Sy and Unknown
Nov 10 2007, 10:07 PM
Konon, suatu ketika di zaman purbakala, sunyi senyap di mana-mana, tanah telantar di semua penjuru, tak ada flora dan fauna di atas bumi yang hening itu. Permukaan telaga dan rawa-rawa datar bagaikan kaca cermin, tak ada riak air maupun sesuatu yang terapung; lautan luas membentang jauh ke cakrawala, bahkan sebatang ganggang laut pun tidak ada.
Tiba-tiba pada suatu hari, halilintar bergemuruh, bergelora di permukaan laut. Desiran badai dan angin, menggulung air laut menjadi ombak besar. Sekejap saja, halilintar menyambar lidah ombak yang paling tinggi, dan memecahkan hingga hancur lebur, sampai-sampai molekul air pun teruraikan, dan atom nitrogen yang ada di udara itu pun bersenyawa dengan molekul asam amino –konon itu adalah sumber segala organisme di bumi ini.
Molekul asam amino secara kebetulan menghasilkan organisme tingkatan paling rendah yaitu ganggang laut. Setelah sekian kali mengalami peluang-peluang “kebetulan” yang tidak terhitung jumlahnya, maka berubahlah menjadi flora dan fauna tingkatan rendah. Dan entah setelah mengalami berapa kali peluang “kebetulan” lagi, fauna atau hewan tingkatan rendah itu berubah menjadi spesies ikan, amfibi, binatang melata, mamalia dan terakhir kera yang merupakan ordo primat –itulah nenek moyang manusia yang paling langsung hubungannya.
Cerita di atas seharusnya merupakan edisi awal dari teori evolusi yang paling baik saat itu, dan merupakan karya prima dari dasar ilmu pengetahuan mutakhir yang paling baru pada naskah asli Charles Darwin itu. Orang yang berteori evolusi itu menamai proses perubahan tersebut sebagai “Evolusi”, serta mengatakan bahwa: “Itu adalah proses”, serta dikatakan juga sebagai “segala sesuatu di dunia itu bersaing dan Tuhan-lah yang menentukannya, yang beradaptasi itu akan kekal adanya.”
Akan tetapi, ilmuwan yang serius berpendapat bahwa perubahan ini haruslah mewujudkan diri sesuai dengan keadaan secara total, menghilangkan campur tangan unsur kehidupan intelijensi luar, dengan faktor kemungkinan suksesnya yang hampir nol. Ada seorang ilmuwan membuat sebuah perumpamaan kemungkinan semacam ini adalah sama seperti meletakkan satu kantung tepung terigu, sekotak cokelat, sekarung gula serta beberapa butir telur, kemudian menunggu begitu banyak hal-hal di luar dugaan yang mungkin terjadi, maka Anda akan menemukan kue tar cokelat yang lezat di atas meja makan.
Secara teoritis, tidak bisa dibuktikan bahwa peristiwa tersebut di atas tidak mungkin (oleh karena itu dikatakan “faktor kemungkinannya hampir nol”). Tapi jika secara fakta berdasarkan perhitungan kemungkinan pada perubahan kondisi itu, maka ditunggu sampai kiamat pun tak akan dapat memakan kue tadi. Kalau melihat pertimbangan bahwa dewasa ini semakin banyak orang menerima teori hancurnya bumi secara periodik, maka teori kue tar itu tidak akan terealisasikan. Karena belum lagi kue tar itu terbentuk sendiri, bumi sudah akan mengalami kiamat untuk ke sekian kali.
Teori evolusi itu diciptakan oleh orang Barat, pada kebudayaan Buddhisme dan Taoisme orang Timur yang sudah ribuan tahun itu tak terdapat pemahaman semacam ini. Namun bagi orang yang percaya akan teori evolusi, kebanyakan di negara-negara berhaluan komunis seperti di China, negara-negara bekas Soviet serta Eropa Timur. Persamaan ciri khas negara-negara itu adalah: kekuasaan negara dipakai untuk melarang dan atau indoktrinisasi suatu kepercayaan. Negara-negara bekas Soviet pernah memakai segala kekuatan lembaga ilmu pengetahuan untuk mengkritik ilmu genetika Morgen dan Mendel, membuat lelucon besar sejarah ilmu pengetahuan, namun semuanya sudah menjadi sejarah masa lalu. Pemerintah China sejak tahun 1949 tetap melakukan berbagai macam penekanan dan penindasan terhadap penganut kepercayaan dan agama secara berkesinambungan, mengindoktrinasi “ateisme”, “ilmu pengetahuan komunisme” serta “teori evolusi” secara paksa. Karena gagalnya paham “komunisme ilmu pengetahuan” dalam bidang ekonomi, maka dicampakkanlah secara tuntas oleh orang-orang di seluruh negeri itu. Secara teoritis, “ateisme” itu terlalu lemah, apalagi mengalami berbagai pukulan gelombang ideologi akibat reformasi, sehingga tidak mendapat tempat di masyarakat. Hanya “teori evolusi” yang sampai saat ini masih menduduki posisi yang sepadan dalam benak masyarakat China. Banyak orang China mengatakan bahwa “dirinya percaya akan teori evolusi” itu.
Sebenarnya, keyakinan orang-orang terutama orang China terhadap teori evolusi itu belum bisa dikatakan sebagai suatu kepercayaan. Kepercayaan itu adalah doktrin dari relatif pada “ketidakpercayaan” itu sendiri dan didasarkan pada hasil perbandingan dua objek ke atas, pemikiran serta pilihan. Jika tanpa sasaran perbandingan, tanpa adanya proses pemikiran serta tidak ada hak dan kebebasan untuk memilih, lalu bagaimana bisa dikatakan kepercayaan? Kepercayaan itu sendiri ialah menikmati kebebasan berpikir dan mewujudkan kebebasan dalam memilih. Merampas hak Anda untuk memperoleh objek pemikiran yang berbeda, tak memberi kebebasan memilih dan perbandingan pada Anda adalah sama dengan merampas kebebasan pada kepercayaan Anda, jadi apa lagi yang bisa disebut sebagai kepercayaan?
Teori evolusi, sama dengan ateisme atau “komunisme ilmu pengetahuan”, sebenarnya merupakan suatu paksaan bagi rakyat China. Meskipun mereka mengenakan pakaian luar ilmu pengetahuan yang bermartabat, namun pemerintah China dengan memegang tongkat kekuasaan yang ada di tangan, tanpa menjelaskan duduk persoalan, menanam paksa ke dalam otak kaum intelektual.
