QUOTE(transparent @ Dec 4 2007, 01:56 AM) [snapback]759651[/snapback]
Acungan jempol dulu buat mahasiswa yang begini. TOP!
Saya gak ikut ngasih usulan usahanya apa. Kan teman yang lain udah pada sumbang saran. Bagus-bagus sarannya. Semuanya bisa jalan. Tinggal tergantung yang jalaninnya. Jadi saya mau bilang: yang penting bukan usahanya apa tapi bagaimana mengelolanya. Ambil contoh: kalau kita pergi ke ITC - Roxy Mas, gudangnya toko handphone. Dari sekian ratus toko HP, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang udah 10 tahun jualan dan masih rame tokonya, ada yang 2 tahun doang jalan abis itu tutup, ada yang dulunya jual HP sekarang jual tas Barbie, dlsbnya. Jadi perntanyaannya apakah bisnis HP itu bisnis yang bagus atau tidak bagus? Coba kamu jawab sendiri.
Sama halnya dengan bisnis laundry, pecel lele, merchandising, telatela, multi-level, warnet, pengetikan skripsi, freelance, dlsb.
OK. Berikut ini pengalaman pribadi ya. Juga didukung oleh hasil mendengarkan dan baca buku para Guru Besar Bisnis, Robert Kiyosaki, dll.
Yang namanya bisnis itu kemungkinan suksesnya 20% doang. Eiit, jangan kecil hati dulu. Ini ada dalilnya, namanya Pareto Principle, search deh di Google.
Jadi kalau anda mau bisnis, dengan kata lain mau keluar modal, kan niatnya mau berhasil bukan? Nah, untuk berhasil itu ada rumusnya, yaitu Pareto Principle tadi, yaitu 80:20, jadi kalau nyoba sekali langsung berharap sukses, boleh boleh saja dan sah sah saja dan mungkin mungkin saja, cuma kemungkinan gagalnya lebih besar. Nah kalau sudah tau resikonya besar tapi uangnya dicemplungin semua itu namanya nekat. Persis seperti yang saya pernah lakukan dan banyak orang diluar sana yang melakukannya. Orang seperti ini, walaupun tidak punya kebiasaan berjudi tapi perilaku berbisnisnya seperti penjudi. (bahkan bukan penjudi ulung karena penjudi ulung merekapun mainnya pakai strategi.) Kenapa dikatakan seperti penjudi karena kemungkinannya hanya dua: berhasil atau gagal, 50:50. Kalau gitu ngapain repot-repot buka usaha, pergi aja ke kasino pasang merah atau pasang hitam di meja roulette. Sama juga 50:50.
Intinya jangan dipasang semuanya. Kalau punya 10juta bagilah jadi 10, jadi sekali nyemplung 1jt saja. Wah.. bisnis apaan 1jt? Ada. Yang modal 100rb juga ada. Pokoknya ada. ATAU... kumpulin 5 orang, masing-masing keluar 1jt, cari bisnis yg 5jt-an. Bisa kan? ATAU... Cari bisnis yang 3jt-an tapi setiap waktu anda mau gulung tikar pasti masih bisa kembali uang 1jt. Jadi maksudnya resiko anda sebenarnya tetap hanya 1juta walaupun anda sebenarnya keluar modal 3juta. Contoh: Anda membuka usaha bengkel las. Anda mengeluarkan modal 3jt untuk membeli peralatan las dan genset. Dengan perhitungan jika usaha ini tidak berhasil anda masih (PASTIKAN) dapat menjual peralatan dan gensetnya seharga 2jt. Caranya tentu dengan mensurvey dulu harga-harga peralatan las bekas sehingga anda tahu pasaran harga bekasnya. Kalau perlu anda pun membeli peralatan bekas yang masih baik.
Nah inilah salah satu cara memperkecil resiko memulai suatu usaha baru. Jadi saran saya: JANGAN NYEMPLUNG SEMUA. Malahan ini strategi yang sangat bagus. Seandainya usaha anda langsung berhasil mungkin anda dapat membelanjakan lagi uang yang masih tersisa untuk pengembangan usaha lebih lanjut, membuka cabang atau membeli peralatan tambahan supaya volume penjualan bisa ditingkatkan.
Bisnis itu asik. Kalau sudah mencoba anda pasti ketagihan. Makanya jangan dihabiskan uangnya. Nanti sakaw! He he he.
Salam.
waah...thanks ni sarannya...
aq juga suka baca sih buku2 kayak gitu...
banyak buku juga dah aq baca..(pengalaman dulu pernah jalanin MLM)
yah walaupun suka baca..tapi kadang ga keinget tuh kalo harusnya kita terapin...
percuma aq baca buku dah banyak2 tapi lupa terapinnya...hahaha
btw...
emang zaman sekarang kerja yang modal kecil bgt masi ada yah bro..?(yang punya potensi jadi gede...
yah aq taw si kalo dengan modal kecil pasti bisa.. contohnya tukang jual koran ato semir sepatu...
tapi apa dengan modal kecil kita bisa dapat untung gede di zaman sekarang..???
tolong bantuannya nii senior......