau membelokkan sejarah tolong kasih tau sumbernya yang jelas. jangan asal ngomong "kata dosen" & bla.. bla.. bla.. yang gak jelas gitu. tolong berikan buktinya yang jelas biar kita semua isa tahu & berpikir sbenarnya sejarah yang telah kita pelajari dulu itu relevan apa gak..

trus tujuan ente buat kloning sampe 3 ekor itu buat apa??? untuk membenarkan pendapat ente yg mungkin kurang kebenarannya itu??? tolonglah bro kalau bicara itu disertai dengan fakta yang jelas.. jangan hanya dari pemikiran ente ama dosen ente aja. apa jangan" ente hanya mau membuat sensai aja???

sekali lagi tolong berikan bukti" yang telah ente sampaikan itu (mungkin berupa scan dri buku yg ente baca atau apalah). kalau ente ndak isa membuktikannya berarti ente hanya bermulut besar saja... Peace.gif

NB: besok" lagi jangan bikin sampe 3 nick gitu hanya untuk membenarkan pendapat ente.. kesannya seperti pecundang... Peace.gif
Heil Cяew
ow.. ternyata kloningan yah.. LMAO.gif

makasih cass.. ga nyangka juga nih.. karena ga mampu debat malah pake kloningan.. cape deh.. haha.gif
RaDa PesoNg!!
@cassanova

QUOTE
@milanist, @rada pesong, @ntahapaaja... please yah bro ente klo mau berdebat tolong di tunjukkan bukti ataupun fakta yang bisa ente pertanggung jawabkan.. ane lihat ente bertiga dari tempat yang sama (di lihat dari IP ente). apa ente malu kalah berdebat sampe" bikin nick kloningan segala???


wew jangan bawa2 nama w donk!! w kan ngak ikut jawab!!!! lu mao w santet nanti???(dukun mode : on)
Heil Cяew
@atas: wah kenapa jadi ente yang ngga mutu gitu sih ngomongnya? katanya mahasiswa sejarah? Whistle.gif

kualitas mahasiswa sejarah kaya begini yaa? haha.gif

kacian deh Indonesia kalo mahasiswa sejarah aja kaya begini.. aw aw~ LMAO.gif

ini buktinya kalo tiga nick dibawah adalah orang yang sama.. HeHe.gif

Cassa
QUOTE(RaDa PesoNg!! @ Jul 31 2007, 06:52 PM) [snapback]533287[/snapback]
@cassanova

QUOTE
@milanist, @rada pesong, @ntahapaaja... please yah bro ente klo mau berdebat tolong di tunjukkan bukti ataupun fakta yang bisa ente pertanggung jawabkan.. ane lihat ente bertiga dari tempat yang sama (di lihat dari IP ente). apa ente malu kalah berdebat sampe" bikin nick kloningan segala???


wew jangan bawa2 nama w donk!! w kan ngak ikut jawab!!!! lu mao w santet nanti???(dukun mode : on)


no offense bro... tapi diliat kenyataannya emang gtu. titip salam yee buat @ntahapaaja.. LOL.gif kalau mau berdebat tuh jangan tanggung".. masa mau membenarkan pendapat pake nyuruh orang lain segala... haha.gif

ok lanjut lagi diskusi n debatnya.. Peace.gif
BRookLyN
waoooo makin hot topicnya...
berhubung gw ga ngerti banyak ttg sejarah
ya jadi kayak ai ama lv aja deh
duduk dan menyimak
Sir Bilungakoe
Shocked.gif beneran nih mereka pake KLONINGAN .... berarti mereka punya ajian mecah raga ya .... harusnya posting di Paranoid bukan di Sejarah haha.gif LMAO.gif Just Kidding.gif
RaDa PesoNg!!
wew!! berarti si milanist maen di medan juga y?

maklum aja orang di warnet ini ada 150 kompi!!!!
RaDa PesoNg!!
si @ntah ntar gue cari.(bikin malu orang medan aja ni!!!) tapi agak susah bro!!

bisa kasi tau IPnya ngak? agar w tau dia sering duduk di kompi berapa?
enclaim
back to topic pleaseee..............

anyway masalah kloningan ato kagak... kan udah dijelasin ,ane jugah awal ketawe liat nya.. tp kalo warnet sih emang gak bisa dipungkiri..
enclaim
INi sedikit narasi ttg PERANG BUBAT menurut

Kidung Sundayana
Tersebut negara Majapahit dengan raja Hayam Wuruk, putra perkasa kesayangan seluruh rakyat, konon ceritanya penjelmaan dewa Kama, berbudi luhur, arif bijaksana, tetapi juga bagaikan singa dalam peperangan. Inilah raja terbesar di seluruh Jawa bergelar Rajasanagara. Daerah taklukannya sampai Papua dan menjadi sanjungan empu Prapanca dalam Negarakertagama. Makmur negaranya, kondang kemana-mana. Namun sang raja belum kawin rupanya. Mengapa demikian ? Ternyata belum dijumpai seorang permaisuri. Konon ceritanya, ia menginginkan isteri yang bisa dihormati dan dicintai rakyat dan kebanggaan raja Majapahit. Dalam pencarian seorang calon permaisuri inilah terdengar khabar putri Sunda nan cantik jelita yang mengawali dari Kidung Sundayana.

Apakah arti kehormatan dan keharuman sang raja yang bertumpuk dipundaknya, seluruh Nusantara sujud di hadapannya. Tetapi engkau satu, jiwanya yang senantiasa menjerit meminta pada yang kuasa akan kehadiran jodohnya. Terdengarlah khabar bahwa ada raja Sunda (Kerajaan Kahuripan) yang memiliki putri nan cantik rupawan dengan nama Diah Pitaloka Citrasemi.

