Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Lomba Kemerdekaan Indonesia - Penulisan Essay
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Community > BlueFame's Lounge > BlueFame News
BlueFame
Lomba Kemerdekaan Indonesia Penulisan Essay BlueFame



Dalam Rangka Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-62 maka diadakan penulisan essay di BlueFame dengan judul:

"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Berikut ini hadiah yang akan diberikan kepada 3 pemenang utama:

Juara Pertama: 1 Kaos BF + Status Elite Member + BF$ 100juta + BF Gold 100juta
Juara Kedua: 1 Kaos BF + Status Elite Member + BF$ 50juta + BF Gold 50juta.
Juara Ketiga: 1 Kaos BF + Status Elite Member + BF$ 25juta + BF Gold 25juta.
Hadiah hiburan: BF$ 10juta + BF Gold 10 juta (diberikan kepada semua partisipan)

Syarat-syarat penulisan essay:

1. Member BlueFame.
2. Minimal 500 kata 4 alinea.
3. Original dalam artian belum pernah dipublikasikan di tempat lain.

Tema acuan dalam pembuatan essay ini adalah:

1. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Membuat Indonesia maju dari segala segi terutama Ekonomi, Politik, dan Militer.
3. Tindakan terhadap gerakan separatisme.

Sistem Penilaian:
Diambil nilai tertinggi kumulatif dari 4 juri yang tersedia di BF.
Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat!

Juri Lomba: Sir Bilungakoe, enclaim, cassanova, dewa cabul

Silahkan kirimkan essay anda via email ke: lomba17agustus@bluefame.net disertai dengan nick anda di BF, cap email paling lambat 17 Agustus 2007.

Pemenang akan diumumkan di BlueFame paling lambat pada 20 Agustus 2007.

Terima kasih.

Atas Nama Rakyat BlueFame

Wakidjan

BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
kutahu

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=42967


Ada pepatah yang sudah tidak asing lagi bagi kuping kita yaitu "Mencegah lebih baik dari pada mengobati." pepatah inilah yang nantinya akan saya terapkan seandainya saya adalah Presidden Republik Indonesia.

Akar dari permasalahan dari bangsa Indonesia adalah banyaknya tindak pidana korupsi. Ini bukan penyederhanaan masalah, tapi karena memang masalah utamanya itu. Korupsi memang bukan satu-satunya faktor yang menjerumuskan suatu negara menjadi negara yang gagal. Korupsi merupakan pintu gerbang utama (main gate) bagi kehancuran suatu negara. Korupsi sebenarnya bukan persoalan yang berkaitan dengan uang. Kerugian (negara) berupa uang adalah akibat dari suatu perbuatan. Korupsi hakikatnya adalah penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang, selingkuh kekuasaan (abuse of power) dan penyalahgunaan kepercayaan dari rakyat (abuse of trust).

Praktik penyalahgunaan kekuasaan yang telah berlangsung lama dan meluas yang sudah mengakar daging hampir di semua instansi pemerintah menyebabkan Indonesia gagal untuk mengantarkan rakyatnya meraih kemakmuran, mencicipi keadilan, dan menikmati ketenteraman. Yang lebih mengerikan, korupsi bukan saja telah merugikan rakyat dan menguras aset negara tapi juga telah menjadi sumber penyakit moral yang endemik. Budaya suap yang sebetulnya merupakan budaya rendah berubah menjadi "hukum kebiasaan birokrasi dan pebisnis".

Budaya suap mengakibatkan rakyat kehilangan gairah untuk berkompetisi secara sehat. Kreativitas dan inovasi tidak lagi menjadi jembatan meraih prestasi dan harga diri. Mencari celah untuk kolusi jauh lebih diminati karena hasilnya lebih pasti. Namun, negara harus menderita kerugian luar biasa karena penghuninya hanya birokrasi yang doyan korupsi dan rakyat yang tidak lagi menghargai arti sebuah prestasi dan kompetisi. Ujungnya, Indonesia pas untuk ditahbiskan sebagai negara yang gagal.

Penyalahgunaan kekuasaan juga telah menyebabkan aparat pertahanan kita yang oleh konstitusi antara lain diberi tugas untuk menjaga keutuhan wilayah nasional menjadi lengah dan lembek. Alih-alih memperkuat diri dengan disiplin yang tinggi dan melengkapi diri dengan persenjataan modern demi kehormatan dan keutuhan ibu pertiwi yang terjadi malah sibuk mengutak-atik jabatan politik yang sebetulnya di luar tugas dan wewenangnya.

Bangsa Indonesia menatap dengan perasaan pilu menyaksikan persenjataan TNI kita compang-camping dan sangat tidak representatif untuk mengamankan wilayah seluas Indonesia ini. Lagi-lagi penyalahgunaan kekuasaan yang menjadi penyebabnya. Akibatnya, Indonesia harus dipermalukan dengan lepasnya Sipadan dan Ligitan dan direpotkan dengan klaim Malaysia atas Blok Ambalat. Sebagai negara besar, jelas Indonesia gagal mempertahankan integritas teritorialnya. Kesimpulan berikutnya, lagi-lagi Indonesia telah gagal sebagai negara.

Kita semua tentu tidak ingin menjadi rakyat dari sebuah negara yang gagal. Kalau begitu, mari kita perangi korupsi. Korupsi meminjam istilah Prof. Muladi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime), karena karakter korupsi yang sangat kriminogin (dapat menjadi sumber kejahatan lain) dan viktimogin (secara potensial dapat merugikan pelbagai dimensi kepentingan. Perlu "keluarbiasaan" untuk setiap langkah memerangi korupsi. Pemerintah harus berkomitmen awal yang cukup bagus dan perlu didukung lewat pengusutan kasus-kasus korupsi yang melibatkan para pejabat negara. Memberi dukungan kepada kelompok-kelompok non-pemerintah yang hendak memajukan Bangsa dan Negara Indonesia.

Tidak ada satu pun negara di dunia ini yang bebas dari perilaku korup. Yang membedakan Indonesia dari negara lain adalah tingkatannya sudah sangat masif dan sudah membudaya. Negara-negara yang keluar sebagai negara sukses adalah mereka yang berhasil menekan budaya korupsinya. Indonesia masih bertahan sebagai negara gagal, karena budaya korupsi masih bertahan.

Dengan menekan dan memangkas habis sekuat tenaga praktik tindak korupsi dapat menjadikan rakyat Indonesia kembali berkompetisi secara jujur dan adil yang dapat membuat pemerintah untung. negara tidak lagi dirugikan oleh para koruptor yang menjadikan keuntungan negara berupa devisa menjadi meningkat dimana nantinya devisa tersebut dapat digunakan untuk pembangunan di segala bidang yang merata di seluruh wilayah Kesatuan Republik Indonesia. Dengan meratanya pembangunan disegala bidang di seluruh Indonesia memiliki efek kepadatan penduduk yang merata dan dapat mencegah timbulnya tindakan separatisme dikarenakan kehidupan yang sudah mencapai taraf sejahtera pada tiap-tiap keluarga. Dan akhirnya mereka akan memiliki pemikiran "Indonesia telah memberikan banyak kepada kami (rakyat Indonesia) apakah yang sudah saya berikan untuk Indonesia."

Pembelanjaan peralatan militer dan pelatihan militer pun bisa lebih optimal. Dan bila perlu mengadakan pelatihan militer bersama dengan negara lain yang juga dapat menjadikan politik luar negri kita untuk mengikat/mengakrabkan hubungan antar negara.

Kita sepakat, sesempurnanya perangkat hukum kalau tidak didukung secara aktif oleh masyarakat dalam membantu pertahanan dan keamanan, maka hukum itu tidak ada artinya.

Sebaik-baiknya hukum yang disempurnakan, termasuk peraturan anti teror, kalau tidak disertai oleh partisipasi masyarakat yang baik dan benar, maka akan gagal. Jadi, jangankan polisi dan tentara, warga negara biasa saja diminta untuk waspada, tentu waspada secara hukum.

Sumber daya nasional yang paling berharga adalah sumber daya manusia (SDM), dan sumber daya yang paling berharga untuk Bangsa Indonesia adalah Warga Negara Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, jenis bangsa, lingkungan adat kedaerahan, dan agama (Bhineka Tunggal Ika).

Sebenarnya yang harus menjaga keutuhan Negara itu adalah seluruh warga negara Indonesia, karena Negara itu milik kita semua bukan milik TNI bukan pula milik politikus apalagi milik tikus. Jadi tidak hanya TNI, siapa saja yang merasa memiliki negara maka wajib untuk menjaganya.

Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ayat (2) menegaskan bahwa usaha pertahanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yaitu bahwa Tentara Nasional Indonesia merupakan kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Negara gagal adalah negara yang berdaulat hanya di atas kertas, secara faktual sama sekali tidak berdaulat. Secara yuridis berdaulat, tapi tidak secara empiris. Tanpa harus berdebat panjang, kasus Ambalat adalah bagian dari potret Indonesia sebagai failed state. Janganlah Pemerintah Indonesia gagal untuk mengamankan doktrin sakral dalam ajaran kedaulatan negara yaitu apa yang oleh para pakar hukum internasional disebut sebagai ketidakbolehan terlanggarnya batas-batas wilayah negara.

Membentuk komisi yang multi-disipliner serta terwakili secara luas guna meninjau peranan, fungsi, dan organisasi polisi dalam struktur politik dan sosial yang tengah timbul, dengan memperhatikan masuknya otonomi daerah, serta menjelaskan peranan penegakan hukum dari badan pemerintahan lainnya. Merombak sistim pendidikan dan pelatihan guna menghasilkan rekrut yang peka terhadap lingkungan sosial yang baru, serta memberi orientasi baru bagi yang sudah berdinas, mendorong pendidikan sarjana dan pasca-sarjana dalam segala bidang. Meninjau kembali sumberdaya manusia, termasuk ketentuan dan persyaratan pekerjaan, serta meningkatkan pengerjaan SDM dan rekrutmen horisontal. Memperbaiki kerjasama para penegakan hukum, terutama kejaksaan dan sistim peradilan, serta dengan angkatan kepolisian negara tetangga.

Penjajahan sangat tidak di setujui oleh Bengsa Indonesia dan ini tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Maka apabila terjadi penjajahan terhadap Bangsa dan Negara Indonesia kita tanpa ragu dan dengan tegas harus melawannya.

Medeka..............!!!!!!!!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Mothing

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=21926


Seandainya saya jadi president republik indonesia.pertama yg akan saya lakukan sesuai dengan tradisi kepresidenan dan meneruskan "adat totokromo" kepresidenan,maka tentunya dengan senang hati saya akan mengajak keluarga dan kerabat saya jalan jalan keluar negri dulu.enggak perlu jauh jauh untuk "lawatan",yg dekat- dekat saja..misalnya ke australia selama 5 hari,lalu ke singapura selama 7 hari setelah itu keliling negara asia.kecuali ke thailand,saya khusus kan untuk "lawatan" pribadi,mengapa?karena saya yakin kepala Negara Thailand akan men"service" saya dengan penuh kebahagian dan suka cita dan yg terpenting adalah service "plus" dari warga negaranya.



Setelah puas saya jalan jalan dan menghabiskan uang rakyat,saya akan kembali ke Negara ini untuk menjalankan program kerja saya,yg pertama mengentaskan kemiskinan. Dengan cara; memotong gaji pegawai negri yg gajinya diatas 4 juta.dan saya akan bangun serta memperbaiki disektor pembangunan usaha kecil menengah misalnya dengan pemberian dana untuk warnet dan pedagang kaki lima.cara kedua adalah dengan mengeluarkan kepres untuk standarisasi gaji karyawan dan pegawai di indonesia.sehingga terjadi pemerataan dimana mana.dan dengan demikian diharapkan nantinya semua warga negara akan memiliki pendapatan.



Program kerja berikutnya adalah dengan pemberian dana untuk pembuatan forum di dunia internet,kenapa?karena diharapkan dengan adanya forum – forum komunitas tersebut persatuan dan kesatuan bangsa semakin erat tanpa memandang usia-jenis kelamin-suku bahkan agama.bahkan kalau perlu,pemerintah sebagai owner bahkan para mentri akan dijadikan sebagai moderator.dengan adanya forum – forum ini diharapkan aspirasi rakyat dapat benar" tersalurkan dan terarahkan.selain itu juga diharapkan dengan adanya forum – forum tersebut angka pengangguran dapat berkurang karena setiap member harus banyak posting apabila mereka ingin berdiskusi langsung dengan presiden dan dapat memanfaatkan semua fasilitas yg disediakan oleh forum.



Melakukan pembubaran segala macam bentuk ormas dan organisasi kepemudaan yg ada dan sebagai gantinya mereka dijadikan member dari forum diatas.kemudian melakukan minimalisasi partai politik yg ada sekarang.seperti pengelompokan partai berdasarkan pancasila,jadi total keseluruhan parpol hanya ada 5 saja sesuai jumlah pancasila.



Dan seperti "totokromo" kepresidenan tentunya saya akan tetap menfasilitasi anak dan kerabat saya.dan segala permasalahan korupsi akan diselesaikan secara kekeluargaan.dan hukum akan tetap diberlakukan sebagaimana baiknya saja.mengenai bidang tecnology dan informasi,saya akan berikan kebebasan yg adil dan bijaksana sesuai dengan peraturan yg berlaku di dunia maya.



Demikian proposal kepresidenan saya berikan.mohon untuk dijadikan pertimbangan nantinya.



Terima kasih dan..merdeka!!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Double O Seven

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=49637


seandainya saya terpilih menjadi presiden Republik Indonesia untuk periode 2009 sampai dengan 2019, adalah yang pertama saya lakukan adalah membentuk bangsa Indonesia baru yang bebas korupsi. Dengan cara membentuk suatu badan yang independen dan dipimpin oleh orang kepercayaan pribadi kemudian melakukan pendekatan dengan orang-orang berpengaruh di Indonesia yang jujur dan anti korupsi termasuk didalam jajaran ABRI dan Polri. Karena memberantas korupsi adalah hal yg paling penting sebelum mebangun bangsa yang kuat disegala bidang, percuma saja bila bangsa ini memiliki sumber devisa yang besar bila hasilnya dikorupsi oleh orang-orang yang tidak memiliki tanggung jawab akan bangsa ini. (Melihat dilapangan lebih dari 60% kekayaan, devisa serta pinjaman hutang negara masuk kedalam kas pribadi para pejabat).

Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia, Langkah pertama adalah membentuk tim anti korupsi yang independen didukung oleh orang-orang bepengaruh dan berkeinginan untuk membentuk Indonesia anti Korupsi. Setelah terbentuk hal selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kekayaan oleh semua pejabat yang pernah menjabat bila terindikasi positif melakukan korupsi, maka diharuskan mengembalikan hasil korupsi tersebut kes kas negara, andai bila pejabat yang bersangkutan menolak maka semua kekayaan akan disita dan hukuman penjara menanti.

Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia, langkah berikutnya adalah melakukan ujian ulang semua pegawai negri termasuk didalam BUMN serta Aparat keamanan bangsa yaitu ABRI dan POLRI sesuai dengan tinggatan dan jabatan. Yang diawasi oleh badan independen yang telah terbentuk. Setelah mendapatkan hasil dari ujian ulang itu tim akan melakukan sortir, yang berprestasi akan naik jabatan dan yang tidak sesuai standart akan di pindahkan sesuai dengan kemampuan atau bila memang terpaksa akan di rumahkan dan diberikan pensiun dini. Karena banyak pegawai negeri dan aparat negara yg tidak memenuhi standart dan banyak sekali saya melihat pegawai negri yang tidak efisien.

Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia, Hal selanjutnya adalah membangun bangsa Indonesia yang Maju dan mampu bersaing dipasar internasional, langkah yang paling tepat adalah dibidang pertanian, kehutanan, kelautan (maritim) dan pariwisata. Dibidang pertanian pemerintah mendirikan pusat-pusat R&D (reset and development) di setiap wilayah Indonesia, hal ini berguna utk mengetahui kecocokan kondisi dimasing-masing wilayah, dengan tanaman yang akan ditanam. Dibidang kehutanan dan kelautan pun sama dibuatkan pusat-pusat penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan antara hasil bumi yang didapat, dengan tidak merusak lingkungan. Dibidang pariwisata, Bali adalah tempat yang paling tepat untuk menjadikan sumber devisa dibidang pariwisata dan membuat tempat perjudian terbesar Asia Tenggara, yang dikelola oleh pemerintah serta tidak menyalahi adat dan tradisi kita sebagai orang timur.

Andai saya terpilih nanti.....
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
The ©®εw

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=2


Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa. Segala bentuk pluralisme dan heterogenitas kesukuan ada disini dan tentu saja kehidupan bangsa Indonesia bergantung kuat kepada persatuan bangsa ini.

Indonesia tentu saja akan menjadi lemah bila persatuan dilemahkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab (provokator) atau bentuk kolonialisme gaya baru dari luar yang bertujuan menghilangkan jatidiri bangsa.

Melihat dari kasus krisis moneter yang berujung dengan rendahnya stabilitas politik bangsa ini serta kemampuan finansial ekonomi kita yang lemah dan juga persatuan bangsa yang nyaris terkoyak dengan lepasnya Timor Timur dari pangkuan ibu pertiwi menyebabkan saya menganalisa bahwa demokrasi bukanlah jalan terbaik yang harus diterima Indonesia.

Demokrasi bebas secara penuh belum bisa dijalankan secara total di Indonesia. Negara ini butuh diktator yang mampu untuk membalikkan keadaan, bukan seorang kepala Negara yang lemah dan menurut saja apa kata negara asing (aka IMF, Bank Dunia, etc) untuk memperbaiki keadaan bangsa kita sendiri.

Demokrasi di Indonesia seakan menjadi barang basi obralan yang semu yang kita bisa lihat sendiri di media massa, dimana demonstrasi mahasiswa berujung kepada ketidakpedulian masyarakat, dan bahkan masyarakat kita sendiri menganggap demokrasi secara skeptis.

Persoalan bangsa ini sangatlah kompleks yang bahkan saya sendiri belum tentu akan sanggup untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini hanya dalam waktu 10 tahun masa kekuasaan saya nanti. Tapi berikut ini adalah cara saya selaku presiden bangsa ini.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas, bahwa negara ini butuh diktator yang mampu untuk membalikkan keadaan 180 derajat dan maka dari itu saya berniat untuk menjadi diktator bangsa ini.

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan perbaikan politik. Semua lawan politik saya akan saya libas dan saya hancurkan secara rahasia. Saya akan membentuk pasukan rahasia pembela presiden yang bertujuan untuk menstabilkan keadaan dengan menghancurkan semua lawan politik yang berbahaya khususnya provokator dan teroris-teroris dari Malaysia.

Kenapa hal tersebut saya lakukan? Sebagai presiden yang notabene adalah Kepala Negara, saya haruslah menjadi orang yang paling kuat di negeri ini, tidak ada orang lain di negara ini yang boleh melakukan kritik secara terbuka yang bisa melemahkan kedudukan saya. Selagi saya menjadi presiden negeri ini maka negara ini haruslah bekerja dengan style saya. Saya sebagai presiden maka saya adalah benar-benar orang nomor satu di negara ini. Demokrasi bebas akan saya hapuskan, dan sebagai gantinya saya akan kembali memasukkan sistem demokrasi zaman orde baru dimana semua partai politik akan mencalonkan saya kembali sebagai presiden.

Kemudian saya akan memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para provokator yang berniat melemahkan bangsa ini. Seperti misalnya gerakan separatis GAM dan OPM serta RMS adalah duri dalam daging yang harus dihancurkan sejak dulu.

Setelah politik berhasil saya bersihkan maka saya akan melakukan perbaikan ekonomi secara menyeluruh. Hal pertama yang saya lakukan adalah pembersihan korupsi. Hukum mati semua koruptor diatas 1 Milyar dan hukuman penjara seberat-beratnya untuk pelaku korupsi dibawah itu. Hadiah akan diberikan kepada semua pelapor korupsi sebagai insentif untuk penegakkan hukum di negeri ini tanpa terkecuali!

Kebijakan ekonomi saya yang lainnya adalah memberikan insentif untuk ekspor keluar negeri dengan menghapuskan bea pajak ekspor. Bea cukai Indonesia merupakan ajang korupsi besar-besaran oleh karena itu saya akan mengganti semua pegawai di bea cukai dengan tenaga-tenaga muda ahli dan mempensiunkan dini pegawai-pegawai lama di bea cukai.

Kemudian penghapusan utang. Sebagai negara dengan jumlah utang yang sangat banyak maka saya akan mengusahakan pemutihan utang dan Indonesia tidak dibolehkan menerima utang lagi walaupun dengan itu berarti Indonesia akan menjadi negara yang sangat terbelakang selama beberapa tahun kedepan karena kurangnya investasi saya tidak peduli. Indonesia haruslah menjadi negara yang berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menerima suapan dari negara lain!

Segala jenis BUMN memang haruslah di privatisasi tapi bukan dengan Privatisasi yang berarti menjual BUMN ke negara lain! Privatisasi adalah menjual seluruh saham BUMN kepada rakyat Indonesia, privatisasi berarti menghapuskan beban negara dari subsidi-subsidi yang tidak perlu dan bukan menjual negara ini! Hanya presiden bodoh yang membiarkan BUMN menjadi milik asing!

Kemajuan ekonomi akan butuh waktu yang lama untuk melakukan perbaikan. 10 tahun adalah waktu yang sangat kurang untuk membangun fundamental ekonomi kita. Tapi saya akan berusaha menaikkan standar kehidupan ekonomi bangsa ini dengan melakukan perbaikan-perbaikan dan mengembalikan ekonomi kerakyatan yang bertujuan untuk melakukan pemerataan dan menghancurkan (baca: bukan mengentaskan.. tapi menghancurkan!) kemiskinan di negeri ini.

Pendidikan adalah aset penting bangsa ini. Hanya aspek pendidikan lah yang pantas diberikan subsidi. Sesuai dengan UUD 1945 maka saya akan mengembalikan subsidi kepada pendidikan sebanyak 20% dari APBN.

Militer adalah hal lain yang akan saya cermati. Apabila ekonomi kita kuat maka militerpun akan kuat. Sebenarnya anggaran untuk militer tidak perlu besar apabila ekonomi kita kuat. Tapi untuk saat ini militer akan diberikan anggaran yang cukup 10% dari APBN untuk menjaga negara kita dari ancaman negara-negara tetangga yang kurang ajar!

Demikian essay ini, saya yakin masih banyak yang seharusnya saya bicarakan disini tapi sebuah essay tidak akan mampu menampung semua pikiran di dalam benak saya.

Maju terus Indonesiaku, dan MERDEKA!

NB: Essay ini tidak dimasukkan dalam salah satu partisipan lomba tapi hanya bertujuan sebagai intermezzo dan semoga bisa menjadi pencerahan.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
registration

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=68912


Tingkat pertumbuhan ekonomi ditentukan dan disumbangkan oleh faktor konsumsi masyarakat, pengeluaran pemerintah, investasi, dan perdagangan luar negeri bersih yaitu ekspor setelah dikurangi impor. Konsumsi masyarakat yang merupakan faktor terbesar dalam pembentukan produksi nasional. Dalam keadaan daya beli masyarakat yang masih lemah, sudah barang tentu masyarakat akan banyak menahan diri, dan hanya membeli barang atau jasa yang sangat dibutuhkan. Konsumsi masyarakat yang relatif. rendah ini tentu kurang mendorong angka pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran dan belanja pemerintah sesungguhnya memberikan sumbangan yang cukup terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun, terus terang, di sana-sini ada keterlambatan dalam pembelanjaan pengeluaran pemerintah ini. Andaikata pembelanjaan pemerintah baik di pusat maupun di daerah, dapat dilakukan tepat waktu dan tepat jumlah, sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi akan lebih besar lagi.