Ketika teori evolusi pertama kali masuk ke China, banyak kaum intelektual merasa curiga dan antipati. Tidak sedikit orang menyatakan curiga akan keautentikan doktrin ini serta mengemukakan kecurigaannya secara serius. Segera saja predikat “anti-ilmu pengetahuan” dan “tidak percaya pada partai” itu lantas dilemparkan ke semua orang yang merasa curiga itu. Di negara China saat itu, akibat terkena predikat tersebut tidaklah seperti yang dibayangkan oleh orang sekarang ini. Jika agak sedikit kritis terhadap sesuatu yang dikemukakan oleh pemerintah, maka dia itu “tidak selaras dan tidak sepaham dengan partai”, yang ringan hanya mendapat kritik dalam edukasi, sedangkan yang berat akan dijebloskan ke dalam penjara. Jangankan berdiam seribu bahasa, mencuri dengar “Voice of America” dalam siaran dalam bahasa Mandarin saja, bisa dikenakan hukuman lima tahun penjara, tuduhannya ialah “mendengar stasiun radio musuh”. Semua studi ilmiah yang ada di luar negeri dan tak terdapat di dalam negeri itu adalah “doktrin sesat kapitalisme”. Dan siapa saja yang berani menyertakan ucapan “doktrin sesat” itu, maka malapetaka segera menghampirinya.
Tentu saja karena pemblokiran pemerintah secara menyeluruh, mayoritas cendekiawan China waktu itu sama sekali tak tahu apa gerangan “doktrin sesat” di luar negeri ini. Sampai pada 1978, ketika seorang mahasiswa baru suatu universitas utama di dalam negeri mengatakan bahwa semua orang di luar negeri sudah tahu dan di dalam negeri pun sudah mulai mempelajari “ekologi”, dia dikecam sebagai “doktrin sesat kapitalisme” oleh seorang dosen. Dapat ditarik kesimpulan bahwa efek buruk akibat kekangan ideologi itu mempunyai dampak yang sangat mendalam.
Ketika satu generasi cendekiawan diatur hingga bertekuk lutut tak berkutik, maka teori evolusi itu pun lalu membonceng di belakang ateisme dan “komunisme ilmu pengetahuan”, melenggang masuk ke dalam aula ilmu pengetahuan orang China. Bagi mereka yang ingin mempertahankan keselamatan semata, maka harus siap menjadi rakyat yang patuh dan penurut dalam pikirannya. Namun bagi masyarakat China yang hidup dalam kungkungan tertutup itu, posisi teori evolusi pun menjadi kian kukuh, akhirnya jadi “juara satu yang tertandingkan”–karena semua lawan yang lain sudah “ditolak masuk ke dalam negeri” oleh pemerintah China.
Kondisi sosial seperti ini, adalah sama seperti sebuah “sarana khusus” yang dipersiapkan untuk mikroba pada laboratorium organisme. Mikroba-mikroba sendiri berkembang biak dengan penuh suka cita di dalamnya, disangkanya bebas merdeka, sesungguhnya mempersembahkan seumur hidupnya bagi target sang peneliti pada eksperimen itu belaka.
Cendekiawan China yang percaya akan teori evolusi itu bukanlah orang bodoh, banyak di antaranya yang cerdik pandai. Akan tetapi pengaruh lingkungan terhadap pemikiran manusia itu sangat besar bahkan bersifat menentukan. Dalam lingkungan kehidupan, Anda tak memasukkan zat gizi yang membina pemikiran independen Anda, bahkan memutuskan sumber materi mandiri Anda, walau betapa pun cerdasnya Anda, akan sulit mendapatkan kesimpulan yang positif. Banyak kaum intelektual dalam negeri itu yang menyatakan dirinya menganut teori evolusi, tapi begitu tiba di luar negeri dan bersentuhan dengan data penelitian konsep yang berbeda, maka timbul kebimbangan, bahkan mencampakkan teori evolusinya.
Sebuah angket pada Gailopo di tahun 1982 mengatakan, kurang lebih seperempat orang Amerika percaya bahwa kehidupan mereka eksis selamanya dalam konsep reinkarnasi, angket di Inggris malah lebih dari itu, ada dua pertiga orang yang percaya bahwa setelah manusia meninggal, maka jiwanya akan eksis dalam suatu bentuk lain (belum tentu reinkarnasi). Karena pandangan terhadap eksistensi kehidupan dengan evolusi manusia yang berasal dari kera itu tidak bisa diterima dan sangat bertentangan, maka evaluasi yang agak masuk akal ialah; jumlah orang dari negara-negara utama Barat yang tidak percaya akan teori evolusi itu menduduki kira-kira dua pertiga. Bila dipertimbangkan bahwa perkembangan penelitian tentang reinkarnasi itu sendiri masih terus memperluas pengaruhnya, namun teori evolusi pada pelbagai cabang ilmu pengetahuan modern yang terus bekembang dan memperbaharui pembuktiannya justru semakin defensif saja, bahkan susah untuk dihadapi, bagi yang tak percaya akan teori evolusi itu hanya bisa berevaluasi lebih banyak dari hal tersebut di atas.
Proporsi orang yang percaya akan teori evolusi di Barat itu malah lebih kecil, karena mereka mempunyai kebebasan yang lebih, terutama kebebasan beragama. Mereka dapat menolak “kepercayaan” yang dipaksakan, berdasarkan bukti dan hasil studi ilmiah yang terbaru, dapat melepaskan atau berubah kepercayaannya setiap waktu. Ketika tahun 1987, surat kabar di Amerika melaporkan kasus tuntutan orang tua murid atas indoktrinasi teori evolusi secara paksa oleh pihak sekolah. Setelah diteliti baru diketahui, rupanya seorang guru sekolah menengah pada suatu pelajaran teori evolusi, menahan paksa muridnya ke dalam kelas untuk mendengarkan pelajaran teori evolusinya itu. Siswa tersebut pulang ke rumah dan mengadukan hal tersebut pada orang tua yang langsung mencelanya dan menuduh pihak sekolah mengintervensi kebebasan beragama kepada sang murid.
---
Kebenaran ilmu pengetahuan itu harus direnungkan dengan jernih, dijelajahi dengan keberanian dan dibuktikan dengan fakta. Jikalau Anda termasuk seorang yang serius untuk mengejar suatu pengetahuan yang sebenarnya, silakan mencari dan membaca. Anda sendiri yand dapat menikmati kebebasan memilih dan merenungi diri sendiri sepenuhnya.
BCL
Nov 11 2007, 01:46 PM
Kalo gw sih Jelas2 Menolak mentah2 TEORI EVOLUSI...
1. Kalo nenek moyang manusia adalah kera/monyet