Setelah selesai musyawarah sang raja Hayam Wuruk mengutus untuk meminang putri Sunda tersebut melalui perantara yang bernama tuan Anepaken, utusan sang raja tiba di kerajaan Sunda. Setelah lamaran diterima, direstuilah putrinya untuk di pinang sang prabu Hayam Wuruk. Ratusan rakyat menghantar sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai, tapi tiba-tiba dilihatnya laut berwarna merah bagaikan darah. Ini diartikan tanda-tanda buruk bahwa diperkirakan putri raja ini tidak akan kembali lagi ke tanah airnya. Tanda ini tidak dihiraukan, dengan tetap berprasangka baik kepada raja tanah Jawa yang akan menjadi menantunya.

Sepuluh hari telah berlalu sampailah di desa Bubat, yaitu tempat penyambutan dari kerajaan Majapahit bertemu. Semuanya bergembira kecuali Gajahmada, yang berkeberatan menyambut putri raja Kahuripan tersebut, dimana ia menganggap putri tersebut akan "dihadiahkan" kepada sang raja. Sedangkan dari pihak kerajaan Sunda, putri tersebut akan "di pinang" oleh sang raja. Dalam dialog antara utusan dari kerajaan Sunda dengan patih Gajahmada, terjadi saling ketersinggungan dan berakibat terjadinya sesuatu peperangan besar antara keduanya sampai terbunuhnya raja Sunda dan putri Diah Pitaloka oleh karena bunuh diri. Setelah selesai pertempuran, datanglah sang Hayam Wuruk yang mendapati calon pinangannya telah meninggal, sehingga sang raja tak dapat menanggung kepedihan hatinya, yang tak lama kemudian akhirnya mangkat. Demikian inti Kidung.

brenk
pusing dah, but gua musti blajar lagi nih..
situ_ok?
hmm..?

asik ada yang bertengkar BigGrin.gif ... eh berdebat dink HeHe.gif

mari kita ikuti

nonton mode on
antibrowsing
hebat nih majapahit taklukannya sampe papua, kalo gitu majapahit bisa dong di kategorikan kerajaan penjajah juga
williamzblue
he..he..he..
makin rame aja..

sedikit nambah, awal dari berdirinya majapahit tidak lepas dari peristiwa pengiriman pasukan cina yg membalas perlakuan raja kertanegara terhadap utusan mongol. disini ada kejadian menarik dimana koalisi antara raden wijaya dengan pasukan mongol berakhir dengan pertumpahan darah, akan tetapi tidak ada data signifikan tentang perpecahan itu. kadang dalam dunia politis terjadi perselisihan hanya karena hal yg sepele.

Akan tetapi dengan adanya kedatangan tentara mongol dengan kapalnya (jung?)melengkapi khasanah teknologi kapal majapahit. Hal ini bukan berarti baru kali itu majapahit mengenal teknologi perkapalan, bahkan jauh jauh hari seperti terlihat di candi borobudur kita sudah mengenal teknologi kapal.

Dengan demikian memungkinkan majapahit menjadi negara maritim.

Ada sejumlah data yg perlu dikaji tentang karakteristik orang majapahit, yg mungkin masih dapat dikenali dengan tipikal kultur dari orang jawa timur saat ini, yg jelas sangat jauh berbeda dengan karakteristik JAWA yg notabene adalah hasil perubahan beratus ratus tahun akibat penjajahan, yg lebih cenderung feodal dan hipokrit(?) Orang jawa sekarang bukan orang jawa? perlu kita pertanyakan!

Dari sejarah perkembangan majapahit tidak ditemukan pola penjajahan, kekerasan yg signifikan, tidak seperti pada pola perkembangan kekuasaan jenghiskhan maupun kubilaikhan.

Pada masa majapahit tidak diketemukan adanya peninggalan yg bersifat spektakuler sebagaimana candi borobudur, yg jelas jelas eksis, hal itu dikarenakan pola majapahit lebih cenderung ekspansif (penjajah?). bahkan pada jenis senjata, dikenal adanya empu supo yg ahli dalam bidang perkerisan yg nama besarnya belum bisa ditandingi oleh era era sebelumnya maupun sesudahnya, bahkan hingga hari ini kita sebagai bangsa Indonesia harus malu terutama mengenai masalah teknologi metalurgi, yg konon saat itu sudah luar biasa.

Memang perlu dikaji lagi, mengapa majapahit tidak mengadakan konfrontasi dengan jawa barat, baik dalam skala kecil maupun dalam sekala besar. Ataukah itu membuktikan bahwa majapahit bukan perampok atau penjajah. disisi lain dalam analisa strategi militer, apabila terjadi permusuhan dengan jawa barat jelas itu membahayakan keselamatan majapahit dalam melakukan kampanye ke penjuru arah, karena dalam kata lain kekuatan majapahit di dalam negeri jelas berkurang. akan tetapi tidak pernah ada masalah serius dengan kerajaan sunda. Itu membuktikan bahwa tidak ada permusuhan yg mendasar antara dua negara. Namun apabila terjadi peristiwa perang bubat, menurut hemat saya itu terjadi karena kasuistik yg malah saat ini menimbulkan perdebatan konyol dengan melupakan relevansi sejarah jangka panjang.

terlepas dari semua itu, KEBESARAN SUATU HAL (orang, bangsa, atau apapun) pasti meninggalkan BEKAS! Dan hanya orang orang yg sirik (orang kerdil) yg tidak mampu menunjukkan kebesarannya selalu mendeskreditkan kebesaran suatu hal hanya dengan opini dan kata kata. Bukan dengan BUKTI!

