Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Mahabrata
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Sejarah > Sejarah Dunia
Pages: 1, 2
Barbie Hsu


Mahabharata (Sansekerta: महाभारत) adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Pengaruh dalam budaya

Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita), Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu, mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci, teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa, terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di Asia, termasuk di Asia Tenggara.

Di Indonesia, salinan berbagai bagian dari Mahabharata, seperti Adiparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa dan mungkin juga beberapa parwa yang lain, diketahui telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad ke-10 Masehi. Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M) dari Kadiri. Karena sifatnya itu, bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra parwa.

Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu dalam bentuk kakawin, yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa Kuno. Salah satu yang terkenal ialah kakawin Arjunawiwaha (Arjunawiwāha, perkawinan Arjuna) gubahan mpu Kanwa. Karya yang diduga ditulis antara 1028-1035 M ini (Zoetmulder, 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari kerajaan Medang Kamulan, menantu raja Dharmawangsa.

Karya sastra lain yang juga terkenal adalah kakawin Bharatayuddha, yang digubah oleh mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh mpu Panuluh (Panaluh). Kakawin ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabhaya (1135-1157 M), ditulis pada sekitar akhir masa pemerintahan raja Daha (Kediri) tersebut. Di luar itu, mpu Panuluh juga menulis kakawin Hariwangśa di masa Jayabaya, dan diperkirakan pula menggubah Gaţotkacāśraya di masa raja Kertajaya (1194-1222 M) dari Kediri.

Beberapa kakawin lain turunan Mahabharata yang juga penting untuk disebut, di antaranya adalah Kŗşņāyana (karya mpu Triguna) dan Bhomāntaka (pengarang tak dikenal) keduanya dari jaman kerajaan Kediri, dan Pārthayajña (mpu Tanakung) di akhir jaman Majapahit. Salinan naskah-naskah kuno yang tertulis dalam lembar-lembar daun lontar tersebut juga diketahui tersimpan di Bali.

Di samping itu, mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan inspirasi bagi berbagai bentuk budaya dan seni pengungkapan, terutama di Jawa dan Bali, mulai dari seni patung dan seni ukir (relief) pada candi-candi, seni tari, seni lukis hingga seni pertunjukan seperti wayang kulit dan wayang orang. Di dalam masa yang lebih belakangan, kitab Bharatayuddha telah disalin pula oleh pujangga kraton Surakarta Yasadipura ke dalam bahasa Jawa modern pada sekitar abad ke-18.

Dalam dunia sastera popular Indonesia, cerita Mahabharata juga disajikan melalui bentuk komik yang membuat cerita ini dikenal luas di kalangan awam. Salah satu yang terkenal adalah karya dari R.A. Kosasih.

Versi-versi Mahabharata

Di India ditemukan dua versi utama Mahabharata dalam bahasa Sansekerta yang agak berbeda satu sama lain. Kedua versi ini disebut dengan istilah "Versi Utara" dan "Versi Selatan". Biasanya versi utara dianggap lebih dekat dengan versi yang tertua.
Barbie Hsu
Daftar kitab

Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga.

Adiparwa
Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti misalnya kisah pemutaran Mandaragiri, kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya, kisah para leluhur Pandawa dan Korawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa, kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi.

Sabhaparwa
Kitab Sabhaparwa berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah balairung untuk main judi, atas rencana Duryodana. Karena usaha licik Sangkuni, permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian, Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun.

Wanaparwa
Kitab Wanaparwa berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha.

Wirataparwa
Kitab Wirataparwa berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama, Bhima sebagai juru masak, Arjuna sebagai guru tari, Nakula sebagai penjinak kuda, Sahadewa sebagai pengembala, dan Dropadi sebagai penata rias.

Udyogaparwa
Kitab Bhismaparwa merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang berlangsung. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad Gītā. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi.

Dronaparwa
Kitab Dronaparwa menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Drona berusaha menangkap Yudistira, namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya, Aswatama. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca.

Karnaparwa
Kitab Karnaparwa menceritakan kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma, Drona, dan sekutunya yang lain. Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Salya menjadi kusir kereta Karna, kemudian terjadi pertengkaran antara mereka. Akhirnya, Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17.

Salyaparwa
Kitab Sauptikaparwa berisi kisah pembalasan dendam Aswatama kepada tentara Pandawa. Pada malam hari, ia bersama Kripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan membunuh banyak orang, kecuali para Pandawa. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Keesokan harinya ia disusul oleh Pandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya Aswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa.

Striparwa
Kitab Striparwa berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya.

Santiparwa
Kitab Santiparwa berisi kisah pertikaian batin Yudistira karena telah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. Akhirnya ia diberi wejangan suci oleh Rsi Byasa dan Sri Kresna. Mereka menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran Hindu agar Yudistira dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Raja.

Anusasanaparwa
Kitab Anusasanaparwa berisi kisah penyerahan diri Yudistira kepada Resi Bhisma untuk menerima ajarannya. Bhisma mengajarkan tentang ajaran Dharma, Artha, aturan tentang berbagai upacara, kewajiban seorang Raja, dan sebagainya. Akhirnya, Bhisma meninggalkan dunia dengan tenang.

Aswamedhikaparwa
Kitab Aswamedhikaparwa berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Kitab tersebut juga menceritakan kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia, kisah kelahiran Parikesit yang semula tewas dalam kandungan karena senjata sakti Aswatama, namun dihidupkan kembali oleh Sri Kresna.

Asramawasikaparwa
Kitab Asramawasikaparwa berisi kisah kepergian Drestarastra, Gandari, Kunti, Widura, dan Sanjaya ke tengah hutan, untuk meninggalkan dunia ramai. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. Akhirnya Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri.

Mosalaparwa
Kitab Mosalaparwa menceritakan kemusnahan bangsa Wresni. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Atas nasihat Rsi Byasa, Pandawa dan Dropadi menempuh hidup “sanyasin” atau mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana.

Mahaprastanikaparwa
Kitab Mahaprastanikaparwa menceritakan kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya, sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit, cucu Arjuna. Dalam pengembaraannya, Dropadi dan para Pandawa (kecuali Yudistira), meninggal dalam perjalanan.

Swargarohanaparwa
Kitab Swargarohanaparwa menceritakan kisah Yudistira yang mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia. Ia menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. Si anjing menampakkan wujudnya yang sebenanrnya, yaitu Dewa Dharma.
Barbie Hsu
Ringkasan cerita




Latar belakang

Mahabharata merupakan kisah kilas balik yang dituturkan oleh Resi Wesampayana untuk Maharaja Janamejaya yang gagal mengadakan upacara korban ular. Sesuai dengan permohonan Janamejaya, kisah tersebut merupakan kisah raja-raja besar yang berada di garis keturunan Maharaja Yayati, Bharata, dan Kuru, yang tak lain merupakan kakek moyang Maharaja Janamejaya. Kemudian Kuru menurunkan raja-raja Hastinapura yang menjadi tokoh utama Mahabharata. Mereka adalah Santanu, Chitrāngada, Wicitrawirya, Dretarastra, Pandu, Yudistira, Parikesit dan Janamejaya.

Para Raja India Kuno

Mahabharata banyak memunculkan nama raja-raja besar pada zaman India Kuno seperti Bharata, Kuru, Parikesit (Parikshita), dan Janamejaya. Mahabharata merupakan kisah besar keturunan Bharata, dan Bharata adalah salah satu raja yang menurunkan tokoh-tokoh utama dalam Mahabharata.

