Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Penelusuran lengkap sejarah Pertikaian Sampit
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah
Pages: 1, 2, 3
Lexius1980



KERUSUHAN ANTAR ETNIS DI KALIMANTAN TENGAH


Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi oleh etnis
Madura yang sejak berdirinya Kalimantan Tengah telah melakukan lebih dari 16 (enam belas) kali kerusuhan
besar dan banyak sekali kerusuhan kecil yang banyak mengorbankan warga non Madura. Beberapa catatan hal
tersebut antara lain (di kutip dari Buku Merah: Konflik Etnik Sampit, Kronologi Kesepakatan Aspirasi
Masyarakat, Analisis, Saran; Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah
(LMMDDKT); Tahun 2001).

Tahun 1972 di Palangka Raya, seorang gadis Dayak digodai dan diperkosa, terhadap kejadian itu
diadakan penyelesaian dengan mengadakan perdamaian menurut hukum adat.

Tahun 1982, terjadi pembunuhan oleh orang Madura atas seorang suku Dayak, pelakunya tidak tertangkap,
pengusutan / penyelesaian secara hukum tidak ada.

Tahun 1983, di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan, seorang warga Kasongan etnis Dayak di bunuh
(perkelahian 1 (satu) orang Dayak dikeroyok oleh 30 (tigapuluh) orang madura). Terhadap pembunuhan atas
warga Kasongan bernama Pulai yang beragama Kaharingan tersebut, oleh tokoh suku Dayak dan Madura
diadakan perdamaian: dilakukan peniwahan Pulai itu dibebankan kepada pelaku pembunuhan, yang kemudian
diadakan perdamaian ditanda tangani oleh ke dua belah pihak, isinya antara lain menyatakan apabila orang
Madura mengulangi perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari Kalteng.

Tahun 1996, di Palangka Raya, seorang gadis Dayak diperkosa di gedung bioskop Panala dan di bunuh
dengan kejam (sadis) oleh orang Madura, ternyata hukumannya sangat ringan.

Tahun 1997, di Desa Karang Langit, Barito Selatan orang Dayak dikeroyok oleh orang Madura dengan
perbandingan kekuatan 2:40 orang, dengan skor orang Madura mati semua, tindakan hukum terhadap orang
Dayak: dihukum berat. Orang Dayak tersebut diserang dan mempertahankan diri menggunakan ?ilmu bela diri?
dimana penyerang berhasil dikalahkan semuanya.

Tahun 1997
, di Tumbang Samba, ibukota Kecamatan Katingan Tengah, seorang anak laki-laki bernama
Waldi mati terbunuh oleh seorang suku Madura yang ?tukang jualan sate?. Si belia Dayak mati secara
mengenaskan, ditubuhnya terdapat lebih dari 30 (tigapuluh) bekas tusukan. Anak muda itu tidak tahu
menahu persoalannya, sedangkan para anak muda yang bertikai dengan si tukang sate telah lari kabur ?.
Yang tidak dapat dikejar oleh si tukang sate itu, si korban Waldi hanya kebetulan lewat di tempat kejadian.


Tahun 1998
, di Palangka Raya, orang Dayak dikeroyok oleh 4 (empat) orang Madura, pelakunya belum dapat
ditangkap karena melarikan diri dan korbannya meninggal, tidak ada penyelesaian secara hukum.

Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang petugas Tibum (ketertiban umum) dibacok oleh orang Madura,
pelakunya di tahan di Polresta Palangka Raya, namun besok harinya datang sekelompok suku Madura menuntut
temannya tersebut dibebaskan tanpa tuntutan; ternyata pihak Polresta Palangka Raya membebaskannya
tanpa tuntutan hukum;

Tahun 1999, di Palangka Raya, seorang Dayak dikeroyok oleh beberapa orang suku Madura ---
masalah sengketa tanah ---; 2 (dua) orang Dayak dalam perkelahian tidak seimbang itu mati semua, sedangkan
pembunuh lolos, malah orang Jawa yang bersaksi dihukum 1,5 tahun karena dianggap membuat kesaksian
fitnah terhadap pelaku pembunuhan yang melarikan diri itu.

Tahun 1999, di Pangkut, ibukota Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, terjadi
perkelahian massal dengan suku Madura, gara-gara suku Madura memaksa mengambil emas pada saat suku Dayak
menambang emas. Perkelahian itu banyak menimbulkan korban pada ke dua belah pihak, tanpa penyelesaian hukum.

Tahun 1999, di Tumbang Samba, terjadi penikaman terhadap suami-isteri bernama IBA oleh 3 (tiga)
orang Madura; pasangan itu luka berat. Dirawat di RSUD Dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, biaya operasi /
perawatan ditanggung oleh Pemda Kalteng. Para pembacok / pelaku tidak ditangkap, ?katanya? sudah
pulang ke pulau Madura sana!. (Tiga orang Madura memasuki rumah keluarga IBA dengan dalih minta
diberi minuman air putih, karena katanya mereka haus, sewaktu IBA menuangkan air di gelas, mereka
membacoknya, isteri IBA mau membela, juga di tikam. Tindakan itu dilakukan mereka menurut cerita mau
membalas dendam, tapi salah alamat).

Tahun 2000, di Pangkut, Kotawaringin Barat, 1 (satu) keluarga Dayak mati dibantai oleh orang Madura,
pelaku pembantaian lari, tanpa penyelesaian hukum. Tahun 2000, di Palangka Raya, 1 (satu) orang suku
Dayak di bunuh / mati oleh pengeroyok suku Madura di depan gedung Gereja Imanuel, Jalan Bangka. Para
pelaku lari, tanpa proses hukum.

Tahun 2000, di Kereng Pangi, Kasongan, Kabupaten Kotawaringin Timur, terjadi pembunuhan terhadap
SENDUNG (nama kecil). Sendung mati dikeroyok oleh suku Madura, para pelaku kabur / lari, tidak
tertangkap, karena lagi-lagi ?katanya? sudah lari ke Pulau Madura, proses hukum tidak ada karena pihak
berwenang tampaknya ?belum mampu? menyelesaikannya (tidak tuntas).

