Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Tuhan yang Merencanakan, Kita yang Menentukan Hasil Akhirnya
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul
Dream LoVeR
Jika kita mendengar sebuah pernyataan, Kita yang
merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan ...
sepertinya sesuatu yang wajar ya ?

Tapi bagaimana dengan sebuah pernyataan yang ini,
Tuhan yang merencanakan, tetapi kitalah yang
menetukan. Kebalik ? Yup ! Sesuatu yang sepertinya
berbanding terbalik dengan anggapan kita selama ini.

Trus mana yang sebenarnya benar dari kedua pernyataan
di atas ? Sebenarnya kita yang merencanakan dahulu
kemudian Tuhan yang menentukan atau Tuhan yang
merencanakan dahulu kemudian kitalah yang menentukan
hasil akhirnya ?

Sebelum kejadian hari ini dan sebelum saya baca buku
The Purpose Driven Life-nya Rick Warren, saya selalu
punya anggapan kalo saya yang merencanakan segala
sesuatu yang ada dalam hidup saya dan Tuhan yang akan
menentukan hasil akhirnya (di Acc ato enggaknya
rencana saya itu). Tapi hari ini, satu kebenaran ini
Tuhan taruh dalam hati saya lewat diskusi singkat
dengan seorang teman.

Yah ... sebenarnya yang terjadi di dunia ini adalah :
Tuhan sebagai Perencana awal dari segala kehidupan dan
bukan kita. We just an actor and actress di dunia ini.
So, ya kitalah yang sebenarnya menentukan hasil akhir
dari yang Dia rencanakan sebelumnya itu. Sama seperti
tugas seorang aktor dan aktris. Berhasil atau tidaknya
akhir sebuah pementasan seni, ada di tangan mereka.
Apakah mereka sudah melakoni peran masing-masing
dengan baik dan benar sesuai arahan sutradara atau
belum ? Jika mereka tidak mendalami peran yang dikasih
sutradara dengan baik, hasilnya juga tidak akan sesuai
dengan skenario yang ada tentunya.

Apapun yang terlihat seperti kita rencanakan,
sebenarnya itu sudah direncanakan oleh Tuhan terjadi
dalam hidup kita lama sebelum kita lahir ke dunia ini.
Entah itu soal perekonomian kita, keluarga kita,
pendidikan kita, pekerjaan kita dan lain-lainnya (ga
mungkin ada satu celahpun yang terlewat dari
perencanaan-Nya, karena Dia adalah seorang Maestro
Yang Agung). Emang sie, terkadang mata kita yang
tertutup oleh keinginan daging kita sendiri. Sehingga
yang terlihat justru kita sebagai seorang perencana
utama dalam hidup kita dan Tuhan sebagai penentu hasil
akhirnya.

Bangsa Israel, terpaksa harus mengembara di padang
gurun (Ulangan 8 : 1-18) selama 40 tahun itu karena
mereka yang menentukannya terjadi demikian. Allah
sudah merencanakan suatu kehidupan yang baik buat
mereka di seberang padang gurun yang sebenarnya bisa
ditempuh dalam waktu 11 hari (Sebelas hari perjalanan
jauhnya dari Horeb sampai Kadesh-Barnea, melalui jalan
pegunungan Seir => Ulangan 1 : 2). Tapi berhubung
ketegar tengkukan hati mereka yang keras ... itulah
kenapa bangsa Israel sampai harus melewati masa yang
begitu lama (40 tahun bo') hanya untuk berputar-putar
ga jelas di padang gurun tersebut.

Free will or kehendak bebas yang dimiliki oleh manusia
itu sangat berpengaruh dalam penentuan hasil akhir
Rencana Dia dalam hidup manusia. Kalo dari awalnya
manusia bisa peka terhadap Rencana Agung-Nya dalam
hidup mereka, tentu manusia tidak akan sok
merencanakan segala sesuatu dalam hidup mereka tanpa
melibatkan Tuhan sendiri. Karena yang jelas, He is The
Creator and we just the performer.

