Help - Search - Members - Calendar
Full Version: ABG Jual Diri DI Mal
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Cafe > Fresh News
dragunov
ABG Jual Diri Di Mal

Senin 7 Januari 2008, Jam: 10:51:00

JAKARTA (Pos Kota) – Gemerlap kehidupan kota metropolitan membuat silau banyak gadis remaja. Penampilan keren, nongkrong di tempat hiburan, kafe, punya HP canggih, jadi gaya hidup yang diimpikan sebagain ABG di Jakarta.

Menjadi cewek metropolis ataupun cewek gaul yang glamor dan tak ketinggalan mode, hanya bisa terwujud bila memiliki uang. Untuk meraih impian itu, sejumlah anak baru gede (ABG) yang ekonomi orangtuanya lemah, menempuh berbagai cara.

Sebagian di antara cewek usia belasan tahun ini mencari uang dengan jalan menjual diri alias menjadi pelacur amatiran .

“Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru? Bisa ketinggalan kita,” kata Ratna,17, (bukan nama sebenarnya), cewek ABG kormod alias korban mode, Minggu (6/1).

Upaya memenuhi keinginanya itu, Ratna rela jadi pelacur amatir. Pusat perbelanjaan dijadikan sebagai ajang bergaul sekaligus meraup rupiah dari lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Mejeng di mal sambil mencari mangsa.

Terhadap ABG kelompok ini, pria iseng cukup bermodal Rp100 ribu, bisa kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah badan.

Sepak-terjang ABG yang menjajakan diri ini bisa ditemui di sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota. Ironisnya, mereka rata-rata berstatus pelajar, ada juga mahasiswi.

Alasan mereka kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah. ABG bangor beroperasi di mal tak cuma malam hari, tapi banyak pula dijumpai nongkrong siang bolong menjajakan diri.

Mereka ada yang dijuluki cewek parkir lantaran mangkalnya di tempat parkir, ada pula mangkal di pusat jajan makananan (food court), ada juga yang mencari sasaran di depan gedung bioskop. Pekcun alias perek culun, begitulah julukan yang sering dilontarkan publik terhadap mereka.

LEBIH AGRESIF
Dari pantauan Pos Kota, di mal pada kawasan Kalibata misalnya, ada sekitar 30 cewek ABG mencari mangsa tersebar di ruang tunggu bioskop, food court dan tempat parkir. Pemandangan serupa dapat dipantau pada pusat perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Senen serta pusat perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Rawamangun.

Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja. Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira cewek mal cari mangsa.

Mengenakan celana jins model pensil, kaos lengan pendek, blus model baby dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan sebagai pelacur.

Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG pelacur dengan ABG baik-baik. ABG pelacur tampil centil, genit, agresif, berani menggoda lelaki meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.

Sasaran mereka, selain pria yang biasa dijuluki brondong juga lelaki setengah baya alias om-om parlente dan tajir alias berkantong tebal.

“Nih brondong keren euy. Tapi keren-keren gitu namanya Parto lho, atau Gino kali ya?” celetuk satu cewek ABG di depan bioskop yang disambut tawa cekikikan dua teman lainnya.

Bagi pria yang masuk perangkap, kencan pun dimulai. Obrolan mereka nyambung dan langsung akrab.

Sama halnya di food court, cara mereka menarik perhatian lelaki dengan kerlingan mata atau membuat canda berlebihan. “Meskipun cuma dibayarin makan aja, gak apa-apalah, lumayan juga,” kata Ratna, yang mengaku dirinya dan bersama geng kerap mangkal di satu mal kawasan Kalibata.

Lain lagi dengan cewek parkir, tampilannya berlagak menunggu teman. Padahal mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang diincar.

LAYANAN CLOSE UP

Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal. Target lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan enak.

Tarif mereka terbilang murah antara Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu. Pelaku prostitusi terselubung ini memberi pelayanan dari pinggang ke atas. Istilah mereka close up.

Pelayanan colse up berlangsung singkat. Tempatnya di dalam gedung bioskop sambil nonton film. Lelaki iseng leluasan menggerayangi tubuh ABG selama pemutaran film berlangsung. Kencan bisa juga dilakukan di dalam mobil yang sedang diparkir.