Dan jangan lupa kebesaran sejarah indonesia sesungguhnya bukan hanya majapahit, di sumatera ada kerajaan sriwijaya yg juga perlu kita ambil pelajarannya. Kedua kerajaan ini sama sama memiliki rasa toleransi.

mengenai perpindahan kekuasaan dari majapahit ke demak menurut hemat saya ada hubungannya dengan peristiwa perselisihan antara WALI sunan kudus dan sunan kalijogo? Hal itu sedang dilacak dari para keturunan kedua pihak itu. Itulah mengapa sunan kalijogo sebagai arsitek perpindahan majapahit ke demak berkeras hati lebih memilih sultan pajang yg notabene kalangan dalam majapahit daripada ario penangsang. dari data yg saya kumpulkan hal itu sebenarnya terkait dengan peristiwa perpindahan kekuasaan majapahit ke demak.

duh capee..

KEBESARAN diwujudkan dengan karya dan bukti, kekerdilan ditunjukan dengan mempertanyakannya!


frencleghorn

ya gimanapun raden wijaya sendiri adalah orang sunda jadi pas dah kalo anak turun dia si brawijaya 1 pengen ambil putri dari sunda alias kumpulin balung tua istilahnya walau akhirnya berantakan ide dia.
frencleghorn


cak... sampean kan asli TROWULAN..
bisa ceritain UMPAK RACUN [sendang darah/sumur darah di trowulan gak..]
katanya masuuk situs itu ajah ada larangan macam2....
[/quote]=============


kalo aku sih tahu sumur upas-sumur beracun dekat pendopo agung trowulandan candi kedaton,sendang darah aku baru tahu sih........

gak ada yg tahu apa fungsi sumur upas yang konon ditutup dinding beton atasnya oleh belanda
namun saya pernah masuk ke lubang pertapaan yg ada di sumur dengan ATURAN saya kudu hadap barat,niat kudu bersih,kalo semua dilanggar gak akan bisa masuk lubang pertapaan,saya gak tahu kenapa bisa begitu btw lubang pertapaan cuman 30cm model parit namun anehnya
orang segede gajah bisa masuk dengan posisi miring hadap ke barat........


banyak orang jawa lama kejawen,hindu,budha yg sering nyepi di sumur upas.kalo larangan ya
itu tadi asal sopan santun dan kalo mau masuk tempat pertapaan kudu pake syarat.
explore
Seandainya kita bisa kembali ke jaman dulu, tentu kita akan melihat dan mengetahui sejarah yang sesungguhnya. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengetahui dan mengerti tentang sejarah bangsa ini,bukannya diputarbalikkan..agar anak cucu kita dikemudian hari bisa tau dengan sejarah bangsa ini. Mohon maaf bila ada kata2 yang salah maupun menyinggung,thanks
jaka_horny
mohon maaf sebelumnya... saya ini orang baru yang masih mengenyam pendidikan di jurusan Arkeologi UI smile.gif

saya senang sekali melihat tingginya animo BFers tentang sejarah bangsa ini, terutama Majapahit...
sekedar sharing ajah...
Dari segi Arkeologis ada beberapa tingkatan keakuratan dan keabsahan sebuah sumber sejarah, yaitu:
1. Fitur/Situs -> Peninggalan searah yang diam di suatu tempat, jadi gak bisa diangkat2, contoh: candi
2. Artefak, yaitu peninggalan manusia yang bisa dibawa/dipindahkan, artefak juga dibagi dua yaitu tertulis dan tidak tertulis.

Nah, dari tingkatan2 diatas dapat dijabarkan bahwa tingkatan akurasi sumber sejarah majapahit adalah sbb:
1. Situs -> Ada di trowulan (berbentuk sebuah kota yang lengkap)
2. Prasasti -> Sebuah pesan/maklumat/pengesahan dari raja. con: Prasasti Kudadu yang dikeluarkan oleh raja Wijaya untuk warga desa Kudadu karena telah melindungi raja Wijaya ketika dikejar-kejar pasukan Gelang-gelang, sehingga desa tersebut bebas dari pajak.
3. Negarakertagama -> sumber tertulis karangan mpu prapanca yang telah diterjemahkan oleh Slamet Mulyono (ada dijual kok), yang sampai saat ini masih dijadikan acuan pembahasan mengenai Majapahit itu sendiri.
4. Pararaton -> (sudah diterjemahkan oleh Slamet Mulyono juga) menjadi sumber kedua setelah Negara kertagama, karena ada beberapa hal yang masih kurang akurat.
5. Surat/catatan negara tetangga
6. Kidung/pupuh

berdasarkan urutan diatas, jadi jelas mana yang lebih patut untuk dijadikan acuan sumber sejarah, meskipun belum menjamin 100% kebenaran sejarah itu sendiri...

Mungkin ini yang membedakan orang sejarah dengan orang arkeologi, kalo sejarah kan meneliti berdasarkan teks sumber tertulis sedangkan arkeologi lebih menitikberatkan pada sumber benda tertinggal yang ada ldi lapangan.

Kembali ke Majapahit...

saya sangat setuju dengan saudara Bulang, memang sejauh ini itulah yang dialami oleh Majapahit...
Majapahit sebagaimana kerajaan atau emporium pada umumnya telah mengalami fase2 seperti yang telah dialami oleh emporium lainnya, yaitu kebangkitan, keemasan dan kemunduran.
Akan tetapi ada banyak sekali versi dan perdebatan diantara para ahli sekalipun soal proses2 tersebut..biarlah hal itu menjadikan sejarah kita 'kaya'...

Mengenai ulasan bahwa majapahit adalah kerajaan rampok beserta sumbernya yang telah disebutkan oleh saudara mahasiswa sejarah tersebut, bfers pasti bisa menilai tingkat keakurasian sumber data tersebut, mungkin karena keterbatasan dan kebodohan saya, saya belum berani untuk menyimpulkan hal-hal yang terdapat diluar data-data yang dihasilkan dari sebuah situs dan sumber tertulisnya yaitu Negarakertagama dan pararaton, diluar itu saya tidak berani komentar.