Tahun 2001, di Sampit (17 s/d 20 Februari 2001) warga Dayak banyak terbunuh / dibantai. Suku Madura
terlebih dahulu menyerang warga Dayak.

Tahun 2001, di Palangka Raya (25 Februari 2001) seorang warga Dayak terbunuh / mati diserang oleh
suku Madura. Belum terhitung masalah warga Madura di bagian Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan
Selatan. Suku Dayak hidup berdampingan dengan damai dengan
Suku Lainnya di Kalimantan Tengah, kecuali dengan Suku Madura. Lanjutan kerusuhan tersebut adalah peristiwa
Sampit yang mencekam itu.

A.KRONOLOGIS KEJADIAN

1. Tanggal 18 Februari 2001

a. Pkl.01.00 WIB terjadi peristiwa pertikaian antar etnis diawali dengan terjadinya perkelahian antara
Suku Madura dengan kelompok Suku Dayak di Jalan Padat Karya, yang mengakibatkan 5 (lima) orang meninggal
dunia dan 1 (satu) orang luka berat semuanya dari Suku Madura.

b. Pkl. 08.00 WIB terjadi pembakaran rumah Suku Dayak sebanyak 2 (dua) buah rumah yang 
dilakukan oleh kelompok Suku Madura dan 1 (satu) buah rumah Suku Dayak dirusak dan dijarah oleh kelompok
Suku Madura. Kejadian ini mengakibatkan 3 (tiga) orang meninggal semuanya dari Suku Dayak.

c. Pkl. 09.30 WIB pengiriman Pasukan Brimob Polda dari Kalimantan Selatan sebanyak 103 personil dengan
kendali BKO Polda Kaliteng untuk pengamanan di Sampit dan tiba Pkl. 12.00 WIB

d. Pkl. 10.00 WIB sebanyak 38 (tiga puluh delapan) orang tersangka dari kelompok Suku Dayak atas
kejadian tersebut di atas diamankan ke MAPOLDA Kalteng di Palangka Raya dan menyita beberapa macam senjata
tajam sebanyak 62 buah.

e Pkl. 20.30 WIB ditemukan 1 (satu) orang mayat
dari kelompok Suku Dayak di Jalan Karya Baru,
Sampit.

2. Tanggal 19 Februari 2001

a. Pkl. 02.00 WIB terjadi pembakaran 1 (satu) buah mobil Kijang milik Suku Madura di Jalan Suwikto,
Sampit.

b. Pkl. 16.00 WIB ditemukan mayat sebanyak 4 (empat) orang dan 1 (satu) orang luka bakar semuanya
dari Suku Dayak di Jalan Karya Baru, Sampit.

c. Pkl. 17.00 WIB diadakan sweeping oleh Petugas aparat keamanan terhadap kelompok Suku Madura dan
kelompok Suku Dayak di Sampit.

d. Penangkapan 6 (enam) orang Suku Dayak tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka
yang telah ditahan sebelumnya, dan diamankan di Polres Kotim.

e. Pkl. 22.00 WIB Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan DANREM 102/PP bersama  pasukan dari
Yonif 631/ATG sebanyak 276 orang menuju Sampit dan tiba Pkl. 03.00 WIB.

f. Pada tanggal 18 dan 19 Februari 2001 kota Sampit sepenuhnya dikuasai oleh Suku Madura yang
menggunakan senjata tajam dan bom molotov.

3. Tanggal 20 Februari 2001.

a Pkl. 08.30 WIB diadakan pertemuan antara DANREM 102/PP, KAPOLDA dan Wakil Gubernur dan MUSPIDA
Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tokoh masyarakat di Sampit ( Tokoh Dayak, Madura dan Tokoh Masyarakat
Sampit) untuk mengupayakan penghentian pertikaian dan dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi pertikaian
dengan mengadakan dialog dengan warga yang bertikai.


b. Warga yang ketakutan karena kerusuhan dan sweeping disertai pembakaran rumah yang dilakukan
oleh Suku Madura terhadap Suku Dayak mengungsi ke Gedung Balai Budaya Sampit, Gedung DPRD Kotawaringin
Timur dan Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur sebanyak 702 KK (2.850 orang) bukan Suku Madura dan
sebagian warga non Madura mengungsi ke Palangka Raya.


c. Terjadi perkelahian dan kerusuhan massal terbuka antara Suku Madura dan Suku Dayak yang datang
membantu dari pedalaman.

4. Tanggal 21 Februari 2001.

a. Pkl. 09.00 WIB di Sampit diadakan pertemuan Wakil Gubernur, DANREM 102 / PP dan KAPOLDA Kalimantan
Tengah dengan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur.


b. Pkl. 09.00 WIB di Palangka Raya ada Unjuk Rasa oleh masyarakat Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Batak dan
masyarakat lainnya ke DPRD Propinsi Kalimantan Tengah menyampaikan tuntutan sebagaimana pada Lampiran 07.

c. Pkl. 12.15 WIB para pengunjuk rasa menuju MAPOLDA Kalimantan Tengah untuk menjemput 38 tahanan yang
diminta penangguhan penahanannya.

5. Tanggal 22 Februari 2001.

a. Pkl. 08.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB di ruang kerja Wakil Gubernur Kalimatan Tengah untuk
mengantisipasi menanggulangi kerusuhan di Sampit.

b. Pkl. 08.30 WIB berangkat ke Jakarta rombongan dari LMMDDKT sebanyak 3 orang didampingi oleh KAJATI
Kalimantan Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah, Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah dan
Kepala Direktorat Sosial Politik Propinsi Kalimantan Tengah menghadap KAPOLRI untuk menyampaikan usul
supaya KAPOLDA Kalimantan Tengah diganti.

c. Pkl. 10.30 WIB Wakil Gubernur Kalteng menghubungi Wakil Gubernur Jawa Timur per telepon untuk
koordinasi dalam rangka penanganan  evakuasi pengungsi ke Surabaya.

d. Ditemukan 14 buah Bom Rakitan di rumah Suku Madura di Sampit.

e.Menghubungi Dirjen Perhubungan Laut untuk koordinasi angkutan Kapal dan merubah rute pelayaran
Kapal Pelni yang ke Kumai untuk membawa pengungsi dari Sampit ke Surabaya.