Kisah Sang Bharata diawali dengan pertemuan Raja Duswanta dengan Sakuntala. Raja Duswanta adalah seorang raja besar dari Chandrawangsa keturunan Yayati, menikahi Sakuntala dari pertapaan Bagawan Kanwa, kemudian menurunkan Sang Bharata, raja legendaris. Sang Bharata lalu menaklukkan daratan India Kuno. Setelah ditaklukkan, wilayah kekuasaanya disebut Bharatawarsha yang berarti wilayah kekuasaan Maharaja Bharata (konon meliputi Asia Selatan)[2]. Sang Bharata menurunkan Sang Hasti, yang kemudian mendirikan sebuah pusat pemerintahan bernama Hastinapura. Sang Hasti menurunkan Para Raja Hastinapura. Dari keluarga tersebut, lahirlah Sang Kuru, yang menguasai dan menyucikan sebuah daerah luas yang disebut Kurukshetra (terletak di negara bagian Haryana, India Utara). Sang Kuru menurunkan Dinasti Kuru atau Wangsa Kaurawa. Dalam Dinasti tersebut, lahirlah Pratipa, yang menjadi ayah Prabu Santanu, leluhur Pandawa dan Korawa.

Kerabat Wangsa Kaurawa (Dinasti Kuru) adalah Wangsa Yadawa, karena kedua Wangsa tersebut berasal dari leluhur yang sama, yakni Maharaja Yayati, seorang kesatria dari Wangsa Chandra atau Dinasti Soma, keturunan Sang Pururawa. Dalam silsilah Wangsa Yadawa, lahirlah Prabu Basudewa, Raja di Kerajaan Surasena, yang kemudian berputera Sang Kresna, yang mendirikan Kerajaan Dwaraka. Sang Kresna dari Wangsa Yadawa bersaudara sepupu dengan Pandawa dan Korawa dari Wangsa Kaurawa.


Prabu Santanu dan keturunannya
Prabu Santanu dan Dewi Satyawati, leluhur para Pandawa dan Korawa
Prabu Santanu dan Dewi Satyawati, leluhur para Pandawa dan Korawa



Prabu Santanu adalah seorang raja mahsyur dari garis keturunan Sang Kuru, berasal dari Hastinapura. Ia menikah dengan Dewi Gangga yang dikutuk agar turun ke dunia, namun Dewi Gangga meninggalkannya karena Sang Prabu melanggar janji pernikahan. Hubungan Sang Prabu dengan Dewi Gangga sempat membuahkan anak yang diberi nama Dewabrata atau Bisma. Setelah ditinggal Dewi Gangga, akhirnya Prabu Santanu menjadi duda. Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan menikahi Dewi Satyawati, puteri nelayan. Dari hubungannya, Sang Prabu berputera Sang Citrānggada dan Wicitrawirya. Citrānggada wafat di usia muda dalam suatu pertempuran, kemudian ia digantikan oleh adiknya yaitu Wicitrawirya. Wicitrawirya juga wafat di usia muda dan belum sempat memiliki keturunan. Atas bantuan Resi Byasa, kedua istri Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika, melahirkan masing-masing seorang putera, nama mereka Pandu (dari Ambalika) dan Dretarastra (dari Ambika).

Dretarastra terlahir buta, maka tahta Hastinapura diserahkan kepada Pandu, adiknya. Pandu menikahi Kunti dan memiliki tiga orang putera bernama Yudistira, Bima, dan Arjuna. Kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madri, dan memiliki putera kembar bernama Nakula dan Sadewa. Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa. Dretarastra yang buta menikahi Gandari, dan memiliki seratus orang putera dan seorang puteri yang dikenal dengan istilah Korawa. Pandu dan Dretarastra memiliki saudara bungsu bernama Widura. Widura memiliki seorang anak bernama Sanjaya, yang memiliki mata batin agar mampu melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.
Keluarga Dretarastra, Pandu, dan Widura membangun jalan cerita Mahabharata.

Pandawa dan Korawa

Pandawa dan Korawa merupakan dua kelompok dengan sifat yang berbeda namun berasal dari leluhur yang sama, yakni Kuru dan Bharata. Korawa (khususnya Duryodana) bersifat licik dan selalu iri hati dengan kelebihan Pandawa, sedangkan Pandawa bersifat tenang dan selalu bersabar ketika ditindas oleh sepupu mereka. Ayah para Korawa, yaitu Dretarastra, sangat menyayangi putera-puteranya. Hal itu membuat ia sering dihasut oleh iparnya yaitu Sangkuni, beserta putera kesayangannya yaitu Duryodana, agar mau mengizinkannya melakukan rencana jahat menyingkirkan para Pandawa.

Pada suatu ketika, Duryodana mengundang Kunti dan para Pandawa untuk liburan. Di sana mereka menginap di sebuah rumah yang sudah disediakan oleh Duryodana. Pada malam hari, rumah itu dibakar. Namun para Pandawa diselamatkan oleh Bima sehingga mereka tidak terbakar hidup-hidup dalam rumah tersebut. Usai menyelamatkan diri, Pandawa dan Kunti masuk hutan. Di hutan tersebut Bima bertemu dengan rakshasa Hidimba dan membunuhnya, lalu menikahi adiknya, yaitu rakshasi Hidimbi. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Gatotkaca.

Setelah melewati hutan rimba, Pandawa melewati Kerajaan Panchala. Di sana tersiar kabar bahwa Raja Drupada menyelenggarakan sayembara memperebutkan Dewi Dropadi. Karna mengikuti sayembara tersebut, tetapi ditolak oleh Dropadi. Pandawa pun turut serta menghadiri sayembara itu, namun mereka berpakaian seperti kaum brahmana. Arjuna mewakili para Pandawa untuk memenangkan sayembara dan ia berhasil melakukannya. Setelah itu perkelahian terjadi karena para hadirin menggerutu sebab kaum brahmana tidak selayaknya mengikuti sayembara. Pandawa berkelahi kemudian meloloskan diri. sesampainya di rumah, mereka berkata kepada ibunya bahwa mereka datang membawa hasil meminta-minta. Ibu mereka pun menyuruh agar hasil tersebut dibagi rata untuk seluruh saudaranya. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat bahwa anak-anaknya tidak hanya membawa hasil meminta-minta, namun juga seorang wanita. Tak pelak lagi, Dropadi menikahi kelima Pandawa.


Permainan dadu
Dursasana yang berwatak kasar, menarik kain yang dipakai Dropadi, namun kain tersebut terulur-ulur terus dan tak habis-habis karena mendapat kekuatan gaib dari Sri Kresna
Dursasana yang berwatak kasar, menarik kain yang dipakai Dropadi, namun kain tersebut terulur-ulur terus dan tak habis-habis karena mendapat kekuatan gaib dari Sri Kresna



Agar tidak terjadi pertempuran sengit, Kerajaan Kuru dibagi dua untuk dibagi kepada Pandawa dan Korawa. Korawa memerintah Kerajaan Kuru induk (pusat) dengan ibukota Hastinapura, sementara Pandawa memerintah Kerajaan Kurujanggala dengan ibukota Indraprastha. Baik Hastinapura maupun Indraprastha memiliki istana megah, dan di sanalah Duryodana tercebur ke dalam kolam yang ia kira sebagai lantai, sehingga dirinya menjadi bahan ejekan bagi Dropadi. Hal tersebut membuatnya bertambah marah kepada para Pandawa.