Bila mau pelayanan lebih, harus tambah ongkos minimal Rp300 ribu untuk di-booking ke hotel. Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak shoping.

“Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar) kita belanja-belanja dulu,” cerita Ririn, ABG lainnya.

Bagi lelaki pemburu ABG di mal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.

Mau mencari cewek parkir dimal? Mereka biasa mejeng sekitar Pk. 19:00 saat pengunjung banyak yang mulai meninggalkan mal. Operasi pekcun kelompok ini cukup rapih. Mereka tak hanya mejeng di area parkir, tapi kadang bersembunyi di tempat tertentu.

Untuk bisa menemui mereka, lebih dulu ketemu juru parkir (jukir) nyambi sebagai germo. Jukir yang nyambi ini kemudian mengontak mereka. Pekcun beroperasi di arena parkir, geliatnya lebih profesional ketimbang yang mangkal di sekitar bioskop atau di food court.

Tentu saja si tukang parkir mendapat jatah dari cewek yang dapat tamu. Setiap kali dapat tamu, si cewek memberi upah Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Tak hanya tukang parkir yang kecipratan uang. Kalangan preman pun mendapat jatah uang perlindungan. “Kalau mau aman, ya kita bagi juga mereka, sekedar buat beli rokok,” ucap Siska, 19, cewek parkir, sambil menyebut nilai minimal Rp20 ribu untuk jatah preman.

Preman ini bukan tanpa jasa. Kerja mereka menghubungi si pekcun bila ada razia petugas. “Tugas mereka harus cepet-cepet kasih tau kita kalau ada petugas,” ungkap Lina, 17, dara yang mengaku pelajar satu SMA di Jaksel.

Dalam satu minggu, pekcun mengantongi uang antara Rp200 ribu Rp400 ribu. Mereka mengaku tak ada germo yang mengkoordinir secara khusus.

Beberapa tahun silam, aparat merazia puluhan ABG dirazia di mal kawasan Kalibata. Terbukti keberadaan mereka dikoordinir seorang cewek yang bertindak sebagai germo.

Fenomena ABG jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup metropolis, tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orangtua.

BUTUH DUIT BUAT JAJAN
SISKA begitu ia biasa dipanggil. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku menjadi ‘penjudi’ (penjual diri) karena ingin seperti kawan-kawannya yang hidup berkelimang kemewahan. Tapi dia sadar, kalau keinginannya untuk seperti itu tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidupnya serba pas-pasan.

“Jangankan untuk membeli pakaian yang harganya cukup mahal, untuk belanja sehari-hari aja kurang,”kata gadis yang mengaku masih sekolah di SLTA dibilangan Jakarta Selatan tersebut.

Dengan ketiadaannya itu, ABG (anak baru gede) yang satu ini terpaksa mejeng dan menjual diri di mal. Tujuannya hanya satu, dapat nonton dan menemani om-om yang berkantong tebal. Gadis mungil berkulit putih itu pun hampir tiga kali dalam satu minggu nongkrong di pusat perbelanjaan dibilangan Kalibata, Jakarta Selatan.

KEBUTUHAN HIIDUP
Sepintas orang tidak akan menyangka kalau perempuan yang mengaku baru berumur 15 tahun itu menjual diri demi memenuhi kebutuhannya hidup yang mewah. Sebenarnya Siska malu. Apalagi jika bertemu dengan teman atau tetangga rumahnya. “Habis gimana Bang, jika nggak begini saya tidak punya duit jajan yang cukup. Uang yang dikasih orang tua tak cukup,” kata Siska yang mengaku tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakpus.

Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku bapaknya hanyalah buruh pabrik di kawasan Bekasi dengan gaji yang sangat pas-pasan. Hidup serba kekurangan, sementara teman sebayanya hidup serba berkecukupan. Iri ingin seperti teman – temanya membuatnya mengambil jalan pintas.

Berbekal tubuh yang seksi, dia terpaksa terjun ke dalam bisnis "esek- esek". “Pertama-tama saya melakukannya sempat gemeter dan takut akan ketahuan orang, tapi kini sudah terbiasa, “ katanya seraya menambahkan sekali kencan, dia pasang tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000.