6. Tanggal 23 Februari 2001.

a. Pkl. 08.30 WIB Tim Investigasi MABES POLRI berangkat ke Palangka Raya dibawah Pimpinan Brigjen
Pol. MUJI HARTAJI beserta 2 anggota untuk mengadakan pengecekan di lapangan.

b. Pkl. 15.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB Kalimantan Tengah untuk membahas bantuan Kapal,
membentuk Tim Sukarelawan untuk dikirim ke Sampit untuk membentuk dan memperkuat Satlak PB di Sampit.


c. Melakukan evakuasi pengungsi Suku Madura dari Kuala Pembuang ke Gresik sebanyak 205 orang dengan
KLM Bintang Selatan dan sebanyak  1.027 orang dengan KM Anugrah Samudra.

7.Tanggal 24 Februari 2001.

a.Ditemukan 4 (empat) mayat Suku Madura di Sampit.

b.Ditemukan 6 (enam) bahan peledak bom rakitan di Komplek IKAMA Palangka Raya.

c.Pkl. 10.00 WIB melakukan evakuasi Suku Madura sebanyak 2.100 orang dari Sampit ke Surabaya dengan
KRI Teluk Sampit

d. Pkl. 23.45 WIB melakukan Evakuasi Suku Madura sebanyak 3.000 orang dengan KRI Teluk Ende.

8. Tanggal 25 Februari 2001.

a. Pkl. 09.30 WIB melakukan Evakuasi pengungsi dari Kumai ke Semarang sebanyak 2.139 orang dengan KM
Leuser.

b.Pkl. 11.30 WIB Menkopolsoskam beserta rombongan tiba di Palangka Raya dan langsung meninjau lokasi
kerusuhan di Kota Sampit dan Kota Palangka Raya.

c. Pkl. 18.30 WIB kerusuhan dari Sampit meluas ke Kota Palangka Raya, mulai terjadi pembakaran
rumah-rumah Suku Madura sebanyak 20 buah oleh warga masyarakat non Madura yang datang dari berbagai
tempat di pedalaman.

9. Tanggal 26 Februari 2001.

a.Satkorlak Pengendalian Bencana (PB) Kalteng menerima bantuan dari Depkes dan Kessos, Dinas PU
Kalimantan Tengah, Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) PMI Pusat lihat Lampiran 06.

b.Terjadi pembakaran 3 (tiga) buah rumah Suku Madura
di Kota Palangka Raya oleh masyarakat setempat non
Madura.

10. Tanggal 27 Februari 2001.

a. Pukul 08.30 WIB tiba di Palangka Raya Tim KOMNAS HAM Pusat di bawah Pimpinan Sdr. Bambang W. Suharto.

b.Pukul 07.38 WIB tiba di Palangka Raya rombongan PMI Pusat di bawah pimpinan Sdr. Mar?ie Muhammad
beserta rombongan dengan membawa bahan makanan dan obat-obatan.

c. Meninggal dunia sebanyak 7 orang terdiri dari 5 (lima) orang Suku Madura dan 2 (dua) orang yang
tidak diketahui identitas Sukunya akibat kerusuhan di kota Palangka Raya.

d.Evakuasi Suku Madura sebanyak 2.269 orang dari Pegatan Mendawai Kotawaringin Timur ke Banjarmasin
dengan Speed Boat.

e.Rombongan petugas Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB sebanyak 4 (empat) orang tiba di
palangka Raya meminta informasi berkenaan jumlah pengungsi dan penangananya serta upaya
penanggulangan kerusuhan.

f.Pukul 13.45 WIB di Sampit terjadi kesalah-pahaman antara aparat keamanan di Pelabuhan Sampit sehingga
menimbulkan korban dari POLRI 3 orang luka tembak, dari TNI-AD 1 (satu) orang meninggal dunia dan dua
orang luka tembak.  Kerugian material 1 (satu) buah Jeep PM, 1 (satu) buah Suzuki Vitara dan 6
(enam) buah truk TNI-AD rusak berat.

11. Tanggal 28 Februari 2001.

a.Jumlah pengungsi yang dievakuasi dengan Kapal Laut secara keseluruhan sejak tanggal 18 Pebruari 2001
sebanyak 57.492 (lima puluh tujuh ribu empat ratus sembilan puluh dua) orang dengan perincian pada
Lampiran 02.

b.Terjadi kebakaran di Pasar Sampit, Jalan Iskandar  pada pukul 18.45 WIB.  Besarnya
kerugian belum bisa dihitung dan akan dilaporkan kemudian.

c.Jumlah korban sejak tanggal 18 Pebruari 2001 terdiri dari korban jiwa sebanyak 383 (tiga ratus
delapan puluh tiga) orang dan luka-luka sebanyak 38 (tiga puluh delapan orang). Korban materil berupa
rumah terbakar sebanyak 793 (tujuh ratus sembilan puluh tiga buah) dan rumah yang rusak sebanyak 48
(empat puluh delapan). Kendaraan roda empat dan roda dua sebanyak 13 (tiga belas) buah, serta Becak
sebanyak 206 (dua ratus enam) buah lihat Lampiran 01.

d.Jumlah satuan pengamanan untuk wilayah Sampit yang sudah dikerahkan sampai saat ini sejak tanggal 18
Pebruari 2001 sebanyak 3.129 (tiga ribu seratus dua puluh sembilan) personil lihat Lampiran 03.