Untuk merebut kekayaan dan kerajaan Yudistira secara perlahan namun pasti, Duryodana mengundang Yudistira untuk main dadu dengan taruhan harta dan kerajaan. Yudistira yang gemar main dadu tidka menolak undangan tersebut dan bersedia datang ke Hastinapura dengan harapan dapat merebut harta dan istana milik Duryodana. Pada saat permainan dadu, Duryodana diwakili oleh Sangkuni yang memiliki kesaktian untuk berbuat curang. Satu persatu kekayaan Yudistira jatuh ke tangan Duryodana, termasuk saudara dan istrinya sendiri. Dalam peristiwa tersebut, pakaian Dropadi berusaha ditarik oleh Dursasana karena sudah menjadi harta Duryodana sejak Yudistira kalah main dadu, namun usaha tersebut tidak berhasil berkat pertolongan gaib dari Sri Kresna. Karena istrinya dihina, Bima bersumpah akan membunuh Dursasana dan meminum darahnya kelak. Setelah mengucapkan sumpah tersebut, Dretarastra merasa bahwa malapetaka akan menimpa keturunannya, maka ia mengembalikan segala harta Yudistira yang dijadikan taruhan.

Duryodana yang merasa kecewa karena Dretarastra telah mengembalikan semua harta yang sebenarnya akan menjadi miliknya, menyelenggarakan permainan dadu untuk yang kedua kalinya. Kali ini, siapa yang kalah harus menyerahkan kerajaan dan mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun, setelah itu hidup dalam masa penyamaran selama setahun, dan setelah itu berhak kembali lagi ke kerajaannya. Untuk yang kedua kalinya, Yudistira mengikuti permainan tersebut dan sekali lagi ia kalah. Karena kekalahan tersebut, Pandawa terpaksa meninggalkan kerajaan mereka selama 12 tahun dan hidup dalam masa penyamaran selama setahun.

Setelah masa pengasingan habis dan sesuai dengan perjanjian yang sah, Pandawa berhak untuk mengambil alih kembali kerajaan yang dipimpin Duryodana. Namun Duryodana bersifat jahat. Ia tidak mau menyerahkan kerajaan kepada Pandawa, walau seluas ujung jarum pun. Hal itu membuat kesabaran Pandawa habis. Misi damai dilakukan oleh Sri Kresna, namun berkali-kali gagal. Akhirnya, pertempuran tidak dapat dielakkan lagi.


Pertempuran di Kurukshetra
Suasana menjelang perang di "Medan Kuru" atau daratan Kurukshetra di Haryana, India Utara
Suasana menjelang perang di "Medan Kuru" atau daratan Kurukshetra di Haryana, India Utara



Pandawa berusaha mencari sekutu dan ia mendapat bantuan pasukan dari Kerajaan Kekaya, Kerajaan Matsya, Kerajaan Pandya, Kerajaan Chola, Kerajaan Kerala, Kerajaan Magadha, Wangsa Yadawa, Kerajaan Dwaraka, dan masih banyak lagi. Selain itu para ksatria besar di Bharatawarsha seperti misalnya Drupada, Satyaki, Drestadyumna, Srikandi, Wirata, dan lain-lain ikut memihak Pandawa. Sementara itu Duryodana meminta Bisma untuk memimpin pasukan Korawa sekaligus mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Korawa dibantu oleh Resi Drona dan putranya Aswatama, kakak ipar para Korawa yaitu Jayadrata, serta guru Krepa, Kretawarma, Salya, Sudaksina, Burisrawas, Bahlika, Sangkuni, Karna, dan masih banyak lagi.

Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Dalam pertempuran itu, banyak ksatria yang gugur, seperti misalnya Abimanyu, Drona, Karna, Bisma, Gatotkaca, Irawan, Raja Wirata dan puteranya, Bhagadatta, Susharma, Sangkuni, dan masih banyak lagi. Selama 18 hari tersebut dipenuhi oleh pertumpahan darah dan pembantaian yang mengenaskan. Pada akhir hari kedelapan belas, hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran, mereka adalah: Lima Pandawa, Yuyutsu, Satyaki, Aswatama, Krepa dan Kretawarma.

Penerus Wangsa Kuru

Setelah perang berakhir, Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. Setelah memerintah selama beberapa lama, ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna, yaitu Parikesit. Kemudian, Yudistira bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Di sana mereka meninggal dan mencapai surga. Parikesit memerintah Kerajaan Kuru dengan adil dan bijaksana. Ia menikahi Madrawati dan memiliki putera bernama Janamejaya. Janamejaya menikahi Wapushtama (Bhamustiman) dan memiliki putera bernama Satanika. Satanika berputera Aswamedhadatta. Aswamedhadatta dan keturunannya kemudian memimpin Kerajaan Wangsa Kuru di Hastinapura.
svnhvn
mantep bro. ga jauh beda sama versi wayang kulit yah?
jaka_horny
Dahsyat Men...

Ada lanjutannya nih...

Yuyutsu
Dari seratus kurava hanaya Yuyutsu yang bisa bertahan hidup karena beliau satu2nya yang masih memiliki hati nurani...
Ketika melihat kematian Abimanyu (anak arjuna) yang tanpa prikemanusiaan, dikeroyok jutaan orang termasuk drona, karna, aswatama, dll, mengundurkan diri dari medan kurusetra dan bertapa jadi brahmana...

Satyaki, Aswatama dan Kripa
Dengan pengecutnya mengendap malam2 menuju perkemahan para pandawa dan pasukannya... Seperti burung hantu yang memakan anak2 burung kecil, mereka membunuh panglima pasukan pandawa satu persatu dan membakar habis perkemahan tersebut dan membunuh seluruh balatentara pandava...

Kemudian para pandava dibantu kresna mengejar mereka bertiga yang akhirnya masing2 menyerah tanpa syarat dan menghilang di balik hutan yang pekat...

masih banyak lanjutannya...terusin dong bro...
madotzilla
wah klo ada e-book-nya pasti seru neh
tomkid
bro...

cerita mahabhara dg arjuna wiwaha sama ga???
Ryu Ken
Gila...komplit,salut bro....
Mirip2 cerita wayang ama crita dari kakek gwe....
banyak kejadian2 yang gak gwe tau jadi tau....
Bro, ada silsilahnya (pohon silsilah) gak tentang Pandawa&Kurawa ??
Lanjutin ya bro.... Applause.gif
speak_cool.gif
thumbsup_anim.gif thumbsup_anim.gif thumbsup_anim.gif
hara
kayaknya gw pernah ketemu ma Barbie Hsu di forum tetangga
klo boleh gw ijin ngasi komentar+tambahan he .. he...

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
[b]Daftar kitab
Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga.

klo leluhur scr grs lurus mnrt gw adalah :
Nahusha,yayati, puru,kuru,dusmantha,bharata,santanu,wicithrawirya
kenapa yadu ga? karena dia kakak Puru yg kemudian menurunkan bangsa Yadawa ( Whrisni, Andaka, Bhoja ) ksatria2 dari bangsa ini adalah Khrishna, Balarama (Whrishni), Satyaki ( Andaka) Krtawarman (Bhoja ) dll.
Sakuntala ibu Bharata, jadi biar konsisten aja urutan leluhurnya dari garis laki2 maka nama ini tdk dimasukkan.

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Adiparwa
Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti misalnya kisah pemutaran Mandaragiri, kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya, kisah para leluhur Pandawa dan Korawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa, kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi.

tambahan :
kisah kelahiran radheya ( karna ) juga
ada bagian terpenting Adi Parwa yang tidak dikemukan diatas, yaitu dibaginya Hastina menjadi dua bagian yaitu Hastina pura dan wilayah Hastina yang berupa Hutan, Kandava... lalu Pandawa menbangun kerajaan disana dinamakan Indraprastha lalu mengadakan Aswamedha yajna (upacara Kuda utk meluaskan pengaruh kerajaan dan eksistensi Raja di Raja ), kemudian dilanjut dengan Rajasuya ( penobatan seorang Maharaja ).
keberhasilan Pandawa melaksankan Aswamedha dan Rajasuya lah yang makin memicu kebencian dan irihati Duryodhana ( ini merupakan salah satu hal pokok dlm keseluruhan Mahabharata)


QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Sabhaparwa
Kitab Sabhaparwa berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah balairung untuk main judi, atas rencana Duryodana. Karena usaha licik Sangkuni, permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian, Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun.