Justru kontribusi yang relatif rendah terhadap pertumbuhan ekonomi kita adalah investasi. Dalam kesempatan yang tepat ini saya benar-benar menggaris bawahi pentingnya kita semua bekerja keras untuk meningkatkan investasi di negeri kita. Mengapa? Karena, kalau investasi benar-benar tumbuh dengan baik di tanah air, akan makin bergerak pula dunia usaha dan sektor riil kita, dan akan makin banyak pula lapangan pekerjaan yang dapat kita ciptakan.

Gubernur Bank Indonesia untuk secara bertahap menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Saya berharap, tanpa mengurangi faktor kehati-hatian dari kebijakan moneter kita, suku bunga bank dapat lebih diturunkan lagi, sesuai dengan makin menurun dan terkendalinya tingkat inflasi. Kebijakan Bank Indonesia di bidang perbankan, yang bertujuan untuk makin memacu kemampuan dan kemauan perbankan dalam menyalurkan pinjaman, juga merupakan langkah yang positif.

Pemberian insentif pajak yang tepat dan sehat dapat dilakukan, sesuai kebutuhan dan tuntutan yang makin berkembang. Insentif pajak baik dalam bentuk “pengurangan pajak”, atau “tax deduction” untuk cabang-cabang usaha tertentu, yang nyata-nyata akan menggerakkan roda ekonomi atau sektor riil kita, dan mampu membuka lapangan pekerjaan dan mempekerjakan buruh secara besar; telah dan akan kita berikan sebagai salah satu upaya pemicu kegiatan ekonomi.

Semua jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah, wajib untuk menyederhanakan dan mempermudah setiap proses perizinan. Cegah dan bebaskan segala bentuk pungutan liar. Ingat, birokrasi yang berbelit apalagi disertai pungutan liar, akan memandekkan peluang usaha. Investasi tidak akan terwujud. Akibatnya, lapangan pekerjaan tidak ada, dan penerimaan negara juga tidak meningkat.

Melalui kesempatan ini, sejalan dengan pembangunan tata pemerintahan yang baik (good governance), pemberantasan korupsi, dan peningkatan investasi dan dunia usaha, saya minta semua pihak yang dirugikan dan merasa dihambat, agar menyampaikannya kepada atasan oknum pejabat yang menghambat tersebut, dan jika perlu tembuskan pengaduan saudara kepada Presiden melalui PO. Box 9949 Jakarta 10000. Pejabat, atau siapapun, yang untuk kepentingannya sendiri menghambat dan akhirnya melumpuhkan kebangkitan investasi dan dunia usaha harus minggir, karena menciderai pembangunan kembali ekonomi kita, dan melukai perasaan rakyat banyak.

Langkah-langkah kita untuk membangun dan meningkatkan kemandirian kita. Ya, kemandirian bangsa Indonesia yang harus semakin kuat, dalam konteks hubungan internasional yang semakin menglobal. Kemandirian agar nasib dan masa depan kita tidak bergantung, atau ditentukan oleh bangsa lain. Saya tidak ingin beretorika, tetapi ingin menyampaikan kepada saudara semua, apa saja yang telah, sedang dan akan kita lakukan untuk meningkatkan kemandirian bangsa tersebut. Yang ingin saya garis bawahi adalah kemandirian kita di bidang ekonomi, kemandirian di bidang politik, dan kemandirian di bidang pertahanan negara.

Kemandirian di bidang ekonomi tidak berarti kita mengisolasi diri dari kerjasama dan kemitraan dengan negara-negara sahabat dan lembaga internasional. Dalam era ekonomi global yang makin terbuka dan terintegrasi, justru kita harus mampu mengambil manfaat dan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi pertumbuhan ekonomi nasional kita. Oleh karena itulah, kerjasama ekonomi regional dalam kerangka ASEAN, Forum Asia Timur maupun APEC, serta kerjasama dengan Eropa dan negara-negara Timur Tengah tetap kita lakukan.

Kemandirian yang saya maksud adalah janganlah ekonomi kita disandera oleh hutang yang besar, dan kebijakan serta program pembangunan ekonomi kita dituntun atau didekte oleh pihak lain. Itulah sebabnya secara sadar dan penuh perhitungan, kita percepat perlunasan hutang IMF kita

Kemandirian kedua adalah kemandirian di bidang politik, utamanya politik luar negeri kita. Meskipun sejak Indonesia merdeka kita telah memilih garis politik luar negeri yang bebas dan aktif, namun dalam perjalanan sejarah, kebijakan luar negeri kita mengalami pergeseran dan pasang-surut. Ada masanya politik luar negeri kita kekiri-kirian, ada kalanya pula kekanan-kananan. Sekarang, dan ke depan nanti, kita ingin kembali menghidupkan dan menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam dunia yang terus berubah dan makin menglobal ini, kebijakan luar negeri kita akan lebih fleksibel tetapi dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam konstitusi kita, dan juga dengan menghormati norma hubungan internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita akan terus menjalin persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara sahabat, atas dasar kedaulatan dan pilihan kita. Oleh karena itu, kita sendirilah yang menentukan dengan negara dan bangsa mana kita menjalin persahabatan dan kemitraan.

Ke depan, persoalan Internasional akan makin rumit dan kompleks. Tetapi, kita akan tetap memainkan politik luar negeri atas pilihan kita sendiri, yang akan diabdikan untuk menunjang kepentingan nasional kita tanpa mengabaikan segi-segi kemanusiaan sejagad.

Stabilitas politik juga amat penting untuk kita pelihara dan pertahankan. Dalam demokrasi, perbedaan dan benturan kepentingan diniscayakan. Sikap kritis Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Pemerintah juga merupakan realitas kehidupan demokrasi. Kritik dan ketidak-setujuan atas berbagai kebijakan publik yang ditetapkan pemerintah juga diberikan wadah, dan itu merupakan hak politik yang harus dihormati. Yang penting, semua itu dimainkan dalam bingkai konstitusi, aturan main dan etika yang harus sama-sama kita junjung tinggi. Sebagai negara yang tengah memantapkan sistem politik dan demokrasinya, kita harus memastikan semua dinamika dan konflik kepentingan itu dapat kita kelola secara damai, tanpa harus disertai dengan terjadinya kegoncangan dan ketidak-stabilan politik nasional kita. Di masa lalu, ada instrumen dan cara-cara yang bersifat otoritarian untuk mempertahankan stabilitas nasional. Cara apapun seolah bisa dilakukan demi menjamin tegaknya stabilitas nasional kita. Kini, di alam demokrasi, cara-cara dan perangkat yang otoritarian itu tentu tidak cocok lagi. Tetapi, bagaimanapun stabilitas nasional tetap kita perlukan. Gerakan dan cara-cara berpolitik yang nyata-nyata menggoncangkan stabilitas nasional kita, apalagi bersifat inkonstitusional, tentu harus kita hentikan, meskipun tetap dengan cara-cara yang demokratis dan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Kemandirian ketiga, adalah kemandirian di bidang pertahanan negara. Meskipun ada kerjasama pertahanan dengan negara-negara sahabat, termasuk kerjasama keamanan ASEAN, namun bagaimanapun Indonesia harus makin memiliki kekuatan dan kemampuan pertahanan yang tangguh, agar kita juga makin mandiri.

Saya sangat yakin, TNI memiliki semangat dan keuletan yang tinggi untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negaranya. Dalam sejarah perjuangan bangsa, heroisme dan profesionalitas TNI juga patut dibanggakan untuk membela bangsa dan negaranya. Yang mengurangi kemandirian kita, adalah masih tingginya ketergantungan kita pada sistem persenjataan, peralatan dan perlengkapan militer yang selama ini banyak dibeli dan adakan dari luar negeri. Keadaan ini harus kita ubah. Sejak tahun 2005 kita telah menetapkan untuk menggunakan persenjataan dan peralatan militer produksi industri pertahanan kita sendiri. Kita membeli senjata dan peralatan militer dari luar negeri, jika senjata dan peralatan itu belum dapat kita produksi di dalam negeri. Pada prinsipnya, kecuali sistem senjata yang sangat modern dan canggih seperti pesawat tempur atau kapal selam, persenjataan dan peralatan militer lainnya sebagian besar dapat kita produksi di dalam negeri. PT PAL sudah saatnya mengembangkan kemampuan produksi kapal-kapal perang semacam jenis korvet, PT Pindad telah mampu memproduksi senapan serbu berkualitas tinggi dan juga berbagai jenis kendaraan tempur, dan PT DI telah mampu membuat pesawat terbang untuk kepentingan militer, baik pesawat sayap tetap maupun helikopter. Ke depan industri-industri ini harus makin kita hidupkan. Struktur dan kebijakan penganggaran pertahanan kita juga harus kita tata kembali, sehingga tersedia cukup modal dan kepastian pasar di dalam negeri atas produk-produk industri pertahanan kita.

Dalam jangka panjang, peningkatan kemampuan industri persenjataan dalam negeri kita harus benar-benar kita lakukan. Kita memiliki pengalaman pahit ketika Indonesia dijatuhi sanksi dan diembargo oleh negara-negara barat karena persoalan HAM di waktu yang lalu, sehingga sangat mengganggu kesiagaan dan operasionalisasi dari pesawat, kapal dan kendaraan-kendaraan tempur kita.

Menyangkut kepastian hukum. Segala segi kehidupan masyarakat, bahkan kehidupan bangsa dan negara memerlukan kepastian hukum. Demokrasi juga harus disertai dengan tegaknya “rule of law”. Demikian juga dunia usaha kita. Marilah kita semua, pihak pemerintah, kaum pengusaha, dan aparat penegak hukum mulai dari polisi dan jaksa sampai kepada hakim dan pengacara, benar-benar menegakkan aturan main dan tatanan hukum yang pasti.

Keamanan di daerah-daerah konflik termasuk Aceh, Papua dan Maluku benar-benar membaik, serta kerusuhan dan huru-hara yang mengganggu keamanan dan ketertiban publik juga terus membaik, apalagi jika dibandingkan dengan masa-masa krisis yang lalu, meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban di seluruh tanah air. Jika terpaksa harus melakukan aksi unjuk rasa, lakukanlah secara tertib, dan cegah terjadinya tindakan anarkis dan merusak. Demikian pula pada kalangan media massa, agar melakukan pemberitaan dan liputan yang proporsional, sehingga tidak justru menambah buruknya keadaan, dan lebih menyulitkan lagi upaya untuk pembangunan kembali ekonomi dan dunia usaha kita.

mari kita memajukan negara Indonesia karena negara ini milik kita dari kita dan untuk kita......

MerdeKA........
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
suxetasu

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=63914


Tidak banyak yang akan saya laksanakan apabila saya menjadi seorang presiden selama dua periode, akan tetapi beberapa program kerja yang saya lakukan adalah program mendasar yang tentu saja saya proyeksikan dapat terlaksana selama masa kepemimpinan saya. Gambaran besar program kerja saya adalah kembali ke dasar, dimana saya akan mencoba meletakkan kembali pondasi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selanjutnya pondasi inilah yang akan menjadi pijakan pada pembangunan.

1. Mengembalikan semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

a. Hapuskan program desentralisasi. Semua kebijakan dan peraturan akan berasal dari satu sumber dan akan ditaati dan diaplikasikan secara menyeluruh tanpa pengecualian. Kebijakan dan peraturan yang bersifat kedaerahan akan ditarik kembali.
b. Saya galakkan kembali pendidikan kewarganegaraan melalui jalur resmi pendidikan ataupun tidak resmi melalui pelatihan, seminar, ataupun penataran.
c. Saya uji dan nilai kembali jiwa kepemimpinan dan kenegaraan semua abdi negara. Untuk menteri, anggota DPR, dan eselon satu akan saya wawancara secara pribadi dan hasilnya akan diumumkan ke khalayak umum.
d. Politik luar negeri bebas aktif kembali diterapkan secara lebih berarti, Duta Besar akan mengemban tugas lobi lebih intens kepada negara sahabat, terutama negara tetangga. Luruskan persepsi negatif negara lain dan memangkas isu negatif, saya bentuk tim mediasi luar negeri yang dipimpin menteri luar negeri yang bertugas meningkatkan komunikasi dan kerjasama di semua bidang.

2. Mengembalikan dasar perekonomian Negara ke ekonomi agraris

a. Saya bangun lagi sektor pertanian dari hulu hingga hilir dengan mendidik para petani dan menghancurkan para tengkulak dan spekulan yang memainkan harga dan menekan petani. Tidak hanya itu, subsidi petani juga akan saya tingkatkan sehingga harga bahan pertanian bisa terjangkau oleh petani. Swasembada pangan merupakan target awal selama dua periode kepemimpinan saya.
b. Selain sektor pertanian, sektor perkebunan dan kehutanan tidak kalah pentingnya, saya turunkan pajak dan pungutan kepada dua sektor ini terutama pada industry inti. Akan tetapi dua industry ini harus berasas kesinambungan jangan seperti pengusaha jaman orde baru yang tidak bertanggung jawab dan melegalkan pembalakan liar dan konversi lahan yang merugikan Negara.
c. Peninjauan kembali semua pajak dan retribusi pada semua bidang, jangan sampai kedua hal ini menjadikan ekonomi biaya tinggi seperti yang terjadi sekarang ini. Saya akan membuat Departemen Perpajakan yang akan mengatur semua regulasi perpajakan dan melapor secara khusus kepada saya dan akan dikaji oleh tim independen yang berasal dari semua pihak.
d. Saya hentikan hutang luar negeri dan mengorganisir hutang yang telah dilakukan dan saya hapuskan hutang tersebut dengan membuat tim lobi khusus.
e. Saya tunda keikutsertaan Indonesia dalam program perdagangan bebas, Karena saya nilai struktur perekonomian Indonesia belum siap ke arah tersebut.
f. Restrukturisasi investasi akan dilakukan oleh tim ekonomi, semua investasi yang tidak berpihak dan berpotensi merugikan Negara akan dihentikan. Terutama yang berkaitan dengan sektor Tambang dan Migas, kedua sektor ini sesegera mungkin harus dikembalikan kepada Negara lewat Badan Usaha Milik Negara karena banyak sumber daya alam Indonesia pada kedua sektor ini diambil oleh pihak luar dan hanya sedikit sekali menguntungkan Indonesia .

3. Keamanan dan Pertahanan nasional.

a. Perkuat dasar keamanan pada lingkungan masyarakat terkecil dengan membuat sistem pertahanan sipil yang bersifat swadaya dan mandiri dmana semua aspek masyarakat harus terlibat di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah secara dini semua aspek ancaman kepada seluruh lapisan masyarakat secara khusus dan negara secara umum. Koordinasi akan dilaksanakan oleh pihak kepala desa secara langsung.
b. Fokus militer saya adalah kepada Angkatan Laut, sebagai negara maritim, Angkatan Laut kita sungguhlah tidak memadai. Program pertama yang saya lakukan adalah pengerahan secara merata ke semua titik laut dengan tim-tim kecil yang dapat bereaksi cepat terhadap tindak pelanggaran laut seperti penangkapan ikan liar dan penyelundupan.
c. Kedua adalah restrukturisasi kepolisian. Tutup bagian yang tidak berfungsi dengan baik dan menjadi beban. Proses perizinan dari kepolisian akan menjadi satu pintu dan berpusat di tiap-tiap polres, tidak ada lagi perizinan di atasnya. Semua perizinan tersebut akan distandarisasi dan diatur dalam undang-undang kepolisian.
d. Angkatan darat yang selama ini menjadi tulang punggung keamanan negara akan saya lakukan efisiensi. Hampir sama dengan angkatan laut, akan saya buka kantong pertahanan di titik rawan terutama di daerah perbatasan dan pusat konflik. Jumlah pasukan di titik tersebut akan ditingkatkan dan secara rutin dilakukan rotasi.
e. Angkatan udara memang saya akui sangat sulit untuk ditingkatkan terutama dari segi peralatan, untuk itu fungsi teknis angkatan udara akan saya asimilasi kepada kesatuan lain, sebagai contoh kecil kesatuan polisi air udara akan diambil alih komandonya oleh angkatan udara.
f. Semua perwira tinggi semua angkatan dan polisi akan dilakukan penilaian dan pengujian, terutama apabila terkait tindak pelanggaran sekecil mungkin akan segera ditindak dan diproses secara hukum. Saya tidak akan lagi mengenal istilah “kebal hukum” bagi semua perwira maupun anggota semua angkatan dan kepolisian.
Demikian program kerja yang saya laksanakan, saya mengharapkan dukungan seluruh elemen bangsa dan negara agar program saya terlaksana dengan baik dan benar untuk mencapai Indonesia yang jaya.

Merdeka!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
gillespy_nimbus

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=60490


Jika saya menjabat sebagai presiden indonesia selama 2 periode, hal yang
pertama saya lakukan adalah memberikan pendidikan baik secara edukatif,
agamais ataupun moril kepada masyarakat yang memiliki pendidikan kurang.
Saya percaya dengan ini, Indonesia akan dapat lebih mudah untuk maju. Karena
jika moral masyarakat telah diperbaiki, turis mancanegara akan lebih merasa
tenang berada di Indonesia dan jika hal tersebut tercapai, secara otomatis,
devisa negara akan bertambah. Sehingga devisa tersebut dapat digunakan untuk
mengurangi angka kemiskinan, memperkuat persenjataan, meningkatkan
perkembangan infrastruktur, dan dapat melunasi hutang-hutang Indonesia
kepada pihak asing. Selain itu saya yakin, jika pendidikan tersebut
dilakukan secara intensif, kemiskinan juga akan berkurang, karena para
penduduk yang kurang mampu diberi skill sehingga mereka dapat berkerja
memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa harus bergantung akan bantuan orang
lain ataupun negara. Sehingga jika hal ini terwujud, rantai kemiskinan juga
akan terputus. Mengapa terputus ? Karena para penduduk tersebut yang telah
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, jika mereka sudah berkeluarga, mereka
dapat membiayai anak mereka untuk bersekolah. Sehingga anak-anak mereka jika
sudah dewasa juga dapat menjadi orang yang berguna bagi bangsa. Saya yakin,
dengan adanya pendidikan secara moril, kemungkinan terjadinya kerusuhan atau
bentrokkan akan berkurang, karena mereka akan berpikir terlebih dahulu
sebelum bertindak.


Untuk masalah kemiliteran, saya akan mengadakan kerjasama dengan negara
asing seperti Amerika Serikat, RRC, Israel, Saudi Arabia, dan negara-negara
terkemuka lainnya. Negara – negara tersebut adalah negara yang boleh
dikatakan cukup, bahkan sangat berkembang dalam bidang kemiliteran. Jika
kita membeli senjata dari negara-negara tersebut, tentunya persenjataan kita
akan meningkat pesat sehingga kita tidak perlu khawatir akan serangan dari
pihak asing. Bidang kemiliteran sangat penting bagi saya, karena keamanan
suatu negara hanya dapat diperoleh dari kemiliteran tersebut. Jika keadaan
suatu negara kondusif, para investor asing juga tidak perlu takut menanamkan
modal ataupun membangun perusahaan di Indonesia. Sehingga secara ekonomi,
Indonesia juga akan meningkat. Hal yang kedua yang akan kita dapat jika kita
bekerjasama dengan pihak asing adalah, nama Indonesia di mata dunia akan
membaik, sehingga Indonesia tidak akan dianggap menjadi blacklist, ataupun
negara yang selalu diberi Travel Warning. Sehingga para turis akan bebas
dari rasa takut untuk berwisata di Indonesia.


Yang ketiga yang akan saya lakukan untuk memperkuat persatuan seluruh
rakyat Indonesia adalah dengan mendirikan organisasi-organisasi perkumpulan
atau forum persatuan untuk semua SARA. Dimana di organisasi tersebut dapat
dilakukan dialog baik antar sesama agama ataupun lain agama. Sehingga
kemungkinan terjadinya perpecahan, baik antar suku, agama ataupun golongan
akan menipis. Selain itu untuk memperkuat hal ini, saya akan memberi mandat
kepada TNI maupun POLRI untuk menindak secara tegas para oknum yang dengan
sengaja merusak ataupun menyegel tempat-tempat ibadah. Negara Indonesia
adalah negara demokrasi, berarti semua warga masyarakat berhak untuk
beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing. Selain organisasi tersebut,
saya juga akan mendirikan suatu forum khusus dimana setiap Warga Negara
Indonesia dapat memberikan idenya atau pendapatnya dengan bebas untuk
kemajuan Indonesia.


Hal yang terakhir saya lakukan untuk menjaga keutuhan Indonesia, adalah
dengan menindak para pemberontak-pemberontak (separatis) yang ingin
melepaskan diri dari NKRI. Saya akan mengeluarkan UU bahwa Indonesia tidak
akan bernegosiasi dengan para ekstrimis tersebut, sehingga jika ada oknum
yang berusaha memberontak, sehingga tindakan militer harus dilakukan.


------Sekian-----

nb. thx utk para Juri yang telah merendahkan diri untuk membaca karya saya
yang jauh dari sempurna ini. Thx.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
jeep4x4

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=55419


Saat ini sebuah Negara merupakan sebuah komunitas dimana di dalamnya terdapat keaneke ragaman akan kehidupan yang sebebnarnya terjadi. Negara merupakan tempat kita berkumpul, bersosialisasi, saling mengerti, saling memberi, dan saling memahami bahwa kita semua dalah saudara. Maka dari itu saya sebagai Presiden mengajak semua lapisan masyarakat untuk membangun, menjaga dan memelihara kerukunan di dalam bernegara ini. Negara bisa dikatakan sebuah wadah untuk kita saling bekerjasama, jadi kita semua adalah Team. Sebuah Team yang akan membangun kebersamaan dan saling mengerti untuk bekerjasama. Maka dari itu saya mengusulkan The Arrow of Trilogy. Program ini merupakan bertujuan membentuk sebuah negara yang berdaulat dan menjadikan negara kita ini menjadi sebuah Negara yang disegani. Untuk itu saya mengajak semua warga Negara untuk membantu saya mewujudkan 3 pokok permasalahan ini, karena tanpa bantuan semua elemen dan warga Negara ini, usul itu tidak akan tercapai. Adapun program tersebut :

Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Negara kita ini terdiri dari budaya dan etnik yang berbeda. Namun dengan perbedaan itu kita dapat mengambil pelajaran yang mampu membuat kita berkembang. Kita harus mampu melihat perbedaan itu sebagai nilai yang membuat diri kita lebih percaya diri. Menjaga keutuhan Negara kita ini adalah dengan memberikan pembangunan yang merata pada setiap daerah dan memberikan tanggung jawab pada daerah masing-masing untuk mengolah hasil alam masing-masing dan untuk kesejahteraan warganya. Permasalahn sosial yang terjadi akan membuat munculnya keretakan dalam berbangsa. Sehingga diperlukan sebuah program regional economic yang mampu menjadikan sebuah daerah itu mengelola daerahnya, sehingga tidak terjadinya kecemburuan daerah terhadap pusat. Pengertian dari regional economy adalah sebuah framework dengan spatial character sistem ekonomi yang kemungkinan masih bisa dipahami, dan lebih mengenai distribusi aktivitas ekonomi spatial yang meliputi area geografis dalam sebuah bangsa.

Membuat Indonesia maju dari segala segi terutama Ekonomi, Politik, dan Militer
Dalam sebuah Negara terdapat beberapa kekuatan yang mampu membuat Negara tersebut disegani dan membuat Negara itu lebih maju. Yaitu kekuatan Ekonomi, Politik dan Militer. Saya sadar tanpa adanya ketiga kekuatan ini, Negara kita akan lebih mudah di invertensi oleh pihak asing.