12. Tanggal 01 Maret 2001.

a. Kunjungan Wakil Presiden beserta rombongan dan pengarahan kepada Gubernur dan Muspida dalam rangka peninjauan ke Sampit dan Palangkaraya.

b. Menyampaikan pernyataan sikap oleh Forum Komunikasi Umat beragama Kabupaten KOTIM tentang jaminan keamanan untuk masyarakat Sampit yang dihadiri oleh Tokoh masyarakat dan tokoh agama ( Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu).

c.Menerima pengungsi di Palangkaraya sebanyak 174 orang

13. Tanggal 02 Maret 2001.

a.Memberangkatkan 6 dokter dari RSCM Jakarta dan 10 orang Kelompok Sukarelawan (KSRL) ke Sampit.

b.Pemberangkatan pengungsi dari Sampit dengan menggunakan KRI Teluk Bone sebanyak 3.019 orang dan KRI Teluk Saleh sebanyak 3.156 orang ke Surabaya.

c.Menyerahkan bantuan beras dari Wakil Presiden sebanyak 20 ton ke Sampit.

d.Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur mengenai solusi penanganan pertikaian antar etnis oleh tokoh masyarakat dan dihadiri unsur Muspida Tk. I Propinsi Kalteng.

14. Tanggal 03 Maret 2001.

a. Pengiriman Aqua oleh pengurus Daerah PMI Propinsi Kalimantan Tengah sebanyak 9000 botol = 750 dos.

b.Pengiriman 100 kantong darah dan 100 kantong darah segar bantuan dari PMI Pusat ke Sampit.

c. Memberangkatkan  Sekretaris Daerah, Kadit Sospol dan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah ke Surabaya dalam rangka pertemuan dengan Tokoh Madura dan Kapolri.

B.LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN PEMDA DAN
APARAT KEAMANAN


1.Menerjunkan satuan pengamanan dari POLRI dan TNI ke lokasi kerusuhan.

2.Melakukan tindakan persuasif dan preventif terhadap kelompok yang bertikai untuk mengantisipasi
berkembangnya kerusuhan yang lebih meluas.

3.Mengadakan evakuasi para pengungsi dari Sampit ke Surabaya maupun dari Palangka Raya ke Surabaya lewat
Banjarmasin.

4.Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat dan tokoh agama guna mencegah berkembangnya pertikaian.

5. Melaksanakan patroli dan menempatkan pasukan pada tempat yang rawan pertikaian.

6.Memberikan bantuan bahan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi yang diperoleh dari berbagai
pihak.

7.Berusaha meredam dan menghentikan aksi pembakaran dan pengrusakan milik warga Suku Madura dengan cara
mengeluarkan pengumuman dan himbauan yang disampaikan media massa dan elektronik serta mobil keliling
secara kontinyu.

8.Melakukan optimalisasi Siskamling di 500 RT sekota Palangka Raya untuk mengadakan tindakan
preventif.

9.Mengadakan koordinasi secara intensif dengan MUSPIDA Propinsi Kalimantan Tengah dan instansi
terkait, maupun dengan MUSPIDA Kota Palangka Raya dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur beserta
instansi terkait.

10.Mengikuti pertemuan Kerukunan Warga Kalimantan dengan tokoh Madura dan Gubernur Jawa Timur di
Surabaya tanggal 3 Maret 2001.

C.PERMASALAHAN JANGKA PENDEK

1.Lokasi kerusuhan sifatnya terpencar pada wilayah yang luas sehingga agak menyulitkan bagi aparat
keamanan untuk mengadakan tindakan preventif dan represif dengan kondisi tenaga yang terbatas.  


2.Masih ada sisa pengungsi yang belum dievakuasi.

3.Penanganan para pengungsi oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam menerima evakuasi.

4.Kekhawatiran kemungkinan aksi pembalasan terhadap Warga Kalimantan Tengah yang berada di Jawa termasuk yang sedang menuntut ilmu terutama di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

5.Keterbatasan dana untuk penanganan pengungsi dan upaya penyelesaian konflik serta pendataan harta benda milik para korban kerusuhan.

D.POKOK POKOK MASALAH YANG HARUS DITANGANI DALAM
JANGKA MENENGAH DAN PANJANG


1.Bahwa proses marginalisasi dan pemelaratan yang terjadi di Kalimantan Tengah, baik dari sisi
ketidakadilan pemanfaatan sumberdaya alam dan Pembangunan Daerah, maupun ketidakadilan akan adanya
perlindungan hak-hak hidup masyarakat telah ditambah oleh ketidakmampuan etnis Madura untuk memberikan
toleransi terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak Kalimantan Tengah.

2.Adanya arogansi budaya Suku Madura yang memandang remeh budaya lokal Suku Dayak, menimbulkan berbagai
gesekan yang seluruhnya tidak pernah diselesaikan secara tuntas, baik oleh masyarakat maupun
pemerintah. Akumulasi gesekan-gesekan tersebut menimbulkan perseteruan dan perkelahian massal yang
membesar dan memuncak dari waktu ke waktu.

3.Kecenderungan Suku Madura membawa kenalan, sanak-keluarga, kerabat dan anggota masyarakat
Madura ke Kalimantan Tengah yang kurang berpendidikan dan berlaku kriminal, tanpa melakukan seleksi
terlebih dahulu, telah menyebabkan Kalimantan Tengah menerima warga Suku Madura yang potensial dan banyak
melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak.

4.Hal-hal tersebut telah membangkitkan kerugian yang tidak terhingga bagi Suku Dayak, baik dari segi
moril, mau pun materil. Adanya hujatan bahwa Suku Dayak tidak beradab, tidak toleran, tidak
berkemanusiaan dan lain-lain yang dilansir baik oleh perorangan mau pun media massa serta elektronik secara
luas, tanpa mempertimbangkan penderitaan berkepanjangan yang timbul dimasyarakat Suku Dayak
akibat kerusuhan yang muncul dari adanya Suku Madura di Kalimantan Tengah.

5.Adanya kecenderungan pihak Suku Madura melindungi warganya yang berbuat jahat terhadap Suku Dayak,
menyebabkan akumulasi kebencian yang merupakan masalah umum dan sosial dikalangan warga non Madura di
Kalimantan Tengah. IKAMA menjadi tempat untuk menyelamatkan warga Suku Madura yang berbuat jahat
kepada warga non Madura.

6.Adanya upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong peristiwa kerusuhan yang ada di Kalimantan Tengah
hanya muncul dari sisi Suku Dayak, yaitu dengan merujuk akibat kerusuhan semata, tanpa memperhatikan
asal-muasal dan proses-proses yang mandahuluinya.