kenapa masih adanya makhluk hidup yang bernama kera/monyet

sampai saat ini, sedangkan manusia sendiri sudah "semodern" ini.
2. Tumbuhan, Hewan, Jin, Malaikat, Manusia adalah beda Pembentukan dan bukan dari asal yang sama apalagi dari makhluk yang sama dan kemudian berevolusi menjadi makhluk yang berbeda.
3. Sejenius2nya manusia pasti ada "ketololan"nya.
4. Dan gw hanya percaya bahwa otak manusia lah yang berevolusi yang semakin hari semakin jenius. Liat aja anak2 kecil sekarang pinter2
wicked_witch
Nov 24 2007, 05:25 PM
QUOTE(Dream Maker @ Nov 10 2007, 10:07 PM) [snapback]705160[/snapback]
Teori evolusi itu diciptakan oleh orang Barat, pada kebudayaan Buddhisme dan Taoisme orang Timur yang sudah ribuan tahun itu tak terdapat pemahaman semacam ini.
salah besar thuu pernyataan yg gw bold..
dalam Buddhism terdapat teori evolusi..dan telah tertulis di dalam Tripitaka (Sutta Pitaka, Digha Nikaya 27
Aganna Sutta)selama berabad2,jauh sebelom para ilmuwan berkoar2 tentang teori evolusi..
untuk selengkapnya bisa anda baca sendiri di website:
http://www.geocities.com/budicentre/AgannaSutta.htmQUOTE(Dream Maker @ Nov 10 2007, 10:07 PM) [snapback]705160[/snapback]
Ketika tahun 1987, surat kabar di Amerika melaporkan kasus tuntutan orang tua murid atas indoktrinasi teori evolusi secara paksa oleh pihak sekolah. Setelah diteliti baru diketahui, rupanya seorang guru sekolah menengah pada suatu pelajaran teori evolusi, menahan paksa muridnya ke dalam kelas untuk mendengarkan pelajaran teori evolusinya itu. Siswa tersebut pulang ke rumah dan mengadukan hal tersebut pada orang tua yang langsung mencelanya dan menuduh pihak sekolah mengintervensi kebebasan beragama kepada sang murid.
ah..kalo mnurut gw,itu segh yg aneh muridnya & orangtuanya...kalo besoknya dia dipaksa gurunya tinggal pas gurunya lagi ngajarin "2x2=4" masa maw nuduh pihak sekolah mengintervensi kebebasan berhitung kepada sang murid?
lagian,ga sopan amat segh,guru lg ngajar masa tengah2 pelajaran maw ditinggal begitu aja?ga salah dunkz kalo gurunya maksa muridnya stay di dalem kelas kalo emang belom saatnya pulang?bukankah itu yg disebut sekolah??
Heil Cяew
Nov 24 2007, 06:28 PM
bro.. namanya juga teori.. bisa salah bisa juga bener.. apalagi dunia ilmu pengetahuan berkembang terus..
menurut gw juga si Mr. Darwin ini udah banyak melakukan riset2 penting untuk teori evolusinya yang sedikit banyak sangat membantu untuk ilmu biologi

