
Judul Buku: The Innocent rebel: sisi aneh orang jakarta
Penulis: Andre Syahreza
Penerbit: Gagas Media
Jumlah halaman: 221
Apa se menariknya jakarta? Pertanyaan ini, bisa jadi adalah pertanyaan paling bodoh bagi banyak orang. Orang orang itu mungkin akan membalik pertanyaan menjadi,kenapa tidak jakarta? Semuanya menarik! Ya, Jakarta bagi banyak orang, bukan lagi sebuah obyek pertanyaan, melain sudah menjadi satu tema besar dalam hidupnya. Menurut wimar witoelar, jakarta sudah bukan sebuah kota, tapi sebuah pengertian. Dan paling ideal menurutnya adalah kalau kita bisa mengalami segala yang ada di jakarta. Beberapa pengalaman dan kisah orang-orang yang ada di jakarta tersusun dengan manis dalam buku yang sedang diulas ini. Berikut beberapa kutipan dari cerita buku ini.
Tuhan Pilihan
Adalah Yusnita, atau sebut saja nita yang menjadi obyek cerita. Dikisahkan, nita melakukan perubahan yang penting dalam hidupnya dengan berpindah agama, menuruti nuraninya. Bagi banyak orang, berpindah agama itu merupakan suatu persoalan berat. Banyak risko yang harus dihadapi, terutama dari keluarga. Namun ada pula yang menganggapnya seperti ganti baju saja. Agama bagi mereka hanya sekadar cara pandang, setiap orang bebas memilih. Meski bisa dianggap hanya mengubah cara pandang, risiko sosial yang harus ditanggung tidaklah ringan.
"Saya sempat dua tahun dijauhi keluarga,"ujar Yusnita yang adalah karyawati sebuah kafe di wilayah Sudirman.
"ketika saya hendak meninggalkan agama yang dianut oleh keluarga saya secara turin temurun, saya berdoa kepada Tuhan agama saya yang lama dan Tuhan agama yang baru,"kenangnya. "Saya menemukan jawaban bahwa apa pun pilihan saya, harus sesuai dengan hari nurani,"lanjut nita. Yusnita kemudian membulatkan tekad pindah dari satu agama samawi ke agama samawi lainnya.
Manajemen Tidur
Subjudul Manajemen tidur, tidak terdapat dalam buku ini. Ini semata-mata simpulan positive ku sendiri. Judul asli dalam buku ini adalah "Party Animal". Ternyata, bukan hanya alkohol, pekerjaan dan perempuan saja yang bisa menjadi candu. Pesta pun bisa menjadi candu. Kalau pecandu alkohol biasa disebt alkoholik, pecandu pekerjaan disebut workaholik, pecandu pesta tidak disebut sebagai pestaholik, tapi sedikit beda, Party animal! Haha, entah kenapa beda sendiri tapi abaikan saja yang pasti, intinya tentang kecanduan.
Ini cerita tentang seorang party animal yang berprofesi sebagai arsitek yang cukup pintar melakukan manajemen tidur dan dugem. Untuk bekerja, ia butuh limahari kerja (senin-jumat) untuk dugem ia butuh 3 hari (Rabu, Jumat, sabtu). Sepanjang Rabu malam, ia tidak pernah tidur. Kegiatannya berlangsung ke meja kerja sampai ia tidur di kamis malam. kemudian, jumat ia kembali bekerja seperti biasanya, lalu berlanjut dengan dugem sampai pagi berikutnya tanpa tidur. Sepanjang sabtu ia sengaja tidak memberikan waktu tidur untuk tubuhnya. sabtu malam, ia melanjutkan petualangan malamnya sampai ke minggu pagi. Praktis kegiatannya ini menyita 3 hari atau setara dengan 18 jam waktu tidur buat tubuhnya. Apa yang ia lakukan? "saya balas 18 jam tidur di hari minggu,"Ujarnya enteng.
