thanx 4 the comment bro eiger

...tapi ada satu pertanyaan yang mendasar nih..kalo seandainya kaka tukeran tempat dengan riquelme di milan dan villareal gimane..bisa ga kaka ngelakuin seperti yang pernah dilakuin sama bang romi..membawa klub yang ga keliatan di peta jadi semifinalis champion di musim perdana mereka di liga paling kinclong di eropa (bahkan dunia) dan sekarang sudah jadi tim yang disegani di la liga..terlepas dari kerjasama tim dan kejelian pelatih, kita juga ga bisa mengingkari performa ajaib seorang riquelme..
secara popularitas mungkin jelas diakui riquelme kalah dari kaka yang main di klub besar..secara head to head juga riquelme kalah dari kaka waktu piala konfederasi 2005..tapi banyak alasan kenapa riquelme kalah waktu itu..
secara prestasi (tim dan bukan personal) saya pikir imbang sih kalo diliat lagi riquelme pernah juara libertadores (tingkatannya sama dengan champion kan..walaupun gemerlapnya kalah) kalo ga salah 2 kali dan juara interkontinental 1 kali..begitu juga kaka..
lalu kenapa riquelme tidak menarik minat klub2 besar..? saya pikir itu hanya karena kebanyakan pelatih tidak suka dengan kelambanan riquelme dalam menjelajah lapangan padahal riquelme menutupinya dengan visi yang hebat dalam mengatur permainan..terbukti kan di klub yang pelatihnya paham kapasitas riquelme bisa memaksimalkan kemampuannya dan hasilnya kita sudah sama2 tau...