Seperti contohnya perang Bubat, ada banyak sekali versi, mulai dari yang bilang itu adalah kelalaian dan ketidaksengajaan, versi bahwa itu adalah tipu daya GajahMada u/ menaklukan kerajaan Galuh karena tak ada inisiatif dari Hayam wuruk yang menyebabkan hayam wuruk jatuh sakit dan meninggal, sampai versi yang ekstrim bahwa perang bubat hanyalah karangan belanda u/ mengadu domba jawa dan sunda....hehehe
tapi yang pasti, saat ini arkeologi sendiri sedang berupaya keras mencari dimana lapangan bubat yang sebenarnya? banyak versi lagi tapi lapangan tempat teradinya perang bubat (kalaupun ada) pasti cuma ada satu, bukan?

Sekian dulu ulasan dari saya yang masih penuh kekurangan ini, mohon tambahan, masukan dan kritikan untuk saling memperkaya kita semua...

untuk para pecinta arkeologi indonesia, bs kontak saya di
gw_tantris@yahoo.co.id

wassalam
enclaim
@jaka_horny
welcome brother.... ditunggu partisipasinya ya...
kalo bisa bawa dong literatur sejarah kerajaan2 kuno tanah air selain majapahit jugah supaya kita bisa lebih paham dan mengerti sejarahnya berdasarkan ilmu sejarah dan arkeologi...
jaka_horny
boleh-boleh...

tapi kalo bicara soal sejarah itu seperti menelusuri jalan tak berujung...sa'elah!
pasti ada cacatnya, gak ada yang 100% akurat...

Lebih baik kita ambil hikmah positifnya aja dari suatu peristiwa sejarah...

Seharusnya Indonesia adi seperti majapahit dari aspek kerukunan umat beragama...
Walaupun dari aspek politik majapahit sering bergolak dan gonta-ganti raja, tapi dari segi kehidupan beragama sangat rukun,
hal ini dibuktikan dari adanya Candi Jawi, yaitu perpaduan antara Hindu dan Buddha, sebab badan candi kebawah berunsur hindu (ada nadi, ganeca, durga, siwa guru, dll) sedangkan puncak candi berunsur buddha (sunyata).
Menurut sumber negarakertagama, pada tahun candrasengkala atau tahun Api Memanah Hari (1253 Saka) candi itu disambar petir sehingga MahaAksobhya yang ada diatap candi hancur, hal ini dianggap bahwa buddha bersifat kosong/sunyata/tidak ada apa-apa.
Lokasi:
Des. Candiwate, Kec. Prigen, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
Kordinat GPS:
S7.662660 - E112.669920
Altitude:
300 m

Masuknya Islam pasca Majapahit pun tanpa peperangan, hanya karena masih adanya sistem kasta dan rakyat sudah bosan dengan peperangan, datanglah Islam sehingga mudah diterima oleh masyarakat dan para pejabat yang sudah lelah...

Oleh karena itu, marilah kita contoh keharmonisasian dalam hidup beragama seperti halnya Majapahit pada masa silam, jangan yang dibahas perangnya terus Tounge.gif hehehehe...

wassalam
jeda
QUOTE
setalah saya membahas kembali, MEmang dalam hal ini saya salah. memang betul kitab sutasoma itu empu tantular yg buat.!! saya mohon maaf. mungkin gara2 pas nulis lagi bad mood ni!! sory y!!


waduh bang, kl lg bad mood mah mendingan nulis diari .....

bdw...ni topic jd ruame berkat Anda dan yg pasti enlightment bwt sy trutama yang butek akan masalah sejarah....

sayang kita tidak hidup di jaman itu,,manuskrip, kitab, situs, prasasti hanya buatan manusia .....

kita kan hidup di ranah abu2....


Applause.gif BFamers indonesia.gif
vovox
jaka_horny wrote tapi kalo bicara soal sejarah itu seperti menelusuri jalan tak berujung...sa'elah!
pasti ada cacatnya, gak ada yang 100% akurat...
Lebih baik kita ambil hikmah positifnya aja dari suatu peristiwa sejarah...

setuju bro... sejarah adalah lautan kemungkinan tapi yang jelas kita harus bisa mengambil sesuatu dari sana. masalahnya tidak harus melulu obyektifitas atau apa yang terjadi sebenarnya.

yang menarik bagiku adalah mengapa pengetahuan kita tentang majapahit (paling tidak yang bertahan di wacana publik) adalah majapahit yang menaklukkan nusantara dengan berperang? seperti yang dikatakankan oleh sir bilungakoe bahwa Majapahit melakukan hegemoni politik (dan menurutku perdagangan) sehingga penaklukkan ini menjadi mungkin dalam keterbatasan transportasi dan komunikasi. namun bayangan perang besar dengan angkatan bersenjata yang besar sangat menggangguku karena jaman itu belum ada tentara profesional, walaupun alexander dan julius membuktikan bahwa tanpa tentara profesionalpun mereka bisa menaklukkan dunia.
tapi ada perbedaan mendasar antara alexander, julius, napoleon dengan gajah mada. Mereka di eropa memahami politik dari teritorial dan populasi. polis di yunani memiliki batas teritorial yang jelas, sedangkan di Asia (kecuali Jepang) kekuatan politik tidak diukur dari teritorial tapi hanya berdasarkan populasi (inilah yang membuat diponegoro marah ketika belanda mulai mematoki tanah). Konsep teritorial dikenal oleh bangsa asia setelah masuknya kolonialisme eropa. Kita di Asia menggunakan sistem prebendal yaitu sistem kekerabatan atau batih untuk mengikat tribal-tribal di bawah sebuah kekuasaan politik. makanya poligami menjadi wajar di asia.
Strategi gajah mada menurutku lebih mirip strategi ceng ho, kasim yang diangkat menjadi laksamana cina untuk mengumpulkan upeti demi membangun kota terlarang di Beijing. Ceng Ho membuat 1000 kapal dengan satu kapal komando yang ukurannya tak terbayangkan oleh manusia di jaman itu. mereka hanya besandar di pantai tanpa menyerang (karena bayangkan anda berdiri di pantai dan yang anda lihat di sepanjang horison adalah kapal cina semata). Ceng ho memaksa dengan diplomasi dan rayuan para putri cina yang ia bawa agar para raja menyerahkan upeti atau mau mengawini salah satu putri sebagai tanda penyerahan diri. Raja Kenya atau Ethiopia (aku lupa) bahkan menghadiahkan jerapah yang baru pertama kali dilihat oleh orang cina. Upeti dan Perkawinan adalah bentuk penyerahan, dan bukan penguasaan teritorial. jadi menurutku strategi ini pula yang digunakan oleh Gajah mada sebagai strategi utama dalam menaklukkan nusantara.
Walaupun perang pasti terjadi namun perang digunakan untuk mendukung pemberontakan di negara yang rajanya enggan menyerahkan diri ke majapahit, termasuk mungkin di dalam hikayat hang tuah.