Duryodhana tidak pernah merencanakan sesuatu yang licik, dia lebih condong pada Radheya ( di indonesia lebih dikenal dengan nama Karna ) utk mencapai tujuan dengan cara Ksatria, tapi pengaruh Sakuni (sangkuni ;di Bali Sekuni) akhirnya mempengaruhi putusan Duryodhana, makanya judi itu digelar di Sabha Jayanta. dimana akhirnya dimenangkan oleh Kaurawa ( Korawa )
tapi mungkin dalam versi wayang sifta buruk duryodhana dilebih2kan lagi.

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Wanaparwa
Kitab Wanaparwa berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha.

Arjuna bertapa digunung Indrakila bukan Himalaya ( Himalaya yg kita tau merupakan sebutan untuk Gunung Kailasa tempat bersthana Deva Siva ) untuk memperoleh anugerah Pasupata dari Siva ( Pasopati) serta astra Devata lainnya (aindraastra= senjata Indra, agneastra= senjata Agni Vaywaastra= senjata Vayu dll...) sebagai alat utk memenangkan perang dengan Kaurawa bila nanti Perang pecah, oh ya Arjunawiwaha pun memilki banyak perbedaan dengan kisah aslinya di Wanaparwa

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Wirataparwa
Kitab Wirataparwa berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama, Bhima sebagai juru masak, Arjuna sebagai guru tari, Nakula sebagai penjinak kuda, Sahadewa sebagai pengembala, dan Dropadi sebagai penata rias.

tambahan...........
kisah pernikahan Abhimanyu dengan Uttari ( putri Wirata ) sehingga tercipta hubungan kekeluargaan antara Pandawa dgn Wirata, hal ini penting disampaikan karena Wirata merupakan sekutu Pandawa terpenting disamping Pancala ( kerajaan Drupada ayah Drupadi ) dalam Bharatayuddha
disini pula timbul bibit permusuhan antara Pandawa dengan Susarma ( trigarta ) dimana keberadaan susarma mempengaruhi jalanya Bharatayudha

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Udyogaparwa

dilompatin ama Barbie smile.gif
Kitab Udyogaparwa berisi kisah tentang persiapan perang . Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan perdamaian dengan Korawa. Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya di penjuru Bharatawarsha, dan hampir seluruh Kerajaan India Kuno terbagi menjadi dua kelompok.
Kaurawa mempunyai 11 auksahuni Pandawa hanya 7 Aukhsahini, perlu juga disajikan tentang keberpihakan Salya pada Kaurawa, juga tentang pembicaraan Khrisna dengan Radheya yg mengungkap jadi diri Radheya ( Karna ), juga kunjungan Kunti pada Radheya dimana Radheya berjanji tidak akan membunuh Pandawa kecuali Arjuna. kemudian tentang Khrisna yg menawarkan pilihan , dirinya atau pasukan Narayana ( pasukan elit bangsa Whrisni ) kepada Duryodhana dan Arjuna saat keduanya meminta bantuan pada Khrisna juga sikap Netral Balarama ( Baladewa ) dan Rukma ( ipar khirshna). hal2 diatas penting disampaikan karena merupakan sebab2 penting dari Parwa2 selanjutnya
hara
QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Bhismaparwa
Kitab Bhismaparwa merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang berlangsung. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad Gītā. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi.

versi India Bhisma bukanlah Resi (tepatnya Rsi ) karena beliau belum menjalankan Wanaprastha Asrama ( level hidup dimana seseorang mulai memutuskan ikatan duniawi )
oh ya klo versi Jawa Srikandi itu istri Arjuna ya ?
klo di India bukan Srikandi tapi Sikhandi ( kakak Drupadi dan Dhristadyumna ) merupakan titisan Amba (sama dengan Versi Jawa ) tapi dia terlahir sebagai Wanita lalu bertukar kelamin deng seorang Yaksha ( mahluk surgawi ) sehingga menjadi laki-laki tulen, tapi Bhisma (Devavrata) tetap mengenali Sikhandi sebagai titisan Amba

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Dronaparwa
Kitab Dronaparwa menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Drona berusaha menangkap Yudistira, namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya, Aswatama. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca.

Dronacarya gugur ketika melakukan yoga untuk meninggalkan tubuh maya nya setelah kebohongan Yudhisthira bukan duduk lemas,

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Karnaparwa
Kitab Karnaparwa menceritakan kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma, Drona, dan sekutunya yang lain. Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Salya menjadi kusir kereta Karna, kemudian terjadi pertengkaran antara mereka. Akhirnya, Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17.

diawal peperangan Karna ( radheya) dan Salya memang terjadi pertengkaran dan perdebatan karena Salya ingat dengan janjinya thdp yudhisthira untuk melemahkan kekuatan Karna. namun akhirnya setelah melihat keksatriaan dan sifat agung Karna, Salya memutuskan menjadi kusir karna dengan sepenuh hati. karna gugur sewaktu berusaha mengangkat roda keretanya yg terbenam dalam lumpur akibat kutukan seorang Bhrahmana, oh ya
dia dibunuh dengan senjata anjalika, bukan pasupata ( pasupata/pasupati digunakan saat membunuh Jayadratha setelah kematian Abhimanyu )

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Salyaparwa

lagi lagi dilewati ma Barbie worried.gif
menceritakan pengaktan salya sebagai panglima Kaurawa, akhirnya gugur setelah berhadapan dengan Yudhisthira, disini juga diceritkan gugurnya Sakuni oleh Sahadewa, Uluka Putra sakuni oleh Nakula
disusul kekalahan Duryodhana oleh Bhima di hutan samantapancaka secara tragis.

QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Sauptikaparwa
Kitab Sauptikaparwa berisi kisah pembalasan dendam Aswatama kepada tentara Pandawa. Pada malam hari, ia bersama Kripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan membunuh banyak orang, kecuali para Pandawa. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Keesokan harinya ia disusul oleh Pandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya Aswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa.

tambahan
perlu disampaikan juga kenapa Aswathama melakukan tindakan keji itu, ini karena dorongan tindakan Pandawa yg melakukan kecurangan dalam gugurnya Bhisma, Drona, Karna dan Duryodhana.
Aswathama dikutuk oleh Khrisna hidup abadi tanpa kasih sayang dr sapaun karena melemparkan senjata Brahmasirsa ke wanita2 Pandawa agar mandul, oh ya Pariksit waktu lahir meninggal juga karena pengaruh senjata ini loo.....


hara
QUOTE(Barbie Hsu @ Nov 26 2007, 08:38 AM) [snapback]738378[/snapback]
Striparwa
Kitab Striparwa berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya.