KESEPIAN DI RUMAH
Lain lagi dengan Lia. Kebiasaan nongkrong di bioskop itu karena merasa kesepian di rumah setelah kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya masing-masing. Hampir setiap pulang sekolah gadis itu menyempatkan diri datang ke bioskop yang berada di kawasan Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Di tempat itu, ABG ini mengaku banyak teman bukan hanya sesama pelajar seusianya, tapi om-om yang suka mencari daun muda.

“Saya sering diajak nonton sama om-om dan brondong. Saya nggak pernah pasang tarif, berapa pun dia mengasih pasti saya terima,”ujar Lia sambil menambahkan setiap diajak nonton dirinya di kasih uang Rp 100 ribu hingga 200 ribu.

Lia mengaku setiap hari selalu membawa baju dan celana ganti. “ Kalau pakai seragam sekolah dilarang satpam masuk ke mal. Saya bawa ganti untuk mengelabuhi petugas keamanan,” tambah gadis yang mengaku tinggal di daerah kawasan elite Kelapa Gading, Jakut.

Lia nongkrong di mal bukan semata mencari uang, tapi yang utama kesenangan. Tak heran jika ada pria yang cocok dengannya, tanpa dikasih uang pun nggak apa-apa. Tapi kalau tidak sesuai dengan kehendak hatinya, dibayar berapa pun akan ditolaknya. “Kalau cocok, cepek ceng (Rp 100.000) bersih, kita sikat aja Mas," kata Lia sambil tertawa lepas.

Jika sudah transaksi, kencan berlanjut di hotel-hotel transit tak jauh dari lokasi. Tapi kadang-kadang Lia tak segan menolak tunge, istilah mereka untuk hubungan intim, kalau pelanggannya itu tak royal membelikan makanan dan rokok.

Susan lain lagi. Kebiasaan nongkrong di mal setelah beberapa kali diajak teman sekolahnya mejeng di pusat pembelanjaan tersebut. Awalnya, dia takut dicap cewek yang nggak benar, tapi lama-lama mengaku terbiasa bahkan ketagihan.

“Berani berkenalan dan mau diajak jalan sama om-om setelah beberapa kali ditemani teman saya. Semula saya malu-malu, tapi karena duit yang saya dapat banyak akhirnya keterusan deh,”ungkap ABG yang mengaku tinggal di daerah Rawamangun, Jaktim tersebut.

(wandi/C7/j)
dicks
ya inilah fenomena kehidupan jakarta yg kejam
ga cuma di Kalibata mall aja kali ya
gw juga sering liat di mall atrium senen....
bahkan gw sempet ngedenger waktu mereka sedang tawar-menawar
dan yg gw ningung mereka ga risih gitu..
dan yang parah lagi kalo Bf'ers suka lewat Hotel sentral yang di jalan Pramuka
apalagi pas malem minggu..
wah banyak bgt tuh Abg2 yang siap di booking
Lexius1980
ini semua dikarenakan juga oleh ekonomi yang sangat mencekik, namun toh jangan sampai menjula diri gitu...
bagaimana perasaan orang tuanya, seandainya tahu bahwa anaknya melakukan profesi menjual diri...
my God...
semakin lama semakin terpuruk bangsa ini...
dhanZ3L oFF
ngeri jg y, coz gw pnya ade cewe masih SMA. Takut aj alo dya mpe kaya gitu......
GadisSakaw
kalibata, atrium, ama pramuka ya?
siap ke tkp
perutbuncit
untung ga jual diri di sekolahnya...
EL_BastardO
menuju tkp boss thx....
asskriting
abg jaman sekarang taunya hanya gituan
tp itulah yang gw senangi dari abg jaman sekarang....
iipmilan
hmmmm pasti lezatos
kangkenyot
lagi nge-trend pren smile.gif
fidelio
yah biasa lah ini .....
makin banyak keperluan, makin aneh aneh aja...

cuma emang skarang mereka lebih "Open" Tounge.gif
._hedonesia_.
Halaah, atas-atas gue malah pada menuju ke TKP semua. Ikut aah, menuju ke KTP haha.gif Doh.gif

belgedes
lanjut ke tkp...
danchou
wah...ngeri kali pun ntu...
elvan
hahahaha....hati2 loh...terkadang wartawan suka melebih2kan berita....
EmFeld
sedih bacanya
Blazing Arrows
ABG yah Thinking.gif