well itu semua cuma kemungkinan tanpa hard fact, pararunten ya......




fuRy
Work Offline ahhhh...
Panjang beneeeerrr....

Seep bangeeet nih discuss-na (icon keplokČ)
Ingetin Pi klu dah ada update-nya lagi ye...
abobor
dr page ptama ampe page yg bikin mata gw pedih, ga da yg sia2 berguna banget bg gw.
kalo gw betul sech sejarah kan pengalaman bagus buat kita tuk palajaran ke hari esok,
so semakin unjuk argumen dan bukti yang lebih nyata, lebih akurat dan mungkin juga lebih logic.

dari apa yg saya pelajari dari sejarah, saya msh punya anggapan, mungkin kita harus lebih memperbanyak tulisan - tulisan pribadi
marchendise pribadi, ato apa aja deh! yang mengandung tentang pribadi kita secara lengkap. sehingga kamu akan di kenang sepanjang masa.

saya orang baru, maaf jika keliru, jika berkenan kasih revisi dong!

para sesepuhnya BF............ Praying.gif ampun bang!

terima kasih banyak ini yang bersusah2 nulis n postnya, saya jadi mudah bacanya n tambah ilmu....trims bro...
evoluthu
wah joko horny jangan2 dozen = =! (sistematis banget Tounge.gif~)

bung joko...tolong donk diceritain tentang yang berhubungan dengan majapahit.
mungkin tentang aspek teknologi armada perangnya. atau filosofinya....Thx
jaka_horny
@ evoluthu

walah, boro-boro dosen, jadi mahasiswa aja masih ijo banget Tounge.gif
masih banyak kawan2 yang lebih ahli dari saya kok... hehehe

Kalau tentang teknologi perangnya, saya sendiri masih belum paham, karena sedikit sumber2 sejarah yang menjelaskan tentang peperangan, kecuali yang sifatnya ekspedisi atau penjelajahan, contohnya perjalanan hayam wuruk keliling jawa timur yang diabadikan dalam Negarakertagama (artinya desa-desa).
Tapi yang menarik, teknologi pengairan di majapahit sudah sangat maju loh... coba bayangkan pipa peralon tapi terbuat dari tembikar smile.gif
Sampe-sampe salah satu dosen saya pernah mengangkat sistem perairan di Trowulan sebagai skripsinya.. saya sampe bingung aja jaman dulu masyarakatnya sudah berpikir maju, dan gak ada ceritanya kalo majapahit pernah kebanjiran loh...hehe...
ini sumbernya:
"tersebut keajaiban kota: tembok batu merah, tebal, tinggi, mengitari pura. Pintu barat bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan luas, BERSABUK PARIT. Pohon Brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk anek ragam. Disitulah tempat tunggu para tanda terus menerus meronda, jaga paseban"
Negarakrtagama pupuh VIII;I

Oh iya, ada cerita lucu nih...
katanya, berdasarkan laporan negara tetangga, Majapahit negara yang kaya, makmur, dll...
itu karena ketika mereka dijamu pada pesta di atas kolam Segaran, Raja serta seluruh punggawa Majapahit setelah selesai makan melemparkan piring-piring makannya yang terbuat dari emas ke dalam kolam.
Tamu-tamu tetangga lalu berdecak kagum...
Akan tetapi, ketika dilakukan ekskavasi di kolam Segaran ternyata tidak ditemukan barang sebiji emas pun.
kemanakah peralatan emas tersebut?
Ternyata di bawah kolam segaran dipasang jala-jala yang sangat besar, untuk menampung emas-emas yang dibuang tersebut...dan setelah tamu-tamu kerajaan lain pulang, maka jala-ala tersebut ditarik dan ala-alat makan emas tersebut dibersihkan untuk kemudian dipakai lagi Tounge.gif

jadi, apakah Majapahit kerajaan yang kaya dan makmur?
kembali pada penilaian saudara masing-masing...



wassalam
sportyboy
hebatt
banget
frencleghorn
ya begitulah kerajaan mojopahit dalam menjamu tamunya.lempar piring sendok emas ke dalam kolam segaran supaya dikira kerajaannya WAH...........KAYA...SUPER,di bawah kolam udah dipasang jaring jadi begitu tamu udah pergi jaring diangkat,horeeeeeee dapat deh piring emas......

kebetulan saya tinggal gak jauh dari trowulan situs jadi sering iseng tanya ke sana sini,dan sebagai tambahan kolam segaran juga digunakan sebagai tandon air irigasi sawah dan kolam segaran yang luas ini bukan cuman ada 1 di wilayah kota praja ,di sebelah selatan juga ada kolam serupa.

dan untuk sekarang ini pihak arkeology dibantu oleh yayasan dari jepang dalam proyek pemetaan kembali istana mojopahit,juga proyek evakuasi dan terakhir dengar dari temen yayasan dari jepang akan mendatangkan radar gelombang suara untuk mendeteksi bangunan sisa istana di trowulan,tapi ntah berhasil apa gak ya?
jaka_horny
@ frencleghorn

wah, ada orang mojokerto rupanya nih... lam kenal yah...