Jangan lupa di Parwa inilah Gandhari ( setelah meratapi mayat Duryodhana ) mengutuk Khrisna bahwa 36 Tahun setelah perang ini. Bangsa Yadawa akan mengalami kehancuran yang sama karena perang saudara antara sepupu.

parva-parva berikutnya gw stuju deh... secara garis besar
hara
QUOTE(tomkid @ Dec 1 2007, 07:59 AM) [snapback]751607[/snapback]
bro...

cerita mahabhara dg arjuna wiwaha sama ga???


arjuna wiwaha idenya dari wanaparva ( parva kedua dari Mahabharata)
benang merahnya hampir sama namun arjuna wiwaha dikembangkan oleh pengarangnya sehingga memuat cerita yg berbeda dengan mahabharata
misalnya :
Indra memerlukan bantuan arjuna untuk mengalahkan Diti Niwatkawaca ( jumlahnya 60 ribu ) dan golongan Kalakeya ( bangsa Raksasa ) sebagai guru Daksina ( bls jasa setelah menyelesaikan suatu pendidikan , arjuna kan mendapat berbagai senjata dewata dan cara penggunaanya juga seni tari dan musik di Amarawati/surga Indra).
dalam arjuna wiwaha diceritakan Arjuna diminta oleh Indra mengalahkan seorang raja Raksasa bernama Niwatakawaca yg menyerang kahyangan.

dalam arjuna wiwaha : setelah mengalahkan Niwatakawaca arjuna dinikahkan dengan tujuh bidadari (apsara).....sebagai hadiah
dalam vanaparva justru tidak disebutkan ttg pernikahan surgawi Arjuna yg ada malah Arjuna dikutuk oleh Urvasi (seorang apsara karena penolakan Arjuna mengingat Urvasi adalah kekasih Pururawa leluhur Pandawa&kaurawa) arjuna dikutk menjadi banci, tapi indra mengurangi menjadi setahun dan mengatakan kutukan ini akan bermanfaat bagi arjuna ( di wirata waktu menyamar menjadi guru tari kutukan ini berlaku..... )
hara
bro jaka kita ketemu lagi........
QUOTE(jaka_horny @ Nov 26 2007, 05:24 PM) [snapback]739868[/snapback]
Yuyutsu
Dari seratus kurava hanaya Yuyutsu yang bisa bertahan hidup karena beliau satu2nya yang masih memiliki hati nurani...
Ketika melihat kematian Abimanyu (anak arjuna) yang tanpa prikemanusiaan, dikeroyok jutaan orang termasuk drona, karna, aswatama, dll, mengundurkan diri dari medan kurusetra dan bertapa jadi brahmana...


Yuyutsu itu bukan seratus Kaurawa Om......
Yuyutsu adalah saudara tiri Duryodhana, diawal perang dia berbalik haluan membela para Pandawa
klo diantara 100 kaurawa yg memiliki sifat2 baik adalah Vikarna, waktu draupadi dianiaya saat pandawa kalah berjudi dia satu2nya orang yg membela. namun Bhima terpaksa membunuhnya dalam perang karena terikat sumpah untuk membunuh 100 kaurawa, hanya waktu membunuh vikarna lah Bhima bersedih.
oh ya mengenai Abhimanyu dia dikeroyok oleh enam maharatha (jenderal besar kali ya...?? ) setelah terjebak Padma Vyuha (formasi ) Drona ...
mrk adalah : Drona, aswathama, Kripa, kritawarman,karna dan putra dusasana.

QUOTE(jaka_horny @ Nov 26 2007, 05:24 PM) [snapback]739868[/snapback]
Satyaki, Aswatama dan Kripa
Dengan pengecutnya mengendap malam2 menuju perkemahan para pandawa dan pasukannya... Seperti burung hantu yang memakan anak2 burung kecil, mereka membunuh panglima pasukan pandawa satu persatu dan membakar habis perkemahan tersebut dan membunuh seluruh balatentara pandava...

Kemudian para pandava dibantu kresna mengejar mereka bertiga yang akhirnya masing2 menyerah tanpa syarat dan menghilang di balik hutan yang pekat...

masih banyak lanjutannya...terusin dong bro...

bukan satyaki om tapi kritawarman sepupunya satyaki.
klo satyaki adalah panglima andal pandawa dia juga sepupu khrisna dan murid arjuna

aswathama menyerah setelah gagal menarik senjata bhrahmasirsa dan menyerahkan permata di dahinya kepada draupadi, lalu dikutuk oleh khrisna untuk hidup selamanya tanpa kasih sayang dari siapapun
yudosyaf
hebat nih !!!!

kalau ada e-book, pohon silsilah, pic, & link video, DVD, kartun tentang epic mahabarata akan sangat lebih hebat lagi.....

keep posting....
t a t t o o
Mantap banget bro, kapan ni Indonesia bikin film tentang ini???
baliant
BUAT TEMAN TEMAN SEMUA NIH CUMAN SHARE
AJA PERNAH BACA MAHABARATA SAMPE TUNTAS?

LEK PERNAH COBA PERHATIKAN PANDAWA LIMA BERSODARA
YANG SAKTI-SAKTI
TERNYATA DIA SEMUA ANAK HARAM.....
KARENA LAHIR SEBELUM PERNIKAHAN

KALO SALAH TOLONG DIBENARKAN YA!!!!!!!!!!! speak_cool.gif
jaka_horny
@ atas gw...


pandawa anak haram?? macam mana pula ini orang....


emangnya pandu kagak nikah ama kunti dan madrim apah??? macam2 saja...



btw, mahabarata india selatan ama utara beda loh....
kalo gak salah versi utaranya Draupadi menikah ama kelima pandawa (poliandri) karena sumpah para pandawa, tapi versi selatan Draupadi hanya menikah dengan Yudhistira saja... versi inilah yang masuk dan diterima di Indonesia...


kalo salah tolong ralat yah...


@bro Hara, ramayana lebih tua dari mahabharata yah??? soalnya ada kisah ketika bhimasena ketemu ama Hanoman yang udah tua, saudaranya seayah...
baliant
QUOTE (jaka_horny @ Apr 2 2008, 01:22 PM) *
@ atas gw...


pandawa anak haram?? macam mana pula ini orang....


emangnya pandu kagak nikah ama kunti dan madrim apah??? macam2 saja...



btw, mahabarata india selatan ama utara beda loh....
kalo gak salah versi utaranya Draupadi menikah ama kelima pandawa (poliandri) karena sumpah para pandawa, tapi versi selatan Draupadi hanya menikah dengan Yudhistira saja... versi inilah yang masuk dan diterima di Indonesia...


kalo salah tolong ralat yah...


@bro Hara, ramayana lebih tua dari mahabharata yah??? soalnya ada kisah ketika bhimasena ketemu ama Hanoman yang udah tua, saudaranya seayah...



benar bro coba baca lebih teliti lagi
pandawa itu lahir diluarnikah
pertama sih gua gak percaya
tapi waktu gua baca di internet kaya gitu

lupa gua web nya apa?

coba minta bantuan OM GO**LE or TANTE Y*HOO di search he....

Djibrani Imoetz
nice post bro.........
Jo Nathan
Great Posting
crips
klo dijelasin sama kaya buku aslinya, kira2 jd berapa jam tuh filmnya?
ga kebayang deh nonton ampe ga bangun2...
tapi seru bro...ada adegan perang panahnya bisa jd ratusan hehehehe....
israstamaniac
kagak ngart....
the Avatar
QUOTE (crips @ Apr 11 2008, 10:21 AM) *
klo dijelasin sama kaya buku aslinya, kira2 jd berapa jam tuh filmnya?
ga kebayang deh nonton ampe ga bangun2...
tapi seru bro...ada adegan perang panahnya bisa jd ratusan hehehehe....