A. Ekonomi :
Pembangunan di bidang ekonomi dalam suatu Negara sangatlah penting. Saya mengutip dari ahli yang menyebutkan Pertumbuhan ekonomi mengacu pada suatu kenaikan di dalam nasional atau per kapita pendapatan dan produk. Jika kenaikan produksi barang-barang dan jasa di dalam suatu bangsa, dengan alat apapun juga, seseorang dapat berbicara menyangkut tentang kenaikan itu sebagai pertumbuhan ekonomi ( Gillis,1983:7). Sehingga ini merupakan sebuah tantangan besar bagi saya untuk menjadikan ekonomi kita lebih kuat. Beberapa pokok ekonomi yang saya tujukan yaitu pada:

* Pertumbuhan ekonomi. mengingat tahun ini, pertumbuhan kita jauh kurang dari 7 persen, dengan pasti tidak cukup membangkitkan lebih ketenaga-kerjaan.
* Lebih dari 10 juta warga negara kita masih menganggur.
* Untuk mengingatkan 16 persen dari orang-orang kita masih hidup tinggal di bawah garis kemiskinan

Untuk itu saya akan memfokuskan dua hal antisipasi dan tindak lanjut atas 3 permasalahan di atas yaitu pengembangan manusia dan efek kenaikan harga minyak ke anggaran nasional. Pengembangan manusia diperlukan untuk meningkatkan persaingan akan semakin majunya teknologi dan skill untuk membangun bangsa. Karena menurut laporan tahun 2004, Laporan Pengembangan Manusia global, Indonesia berada pada 111 atas 177 negara-negara yang di survei, dari posisi tahun lalu 112 dari daftar 175 negara-negara yang tidak menurun ketika lebih awal dilaporkan. Bangsa paling baru, Timur Timor, telah dimasukkan untuk pertama kali dan berada pada 158 dari 177 negara-negara ( HDI, 2004; Appendix 1). Dengan pengembangan manusdia diharapkan perndapatn perkapita Negara ini menjadi lebih baik.

B. Politik
Untuk meningkatkan kemajuan di bidang politik, maka saya akan membedakan tujuan dan arah antara politik Luar negeri dan politik dalam negeri. Karena masing-masing keduanya memiliki dampak yang besar namun berbeda arah dan penangananya.
Politik luar negeri merupakan hal yang sangat berkaitan dengan Negara-negara yang berkepentingan untuk menjalin hubungan. Dalam dunia politik international perlu diperhahitkan dan diamati dengan seksama apa yang menyebabkan dan dampak yang akan diperoleh, baik itu jangka panjang dan jangka pendek. Seiring dengan majunya globalisasi dan Negara-negara yang mampu berdiri sendiri membuat banyak pihak merasa melihat dan mewaspadai pertumbuhan Negara tersebut.untuk itu perlunya kerjasama regional dan masuknya Indonesia dalam keanggotaan organisasi international akan memberikan dampak signifikan bagi kita. Indonesia akan lebih banyak bekerjasama dengan Negara-negara lain, sehingga transfer ilmu dan hubungan kerjasama dapat meningkat dan mengena pada semua aspek.
Politik Dalam negeri akan saya pusatkan pada demokrasi yang terarah dan mampu membawa bangsa ini lebih terbuka, sehingga di mata dunia Negara kita menjadi Negara yang menjungjung tinggi demokrasi. Negara Indonesia sedang mengalami pergantian sisitim demokrasi, yaitu tentang adanya pilkada daerah. Terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) No 3/2005 mengakhiri spekulasi tentang berlangsung-tidaknya pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung gelombang pertama Juni 2005. Eskalasi konflik dan gejolak lokal cenderung meninggi bersamaan kian dekatnya penyelenggaraan pilkada. Paling tidak ada 187 kabupaten dan kota yang akan menyelenggarakan pilkada Juni 2005, menggambarkan betapa luasnya potensi konflik jika antisipasi terhadapnya tidak dilakukan. Dengan adanya pilkada pada masing-masing daerah diharapkan mampu membawa kemajuan di daerah masing-masing,karena segala aspek kemajuan akan diserahkan pada daerah terutama menarik investor sebanyak mungkin.

C. Militer
Pembangunan kekuatan militer akan lebih difokuskan pada kerja sama antara Negara-negara tetangga dan pembelian armada kekuatan, terutama untuk laut dan udara. Mengingat negara kita yang luas dan memiliki wilayah yang susah terjangkau maka akan lebih difokuskan pada kerjasama di perbatasan Negara untuk mencegah pihak-pihak yang menggangu ketertiban di dalam Negara. Pembangunan pos kemanan pada titik-titik penting diharapkan mampu menjaga wilayah Indonesia. Pembelian senjata (radar,Kapal Laut dan Pesawat Tempur) juga diharapkan mampu mendongkrak kepercayaan diri bangsa Indonesia untuk menjaga wilayah Indonesia. Selain itu kerjasama dengan PBB sebagai lembaga yang berwenang, dengan menurunkan pasukan sebagai tentara perdamaian akan menambah kekuatan militer dikarenakan untuk menjadi tentara PBB diharapkan mempunyai senjata dan kendaraan tempur yang standar, sehingga ini akan menguntungkan Indonesia, pembelian dan penyediaan kendaraan tempur yang memiliki teknologi dari pihak-pihak yang ditentukan oleh PBB dianggap rasional dan tidak menyinggung keamanan Negara yang lain.

Tindakan terhadap gerakan separatisme
Separatisme sama sekali tidak dapat di toleransi dalam Negara ini. Dalam arti siapapun yang mengganggu stabilitas keamanan Negara ini akan ditumpas. Tentu saja dalam hal ini cara-cara diplomatik masih sangat diutamakan untuk meredam separatisme. Namun jika taruhannya adalah kemanan Negara ini maka aksi militer juga dapat di lakukan walaupun opsi ini sangat tidak diutamakan. Pendekatan-pendekatan akan dilakukan dengan pihak ketiga sebagai mediator.


Daftar Pustaka
Gillis, Malcolm, D.H Perkins, M. Roemer, and D.R. Snodgrass, 1987. Economics of Development, W.W. Norton and Company, London.
UNDP/BPS/BAPPENAS, 2004. Human Development Report, Jakarta.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Happy_rotter

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=44543


Jika Saya Diberi Kesempatan untuk Menjabat Presiden dalam Dua Periode

Masalah-masalah yang terdapat di Indonesia sangatlah beragam dan kompleks. Salah satu penyebabnya adalah kompleksnya masyarakat Indonesia itu sendiri. Kompleksitas itu terjadinya karena beragamnya latar belakang masyarakat Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke. Masing-masing daerah akan memiliki masalah yang berbeda dari daerah lainnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan sebuah system yang mengadopsi kedua jenis pemerintahan yaitu pemerintahan yang sentral serta pemerintahan yang menekankan kepada desentralisasi. Jika seseorang diberi kesempatan untuk menjabat sebagai presiden sudah selayaknya ia membangun sebuah sistem pemerintahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Mencontoh kepada negara maju seperti Amerika Serikat dimana pemerintahan disana memiliki sifat desentralisasi sehingga masing-masing daerah memiliki pemerintahan sendiri sehingga permasalahan yang timbul diatasi oleh pemerintah negara bagian. Pemerintah Federal bertanggung jawab atas hubungan luar negeri.

Sistem pemerintahan tersebut tentunya tidak dapat diadopsi langsung kepada Negara Indonesia. Alasan yang paling fundamental adalah pemerintahan Indonesia menganut sistem negara kesatuan bukan negara federal seperti Amerika. Akan tetapi, sebagai negara yang meiliki kawasan yang luas sebuah bentuk pemerintahan yang desentralisasi akan memiliki begitu banyak keuntungan.

Salah satu keuntungan yang dapat diperoleh adalah lebih efektifnya penanganan masalah di daerah tersebut. Efektifitas penanganan masalah dapat diperoleh karena pihak yang berkewajiban untuk menangani masalah tersebut akan lebih mampu menelusuri akar permasalahan sehingga masalah-masalah tersebut akan dengan mudah diatasi, lain halnya jika pemerintah pusat harus menangani setiap masalah yang terjadi tentunya akan menjadikan penanganan masalah tersebut tidak efektif serta mempersulit keadaan.

Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menggalakkan otonomi daerah. Otonomi daerah yang sekarang telah ada saat ini belumlah cukup untuk mengakomodir kebutuhan untuk pemerintahan daerah yang sekarang ada.

Salah satu bagian paling penting yang belum ada saat ini adalah sebuah "sistem aliran kekuasaan" yang tepat guna bagi seluruh negara Indonesia, sistem tersebut haruslah mengakomodir kelebihan dan kekurangan dari masing-masing daerah diseluruh Indonesia, serta mengakomodir setiap kebijaksanaan pemerintahan pusat. Sistem tersebut juga harus terpadu sehingga setiap daerah mampu mengambil keuntungan dari sistem tersebut.

Bentuk aliran kekuasaan yang harusnya ada adalah sebuah otonomi daerah yang memberikan batasan tertentu di bidang-bidang strategis sehingga pemerintah pusat dapat membuat kebijakkan di bidang strategis sehingga seluruh daerah di Indonesia merasakan manfaatnya bukan hanya daerah-daerah kaya.

Salah satu kendala adalah pelaksanaan sistem tersebut. Sebuah sistem akan tidak berguna jikalau orang-orang yang menjalankan sistem tersebut tidak kompeten dalam menjalankannya. Hal ini akan menjadikan masalah sendiri yang justru akan lebih serius daripada membangun sistem itu sendiri. Sehingga hal lain yang juga penting adalah pembangunan karakter masyarakat. Baik itu para pemimpin yang bertanggung jawab di pemerintahan ataupun masyarakat lainnya.

Pembangunan karakter bukanlah hal yang mudah. Karakter masyarakat sangatlah sulit dan harus dilaksanaan tidak hanya dalam dua periode kepemimpinan sebagai seorang presiden melainkan dalam jangka waktu yang lebih panjang, salah satu cara yang bisa dilakukan saat ini adalah membangun sebuah sistem pendidikan yang baik.

Untuk membangun sebuah sistem pendidikan yang baik salah satu jalan terbaik adalah dengan memperbaiki karakter pendidik. Salah satu cara memperbaiki karakter pendidik adalah dengan memperbaiki kesejahteraan mereka sehingga mereka akan lebih berdedikasi untuk mengajar. Hal yang harus diubah juga adalah dengan tidak menjadikan pendidikan sebagai suatu bagian bidang industri akan tetapi bagian dari pelayanan yang harus dilayani bukan untuk memperoleh keuntungan material semata.

Pembangunan karakter juga dapat dilakukan melalui pembangungan karakter dari pemimpin rakyat mulai itu dari bentuk pemerintahan yang terrendah yaitu kelurahan sampai bentuk pemerintahan yang tertinggi. Diharapkan dengan karakter yang ada pada pemimpin-pemimpin masyarakat dapat menjadikan mereka sebagai teladan. Pembentukkan karakter para pemimpin salah satu cara termudah adalah dengan pemberantasan korupsi diseluruh tingkat pemerintahan

Akhirnya, jika seseorang diberi kesempatan untuk menjadi seorang presiden dalam dua periode yang harus dilakukannya adalah, membangun sebuah sistem perintahan yang terpadu sehingga seluruh daerah dapat diwakili kepentingannya. Serta melakukan pembangunan karakter masyarakat melalui perbaikan pendidikan dan pemberantasan korupsi, dengan mengaplikasikan kedua maslah fundamental tersebut niscaya Indonesia akan terjaga keutuhannya sebagai negara kesatuan.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
prens

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=66114


2 periode adalah waktu yang panjang dan saya rasa adalah waktu yang cukup untuk kembali membangun Indonesia menuju Indonesia Makmur.

Industri

Pada dasarnya Indonesia adalah Negara agraris, maka dari itu industri yang akan saya kembangkan adalah industri agraris dan pendukungnya.

Pertama saya akan kembalikan Pulau Jawa sebagai Lumbung padi nasional. Beberapa presiden terdahulu telah mencoba utk mengembangkan sawah di luar pulau Jawa, namum hasilnya kurang memuaskan, pada masa saya berkuasa saya akan kembalikan fungsi P. Jawa sebagai lumbung padi nasional.

Seluruh Industri yang ada di P. Jawa, kecuali Industri agraris seperti pabrik pupuk dan industri pendukung agraris lainnya, akan secara bertahap di pindahkan ke Papua.

Untuk menarik investor memindahkan industrinya sudah tentu di Papua akan dibangun semua infrastruktur yg mendukung, seperti tansportasi, pelabuhan besar, komunikasi dan yang terpenting adalah insentif pajak berupa pembebasan pajak selama 5 tahun dan bantuan financial untuk proses pembangunan/pemindahan industri ke Papua dan memberikan pajak yang tinggi kepada industri yang masih berlokasi di P. Jawa. Dilain pihak selain memajukan Papua juga ikut mendistribusikan populasi penduduk di seluruh kawasan Nusantara.

Di P. Jawa sendiri pertanian akan digarap lebih moderen, dengan memanggil para ahli pertanian dari Jepang dan Thailand dan memberikan pelatihan langsung kepada para petani selain memberikan subsidi pengadaan peralata pertanian yang moderen, diharapkan dalam 5 tahun ke depan P. Jawa sudah kembali dapat menjadi Lumbung Padi Nasional dan pada masa akhir jabatan saya yg kedua Indonesia sudah swasembada pangan

Untuk perikanan, dimana laut Indonesia adalah salah satu kekayaan yang sangat besar, pada tiap komunitas nelayan akan dibuat kelompok2 yang kemudian tiap kelompok tersebut akan diberikan subsidi utk pembelian kapal nelayan yang cukup besar, sehingga selain dapat mengoptimalkan penangkapan hasil laut juga akan menaikan taraf hidup nelayan kita. Dilain pihak pemerintah akan membangun kapal2 besar khusus untuk perairan Indonesia dengan harga khusus untuk nelayan.

Untuk industri, pemerintah akan mulai mengetatkan standar produksi hasil industri, hal ini untuk mendorong nilai ekspor dan daya saing hasil industri kita, diharapkan dengan mengetatkan kualitas produksi, produk Indonesia akan menjadi produk yang sangat digemari di luar negeri karena merupakan kualitas terbaik di dunia

PMA

Akan dilakukan peninjauan ulang terhadap kontrak bagi hasil terutama dalam industri minyak, gas dan hasil tambang lainnya.

Dalam 5 tahun pertama priode kekuasaan saya, saya tidak akan memperpanjang semua kontrak bagi hasil tersebut, semua kilang dan ladang minyak serta gas yang dikuasai atau dioperatori oleh asing akan dikembalikan pada Negara. Pertamina akan dijadikan perusahaan minyak nomer satu dunia bersaing dengan Petronas, Shell dan lainnya

Khusus untuk Freeport dalam 2 tahun kedepan akan diputuskan kontrak kerjanya, karena sudah banyak penipuan dilakukan oleh mereka baik dalam hal manipulasi data hasil tambang maupun perusakan lingkungan. PT. Aneka Tambang akan dioptimalisasi untuk menggantikan posisi Freeport Indonesia

Pertahanan dan keamanan

Merupakan suatu yang mendasar dimana rasa aman akan memberikan kenyamanan kepada investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Pada dasarnya semua gerakan apa pun bentuknya yang sifatnya mendiskreditkan pemerintahan akan dilarang dan diberi sangsi keras. Dalam hal intelejen adalah kunci utama untuk mencegah semua hal ini, maka pada masa saya berkuasa intelejen akan diberikan porsi yang lebih luas dalam melaksanakan kegiatannya serta memberikan dukungan peralatan dan dana oprasi yang sangat mencukupi.

Dalam bidang pertahanan, kita akan lebih memajukan system pertahanan antar Negara, akan dibuat memorandum untuk saling menghargai batas2 kedaulatan tiap Negara, kerjasama dalam bidang militer berupa latihan bersama akan sering dilakukan dan pembelian armada kapal perang dan pesawat tempur yang lebih moderen untuk mengawal seluruh perairan Nusantara

Untuk perlengkapan militer, peran PT Pindad dalam memproduksi persenjataan akan semakin ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas.

Politik

Politik bebas aktif and non blok akan lebih diterapkan selama masa pemerintahan saya, kunjungan kenegaraan dalam rangkan mempromosikan gerakan non blok akan sering dilakukan. Selain mempromosikan gerakan nonblok ini, perjalanan kenegaraan dilakukan juga sebagai promosi agar Indonesia dapat duduk di dewan keamanan PBB sebagai anggota tetap dan atau menjadi ketua PBB, sehingga dominasi Negara adikuasa dalam bertindak di Negara lain dapat dieliminir

Di kawasan Asean akan segera diwujudkan kawasan bebas narkotika, dimana hukuman seperti yag berlaku di Malaysia akan diterapkan di seluruh kawasan ASEAN, diharapkan dengan langkah ini akan mengurangi aktivitas norkotika di kawasan ASEAN.

Demikian
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
The Rambo

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=37567


Sebelumnya saya hanya ingin memperkenalkan diri saya selaku salah seorang calon kandidat yang memiliki angan-angan sebagai seorang pemimpin bangsa. Saya adalah seorang pejuang yang boleh dikatakan idealis dan berjiwa nasionalis yang tulen, selain itu saya terkenal sebagai pejuang tangguh dan seorang pejantan tangguh tentunya. Sebagai seorang yang memiliki angan-angan menjadi seorang pemimpin tentunya saya mempunyai beberapa strategi dan langkah-langkah yang nantinya akan saya laksanakan apabila saya terpilih sebagai pemimpin bangsa.

Sebagai seorang pejuang, seorang prajurit sekaligus jenderal perang tentunya saya memperhatikan semua resiko yang mungkin akan muncul seiring dengan pelaksanaan strategi yang saya tempuh. Antara lain yaitu :

1. Strategi Bidang Perekonomian

Sebagai seorang pejuang memang sebenarnya saya kurang mengerti tentang masalah ekonomi, akan tetapi sebagai seorang pemimpin mau tidak mau saya harus belajar dan memahami bidang ini. Oleh karena itu yang akan saya lakukan adalah :

o Mengembalikan perekonomian kepada sektor agraris dan kelautan dengan menggalakkan kembali swasembada pangan dan swakelola sektor perikanan, diversifikasi pertanian serta mengembalikan laut dan isinya yang selama ini kita jual untuk dikelola oleh pihak asing untuk kembali kita kelola sendiri.
o Pengembangan teknologi yang mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti pembuatan alat pengolah lahan dan hasil produksi baik pertanian maupun kelautan sehingga mempunyai nilai jual lebih tinggi.
o Peniadaan lagi hutang luar yang menjadi beban turun temurun bangsa dan kembali dengan program swadaya, swakelola, swasembada dan swa-swa yang lainnya.
o Yang tidak kalah pentingnya dan paling utama akan saya lakukan adalah pembersihan kaum koruptor dan pemberian hukuman yang berat bagi pelaku serta keluarga pelaku sebagaimana pernah dilakukan oleh pemerintah Cina. Hanya ada 2 (dua) aturan main yaitu hukuman mati atau hukuman cambuk sejumlah nominal korupsinya.



2. Strategi Bidang Pemerintahan

Sebagai seorang dengan latar belakang militer saya mengembalikan pemerintahan ke bentuk Semi-Otoriter, maksudnya adanya sentralisasi kekuasaan dan pemerintahan akan tetapi terdapat beberapa kebijakan yang diatur untuk kepentingan masing-masing daerah.

Antara lain dengan jalan :

* Sentralisasi pemerintahan, penghapusan status otonomi daerah untuk meminimalisir rasa kedaerahan yang tinggi yang mengalahkan rasa nasionalisme.
* Mengembalikan sendi-sendi pemerintahan sesuai dengan Dasar Negara Pancasila serta UUD 1945 untuk mengembalikan jati diri bangsa.
* Hanya akan ada 4 Menteri Koordinator yaitu Menko Perekonomian, Menko Politik, Hukum dan Kemiliteran, Menko Pendidikan dan Pembinaan Banga serta Menko Riset dan Teknologi.
* Menyiapkan Tim Khusus untuk melindungi kekuasaan saya sebagai pemimpin dari berbagai rongrongan, hasutan dan pengkhianatan yang bertujuan sebagai informan untuk selanjutnya dilakukan pemberantasan sampai ke akarnya.
* Penentuan anggaran pemerintah sesuai dengan tujuan yang diharapkan, untuk sektor pertanian dan kelautan sebesar 20%, sektor pendidikan sebagai penunjang sebesar 20%, sektor perindustrian dan teknologi penunjang 10%, sektor militer 15% dan selebihnya untuk proses jalannya pemerintahan.



3. Strategi Bidang Militer

Sebagai seorang pejuang yang sudah mengalami pahit asamnya dunia peperangan dan kemiliteran saya lebih memfokuskan kepada kesejahteraan para prajurit dan pemberdayaan prajurit.

o Prajurit tidak harus berada dibarak, mereka saya bolehkan menjadi guru untuk daerah-daerah yang tidak pedalaman, menjadi pedagang, menjadi tukang ojek atau apapun yang tidak mengganggu tugasnya sebagai prajurit. Hal ini bertujuan agar prajurit lebih dapat mengenal medan dan situasi daerah tempat bekerja serta memungkinkan adanya pencegahan dini bila terjadi hal-hal yang menjurus kepada tindakan makar atau separatisme.
o Pengadaan perlengkapan militer yang lebih canggih dan berteknologi mutakhir, apabila dimungkinkan dikembangkan sendiri dengan teknologi buatan anak bangsa.
o Mengembangkan militer kerakyatan atau militer sipil dimana rakyat adalah juga pejuang pembela tanah air, sehingga setiap tahunnya diadakan pendidikan militer sipil yang bersifat sukarela bukan wajib militer seperti dulu.
o Militer tidak akan bernegosiasi dengan yang namanya pemberintak, pengkhianat, kaum separatis ataupun pelaku makar terhadap pemerintahan. Dibuatkan aturan main yang jelas bahwa terhadap gerakan separatisme tidak diberikan ruang gerak dan nafas sedikitpun sehingga pemerintahan bisa berjalan mulus.



Dan terakhir sebagai seorang pemimpin bangsa hendaknya saya akan selalu mengadakan inspeksi lapangan mendadak dan rahasia sehingga dapat terukur kualitas, kapabilitas dan akuntabilitas dari penerapan strategi diatas.

Demikian saya sampaikan, atas perhatian dan penilaiannya saya ucapkan terima kasih.

Apabila ada penilaian yang buruk itu semua resiko saya, kalaupun ada penilaian yang baik itu semua karena dukungan anda-anda !

Jayalah selalu Indonesiaku !!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
The_X

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=54321


Presiden 2 periode

Bila jadi presiden kelak. Saya akan memberikan yang terbaik yg saya mampu lakukan untuk rakyat indonesia. Tapi terlebih dahulu, saya akan memperbaiki system yang ada di Indonesia. System di Indonesia dimana masih didominasi oleh money power, sehingga orang orang masih selalu melakukan penipuan, korupsi yg sangat merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Sudah saatnya orang yg ada di atas memberikan contoh yg baik pada rakyat. TIDAK akan ada tunjangan yang berlebihan bagi pejabat. TIDAK akan ada kenaikan gaji bagi pejabat. Dan sangsi HUKUMAN MATI bagi pejabat negara yang terbukti melakukan korupsi yg merugikan negara dan rakyat Indonesia.

Kesejahteraan rakyat adalah prioritas. Saya tidak akan memberi mereka "ikan" tapi saya akan memberi mereka "kail" dan mengajarkan pada mereka, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Saya sadar, bahwa banyak rakyat Indonesia yg hanya ingin enaknya saja. karena itu, pendidikan dan pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan lagi. Dengan itu pula, saya akan meningkatkan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa. Karena merekalah yg akan berperan penting dalam pendidikan generasi muda dimasa yg akan datang.

Pendidikan sangatlah penting. Dari pendidikan ini, ditingkatkan pula kedisiplinan, dan lebih jauh lagi ditingkatkannya KUALITAS rakyat Indonesia. Wajib belajar 9 tahun akan terus digalakan, bantuan bantuan dan dukungan moral serta materiil akan dimaksimalkan untuk pendidikan rakyat Indonesia.