7.Terlihat pula upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong masyarakat agama untuk berseteru satu
dengan lainnya dengan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pembasmian terhadap umat muslim.

8.Adanya pertimbangan yang naif dari tokoh-tokoh Madura dengan menelorkan ancaman-ancaman kepada para petinggi Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah untuk memaksakan kehendak mereka dalam penyelesaian
kerusuhan. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi korban kelalaian para
tokoh-tokoh Suku Madura yang gagal membina warganya yang mencari kehidupan di Kalimantan Tengah.

9.Suku Dayak Kalimantan Tengah selama ini sangat toleran terhadap Suku Madura, sehingga pada beberapa
keluarga Dayak, telah menerima anaknya menikah dengan Suku Madura.

E.SARAN PENANGANAN MASALAH ETNIS

1.Diperlukan upaya pengelolaan yang komprehensif masalah etnis di Kalimantan Tengah yang mencakup inventarisasi, rekonsiliasi, penyusunan strategi pembinaan dan pemeliharaan kondisi yang kondusif dalam masyarakat Kalimantan Tengah. Untuk itu diperlukan program khusus dan action plan yang terperinci yang disepakati bersama secara Nasional.


2. Diperlukan upaya mengetuk hati Pemerintah Pusat, bahwa masalah etnis bukan hanya terdapat di Kalimantan Tengah, melainkan juga menjadi masalah Nasional. Diperlukan upaya yang berimbang dalam penanganan etnis dengan menggalakkan berbagai bidang pembangunan di Daerah yang bertumpu kepada entitas masyarakat setempat sebelum memperluas cakupannya
secara Nasional dengan melibatkan berbagai etnis / komunitas masyarakat lainnya. Masalah kependudukan dan
lapangan kerja Nasional agar dimulai penyelesaiannya
pada tingkat lokal, dimana partisipasi lokal dimaksimalkan sebelum melibatkan unsur-unsur lainnya yang bersifat menunjang secara Nasional. Diupayakan agar masalah Nasional jangan dibebankan pemecahannya secara partial kepada Daerah.

----- End of forwarded message from Svperstar -----

Praying.gif semoga kejadian ini adalah kejadian yang terakhir bagi bangsa ini....
semoga Tuhan yang Maha Esa dapat memaafkan segala kesalahan yang mereka perbuat....

Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif Praying.gif
Crayon Von Model
Buset dah kayak bahan kuliahaan BigGrin.gif


Eniwei nice post dan ini bisa dijadikan history supaya kita bisa trace penyebab2 kerusuhan yang terjadi


Thanks berat buat Bro Lexi Hug.gif
Blazing Arrows
Semoga semua konflik dapat diselesaikan dengan damai smile.gif
karbites
hmm.. gue gak tau secara mendetail kejadiannya..
tapi kalo menggunakan pendekatan empiris..
tanpa menuduh salah satu pihak..
yaa bener banget.. kalo etnis tsb tidak dapat bersosialisasi dengan etnis lain..
Pancilok
madura.. koq segitu nya.. hhfff...
Gede Lolok
Semoga kejadian seperti itu tidak terulang lagi.... Praying.gif
Kita semua harus bisa membawa diri kita. Kalau kita sebagai pendatang semestinya kita juga harus bisa menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat, saling menghormati dan memiliki rasa toleransi dengan sesama. Kalau kita sebagai warga lokal kita juga harus bisa menerima pendatang tanpa rasa curiga dan tidak membeda-bedakan perlakuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Yang harus kita sadari bersama adalah negara kita itu "Bhinneka Tunggal Ika". Jangan buat perbedaan itu menjadi perpecahan dan permusuhan tetapi buatlah perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah dimana kita bisa saling melengkapi, saling menghormati, dan menciptakan suatu kehidupan bermasyarakat yang nyaman dan aman.
dewa cabul
@lexius
Ini yang saya maksud! Penjelasan dan detil mengenai sejarah pertikaian yang melibatkan 2 suku (dalam hal ini yang terlibat adalah suku dayak dan suku madura) yang ternyata sebagaimana kita ketahui telah berlangsung beberapa lama, sehingga akhirnya memicu pertikaian tersebut pada tahun 2001(disebut juga Kerusuhan Sampit).

Semoga dengan ini bisa menjadikan kita makin berpikir secara terbuka dan dapat menerima perbedaan di Indonesia. Ini hanyalah salah satu contoh yang kita harapkan jangan sampai terjadi lagi dikemudian hari!

Cukuplah menjadi sejarah kelam dalam bangsa Indonesia......dan kita berharap semoga Indonesia semakin menyadari artinya perbedaan yang mempersatukan!

Sekali lagi thx untuk bro @lexius yang sudah susah payah mencari bahan sejarah ini Hug.gif

Untuk semuanya wa harap jangan sembarangan menulis komen/reply. Berikan komen dan reply yang membangun! Wa sangat mengharapkan jangan sampai ada komen2 yang menjurus menjadi perdebatan panjang. Itu saja! Thx!
Lexius1980
Thank's to Bro @Dewa cabul...

betul semoga saja yang memberikan commentnya di sini jangan sembarangan berkomentar...
takutnya akan memicu sumbu untuk membali terbakar...
jangan emosi terlebih dahulu...
postingan ini gw cari bahannya juga bukan semata mata untuk menguatkan luka lama...
namun semata mata menjadi pelajaran kelam bangsa kita bangsa Indonesia...

Tolong kita ambil makna dari peristiwa ini...
jangan kita memandangnya hanya lewat rasa dendam...

semua kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa...
semuanya pasti ada yang membalas tanpa perlu kita membalasnya...
semua pasti ada jalannya selama kita menyadari adanya Dia...

