Tatap aku dengan matamu
mata yang tak harus terbuka untuk melihat
karena kuyakin kau mengerti
tanpa kuharus berbasa basi

Tatap aku lekat di hatimu
hingga kurasakan semburat hangat
menemani lelap tamasya malamku
menyandingmu di satu garis mimpi

Jangan lelah untuk tatap aku
yang menjejalimu dengan celoteh suara telepon
setiap malam, sebelum kau terlelap

Tatap aku bersama senyummu
karena dengan itu kau usir lelah
memotong kesedihan menjadi separuhnya
dan meyakinkanku akan arti hadirmu



Kangen abang untukmu, Na .....!