Sama kaya MOB nya amerika tuch
Mother of Bomb, punya satu pas di jatuhin bisa jadi ratusan dech
hehehehe

Tapi seru broo postingannya

di rangkum dalam PDF donk
Biar makin seruu bacanya broo

thx

zoids
berbobot banget sih loe pada... keren banget post-nya. salut...
beetleboy
cerita mengenai Bhisma:

Raja Sentanu, Raja Astina bertemu dengan Dewi Gangga yg sedang menyerupai wujud manusia, dia tertarik akan kecantikannya dan mengajaknya menjadi permaisuri.
Dewi Gangga menyetujui dengan beberapa syarat, yg diantaranya ialah Raja Sentanu tidak boleh menanyakan asal usulnya, dan tidak boleh melarang/berkomentar atas tindakan yg dilakukan Dewi Gangga.
Keduanya lantas menikah dan hidup berbahagia sampai bebrapa waktu. Kemudian mereka dikaruniai anak, lalu terjadilah suatu keanehan. Setelah melahirkan, Dewi Gangga membuang anaknya ke sungai Gangga hingga hanyut dan tenggelam. Raja Sentanu tentu sangat bingung namun ia teringat janjinya utk tdk melarang perbuatan Dewi Gangga. Hal itu terjadi sampai anak ke-tujuh, yg selalu dibuang ke sungai Gangga.
Akhirnya Raja Sentanu tidak dpt menahan diri dan melarang saat Dewi Gangga akan membuang anak ke-delapan. Dewi Gangga menganggap Sentanu telah melanggar janjinya sehingaa dia memutuskan untuk pergi. Tapi sebelum pergi dia menceritakan asal usulnya, bahwa ia adalah seorang Dewi, dan ia membuang setiap anak yg dilahirkannya untuk membuang kutukan dari seorang pertapa.
Saat pergi ia membawa anak ke-delapan dan berjanji bahwa suatu saat anak itu akan dikembalikan ke Raja Sentanu. Anak itu bernama Dewabrata.
Setelah dewasa, Dewabrata dikembalikan kepada Raja Sentanu, dengan kemampuan luar biasa. Ia adalah ksatriya terkuat pada jamannya. Karena sejak kecil hidup dalam didikan Dewi Gangga dan diajar oleh para Dewa.
Suatu ketika Raja Sentanu yg sudah lama hidup sendiri, jatuh cinta pada putri seorang nelayan. Namun saat melamar, ia ditolak oleh sang nelayan. Karena sang nelayan mengajukan sarat bahwa keturunan dari anak sang nelayan akan menjadi pewaris mahkota raja Sentanu. Tapi itu tidak mungkin karena Raja Sentanu sudah berputra Dewabrata, yang lebih berhak dan mampu menjadi putra mahkota. Raja Sentanu membatalkan lamarannya.
Dewabrata yg sayang pada ayahnya lalu menjumpai sang nelayan. Di depan sang nelayan ia bersumpah untuk tidak meminta haknya atas tahta kerajaan Astina. Sang nelayan mengajukan sarat lain, ia ingin agar keturunan dari Dewabrata juga tidak meminta hak atas tahta Astina. Untuk sarat ini, Dewabrata membuat sumpah lain yaitu ia tidak akan menikah, sehingga ia tidak akan mempunyai keturunan.
karena keberanian Dewabrata mengucapkan sumpah2nya itu yang sangat berat, para Dewa turut menangis dan memberi nama kepadanya "Bhisma", yang artinya orang yg memikul sumpah berat dan menjalankannya.

Bhisma adalah seorang yg sangat terhormat, ia berperilaku jujur, bijaksana, dan bertindak Ksatriya. Semua orang sangat menghormatinya. Dan ia berumur panjang hingga masa buyutnya (para Kurawa-Pandawa).
Suatu kesalahan yg pernah dilakukan Bhisma ialah memaksa Putri Amba untuk menikah dengan adiknya, Wicitrawirya, setelah memenangi sayembara untuk memperoleh Puti Amba, Ambika & Ambalika, padahal Amba sebenarnya telah jatuh cinya pada Raja Salwa. Amba yg telah dibawa ke Astina ditolak oleh Wicitrawirya,karena Amba mencintai orang lain,Wicitrawirya lantas menikah dengan Ambika dan Ambalika.
Sementara saat Amba dikembalikan kepada raja Salwa,Salwa menolaknya karena merasa sudah kalah dalam sayembara. Bhisma sendiri tidak dapat menerima Amba sbg istri karena terikat sumpah utk tidak menikah. Akhirnya Amba terombang-ambing dan tidak ada pihak yg menerimanya sebagai istri.

Dalam keputus-asaan Amba menyalahkan Bhisma dan berdoa untuk kematian Bhisma.
Karena tidak ada Ksatriya yg mampu mengalahkan Bhisma, Amba bertapa, sampai akhirnya Dewa Siwa menjanjikan kematian Bhisma di saat kehidupan Amba yg berikutnya.
Tidak sabar menunggu kehidupan berikutnya, Amba memilih bunuh diri.
Akhirnya ia lahir kembali sebagai putri raja Drupada, bernama Sikhandin (atau Srikandi). Saat berguru di hutan Sikhandin beralih kelamin menjadi pria.

Dalam perang Kurusetra, Sikhandin menjadi kusir Arjuna bertarung melawan Bhisma.
Bhisma tau bahwa Sikhandin adalah titisan Amba, yg pada dasarnya adalah seorang perempuan, dan etika seorang Ksatriya tidak boleh bertarung dengan seorang perempuan.
Akhirnya Bhisma dapat dikalahkan, namun saat panah terakhir menembus dirinya ia berkata "ini adalah panah cucuku Arjuna, bukan panah Sikhandin".


NB: kl bro2 inget film seri Mahabharata yg dl diputer di TPI, Bhisma klh setelah ratusan panah Arjuna menembus dirinya sehingga ia hanya dpt terbaring di Kurusetra dengan beralaskan anak panah, namun karena kesaktiannya ia tidak langsung mati, dan masih hidup selama beberapa hari berikutnya, sempat pula memberikan petuah saat bertemu Arjuna yg menangis karena harus mengalahkan kakek buyutnya sendiri yg sangat dicintainya.
Kematian yg HEBAT utk seorang HERO hebat. KEREEEENNN!!



freedame
Sob....That's Bagus Banget...!!
Ceritanya Seru..
cojelekz
ini kalo ga salah dl ada filem nya waktu aq masi sd klas 2-3 umur 8-10 taon gt Tounge.gif
Ctrl Alt Dellete
wah ternyata sama dengan kitab yang ada sekarang ya, ada kitab versi x dan versi lainya
nicart
QUOTE (jaka_horny @ Apr 2 2008, 02:22 PM) *
@bro Hara, ramayana lebih tua dari mahabharata yah??? soalnya ada kisah ketika bhimasena ketemu ama Hanoman yang udah tua, saudaranya seayah...


Kalo boleh, mo ikutan jawab nih. Iya, Ramayana itu lebih tua dari Mahabharata. Sebenarnya pusat dari Ramayana dan Mahabharata adalah pada titisan betara Wisnu, yaitu Sri Rama dalam Ramayana, dan Bhatara Kresna yang di masa Mahabharata. Betara Wisnu inilah sebenarnya orang dibelakang layar dari Ramayana dan Mahabharata.

Hanoman dan Bisma memang bener, saudara seayah, Betara Bayu.

upilwangi
QUOTE (baliant @ Apr 2 2008, 01:52 PM) *
QUOTE (jaka_horny @ Apr 2 2008, 01:22 PM) *
@ atas gw...


pandawa anak haram?? macam mana pula ini orang....


emangnya pandu kagak nikah ama kunti dan madrim apah??? macam2 saja...



btw, mahabarata india selatan ama utara beda loh....
kalo gak salah versi utaranya Draupadi menikah ama kelima pandawa (poliandri) karena sumpah para pandawa, tapi versi selatan Draupadi hanya menikah dengan Yudhistira saja... versi inilah yang masuk dan diterima di Indonesia...


kalo salah tolong ralat yah...


@bro Hara, ramayana lebih tua dari mahabharata yah??? soalnya ada kisah ketika bhimasena ketemu ama Hanoman yang udah tua, saudaranya seayah...



benar bro coba baca lebih teliti lagi
pandawa itu lahir diluarnikah
pertama sih gua gak percaya
tapi waktu gua baca di internet kaya gitu

lupa gua web nya apa?

coba minta bantuan OM GO**LE or TANTE Y*HOO di search he....