Sumber daya Indonesia amatlah melimpah ruah. Saya akan melakukan kerjasama yg saling menguntungkan dengan pihak asing dengan keuntungan bagi kedua belah pihak dan tentunya adanya alih teknologi dari mereka kepada kita bangsa Indonesia. Sehingga diharapkan, dalam 5-10 tahun kedepan. Kita Bangsa Indonesia dapat memaksimalkan sumber daya yg ada di tanah air kita tanpa banyak campur tangan pihak asing.

Keamanan dan kesatuan negara kita amatlah penting. Kekuatan angkatan bersenjata kita harus terus berkembang. Keamanan harus selalu ditingkatkan. Sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitasnya dengan nyaman, aman dan tentram tanpa takut kejahatan terjadi kepadanya. Lebih luas lagi, keamanan negara terhadap ancaman pihak luar juga harus ditingkatkan. Kita akan develop lagi pabrik pabrik senjata yg kita punyai, mengembangkan teknologi dan terus meningkatkan pengetahuan yg kita miliki sekarang. Bukan tidak mungkin kita 10 tahun lagi dapat membuat senjata senjata yg kita butuhkan sendiri. Kita dapat membuat Pesawat sendiri, Tank sendiri. Dimana tentunya, senjata dan kekuatan kekuatan tersebut akan digunakan sebaik baiknya untuk kesejahteraan, keamanan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya sadar bahwa masih jauh dari semua ini dapat terwujud. Tapi saya akan MELANGKAH 1 demi 1. dan TIDAK AKAN MUNDUR walau selangkahpun. Saya sangat mengharapkan DUKUNGAN DAN DOA SELURUH RAKYAT INDONESIA untuk dapat melakukan ini semua.

Demi kebaikan bersama, demi kemakmuran bersama, demi BANGSA DAN NEGARA INDONESIA !!!

MERDEKA!!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Kai Ichinose

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=54545


Bila saya menjadi presiden RI dua periode


Tidaklah mudah dan sekaligus membanggakan karena pemilihan presiden sekarang ini ditentukan secara langsung oleh rakyat maka ini membuktikan bahwa saya didukung dan dipercaya untuk memimpin bangsa Indonesia ini agar maju dan dipandang sejajar dengan Negara-negara besar lainnya di dunia. Oleh karena itu untuk tidak mengecewakan rakyat maka akan dilaksanakan perombakan secara mendasar untuk keseluruhan kepentingan rakyat & bangsa Indonesia yaitu :

* BIDANG EKONOMI



Menasionalisasikan semua perusahaan yang menguasai hajat hidup, seperti pertambangan, minyak bumi, gas alam, telekomunikasi dan lainnya. Semua perusahaan, terutama pertambangan dan minyak seperti Freeport, Caltex dan lainnya akan dinegosiasikan ulang dengan saham 70% untuk rakyat Indonesia (pemerintah) dan sisanya untuk asing/swasta

Contoh nyata negara Amerika latin (bolivia) yang sukses menerapkan ini dan pada jaman Soekarno, juga pernah diterapkan sehingga presiden AS saat itu, John F Kennedy juga bersedia untuk negosiasi ulang.

Untuk mata uang kita harus mencontoh China yang tidak membuka agar menggambang seperti yang dimaui AS. Akan saya tegaskan bahwa bantuan IMF bias kita terima asalkan mereka juga mau menerima syarat2 kita.

Semua keuntungan ini semata mata untuk kepentingan rakyat. Hasil minyak bumi, gas dan pertambangan untuk membiayai infrastuktur dan sekolah. Semua siswa dari mulai tk sampai SMA (SMU) akan digratiskan. Biaya penggobatan ditekan seminimal mungkin serta gratis bagi mereka yang berpenghasilan dibawah UMR. Dan untuk menekan jumlah penduduk maka sekolah dan pengobatan gratis hanya untuk anak pertama dan kedua. Anak ketiga akan dikenakan sebesar 150% dan anak keempat sebesar 200%, keempat dan selanjutnya sebesar 400%. Disini program Keluarga Berencana akan kembali dicanangkan.

Bagi mereka yang korupsi tidak ada pengampunan ataupun grasi, langsung hukum mati tanpa pandang bulu. Penerapan ini tidak akan mengganggu HAM karena telah ditegaskan sejak awal yaitu KORUPSI = MATI

* BIDANG POLITIK



Tetap melaksanakan politik bebas aktif dan tidak akan tunduk untuk kepentingan AS maupun Negara Negara barat lainnya. Akan menjalin kerjasama yang lebih erat pada Non Blok dan ASIA AFRIKA serta Amerika Latin

* BIDANG MILITER



Memperkuat pertahanan dalam negri sehingga kejadian seperti di Madura, dimana pesawat F16 AS melintas seenaknya tidak akan terjadi lagi. Jikalau Negara barat meng-embargo kita maka kita akan mengalihkan ke Rusia, China ataupun KorSel sebelum kita mampu untuk menguasai teknologi tersebut.

Memperkuat system radar kita sehingga Australia tidak seenaknya dapat menempatkan radarnya hingga bias menjangkau 1/3 Indonesia.

Zero tolerance untuk semua separatis. NKRI harga mati. Seperti kata Muhamad Yusuf (peraih nobel perdamaian dari Bangladesh) separtis ada karena negara miskin, nah dengan menjamin kemakmuran rakyat, sekolah dan pengobatan gratis maka jika masih ada separatis yg ingin memisahkan diri dari NKRI harus ditumpas habis

Pada akhinya dengan adanya pendidikan minimal SMA/SMU dan sederajat di seluruh Indonesia maka Negara kita adalah Negara besar yang dapat menandinggi AS, Rusia, China dan India.

Demikian kiranya essay ini dibuat singkat karena keterbatasan waktu dan waktu. Semoga dapat jadi bahan pertimbangan.


Hormat saya,

Presiden 2 periode



Kai Ichinose

(member 54545)
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
fuRy

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=21815


Gerakan separatisme terjadi karena daerah (atau pihak-pihak tertentu di daerah) merasakan ketidakadilan yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka. Sesungguhnya saya tidak ingin menjadi seorang presiden, tetapi seandainya saya harus menjadi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode ke depan, yang ingin saya berikan kepada rakyat Indonesia adalah lebih banyak keadilan.

Memang, untuk ukuran dua periode hal tersebut akan sulit sekali terlaksana, bahkan terlihat bagai sekedar mimpi. Tapi sedikitnya saya ingin mencoba melakukan pemerataan keadilan di empat bidang. Yaitu bidang pendidikan, hukum, industri, dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Terutama sekali di daerah-daerah yang masih belum berkembang, agar mereka tidak tertinggal terlalu jauh dibandingkan daerah Jawa (daerah sekitar pusat pemerintahan)..

Di bidang pendidikan, hal yang sangat ingin saya lakukan (bahkan andai saya bukanlah seorang presiden) adalah sekolah gratis (atau paling tidak sangat murah) bagi rakyat miskin. Pendidikan boleh saja mahal seperti saat ini, tapi itu hanya bagi warga negara yang berkecukupan. Maka agar rakyat yang tidak berkecukupan tetap bisa mengenyam pendidikan, paling tidak hingga 12 tahun, harus didirikan sekolah-sekolah yang khusus diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Meski demikian, tetap akan diusahakan agar pendidikan murah akhirnya dapat juga dirasakan oleh segenap warga negara tanpa kecuali. Tapi untuk dua periode kepemimpinan, hal tersebut saya rasa sedikit mustahil. Sekolah miskin hanyalah cara saya agar seluruh warga negara Indonesia dapat mengenyam pendidikan, karena masalah pendidikan terbesar saat ini adalah ketiadaan biaya.

SkoolKin (sekolah miskin) adalah seperti halnya raskin (beras miskin). Pihak kelurahan pula yang akan bertanggung jawab dalam pencatatan warga tidak mampu di wilayahnya yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan khusus ini. Meski demikian, warga juga bertugas memantau agar jangan sampai SkoolKin disalahgunakan seperti kasus Raskin saat ini. Pada akhirnya nanti, akan diusahakan agar satu SkoolKin dapat berdiri untuk satu kelurahan.

Namun, andai kata SkoolKin terasa masih begitu muluk, paling tidak saya akan mengusahakan agar Rumah-rumah Pintar akan lebih luas lagi merambah hingga ke pelosok negeri. Bahkan menjadi sebuah peraturan, sehingga setiap Depdikbud Tingkat Kota wajib mengembangkan program ini di wilayahnya masing-masing. Homeschool serta Kelompok Belajar Paket A, B dan C juga harus terus digencarkan. Pada akhirnya, wajib belajar 12 tahun harus berhasil digalakkan di seluruh bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia! Tidak lupa, pelatihan-pelatihan lifeskill juga harus dikembangkan sebagai modal kemampuan berwiraswasta bangsa.

Di bidang kedua, bidang hukum, pertama-tama yang saya inginkan adalah tidak boleh ada penghuni penjara yang menggunakan pajak warga negara. Tidak adil bagi warga negara yang telah terjahati. Setiap penghuni penjara (penjahat, bukan sipir), harus bekerja keras memproduksi sesuatu yang dapat menghasilkan uang yang akan membiayai hidupnya selama mendekam di penjara. Untuk itu di setiap penjara akan di bangun workshop-workshop yang sesuai. Program ini juga berguna untuk menambah skill mereka agar setelah keluar dari penjara dapat membuat lapangan pekerjaan sendiri bagi mereka.

Untuk kasus korupsi, hukuman mati adalah hukuman yang dijatuhkan kepada koruptor di atas satu milyar rupiah dan/atau orang yang mengkorupsi dana bagi rakyat miskin atau bagi rakyat yang sedang tertimpa kemalangan (bencana alam, dan lain lain). Hukuman seumur hidup dijatuhkan bagi koruptor di atas nominal seratus juta rupiah hingga sembilan ratus juta sembilan ratus sembilan puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah. Di bawah nominal itu, akan di hukum penjara secukupnya. Semua koruptor juga wajib mengembalikan keseluruhan uang hasil korupsinya ditambah denda sepuluh persen per tahun (sesuai banyaknya tahun dia melakukan korupsi tersebut). Pembunuhan berencana dan pemerkosaan akan mendapatkan hukuman seringan-ringannya seumur hidup dan seberat-beratnya hukuman mati.

Kemudian di bidang industri. Hal-hal yang akan saya lakukan adalah menaikkan bea masuk untuk barang-barang mewah. Menghentikan impor barang-barang yang sekiranya masih dapat dilakukan dengan kualitas yang sama bahkan lebih oleh bangsa kita sendiri. Misalnya saja untuk hal-hal sepele, seperti peniti, jarum, mainan, dan lain-lain. Saya juga akan menekankan pada pengembangan industri kecil menengah ke bawah, salah satunya yakni dengan cara mempermudah proses kredit untuk pengembangan usaha mereka. Saya ingin mengusahakan agar, paling tidak, mayoritas bangsa kita dapat menjadi tuan di negerinya sendiri.

Hutang baru ke luar negeri harus dihentikan. Tapi hutang yang pernah ada tetap harus dibayar. Semiskin apa pun kita saat ini, hutang adalah hutang, sesuatu yang wajib dibayar. Hanya saja saya akan mengusahakan perjanjian yang lebih lunak dengan pihak luar. Yaitu, tanpa bunga dan jangka waktu yang lebih luwes untuk pelunasan hutang tersebut.

Di bidang pembangunan infrastruktur. Menitikberatkan pada pembangunan di daerah, yaitu dengan mengurangi pembangunan di kota-kota besar. Pembangunan infrastruktur di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll terasa begitu mencolok perbedaannya bila di banding kota-kota lain di Indonesia, terlebih lagi bila dibandingkan dengan kota-kota di luar Pulau Jawa. Terkesan pemerintah saat ini hanya ingin menonjolkan beberapa kota di Indonesia agar tampak “bagus” di mata dunia, tetapi untuk itu mereka harus mengabaikan atau mengorbankan kebutuhan rakyatnya di daerah yang lain. Terkadang mereka lupa bahwa Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, atau paling tidak 5 – 6 pulau besar, dimana kesemuanya memiliki hak untuk berkembang. Dan adalah kewajiban pemerintah untuk mengembangkan mereka semua, bukan hanya beberapa di antara mereka. Sayang, yang pemerintah kita saat ini ingat hanyalah untuk mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan dari pulau-pulau yang selalu mereka lupakan pembangunannya itu.

Karenanya, dua hal dalam pembangunan yang saya prioritaskan dalam dua periode kepemimpinan saya adalah 1) memperbaiki atau membuka ruas jalan sebanyak-banyaknya dan 2) mengusahakan pasokan listrik merambah ke daerah-daerah. Setiap daerah harus diusahakan mampu mengembangkan sebuah Pembangkit Tenaga Listrik yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Saya rasa, dengan kemudahan memperoleh dua hal itu rakyat akan lebih mampu mengembangkan daerahnya masing-masing.

Satu hal lagi, saya akan membuat peraturan yang lebih tegas serta mengirimkan kekuatan yang lebih besar untuk menjaga wilayah-wilayah perbatasan Indonesia, baik di tanah (wilayah Kalimantan – Malaysia) maupun di laut Indonesia. No mercy bagi mereka yang berusaha mencurangi negara ini.

Demikian hal-hal utama yang ingin saya lakukan bila saya diberi tanggung jawab menjadi Presiden Republik Indonesia untuk dua periode ke depan. Memang tidak banyak, tapi saya rasa hal-hal tersebut sungguh diperlukan masyarakat kita saat ini. Dengan adanya sedikit ‘keadilan’, semoga saja bisa meredam keinginan kuat rakyat di daerah yang ingin memisahkan diri atau yang ingin merongrong keutuhan bangsa kita tercinta.

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-62! Jaya Indonesia-ku!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
beruang_sepeda

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=38935


kalau saya mendapat kesempatan itu, rencana saya dalam 5 tahun pertama adalah melakukan perampingan badan negara sehingga pemerintahan bisa berjalan lebih efisien dan efektif dalam melayani rakyat.Perkembangan di bidang teknologi dan informasi adalah hal utama yang akan saya gaungkan agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain.Caranya? ya, kita alokasikan saja dana untuk membangun "Silicon Valley"nya Indonesia dan meminta semua ilmuwan kita yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkannya.kita beri mereka fasilitas yang di berikan oleh negara lain sehingga mereka mau kembali.Saya yakin nasionalisme itu tidak akan pernah hilang dari mereka.

Saat mega proyek tentang industri IT tersebut terwujud, saya yakin rakyat Indonesia akan memiliki kebanggaan dan rasa percaya diri yang lebih tinggi saat di sejajarkan dengan bangsa lain.Hal ini akan sangat berdampak positif dalam menumbuhkan kembali rasa kebangsaan dan persatuan yang sekarang sedang di ributkan.Kenapa? karena kemajuan di bidang IT akan sangat berpengaruh untuk memajukan perekonomian Indonesia di segala bidang.Saat stabilitas ekonomi tercapai, rakyat dapat hidup dalam kelayakan sehingga tidak ada lagi keinginan untuk berpisah dari NKRI.Dan pada saat itulah stabilitas keamanan tercapai.Negara yang memiliki iklim kondusif akan mendatangkan banyak investor dan lagi lagi ini akan menjadi sebuah keuntungan karena semakin banyak lapangan pekerjaan bagi rakyat.

Saya yakin bahwa negara yang di cintai adalah negara yang mampu memberikan rasa aman,jaminan hidup layak, dan ketertiban.

Berbicara masalah ketertiban artinya kita membicarakan masalah pertahanan dan keamanan .Negara kita adalah negara yang unik dan strategis.Banyak sekali kekayaan yang sayangnya belum di sadari oleh kita, manusia yang mendiaminya.namun sampai sekarang belum ada perhatian yang lebih pada perlunya angkatan bersenjata yang bukan hanya kuat melainkan memiliki teknologi yang canggih pula.Apabila sayalah presidennya, saya akan menganggarkan dana yang sesuai untuk memperbarui sistem pertahanan negara kita baik darat, laut, maupun udara.Angkatan bersenjata kita adalah salah satu militer yang di segani di dunia ini dan dengan pembaharuan persenjataan maka negara yang ingin mengganggu kedaulatan bangsa kita akan berpikir dua kali untuk melakukan agresi.Yang kedua, saya akan merestrukturisasi badan intelijen negara agar mampu menjadi ujung tombak bagi pertahanan dan keamanan negara kita.Itelijen yang hebat akan membuat negara kita selalu siap dengan ancaman apapun baik yang bersifat eksternal maupun internal(laten).Saya yakin separatisme tidak akan mampu berkembang apabila kita selalu mengawasinya melalui badan intelijen.Lalu yang ketiga, masalah pendidikan generasi muda masuk ke dalam rencana 5 tahun pertama saya.Ketertiban akan berjalan baik kalau rakyat sadar untuk tertib maka dari itu adalah wajar bagi kita untuk memberikan pemahaman akan hidup tertib kepada generasi muda agar stabilitas negara tetap terjaga dengan baik.Generasi muda yang pintar, memiliki skill yang baik dan tertib adalah harapan kita agar Indonesia semakin maju dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain.

Hal terakhir yang akan saya bicarakan adalah masalah politik.Sudah saatnya rakyat mendapatkan pendidikan politik yang baik dengan adanya penyuluhan ataupun diskusi yang berhubungan dengan lembaga negara dan partai politik.Saya juga akan membuat UU yang lebih ketat lagi tentang partai politik karena menurut saya idealnya partai politik itu tidak lebih dari 5 saja agar tidak terjadi perpecahan suara terus menerus dan juga tidak membingungkan rakyat dalam menentukan pilihan.Apabila rakyat sudah melek politik,stabilitas ekonomi terjaga,kesejahteraan rakyat dalam taraf baik,semua berjalan dengan tertib, maka Indonesia telah memasuki babak baru dalam demokrasi yang benar benar mengedepankan azas dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat.

5 tahun berikutnya?Saya ingin menjaga kemajuan Indonesia agar tujuannya tidak melenceng untuk kepentingan kelompok maupun perseorangan termasuk saya sendiri.Saya juga akan terus memperbaiki kekurangan dari program program yang saya jalankan untuk kesejahteraan bersama.kenapa bersama?karena presiden juga manusia dan seoreng presiden juga ingin sejahtera ; )
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
philsuf

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=25


A Complete Idiot’s Guide to “Membangun Indonesia”
A. K. A.
“Membangun Indonesia” For Dummies


Apa yang salah? Dari beribu-ribu komponen yang saling menjalin menjadi satu hingga jadi satu negara yang namanya mungkin nggak pernah absen kita dengar tiap harinya, Indonesia, apa yang salah sehingga negara tersebut berjalan—paling nggak bagi sebagian besar orang yang tinggal di sana—belum sesuai dengan harapan. Itu cuman bahasa halus dari gw untuk nyebut “knapa negara kita gak maju-maju?”. Jadi, sekali lagi intinya, apa yang salah? Yah, berbagai perbincangan di warteg-warteg, di sela waktu senggang, dan bahkan di forum-forum, telah menghasilkan seribu satu jawaban—atau opini. Sebagai seorang presiden terpilih, sudah sewajarnya untuk bisa memecahkan pertanyaan yang pasti bernilai 3 milyar dalam kuis who wants to be milyuner.

Dan bagaimana jawaban gw terhadap pertanyaan itu? Hahaha, sebelumnya gw akan ngajak lu untuk berputar-putar dahulu dalam rangkaian pendahuluan. Ok, siapkan cemilan dan es jeruk—dan nggak disarankan untuk ngebaca ini di warnet—karena ini akan jadi perjalanan yang sangat panjang dan super duper ribet.

Pertama-tama, melihat kriteria penulisan essay ini yang kalo gak salah “…gimana caranya supaya Indonesia maju di bidang politik, ekonomi, dan pertahanan…” maka gw sebagai mahasiswa fakultas ilmu pengetahuan budaya yang narsis akan jurusannya akan bertanya-tanya, “mana bidang sosial dan budayanya? Emangnya itu gak perlu di majukan juga?”...

Well, di dalam visi gw untuk membangun negara, yang menjadi dasar (tapi bukan yang paling dasar juga) dari sebagian besar masalah negara ini adalah berakar dari permasalahan sosial dan budaya yang kemudian menyangkut-pautkan diri ke dalam permasalahan politik, ekonomi, keamanan, dan sebagainya. Kenapa bisa begitu? Nanti dulu, pertama gw akan memberikan penjelasan singkat mengenai makhluk yang bernama sosial dan budaya (selanjutnya disingkat SosBud biar ga capek ngetiknya) agar bisa lebih mudah memahami maksud gw—semoga. Yang dimaksud dengan SosBud di sini adalah segala hal berhubungan dengan sifat manusia dalam perangainya di dunia ini, mulai dari kelakuan, kebiasaan, komunikasi, hingga kecenderungannya.

Okeh, sekarang, apa sih yang begitu pentingnya dari sebuah SosBud itu? Begini sodara-sodara, ketika kita menjumpai suatu masalah di negeri ini, katakanlah korupsi, apa yang cenderung jadi subjek dari masalah tersebut, pastinya akan mengarah pada pihak-pihak tertentu, baik individu ataupun kelompok. Begitu juga dalam kasus lain, masalah dalam sistem demokrasi misalnya, kita cenderung melihat terlalu luas sehingga terkadang mengabaikan pihak-pihak yang menjalankan sistem tersebut. Intinya, sebagian besar masalah negara ini ujung-ujungnya mengarah kepada oknum yang terkait. Manusialah yang melahirkan, membentuk, dan menjalankan sistem, bukan sebaliknya. Bukannya saya ingin menyalahkan di sini, tetapi peran sumber daya manusia sangatlah besar dalam menentukan sukses tidaknya sistem tersebut berjalan.

Udah mulai bingung? Kalo begitu ayo lanjut

Lalu apa salahnya dengan manusia, bukannya manusia semua sama? Oh tidak juga kawan, begini contoh mudahnya, kita mendengar mengenai orang batak yang berperangai kasar (gak ada maksud menjelek-jelekkan, lho), orang cina yang ulet berdagang, orang prancis yang narsis (emang iya?). walaupun itu adalah hasil generalisasi semata, namun hal tersebut menunjukkan bahwa manusia sangat terpengaruh oleh lingkungannya, dan pengaruh tersebut juga mempengaruhi kinerjanya di dalam negara. Kenapa jepang bisa maju? Pasti bukan hanya karena hasil kerja segelintir orang, melainkan seluruh rakyatnya. Kenapa kita ketinggalan sama thailand, malaysia, ataw negara lain? Apa yang kurang dari seorang Indonesian?

Ini hipotesa saya (maklum filsuf, cuman bisa sotoy), orang Indonesia itu belum siap untuk memasuki kebudayaan modern! (hayo, ngerasa ga?) korupsi itu juga akibat dari budaya kita lho, kalo gak percayacoba deh perhatikan lagi perilaku kita sehari-hari dengan seksama.

