Help - Search - Members - Calendar
Full Version: 60-70 Persen Anggaran Pendidikan untuk Birokrasi RI
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
zwageri
60-70 Persen Anggaran Pendidikan untuk Birokrasi RI


Jakarta - Sekitar 60 hingga 70 persen anggaran pendidikan dari Rp 44,1 triliun yang dikelola Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), ternyata habis untuk pelayanan dan kebutuhan birokrasi yang tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan maupun peningkatan mutu pendidikan. Artinya, meskipun amanat konstitusi dipenuhi, yakni anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN, tetap saja tidak akan mengubah mutu dan kualitas pendidikan nasional. "Jadi angka 20 persen untuk anggaran pendidikan ternyata tidak berarti apa-apa. Karena, porsi terbesar bukan untuk pelayanan publik," ungkap Koordinator Analisis dan Kajian, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto, saat berbincang dengan SP, di Jakarta, Kamis (2/8).

Yenny mengatakan, dokumen rencana kegiatan anggaran kementerian/lembaga (RKA/KL) Depdiknas 2007 dengan alokasi anggaran Rp 44,1 triliun, faktanya sebagian besar anggaran masih habis digunakan untuk berbagai program yang tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan. Anggaran sebesar itu, kata Yenny, habis untuk pelayanan dan kebutuhan birokrasi. Misalnya, diklat teknis pegawai, peningkatan kapasitas kelembagaan, administrasi kepegawaian, dan sebagainya.

Rp 7,5 triliun

Yenny mengatakan, anggaran yang benar-benar berkaitan langsung dengan program pendidikan hanya sebesar Rp 7,5 triliun. Ini meliputi rehabilitasi sekolah, beasiswa, perpustakaan, dan lain-lain," katanya.

Dengan melihat penggunaan anggaran pendidikan seperti itu, lanjutnya, sudah dapat dipastikan nantinya walaupun angka 20 persen tercapai, hal itu tindakan akan memberikan pengaruh apa-apa terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pertimbangannya, Yenny melanjutkan, sudah pasti sebagian besar anggaran akan tetap digunakan untuk urusan birokrasi yang tidak ada kaitannya langsung dengan peningkatan kualitas dan sarana/prasarana pendidikan.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi membantah pernyataan tersebut. Dia menegaskan, besarnya anggaran sudah melalui prosedur yang ketat termasuk persetujuan DPR. "Penetapan dan alur penggunaan anggaran ditetapkan melalui mekanisme ketat. DPR mengetahui dan menyetujui," katanya.

Bambang mengemukakan, justru anggaran untuk program bantuan operasional sekolah (BOS) mendapat porsi yang besar. Yakni, sekitar Rp 10 triliun. [142/W-12]
=========================================

Busyet dah ... sad.gif
Gimana Pendidikan Indonesia mau maju ... klo alokasinya hanya buat diklat teknis pegawai, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan administrasi kepegawaian. ... crying_anim.gif

Dah jadi pegawai ... masih ikutan capacity building ... sad.gif Ngak siap banget kerja ... Tounge.gif
Klo kejadiannya kayak begini ... mutu pendidikan di Indonesia akan selalu kalah ... sad.gif
Sir Bilungakoe
Makanya buku mahal terus .... perpustakaan umum koleksinya tua ..... dana percobaan dan penelitian ilmiah gak ada .... semuanya habis buat gaji pegawai sad.gif

Kebodohan adalah pangkal kemiskinan sad.gif
Heil Cяew
Terus hasilnya manaa???
Mana efisiensi birokrasi? Cuih!!! axehead.png
Allelujah Haptism
Mana ada efisiensi brikorasi sad.gif

Ada juga malah makin njlimet sad.gif
fuRy
sad.gif hu'uh....
tetep aja birokrasi ngeselin doank...
JustTry
wah, mendiknas emang bangsat..

uda bikin UAN jadi 6 mapel, sekarang ketauan anggaran ga diurusin bener" buat pendidikan,
yang dipikirin uang proyek mulu!!

10 trilyun? cuma selisih 2.5 trilyun! tetep aja cuma 25% dari total anggaran.
eet
Yaahhh
ternyata kebanyakan buat jalan-jalan guru yaa??
Emangnya dana BOS (10 triliun ) itu sampai ke bawah??
Bener ada beberapa iuran di hapus tapi yang lain muncul lagi hehehehee

Pendidikan adalah hak kami (rakyat Indonesia) tolong jangan makan hak kami!!!!!!!!!!!!!!!
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.