Pandawa & Kurawa dah bikin websitenya?hehehehehe pisss ah
dr_cakep
Good good bro
sapigila
waw... keren banget postingannya.... T O P B G T
bobo


Di samping itu, mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan inspirasi bagi berbagai bentuk budaya

Menurut Analisa gw tuch...
. mahabaratha mungkin menukil manuskrip kuno yaitu ; tutur kata atau catatan kuno orang-orang suci atau nabi Tentang kisah akhir zaman Perang Barathayudha perang besar-besaran antara sepupu Mirip kisah akhir zaman nanti Perang Besar Armagedhon Antara Barat Plus Israel Dengan Arab.
Dimana posisi Israel dan Barat Sebagai Kurawa Dan Arab sebagai Pandawa. Yang menukil manuskrip kuno para nabi atau taurat, injil, al quran.
Berdasarkan itu kehancuran Kurawa atau Israel, Dan kemenangan di tangan Arab

Thanks

phaxy
begitu komplex dan mendekati sempurna untuk sebuah mahakarya sastra sampai saya curiga klu buku the lord of the ring itu ditulis dan disusun meniru sistematika mahabharata
phaxy
ada jg karangan (interpretasi lain) tentang mahabharata ( dg riset yg bagus dan mendapat pujian dr ahli sejarah india) ditulis oleh Agus Sunyoto yg dimuat oleh harian Jawa Pos sjk 6 ato 7 th trakhir sygnya blm dicetak dlm bundel buku tersendiri.
phaxy
ada jg karangan (interpretasi lain) tentang mahabharata ( dg riset yg bagus dan mendapat pujian dr ahli sejarah india) ditulis oleh Agus Sunyoto yg dimuat oleh harian Jawa Pos sjk 6 ato 7 th trakhir sygnya blm dicetak dlm bundel buku tersendiri.
demon_crazy
benar ini karya sastra yang sangat kompleks dan hampir sempurana. menurut aku dalam mahabarta sepetinya perang ini bukan perang baik dan buruk tetapi perang antar kepentingan. disini pihak pandawa tidak benar-benar baik atau pihak kurawa tidak jelek sepenuhnya. benar-benar tragis deh ceritanya.
sinyosendiri
postingannya keren bgt bro.................

thanx bgt dah tmbh ilmu n informasi................. thumbsup_anim.gif thumbsup_anim.gif
kekez
hebat ni cerita...

keep posting bro.
kekez
hebat ni cerita...

keep posting bro.
omni88jkt
Ada yang mau filmnya tdk? gw punya
kalau mau tinggal ganti duit DVDnya (total 5 DVD @ 5000) & ongkos kirim

note: Suara masih asli bahasa India tapi ada subtitlenya bahasa Inggris
hara
QUOTE (baliant @ Apr 2 2008, 01:52 PM) *
QUOTE (jaka_horny @ Apr 2 2008, 01:22 PM) *
@ atas gw...


pandawa anak haram?? macam mana pula ini orang....


emangnya pandu kagak nikah ama kunti dan madrim apah??? macam2 saja...



btw, mahabarata india selatan ama utara beda loh....
kalo gak salah versi utaranya Draupadi menikah ama kelima pandawa (poliandri) karena sumpah para pandawa, tapi versi selatan Draupadi hanya menikah dengan Yudhistira saja... versi inilah yang masuk dan diterima di Indonesia...


kalo salah tolong ralat yah...


@bro Hara, ramayana lebih tua dari mahabharata yah??? soalnya ada kisah ketika bhimasena ketemu ama Hanoman yang udah tua, saudaranya seayah...



benar bro coba baca lebih teliti lagi
pandawa itu lahir diluarnikah
pertama sih gua gak percaya
tapi waktu gua baca di internet kaya gitu

lupa gua web nya apa?

coba minta bantuan OM GO**LE or TANTE Y*HOO di search he....


Pandava anak haram ............???
mungkin anda ga pernah baca sendiri Adi Parwa (Parwa Pertama Mahabharata)
info yg anda dpt mgkin cm suatu ringkasan dengan pengaburan makna tertentu dari Mahabharata
dalam Adi Parwa diceritakan bagaimana Pandava tersebut lahir

Pandu yang Menjadi Raja Hastina setelah berhasil menaklukan beberapa raja guna memperluas wilayah (ekspansi) berniat untuk berlibur bersama dua permaisurinya Kunti dan Madri.(klo ga salah di Hutan Srstasranga)
pada saat berburu Beliau tidak sengaja membunuh rusa jelmaan sepasang suami istri Brahmana yg tengah memadu kasih dalam wujud sepasang rusa
.sang suami sebelum tewas mengutuk Pandu agar kelak jika ingin 'berkumpul' dengan istrinya akan tewas seketika.
hal tersebut membuat Pandu menyesal dan bersedih sehingga mengundurkan diri, dan menyerahkan tahta pada Dhristarastra.
hari2 dijalani dengan penuh derita karena Pandu ingin punya keturunan, sampai akhirnya Kunti menceritakan tentang anugerah yg diperolehnya dari Rsi Durvasa semasa gadis dulu, bahwa dia punya mantra untuk memanggil Dewa tertentu.
Pandu meminta Kunti melakukan Putra Puja ( brata untuk memohon keturunan )
yang pertama dipuja adalah Dewa Dharma (Kebenaran), sehingga lahir Yudhistira
Kedua Dewa Vayu ( Dewa Penguasa Angin/kekuatan) lahir Bhima
ketiga Indra (Raja Para Dewa) lahir Arjuna
karena Kunti merasa tidak pantas lagi memohon hal yg sama lebih dari tiga x dan jga memenuhi rasa keadilan karena Madri juga ingin mempunyai Putra maka mantra itu diajarkan pada Madri seijin dari Pandu
Madri memohon pada Dewa Asvin ( Dewa kembar, tabib para Dewa) melahirkan Nakula dan Sahadeva.
kenapa Madri memohon putra kembar karena dia hanya punya 1x Mantra tersisa, Kunti mendapat anugerah Durvasa bahwa Mantra tersebut bisa digunakan sampai 5 x, Beliau sudah menggunakan untuk kelahiran Yudhistira, Bhima dan Arjuna 3x kan nah sisanya lagi satu kemana ?
sebelum menikah dengan Pandu (semasa gadis Belia) Kunti ingin mengetahui manfaat dari mantra yg diperoleh dari Durvasa, jadi dia menggunakan mantra tersebut untuk memuja Surya, tanpa tau bahwa mantra itu adalah untuk Putra Puja, Dewa Surya pun berkenan menanugerahi Kunti seorang Putra, karena statusnya belum menikah ketika anaknya lahir Kunti langsung membuang ke Sungai Gangga yg kemudia dipungut oleh kusir Adhirata ( anak Kunti tersebut adalah Radheya/ Karna)

jadi dari cerita diatas tidak tepat klo Pandawa (lima bersaudara) adalah anak haram, karena Kunti dan Madri adalah istri dari Pandu mereka melakukan Putra Puja atas permintaan dan ijin dari Pandu, dalam Tradisi, Memohon kelahiran anak kepada Dewa ataupun orang bijak (Rsi) tidak menyalahi aturan ( lagipula anugerah para Dewa yang dipuja tidak melalui hubungan badan namun dengan pancaran sinar dari dewa bersangkutan )

@ Bro Jaka_horny

betul bro Ramayana lebih dulu terjadinya dari kisah Mahabharata, dalam Wanaparwa, seorang Rsi menceritakan Ramayana kepada Yudhistira juga pertemuan Bhima dengan Hanuman
malah pada Sabha Parwa (Parwa ke 2) diceritakan, Gatotkacha diutus oleh Sahadeva ke negeri Lanka ( Alengka ) menemui Bibhisan ( Wibisana adik Rahvana) untuk menghadiri upacara Raja Suya Yudhistira di Indraprastha
nastro
jadi inget kalo orang tuaku cerita wayang kulit .. hiks.. mantep bro ..
d_craps
anu mau numpang tanya bro2 smua...

