bledhoes
Oct 7 2007, 04:19 PM
MUNGKIN tidak banyak yang tahu, jika ada perjanjian terselubung di balik Konferensi Meja Bundar (KMB). Siapa sangka, di balik peristiwa sejarah yang disebut-sebut menjadi tonggak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia itu, tersembunyi perjanjian pembayaran utang-utang penjajah kolonial Belanda.
Fakta mencengangkan dari perjanjian yang digelar di Den Haag Belanda, 23 Agustus 1949, itu diceritakan Pengamat Ekonomi, Revrison Baswir, saat mengisi sebuah seminar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal itu tak urung membuat peserta seminar yang umumnya mengaku tidak mengetahui fakta tersebut tercengang.
Menurut Revrison, untuk mengakui kedaulatan Republik Indonesia, pemerintah Belanda mengajukan beberapa persyaratan. Salah satunya, Indonesia harus mau mewarisi utang-utang yang dibuat Hindia Belanda, sebesar 4 miliar dolar AS. Indonesia yang saat itu diwakili Mochamad Hatta, menyetujui syarat tersebut.
"Sebelumnya, Hatta telah mendapat lampu hijau dari Soekarno untuk menyetujuinya. Indonesia menyetujui syarat tersebut untuk mendapat pengakuan kedaulatan. Namun, rencananya, Indonesia tidak akan membayar utang tersebut dan tetap membiarkannya menjadi tanggungan pemerintah Hindia Belanda," tutur Revrison.
Indonesia pun menjalankan rencana tersebut. Pada kurun waktu 1949-1965, Indonesia tidak membayar utang tersebut. Akibatnya, munculah Agresi Militer Belanda I dan II. Setelah berkali-kali mengalami kegagalan, akhirnya Belanda pun menyerah untuk memaksakan kehendaknya agar Indonesia membayar utang tersebut.
Namun, lanjut Revrison, Belanda tidak berhenti sampai di situ. Mereka mulai menyusun rencana lain, dengan cara lebih halus, antara lain dengan pembentukan Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI). Dari sejarah, diketahui jika kelompok yang diketuai Belanda itu didirikan untuk membantu pembangunan Indonesia.
"Ternyata, di balik pendirian IGGI pun ada udang di balik batu. Logikanya sederhana. IGGI dibentuk, Belanda ketuanya, dengan syarat Indonesia harus mau membayar utang peninggalan Hindia Belanda. Akhirnya, pada 1967-1968, pemerintah kita yang saat itu dikepalai Soeharto, melakukan reschedulling pembayaran utang tersebut," ujarnya.
Ujungnya, lanjut Revrison, pada 1968 disepakati jika utang Hindia Belanda akan dicicil Indonesia dalam tempo 35 tahun. "Utang tersebut baru lunas pada 2003. Sekarang, utang Indonesia di luar utang Hindia Belanda bersisa 66,8 miliar dolar AS. Dengan utang sebesar ini, mau lunasnya kapan?" katanya.
Namun, terlepas dari utang yang saat ini dimiliki Indonesia, menurut Revrison, Indonesia telah lama dibohongi melalui penggelapan sejarah. Hampir setiap buku pelajaran sejarah di Indonesia, tidak ada yang mencantumkan perihal perjanjian pembayaran utang tersebut.
Bro & Sis skalian please info kalo hal ini memang benar, thank u 4 ur attention
Radja_Poligami
Oct 14 2007, 02:13 PM
ga tau,sumbernya dari mana tuh?
sumananta
Oct 15 2007, 02:49 PM
banayk amat ya punya utang
sampe 7 keturunan bisa nggk lunas"
apa lagi koropsi masi ada
raiden
Oct 15 2007, 11:03 PM
Source dr mana, meragukan.... Kasihan kl ternyata ga benar
Allelujah Haptism
Oct 17 2007, 07:54 PM
Ini sejarah kawan

Tolong kasi fakta yang tepat

Saya mengharapkan itikad baik saudara TS untuk menyebutkan sumber dan faktanya
fadyansyah
Oct 18 2007, 07:04 AM
waah ntuuu siih susah lunas nya....
abiz ,, uang buat bayar nya pasti di korupsi...
Veni Vidi Vici
Oct 21 2007, 02:04 AM
nggak salah kalau banyak rakyat makannya cuman bubur campur teri
freAkY bRo
Nov 6 2007, 11:01 PM
Waaah berlebihan itu brouuw...biaya perang aja udah berapa?