Sebenernya mengecewakan juga kalau seperti ini sad.gif Doh.gif

Calon ibu anak - anak bangsa menjual diri sad.gif Hmmmph.gif

Jadi apa nanti anaknya? biasanya buah nga akan jatuh dari pohonnya sad.gif

Payah... karena hinpitan ekonomi... sampai menjual diri Hmmmph.gif





zaibis
fenomena yang menyedihkan. kasihan orang tua mereka..
hsun1979
masalahnya kan gengsi sama temen temen kalo gak ngikut fenomena "punya HP, baju baru, dll".

Yah mending cari duit yang bener, gak cepet habis, lebih bisa dijaga daripada duit pemberian orang.
Gu3 Ni3
weleh...

himpitan ekonomi.....hanya satu alasan dari beberapa alasan.........BigGrin.gif
Satria ZX
bagi yg belon terjerumus...jangan ikut2an ya... Peace.gif

bagi bro's yg punya adik, kakak, saudara perempuan...harap diingatkan Peace.gif
D3viL MelloW
ini terjadi mungkin krn perubahan tarap hidup orang Indonesia kali yach...

kan ada istilahnya.." yang kaya makin kaya..yg miskin semakin terpuruk "...

jadinya hal apapun dilakukannya untuk mengisi kejenuhan hidup mereka itu...

blom lagi life style yg dibawa ma western..wah semua budaya timur di geser dah ma western style ini..dikit2 duit donk pak.. BigGrin.gif BigGrin.gif

buat beli pulsa nih, buat beli baju nih, mo ganti HP nih... HeHe.gif
kresek2007
Yach...itulah kalau yang gituan dianggap terlalu tabu,
jadi mereka tambah penasaran pengin tahu...and sekalian
ngrasain gitu lho.
The Legend
QUOTE
Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja. Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira cewek mal cari mangsa.

Bukannya mereka aja yg jengah, kita2 jg ko cari mangsa repot klo salah target Just Kidding.gif
om baroto
wih mantap neh newsnya.
saya dah baca semuanya.
THX atas informasinya.
bisa nambah pengetahuan saya nih. ehhehe
kramotak
QUOTE
Bukannya mereka aja yg jengah, kita2 jg ko cari mangsa repot klo salah target Just Kidding.gif
haha.gif
penyukaABG
QUOTE (pŏŋcŏ @ Jan 19 2008, 12:38 AM) *
QUOTE
Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja. Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira cewek mal cari mangsa.

Bukannya mereka aja yg jengah, kita2 jg ko cari mangsa repot klo salah target Just Kidding.gif




anda benar.......................................



nih die yg gue cari2,....................


thanks info nya
hoshino
Itulah korban mode,that's it menurut g

Ok,sekarang hidup susah,beberapa di antara mereka juga sadar kalo ortunya ga sanggup ngebeliin mereka baju mahal,HP gress dll,tapi bahkan mungkin saja di rumahnya HP termahal adalah yg dipakai dia,baju terbagus juga baju yg dipakai dia dari hasil jerih payah ortunya,memank sekarang sekolah itu dah ga ada gunanya,dah ga ica lagi ngajarin moral yg bener lagi,kalo ce yg jelas2 masuk ke lokalisasi,ya sudah nikmati aje ^_^
Tapi dgn praktek kaya gini,ini malah ngebikin ce baik2 juga jadi kebawa kan,dan pada akhirnya seluruh t4,baik di loklisasi maupun t4 biasa menjadi lokalisasi terselubung juga bah

Satu kata aja dari g,anak2 seperti itubukan lagi ga berbakti sama ortu,tapi sudah ga ada gunanya lagi buat ortunya,cape2 cari uang buat ngidupin gituan,ngapain??Toh mereka juga sudah bisa cari makan sendiri,dalam 1 minggu bisa dapet 400 rb???Jadi sebulan kira2 1,5 juta,itu setara sama gaji standar fresh graduate S! rata2,nah mereka bisa cari uang dgn mudah kan,buat apa lagi mereka dikasi makan ^_^
verynice_jelous
apalagi harga sembako lagi meroket nih!!!
symix
selama masih ada pelanggan, mereka akan tetap ada.
gitu aja simpelnya.
SeVenTh StRinGs
Bisa jadi karena masalah EKonomi

dan bisa jadi karena emang maniak BigGrin.gif

jadi ya subjektif aja HeHe.gif
miru
nampaknya faktor "kebutuhan" menjadi alasan utama
muddysmell
crying_anim.gif sedih.. campur senang ... baca berita kaya gini...

