@ehmz.....
memang dulu mamasa itu negeri yang sangat indah....
tiap saat saya rindu ke mamasa.....
tapi sekarang aqu menangis melihat negeri itu.....apalagi kota mamasa.....
sawah ladang sudah banyak menghilang digantikan oleh perumahan dan perkantoran pemda.....
tata ruang kota itu tidak beraturan bangunan didirikan secara serampangan......
rumah leluhur saya yang tadinya berada di tengah-tengah sawah.......yang disebut sebagai bamba (pintu air)......
sudah berubah... hanya tinggal sepertiganya saja yang masih berupa sawah....
but no matter what happened i still love mamasa........

coba bro luangkan waktu tuk ke sana...
saya tiap tahun pasti ngunjungin mamasa.......