mohon maaf sebelumnya... saya ini orang baru yang masih mengenyam pendidikan di jurusan Arkeologi UI

saya senang sekali melihat tingginya animo BFers tentang sejarah bangsa ini, terutama Majapahit...
sekedar sharing ajah...
Dari segi Arkeologis ada beberapa tingkatan keakuratan dan keabsahan sebuah sumber sejarah, yaitu:
1. Fitur/Situs -> Peninggalan searah yang diam di suatu tempat, jadi gak bisa diangkat2, contoh: candi
2. Artefak, yaitu peninggalan manusia yang bisa dibawa/dipindahkan, artefak juga dibagi dua yaitu tertulis dan tidak tertulis.
Nah, dari tingkatan2 diatas dapat dijabarkan bahwa tingkatan akurasi sumber sejarah majapahit adalah sbb:
1. Situs -> Ada di trowulan (berbentuk sebuah kota yang lengkap)
2. Prasasti -> Sebuah pesan/maklumat/pengesahan dari raja. con: Prasasti Kudadu yang dikeluarkan oleh raja Wijaya untuk warga desa Kudadu karena telah melindungi raja Wijaya ketika dikejar-kejar pasukan Gelang-gelang, sehingga desa tersebut bebas dari pajak.
3. Negarakertagama -> sumber tertulis karangan mpu prapanca yang telah diterjemahkan oleh Slamet Mulyono (ada dijual kok), yang sampai saat ini masih dijadikan acuan pembahasan mengenai Majapahit itu sendiri.
4. Pararaton -> (sudah diterjemahkan oleh Slamet Mulyono juga) menjadi sumber kedua setelah Negara kertagama, karena ada beberapa hal yang masih kurang akurat.
5. Surat/catatan negara tetangga
6. Kidung/pupuh
berdasarkan urutan diatas, jadi jelas mana yang lebih patut untuk dijadikan acuan sumber sejarah, meskipun belum menjamin 100% kebenaran sejarah itu sendiri...
Mungkin ini yang membedakan orang sejarah dengan orang arkeologi, kalo sejarah kan meneliti berdasarkan teks sumber tertulis sedangkan arkeologi lebih menitikberatkan pada sumber benda tertinggal yang ada ldi lapangan.
Kembali ke Majapahit...
saya sangat setuju dengan saudara Bulang, memang sejauh ini itulah yang dialami oleh Majapahit...
Majapahit sebagaimana kerajaan atau emporium pada umumnya telah mengalami fase2 seperti yang telah dialami oleh emporium lainnya, yaitu kebangkitan, keemasan dan kemunduran.
Akan tetapi ada banyak sekali versi dan perdebatan diantara para ahli sekalipun soal proses2 tersebut..biarlah hal itu menjadikan sejarah kita 'kaya'...
Mengenai ulasan bahwa majapahit adalah kerajaan rampok beserta sumbernya yang telah disebutkan oleh saudara mahasiswa sejarah tersebut, bfers pasti bisa menilai tingkat keakurasian sumber data tersebut, mungkin karena keterbatasan dan kebodohan saya, saya belum berani untuk menyimpulkan hal-hal yang terdapat diluar data-data yang dihasilkan dari sebuah situs dan sumber tertulisnya yaitu Negarakertagama dan pararaton, diluar itu saya tidak berani komentar.
Seperti contohnya perang Bubat, ada banyak sekali versi, mulai dari yang bilang itu adalah kelalaian dan ketidaksengajaan, versi bahwa itu adalah tipu daya GajahMada u/ menaklukan kerajaan Galuh karena tak ada inisiatif dari Hayam wuruk yang menyebabkan hayam wuruk jatuh sakit dan meninggal, sampai versi yang ekstrim bahwa perang bubat hanyalah karangan belanda u/ mengadu domba jawa dan sunda....hehehe
tapi yang pasti, saat ini arkeologi sendiri sedang berupaya keras mencari dimana lapangan bubat yang sebenarnya? banyak versi lagi tapi lapangan tempat teradinya perang bubat (kalaupun ada) pasti cuma ada satu, bukan?
Sekian dulu ulasan dari saya yang masih penuh kekurangan ini, mohon tambahan, masukan dan kritikan untuk saling memperkaya kita semua...
untuk para pecinta arkeologi indonesia, bs kontak saya di
gw_tantris@yahoo.co.id
wassalam