Renji Furuya
halah,,"telo' lema'" tu neh-aneh aja.nyadar dunk sbg warga perantauan?sebenere sentimen apa sih orang madura ke orang dayak?pdhl orang madura lain yg merantau di jawa tengah aja alim2 kok?bwt TS-ny tolong dicari tau ya?apa sih yg bikin orang madura segitu beringasnya ama orang dayak?
Suxetasu
@renji furuya: kan TSnya udah nulis kalo ini untuk share sejarah aja dan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan salah satu pihak, kalo Anda mempunyai versi lain mungkin dapat dishare disini juga. Peace.gif
Blazing Arrows
Hohohoho

@Renji Furuya

Betul kata CG, kalau memang ada versi anda sendiri tolong anda jelaskan.... BigGrin.gif
Lexius1980
Bro@renji furuya: bro... sebelumnya dari awal dah gw tolong minta kepada all member yang baca atau yang akan memberikan postingan n commentnya...
semua ini bukan semata mata membela pihak yang mana pun...
namun postingan ini hanya semata mata untuk pengetahuan sejarah akan bangsa kita bro...

untuk kenapa dan mengapa orang madura begitu sentimen sekali dengan dayak gw juga gak tahu...
gw disini hanya ingin berbagi, bukan bermaksud di luar jalur itu...

tolong bro@renji furuya dapat mengerti maksud dan arti dari postingan ini...
kami semua juga merasa iba akan terjadinya hal seperti ini...
tiada seorangpun ingin dan menyetujui pertikaian antar saudara seperti ini...

dan mungkin bila memang postingan gw ini salah atau mungkin menyinggung seseorang, gw juga tidak mengingginkannya...
sebelumnya gw minta maaf bila salah melakukan postingan ini...

but, tolong bro juga mengedit kata2 bro untuk tidak kembali menyulut api bara yang mulai padam kembali menyala...
Renji Furuya
maaf,,maaf,,emang saya yg salah krn gak mencerna dulu postingan bro Lexius.tp jujur aja,pertanyaan saya diatas murni didasari oleh ketidak tahuan saya atas akar dari kejadian2 yg udah diposting TS.krn buat saya aneh aja knp kejadian seperti di Sampit nggak terjadi di daerah lain (atau mungkin aja terjadi tp ga da publikasi?saya jg gak tau).

tp bwt smua (CrownGear,BlazingArrow,& Lexius) saya ucapkan terimakasih sebesar2nya atas peringatannya.saya yakin hal ini bisa jadi pembelajaran yg bagus buat saya untuk kedepannya nanti.

peace all,thx Peace.gif Love.gif
Lexius1980
@Renji Kuruya: it's ok bro... selama kita masih bisa saling berfikir dengan kepala yang dingin dan diselesaikan dengan hati yang damai...

itulah mengapa gunanya tread sejarah ini dibuat oleh camod ataupun supercamod...
agar kita kita all member of bluefame.com ini bisa saling share pengetahuan pengetahuan yang kita miliki atau sejarah yang kita punya kepada all member lainnya yang mungkin belum mengetahuinya...

to all member: tolong jangan sembarangan memasukkan comment anda yang mungkin akan menyulut pertikaian kembali... tolong di baca yang teliti bukan hanya asal mengucap...

ini hanya tread sejarah, ilmu pengetahuan untuk kita semua... jangan dinilai melebih jalur itu... Peace.gif

Regard,


Lexius1980
Heil Cяew
thanks lexius.. pencerahan buat saya atas apa yang terjadi nun jauh di Sampit Kalimantan sana..
May God Bless Indonesia always.. and make us learn for what happened to prevent the worst.. Peace.gif
jaka_horny
yup..yup..yup...

sebenernya masalah ini banyak terjadi dimana2, hanya saja yang disorot dan ekstrim kali ini adalah suku madura...

kalo ada yang nanya, di jakarta beberapa kali terjadi bentrokan antara betawi-madura dan batak-madura juga ambon-madura... ada apakah gerangan?


mungkin kalo di jakarta itu hanya sebatas masalah duit (lahan parkir, premanisme, dll), tetapi yang terjadi di kaltim sudah sangat berbeda dan laten...

kalo dari data bro lexius diatas, sepertinya madura sangat dianakemaskan karena menguasai ekonomi dan pemerintahan di Sampit dan sekitarnya... hal ini didapat dari tulisan "IKAMA menjadi suaka bagi para penjahat2 Madura"...

Pertanyaannya: Sekuat apa sih IKAMA sehingga berani mengangkangi hukum yang berlaku?? siapa yang membekingi mereka?? sudah jelas orang2 madura juga yang duduk di aparat keamanan dan pemerintahan...


Hal yang agak mirip dengan kerusuhan 1998 terhadap pembantaian etnis cina yang dianggap eksklusif, menguasai perdagangan dan hukum dengan mudahnya dibeli, dibekingi oleh aparat, dll...


oleh karena itu, hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita sadar dimana kita berada, sekarang di jakarta etnis cina sudah mulai berbaur dan diterima oleh masyarakat... pribumi juga semakin respek dan menghargai kebudayaan mereka...

bagaimana dengan sampit? apakah etnis madura bisa berbaur dan menghormati masyarakat setempat dimana pun mereka berada?? hanya tindakan nyata etnis madura yang bisa menjawabnya...



wassalam
eet
Thanks bro Lexi

POstingan bro bagus buat pertimbangan, coz sblumnya gw dah baca versi lain kerusuhan sampit (edisi antithesis dari punyanya bro).

Sejarah itu satu tragedi kadang bisa jauh beda persepsi,
Lexius1980
@eet: Peace.gif bro... namanya aja berusaha mengorek lebih dalam lagi tentang hal yang ingin kita ketahui... lumayan lah ubek ubek, gabung mengabung bahan bahan yang terdapat di google.com...
hasilnya yah postingan ini BigGrin.gif...

kan saling share pengetahuan... ilmu yang seperti ini kan gak mungkin masuk kedalam mata pelajaran atau mata kuliah... LOL.gif

geisha
good.....bagus banget lexi....kalau begini kan jadi gak terlalu penasaran...jadi lebih terbuka neh pengetahuan kita....seep, lanjut brooo
Lexius1980
@geisha: soo pasti bro... namun tak menutup kemungkinan bila loe ada berita yang harus di share juga bro BigGrin.gif
stusjka
thx berat bro lexius
ini posting bisa buat nambah wawasan.....cos aq sendiri taux dari video yang d rekam d klmntn sana doank tapi kronoolofix ga tau
tongkat_sakti
Lebih afdol lagi kalo dilampirkan foto-foto tragedi Sampit...
mich
kelihatannya kok berat sebelah artikelnya. dari paragraf pertama sudah tahu kira-kira mau dibawa kemana. semua suku pasti ada plus dan minus nya kok
mas_jeprik
yang jelas pada waktu kerusuhan terjadi sangat mengerikan ....
aku pernah di sana pada waktu kerusuhan

kakak pernah di berhentiin mobilnya oleh orang dayak, penumpang di suruh turun, mereka tidak tanya apapun, hanya mencium tubuh penumpang satu per satu, alhamdulilah ga ada kejadian apa2..