kpn yah, cerita mahabarata & ramayana masuk indonesia...??

prasaan cerita wayang banyak bgt make tokoh2 dari cerita2 ini..???

hehhe...
wendot
Weleh...weleh...weleh...jadi tau nih, taunya yg di pilem doang

Keep find the truth bro....!
B_doT InsIde
ceritanya emang keren ya......

cuma ane bingung, kalo dikait-kaitkan ama wayang golek
ceritanya sih ampir sama..........
tapi ada yang tau gak kalo si cepot itu dari turunan mana? ngakak.gif
FREAK
hehehe..

mending baca disini aja deh,
daripada semalem suntuk ngeliatin pertunjukkan wayang kulit. ...
IZRO'IL
tuk Bro n Sis yang suka sama cerita RAMAYANA & MAHABARATA liat di sini..
lumayan banyak judulnya..
hara
@IZRO'IL

thank's bro infonya
bagus tuh
sebagian besar beda ma versi yg gw tau (kebanyakan versi wayang jawa deh)........jadi nambah wawasan nih
hara
Sebenarnya dalam Mahabharata banyak sekali nilai –nilai yang bisa kita jadikan pedoman dalam hidup, nilai-nilai yang universal, Mahabharata bukan lagi milik India atau Hindu tapi milik Dunia.


Berikut ini saya coba sajikan kisah-kisah dalam Mahabharata yang akan membuat kalian terharu mungkin juga ampe nangis percaya atau tidak ? buktikan sendiri smile.gif smile.gif


Radheya dan Kunti

Kisah ini diambil dari Udyoga parva, setelah Lord Khrisna gagal menjadi Duta Perdamaian guna mencegah perang Pandava dengan Kurawa

Kunti begitu gelisah setelah usaha damai yang ditempuh menemui jalan buntu, berarti perang sebentar lagi akan pecah, pasukan Raja Raja di seluruh dunia telah menuju Kurukhsetra.
Namun yang ada dalam benak Kunti adalah Radheya (Karna), kebencian Radheya terhadap Pandava terutama Arjuna melebihi kebencian Duryodhana terhadap Pandava
Kunti berniat menemui putra tertuanya itu dan memberitahu sejatinya Radheya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Radheya baru saja selesai melakukan Surya Sewana (pemujaan terhadap Dewa Matahari ), telah terkenal bahwa setiap selesai melakukan Puja tersebut Radheya akan memberikan anugerah kepada siapapun yang datang dan meminta kepadanya.

Ditepi sungai Gangga………
Saat berbalik Radheya melihat Seorang wanita duduk berteduh dibawah pohon, diapun menghampiri (karena sesuai kebiasaan bahwa orang yang menunggunya melakukan Puja adalah orang yang akan meminta berkahnya) lalu membungkuk hormat

Radheya ( R ) : salam Ibu.. apa yang ibu minta? Radheya menunggu perintahmu

Kunti hanya memandangnya dengan tatapan sedih, terkenang kembali ke masa lalu saat dia membuang Radheya begitu lahir dengan menghanyutkannya di sungai Gangga.

R : aku adalah Radheya, Putra Adhirata ibuku bernama Radha karena itu orang memanggilku Radheya, katakanlah Ibu apa Permintaanmu ?

Kunti (K) : aku kesini bukan untuk meminta anugerahmu, aku hanya ingin bertanya tidakkah kau mengenal siapa aku ?

Radheya menatap wanita didepannya, mencoba mengingat ingat lalu sesuatu pun terlintas dalam pikirannya ................dadanya pun berdebar

R : ini aneh, aku tidak tahu siapa dirimu, tapi aku merasa telah lama mengenalmu.................. ya engkau adalah wanita yang hadir dalam mimpiku

K : Maukah kau duduk disampingku, dan menceritakan wanita impianmu ?

Radheya mendekat dan duduk disamping Kunti

R : ini aneh, selama ini aku tidak pernah menceritakan tentang mimpiku ini kepada siapapun bahkan kepada ibuku Radha, tapi kenapa sekarang aku ingin menceritakan kepadamu Ibu.
Mungkin kau sudah tau siapa aku mungkin juga tidak, aku adalah Radheya putra Radha, ayahku Adhirata kusir sang Raja, tapi aku bukanlah anak Ibuku........ ayahku memungut aku dari Gangga dalam kotak kayu waktu aku kecil.
Semasa kecil aku selalu bermimpi, seorang wanita cantik yang berpakaian layaknya Putri Raja datang padaku, dia selalu menangis dan sedih
Dalam mimpi aku bertanya “ siapa engkau Ibu? Mengapa kau menangis?”
Wanita itu selalu menjawab ” aku menangis dan sedih karena aku melakukan ketidakadilan ini padamu”
Ketika aku bertanya ” mengapa Ibu, mengapa kau lakukan ini padaku ?
Dia hanya diam membisu hanya air mata yang menjawab semua pertanyaanku, lalu wanita itu akan menghilang dari pandanganku seberapa keras pun aku memanggilnya....
Mimpi yang sama selalu terulang berkali2.
Mimpi itu terus menghantuiku sampai aku remaja mimpi itu mulai berkurang, wanita itu semakin jarang menemuiku dalam mimpi, dan sampai sekarang dia tak pernah lagi menemui aku dalam mimpi ................ yah mungkin karena dia mulai lupa denganku atau dia sudah punya anak yang lain

K : kau salah anakku , wanita itu tidak pernah dan tidak akan bisa melupakanmu, meski dia sudah punya anak yang lain

R : mengapa kau begitu yakin Ibu, seolah olah kau tau dan mengenal wanita dalam mimpiku ?

Dada Radheya semakin berdebar2, semakin lama dia memandang wanita itu dia semakin yakin kalau wanita dihadapannya adalah wanita yang hadir dalam mimpi2nya
Kunti pun menangis, dengan tersendat dia berkata

K : Aku tau siapa wanita dalam mimpimu, karena akulah wanita itu aku adalah Kunti wanita yang melahirkanmu.........

Kunti mencurahkan air matanya, perasaan yang dipendam selama puluhan Tahun seakan ingin dia tumpahkan semua saat ini
Radheya diam mematung, tak percaya dengan apa yang dia dengar

R : ah mana mungkin.......... Kunti Devi Ratu Astina, ibu mulia dari lima Pahlawan Agung hari ini datang pada Radheya, dan mengaku sebagai Ibunya......... mungkin Radheya sedang bermimpi, sebaiknya aku tidur lagi

K : jangan lagi memanggil dirimu Radheya kau adalah Kaunteya putra Kunti, putra tertua ku............... mulai saat ini kau akan dikenal sebagai Putraku

R : Tapi mengapa Ibu..........?? aku sudah tau bahwa kau adalah ibuku......bahwa Radheya sebenarnya Putra Kunti dan Surya (Dewa Matahari ), tapi mengapa baru sekarang kau datang padaku

K : Bagaimana kau tau aku adalah ibumu dan Surya adalah ayahmu ?

R : Kemarin Khrisna dengan rasa cinta kasihnya memberitahuku jati diriku yang sebenarnya, tapi sudahlah Ibu janganlah kita membicarakan hal yang berlalu, hari ini aku begitu bahagia karena Ibu telah datang menemui aku......... jadi jangan berkata apa pa lagi

Keduanya berpelukan dan menangis bersama, melepas kerinduan mereka selama ini, Radheya merebahkan kepalanya di pangkuan Kunti, dengan lembut Kunti membelai rambut putranya yang ”Hilang”, mereka larut untuk sesaat dalam hening............
Beberapa saat berlalu, Radheya pun bangkit
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.