so.. biar waktu yang akan menjawab semua keabsahan teori diatas
Strider
Nov 26 2007, 09:55 AM
seperti kalimat terakhir dr postingan itu: "Anda sendiri yand dapat menikmati kebebasan memilih dan merenungi diri sendiri sepenuhnya" jd kita menentukan sendiri mo percaya ato kaga. btw setidaknya teori diatas dpt memperkaya dunia ilmu pengetahuan kita. teori tersebut akan tetap hidup sampai kemudian dipatahkan oleh teori yg lain. kita liat aja nanti.
nice post bro!
ingsun
Nov 28 2007, 08:33 AM
Kalo yg saya lihat dari penemuan teori evolusi Darwin ini adalah ketidaksetujuan kelompok Agamais (Pada waktu pertama muncul teorinya yg menentang keras adalah pemuka agama Gereja) bahwa manusia kemungkinan mempunyai nenek moyang yg menyerupai kera, jadi seolah bahwa manusia itu asalnya dari kera. Jadi kalangan agamais tidak rela kalau dia (manusia) disamakan dengan hewan, yang nyata-nyata bagi mereka bahwa manusia itu mahkluk tertinggi.
Kalau Menurut saya sejatinya manusia juga species (kalau tidak mau disebut hewan) Homo Sapiens, mahkluk yang berdiri tegak dan dapat berpikir melebihi species lain serta dapt berkomunikasi dengan bahasa. Species lainpun juga dapat berpikir cuma kapasitas otaknya kecil sehingga tidak mampu menampung dan mengolah informasi seperti manusia. Yg mereka mampu hanya mencari makan serta berusaha meneruskan keturunan di lingkungan yang monoton dengan kontinuitasnya berulang ulang sampai dia menemukan lingkungan baru dan mereka berusaha menyesuaikan dengan lingkungan baru tersebut melalui proses yang monoton dan berulang ulang sehingga ada bagian dari spesies tersebut akan tumbuh atau bertambah besar karena seringnya digunakan. Dan ada bagian dari spesies tersebut yg akan menyusut atau kemudian hilang samasekali karena sudah tidak digunakan lagi.
Dalam perkembangannya ada spesies yg dapat bertahan dilingkungan yang perubahan ekosistemnya berubah secara perlahan-lahan, seperti timbulnya permukaan dasar lautan ke daratan( ada bukti), atau turunnya daratan menjadi dasar laut(ada bukti) ataupun pergeseran lempeng permukan bumi(ada bukti) yag kesemuanya ini akan sangat mempengaruhi ekosistem bagi penghuninya. Yg secara naluri dia akan mencoba bertahan hidup. Sehingga ada perubahan bentuk fisik yang akan sangat berbeda dari bentuk asalnya, dan saudaranya yg terpisah di beberapa tempat akan menyesuaikan bentuk fisiknya sesuai dengan kondisi ekosistem yg ditempati.
Ada pula spesies yg tidak mampu bertahan atas perubahan tersebut dan akhirnya punah.
Ada contoh bahwa ikan paus, lumba-lumba dahulunya adalah sejenis lembu (mammalia), itu bisa dilihat bahwa ikan paus bernapas masih menggunakan paru-paru, berdarah panas dan menyusui. Kalau kita lihat 'lembu' ini mengembangkan kaki depannya menjadi sirip dan ekornya menjadi siripbelakang serta tubuhnya menjadi lebih 'stream' untuk lebih memudahkan berenang dan kaki belakangnya menyusut menjadi kecil sekali hampir tidak terlihat. Kalau dilihat bentuk fisiknya sangat berbeda jauh dengan binatang mamalia (lembu) darat. Proses perubahan ini kira - kira terjadi awalnya 50 juta tahun yg lalu.
Ada banyak penemuan-penemuan fossil yg tidak terhitung jumlah (walaupun ada pula yg dipalsu saya dengar) dan pencarian pencarian 'missing link' - 'missing link' masih terus berlanjut.
Ilmuwan - ilmuwan dalam mencari jati diri manusia dan sejarah asal mula kehidupan di bumi ini punya cara yg berbeda dengan kaum agamais, mereka terus mencari walaupun sampai akhir hayatnya. Tetapi hasil yg mereka dapatkan .....
maaf akan saya lanjutkan nanti mau jempu anak nih..
ingsun
Nov 28 2007, 01:55 PM
lanjut..
Tetapi hasil yg mereka dapatkan untuk saat ini memang belum dapat menjawab seluruh rahasia alam semesta ini.
Teori evolusi itu sendiri garis besarnya mempunyai bukti - bukti sbb:
1. Bukti fosil fosil
2. Bukti Homologi : burung, kodok, kadal, kelinci mempunyai bentuk kaki yg berbeda tetapi mereka mempunyai satu set susunan tulang yang sama.
Daun Kaktus, daun kantong semar, dan daun lainnya mempunya bentuk yang berbeda tetapi mereka mempunyai persaman struktur.
3.Bukti pembagian Waktu dan ruang : lapisan lapisan kerak bumi dan perubahan luas daratan menggambarkan periode-periode waktu tertentu.
4. Bukti sekarang: Ribuan tahun lalu manusia telah menyeleksi tanaman dan binatang dari liar hingga menjadi dapat dipelihara atau dikonsumsi. seperti perkawinan silang antara tumbuhan satu dengan yg lainnya, ataupun proses penjinakan srigala ataupun anjing liar
serta perkawinan silang sehingga menghasilkan ratusan spesies anjing.
Aktivitas2x yang panjang dan makan waktu yg lama diatas dapat mendemonstrasikan perubahan spesies secara dramatis.
Teori evolusi itu tidak diciptakan, tetapi dari keingin tahuan manusia akan asal usul kehidupan itu sendiri sekali lagi dengan cara yg berbeda bagi kalangan agamais. Dan sebaiknya tidak usah dicampurkan dengan politik, itu murni ilmu pengetahuan serta bukan aliran "isme' yang menakutkan.
Btw kita manusia, kalau asalnya bukan dari kera/monyet/munyuk paling tidak bentuk kita sebelumnya tidak setampan dan secantik sekarang ini serta belum mempunyai malu alias telanjang dan masih rebutan cewek atau bini orang(spesies) lain...
Terlalu banyak yang mau saya tulis, sayang ... di warnet... waktu dan dana terbatas..
*Sebetulnya didunia ini tidak ada benda mati, kalau kita teropong di dunia kuantum sampai tingkatan atom, level dibawah atom semuanya tidak ada yg diam saling bergerak saling mengitari, meloncat, hilang atau timbul tanpa sebab. Alam semesta itu hidup dan bumipun adalah mahkluk hidup ada yng menamainya GAIA. Karena Bumi adalah kumpulan dari organisma termasuk manusia, serta manusiapun adalah kumpulan dari organisma yang saling menunjang. dan organisma adalah kumpulan dari molekul hidup, serta molekul hidup adalah kumpulan dari atom - atom hidup, atom kumpulan dari neutron, proton hidup. Neutron terdiri dari neutrino hidup. serta ada boson, lepton yg terus bergerak tidak ada yg diam...
Salam.
freAkY bRo
Dec 3 2007, 12:57 AM
Mungkin aja teori evolusi salah bro...terus ada penelitian...di revisi lagi...terus dikritik...di revisi lagi....
tapi kalo menurut gw..setidak sempurnanya teori evolusi tapi teori evolusi adalah yang paling "make sense" setidaknya saat ini.. moga ntarada penelitian selanjutnya..tentang alam semesta ini...
jangan batasi keingintahuan kita akan alam semesta... banyak misteri yang belum terpecahkan..Go Science...
madotzilla
Dec 3 2007, 05:44 PM
pendapat gw : no doubt .. teori evolusi ... dikeluarkan ... charles darwin yg seprang yahusi, atheis ....konspirasi besar, menyesatkan manusia .. dilakukan oleh yahudi
samael
Dec 6 2007, 11:57 AM
yahudi = atheis?
yang bener aja? hampir semua orang yahudi orang kristen, sebagian malah mungkin fanatic
anyway dalam teori evolusi memang masuk akal seandainya manusia mungkin berasal dari "sejenis" monyet. Gak perlu jauh2 sampai puluhan juta tahun yang lalu, ratusan ribu tahun yang lalu pun kerangka manusia yang ditemukan mirip dengan gorila.
tp seandainya mahluk hidup pertama berasal dari campuran berbagai macam elemen hingga membentuk asam amino, dll rasanya tidak masuk akal. Memang proses yg terjadi secara kebetulan seperti itu mungkin terjadi, namun bila mahluk hidup dapat diciptakan hanya dari hal seperti itu berarti dengan teknologi sekarang harusnya manusia bisa menciptakan mahluk hidup donk......
oncom123
Dec 8 2007, 05:39 PM
Masa nenek moyang gw kera seeh...logikanya klo emang kera sdh berevolusi jd manusia masak jmn skr ms ad kera seeh???Di ragunan byk tuh
zoids
Dec 9 2007, 03:07 PM
sebenarnya teori evolusi darwin itu cuma penyimpulan sederhana dari darwin aja ko.. emang sih cuma karena banyak penyokong yg gak capek2nya nyari bahan-bahan buat ngebuktiin kalo teori itu benar.. tapi who knows..
manusia adalah manusia.. yang nyama2in ama monyet cuma jelmaan monyet..
wicked_witch
Dec 9 2007, 04:34 PM
teori evolusi itu kan ga selalu berarti manusia pasti asalnya dari monyet.
kalo mnurut gw segh,entah dari wujud apa,yg jelas manusia itu ga tercipta begitu aja secara langsung menjadi wujud manusia yg sekarang ini,pasti ada prosesnya,dan itulah yg disebut evolusi.
adada
Dec 9 2007, 08:49 PM
yay ya...................
siburik
Dec 11 2007, 11:34 PM
Teori evolusi itu kan teori bodoh yg sekarang udah banyak ditentang oleh real-scientists. ck ck. Bukan cuma itu, banyak lah teori-teori bodoh mengatasnamakan sains, Saya barusan lihat di discovery ada teori perluasan dari big bang