tahun depan skitar bulan juli gw mau KKL ke sana, kali aja bisa kopdar?? smile.gif

denger-denger warga trowulan tuh masih suka nemuin sejenis tembikar, porselen cina, dll yah kalo lagi gali sumur or apapun yang sifatnya gali tanah??

pernah nemuin sesuatu gak bro?
frencleghorn
QUOTE(jaka_horny @ Aug 23 2007, 12:54 PM) [snapback]571198[/snapback]
@ frencleghorn

wah, ada orang mojokerto rupanya nih... lam kenal yah...

tahun depan skitar bulan juli gw mau KKL ke sana, kali aja bisa kopdar?? smile.gif

denger-denger warga trowulan tuh masih suka nemuin sejenis tembikar, porselen cina, dll yah kalo lagi gali sumur or apapun yang sifatnya gali tanah??

pernah nemuin sesuatu gak bro?

----------------------

silakan ke mojokerto ntar kita tukar pikiran kali saja ada hal2 menarik yang bisa kita bahas bab mojopahit dari segi arkeology or yg lain ya.........

masih banyak kok penduduk yang nemuin tembikar,batu bata bekas pondasi rumah,or saluran air,baru baru ini warga mojosari
nemuin gentong raksasa setinggi hampir 2 meter di galian untuk pondasi menara telkom.

disebelah candi brahu juga ada proyek evakuasi candi gentong yang diduga sebagai tempat pemandian mayat raja hayamwuruk
sebelum jasad beliau di ngaben di candi brahu dan abunya di sebar ke arah tempat suci,banyak kok anak UI yang meneliti disini,sampe ketemu di sini mas.........
rusell2004
Sorry ya saya juga termasuk awam sama masalah sejarah.... tapi saya pernah 2 buah buku... salah satunya adalah buku acuan loe... hikayat hang tuah... memang disitu Hang tuah terkesan hebat banget.... tapi banyak yang nggak masuk akal.... misalnya rentang waktunya... seolah2 Hangtuah berumur sekitar 200 tahun (dari awal berdirinya malaka sampai portugis datang dia masih hidup) ... perhatikan.... namanya juga hikayah... cerita rakyat.... kalau anda baca disitu ada tokoh Hang Lekiu dan Hang lekir... di buku itu seolah2 mereka dua orang yang berbeda.... tapi dikenyataan sejarah itu adalah nama satu orang... harusnya sebagai mahasiswa sejarah anda lebih tahu dari saya.... penyebab Saya membaca buku Hang Tuah pada awalnya untuk mencari sumber cerita masalah perkembangan Silat di nusantara yang konon dikembangkan oleh Hang tuah atau minimal karena pertemuan Hang Tuah dengan Gajah mada.... sehingga majapahit mewajibkan semua prajuritnya belajar silat... tapi di buku itu saya hanya menemukan semua taktik licik Hang Tuah untuk membunuh 2 org pejabat tinggi Majapahit bukan pertarungan jujur... misal mencuri keris dan menikam dari belakang lalu menyirap dsb..dsb... kalau anda benar2 pernah baca buku hikayah hang tuah anda tentu tau keris hang tuah adalah milik pejabat tinggi majapahit yang dicurinya... diakhir kisah hubungan Malaka -Majapahit dalam buku Hikayah Hang Tuah dikisahkan Gajah Mada datang ke Malaka untuk mengambil putra dari raja malaka untuk dijadikan raja Majapahit sebagai pengganti raja Hayam wuruk dikenyataan sejarah kita tahu Gajah mada lebih dahulu meninggal dibanding Hayam Wuruk.... buku kedua saya adalah buku De Graff sejarawan belanda pernah jadi guru besar di UGM dia bilang Hikayah hang Tuah adalah produk sastra bukan sumber sejarah.... dia mencontohkan ternyata perestasi hang tuah yang sebenarnya cuma pernah menaklukan 13 orang di pelabuhan Majapahit ketika mengantar upeti ke Majapahit...dalam perang dia pernah menangis ketakutan di pelukan Hang lekiu...tapi mana tau juga ya saya bukan mahasiswa sejarah.... dan saya hanya sedikit menambahkan masalah Hangtuah itu dari yang saya tau...
jaka_horny
wah... pernah baca bukunya de Graff nih,...

salah satu sumber yang patut diperhitungkan nih, karena acuannya banyak dipakai oleh anak-anak arkeologi, udah gitu dari UGM lagi, tingkat kesahihannya mendekati 95% smile.gif

nah... kalau de graff aja bilang hikayat hang tuah cuman dongeng belaka, bagaimana dengan anda? (yang buat forum ini) smile.gif
Mak Erot
Semua-nya ngawur ....

Baca dulu P-4 ... baru Nulis Whistle.gif Whistle.gif
weroq
sejarah kalo bagi aku sih diliat aja alurnya, ntar keliatan mana yg bisa diterima akal sama mana yg tidak logis
pelaku
offtopic.gif offtopic.gif offtopic.gif offtopic.gif offtopic.gif
mungkin nenek moyang dosen lohhhh pernah diperkosa ama gajah mada kali ya..........
sampek nggawe provokasi kayak gitu............ kasian banget banget deh......................
baca national geograhic..........................klo loh gak ngakuin kurikulum dari indonesia..
jangan marahhhhhhhhhh....... hehehehe smile.gif
echo
pakai sumber yang jelas donk bro,,,
tapi analisis nya juga bole tu,,,,
hehehehe,,,
eddy
waah bang bilung kok berhenti nuliss
bang ntahhh juga...

bang bilung menulis ....
Kalau Ken Arok yang menurunkan Raden Wijaya memang dulunya perampok HeHe.gif
Kalau masalah Raden Wijaya menipu orang Tartar (Mongolia) itu sih bisa dibilang "pengkhianatan" atau "strategi" terserah yang mau mengartikan.

