Ketika ku daki gunung nan tinggi
Ku terpaku kala tiba di kakinya
Ku terpukau menatap keperkasaannya
kecil nyaliku melihat jumawanya yang seolah berkata:
Lihat... betapa kokohnya aku...betapa besarnya aku...
masihkah ada nyalimu... masihkah ada ingin kau taklukkan aku...
Hampir ku balikkan badan menyaksikan ego sang perkasa
Ketika tiba-tiba kudengar bisik angin yang meniup dedaunan...
Dia memang kokoh... dia memang jumawa....
tapi dia sesungguhnya penuh cinta....
dia relakan badannya kami tumpangi
dia berikan tanahnya untuk menghidupi kami
dia biarkan binatang berlarian di punggungnya
dia sang perkasa yang penuh cinta....
Terhenyak aku dalam diam... terpana aku dalam nuansa
lalu ku coba gerakkan kaki mencari makna
lalu ku coba memahami fenomena
Dalam perjalananku banyak hal yang ku jumpa...
Tubuh sang perkasa ternyata benar penuh cinta
Tumbuhan yang ada begitu penuh pesona
Hewan yang ada begitu penuh warna
Hingga saat ku tiba di puncaknya
Tiada yang ku jumpa selain fana
karena disana ku terlupa akan dunia
karena disana ku terbuai oleh cinta Sang Maha Kuasa
Lalu aku tersadar... terkadang Cinta menampakkan keangkuhannya
sekedar menutupi kenyataan bahwa di dalamnya tersimpan sejuta pesona dan kelembutan yang merona
sekedar meminta agar hanya yang punya cinta yang akan menemukan rahasia cinta di dalamnya
Lalu kualihkan pandangan ke Samudra....
Sepintas hanya tenang yang ada....
Begitu lembut riaknya... begitu mengalun ombaknya.... serasa penuh damai..penuh cinta....
Tiba-tiba aku mendengar bisikan angin yang menyapa...
Jangan kau terlena oleh tenangnya... karena kau akan mudah hanyut di dalamnya...
hingga ketika kau tersadar dari buaiannya... kau telah tenggelam tanpa daya di dalamnya... binasa niscaya...
Lalu aku terpana... sungguh aku tak menyangka
ternyata dalam tenangnya yang penuh pesona
Samudra penuh dera... penuh bahaya...
Lalu aku melangkahkan kaki penuh prasangka...penuh waspada
hingga aku tersentak oleh oleh fenomena yang ada
karena ternyata Samudra yang penuh bahaya tersebut menyimpan begitu besar cinta
karena Samudera ternyata penuh pesona
dengan segenap cinta yang ada, begitu banyak pula warna kehidupan yang dikandungnya
Lalu aku terdiam mencerna makna yang ku jumpa....
Dalam keangkuhannya ternyata cinta penuh pesona
Dalam ketenangan dan kedamaiannya ternyata cinta pun penuh dera
Kadang kita kesal karena angkuhnya... kadang kita muak akan egonya
Tapi jika kita mau menyelaminya dengan sepenuh cinta...
maka kita akan temukan bahwa cinta itu begitu perkasa dan membuat kita aman nyaman di dalamnya
Kadang kita hanyut dalam pesonanya... kadang kita terlena dalam indahnya
hingga kemudian kita alpa dan tenggelam dalam bahayanya... dalam derita
namun sesungguhnya bila pun kita mau menerima cinta sebagaimana adanya
maka kita akan percaya bahwa ketenangan dan kenyamanan penuh pesona memang ada padanya
memang mungkin cinta tak dapat memberi segalanya
karena memang cinta tak memiliki segalanya yang mungkin kita inginkan
cinta sesungguhnya hanya punya cinta
tapi bukankah memang hanya cinta yang kita ingin dapatkan dari cinta....
jadi kenapa tidak kita coba menerima bahwa cinta telah akan cukup untuk cinta
karena cinta pun hanya ingin cinta... bukan yang lain....
tapi itu hanya mungkin jika kita bicara tentang cinta..... bukan tentang kita....
( ups... maaf kepanjangan....

)