menurut suku dayak bau tubuh suku madura itu agak amis, jadi kalao mereka mencium tubuh yg amis langsung di penggal kepalanya, herannya kok mereka ga salah penggal ...

ngeri bos ...
penghuni
[quote name='Lexius1980' date='Oct 17 2007, 07:52 PM' post='663533']
Bro@renji furuya: bro... sebelumnya dari awal dah gw tolong minta kepada all member yang baca atau yang akan memberikan postingan n commentnya...
semua ini bukan semata mata membela pihak yang mana pun...
namun postingan ini hanya semata mata untuk pengetahuan sejarah akan bangsa kita bro...

untuk kenapa dan mengapa orang madura begitu sentimen sekali dengan dayak gw juga gak tahu...


SETAHU SAYA ORANG MADURA TIDAK MEMILIH SAPA LAWAN ATAU KAWAN
BAGI MEREKA PEREDAAN SEKECIL APAPUN HARUS DISELESAIKAN DENGAN CELURIT
MAU SAUDARA, DAYAK, BATAK, AMBON MEREKA TAK AMBIL PUSING
oelil
QUOTE (mas_jeprik @ Nov 24 2007, 01:07 PM) *
...
menurut suku dayak bau tubuh suku madura itu agak amis, jadi kalao mereka mencium tubuh yg amis langsung di penggal kepalanya, herannya kok mereka ga salah penggal ...
..


Mungkin Dayak Kahayan begitu adanya, berbeda dengan Dayak Iban (Kerusuhan Sambas dan Pontianak).
Mereka dapat membedakan bukan hanya dengan penciuman, tetapi kepala manusia dari suku Madura akan terlihat seperti
kera!
Blazing Arrows
@penghuni


Tolong jangan pake caps bro Peace.gif

Untuk yang lainnya mohon mereply dengan cerdas dan akal sehat Peace.gif

Soalnya ini isu sensitif Peace.gif

Thx smile.gif
eiger
bro2.. yang budiman,
tolong kalo memang sekiranya anda perlu mereply topik2 sensitif kayak gini, mohon dipikirkan kembali kata2 yang hendak anda ungkapkan.
sampaikan dengan santun, dan ungkapkanlah berdasarkan data2 yang benar.
kita gak perlu berantem argumen di BF, gak ada gunanya.
sebagai informasi aja, topik ini diawasi oleh moderator, yang sewaktu2 bisa men-closed/ delete.

please, pergunakanlah hak anda sebagai member dengan bijak, baik dan benar, demi kepentingan semua member BF,
BlueFame.com for Peace, Love, Friendship, and Cyber Solidarity

Peace.gif Peace.gif Peace.gif Peace.gif Peace.gif Peace.gif
metalholicz
makanya dari dulu gw gak suka ma orang madura.... belagu bgt mereka
fear_man
akhirnya gw bisa tau sejarahnya...
ajasampah
kebetulan beberapa kawan orang dayak asli. mereka banyak cerita tentang pandangan mereka tentang 'kelompok lain' selain 'diri' mereka. katanya rasa jengekl mereka muncul karena tanah mereka yang banyak dibuka untuk transmigrasi tanpa sepengetahuan mereka; juga untuk pembukaan berbagai kebun baru.

salah satu dari mereka bercerita kalau diberi pesan oleh keluarga mereka agar jangan sampai kawin dengan orang jawa. apalagi madura. *STOP*

sampai di titik ini, nampak kalau kebencian mereka tidak hanya dengan suku madura saja. melainkan sesungguhnya suku dayak pun jengkel dengan orang jawa (penanda bahwa ada suku selain madura yang mereka juga hindari). hanya saja belum (mudah-mudahan) tidak terakumulasi sebagaimana kasus sampit. tapi setidaknya secara kultural mereka mencipta jarak dengan 'kelompok lain' dengan asumsi sendiri.

sangat berbahaya kalau 'kelompok lain' tersebut pun menjadikan suku dayak sebagai 'kelompok lain' juga dari kelompoknya. saling membangun definisi tentang 'kelompok lain' atas dasar persepsi dan prasangka kelompok masing-masing. tinggal menunggu waktu kekerasan langsung terjadi.

masalah kekerasan kultural ini bukan hanya pada kasus dayak-madura aja. tapi seluruh daerah di indonesia punya potensi konflik antar suku. konflik non fisik sudah sering terjadi. gesekan-gesekan kecil sering kita lihat. selama pola pikir masih mempertahankan benih kekerasan yang dipelihara kultur, ya tinggal menunggu waktu konflik berdarah-darah terjadi.

maklum bro - sis, 350 tahun kita diadu antar suku, agama, ras lewat devide et impera belanda. sementara baru 67 tahun kita jadi satu bangsa. untuk sesama bangsa indonesia (terutama kelompok kelas menengah) masa sampe sekarang masih mikirin mementingkan sukuisme, agamisme, rasisme? jika iya, bukannya berarti sama dengan masih dijajah belanda? Whistle.gif Whistle.gif

Peace.gif Peace.gif Peace.gif
sirdodgery
QUOTE (mich @ Nov 23 2007, 11:25 PM) *
kelihatannya kok berat sebelah artikelnya. dari paragraf pertama sudah tahu kira-kira mau dibawa kemana. semua suku pasti ada plus dan minus nya kok

