Sekali lagi, satu mitos di-bukti-kan, mitos™ yang udah jadi ukuran di masyarakat, ketika seorang pria, yang tetangga-ku sekaligus teman-ku harus ngebatalin acara pernikahan-nya setelah sang gadis ngaku dengan jujur kalau dia udah tidak perawan lagi. Dan dengan terpaksa atau mungkin tidak terpaksa, sang pria dengan tegas mengatakan tidak, karena dia merasa malu tidak siap untuk menerima kenyataan itu. (Maaf kalau aku menganggap ini sebagai mitos, karena ini sebenarnya -CMIIW - lebih ke kepercayaan turun temurun dan pandangan yang diwariskan nenek moyang kita kepada kita generasi saat ini).
Tapi sebelum-nya aku ingin tegas-kan kalau aku meng-angkat topik ini bukan untuk ngejar trafik yang tinggi (seperti sudah kita ketahui kalau pake google atau yahoo, keyword “perawan” ini termasuk trend tertinggi). Jadi aku harap-kan agar menanggal-kan semua kecurigaan, makian, pujian, dan sampah (yang menganggap aku pengen ningkatin trafik) yang sudah direncanakan secara matang sebelum melanjut-kan membaca postingan ini. Aku tidak butuh trafik, yang aku butuh adalah sebuah pandangan dan pemahaman. Juga bukan untuk ngejual ke-vulgar-an, jadi anda tidak bakalan menemu-kan isi apapun yang bernuansa vulgar dalam postingan ini. Sekali lagi Tidak!!!. That’s all folks.
blablbalbalbla
bacaan interesting sekali mahal disimak baek baek bagi para cewek
sumber : http://www.lintasberita.com/Aneh/Kenapa_Ke...i_Suatu_Ukuran/