Jika kita menyalahi aturan Dia, maka bersiaplah
berputar-putar di padang gurun seperti Bangsa Israel.
Meski Rencana Tuhan ga akan pernah gagal (karena Dia
bukan Allah pembohong - Aku tahu, bahwa Engkau sanggup
melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu
yang gagal => Ayub 42 : 2). Tapi proses untuk
terwujudnya Rencana Allah itulah yang akan memakan
waktu lama (atau bahkan bisa jadi Rencana tersebut
tidak akan terwujud sama sekali) sampai kita menemukan
jalan yang pas menuju ke sana.
Jeff77
1. Kalo menurut saya, manusia telah memanusiakan Tuhan dengan memandang Tuhan dari sudut pandang dan ukuran manusia. Tuhan sebenarnya tidak terbatas oleh waktu. Cara pandang Tuhan tidak bisa dibatasi dengan waktu. Dalam satu kali pandangan Tuhan dapat melihat masa lalu, masa kini dan masa depan kita. Jadi wajar kalo Tuhan tahu apa yang telah, sedang dan akan terjadi dalam kehidupan manusia. Itulah yang namanya Tuhan berkuasa atas kehidupan manusia.

2. Saya percaya bahwa Free Will atau kehendak bebas itu ada. Coba renungkan pada kisah kehidupan Adam dan Hawa. Tuhan menaruh mereka di taman eden, dan memperingati mereka supaya jangan makan buah dari pohon pengetahuan baik & jahat. Akan tetapi apa yang terjadi, karena adanya kehendak bebas atau kebebasan memilih dari manusia (Adam & Hawa) maka dengan bujukan dan dorongan iblis akhirnya mereka memetik dan makan buah terlarang itu. Apa artinya dari kisah tersebut: Tuhan memberikan kehendak bebas untuk memilih pada manusia, dan Tuhan juga memberikan peringatan/rambu-rambu. Iblis juga ikut serta memberikan usulan pilihan.
Kalo mau jalan ceritanya happy ending seharusnya Tuhan mengatur pilihan dari manusia saat menghadapi bujukan Iblis,
Tuhan menaruh Adam dan Hawa di taman Eden, Iblis membujuk mereka, akan tetapi mereka memilih untuk taat pada perintah Tuhan. Sehingga manusia hidup bahagia didalam Taman Eden dari dulu sampai sekarang. Dan pada saat ini saya, anda dan seluruh umat manusia sedang berada didalam taman Eden.
Mengapa Tuhan tidak mengatur pilihan yang diambil oleh manusia? Karena Tuhan tidak menciptakan manusia itu seperti robot. Manusia diberi kebebasan memilih. Oleh sebab itu setiap manusia bertanggungjawab atas hidupnya masing-masing, bertanggungjawab atas pilihan-pilihan yang telah diambil.
bang momod
Tetapi, apakah tuhan itu benar2 ada?
vendyx
QUOTE
Tetapi, apakah tuhan itu benar2 ada?


agama yang akan menjawabnya...
Seventh_Hell
@Jeff77
Nice comment bro..
zwageri
Yups ... pemikian zwa sama dengan @Jeff77 ... Love.gif
The Rambo
Setuju dengan pendapat Jeff77 BigGrin.gif

Well ... jika dalam Islam disebut Qada dan Qadar smile.gif

Qada => lembaran hidup kita yang telah dibuka oleh Tuhan untuk kita isi sesuai dengan pilihan hidup kita, Tuhan akan memberikan penilaian dan ketentuan sebagaimana yang telah kita upayakan.

Qadar/Takdir => garis hidup yang telah ditentukan oleh Tuhan ... dimana kelahiran, kematian, jodoh adalah berada di tangan-NYA tetapi bukan berarti kita hanya menungu dan menunggu Peace.gif
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.