I agree.. pendekatannya cuma dari sebelah pihak. klo masalah ribut2, dan akhirnya dikeroyok, pasti ada yang mulai kan.
anyway, semoga kejadian ky gini gak terulang lagi di manapun. nggak cape apa? untungnya apa?
grow up, peace please. ;)
satria junior
Thxk, semoga negeri ini orang-orangnya tidak saling jarah menjarah lagi... GANYANG KORUPTORRRR.....
Pundang
bung @ajasampah, saya rasa yang anda ungkapkan di atas tidak benar karena adat dayak tidak pernah mengajarkan hal tersebut Orang Dayak selalu menerima tamu dengan tangan terbuka dan tidak akan menyusahkan pendatang orang Dayak memegang prinsip "Huma Betang", orang dayak rata-rata adalah orang yang sabar dan mengalah, semua masalah yang di selesaikan dengan adat tidak akan mereka ungkit lagi tapi kesabaran pasti ada batasnya

Salam

jablay jowo
thank's bro ats postnya gw jadi tau sal muasal kerusuhan in sebab dari dulu gw denger setenga2 doang than's bro......
adytia
gw sebagai suku kalimantan.....kasih saran buat para pendatang yg menempati wilayah orang jgn byk gaya dech,
di jaga tuch S!kaP,jg seenak aza....
DIBANTAI BARU TAU rasa Loe....DAsar Gak tau di untung...loe tuch NumpaNg Hidup Di daerah Gw........
................................................................................
.................................................................................
..................
MERDEKA
Joy@home
dokumentasi mengenai kekerasan disampit ada ga ya?
cavalera25
di indonesia tuh apapun sukunya klo gak dapet atau kurangnya pendidikan formal dan moral, tetep aja pada bejat and berbuat sesukanya aja. hayu skr sapa yg salah dan bertanggung jawab terkait kasus sampit atau kasus kerusuhan lainnya di indonesia ini.
ladomerah
hmmm kok jadi perbincangan sangat serius.....

kalo boleh masalah Suku jgan di perdebatkan...

Sensitif seperti Agama....

Kalo boleh saran, Gimana Arsenal dapat menjuarai Champios League tahun depan....

ayo... ada comment?
fndiss
baru tahu nih, thanks
Jussy_nn
saat baca postingan ini rada berdebar2 gt dech..alnya postingan inikan sensitif banget..tp krn kedewasaan smua smua bro2,sodara,sodari topik hangat ini tidak menjadi panas..malah semakin asik buat dibaca,dipelajari utk kemudian dipahami thanks berat buat om @lexius..
oya kronologisnya hampir sama dech dgn kerusuhan sambas..
udah ah gak maw gw perpanjang lagi..

>peace and love<
Bang Eland
yg ane kagak abis pikir gini neh... yang bangkotan yang ribut, kenape bocah2 ikut jadi sasaran ?

apepun alesan-nye, siape juga nyang ngelakuin ntu perbuatan, inget : anak titipan TUHAN !

berape banyak korban bocah di ke-2 pihak ? baek nyang langsung ato gak langsung ? bisa jadi ade rasa trauma akut buat bocah2 yg selamet. bisa jadi ade bibit dendam yg baru, buat dipanen setelah mereka2 gede nanti.

ane punya anak 2. ane nangis liat dokumentasi kejadian ntu.. gak tau mesti gimane.. frustasi..

dan gilanye, seperti biasa, gak ketemu tuh biang iblis yg udeh bikin 'kebakaran besar' di sampit.
Applause.gif Applause.gif Applause.gif buat aparat hukum kite !

ane percaya api bisa dibikin mati pas masih kecil nyalanye, kalo udeh gede repot prend ! tapi kadang ade orang berjiwa iblis yg demen ngeliat 'kebakaran besar' ! dan celakanye ntu orang punya segalanye buat bikin 'kebakaran besar'

yah... 'berdarah' lagi borok ane.
svnhvn
QUOTE
sampai di titik ini, nampak kalau kebencian mereka tidak hanya dengan suku madura saja. melainkan sesungguhnya suku dayak pun jengkel dengan orang jawa (penanda bahwa ada suku selain madura yang mereka juga hindari). hanya saja belum (mudah-mudahan) tidak terakumulasi sebagaimana kasus sampit. tapi setidaknya secara kultural mereka mencipta jarak dengan 'kelompok lain' dengan asumsi sendiri.


yakin?? pengalaman gw kemarin ke kalimantan mereka semua welcome kok. gw juga turunan jawa tapi mereka fine2 aja (emang diendus dulu siy). malah banyak orang2 sana yg udah nikah puluhan tahun sama orang jawa n still fine2 aja. menurut gw sih kuncinya lo harus sopan di tanah orang, pasti mereka juga akan 2 kali lebih sopan ke elo. sampit emang tragedi, tapi seperti yg bro lexius paparkan diatas semua terjadi gara akumulasi banyak kasus yg gak selesai (atau selesai tapi merugikan salah satu pihak). role playing aja, coba elo di posisi mereka, dari tahun 70an perempuan2 sekampung lo di gangbang pasti lo gerah juga. to be honest, gak dimana2 juga m*d**a itu ngeselin kan?? pake ada istilah "tanah tuhan" segala (buat gw ini cuma justifikasi dari orang2 yg pingin lahan tapi gak mampu beli!!).

ga usah sotoy n sok superior klo dikampung orang. mereka udah kegencet, jangan tambah lo gencet, yg ada meledak.
svnhvn
maap, double post..
haydar
moga2 jd bhan introspeksi bg kita semua...
woolgatherer
gua bingung.........kenapa org madura seperti gt ya.......padahal kan mereka pendatang di sana.....kenapa ga bisa hidup rukun2 aja ya........kan lebih enak kl hidup damai aja
calengklik
wahhh rinci sekali nihhhh
calengklik
sama saja binatangnya nya baikmmadura maupun dayak
waktu gua nonton film sampit tuh di youtube gua sampe engga makan 2 hari sick02.png sick02.png sick02.png
arya77777
Good info...mungkin dengan sejarah yg kelam ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita sebagai bangsa untuk selalu dapat menjaga persatuan dan kesatuan yang sekarang memang sudah mulai pudar...
Ctrl Alt Dellete
serem ya suku kita
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.