Begini penjelasannya, sejarah budaya modern Indonesia itu belum terlalu panjang, Indonesia baru memasuki era kehidupan bernegara ketika eropa mulai menjajahnya. Modern di sini bukan berarti robot-robot canggih dan mobil terbang, modern yang gw maksud menunjuk pada pola pikir manusia yang mempunyai kapabilitas untuk menjalankan sistem yang udah ada hasil warisan generasi sebelumnya. Ada apa dengan pola pikir orang Indonesia? Kalo gw bikin sejarahnya begini, Jaman primitif dan jaman kerajaan di Indonesia memang mampu memupuk pola kerja keras dan kekeluargaan, tapi belum cukup untuk kehidupan bernegara yang modern. Jaman perjuangan sudah dengan fantastis mengajarkan kita megnenai semangat patriotisme dan rasa persatuan, dan itu menjadi modal yang bagus untuk kehidupan bernegara yang modern. Lalu tibalah jaman orde baru, sial! Ya gw gak menampik kemajuan-kemajuan yang kita capai di jaman itu, ekonomi maju pesat, pembangunan maju pesat, dan segalanya tampak bersinar-sinar. Tapi, ibarat keju besar yang bolong-bolong isinya, mental Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi pondasi negara ini sangatlah rapuh, segala pembangunan tersebut melesat melewati kesiapan kita untuk hidup sebagai manusia yang keren. Untuk perbandingan, negara eropa telah memasuki jaman modern sejak mereka memasuki jaman kerajaan mereka, begitu pula dengan jepang, apa yang spesial dari itu? Ada jaman di mana orang-orang jepang begitu menjunjung tinggi kehormatan dan etika hingga mereka rela bunuh diri demi itu, dan juga semangat kerja keras dan patriotisme mereka dalam membangun negara yang terpatri dalam contoh ketika mereka menolak untu dianggap lebih rendah dari negara-negara yang kala itu datang untuk mempengaruhi mereka, “japan is numero uno!” mungkin itu kata mereka saat itu, dan itu tidak mereka tinggalkan ketika memasuki dunia modern, hasilnya bisa kita lihat sekarang. Indonesia bukannya gak punya masa-masa seperti itu, tapi sialnya sifat-sifat itu udah keburu diserang oleh kebudayaan barat sebelum mendarah daging. Jaman orde baru, sedikit dari yang namanya budaya Indonesia yang bisa bertahan, kita di dogma dengan stereotipe kemakmuran yang diberikan orang barat. Jadinya, kita Cuma bisa mengekor kebudayaan luar tersebut (sayangnya, bukan dalam semangat modernisme-nya).

Kenapa hal tersebut berpengaruh buruk bagi negara kita? Ingat korupsi-adalah-budaya tadi. Budaya kerja keras dan kekeluargaan orang Indonesia sangat jarang sekali dibarengi dengan visi untuk maju, yang mereka ikuti hanya pola sukses jaman baheula, yaitu: kerjaèdapet banyak duitèmakmur. Itu yang ada di pola pikir kita, kaya orang jaman dulu bahwa yang paling banyak duit hidupnya bakal enak (ini gak salah) gak peduli ia berada di lingkungan apapun. Namun kesadaran yang rendah mengakibatkan ia berusaha menggapainya tanpa kepedulian untuk memajukan sekitarnya, ia hanya mikir untuk maju sendiri, ini yang berujung pada pertumpahan darah dalam prosesnya... negara yang maju, rakyatnya sadar bahwa ia harus memajukan sekitarnya agar ia bisa memajukan dirinya juga, itu yang gw maksud dengan belum berpikir modern (gila, jelasin begitu doang muter-muternya panjang bener...)

Bukannya kita gak menghasilkan manusia super. Sebaliknya, situasi seperti itu justru memproduksi segelintir manusia-manusia unggul, entah itu dari keberhasilannya memodernisasikan dirinya ataupun melalui sikut-menyikut tadi, sementara yang lainnya—sayangnya—ibaratnya bagai mati di medan perang, kalah. Contoh kasus: selama ini papua yang kita anggap dianak-tirikan oleh negara sebenarnya mendapat subsidi yang besar sekali untuk memajukan daerah tersebut, tapi ya itu tadi (benar sekali) dikorupsi oleh orang-orang elit yang menganggap itusebagai sebuah proyek mencari untung, bukannya proyek pembangunan.

Ok oom n tante sekalian, itu tadi pendahuluan dari essay ini (please, jangan kabur dulu)
Seenggaknya itu tadi ngejelasin alasan tindakan-tindakan konkrit yang akan gw ambil untuk berusaha memperbaiki masalah tersebut. (lagian kan gw udah memperingati kalo ini bakalan panjang)

Pada periode pertama jabatan, gw akan menitik-beratkan pembangunan di dua bidang itu dulu (tapi yang laen gak dilupain).

Gw sangat-sangat bangga ketika kita jadi negara ketiga di dunia, setelah taiwan dan negara-apa-tuh-gw-lupa-yang-pasti-bukan-amerika, yang mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari total dana belanja kita. Sayangnya, itu belum maksimal dijalanin... padahal pendidikan dan kesejahteraan rakyat menduduki peringkat atas dalam peranan menentukan kualitas SDM suatu negara.

Mana yang anda pilih, sistem yang sekarang (dengan gaji berusaha dinaikkan tapi semua harga juga naik) ataw situasi dimana gaji anda kecil, tapi pendidikan dan rumah sakit semuanya gratis?

Pikirin dulu itu sebentar, klo udah baru lanjut
...
....
.....

Gw milih yang kedua, daripada bayar mereka mahal-mahal untuk kemudian mikirin dengan sangat pusingnya untuk membagi gaji tersebut ke dalam biaya makan istri dan anak 4 orang, bayar bulanan si bungsu yang kelas 2 SD, dan biaya si sulung yang mau masuk kuliah.

Dengan ngambil contoh dari negara prancis (klo bagus lalu di contoh, knapa nggak?) mereka hidup seperti itu, lalu pendapatan negara dari mana? Ya dari pajak dong. Kalo di bagi, biaya makan, pendidikan, dan kesejahteraan adalah peringkat atas dalam pengeluaran sebuah keluarga, kalau dua diantaranya dicoret dan diganti dengan pajak (yang artinya ajak memang harus dinaikkan juga, sedikit, jadi sesuai dengan tingkat pendapatannya, makin tajir ya makin gede-gedean dong pajaknya, rasakan huahahahaha ini untuk menjaga kesenjangan sosial yang terlalu lebar) maka keluarga akan lebih ringan bebannya. Masak Cuba aja bisa ngegratisin biaya rumah sakit tapi kita enggak?!

Melalui pendidikan, akan tercipta SDM yang lebih terpelajar dan lebih siap dalam memasuki hidup modern. Tapi andai presiden mau ngurusin lebih detail mengenai kurikulum pendidikan kita, maka kesuksesan bisa lebih terjamin. Begini, kurikulum negara ini—seperti yang kita semua udah tahu—berusaha untuk menjejalkan segala macam pengetahuan yang segitu banyaknya ke dalam murid dari SD hingga SMA, belajar dijadikan sebagai suatu kewajiban yang menekan tanpa memperhatikan pihak penerima ilmu. Hasilnya, bagi mereka yang mampu bertahan dijejali itu semua (dan harus mampu menguasai semuanya tanpa terkecuali) maka ia akan keluar sebagai orang jenius super, tetapi sepertinya kita sama-sama tahu lah berapa banyak murid seperti itu di sekolah kita, sedangkan sisanya...

Murid punya passion masing-masing dalam belajar, contoh: ada yang dalam hidupnya berkembang menyukai matematika, dan ada yang tidak. Memang mereka hidup dituntut untuk bisa berhitung, tapi apakah rumus matrix atau persamaan kuadrat diperlukan ketika mereka ingin kerja sebagai akuntan yang sudah cukup dengan mengenal fungsi (+), (-), (x), dan (smile.gif. Namun kurikulum yang sekarang sudah mulai mengarah kesana, jadi saya akan memastikannya tetap begitu. Murid harusnya belajar IPA karena ia ingin tahu gimana proses terjadinya dunia, bukan karena kalau nilai IPA-nya jelek maka ia gak bisa masuk jurusan desain komunikasi visual nantinya, itu yang kurang dalam pola pemikiran budaya kita sekarang—terlalu goal-oriented. Bahkan kalau bisa saya akan menerapkan pelajaran filsafat sejak sekolah!
Dari sini kita bisa memulai tahap untuk memajukan Indonesia melalui SDM-nya yang sudah modern dan bisa melaksanakan program-program berikut:

Dari pendidikan yang terarah itu kita bisa lebih menghasilkan ahli-ahli di tiap bidang. Kemudian kita bisa menuju ke sektor berikutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di jaman modern, ini jadi tolak ukur utama antara negara tertinggal dengan negara maju. Namun untuk periode pertama kepemerintahan, agak susah untuk mengharapkan hasil nyata dalam sekejap. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan sekarang adalah memastikan bahwa universitas, institusi pendidikan tinggi, dan instansi iptek Indonesia berfungsi tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu, namun juga sebagai tempat aplikasi ilmu tersebut melalui berbagai penelitian dan riset yang kemudian hasilnya dimanfaatkan tunuk kemajuan negara. di sini letak kelemahan kita, seringkali anak-anak terbaik bangsa tidak mendapatkan pengelolaan yang maksimal sehingga mereka 'dicuri' oleh bangsa luar. Kalau sudah bisa memiliki teknologi kita sendiri tanpa harus melulu ngikutin barat, maka kita bisa lebih menggantungkan kepada penelitian dan riset. Masak kita belum punya teknologi nuklir!?

Selanjutnya kita mengarah pada pembangunan ekonomi (masih di periode pertama kepemerintahan saya), sasaran berikutnya adalah swasembada pangan. Masak kompeni susah payah ngerebut makanan dari negara kita terus sekarang kita malah mencari ke tempat lain untuk makan?! Swasembada pangan diperlukan untuk menekan biaya hidup yang lain, yaitu makan, agar tidak melambung tinggi akibat harus meng-impor dari luar. Kalau udah gak ada lagi cerita petani yang susah payah kerja untuk menyekolahkan anaknya (kan pendidikan udah digratisin, inget?) jadinya ia bisa menggunakan semangatnya itu tanpa beban berat dan menjadikan pertanian sebagai prospek yang cerah. Dengan menekan kerendahan biaya makan, maka sektor ekonomi lain bisa maju tanpa harus mengkhawatirkan pengeluaran lain kecuali modal usahanya. Sayang karena saya bukan anak IPS jadinya kurang begitu mengerti secara mendetail prosesnya, tapi kalo dari mata kuliah filsafat ekonomi maka saya mengerti bahwa sistem yang ada sekarang suadh cukup baik dengan mengikutsertakan pemerintah untuk sedikit berperan mengatur perekonomian untuk menghindari monopoli suatu sektor ekonomi dari suatu pihak.

Itu nyambung ke sektor berikutnya yaitu bagian fasilitas umum yang dikelola negara, terutama yang komersil, kaya transportasi massal, telekomunikasi, listrik, dan lainnya. Akan lebih baik apabila pemerintah memberikan kelonggaran bagi pihak swasta untuk berkompetisi di bidang yang selama ini dimonopoli pemerintah—dan lebih sering merugi daripada untungnya. Karena, kehadiran pihak swasta tersebut akan menciptakan iklim yang lebih kompetitif dan bisa mengutamakan pelayanannya terhadap konsumen. Tapi satu, tidak boleh ada aset yang dikuasai oleh pihak asing!

Dan dengan majunya bidang ekonomi ini, maka kita bisa mendukung kemajuan di bidang politik. Sebenarnya kalau pemerintahan Indonesia sudah dijalankan oleh orang-orang yang berpikiran maju maka sistem yang sekarang pun sudah cukup, karena selama ini yang jadi masalah adalah oknum-oknum di dalamnya. Demokrasi pancasila sebagai teori adalah suatu sistem yang sangat sempurna, lho. Tapi, memang untuk aplikasinya, untuk sekarang ini, orang-orang akan bilang ‘terlalu utopis’. Mungkin sedikit kesadaran bahwa jabatan sebagai wakil rakyat JANGANLAH dianggap sebagai pekerjaan, jabatan sebagai wakil rakyat harus diterima sebagai tanggung jawab (lihat bedanya? Seperti antara pedagang dengan pemuka agama). Di bidang politik, sebenarnya posisi Indonesia sudah lumayan kuat, hanya sayangnya tidak diikuti dengan kemampuan saing di bidang ekonomi. Potensi daya saing kita dalam survey berada di tingkat 10 besar paling rendah se-asia (ini data yang gw dapet dari seminar di kampus). Padahal di organisasi antar negara kita dipandang sebagai negara dengan kekuatan politik yang strategis dan seringkali mendapat kepercayaan untuk mengkoordinir event antar-negara (contoh: kerjasama asean 2015, usaha menjadikan asean sebagai pasar yang kompetitif, dikoordinasi oleh indonesia).

Lebih lanjut di bidang sistem pemerintahan. Nah, ini yang mungkin kebijakan paling radikal yang bakal gw terapin. Desentralisasi!
Pemerintahan terpusat sangat tidak cocok di negara multikultur seperti di Indonesia ini, dan walaupun sejak 2001 kita sudah memberikan otonomi daerah namun pelaksanaannya masih setengah-setengah. Pemerintah sekarang takut akan terjadi disintegrasi seperti yang terjadi di uni-soviet apabila menerapkan otonomi daerah pada tingkat propinsi. Tapi, gw berpikir sebaliknya! Mari berpindah menjadi negara federal!

bukannya gw malah mau memecah bangsa ini, ga koq suwer, tapi ini keluar sebagai satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara untuk saat ini
Kenapa begitu? Well, gw tanya, apa gunanya kita bernegara? Tentunya agar mereka bisa mensejahterakan kita, bukan? Tetapi apabila negara tersebut tidak memberikan untung bagi kita, maka sudah sepatutnya kita tidak lagi membutuhkan negara tersebut (tidak semua orang senasionalis anda, lho). Tapi manusia tidak bisa se-anarki itu, mereka akan selalu membentuk kelompok untuk memajukan diri mereka, seperti negara-negara di eropa yang sebagian besar maju saja masih merasa perlu untuk bergabung ke dalam uni-eropa, namun tanpa melepas kedaulatan mereka.

Jadi begitu, kita menjadi negara federal dengan otonomi daerah hingga tingkat propinsi. Manusia terkutuk untuk bebas—kata sartre. Dengan bentuk federasi, rakyat bebas menentukan dan mengelola nasib mereka sendiri, namun masih bernaung dalam satu wadah, yakni Indonesia. Demokrasi yang sekarang sudah usang, sistem pemerintahan bukanlah barang suci yang tidak boleh di utak-atik begitu telah terbentuk. Bukannya ingin ngikutin negara lain, tetapi demokrasi yang sekarang memanglah hanya euforia di jaman sesaat setelah perang dunia kedua. Kita ini negara kepulauan yang terpencar oleh berbagaihal mulai dari teritori hingga budaya, tidak bisa diatur oleh satu kekuasaan, karena bernegara bukan berarti harus seragam bukan? Kecuali kita menganut sistem sosialis. Sistem ini akan mendorong kreatifitas anak daerah untuk memaksimalkan potensi yang mereka punya.

Sisi baik pengaruh sistem ini dalam bidang pertahanan negara adalah usaha disintegrasi akan hilang karena apa yang mereka inginkan, yakni wewenang untuk mengatur daerahnya sendiri, telah terpenuhi. Dan keamanan negara bisa lebih terfokus karena sekarang bukan satu pertahanan pusat yang mencoba mempertahankan beribu pulau, namun 32 propinsi yang melindungi teritori masing-masing.

Ohya, terakhir, isu yang paling sensitif, agama, biarlah itu menjadi urusan pribadi masing dan jauhkan dari ruang publik. Kalau mau aturan agama tertentu diterapkan, pergi saja ke propinsi yang menerapkannya, dan kita bisa membandingkan mana yang lebih berhasil, tapi tetap saling membantu.

Begitulah ide aneh saya tentang menjadi presiden. Terima kasih sudah capek-capek membaca. Kalau ada tanggapan ataw pendapat yang berbeda, saya akan dengan senang hati menerimanya. Gw ga suka debat, tapi gw suka diskusi... hekekek ayo ngobrol yuk
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
pejantan_gemuk

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=61985


Andai saya menjadi seorang presiden

Pada awal periode saya akan mengkhususkan pembenahan struktur pemerintahan.
Tugas awal ialah menyeleksi para menteri-menteri yang akan saya pilih. Sarat pertama ialah orang tersebut mempunyai kualifikasi terbaik di bidang yang akan diurus. Kedua harus terbebas dari rezim korup yg berkuasa sebelum saya berkuasa. Mempunyai integritas serta dedikasi yang tinggi

Setelah itu fokus kedua pada periode pertama ialah pembangunan ekonomi melalui penghapusan utang luar negeri, pemberdayaan masyarakat miskin, penyehatan iklim investasi melalui reformasi birokrasi, serta melakukan restrukturisasi pos-pos pendapatan negara yang selama ini banyak terdapat kebocoran di dalamnya, seperti sektor pajak, kemudian menasionalisai perusahan tambang asing yang beroperasi di Indonesia. Memaksimalkan pendapatan daerah bagi pemerintah pusat

Pentingnya membangun bangsa ini tentu harus didukung SDM yang kuat, melalui sektor pendidikan saya akan membangun manusia Indonesia yang memiliki kualitas, dengan cara mengalokasikan dana sebesar 20% dari APBN sesuai dengan ketentuan UUD 45. bebas biaya sekolah mulai dari dasar hingga perguruan tinggi, menerjemahkan buku asing yang berguna bagi pendidikan dan penelitian di Indonesia, membangun fasislitas pendidikan di setiap wilayah, minimal di setiap daerah tingkat II sudah terdapat fasilitas sekolah dari tingkat dasar hingga tingkat atas, membuat perpustakaan lengkap disetiap sekolah tersebut.

Modal SDM yang kuat tadi akan mejadi awal yang bagi periode kedua saya berkuasa. Setelah memiliki SDM yang berkualitas di setiap bidang diharapkan akan memudahkan saya untuk menyusun program untuk tahun kedua saya berkuasa.

Penataan ekonomi pada tahun pertama akan mejadi acuan buat saya untuk melakukan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Republik ini, dengan begitu daerah akan merasakan hasil yang telah mereka sumbangkan bagi pusat sesuai dengan proporsi.
Pemerataan ekonomi ini diharapkan akan meredam gejolak di daqerah yang sebagian besardisebabkan oleh ketimpangan ekonomi antara daerah dan pusat.

Fokus yang lain adalah pada bidang pertahanan dengan cara memberikan perhatian khusus bagi industri pertahanan dalm negeri agar kita dapat memproduksi alat pertahanan sendiri. Dengan mengalokasikan biaya yang cukup bagi pembenahan sistem pertahanan serta pemamfaatan SDM yang berkualitas tadi untuk meningkatkan sistem pertahanan.

Sekian
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Alexei

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=47069


Indonesia sering dibilang sebagai Negara yang bobrok, kemiskinan merajalela, pejabat-pejabatnya korup, rakyatnya terbelakang, dan berbagai keburukan-keburukan lainnya. Jika saya adalah Presiden Republik Indonesia selama dua periode maka saya akan melancarkan reformasi dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik, dan akan kita lihat bahwa ketiga aspek ini selalu berkaitan satu dengan yang lainnya.

Dalam bidang sosial, agenda utama saya adalah untuk mempersempit jurang kemiskinan. Ini merupakan masalah besar yang dihadapi bahkan oleh negara-negara maju. Perlu kita sadari bahwa tiap orang tidak dilahirkan sama, maka dari itu yang perlu kita lakukan adalah memberikan kesempatan yang sama bagi tiap orang untuk menjadi sukses. Kunci dari kesuksesan rancangan ini adalah pendidikan. Kualitas pendidikan di serata penjuru Indonesia harus ditingkatkan. Melalui pendidikan kita bisa menghasilkan tenaga-tenaga terampil dalam upaya membangun negara kita ke taraf yang lebih tinggi. Melalui pendidikan pula, kita bisa membentuk kepribadian dan etos kerja positif yang tentunya sangat diperlukan untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan yang jumlahnya kian terbatas.

Selain pendidikan, hal lain yang bisa memberantas kemiskinan adalah pengontrolan jumlah populasi. Saya akui ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena Indonesia pada dasarnya adalah negara agrikultur yang memerlukan banyak pekerja. Tapi bisa kita lihat, seringkali jenis keluarga yang mempunyai banyak anak justru merupakan keluarga yang paling terpuruk dalam jurang kemiskinan. Tambahan lagi, jumlah lapangan kerja di Indonesia sekarang ini tidak akan sanggup untuk bersaing dengan jumlah penduduknya. Walhasil, sebagian besar penduduk tidak mempunyai pekerjaan tetap dan bahkan menjadi sampah masyarakat. Perlu kita ketahui bahwa paradigma lama ‘banyak anak banyak rejeki’ sudah semakin tidak relevan di jaman yang makin berkembang ini. Indonesia telah menjalankan program Keluarga Berencana selama bertahun-tahun, tetapi hasilnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Maka dari itu kita harus lebih gencar lagi mendidik penduduk Indonesia dengan program-program serupa, menganjurkan penggunaan kondom, peggunaan pil pencegah kehamilan, dan pelegalan aborsi. Para kritik tentunya akan mengemukakan keberatan tentang kebijakan-kebijakan ini dan menganggapnya sebagai hal tabu. Tapi yang kita perlukan di sini adalah sedikit akal sehat yang mau melihat dan mengakui duduk permasalahan negara kita, baru permasalahan itu kemudian bisa ditanggulangi. Hal-hal seperti seks tidak perlu ditutup-tutupi dan dicap tabu, malahan rakyat perlu dididik tentang seks yang bertanggung jawab, karena ketika orang-orang yang membuat tidak bisa menghidupi anak-anak mereka,, beban tanggung jawab tersebut mau tidak mau harus dipikul negara.

Aspek kedua yang saya hendak bahas adalah ekonomi. Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil alamnya. Adalah suatu hal yang sungguh memalukan bahwa Indonesia harus dicap sebagai negara miskin, bahkan sering harus mengemis dan berhutang kepada IMF. Jika Indonesia benar-benar negara miskin, tidak akan Belanda dan Jepang begitu serunya menjajah kita, tidak akan pula negara-negara Barat lainnya berlumba-lumba untuk membantu Presiden Soeharto untuk menggulingkan Presiden Soekarno lalu membuka Indonesia untuk menjadi pasar dan pemasok sumber daya alam dan manusia. Maka dari itu, sangat penting bagi Indonesia untuk mereformasi ekonominya. Salah satunya adalah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Perlu kita perhatikan bahwa Indonesia sekarang dikenal sebagai salah satu pemasok sumber daya manusia yang murah di Asia. Namun perlu kita perhatikan juga bahwa kita harus bersaing dengan negara-negara lain seperti Vietnam dan China, di mana sumber daya manusianya juga murah meriah. Etos kerja perlu diperbaiki karena menurut salah satu survey yang saya pernah dengar, produktivitas tenaga kerja Indonesia pada umumnya hanya mencapai sekitar 60%, jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Kunci peningkatan kualitas SDM kita juga jatuh kepada kualitas pendidikan.

Selain peningkatan kualitas SDM, kita perlu meningkatkan infrastruktur, sarana telekomunikasi dan transportasi yang tentunya akan sangat penting bagi usaha-usaha domestik maupun perusahaan-perusahaan asing yang mau membuka cabang di Indonesia. Selain itu, keamanan di Indonesia juga harus ditingkatkan untuk menarik perusahaan-perusahaan asing.