Segala yg ada dunia ada karena pertemuan materi dgn immateri yg akhirnya meledak dan membentuk senyawa-senyawa baru.
Menurut saya sih, ini kok mirip asumsi-asumsi Dan Brown di angel and demons. Yg memang baru terbukti sebatas asumsi
sungokong
Dec 13 2007, 02:33 PM
wong evolusi kok di kaitkan dengan kebencian terhadap orang yahudi.kebodohan yang sangat2 tolol.matahari tidak akan menghilang hanya karena ditolak oleh orang buta.evolusi tidak akan berhenti hanya karena ditolak oleh orang2 yang tidak mau membuka mata ,pikiran dan hatinya pada kenyataan,,BAHWA semua hal dalam kehidupan ini ada dalam kondisi ''berubah''semuanya sedang berubah.tidak ada yang abadi dalam hidup ini kecuali perubahan.evolusi adalah perubahan.kalo sampeyan memahami evolusi hanya dari kalimat manusia berasal dari monyet,,,,ya ,,sampeyan nggak akan pernah berkembang jadi manusia.yang saya nggak pernah bisa mengerti ,kenapa banyak orang indonesia,,yang kebetulan mereka pegang ktp islam,,kok yak bisa membenci orang yahudi sampe ke akar2nya? padahal mungkin mereka bahkan belum pernah ketemu orang yahudi.inyong nang kene saben ndina ketemu wong yahudi [jews] dan ok ok saja tuh.kenapa sih manusia nggak bisa cukup hidup dan bergaul sebagai manusia sebagaimana adanya.hari ini di google ada berita seorang muslim bangladesh membela sekelompok jews di new york dari serangan sekelompok orang yang anti semit.itu baru namanya muslim sejati,,,berani membela manusia.oh ya aku wong banyumas ,jawa koek,wongndesa,,papringan pinggir kali serayu,,,tapi lagi jadi kuli nang amrik,,hehe,,,wong kene ngundang aku illegal allien...hahaha,,ora urus,,,hidup manusia...yang belum berevolusi jadi manusia ,,ya cepetan dong,,,lepaskan cara pikir monyet,,,jangan kepala batu...
ingsun
Dec 14 2007, 11:53 AM
Wah sungokong saiki wis dadi menungso ya... he.. he.. he...
salam dari ingsun
PacePapua
Dec 14 2007, 02:31 PM
Salut buwat sungokong, akeh budi pekerti.
Gue sering menemukan yang namanya kebencian tidak beralasan. Biasanya karena kurangnya pengetahuan mengenai sesuatu yang kita benci, dan kita kebanyakan denger yang enggak-enggak. Otomatis kalau dicecokin hal-hal yang negatif (atau mikirin aja) makanya hal tersebut dianggap tidak baik. Padahal belum tentu kita melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ataupun mengenalinya.
"Man afraid the unknown". Ya jelas dah pepatah, "Tak kenal maka tak sayang".
QUOTE
teori evolusi itu kan ga selalu berarti manusia pasti asalnya dari monyet.
Semua yang berjalan/terbang/berenang di bumi ini asal muasalnya dari bakteri mikroba kok, hehehehe... Gue sih percaya sama teori evolusi. Eits... gak sepenuhnya lho ya, karena teori tersebut masih ada beberapa hal yang gak bisa dibuktiin atau masih gak lengkap. Yah, gue percaya kalau Yang Maha Esa punya campur tangan dengan evolusi makhluk-makhluk di dunia ini. Tidak mungkin kita bisa mendapatkan keanekaragaman flora dan fauna jika mengandalkan teori "survival of the fittest".
Nah kenapa manusia dipilih menjadi makluk ciptaan-Nya yang paling intelejen dibandingkan mahkluk laennya? Padahal species Hiu lebih lama "hidup" daripada manusia (bahkan selamat dari kepunahan di jaman Dinosaurus), bisa saja jadi "manusia". Sekali lagi hanya YME yang tahu dan bisa memilih.
Nah, kenapa kok masih ada monyet? Ini jawaban/pertanyaan klasik. Menurut gue, hanya ada satu "jenis" yang dipilih dari sekian banyak "kandidat" dari species yang sama. Situlah asal muasal nenek moyang kita. Kita semua ini keturunan "Adam" dan "Hawa" yang berasal dari Afrika, dan migrasi ke segala penjuru benua. Kecuali ada teori yang bisa menjelaskan tentang keberadaan manusia di hampir segala permukaan bumi di masa purba/lampau. Kalau lo tanya penduduk setempat (yang tidak mengenal agama), mereka pasti punya versi berbeda-beda tentang bagaimana manusia diciptakan secara adat mereka masing-masing. Untuk saat ini hal yang logis bahwa kita semua berasal dari rumpun yang sama.
Ingat sekali lagi,
keanekaragaman. Kalau semua jenis monyet dan kera di dunia ini jadi manusia semua. Kita pasti gak mengenal mahkluk yang bernama "monyet" ataupun "kera". Yang kita tahu hanyalah makhluk yang mirip dengan kita yang telah menjadi fosil di sedimen Pleistocene.
Semua ini adalah teori/kesimpulan dari pemikiran gue. Belum tentu bener, karena kita kita (manusia) hanya bisa bertanya-tanya dan mencari terus jawaban.
Ngomong-ngomong Holocaust itu terjadi karena Hitler make teori evolusi/Aryanisme atau karena kebencian dia semata terhadap kaum Yahudi?
lfd12
Dec 19 2007, 07:58 PM
QUOTE(siburik @ Dec 11 2007, 11:34 PM) [snapback]784087[/snapback]
Teori evolusi itu kan teori bodoh yg sekarang udah banyak ditentang oleh real-scientists. ck ck. Bukan cuma itu, banyak lah teori-teori bodoh mengatasnamakan sains, Saya barusan lihat di discovery ada teori perluasan dari big bang