Heil Cяew
Nov 6 2007, 11:12 PM
QUOTE(bledhoes @ Oct 7 2007, 04:19 PM) [snapback]647988[/snapback]
Bro & Sis skalian please info kalo hal ini memang benar, thank u 4 ur attention
Lah loe sendiri dapet manuskrip ini darimana?
birosak
Nov 9 2007, 06:54 AM
Ya, betul!
Sejak awal berdiri (pengakuan kedaulatan), sudah ada utang luar yg melekat di negara Indonesia.
Ada dua sumber utama utang luar negeri:
1. Hasil penyerahan kedaulatan dari pemerintah hindia belanda ke RI (RIS) melalui KMB, di mana RI mewarisi harta & utang hindia belanda, yg notabene sebagian besar adalah, utang hindia belanda ke kerajaan belanda untuk membiayai perang di Indonesia dan membangun pemerintahan pasca VOC yg bangkrut.
2. Utang dari nasionalisasi perusahaan2 asing oleh Sukarno karena tidak dibayar tunai kala itu. Perusahan2 tsb sekarang berupa BUMN2. Tagihan atas utang2 tersebut oleh pemiliknya disekuritisasi dan diperdangankan di bursa Belanda. Utang ini telah lunas (thn 1999 kalo tidak salah).
Pada mulanya utang2 tsb merupakan taktik pemerintah saat itu untuk segera lepas dari pengaruh asing dan untuk dimangkiri (tidak bayar). Tetapi kemudian saat Suharto berkuasa, pembayaran dilanjutkan kembali.
trims
(sumber nyusul karena perlu buka2 referensi lagi)
puzoputo
Jan 27 2008, 04:48 AM
bah, maaf bro....., kok sepertinay berlebihan, en di akhir posting, anda juga malah balik minta petunjuk tentang kebenaran kisah tersebut...... (no offense)
The Skywatcher
Jan 27 2008, 05:26 AM
Iya gua pernah baca om.Tapi katanya ini cuma siasat indonesia kan agar segera diberi kemerdekaan
bureng
Feb 25 2008, 07:45 PM
nice post bro
die Hoellekugel
Feb 25 2008, 08:11 PM
iya bro, ogut pernah baca juga...
malah, utang ini juga termasuk biaya untuk membangun bangunan-bangunan Belanda dan juga infrastruktur lainnya selepas bubarnya VOC. Tentu saja setelah dikurangi dengan keuntungan2 yang didapat Belanda selama di Indonesia. Jadi kalau kita tidak merawat bangunan tua (bangunan peninggalan Belanda), sama saja kita tidak merawat bangunan milik kita sendiri.
Asal tahu saja bro, sebelum menjajah Indonesia, Belanda termasuk negara miskin di Eropa. Bahkan mereka mempunyai utang negara yang besar. Namun setelah diterapkannya sistem tanam paksa di indonesia, mereka dapat melunasi utang-utangnya bahkan menjadi negara makmur karenanya. Hal ini kemudian memunculkan istilah "kutukan Belanda (The Dutchs Curse)", karena negara semakmur Indonesia yang kaya akan sumber daya alam namun malah hidup miskin karena kekayaannya disedot oleh Belanda.
Harap diingat, VOC dibubarkan bukan karena krisis keuangan akibar resesi, namun karena banyaknya korupsi yang dilakukan oleh anggota2nya (coba tengok lagi pelajaran sejarah SMU). Hal ini, di kemudian hari akan ditularkan kepada bangsa Indonesia, melalui kebudayaannya. BUDAYA KORUPSI......
ksembilan
Feb 26 2008, 02:09 AM
terlepas masalah hutang,
disini aku melihat bagai mana dua pemimpin negara menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda
bung karno dengan kecerdikanya
dan soeharto dengan jilatanya
aquamarina
Jul 23 2009, 01:17 AM
maaff....
kalo ga salah kita loh yg dapat re imbursment...
ato penggantian dr belanda krn uda berapa lama mereka nikmati kekayaan indonesia...
qvlyaja
Jul 23 2009, 10:37 AM
wuih bener nich, mohon pencerahannya ya broo2, sungguh menarik infonya, semestinya ibu Megawati bisa memberikan keterangan yg lebih lengkap ya? mudah2an beliau mau membagi informasi kegenerasi kita ya brooo
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please
click here.