Pada poin ini akan banyak yang mengkritik kebijakan-kebijakan saya sebagai pro perusahaan-perusahaan asing. Seperti yang saya telah kemukakan sebelumnya, yang kita perlukan adalah akal sehat dan pikiran yang terbuka. Salah satu masalah kita adalah kurangnya jumlah lapangan kerja dan perusahaan asing bisa membantu kita menyediakan lapangan kerja yang diperlukan tersebut. Saya tidak menyangkal bahwa banyak perusahaan asing yang malah mengeksploitasi buruh Indonesia yang tidak berpendidikan dan mereka dibayar dengan gaji yang jauh di bawah upah minimum. Maka dari itu saya ingin mengemukakan kebijakan berikutnya, yaitu pembentukan serikat pekerja yang kuat. Keuntungan dari adanya serikat pekerja di antaranya adalah, melindungi pekerja, menjamin upah minimum, dan menjadi wadah untuk menyelesaikan konflik secara damai dan tanpa kekerasan yang bisa merugikan kedua belah pihak. Pada saat ini serikat buruh telah ada, tetapi ianya mempunyai masalah-masalah mendasar seperti korupsi dan kurangnya pengawasan akan kondisi kerja buruh maupun kinerja serikat pekerja itu sendiri. Kebijakan-kebijakan yang lebih mendetil akan diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Dalam hal politik, tentunya saya akan mencoba untuk memberantas korupsi, meskipun saya sendiri ragu akan kans keberhasilannya. Mungkin saya harus membuat kebijakan radikal seperti hukuman mati bagi tiap-tiap pejabat yang terbukti korup, namun tentunya tidak akan ada orang yang mau atau berani untuk menjadi pejabat. Yang pasti, pemerintah harus lebih terbuka kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang dibentuk. Tender untuk tiap-tiap proyek akan dibuka ke pasar bebas dan keputusan akan dibuat transparan, dengan demikian diharapkan kesempatan pejabat dalam menggelapkan uang negara dalam proyek-proyek akan lebih terbatas. Budget negara juga akan diumumkan, beserta prioritas-prioritas ekonomi, sehingga rakyat lebih mengenal kinerja pemerintahannya. Kesepakatan-kesepakatan dengan negara asing juga akan diumumkan ke publik demi mencegah terjadinya korupsi dan butir-butir perjanjian yang tidak adil dan merugikan bagi negara (seperti kasus Freeport dll.).

Mengenai kekuatan militer, saya tidak mempunyai rencana besar, hanya sekedar mempertahankannya di tingkat yang sekarang. Saya percaya, Indonesia memerlukan budget yang besar di berbagai area dan kita harus tegas terhadap prioritas-prioritas yang harus kita capai. Saya akui bahwa sebagai sesama negara Islam kita mempunyai kewajiban untuk terlibat jika Amerika Serikat melancarkan perang besar-besaran terhadap saudara kita Iran, Iraq, ataupun Afghanistan. Namun kita harus berbesar hati pula untuk mengakui keterbatasan kekuatan militer kita sekarang bahkan jika kita menghimpun seluruh dana yang tersedia. Yang terpenting adalah kita mempunyai kekuatan militer yang cukup untuk mempertahankan negara kita jika kedaulatan kita sampai terancam.

Selain hal-hal di atas, ada satu aspek sosial lainnya yang saya harus kemukakan. Saya tidak menaruh masalah ini dengan kebijakan-kebijakan sosial lainnya karena masalah ini baru bisa diselesaikan jika kita telah lebih kurang menyelesaikan masalah-masalah di atas. Ianya adalah rendahnya semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Mayoritas penduduk kita tidak merasa bangga terhadap negaranya. Namun kita perlu jujur bahwa banyak yang merasa tidak bangga karena mereka tidak bisa menemukan hal yang bisa dibanggakan dari Indonesia sekarang. Tapi jika kita bisa menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab, yang cinta akan rakyatnya, ekonomi yang berkembang, negara yang sanggup memberi makan penduduknya, niscaya rasa cinta tanah air akan tumbuh dengan sendirinya dan bersamaan dengan tumbuhnya nasionalisme, semangat separatisme tentunya akan memudar. Selain itu pendidikan di Indonesia juga bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa merintis perasaan tersebut.

Mungkin essay saya ini akan dinilai terlalu bombastis, bagai si pungguk merindukan bulan, lupa akan realitas yang sudah terlanjur terlalu rusak untuk diperbaiki. Tetapi saya yakin selama ada kemauan di situ ada jalan. Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa punya kewajiban untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan kita. Essay ini adalah bentuk dari sebuah kepedulian, sebuah mimpi, sekumpulan ide, dan selama kita bernafas kita hendaknya terus bermimpi, terus melahirkan ide-ide baru, terus peduli, dan terus berharap bahwa suatu hari nanti ide tersebut akan membuka jalan untuk aksi konkret. Selamat ulang tahun, dirgahayu Republik Indonesia-ku.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
co77ers

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=69309


Dalam era yang serba tidak menentu ini memang sangat diperlukan adanya pemimpin yang sangat berani dan penuh terobosan dalam pemikiran untuk lebih membuat Indonesia semakin maju dan menjadi Negara yang lebih diperhitungkan oleh Negara lain. Seandainya saya adalah Presiden Republik Indonesia selama dua periode, maka banyak langkah-langkah yang akan saya ambil, terutama langkah-langkah di bidang HANKAM. Mengapa HANKAM ? karena bidang tersebut merupakan satu bidang yang sangat rentan akan nama besar bangsa Indonesia. Apbila di bidang HANKAM saja Indonesia sudah sampai tidak dipandang oleh Negara lain, maka sudah pasti Indonesia akan mengulang dimana sejarah tempo dulu Bangsa/Negara asing dengan leluasa menguras kekayaan kita dengan cara menjajah dan seakan bangsa kita tidak mampu berbuat apa-apa. Memang terjadi perlawanan yang keras dari para pejuang-pejuang kita, namum semua perlawanan dan perjuangan itu bagai meniup tembok beton supaya runtuh. Semua itu karena sifat perlawanan para pejuang yang masih bersifat kedaerahan/feodalisme. Hal serupa kembali terjadi pada di masa sekarang ini. Setiap daerah berlomba untuk ingin maju dan kaya sendiri-sendiri. Hal ini patut kita waspadai sebagai ancaman perpecahan dan merusak nilai persatuan yang tertanam dalam Pancasila. Mari kita mengkai makna Pancasila Sila ke-3, "Persatuan Indonesia", disinilah sebenarnya sumber kekuatan bangsa Indonesia yakni bersatu demi Negara Indonesia dan seandainya saya adalah Presiden RI, amka akan saya perkuat sector HANKAM. Terutama adalah dengan selalu saya bangun hubungan yang kuat antara daerah dengan daerah yang lain, daerah-daerah dengan pusat, sahingga dengan hubungan yang kuat maka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia pasti terjaga.

Dan langkah berikut yang tidak kalah pentingnya adalah dengan memajukan bidang Politik, Ekonomi dan Militer. Bidang Politik adalah dengan memajukan hubungan luar negeri yang sehat, yakni setiap kebijaksanaan luar negeri yang akan saya ambil adalah atas dasar pertimbangan-pertimbangan yang tidak hanya membuat bangsa asing untung lebih besar daripada bangsa Indonesia. Saya amat yakin bahwa Bangsa Indonesia lebih sangat dibutuhkan oleh Negara asing. Dari segi kekayaan alam sampai manusianya sendiri. Dari segi alam sudah pasti Indonesia amat kaya raya. Dan dari Segi manusia orang Indonesia paling banyak menjadi Tenaga Kerja di Negara Asing. Dan dari segi Ekonomi, langkah Presiden Republik Indonesia yang akan saya ambil adalah dengan terus mengurangi jumlah kemisikinan dan pengangguran. Saya akan mengeluarkan Undang-Undang yang melarang seorang Individu menjadi Kaya kecuali dia bias memberikan santunan untuk kaum miskin dan membuka lapangan kerja untuk para pengangguran di daerahnya, sehingga semakin kaya orang itu maka semakin banyak ia harus memberi santunan dan memberi pekerjaan untuk para Pengangguran. Dengan demikian saya yakin bila dengan berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran, semakin maju segi ekonomi bagi Negara kita. Kalau di Bidang Militer Indonesia perlu dipandang perlu untuk memiliki senjata dan kekuatan tempur yang lebih canggih dari yang kita miliki saat ini. Terutama pada armada laut dan udara. Seperti yang sering terjadi kekayaan laut kita sering dicuri oleh nelayan-nelayan asing dan seringnya kapal-kapal penyelundup yang masuk dari wilayah laut tanpa kita bias tangkap dikarenakan kapal-kapal tersebut lebih canggih. Oleh karena dengan semakin canggihnya armada laut kita, kita bias lebih sigap mengusir kapal-kapal asing baik itu kapal perang, kapal nelayan ataupun kapal yang tidak memiliki ijin untuk berada diperairan kita. Dan untuk armada udara adalah guna lebih baik dalam memantau melalui udara.

Ada langkah yang juga tidak kalah pentingnya yang akan saya prioritaskan yaitu tindakan terhadap gerakan separatisme, seandainya saya Presiden Republik Indonesia maka saya akan lebih mengadakan kunjungan ke daerah-daerah konflik. Karena dengan lebih sering saya dating kedaerah-daerah tersbut, saya seolah-olah memberi gambaran bahwa daerah mereka tidak dianak tirikan oleh bangsa Indonesia. Karena bagi saya gerakan separatisme adalah gerakan simana sekelompok orang disatu daerah ingin memisahkan diri dari NKRI karena mereka merasa kurang mendapat perhatian dan nasib mereka tidak diperdulikan oleh Negara. Sehingga timbul adanya pemikiran-pemikiran untuk mendirikan Negara sendiri. Apalagi bila ditambah dengan hasutan atau godaan dari Negara asing.

Demikian mungkin yang dapat saya gmbarkan dengan sederhana dalam pola pikir saya seandainya saya adalah Presiden Republik Indonesia selama 2 periode.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
muhwahyan

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=66606


Seandainya saya menjadi Presiden Republik Indonesia Selama dua Periode maka akan banyak hal yang akan saya lakukan dan kelihatannya jiklau dirangkum dalam essay ini tidak akan cukup akan tetapi saya mencoba untuk memberikan garis besar dari kebijaksanannya saya. Pertama kali saya lakukan jika saya menjadi Presiden Republik Indonesia adalah mengumpulkan semua data-data tentang Hambatan, Tantangan, Ancaman dan Gangguan (HTAG) yang ada saat ini dan berpotensi akan ada. Dalam hal ini saya mencoba mengemukakan permasalahan yang ada pada bangsa ini mungkin tidak keseluruhan akan tetapi secara garis besar inilah masalah kita. Dan sekaligus akan saya berikan langkah-langkah saya untuk mengatasinya :

1. Bidang Politik

Pada saat ini bangsa kita masih mengalami masa peralihan dari yang katanya Orde Baru ke Orde Reformasi dari Sentralisasi ke Desentralisasi, kuatnya peran partai politik sehingga yang duduk dikursi DPR sekarang ini bukan lah wakil rakyat akan tetapi wakil partai/golongan walaupun sistem pemerintahan kita menganut bahwa aspirasi rakyat diwakili oleh partai politik. Sebetulnya terlepas dari masalah-masalah tersebut sebetulnya yang menjadi masalah besar adalah tidak adanya kestabilan politik didalam negeri yang dimana walaupun Sistem pemerintahan kita menganut sistem Kepresidenan akan tetapi begitu banyak kebijaksanaan Presiden yang harus menunggu atau meminta persetujuan DPR. Oleh karena itu jikalau saya menjadi Presiden saya akan membuat/mengajukan ke MPR untuk membuat TAP MPR yang mengatur tugas Presiden untuk tidak bisa diganggu/terganggu oleh DPR karena tugas DPR hanyalah pengawasan bukan ikut campur dalam kebijaksanaan MPR, dan saya sebagai Presiden tidak akan terganggu oleh kebijaksanaan saya yang mungkin akan terganggu oleh ketidak setujuan DPR, akan tetapi hal ini bukan berarti tugas seorang Presiden tidak ada yang mengkoreksi, DPR tetap melakukan pengawasan akan tetapi mereka baru bisa mengajukannnya pada saat Sidang MPR yang mungkin bisa dirancang diatur untuk sidang 2 tahun sekali (tahun pertama, tahun keempat) sehingga jika DPR dan atau menganggap Presiden telah melakukan hal-hal yang diluar tugasnya Presiden bisa Impeacthment, sehingga paling tidak Presiden bekerja selama 2 (dua) tahun tanpa gangguan dari DPR (Impeachment).

2. Bidang Eknomi

Perekonomian kita saat ini sudah mulai membaik akibat resesi yang kita alami, akan tetapi itu belumlah cukup, bangsa Indonesia pada saat ini masih memiliki begitu banyak Sumber Daya Alam yang notabene dikerjakan oleh operator asing walaupun dengan istilah joint operation, yang dimana dulu kita menerima joint operation dengan tujuan terjadinya transfer teknologi padahal kenyataannnya transfer teknologi yang ada tidak lebih dari angka 15%. oleh karena itu jika saya menjadi Presiden saya akan mereview seluruh kontrak-kontrak yang ada saat ini dan jikalu ada celah untuk membatalkannya saya akan membatalkan kontrak-kontrak tersebut dengan tanpa ada konsekuensi denda dari pihak ketiga. Selain itu untuk meningkatkan kegiatan perekonomian saya akan mengeluarkan PP yang mengatur agar Bank BUMN ataupun swasta untuk mempermudah/memperingan untuk masyarakat kecil untuk mengajukan kredit . Sehingga sektor UKM Menengah kebawah bisa lebih berkembang dan saya juga akan mempercepat terwujudnya satu pintu/ Single Windows untuk mengurus/membuka usaha baru sehingga para investor bisa tahu berapa lama ijin mereka bisa keluar, ini berlaku sama untuk investor dalam maupun luar negeri

3. Bidang Militer

Terus terang saja pada saat ini Bidang Militer kita memiliki persenjataan yang sudah sangat ketinggalan jaman, walaupun kita memiliki tentara-tentara yang hebat akan tetapi persenjataan kita sangat jauh dari negara-negara tetangga kita. Oleh karena itu untuk meningkatkan persenjataan kita saya seabagai presiden Republik Indonesia akan membuat Aliansi dengan dua negara besar yaitu Rusia dan Cina, kenapa karena jika dengan Amerika dan Eropa kita akan sulit mendapatkan persenjataan yang terbaru karena alasan HAM lah, apalah, sehingga jika kita bekerjasama dengan Rusia dan Cina kita bisa meningkatkan Persnjataan kita sekaligus membuat posisi kita lebih diperhitungkan di Dunia Barat.

4. Gerakan separatisme

Gerakan speratisme saat ini masih banyak terjadi di Aceh, maluku dan papua ini bisa terjadi dari ketidakpuasan dari beberapa golongan tertentu dari masyarakat yang ada dan adanya campur tangan pihak asing yang menginginkan tidak adanya kestabilan dalam negara kita. Oleh karena itu sebagai Presiden Republik Indonesia saya akan mengeluarkan perintah kepada Panglima TNI, Kapolri dan Ketua BIN Untuk menembak mati ditempat para agen asing yang kedapatan mengompori masyarakat setempat (dengan bukti ditangan yang cukup untuk menyatakan orang tersebut memang menghasut/mendanai masyarakat setempat) walaupun para agen asing itu berkedok LSM ataupun bantuan dari PBB. Sedangkan untuk masyarakat setempat yang melakukan gerakan separatisme saya akan mengajak mereka untuk bergabung dengan NKRI atau mereka akan menjadi musuh negara. Karena gerakan Separatisme tidak diterima dinegara manapun juga, kompensasi dari bergabungnya mereka dengan NKRI semua kejahatan mereka saya ampuni/grasi.

Begitulah beberapa langkah-langkah yang akan saya ambil jika saya menjadi Presiden
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
lonely_silent

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=55228


10 tahun atau dua periode masa pemerintahan adalah
waktu yang cukup lama untuk menjalankan dan meneruskan
pemerintahan yang telah terbentuk, tapi waktu yang
cukup sedikit pula untuk membenahi pemerintahan
sebelumnya yang bisa dibilang telah banyak memiliki
kecacatan. Bukanlah sesuatu yang mudah dalam mengemban
tugas sebagai kepala negara yang terdapat beraneka
ragam suku dalam satu wilayahnya, namun demikian
terdapat banyak pula kelebihan yang dimiliki dan bisa
dimanfaatkan dalam keanekaragaman ini. Keutuhan
bangsa dan negara ini haruslah dapat dipertahankan
sebagai bukti bahwa bangsa yang besar adalah bangsa
yang mengormati jasa para pahlawan terdahulu yang rela
berjuang demi kemerdekaan bangsa dan tanah airnya.

Negara Indonesia terdiri atas beragam suku serta
bahasa, berdiri di wilayah yang terbentang dari sabang
sampai merauke. Maka untuk menjaga keutuhan bangsa ini
bukan tugas yang mudah pula, tantangan serta hambatan
akan selalu senantiasa menghadang laju pemerintahan
yang akan dijalankan. Langkah yang akan saya ambil
sebagai kepala negara untuk menjaga keutuhan negara
ini akan dimulai dengan mengkoordinasikan semua pihak
yang terkait mulai dari pemerintahan pusat hingga
pemerintahan daerah. Membuat evaluasi dari kinerja
pemerintahan sebelumnya, dan merumuskan program kerja
untuk masa pemerintahan ke depan.

Dari banyak aspek yang harus diperhatikan dalam
menjalankan pemerintahan ini, saya akan menyoroti 3
aspek yang menjadi tugas saya sebagai kepala negara,
diantaranya Ekonomi, Politik, Militer. 3 aspek
tersebut sangat berkaitan, sehingga program yang saya
buat untuk mamajukan aspek-aspek tersebut mesti
terkoordinir dengan baik.
Pertama, dalam hal politik. Saya akan menggandeng
semua partai peserta pemilu agar bisa mendorong saya
untuk bisa menjalankan pemerintahan dengan baik, sebab
jika tidak ada kerjasama dengan partai lain maka akan
sulit bagi saya untuk membawa semua rakyat Indonesia
untuk bersama saya menjalankan dan memajukan bangsa
ini.
Kedua, dalam hal Militer. Saya sebagai kepala negara
akan mengusulkan serta menetapkan adanya pergantian
posisi Panglima ABRI secara bergantian dalam setiap
periode dari keempat elemen yang ada, yaitu TNI AD,
TNI AL, TNI AU dan Kepolisian. Ini dimaksudkan agar
setiap elemen yang ada dapat bersinergi dan bekerja
sama dalam mempertahankan keutuhan negara baik dari
serangan dari luar negeri maupun serangan dari dalam
negeri yang bermaksud untuk merusak keamanan dan
keutuhan negara.
Ketiga, dalam hal ekonomi. Saya akan berkoordinasi
dengan semua pihak, mulai dari lembaga pemerintahan
yang saya pimpin, Perguruan Tinggi, pengamat ekonomi
serta semua asosiasi pengusaha untuk membuat
perencanaan dalam mengembangkan bahkan memajukan
perekonomian di Indonesia.

Seperti diketahui saat ini muncul gerakan separatisme
yang bisa merusak kedaulatan dan keutuhan negara. Saya
melihat hal ini juga bisa disebabkan oleh ketiga aspek
yang saya sebutkan diatas. Sistem politik yang tidak
sehat, lemahnya pengaruh militer dalam kehidupan
sosial serta ketidakmerataan ekomomi di semua daerah
bisa menyebabkan rakyat di daerah melakukan gerakan
separatis atau pemisahan yang pada ujungnya ingin
membuat negara sendiri yang berdaulat.
Saya memahami sepenuhnya bahwa hak mereka untuk
memiliki negara sendiri, tetapi hal ini tidaklah bisa
saya terima sepenuhnya sebab keinginan mereka untuk
mendirikan negera sendiri tersebut tidaklah didukung
sepenuhnya oleh rakyat di daerah mereka.
Gerakan-gerakan separatis seperti yang terjadi di
Aceh, Maluku, Papua adn yang baru terjadi di Riau ini
adalah gerakan yang tidak bisa diterima dan mesti
ditumpas sebab dapat menghancurkan keutuhan negara.
Tetapi walau begitu, mereka tetaplah bagian dari
rakyat Indonesia. Maka langkah yang diambil tidak
serta merta harus menggunakan kekerasan atau cara
militer, langkah pertama bisa diambil dengan cara
pendekatan persuasif. Jika memang denagn cara
pendekatan atau negosiasi tidak menghasilkan kata
mufakat dan mereka tetap menginginkan kemerdekaan
sendiri, maka langkah terakhir adalah dengan
menurunkan pasukan militer untuk menghadang keinginan
mereka alias berperang.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
calon_benghar

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=21645


MERDEKA !!!!

Saudara-saudaara sebangsa dan setanah air yang saya hormati, cintai dan banggakan......

Mengawali tugas dan kewajiban saya selaku Presiden Republik Indonesia, perkenankan saya memaparkan dan menyampaikan beberpa hal yang terkait dengan rencana pelaksanaan tugas kepresidenan yang segera akan saya laksanakan...

Negara Republik Indonesia adalah sebuah negara yang besar. Besar wilayahnya, jumlah penduduknya, kekayaan sumber dayanya, potensi pengembangannya, bahkan juga permasalahan yang dihadapinya. Untuk itu mutlak dibutuhkan pemimpin yang mau dan mampu memberi perhatian sepenuhnya pada setiap aspek permasalahan dalam pembangunan, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kejayaan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia dewasa ini mutlak harus dimulai dengan adanya komitmen dari setiap komponen negeri ini untuk senantiasa menempatkan dan mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Untuk itu sebagai Presiden Republik Indonesia, saya akan memulai tugas kerja saya dengan membuat 3 (tiga) jenis komitmen yang akan saya ajukan kepada rakyat, negara dan bangsa Indonesia. Ketiga komitmen yang saya ajukan tersebut akan saya sebut sebagai “ TRI AMUKTI PRASETYA “; yaitu:

1. Sebagai Presiden Republik Indonesia, maka jiwa – raga – tubuh – batin – otak – akal budi – perhatian dan perbuatan saya harus saya dedikasikan seutuhnya kepada rakyat, negara dan bangsa Indonesia. Tidak boleh ada hal-hal di luar kepentingan rakyat, negara dan bangsa yang boleh menyita perhatian saya secara signifikan. Oleh karena itu saya berjanji tidak akan menikah dan atau terlibat hubungan asmara secara sadar dan sengaja dengan siapapun juga, sebelum saya menyelesaikan tugas dan masa jabatan saya.
2. Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya mutlak membutuhkan dukungan yang sebesar-besarnya dari segenap komponen bangsa dan dari seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut telah akan saya dapatkan sejak saat pertama saya menjalankan tugas kenegaraan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, dan akan senantiasa saya dapatkan selama saya dapat menjalankan tugas dan kewajiban saya sebagai Presiden secara benar sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Saya menyadari bahwa dalam pelaksanaannya sangat dimungkinkan saya akan menghadapi berbagai macam permasalahan dan dilema. Hal ini akan berpotensi mengakibatkan terjadonya berbagai konflik kepentingan yang sebenarnya sangat lazim terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi saya tetap harus memiliki suatu dasar prinsip yang jelas yang akan memungkinkan saya untuk mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu saya berjanji bahwa dalam setiap permasalahan penentuan dan pengambilan kebijakan dan kebijaksanaan, saya akan selalu mengambil tindakan-tindakan yang mendahulukan pemenuhan kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia di atas kepentingan-kepentingan lainnya, seberat apapun konsekuensi yang harus kami hadapi nantinya. Dalam pada itu, saya pun harus meminta komitmen dari segenap rakyat dan bangsa Indonesia untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada kebijakan dan kebijaksanaan yang saya ambil, sejauh hal tersebut dapat saya buktikan berpihak pada pembelaan kepentingan rakyat (yang lebih besar), bangsa dan negara Indonesia.
3. Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya menyadari bahwa bagaimanapun juga saya adalah tetap manusia biasa yang sangat mungkin melakukan kekeliruan, kekhilafan dan kesalahan. Demikian pula dalam setiap tindakan dan setiap pengambilan kebijakan dalam mengatasi permasalahan, dimungkinkan dapat terjadi suatu kesalahan yang kemudian berakibat pada timbulnya kerugian di pihak lain. Sekalipun dalam menjalankan tugas kepresidenan saya dilindungi oleh undang-undang, namun setiap kesalahan dalam bentuk apapun harus menghadapi suatu konsekuensi. Kekebalan yang saya dapatkan sebagai bentuk kewenangan dalam menjalankan tugas sebagaimana diatur dalam undang-undang hanya dapat menunda pelaksanaan konsekuensi hukum atas kesalahan tersebut hingga tugas dan masa jabatan saya berakhir. Oleh karena itu saya berjanji bahwa saya akan mempertanggung-jawabkan segala kesalahan yang saya lakukan selama menjalankan tugas, serta sanggup menghadapi dan akan menerima segala bentuk konsekuensi hukum yang timbul, segera setelah tugas dan masa jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia berakhir.