sedikit koreksi bang bilung
bisa dilihat di Silsilah Wangsa Rajasa kalo Ken Arok adalah kakeknya kakek Raden Wijaya...
kalo tidak salah Ken Arok mengulingkan Kertajaya (Raja Daha/Kediri) tahun berapa ak gak tau...

dan saya juga kurang cocok dengan istilah perampok
karena Ken Arok membunuh Tunggul Ametung sang Adipati Tumapel karena sang adipati merupakan kaki tangan Raja yang hanya mengutamakan upeti bagi rajanya dengan menindas rakyatnya, sehingga rakyat Tumapel mengangkatnya menjadi Adipati (lepas dari bagaimana cara Ken Arok yang membunuh sang adipati dengan menggunakan tangan Kebo Ijo).
Kemudian penggulingan raja Kediri oleh Ken Arok pun dengan bantuan Adipati-Adipati di lingkungan kerajaan Kediri yang tidak puas dengan cara raja Kediri memimpin saat itu...
Ken Arok juga menerapkan cara yang berbeda dengan menerapkan sistem persamaan kasta (mengingat dia berasal dari kasta rendahan).
Ken Arok dikenal memiliki cara menang perang tanpa gelar... (menggunakan segala cara tanpa kekerasan)

diambil sedikit-sedikit dari buku Arok Dedes nya Pramodya AT dan dari Sinetron Legenda Ken Arok dan Ken Dedes di TransTV 16Sept2007 malem dan ditambahi sendiri dikit dikit...
salah salah mohon dikoreksi... soalnya ak bukan mahasiswa, dosen apalagi sejarawan hi... hi...
kanzai

3. Dalam hikayat Hang Tuah (sejarah kerajaan malaka di malaysia) menyebut gajah mada sebagai penyamun dan perampok!!
buku ini sudah di akui UNESCO (dosen saya yg bilang. saya sendiri kurang tahu) bahwa buku ini memang bukti OTENTIK tentang perkembangan kerajaan malaka.

Pig.gif Devil.gif Pig.gif Pig.gif Pig.gif

Monnnyeeet ini emang ANTEX Ato Hanjing nya Malaysia...
Bro-Bro...Gw tInggal di tanah Melayu...(sORRY bUKAN mELAYU iNDO)
N gw tau betol-betol Orang MALAYSIA itu BUsuuuk Hati ...Kagak Suka Indo Yang PERKASA
Lo Pikir aja KENAPA ahli SEJARAH kita nggk ada yang BANTAH SOAL INI..

dASAR lO .... Pig.gif Pig.gif Pig.gif Pig.gif....!!!!!!!!!
trefba
gue sependapat dengan Sir B , Klo mau berdebat lakukan dengan smart .
@radapesong coba baca dulu dan renungkan Thread ini dari pastilah dikau mengerti kenapa om crew buat statement seperti itu . Itu menurutku bukan melecehkan tapi justru brain storming supaya si@Ntah konsisten dalam mengeluarkan pendapatnya.
Peace bro
williamzblue
QUOTE(kanzai @ Sep 20 2007, 02:32 PM) [snapback]619337[/snapback]
3. Dalam hikayat Hang Tuah (sejarah kerajaan malaka di malaysia) menyebut gajah mada sebagai penyamun dan perampok!!
buku ini sudah di akui UNESCO (dosen saya yg bilang. saya sendiri kurang tahu) bahwa buku ini memang bukti OTENTIK tentang perkembangan kerajaan malaka.

Pig.gif Devil.gif Pig.gif Pig.gif Pig.gif

Monnnyeeet ini emang ANTEX Ato Hanjing nya Malaysia...
Bro-Bro...Gw tInggal di tanah Melayu...(sORRY bUKAN mELAYU iNDO)
N gw tau betol-betol Orang MALAYSIA itu BUsuuuk Hati ...Kagak Suka Indo Yang PERKASA
Lo Pikir aja KENAPA ahli SEJARAH kita nggk ada yang BANTAH SOAL INI..

dASAR lO .... Pig.gif Pig.gif Pig.gif Pig.gif....!!!!!!!!!


Jangan khawatir, Bro. negara kita negara besar, dalam segala hal, hanya saja saat ini sedang terpuruk dan dikerjain habis habisan, karena khawatir dg kebesaran kita. Percayalah sebentar lagi setelah ada masalah besar kita akan SADAR dan bangkit!

semakin cepat kita SADAR semakin cepat kita BANGKIT.

(kebesaran seseorang akan diuji oleh waktu dan hanya orang orang yg berjiwa kerdil yg mempertanyakan)

karena mereka tidak pernah bisa membuktikan kebesaran mereka!

BANGGALAH KITA DENGAN APA YANG ADA PADA BANGSA KITA! Kita bole saat ini miskin, tapi apapun yang terjadi, namanya anak macan walaupun penyakitan tetap MACAN, kodok meski gembungin tuh perut dan berteriak kenceng kenceng tetep aja KODOK!
CacingGulung
kerajaan padjajaran gak ditaklukan sama majapahit juga ada alasannya.
menurut kepercayaan mereka, moyang orang2 majapahit itu berasal dari padjajaran juga(daerahnya). maka mereka menganggap masih bersaudara tua dengan orang di padjajaran.
maka, ketika hayam wuruk mau menyerang padjajaran, usaha ini ditentang sekali oleh para tetua majapahit.