Segala yg ada dunia ada karena pertemuan materi dgn immateri yg akhirnya meledak dan membentuk senyawa-senyawa baru.
Menurut saya sih, ini kok mirip asumsi-asumsi Dan Brown di angel and demons. Yg memang baru terbukti sebatas asumsi

gak ngono mas..
big bang tu out of nothing..
bukan dari interaksi materi-anti materi trus meledak...(ini namanya annihilasi)
big bang sendiri literally out of nothing
gada apa-apa trus "dhuarrrrr" <-- sebenarnya big bang gada bunyinya
t_c_643
Dec 21 2007, 02:15 PM
gw setuju teori evolusi ga bener, menyesatkan umat manusia tuh... darwin orang gila!!!!!!
rOotS_RadiCAls
Dec 22 2007, 02:09 PM
salut juga buat Bro sungokong & PacePapua..
Jarang2 ada orang yang punya pemikiran yang luas seperti itu.....
kartumati
Dec 22 2007, 04:16 PM
kalo nanya kenapa masih ada monyet kalo memang kita telah berevolusi dari monyet. menurut gw sih memang kita masi keluarga mongki. buktinya aja ada jenis monyet, kera, simpanse, orang utan, dan apa lagi tuh ? ya sama manusia kali yah. tanpa dimasukin jenis manusia aja udah keliatan tingkat kecerdasannya berbeda. dulunya pasti sama tinggal kemauan si spesies kera sama simpanse ternyata lebih kuat, dan ternyata spesies manusia yang keinginannya paling kuat. maka jadilah dia berkembang sedangkan yang spesies yang lain gitu2 aja.
mengenai sentimen2 terhadap darwin dan hubungan yang ada2 aja ke 'yahudi' ya gw bilang itu pikiran orang dangkal yang cuma ngeliat masalah dari ujung ke tengah, belom nyoba liat masalah sampe ke ujung satu lagi uda berani ambil kesimpulan. yaa nggak berkembang lah sama seperti spesies kera yang kalah berkembang dengan spesies simpanse

. kalo menurut gw sih rata2 kalo emang orang itu pinter memang cenderung agak2 atheis, karena dia merasa segala sesuatunya bisa dijelaskan menurut akal sehat / rasio mereka. gw bilang cenderung loooooo