Saya berharap seluruh rakyat Indonesia dan segenap komponen bangsa ini dapat memahami dan menerima komitmen-komitmen yang saya ajukan tersebut, serta mau menjalankannya bersama-sama saya untuk kejayaan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki karakteristik-karakteristik yang unik dan khusus yang sangat membedakannya dengan negara-negara lain. Sebagian dari karakteristik-karakteristik unik dan khusus itu muncul sebagai kekuatan dan sumber daya yang sangat berperan penting dalam keberhasilan pembangunan di Indonesia.. misalnya keanekaragaman sumberdaya mineral yang tersebar di sepanjang wilayah Indonesia, keanekaragaman hayati baik biota laut maupun daratnya yang menyebabkan timbulnya peluang untuk diversifikasi usaha di Indonesia maupun keanekaragaman etnis dan budaya di wilayah Nusantara yang masing-masing memiliki kekayaan nilai budaya yang tak ternilai disamping ketrampilan-ketrampilan khusus yang secara alami dimiliki oleh masing-masing etnis. Namun tak jarang karakteristik-karakteristik unik dan khusus itu justru menjadi penghambat laju pembangunan. Untuk itu perlu ada kebijakan yang tepat dan terpadu .

Kondisi tanah di wilayah Indonesia yang relatif amat subur, serta latar belakang sebagian besar penduduk Indonesia yg bekerja sebagai petani adalah satu prinsip dasar yang melatar belakangi beberapa kebijakan sebagai berikut.

Indonesia mengalami masalah yg kompleks, dengan pokok masalah utama adalah masalah ekonomi. Kesenjangan ekonomi, tingginya angka pengangguran, tidak stabilnya tingkat harga terutama pada barang-barang kebutuhan pokok, tingginya angka pertumbuhan ekonomi yang semu, menjadi pemicu munculnya masalah-masalah di bidang lain. Untuk itu dibutuhkan pembenahan pada pembangunan bidang ekonomi. Masalah korupsi, peluang-peluang hilangnya keuntungan negara, pengaturan tata niaga pada sektor produksi – industri dan perdagangan harus segera dilakukan. Bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak mutlak harus dikembalikan penguasaannya kepada negara, sehingga dapat dipergunakan untuk sebaik-baiknya kepentingan nasional dan masyarakat.

1. BIDANG EKONOMI
1. Pembenahan Penerimaan Negara dari sektor MIGAS. Seluruh bentuk kerjasama pengelolaan sumberdaya alam dan energi akan ditinjau ulang secara bertahap. Pelaksanaan kerjasama tersebut haruslah memberikan keuntungan terbesar kepada negara hingga 70% dari total keuntungan, serta minimal 10% dari total keuntungan berikutnya menjadi hak penerimaan daerah penghasil sumberdaya alam dan energi tersebut. Bagian keuntungan yang masuk ke kas negara tersebut selanjutnya akan digabung dengan penerimaan negara dari sektor-sektor lain, untuk selanjutnya dipergunakan dalam pembiayaan pembangunan nasional dan belanja negara (dalam hal ini daerah penghasil sumber daya tersebut juga mmiliki hak yang sama secara proporsional dengan daerah-daerah lainnya). Sementara itu daerah penghasil sumberdaya tersebut memiliki hak penguasaan mutlak atas 10 % dari total keuntungan pengelolaan sumber daya tersebut, yaitu sebagai Penerimaan Asli Daerah.
2. Kebijakan Pembangunan di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Energi harus dilakukan dengan menggolongkan kegiatan dalam 2 kelompok besar:

1. Kegiatan Profit Taking, dimana seluruh kegiatan pengelolaan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan devisa sebayak-banyaknya dalam batasan kerangka Pembangunan Berkesinambungan (Sustainable Development). Ini bukan berarti exploitasi dan explorasi besar-besaran atas Sumber Daya Alam dan Energi, melainkan dilakukannya manajemen yang tepat yang menghasilkan efektifitas produksi dan efisiensi biaya produksi .

2. Kegiatan Konservasi dan Pemanfaatan Dalam Negeri; dimana Pemerintah melalui Departemen Sumber Daya Alam & Energi dan Badan Penerapan & Pengkajian Tehnologi bekerjasama secara simultan dalam mengatur ketersediaan BBM, Gas dan Listrik bagi pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Selain itu juga dilakukan upaya untuk menekan tingkat polusi dibawah koordinasi Kantor Kementrian Lingkungan Hidup, serta menggiatkan upaya penciptaan dan penemuan bahan bakar alternatif melalui berbagai kegiatan penelitian.
3. Peningkatan Penerimaan dari Sektor Pajak. Yaitu dengan memberlakukan pungutan Pajak Orang Kaya (POK). Pajak ini adalah jenis pajak baru yang dikenakan kepada setiap warga negara yang berkehendak untuk mendapat pengakuan sebagai Orang Kaya. Pemberlakuan POK ini merupakan tindak lanjut dari diberlakukannya Undang-Undang yang mengatur mengenai Hak-Hak Istimewa Warga Negara Kelas 1 (satu). Dalam UU tersebut diatur bahwa hanya Warga Negara Kelas 1 lah yang boleh dan dapat menikmati perlakuan khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dikarenakan kelompok Warga Negara Kelas 1 ini membayar pajak sebagai bentuk kompensasi karena mereka menikmati lebih banyak fasilitas dan kenyamana hidup dibanding warga negara lainnya. Misalnya:
1. Hanya WN Kelas 1 yang boleh membeli dan memiliki rumah tinggal lebih dari 2 (dua) buah
2. Hanya WN Kelas 1 yang boleh membeli dan memiliki mobil pribadi lebih dari 2 (dua) buah; tidak termasuk mobil penumpang (angkutan) umum
3. Hanya WN Kelas 1 yang boleh membeli dan memiliki barang-barang yang termasuk dalam klasifikasi barang mewah (nilainya mencapai Rp. 400 juta atau lebih) dan atau yang jumlahnya sangat terbatas keberadaannya (limited edition); tidak termasuk barang atau alat-alat produksi
4. Hanya WN Kelas 1 yang boleh memiliki bentuk usaha berbadan hukum aktif lebih dari 2 (dua)
5. Hanya WN Kelas 1 yang boleh memiliki dan menyimpan Harta Kekayaan Tersimpan (pasif) senilai Rp. 1 Milyar Rupiah atau lebih; tidak termasuk Saham (Stocks) dan Obligasi.
6. Hanya WN Kelas 1 yang boleh memiliki dan menguasai Total Harta Kekayaan Tak Bergerak hingga senilai Rp. 2 Milyar atau lebih.
7. ...dan seterusnya.... Dengan kata lain sebagai Warga Negara Kelas 1, amaka akan banyak kemudahan hidup dan kenyamanan yang dapat dinikmati oleh dirinya dan keluarganya.

Pelaksanaan Undang-Undang dan pungutan Pajak Orang Kaya ini diikuti perbaikan pelaksanaan peraturan perpajakan yang lainnya yang mengatur bahwa hanya Pembayar Pajak (Tax Payer) saja yang boleh membeli dan memiliki barang-barang yang menjadi Obyek Pengenaan Pajak Tahunan (misal: kendaraan bermotor, tanah, rumah, dan lain-lain). Dengan pengenaan Pajak Orang Kaya ini diharapkan pola hidup konsumtif masyarakat, mencegah kepemilikan barang-narang mewah secara tidak sewajarnya, memacu perekonomian menjadi lebih produktif, serta memberdayakan koperasi sebagai bentuk usaha kolektif, disamping tentu saja meningkatkan penerimaan negara. Dapat dibayangkan penambahan penerimaan negara per tahun jika diasumsikan (misalnya) Nilai Pungutan Pajak Orang kaya itu adalah Rp. 200 juta per Wajib Pajak (WP) per tahun. Dengan memperhatikan pada besaran-besaran penetapan peraturan di atas maka jika diasumsikan jumlah WP mencapai kisaran 1 juta WP, akan didapatkan tambahan penerimaan negara sebesar Rp. 200 Triliun per tahun!! Jumlah yang cukup signifikan yang akan dapat digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas bagi kelompok warga negara yang lain (termasuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tertinggal), termasuk pembangunan ekonomi yang akan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi lebih banyak lagi penduduk Indonesia. (Konsep ini saat ini sedang dipersiapkan pematangannya agar supaya tetap memenuhi aspek dan kaidah keadilan dan kesetaraan)

4. Pengaturan Tata Niaga Perdagangan untuk Komoditi-komoditi tertentu, terutama Sembako. Hal ini dilakukan guna mencegah monopoli perdagangan oleh perorangan atau kelompok tertentu. Pengaturan ini juga harus diikuti dengan penerapan peraturan perundangan-undangan yang mengatur bahwa setiap tindakan menimbun barang tanpa ijin dapat dikelompokkan sebagai kejahatan ekonomi yang bertujuan menghancurkan negara. untuk itu pelakunya dapat digolongkan sebagai musuh negara dan diancam dengan hukuman sangat berat.
5. Pembangunan Pertanian Pangan Terpadu. Berdasarkan beberapa pengetahuan yang saya miliki, ternyata di bumi Indonesia ini ternayat memiliki beberpa jenis tanaman yang memiliki kandungan unsur-unsur dan zat-zat yang dapat berfungsi sebagai katalis pertumbuhan tanaman lain. Jenis-jenis tanaman tertentu tersebut melalui sistem pengolahan tertentu mampu menggantikan pupuk buatan dalam meningkatkan produktifitas beberapa jenis tanaman produktif lainnya. Selain itu penggunaan tanaman-tanaman ini sebagai pupuk organik bagi tanaman produktif lainnya ternyata juga dapat memperbaiki kesuburan tanah atau mengembalikan kondisi unsur hara tanah. (Saya bermaksud mengembangkan penelitian yang saat ini sudah berjalan tersebut sedemikian rupa sehingga dalam waktu dekat pola pemanfaatannya dapat diterapkan secara luas di daerah-daerah lain di Indonesia. Untuk sementara saat ini penelitian dan percobaannya telah pernah saya lakukan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan Kabupaten Aceh Utara & Kabupaten Bireuen di Nangroe Aceh Darussalam). Selanjutnya pembangunan pertanian akan dilakukan dengan penekanan awal pada pencapaian Swa-Sembada Pangan dalam kurun waktu 1 tahun pertama. Untuk itu saya terpaksa akan memberlakukan pelaksanaan tata niaga Pupuk dan Obat-obatan untuk Pertanian. Dengan sangat menyesal saya terpaksa memberlakukan pembatasan terhadap pelaku bisnis di bidang ini, mengingat sangat vitalnya bidang ini bagi kelangsungan pengembangan kegiatan pertanian, dan rawannya sektor ini akan terjadinya penyalahgunaan dan penyelewengan terutama pada pelaksanaan distribusinya.
6. Pembangunan Agribisnis dan Agro-industri yang memiliki daya saing internasional
7. Pemberian insentif pajak kepada Investor Asing yang mau mengembangkan agro-industri di Indonesia sehingga produk pertanian & perkebunan di Indonesia dapat menjadi komoditi andalan di pasar internasional.
8. Pengembangan industri perikanan laut melalui budidaya perikanan laut dengan pembentukan cluster-cluster pembudi-dayaan beberapa jenis ikan laut di sepanjang garis pantai laut dalam di wilayah NKRI
9. Menggalakkan kembali pelaksanaan Pengiriman Tenaga Mitra Kerja Pemerintah ( dahulu dikenal dengan nama TKS Butsi). Tenaga Mitra Kerja Pemerintah ini akan dikontrak selama sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun untuk ditempatkan di daerah pedalaman dan daerah-daerah tertinggal lainnya. Tenaga Mitra Kerja Pemerintah ini akan diberi gaji/penghasilan bulanan dan kebutuhan penunjang hidup lainnya selama bertugas. Selanjutnya kepada mereka akan diberikan opsi untuk memiliki hak atas tanah (SHM) seluas tertentu, jika kelak setelah selesai masa tugasnya, berkeinginan untuk melanjutkan masa kontrak kerjanya untuk periode berikutnya.




B. BIDANG HUKUM

1. Korupsi harus disikapi dengan sangat serius dan harus dianggap sebagai tindakan yang bertujuan menghancurkan negara. Oleh karena itu pelaku Korupsi harus dianggap dan diperlakukan sebagai musuh negara. Karena pelaku korupsi cenderung menempatkan kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan nasional (negara dan bangsa) dan kepentingan masyarakat. Untuk itu mutlak harus diberlakukan hukuman berat kepada pelakunya. Pelaku korupsi di atas Rp. 500 juta harus dihukum mati apabila terbukti bersalah dan tidak mendapat grasi dari Presiden. Pelaku korupsi di atas Rp. 50 juta harus dikenakan hukuman kurungan sekurang-kurangnya 15 tahun penjara dan denda sekurang-kurangnya 50% dari nilai korupsi serta hukuman kerja sosial selama masa yang sama dengan masa tahanan yang akan dijalani setelah selesai masa hukuman badan dan atau dapat diwakili oleh keluarganya (ditebus). Keluarga pelaku korupsi yang telah dijatuhi hukuman., sudah seharusnya ikut bertanggung jawab atas tindakan korupsi yang dilakukan tersebut. Proses peradilan pada kasus korupsi juga harus diganti. Setelah proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian dan Kejaksaan, maka dalam sidang di Pengadilan, Terdakwa kasus Korupsi harus dapat membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan kejahatan yang dituduhkan. Metode pembuktian terbalik ini mutlak harus dilakukan dalam penanganan kasus-kasus korupsi.
2. Perbaikan kebijakan di bidang Hukum mutlak harus segera dilakukan. Kewenangan atas pengaturan keten-traman dan ketertiban di tengah masyarakat, mutlak harus dikembalikan ke Kepolisian RI. Kemandirian POLRI mutlak harus disegerakan seiring dengan peningkatan keprofesionalitasan POLRI baik sebagai lembaga maupun para anggotanya sebagai petugas pelaksana. Untuk itu perlu ada tolok ukur yang jelas yang membedakan antara aparatur penegak hukum dan masyarakat biasa. Sebagai aparatur penegak hukum maka haram hukumnya untuk lalai apalagi tidak mengetahui aturan hukum dan perundang-undangan. Dengan demikian maka setiap pelanggaran hukum oleh aparatur penegak hukum harus dianggap sebagai penodaan, pelecehan dan penghinaan terhadap hukum dan perundang-undangan. Sanksi hukum terhadap aparatur penegak hukum yg melakukannya haruslah lebih berat daripada jika pelakunya adalah masyarakat biasa. Dalam hal ini maka jajaran Kejaksaan dan Kehakiman termasuk dalam aparatur penegak hukum yang dimaksud.
3. Perbaikan lain dalam bidang Hukum adalah dengan kembali menanamkan pada masyarakat bahwa penjara harus diyakini dan dipahami merupakan tempat yg sangat tidak mengenakkan. Dengan demikian anggapan yang tumbuh di tengah masyarakat bahwa kehidupan di balik jeruji besi dapat tetap sama dengan di alam bebas harus dihilangkan. Penjara harus dikembalikan kepada kondisi awal sebagai tempat para pelanggar hukum dan pelaku kejahatan untuk menjalani hukuman atas apa yg dilakukannya, lengkap dengan hilangnya sebagian hak-hak untuk menerima dan menikmati kenyaman hidup sebagaimana masyarakat bebas untuk kurun waktu tertentu. Para narapidana harus dapat dengan jelas merasakan perbedaan yang sangat menyolok antara kenikmatan hidup sebagai orang bebas dan ketidaknyaman hidup sebagai orang hukuman. Selain itu harus ada pembatasan masa menempati tahanan dalam Rumah Tahanan Negara (penjara) yang ada di suatu kota. Bagi para tahanan tindak kriminal yang masa hukumannya lebih dari 5 tahun, tidak akan di tempatkan pada RTN biasa. Mereka akan diikutkan pada Program Pengabdian Tanah Air, dimana mereka akan dimungkinkan menerima pengurangan hukuman badan apabila mereka telah dapat melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara yaitu dengan melakukan pembangunan di pulau-pulau kecil yang belum berpenghuni. Adapun bagi para narapidana dengan masa hukuman kurang dari 5 tahun, maka akan ada perubahan dalam hal pemberian remisi atau pengurangan hukuman masa tahanan. Pada dasarnya masa hukuman tidak seharusnya dapat dikurangi begitu saja, karena hal ini merupakan pelecehan terhadap proses penjatuhan hukuman. Yang dapat dilakukan adalah mengubah sebagian masa tahanan dari hukuman tahanan badan menjadi kesempatan menjalani hukuman dengan melakukan pekerjaan sosial bagi masyarakat.
4. Pemberlakuan Undang-Undang Anti Fitnah, Penghasutan & Provokasi. Keberagaman etnis dan budaya serta perbedaan tingkat pendidikan dalam masyarakat sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Berbagai konflik horizontal yang terjadi di tengah masyarakat seringkali muincul sebagai akibat tindakan penghasutan, fitnah dan provokasi oleh sekelompok orang saja. Akan tetapi dampaknya sangat terasa bagi masyarakat yang menjadi korbannya. Hal ini sangat kontra produktif dengan kegiatan prmbangunan progresif yang saya rencanakan. Untuk itu saya akan segera memberlakukan Undang-Undang Anti Fitnah, Penghasutan & Provokasi yang akan mengancam pelakunya dengan hukuman yang berat, yaitu hukuman buang ke salah satu dari sekian banyak pulau-pulau tak berpenghuni di wilayah Negara Indonesia ini. Undang-Undang ini juga akan memaksa setiap warga negara untuk bertanggung jawab atas segala bentuk ucapan dan pernyataan yang dikeluarkannya.
5. Pengenaan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku tindak kejahatan:penipuan, pemerkosaan dan pembunuhan berencana. Saya tidak akanmenjelaskan lebih jauh tentang hal ini, karena saya yakin hal ini sudah sangat jelas. Saya hanya menginginkan bahwa setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara mendapatkan jaminan perlindungan yang maksimum, sehingga meeka dapat beraktifitas dengan tenang, tanpa rasa takut.
6. Pemberlakuan Undang-Undang Anti Kejahatan Ekonomi yang akan menjamin keamanan dan kepastian para pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia dari ancaman kejahatan kerah putih, khususnya mengenai keamanan dana keuangan masyarakat. Saat ini Undang-Undang tersebut masih dikaji dan dipersiapkan. Diharapkan UU tersebut sudah dapat diberlakukan pada tahun kedua pemerintahan saya, seiring dengan kesiapan piranti kebijakan serta aparatur pelaksana penegakannya.
7. Pemberlakuan Undang-Undang Anti Perdagangan Manusia. Saya menentang keras setiap tindakan yang dapat digolongkan sebagai tindakan mencari untung dengan memperdagangkan manusia. Hal ini terutama saya tujukan kepada para pelaku bisnis Penyediaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dan para pelaku bisnis hiburan malam. Saya akan berusaha sekuat tenaga agar siapapun yang terlibat dalam kegiatan perdagangan manusia ini mendapat hukuman gantung sampai mati. Hal ini agar siapapun yang tinggal di wilayah Negara Indonesia sadar dan paham bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki derajat dan nilai yang tinggi dan sangat tidak pantas diperdagangkan sebagaimana layaknya hewan ternak. Adapun untuk mereka yang terlibat di dunia hiburan malam, saya ingin menyampaikan pesan bahwa pada dasarnya saya sangat tidak menginginkan sosok perempuan yang notabene kaum Ibu saya – orang yang sangat saya hormati – mendapat perlakuan yang tidak senonoh dan kurang manusiawi. Namun tidak banyak yang dapat saya lakukan jika sosok perempuan itu sendiri, dengan alasan tertentu, mengijinkan dirinya diperlakukan demikian. Akan tetapi saya tidak akan mentolerir jika perempuan diperjualbelikan tanpa kehendaknya sendiri. Pemberlakuan Undang-Undang ini juga diharapkan dapat menjadi bentuk keberpihakan Pemerintah Republik Indonesia kepada para pekerjanya di luar negeri.



C. BIDANG PENDIDIKAN

1. Kebijakan pembangunan di bidang Pendidikan juga menjadi hal mutlak yang harus segera dilakukan. Adanya indikasi kuat bahwa ketidak berhasilan pembangunan salah satunya terutama karena rendahnya pemahaman di tengah masayarakat mengenai kegiatan pembangunan itu sendiri. Masyarakat masih belum dapat mendapatkan informasi yang benar dan tepat dalam rangka pemenuhan kebutuhan mereka. Masyarakat masih sangat mudah ditipu, dibohongi dan menerima pembodohan yang pada dasarnya dilakukan demi kepentingan individu atau kelompok tertentu. Masyarakat harus dapat menerima pendidikan yang sesuai dengan tujuan nasional yaitu mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pendidikan tidak boleh lagi menjadi suatu ajang yang dapat digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain. Pendidikan harus kembali menjadi tanggung jawab negara.
2. Pemberlakuan Pajak Pendidikan yang mengenakan jumlah besaran tertentu kepada setiap Kepala Keluarga per tahunnya, misal Rp. 500.000,- per tahun per KK. Suatu jumlah yang relatif kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran para orangtua per bulan dewasa ini untuk biaya sekolah anak-anaknya. Dengan membayar Pajak Pendidikan ini maka setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah Lanjutan Atas secara gratis di Sekolah Negeri.. Semua Sekolah yang “hanya” memberikan pendidikan sesuai dengan standar pendidikan nasional harus dijadikan sekolah negeri dan murid-muridnya tidak dikenakan biaya lagi (gratis). Dengan demikian Sekolah swasta hanya diijinkan untuk sekolah-sekolah yang memiliki kelebihan program dan kualitas dibandingkan dengan sekolah negeri. Konsep ini pada dasarnya akan memilah jenis sekolah menjadi 2 jenis yaitu:
1. Sekolah Negeri (Public School)’ dimana setiap siswa dapat bersekolah dengan gratis, dengan hanya mewajibkan para siswanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Hal ini sekaligus akam memberikan rambu-rambu agar setiap anak usia sekolah di Indonesia tidak lagi memandang remeh pendidikan di sekolah. Ada keprihatinan yang mendalam melihat fenomena yang ada dewasa ini, dimana seorang siswa dengan mudahnya mengatakan tidak mau masuk sekolah karena malas, bete, gurunya gak asik dan sebagainya. Dengan diterapkannya kebijakan ini nantinya, maka setiap siswa yang terbukti melanggar peraturan hingga tahap tertentu dapat dikeluarkan dari sekolah dan tidak akan dapat diterima di sekolah negeri lainnya. Dengan demikian jika siswa tersebut ingin tetap melanjutkan sekolah, dia harus bersekolah di sekolah swasta (partikelir) yang tidak gratis. Diharapkan para orangtua juga kemudian akan mau menyisihkan waktunya guna ikut memantau pendidikan anaknya. Adanya sekolah negeri ini juga akan memastikan bahwa setiap anak usia sekolah pasti dapat bersekolah. Tidak akan ada lagi alasan tidak punya biaya untuk bersekolah.
2. Sekolah Swasta (Private School); adalah sekolah umum yang dikelola oleh sebuah lembaga swasta, yang memberikan pendidikan di atas standar pendidikan di Sekolah Negeri. Para pengelola dapat menambah program pendidikannya dengan berbagai pendidikan plus seperti Bahasa Inggris, komputer, dan sebagainya. Setiap siswa harus mengeluarkan biaya sekolah sendiri untuk bersekolah di sekolah Swasta ini, dengan demikian siswa tersebut melepaskan haknya untuk menerima pendidkan gratis di Sekolah Negeri. Para Orang Tua yang memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Swasta ini tetap harus memenuhi kewajibannya membayar Pajak Pendidikan per tahun.

