Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Harakiri Politik Tokoh Nasional & Elite Golkar
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Pustaka > Apresiasi Buku
zwageri


Harakiri Politik Tokoh Nasional & Elite Golkar
Warning Politik untuk Politisi


Penulis: Burhanuddin Napitupulu
Penerbit: RMBooks, 2007
Tebal: XVI+220 hal


BUKU ini memberi warning kepada para politisi: hati-hati dalam mengambil pilihan politik. Dalam politik itu ada seribu kemungkinan yang harus diantisipasi. Kalkulasi, hitung-hitungan harus selalu dibuat sebelum mengambil tindakan dalam politik. Salah mengambil pilihan berarti kematian. Itulah HARA-KIRI POLITIK.

Harakiri politik yang dimaksud Burhanuddin Napitupulu di sini ditujukan kepada setiap tindakan dan pilihan politik yang berakibat fatal terhadap karir politik orang bersangkutan seperti kehilangan popularitas, terjerat hukum, merusak karir politik dia sendiri atau kelompoknya.

Kekeliruan dalam mengambil keputusan sangat terbuka dalam dunia politik. Dunia politik penuh dengan intrik, tipu daya, pengkhianatan, dan perselingkuhan. Setiap politisi harus bisa membaca semua kemungkinan itu kalau tidak ingin ditenggelamkan olehnya.

Burnap, Ketua DPP Partai Golkar ini, sedang tidak mengada-ngada. Bagi dia, hara-kiri politik bisa dilakukan oleh siapa saja, politisi kawakan apalagi politisi amatiran. Untuk mendukung tesis itu, dia membeberkan dan menganalisa beberapa kejatuhan politik politisi nasional yang di mata banyak orang dikenal sebagai politisi piawai: Soekarno, Soeharto, Harmoko, Habibie, Gus Dur, dan terakhir Akbar Tanjung.

Sekedar mengambil satu contoh, saya ambil tragedi politik Akbar Tanjung. Ketua Partai Golkar ini melakukan beberapa kesalahan fatal sehingga dia ditinggalkan oleh kader Golkar pada Munas Bali 2004. Kesalahan pertama ketika Akbar nekad maju sebagai calon Presiden pada Sidang Istimewa MPR 2001.

Akbar sudah diingatkan oleh Fahmi Idris, Jusuf Kalla, Burnap dkk untuk tidak maju karena pasti akan kalah. Selain itu juga berarti menyulut perang lebih besar dengan PKB karena andil Akbar dalam menjatuhkan Gus Dur sangat besar. Anggapan politisi PKB bahwa motif Golkar menjatuhkan Gus Dur murni karena alasan politik akan semakin mengental dengan majunya Akbar. Dan mereka pasti akan menyiapkan balas dendam politik kepada Akbar.

Ternyata Akbar tak menghiraukan peringatan tersebut. Akbar tetap maju dan akhirnya kalah. Setelah itu Akbar pun dipenjara karena isu Bulloggate yang dihembus kencang oleh politisi PKB.

Kesalahan fatal kedua terjadi pada saat pilpres putaran kedua tahun 2004 ketika Akbar mendukung pasangan Mega-Hasyim, bukan pasangan SBY-JK. Plus, memecat beberapa kader Golkar seperti Fahmi Idris dan Burnap yang tidak sepakat dengan ide tersebut. Internal Golkar pun terbelah karenanya. Buahnya, Akbar mereka tinggalkan dalam Munas Bali 2004.

Tentang pilihan politik fatal apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya bisa anda dapatkan dalam buku karya Burnap ini.***
pro
hehe, ntah kenapa setelah baca resensi ini jadi kangen sama gusdur.net Laughing.gif
arifx2
ada versi ebook scanannya ga
belatung
iya..ada e-booknya ngga?
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.