sedihnya penerus Kartini rusak diusia muda... nga jauh beda pada jaman penjajahan dulu...cuman bedanya sekarang yang jadi kambing hitamnya adalah kebutuhan untuk GAUL.... Whew.gif
senangnya... bisa ikutan hunting dan merasakan nikmatnya tubuh ABG...

ikut menuju tkp ahhh... bike.gif
OYeahMah
QUOTE (perutbuncit @ Jan 18 2008, 12:48 PM) *
untung ga jual diri di sekolahnya...


Kalo di sekolah paling dapet cuman gurunya doank
itupun bokek
bayarnya ndak pake duit
pake nilai aja LMAO.gif
svnhvn
yaah simple sih, ada demand ada supply or sebaliknya. susah klo mau diilangin, wong suka/senang sama suka/senang..
svnhvn
@OYM: hehehe bener bgt bos, sepupu gw aja bunting sama dosennya, tapi nilai kuliahnya jadi flawless..
Penyayang wanita
Semuakan kembali pada sipelakunya..... Tounge.gif
shashmily
asal jangan semua aja yg jadi ky gitu...
The Rambo
jaman keterbukaan dan era transparansi HeHe.gif
guardian
wah bos...katrok..nih
untung ada mereka bos..kalau ngak kita2 ni bakal kesusahan.... Peace.gif
Hidup Abg Devil.gif Devil.gif


Sayang gw ngak bisa ke TKP crying_anim.gif crying_anim.gif
naga_langit
himpitan ekonomi ..???? alasan basi. they do because they like....simple tooh...???
kangkenyot
itung2 belajar wiraswasta... salut... smile.gif
archus
Thank's bro infonya.
GilgamesH


Inilah salah satu bukti yang menunjukkan

'superioritas cewek terhadap cowok,
bahwa cewek lebih pintar daripada cowok'

bodoh sekali cowok2 yang mengeluarkan uang
hanya untuk hal semacam itu...
'gakpapa, toh gw dapat kesenangan' begitu?
ok, seneng, tapi dengan mengorbankan uang,
jadi seperti one-to-one, ada masuk ada keluar,
alias gak untung.
coba kita telaah dari pihak si cewek,
mereka dapat perhatian dari cowok incaran mereka,
plus mereka juga dapat materi dari si cowok,
mereka dapat-dan-dapat, alias untung.
'tapi mereka kan mengorbankan harga diri'
harga diri? haree genee? heh, walopun itu dihitung
tetep aja mereka untung.

jadi ayo donk para cowok, come on guys,
jangan mau diperlakukan seperti itu sama cewek,
masa kita harus selalu menguntungkan mereka,
harusnya kita yang mendapat keuntungan dari mereka,
harusnya mereka yang keluar uang demi kita !

"the power of mars is within you..."

Joy@home
heeem keliatanya yummi tuh!
Cool banget abg sekarang, itu namanya dedikasi kerja. Keringat yang harum, pakaian yang minim itu lambang etos kerja yang tinggi.
Gak diragukan bos abg sekarang nancep banget.
b4rb4r
sad.gif sedih gw,, indonesia.gif
bayangin klw tu kerabat dekat, atw famili kita

eh,, saran aj deh,, yg tajir mohon hidup sederhana gk berlebihan, biar gk terjadi kecemburuan sosial,

asli sedih gw,, crying_anim02.gif
moga kerabat2 deket gw gk terjerumus.
dulgepok
wadoohhhh....rusak deh......genrasi penerus........lha gimana ngilangi ...lha itu kerjaan paling uenakkkk...kaliii.....dah enak...dibayar lagi....


wusssszzzzzz................................................zzzzzzz.............
....meluncur di TKP
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.