jadi, bukannya tidak mampu, tapi tidak mau
svnhvn
bener bro, majapahit kalah awu..
CacingGulung
kalo kita baca sumber2 sejarah..
harusnya kita juga sedikit mengerti politik..
kita mesti tahu bahwa setiap kekuatan, pasti ada lawannya.
kalo kitab2 yg ditulis empu2 pro majapahit, ya pasti mengagung2kan majapahit..sedangkan yg kontra pasti ngejelek2in majapahit...
jangan asala percaya sama sesuatu...kita mesti menelisik jauh dulu kedalamnya
svnhvn
itu tanggapan yg sangat bijak bro.
davanta
gw setuju ama pendapat ini.. yang ngga gw ngerti knp masih ada orang2 yg ingin mencari2 "kesalahan" masa lalu untuk di obok2... buat apa?? inget deh sekarang kita satu...buat Sir Bilungakoe tertarik buat buku gajah mada ngga?? cina punya zhang He (Cheng Ho) kita punya Gajah Mada Mahapatih yang menyatukan Nusantara



QUOTE(Sir Bilungakoe @ Jul 19 2007, 01:23 PM) [snapback]510999[/snapback]
@Ntah : Emang kalo lo anak sejarah itu jadi LEGITIMASI bahwa tulisan dan pendapat lo pasti bener? ShameOnYou.gif

Ayo kita pikir lagi bareng :

1. Sumber tentang Majapahit bukan Sutasoma (ditulis oleh mpu Tantular bukan Prapanca). Sumber tentang Majapahit adalah dari Kitab Paraton (dalam bahasa Kawi) tentang Kerajaan Singosari dan Kitab Negarakertagama (ditulis oleh mpu Prapanca). Sutasoma adalah tentang hikayat keagungan raja dari cerita India kuno ... ditulis setelah Prapanca menyelesaikan Negarakertagama (th 1365). Anda salah sumber Peace.gif

2. Sebenarnya memang Majapahit sama sekali tidak berkeinginan menyerang Sunda karena secara keturunan Kedua Ibu Suri Raja Hayam Wuruk (Prabu Putri Gayatri dan Prabu Putri Dyah Wiyatt) adalah keturunan Sunda-Jawa, yaitu dari isteri Lembu Dyah Tal yang adalah orang sunda. Lembu Dyah Tal adalah buyut dari Ken Arok. Maka ketika Gajah Mada menyampaikan proposal tentang penyerbuan Sunda, yang saat itu terbagi menjadi Sunda Galuh dan Sunda Pakuan (dipisahkan Sungai Citarum), maka Hayam Wuruk dan para Ibu Suri keberatan. Gajah Mada tidak pernah dapat ijin untuk menyerbu Kerajaan Sunda karena kekerabatan Majapahit-Sunda. Kecelakaan dan insiden Perang Bubat adalah murni kesalahan politik Gajah Mada.

3. Gajah Mada ketika melakukan penyatuan Nusantara bergelar Mahamantrimukya Mahapatih Majapahit. Dia ada di Ibukota. Yang melakukan penyerbuan lintas laut adalah para perwira tinggi Majapahit dipimpin oleh Laksamana Nala. Jadi kalau memang mau disebut perompak harusnya catatan Hang Tuah menyebut nama Laksamana Nala bukan Gajah Mada. Saya meragukan keakuratan catatan Hang Tuah yang anda kutip.

4. Insiden perang bubat adalah kesalahan tafsir politik Gajah Mada. Seharusnya Kerajaan Sunda Galuh telah siap bergabung dengan Majapahit (seperti bergabungnya Raja Adithyawarman dari Palembang karena kekerabatan Dyah Petak dan Dyah Jingga, yang satu isteri Raden Wijaya pendiri Majapahit, yang lain adalah adiknya dan menurunkan raja-raja Palembang). Raja Linggabuana Wisesa, yang setelah kematiannya meninggalkan nama harum (asilih wangi / silih wangi / siliwangi), telah siap bergabung dengan Raja Hayam Wuruk, tetapi Gajah Mada meminta penyerahan penuh .... sehingga para tamu Sunda, yang siap hadir ke pernikahan Putri Mahkota Dyah Pitaloka dengan Raja Hayam Wuruk marah dan terjadilah insiden Bubat. Raja Sunda Galuh, Permaisuri dan Putri Mahkota beserta para perwira yang mengawal terbantai di Bubat. Oleh hal itu Gajah Mada sempat dicopot dari kedudukan Mahapatih, sampai perdamaian terjadi antara Sunda Galuh dan Majapahit. Benar bahwa sentimen terhadap Gajah Mada berlangsung sangat panjang di tanah Pasundan ..... tetapi itu adalah murni kesalah politik Gajah Mada, bukan Majapahit. Gajah Mada dalam salah satu tafsir sejarah menyadari kesalahan Bubat, dan tidak pernah lagi mengkutik-kutik ide untuk menyerbu Pasundan sekalipun dia dipulihkan menjadi Mahapatih lagi.

4. Kerajaan Islam memang hanya dari wilayah kecil di Demak, tetapi akar Islam telah masuk sejak awal pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Di Ujung Galuh (sekarang Surabaya) telah banyak perkampungan Islam seperti Padukuhan Galing. Selain itu Majapahit banyak mengalami konflik internal. Setelah kematian Hayam Wuruk, kedua saudara tiri Putri Mahkota Kusumawardhani bertempur dengan Pangeran Wirabhumi. Perang itu disebut Paregreg. Perang itu dimenangkan Kusumawardhani tetapi Majapahit sudah terpecah. Tidak ada lagi armada perang yang kuat untuk mengendalikan laut malaka, laut jawa dan hingga ke kalimantan dan sulawesi. Maka satu persatu kerajaan bawahan melepaskan diri, dan Imperium Majapahit hilang.

5. Saya tidak tahu kesimpulan anda yang menyebutkan Kerajaan Majapahit hanya perompak itu didasarkan pada apa ... karena kalau anda melihat Ensiklopedia yang umum seperti Britannica atau yang free seperti Wikipedia ... semuanya melihat kejayaan Kerajaan Majapahit terutama di jaman Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Demikian tanggapan saya. Thanks Peace.gif




This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.