cuman tetep aja pasti ada yang gak bisa dijelasin oleh mereka. gw setuju sama perumpamaan bahwa otak manusia itu ibarat gelas minum , tapi kita pengetahuan yang ada itu sebanyak air yang ada di laut, sebanyak apapun mau kita tampung, maksimal hanya muat segelas air minum itu tadi
lfd12
Dec 25 2007, 12:04 AM
QUOTE
yang bener aja? hampir semua orang yahudi orang kristen, sebagian malah mungkin fanatic
lha??yahudi mah yahudi, kristen ma kristen...
teori darwin nih terlalu banyak holenya..
mis:
1. Pembentukan Protein: teori darwin mensyaratkan protein terbentuk secara natural acak dialam..terutama air (sup kehiduupan katanya)..tapi protein kan waterphob??
2. DNA : dalam prespektive evolusi, DNA tu yang kebentuk materinya dulu or informasinya dulu?? padahal pembuatan DNA perlu informasi dari DNA juga (inget DNA-RNA-DNA ??)
3.bi/quadpedal: diantara monyet dan manusia, ada mahluk yang jalannya antara 4 kaki (sifat monyetnya) dan 2 kaki (sifat manusia)..nah sayangnya bentuk begini--kadang 2 kaki kadang 4 kaki--sampe sekarang masih dianggap tidak mungkin..
etc.etc..
but..dalam mengagalkan suatu teori sains, kita ga bisa bilang ini salah hanya dengan "menyerang" holenya..tapi yang biasanya berlaku tu..teori yang satu mengagalkan teori yang lain..teori yang lebih masuk akal dan mendekati fenomena yang ada itu yang dipake...
sungokong
Dec 25 2007, 11:47 AM
teori dibuat untuk mencoba menjelaskan realitas yang bisa dipahami dengan standar cara kerja ''akal'',walauupun pada dasarnya ,realitas ''mengada'' tidak tergantung ada/tidak ada teori.kita harus menyadari bahwa yang diluar akal pasti jauh lebih banyak di banding yang bisa dipahami akal.segala sesuatu yang besar pasti ada di luar akal.di sinilah hebatnya si yahudi albert einstein,karena dia membuat rumus untuk keluar dari penjara akal,dengan hukum relativitasnya.jadi silakan yang mau menolak teori evolusi,tetapi anda tidak akan bisa menghentikan evolusi,sama seperti orang buta yang menolak matahari,tetapi matahari tetap ada,karena dia memang menemukan kondisi untuk mengada.
weeja7
Dec 25 2007, 12:25 PM
jika bicara teori evolusi jangan hanya bicara hal sempit tentang hub manusia dan monyet. Yang kritik teori darwin dah baca 'Orign of Species' nya belum? Darwin hanya mengemukakan teori simpel tentang perubahan makhluk hidup. Dan temuan baru baik secara teoritis maupun hasil fenomena yang ada evolusi memang terjadi. Lihat saja wolbachia, jasad renik pada serangga yang bisa menentukan sex ratio inangnya untuk kepentingan kelangsungan hidup jasad renik ini. Pernah terfikir gak bahwa makhlup hidup tingkat tinggi sebenarnya dipengaruhi oleh jasad renik?
Evolusi memang terjadi dari mulai tingkat gen, jangan lupa juga jika bicara evolusi kita bicara tentang seleksi alam, koevolusi, dan keragaman genetis. So pahami pula tentang ekologi evolusi.
Soal perbedaan paham pihak creationism ( paham penciptaan) dan evolutionism (paham perubahan) masing-masing memilki landasan pemikiran dan ada latar belakang historis. So, perdebatan gak hanya perdebatan tapi pahami dulu, fikirkan dan putuskan....
r3v1v3
Feb 1 2008, 11:29 AM
jangan bawa bawa agama
terlalu sensitif
lagian mana nieh mods yg biasa kebakaran jenggot kalo ada yg bawa masalah agama
kok kalo agama yahudi ama kristen di bawa bawa kok diem wae
curiga nieh
well
andai pada zaman darwin udah ada pengetahuan ttg gen dan dna
mungkin teori evolusinya jadi lain
uap air,ubur-ubur dan juga air 98% mengandung air
tapi apakah ketiga nya sama
sama juga dengan manusia + simpanse
keduanya 98% dna nya identik
tapi apakah bisa dikatakan keduanya sama ????
darwin mengelompokan fauna berdasarkan struktur luar dan kerangkanya
tidak berdasar pada gen atau dna nya
karena ilmu tentang gen dan dna belom ada pada saat itu
itu dari gue
sekedar pendapat
pe@ce
kena warn gak nih gue gara gara nyinggung mods
EmFeld
Feb 1 2008, 02:05 PM
Perhatian ya untuk semua yang mo post...DILARANG KERAS BAWA2 AGAMA!!! gw ga peduli agama apapun kalo masi ada lagi gw langsung warn...peraturannya uda jelas bilang ga bole bawa2 agama...ini room sci-tech bukan tempat ibadah ya... @r3v1v3 lagi pda rada sibuk blom sempet baca...sekali lagi diingetin DILARANG KERAS BAWA2 AGAMA!!!
-EmFeld-
demon_crazy
Feb 6 2008, 05:06 AM
QUOTE (r3v1v3 @ Feb 1 2008, 11:29 AM)