Maka jangan heran kalau orang-orang yang menjumpai dia di klub malam akan melihat matanya sembab karena kurang tidur. Terutama pada malam minggu, puncak ketrampilannya untuk menahan tidur. Ia sengaja memilih pola tidur yang langka begitu demi memuaskan kebutuhan clubbing-nya. menurutnya, kalao sedang berada di klab, ia nyaris lupa dengan waktu. "Pernah satu kali saya masuk ke klub sekitar jam 10 malem. Begitu saya keluar dari klub itu, ternyata sudah jam 9 pagi. Berarti saya didalam sana selama 11 jam,"ujarnya mengenang.
Yah, ada ada saja keluakuan orang yang gila dugem. Disaat jutaan warga jakarta lainnya terlelap, seperti binatang malam, anak-anak gaul ini malah berkeliaran mencari kesenangan. Meski datang ke spot-spot dugem yang sama, setiap party animal ini punya motif yang berbeda-beda kenapa menjadi clubbermania.
Jakarta stress city
Suatu sore, seorang pemuda nekat memanjat lampu jalan di pinggiran Sudirman. Orang-orang menyaksikannya dengan perasaan yang bermacam-macam. Sebagian mungkin takjub, bagaimana pemuda itu bisa memanjat tiang setinggi itu tanpa alat bantu sama sekali kecuali lengannya yang legam. Sebagian lagi mungkin tertawa geli menyaksikan tontonan gratis di sore itu. Sebagian yang lain tak bisa menahan rasa kesal karena si pemanjat bukan saja telah memberi tontonan konyol, tapo ia juga telah menghambat lalu lintas yang membuat kendaraan sepanjang Sudirman macet total.
Si pemuda itu (yang kemudian diketahui bernama marco), apa boleh buat telah menyita perhatian ratusan warga yang kebetulan melintasi Sudirman antara 16.00-18.30. Klakson tak henti-hentinya bergaung diselingi makian tak sabar ingin pulang. Puluhan sepeda motor menepi untuk menyaksikan kejadian dari jarak dekat.
Rumor yang berkembang, pemuda itu berusaha melakukan tindakan bunuh diri. Maka, orang-orang pun betah menonton, menanti adegan tak terduga yang sewaktu-waktu bisa terjadi: saat dimana marco terjun ke tengah jalan raya yang padat.
***
Yo, jakarta adalah sebuah kota dengan banyak dimensi. Segala perniknya disusun melalui begitu banyak pula kisah hidup dan cara orang hidup didalamnya. Andre syahreza, dengan kemampuan menulis feature yang kuat, menuangkan berbagai fenomena jakarta dan orang-orang yang hidup di kota itu. Buku ini, sejatinya adalah sekumpulan tulisan berbentuk feature yang pernah dipublikasikan di majalah Djakarta, dimana Andre Syahreza ini adalah editor-in-chief-nya.
Buku ini di rekomendasikan bagi anda yang membutuhkan inspirasi tentang kegilaan apa yang bisa anda lakukan di jakarta. Banyak orang telah dengan percaya diri menunjukkan diri untuk berperilaku aneh, dan menjadi berita. Jika ingin menjadi berita, jadilah orang aneh!
Oya, jika anda memang tertarik memahami sisi lain jakarta, jangan hanya buku ini yang dibaca. Beberapa buku lain seperti misal Jakarta Undercover, pun, rasanya ga salah dibuka lagi untuk makin paham gimana sih cara menjadi aneh di jakarta itu, dan bagaimana menjadi berita!
Andre Syahreza sendiri adalah berlatar belakang yang cukup kuat dalam dunia tulis. Salah satu alumni Fakultas Sastra Udayana ini, sejak mahasiswa dikenal sangat cool dan dihormati sebagai salah satu aktifis pers kampus yang mumpuni. Dan, tidak mengherankan pencapaian karirnya terhitung lumayan bagus dan tidak melebar jauh dari latarbelakangnya. Sesuatu yang agak kontras sebenarnya jika menengok tulisan-tulisannya yang banyak menyorot tentang "Change Your self". Kalo ketemu, aku akan bilang, "ndre..kenapa ga jadi politikus aja? kan lagi trend? Berubah dunk! Haha"