Harapan
Bungalo rapuh dibarisan waktu
tersibak tirai jendela menerawang kearah yg tak sendiri,
Angsa kecil menari-nari di alam benakku
meninggalkan bilur-bilur kasih didasar hati
Tak kuasa kurengkuh tersenyum bersahaja
telah dekat namun tak dapat ku sentuh
Untuk siapa kau berdiri didapan,
seakan memanggil namun tak terdengar
Tiada maksud tuk retakkan ke-tidak-sendirian itu,
Namun disinilah aku
berpeluh derita sekujur hari
tak dapat membohongi diri,
berpura-pura,
atau mengambil peran tak sehati
Hanya ada asih yang menyeretku ke haribaanmu
hadirkan renjana dalam kealpaanmu
nantikan sapa dari kesahajaanmu
goreskan makna hati yang tlah kau rajai
Jangan rentangkan tanganmu dan mengulur
bila tak jua asa menyerta
hanya siratkan bisu membatu
Apalah sungguh hadirku bagimu…
Seiring masa memaksa beranjak
bilakah rasa dapat terpatri
bilakah angan menjelma diantara ketiadaan
bilakah senyuman adalah cermin hati
bilakah angsa kecil bernaung dibungalau rapuh
segera...
Sebuah keinginan yang tak bisa ku jawab
hanya berharap
harapan
kau dapat mengerti...
by me, 2004