well
andai pada zaman darwin udah ada pengetahuan ttg gen dan dna
mungkin teori evolusinya jadi lain
uap air,ubur-ubur dan juga air 98% mengandung air
tapi apakah ketiga nya sama
sama juga dengan manusia + simpanse
keduanya 98% dna nya identik
tapi apakah bisa dikatakan keduanya sama ????
darwin mengelompokan fauna berdasarkan struktur luar dan kerangkanya
tidak berdasar pada gen atau dna nya
karena ilmu tentang gen dan dna belom ada pada saat itu
itu dari gue
sekedar pendapat
aku setuju dengan pendapat ini. DNA itu sangat kompleks tidak bisa tercipta dengan reakasi asam amino biasa. seingatku dulu Miler pernah percobaan membuat bahan dasar kehidupan tapi gagal. lagian Darwin sendiri tidak pernah mengatakan sendiri secara langsung teori evolusi, dia cuma menyampekan teori Seleksi alam. gitu
unthuk
Feb 6 2008, 01:02 PM
Kebanyakan orang awam menolak teori evolusi dikarenakan manusia tidak mau disamakan dengan kera,padahal kalo gue pernah baca evolusi manusia itu hanyalah salah satu dari teori evolusi.
Pada intinya teori evolusi itu berpendapat bahwa semua makhluk hidup itu ada karena kebetulan(tidak ada penciptaan),dan semua makhluk hidup itu berasal dari satu organisme.
Bahkan para pendukung teori evolusi sampai memalsukan bukti2/fosil dsb untuk mendukung teorinya tersebut.
Bukunya yang pernah gue baca karangan Harun Yahya judulnya EVOLUTION DECEIPT / RUNTUHNYA TEORI EVOLUSI,disitu banyak fakta ilmiah yang terungkap.
Ini sih cuma pendapat gue berdasarkan buku yang gue baca ,mungkin bisa menjadi tambahan ilmu bagi semua.
tetapi pada akhirnya UP TO YOU.
indio mizzi
Feb 9 2008, 10:50 PM
Tapi yang pasti aku bukan dari keturunan kera lho......
Xendas
Feb 10 2008, 11:22 PM
kalo gw si cuma percaya sebagian dari teori evolusi, yaitu evolusi yang karena seleksi alam. Karena gw merasa bisa memahami teori evolusi yg seleksi alam dan gw merasa logis² aja.
kalo evolusi kimia gw masih blom yakin karena ilmuwan2 jg blum bisa ngerti gimana caranya molekul asam amino sederhana bisa berevolusi sampe jadi makhluk hidup sederhana
slyheim
Feb 12 2008, 11:57 AM
gw denger crita dari temen2 gw katanya Darwin di masa tua nya mengatakan bahwa dia menyesal lo dengan teori evolusi dia sendiri...
katanya si dia menyadari bahwa memang ada kekurangan ato kelemahan ato apa de ga tau...
yang jelas si dari crita yg gw denger Darwin mengakui itu, tapi berhubung sudah banyak yg menganut teori itu, maka pernyataan Darwin di hari tuanya itu tidak terlalu di ekspos agar tidak mengecewakan banyak pihak yg telah menganut teori itu...
bener ga ya?
mungkin ada temen2 Bf ers yg tau?
PEACE...
mex
Feb 12 2008, 05:10 PM
ho..ho..ho..
ikutan nimbrung
bener kata oom momod dalam bluefame gak usah nyangkut-nyangkutin masalah dunia dengan agama, begitu juga dengan suatu teori gak ada hubungannya dengan agama
logic and religion there's no relation jadi kalo lo nyambungin antara logika dengan agama gak akan nyambung-nyambung, yang ada lo jadi gila. stop talking about religion man!!
menurut gue mungkin ide dasar daripada teori evolusi itu dasarnya emang bener cuma dalam pembuktian Darwin sendiri belum bisa menjelaskannya secara logika. dan lagi juga suau teori dikatakan keabsahannya jika terbukti dan bisa masuk akal (logika)
jadi suatu teori atau ide itu hanya pengemukaan pendapat si penggagas itu sendiri terserah khalayak ramai mau mengakui atau menolaknya.
jadi suatu teori khususnya teori evolusi dapat dikatakan sah jika teori yang dipermasalahkan ini sudah berjalan dalam jangka waktu cukup lama. setelah jangka waktu itu sudah ditempuh maka akan dapat diambil keputusan bahwa teori evolusi itu suatu teori yang sah atau cuma bualan atau ide gila dari darwin.
kenapa gw bilang begitu soalnya belum ada orang yang ngeliat atau bukti-bukti nyata bahwa monyet berubah jadi manusia
sekarang tinggal terserah pemikiran dari lo-lo semua aja. life is go on, lo gak bakalan bisa ngeliat evolusi dari suatu makhluk hidup. teori ini cuma jadi bahan pemikiran kuno aja yang nanti ngebuktiinnya mungkin nanti anak-cucu kita 100 tahun
(atau lebih) yang akan datang.
Xendas
Feb 12 2008, 05:58 PM
mo nambahin....
secara logika, teori darwin tuh bisa. Dengan cara pewarisan gen-gen unggul dari hewan yang berhasil selamat dari apa yang disebut Darwin seleksi alam. Contohnya Jerapah : dulu, secara genetik jerapah ada dua jenis, berleher pendek dan berleher panjang. Menurut Darwin, jerapah yang berleher panjang dapat meraih makanan di tempat yang tinggi sehingga jerapah berleher panjang dapat tetap survive dan meneruskan gen leher panjang nya. Sedangkan pada jerapah berleher pendek, mereka tidak dapat survive dan pada akhirnya punah. Proses ini memerlukan waktu ribuan, bahkan jutaan tahun sampai terjadi evolusi yang benar-benar komplit. bisa dilihat di
http://en.wikipedia.org/wiki/Evolutionmemang ada kekurangan dari teori evolusi, yaitu adanya 'missing link'. Tetapi pada beberapa binatang, ditemukan rantai fosil rantai evolusi yang lengkap, seperti kuda yang berasal dari eohippus.
dan setau gw, Darwin ga pernah menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Yang bilang seperti itu adalah orang-orang penganut teori evolusi yang merasa dirinya mirip kera

. Dan setau gw hewan yang secara genetik paling mirip manusia tuh babi, bukan kera. Sebagai bukti, jentung babi bisa di transplant ke manusia, dan gen babi bisa disisipi oleh gen manusia agar babi bisa menghasilkan organ tubuh yang identik untuk organ manusia, ini nantinya bisa digunakan untuk keperluan medic. Jadi menurut gw kalaupun kita hasil evolusi, itu merupakan hasil evolusi dari spesies² manusia terdahulu

.
well.... benar atau tidaknya teori evolusi manusia belum tahu, dibutuhkan mesin waktu untuk membuktikannya
brotherhoodofiron
Feb 18 2008, 01:00 PM
QUOTE (samael @ Dec 6 2007, 11:57 AM)

yahudi = atheis?
yang bener aja? hampir semua orang yahudi orang kristen, sebagian malah mungkin fanatic
Yahudi hampir ngga ada yg Kristen bro, Yahudi tuh nabinya Musa, bukan Isa, Kitabnya Taurat, hari rayanya Barmitzvah, Hannukah yg ngga ada di Kristen.
EmFeld
Feb 18 2008, 02:19 PM
QUOTE (brotherhoodofiron @ Feb 18 2008, 01:00 PM)

QUOTE (samael @ Dec 6 2007, 11:57 AM)

yahudi = atheis?
yang bener aja? hampir semua orang yahudi orang kristen, sebagian malah mungkin fanatic
Yahudi hampir ngga ada yg Kristen bro, Yahudi tuh nabinya Musa, bukan Isa, Kitabnya Taurat, hari rayanya Barmitzvah, Hannukah yg ngga ada di Kristen.
untuk kesekian kalinya ya...GA BOLE POST SOAL AGAMA ATO BAWA-BAWA AGAMA DI SCI TECH!!! bukan tempatnya. Orang berikut yang bawa-bawa agama ke sci tech gw warn bener2
-EmFeld-
Allelujah Haptism
Feb 18 2008, 02:21 PM
Moto Peace Uda terganggu....
Tolong di close Feld

Untuk menghindari hal2 yang tidak di inginkan di BF
EmFeld
Feb 18 2008, 02:21 PM
atas rekomendasi mod. thread ini gw close. terlalu menyimpang and mulai flaming
-EmFeld-