Adanya pajak Pendidikan ini di sisi lain juga akan memberikan kemampuan kepada pemerintah untuk melakukan kontrol penuh terhadap pelaksanaan pendidikan nasional. Jika kita asumsikan ada 50 juta KK di Indonesia (rasio 1:5 untuk setiap 1 KK dari total + 250 juta penduduk), dan diasumsikan 80% dari mereka bukan tergolong dalam Keluarga Pra Sejahtera (memiliki kemampuan untuk membayar Pajak Pendidikan yang hanya kurang dari Rp. 50.000,- per bulan) , maka setiap tahunnya akan dapat diperoleh penerimaan + Rp. 20 Triliun Dengan pendanaan yang bersumber dari penerimaan pajak pendidikan tersebut, Pemerintah akan dapat memberikan gaji dan tunjangan yang baik dan sesuai kepada para guru. Dengan demikian Pemerintah dapat meminta para guru untuk memfokuskan perhatian pada pekerjaan dan tanggungjawabnya sebagai guru.& pendidik. Dengan demikian maka setiap siswa akan menerima pengajaran yang baikdan perhatian yang cukup dari para guru. (tidak ada lagi guru yang “ngobyek” pada saat jam kerja). Selain itu pemerintah juga akan memiliki pendanaan yang cukup bagi penempatan guru-guru di daerah pedalaman dan atau daerah tertinggal lainnya.

3. Pendirian Yayasan Generasi Emas Indonesia. Indonesia adalah negara besar yang masih memiliki masa depan yang panjang, untuk mutlak dibutuhkan generasi penerus yang dipersiapkan dengan serius dan baik. Untuk itu saya akan membentuk sebuah yayasan yang akan memberikan beasiswa penuh sampai ke tingkat pendidikan tertinggi bagi para pemuda-pemudi Indonesia yang telah memiliki pencapaian khusus. Yayasan ini akan memantau bakat-bakat dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh anak-anak muda Indonesia terutama pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk selanjutnya memberikan sarana bagi mereka dalam mengembangkan bakat & kemampuannya itu hingga ke jenjang maksimum. Sumber pendanaan bagi yayasan ini akan saya sediakan sendiri dan tidak akan membebani keuangan negara. Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup saya sehar-hari selaku Presiden RI telah dijamin dan disediakan oleh negara. Oleh karena itu maka penghasilan saya sebagai Presiden nyaris tidak dipergunakan langsung.40% dari total penghasilan dan penerimaan saya sebagai Presiden tersebut, akan saya alokasikan untuk pembiayaan yayasan tersebut. Tentu saja tidak cukup hanya dengan hal tersebut, saya akan mengajak rekan-rekan dan semua kenalan saya untuk ikut serta mendanai yayasan tersebut, tentu saja jika mereka telah mendapat penjelasan yang komprehensip dan merasa yakin akan arah pelaksanaan yayasan tersebut.


D. BIDANG PERTAHANAN & KEAMANAN

1. Pemberlakuan peraturan yang mengembalikan konsentrasi kekuatan tentara ke barak ( Back to Basic ). Mutlak harus dipahami bahwa kekuatan angkatan perang yang selama ini diperani oleh tentara, sering diidentikkan dengan kekuasaan. Pemahaman yang salah ini seringkali dimiliki tidak saja oleh masyarakat sipil, namun justru oleh anggota tentara itu sendiri. Hal yang demikian seringkali kemudian menjadikan timbulnya benturan-benturan baik antara oknum dalam kesatuan atau angkatan yang satu dengan kesatuan atau angkatan yang lain dalam tubuh internal tentara sendiri, maupun antara oknum tentara dengan oknum anggota kepolisian. Bahkan seringkali terjadi benturan antara oknum tentara dengan anggota kepolisian yang sedang bertugas. Satu-satunya cara untuk menekan atau mencegah agar tidak terjadi benturan-benturan tersebut adalah dengan mengembalikan tentara kepada khittahnya, yaitu ke barak prajurit. Dengan demikian maka tanpa penugasan resmi, tidak dibenarkan anggota tentara aktif berada di luar kesatriannya dalam kapasitas kedinasannya sebagai tentara. Ini berarti bahwa jika karena suatu hal di luar tugas kedinasan, seorang anggota tentara aktif berada di tengah masyarakat umum di luar kesatriannya, maka anggota tentara tersebut mutlak harus diperlakukan sebagai anggota masyarakat biasa. Konsekuensinya, jika kemudian anggota tentara tersebut melakukan suatu perbuatan yang melanggar hukum, maka ia akan diperlakukan sebagaimana warga masyarakat biasa.. bahkan jika kemudian dia terbukti melakukan kesalahan, maka hukumannya akan bertambah berat, karena dia berbuat kesalahan di luar penugasan.
2. Pembagian konsentrasi kekuatan Tentara secara lebih merata ke seluruh penjuru tanah air. Akan dibangun markas-markas kesatuan baru yang akan disebar ke seluruh wilayah tanah air. Hal ini dimaksudkan agar kekuatan tentara terdapat di seluruh pulau-pulau utama di Indonesia. Dengan demikian jika sekiranya sewaktu-waktu kekuatan tentara dibutuhkan untuk melindungi kepentingan nasional, maka dapat dengan cepat dikirim pasukan ke sasaran. Hal ini terutama ditujukan kepada TNI-AD sebagai inti kekuatan utama angkatan perang di wilayah daratan. Markas-markas tentara yang baru tersebut diharapkan akan terdapat di setiap wilayah eks Komando Resort Militer (KOREM) secara terpusat. Dengan demikian maka dimungkinkan bahwa anggota TNI dapat lebih mudah diawasi dan dibina. Hal ini juga akan mampu memberikan tekanan awal kepada kelompok-kelompok separatis yang mungkin akan berusaha menyusun kekuatan untuk merongrong kewibawaan pemerintah Republik Indonesia.
3. Perbaikan dan Penyempurnaan ALUTSISTA. Seiring dengan penarikan kembali kekuatan TNI ke barak-barak prajurit, maka fungsi utama TNI pun harus segera dipulihkan yaitu dengan membangun kembali kekuatan angkatan perang terutama dalam hal sistem persenjataan. Prioritas utama yang dilakukan adalah dengan pengadaan kapal-kapal perang baru guna menandai kembali berkibarnya semboyan “JALESVEVA JAYAMAHE” – justru di laut, kita jaya. Untuk itu akan segera dijalin dan dibina kerjasama dalam hal pengadaan persenjataan dan perlengkapan militer dengan berbagai negara seperti Cina, Jepang, Rusia, Jerman, Perancis, dan Iran. Tentu akan banyak pertanyaan timbul mengapa Iran? Ada beberapa hal yang sangat perlu kita pelajari dari Iran, yaitu kemampuannya dalam penguasaan fisika, perekayasaan uranium dan penyerapan nano-tehnologi. Kesemuanya itu dapat mereka kuasai tanpa banyak orang tahu pada awalnya (stealth mode)
4. Pelaksanaan Program INDONESIA BANGKIT – AGENT OF CHANGE, AGENT OF DEVELOPMENT. Program ini adalah sejenis kompetisi yang direncanakan akan diikuti oleh Perguruan Tinggi dan Universitas di Indonesia. Inti dari program ini adalah memberikan tantangan kepada team peserta untuk merencanakan dan melakukan kegiatan di suatu daerah yang termasuk kategori daerah terpencil dan daerah tertinggal. Team peserta yang berasal dari suatu institusi perguruan tinggi atau universitas di Indonesia akan beranggotakan 60 (enam puluh) orang. Anggota team peserta adalah civitas akademika dan boleh menyertakan maksimal 10 (sepuluh) oarang alumni. Masing-masing team akan diterjunkan selama 100 (seratus) hari di lokasi sasaran dengan sebelumnya mendapat kesempatan observasi, perencanaan dan persiapan selama 20 (dua puluh ) hari sebelum penerjunan. Masing-masing team akan dibekali dengan kebutuhan hidup penunjang selama 100 (seratus) hari dan uang sebanyak maksimal Rp. 100 juta. Uang tersebut dapat dibelanjakan apapun yang dianggap dapat berguna bagi daerah tersebut atau hal lain yang menunjang kegiatan selama penerjunan. Peserta diharapkan dapat melakukan kegiatan pembangunan atau apapun yang pada intinya membawa perubahan ke arah kemajuan dan perbaikan kualitas hidup bagi daerah tersebut serta warga yang tinggal di dalamnya. Peserta diharapkan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Setelah team peserta dapat menyelesaikan minimal 4 tantangan wajib pertama dalam waktu 40 hari pertama, maka kepada team peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan penggantian anggota team dan berhak mendapatkan tambahan modal kegiatan sebesar Rp. 100 juta lagi. Selain itu team peserta juga akan diberi hak untuk menunjuk 1 (satu) orang duta besar yang dapat mempromosikan rencana kegiatan yang sedang dilakukan kepada pihak-pihak yang bersimpati kepada team peserta tersebut. Duta besar tersebut diperbolehkan menyampaikan proposal untuk mendapatkan 1 (satu) jenis bantuan program dari beberapa paket bantuan program yang akan disediakan. Duta Besar tersebut juga dapat merekrut 2 (dua) orang selebritis untuk membantu usaha pengalangan bantuan bagi program yang sedang dilaksanakan. Disamping itu, Duta Besar tersebut juga diberi ijin untuk mendapatkan simpati dari 1 (satu) orang tokoh nasional atau komponen bangsa yang akan dapat mengusulkan 1 (satu) jenis paket pembangunan untuk daerah tersebut pasca program.

Apabila team peserta tersebut dapat menyelesaikan paket tantangan kedua dalam kurun waktu 30 hari berikutnya, maka team peserta tersebut akan diberi kesempatan untuk menerima sumbangan dalam bentuk apapun secara terbuka dari masyarakat luas yang akan dapat digunakan bagi kepentingan program pembangunan yang sedang diperjuangkan di daerah tersebut. Seluruh kegiatan dan penggunaan dana dalam program ini akan diawasi dan diaudit oleh Auditor Independent dari Kantor Akuntan Publik terkemuka

Seluruh kegiatan dalam kompetisi ini akan diliput dan ditayangkan oleh Stasiun Televisi Nasional, dan akan diupayakan dapat ditayangkan setiap hari. Dengan demikian akandapat dibayangkan bahwa selama tidak kurang dari 100 (seratus) hari, masyarakat Indonesia akan ditumbuhkan kesadarannya (awarness) bahwa di Indonesia ini ada beberapa daerah yang selama ini mungkin sama sekali tidak dikenal, dan saat itu sedang diadakan kegiatan pembangunan oleh sekelompok orang yang bekerja sama dengan warga setempat untuk mewujudkan suatu perubahan bagi daerah tersebut. Selama 100 (seratus) hari penduduk Indonesia akan dibangkitkan kepeduliannya dan keberpihakannya kepada kegitan tersebut hingga akhirnya mungkin akan dapat ikut berpartisipasi langsung.

Jika diasumsikan kegiatan ini akan diikuti oleh setidaknya 25 (dua puluh lima) institusi perguruan tinggi, maka itu berarti dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 (lima) bulan akan ada 25 daerah tertinggal yang bergerak memperjuangkan perubahan nasib. Bahkan bukan tidak mungkin kemudian daerah tersebut dapat dientaskan dari ketertinggalannya.

Jika program ini dapat berjalan baik maka dapat diharapkan selama kurun waktu 2 periode masa jabatan Presiden RI, akan dapat diperjuangkan pengentasan tidak kurang dari 400 (empat ratus) daerah tertinggal. Ini tentu saja hanya dengan mengasumsikan pelaksanaan program semata-mata. Namun diharapkan akan dapat tercipta efek domino dari kegiatan ini. Selain itu, lebih diatas dari segalanya, akan dapat dibangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia akan Wawasan Nusantara dan akan dapat lebih tercipta semangat Persatuan dan Kesatuan. Semoga !!

Demikianlah pemaparan rencana kerja saya selaku Presiden Republik Indonesia. Saya ingin mengajak Saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama berdo’a memohon ridho dari ALLAH swt – Tuhan Seru Sekalian Alam, Yang Maha Berkehendak dan Yang Maha Penyayang, agar niat dan cita-cita yang Insya ALLAH baik ini dapat terlaksana tanpa suatu hambatan yang berarti. Amiin...!

Saya menyadari bahwa dalam pelaksanaankerja saya kelak akan ada kekurangan dan kerugian yang di derita oleh pihak tertentu, saya menyadari bahwa saya sangat mungkin harus melakukan sesuatu hal yang bisa jadi bukan merupakan hal yang baik, tetapi terpaksa harus saya lakukan. Untuk itu segera setelah saya menyelesaikan tugas, keajiban dan masa jabatan saya, saya akan mempertanggungjawabkan dan menerima konsekuensi hukum yang mungkin timbul. Sebelumnya dengan segala kerendahan hati, ijinkan saya memohon maaf atas hal tersebut.

Semoga kiranya Bangsa Indonesia tetap jaya dan sejahtera......... MERDEKA !!!!!
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
Lexius1980

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=52425


Sebelumnya sebagai mana saya menjadi President di Negri tercinta ini, maka saya akan membuat sebuah perubahan yang nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Untuk periode pertama saya mempunyai rencana perubahan, antara lain :

1. Mensejahterahkan kehidupan rakyat Indonesia, dengan mengangkat derajat Rakyat Indonesia yang kesulitan dalam hal materi. Dengan cara membuka lebih banyak lowongan kerja di setiap perusahaan perusahaan pemerintah maupun swasta.
2. Memberantas segala tindak kriminalitas di Negara tercinta ini, meskipun bila tak mencapai apa yang diharapkan, namun setidak tidaknya kita sudah untuk berusaha dalam menanggulangi kriminalitas tersebut. Caranya dengan membentuk sebuah Badan pertahanan yang tergabung antara Kepolisian dan TNI. Mungkin dengan pengabungan dua pertahanan RI ini dapat menyambung kembali persaudaraan yang sempat terputus antara POLRI dan TNI.
3. Memilih kembali mentri mentri yang pantas menurut pendidikan yang dimilikinya.
4. Memerintah kepada setiap mentri mentri untuk lebih berkerja keras dalam membangun kembali Negara Indonesia ini. Jangan gampang menunduk terhadap Negara Negara lain yang lebih maju dibandingkan dengan Negara Indonesia ini.
5. Memerintahkan secara langsung dan transparan kepada Mentri perhubungan agar berupaya mengurangi segala kecelakaan yang sering terjadi di Negara Indonesia ini. Khususnya kepada transportasi udara dan laut. Jangan memberikan kelonggaran sedikitpun kepada pihak swasta yang tidak mengindahkan teguran Pemerintah atas peringatan untuk memeriksa kembali pesawat pesawatnya bila ingin beroperasi. Dan bila terbukti sudah tak layak untuk beroperasi dan masih digunakan untuk transportasi maka akan dikenakan hukuman yang seberat beratnya. Karena melalaikan peringatan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan dalam rangka menanggulangi kecelakaan yang sering terjadi di Negara ini.
6. Memerintahkan kembali kepada mentri yang bersangkutan dengan transportasi darat. Untuk membetulkan keadaan kota kota Indonesia ini yang sudah masuk dalam taraf yang sangat memeperihatikan di mata internasional. Misalnya dalam hal kemacetan yang sering kali kita jumpai di kota Jakarta ini.
7. Berusaha semaksimal mungkin dalam mengatur tatanan Negara Indonesia agar menuju ke Indonesia yang baru.
8. Memberhentikan atau mencabut mentri mentri yang tak sanggup menjalankan tugasnya sebagai pembantu President.
9. Menegaskan tentang kinerja kerja Komisi Pemberantas Korupsi, agar dalam memberantas korupsi jangan sekali kali memandang bulu, siapapun dia dan apapun jabatan dia, bila terbukti bersalah maka harus diadilkan dan dipertanyakan tentang jabatannya.
10. Membuat Kepres tentang sparatisme yang ingin mengacaukan Bangsa Indonesia ini.




Periode kedua :

1. Mengawasi kinerja masing masing Mentri yang sebelumnya telah ditugaskan dalam memajukan Indonesia menjadi Indonesia yang baru. Mempertanyakan peubahan apa yang telah dihasilkan oleh para mentri mentri tersebut.
2. Melakukan atau menjalin hubungan dagang terhadap Negara Negara Asia dalam meningkatkan ekspor-impor.
3. Setiap 1 minggu sekali menyempatkan diri untuk melakukan pendekatan dengan warga warga, guna untuk mendengarkan langsung keluhan keluhan mereka, agae dapat menjadi sebuah masukan yang baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pada umumnya.
4. Menegur kepada setiap badan usaha yang membataskan penerimaan pegawai baru, yang hanya dilihat dari pendidikan saja, namun bukan dilihat dari kinerja kerja seseorang tersebut.
5. Memerintahkan kembali Kepolisian dan TNI dalam memberantas sparatisme yang bertujuan memecahkan tali persaudaraan bangsa Indonesia.
6. Memberikan tanda jasa kepada pejuang pejuang yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkan Indonesia Merdeka. Dan memberikan tanggungan kehidupan kepada keluarga pejuang pejuang Indonesia sepenuhnya.
7. Meringankan pembiayaan sekolah, agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengenyamkan sekolah sebagai mestinya.
8. Berusaha untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya.




Demikina perincian perincian yang akan saya lakukan sepenuhnya bila saya menjadi President Indonesia dalam dua periode ke depan.
BlueFame
"Seandainya Saya Adalah Presiden Republik Indonesia Selama Dua Periode"

Oleh:
hsun1979

http://www.bluefame.com/index.php?showuser=41933


Masalah yang dihadapi oleh Indonesia memang terbilang sangat kompleks dan
harus diselesaikan secara bertahap tergantung dari prioritasnya. Saya telah
mengidentifikasikan beberapa tahapan dalam penyelesaian masalah untuk negeri
kita tercinta ini; yakni: pemberantasan KKN, pengentasan kemiskinan,
penanggulangan banjir, pendidikan murah, dan penggalakan kembali program KB.
TAPI dari semua masalah masalah yang telah saya tunjuk tadi, ada sesuatu
yang sama yang menjadi masalah pokok; masalah itu adalah budaya; budaya yang
perlu diterapkan dalam pikiran setiap insan manusia di Indonesia, budaya itu
adalah budaya cinta Indonesia.
Apakah pernah terpikir oleh kalian, mengapa negara negara besar mampu
menjadi besar; apakah karena pemimpinnya berkarakter kuat, apakah kekayaan
alamnya berlimpah, apakah jumlah penduduk yang banyak. Tidak, itu semua
hanyalah pendukung saja; yang pasti adalah bahwa semua masyarakatnya bersatu
membangun negara itu. Mengutip perkataan almarhum John F. Kennedy:
Bertanyalah apa yang bisa kamu kerjakan untuk negaramu, dan bukan apa yang
negara bisa perbuat untuk kamu. Perubahan budaya merupakan proses yang
sangat panjang, campur tangan masyarakat itu penting sekali dan saya
walaupun meragukan bahwa dua periode ini cukup untuk merubah budaya bangsa
Indonesia, niscaya dengan dukungan masyarakat Indonesia, saya pasti berbuat
yang terbaik.
Untuk sementara waktu dalam 2 periode ini, saya akan lebih menfokuskan pada
masalah dalam negeri Indonesia, KKN harus diberantas; jaksa dan hakim
tipikor akan diperbanyak, dan mereka pasti akan diberi insentif lebih dalam
menyelesaikan perkasa, masyarakat yang berperan aktif dalam melaporkan
tindakan korupsi juga akan diberi insentif dan dilindungi oleh pemerintah.
Untuk para penjahat korupsi akan dikenakan hukuman berat sampai hukuman
mati, harta benda disita, dan identitas pelaku akan disebarluaskan melalui
media massa demi menimbulkan budaya malu berbuat salah. Pemberantasan
korupsi akan dilakukan terus menerus dan akan dilakukan secepatnya guna
untuk menggalang dana tidak legal untuk pembangunan negara.
Dengan perhitungan kalo korupsi dulunya 80% dapat diberantas hingga 40%
ditahun pertama, Indonesia akan memiliki APBN yang 3x lipat. APBN sebesar
itu akan dipergunakan untuk mengentaskan kaum miskin dan gelandangan; ide
tentang pemberian bantuan secara langsung merupakan ide yang kurang bagus,
tapi akan tetap diberikan selama tahun pertama dan kedua sebagai tindakan
langsung wujud keperdulian negara; bantuan langsung tersebut tidak akan lagi
diberikan pada tahun tahun berikutnya; sebagai gantinya, negara akan
mendididik para fakir miskin dan gelandangan untuk menghasilkan sesuatu yang
dapat mereka perdagangkan melalui proyek padat karyanya.
Program selanjutnya adalah penanggulangan banjir yang memerlukan kerjasama
yang benar benar bagus dari semua pihak yang terkait dan masyarakat.
Penanggulangan banjir sangat erat hubungannya dengan pembalakan hutan secara
liar; dengan semakin hancurnya hutan, tidak ada lagi yang dapat menahan air
untuk melaju dari dataran tinggi ke dataran rendah; hal ini yang menimbulkan
banjir di kota kota besar di Indonesia, yang letaknya berada di tepi laut
dan dilewati sungai. Sungai tidak mampu menampung begitu banyak kubik air
dan air pun mencari tempat lain. Kerugian negara sangatlah besar; dan
pembelajaran terhadap masyarakat harus segera diciptakan untuk menghindari
kerugian yang makin tidak sedikit ini. Otak otak penjarah hutan harus segera
ditangkap dan diadili dengan hukuman seberat beratnya; proyek padat karya
untuk mengentas kaum miskin juga dapat diterapkan disini untuk memberdayakan
masyarakat pedesaan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari mereka.
Pendidikan murah juga menjadi salah satu point pokok saya karena saya
memiliki prinsip bahwa orang tidak berpendidikan tidak akan dapat memajukan
bangsa, dan orang yang tidak dapat memajukan bangsa; akan menjadi sampah
masyarakat. Wajib belajar akan ditingkatkan dari 9 tahun menjadi 12 tahun,
biaya pendidikan akan di bikin serendah mungkin, nol apabila mungkin; dinas
pendidikan akan menyediakan kurikulum yang tepat untuk anak bangsa dan dinas
pendidikan juga yang akan menyediakan buku teori serta praktikum. Sebelum
penyamarataan ini berlangsung, para guru, dimanapun berada, harus
disetarakan tingkat pendidikannya. Pembelajaran terhadap guru akan memakan
waktu paling lama 2 tahun yang dilakukan pada waktu dia tidak mengajar.
Point terakhir adalah penggalakan kembali program KB; yang berguna untuk
menekan pertumbuhan laju penduduk. Program KB yang akan saya terapkan adalah
2 anak adalah maksimal; orang tua yang memiliki anak lebih dari 2, akan
dikenakan sanksi berupa pembayaran bulanan kepada negara sejumlah Rp.
100.000 per anak. Negara pasti akan menyediakan alat kontraspsi gratis yang
dapat diambil dipuskesmas atau posyandu terdekat cukup hanya menunjukkan
surat nikah yang resmi dari departemen agama. Anak banyak bukanlah masalah
untuk negara, asalkan mereka mendapat perlakuan yang baik, mendapat asupan
gizi yang benar dari orang tuanya; kalau tidak, mereka akan menjadi orang
yang kurang berguna dimasyarakat nantinya.
Demikian point point sudah saya sampaikan; semoga dalam pelaksanaannya
selalu diberkati oleh Tuhan dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat
yang menginginkan Indonesia menjadi lebih maju. Sekian, terima kasih.





====================
side note buat juri: tolong kasih reply yang konstruktif dimana letak
kekurangan saya, supaya saya bisa menulis lagi lain kali, thanks
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.