QUOTE (W 1 RO @ Jan 24 2008, 05:40 PM)

menurut kabar terbaru hak siar MotoGP dibeli sama ASTRO BANGSAT punyae malingsia, jadi yang ga punya astro dirumah jangan harap bisa nonton motoGP lagi di Trans7....ihk...ihk..ihk.... mudah2an hanya gosip ya bro
PISS MAN
tenang aja bro..
MotoGP Aman sampai 2010
Kemarin malam KafeMotor kedatangan tamu. Dua orang brothers Pengelola Program MotoGP Trans7. Beberapa minggu sebelumnya kami memang sudah pernah kontak-kontak untuk bertemu. Karena kesibukan masing-masing, baru kali inilah kami bisa minum kopi bareng. Kebetulan ada syuting di Banda Aceh dalam rangka sebuah special program yang akan segera tayang. Seperti kata banyak orang di sini, “Jika di Jakarta anda sulit bertemu tetangga, di Aceh anda akan punya banyak waktu.”
Pertemuan sendiri berjalan informal dan penuh keakraban. Intinya membicarakan pengalaman dan interes masing-masing yang kemudian membawa ke soal-soal otomotif.
Dalam pertemuan terungkap bahwa sesuai dengan kontrak maka siaran MotoGP di Trans7 akan tetap aman hingga 2010. Mengenai kelanjutannya, akan menunggu perkembangan. Sebagai gambaran, nasib MotoGP lebih baik dibanding EPL (Liga Inggris) yang kehabisan sisa kontrak. Padahal harus diakui bahwa yang namanya tayangan TV sangat bergantung pada tinggi rendahnya capaian rating sebuah program. Sepakbola dengan segala program sekitarnya adalah salah satu tayangan dengan rating tertinggi. Menurut bocoran dari kawan-kawan TV, peringkatnya rata-rata di atas 10. Tayangan balap sekelas MotoGP dan F1 memang bisa tetap bertengger di atas rating 10, namun program pernak-perniknya seperti Previu MotoGp dan Kilas F1 berada di bawah 10.

Jika anda mengecek AC Nielsen yang menjadi penyedia jasa perhitungan rating dan share stasiun TV, maka dapat diketahui bahwa tayangan balap MotoGp akan berada pada peringkat rating 12, sementara untuk program previu, kualifikasi, dan lain-lain hanya akan betengger sekitar di angka separuhnya. Ini berbeda dengan segala tayangan tentang sepak bola yang bisa tetap menempel tayangan live atau main program.
Bicara soal dapur TV, rating hampir-hampir segalanya bagi industri ini. Pemasang iklan memiliki preferensi yang tinggi terhadap program TV yang dengan rating tinggi. Apalagi jika tayangan bisa dipotong-potong untuk slot iklan, seperti jeda iklan di F1 atau jeda tayang antar balapan MotoGP. Makin tinggi rating, makin tinggi peluang iklan yang berharga bagus. Ibarat buka lapak barang bagus, pembeli datang sendiri.
Namun masalahnya, seberapa bagus sebenarnya perhitungan AC Nielsen yang hampir-hampir menjadi rujukan satu-satunya industri TV di Indonesia, bahkan Asia, saat ini. Padahal banyak pihak yang sudah mempertanyakan keabsahan perhitungannya. Terutama menyangkut metode yang digunakan yang berimbas pada hasil yang dicapai. Ini tentu tidak main-main, sebab terkait dengan nasib sebuah tayangan dalam skala kecil, dan masa dengan sebuah stasiun TV pada skala yang lebih besar.
Anda mungkin merasa tenang-tenang saja sebab sampai 2010 masih bisa menikmati aksi Stoner cs secara gratis. Tapi 3 tahun lagi? Siapa yang tahu…
Sebelum berpisah, saya tidak lupa titip amanah dari kawan-kawan di KafeMotor. “Mbok tayangan podium dan konferensi pers setelah balapan jangan dipotong. Apalagi kenyataannya, pemotongan terjadi saat Rossi kalah.”
Brothers Trans7 menjelaskan bahwa komplain serupa memang datang dari berbagai pihak dengan macam-macam media. SMS, telepon, bahkan pembahasan surat pembaca di media-media cetak maupun elektronik. Masalah yang mereka hadapi sebenarnya sederhana. Ketiadaan jam tayang yang memadai. Slot untuk balap MotoGP cuma 3 jam saja. Sementara MotoGP dan segala pernak-perniknya seperti liputan nonton bareng, kuis, dan sebagainya memang sudah mencapai limit kuota waktu tersedia. Lalu bagaimana dengan podium dan konferensi pers? Itu hanya bonus. Baik jika balapan berlangsung lebih cepat, maupun karena jam tayang program selanjutnya tidak begitu mepet.
setidaknya masih bisa 3 tahun kedepan...
QUOTE (W 1 RO @ Jan 24 2008, 05:46 PM)

ada yang tau kabarnya max biaggi ga, fans berat nich, makacih atas infonya
PISS MAN
sedikit informasinya bro...
Biaggi beats lap record
New Sterilgarda Go Eleven rider Max Biaggi left the team's second Phillip Island test having set a best lap time inside both the official lap record and the fastest set during last week's Pirelli test.
Biaggi had been 0.7secs behind former Alstare Suzuki team-mate Yukio Kagayama during the official test, but found a further 1.1secs during his second three-day test on the new 1098R - putting him 0.1secs inside Troy Corser's official circuit record, set during the 2007 WSBK event.
"We did really useful work," said Biaggi. "I had the opportunity to get some feeling with the twin-cylinder engine, and everything worked fine. I got a good time and I was fast during the race simulations. I focused my work on finding the best set-up. I'm really satisfied about the front of the motorbike while we must work on some rear vibration still. We can work on it during the test in Qatar."
Team-mate Xaus was just 0.2secs slower than Biaggi and, after campaigning an underpowered satellite-spec 999 for the past two seasons, is enjoying 1200cc power.
"I'm really satisfied with the motorbike and the feeling I have found with it," declared the Spaniard, a race winner in 2007. "The new motorbike has a powerful engine compared to the 999, and it allows me to come out of bend really fast. I think I've already found a good set-up and I think I'm ready to run the race on this track if the weather will be the same of the last six days. I have worked but I enjoyed it as well. Driving this motorbike is a pleasure."
"During the past six days we worked hard and we did some race simulation also," confirmed team manager Marco Borciani. "Furthermore we have found the good set-up for both the riders. We leave Australia really thrilled and we feel confident about our big potential."
With factory Ducati team leader Troy Bayliss recovering from injury, both Biaggi and Xaus have a real opportunity to lead the 1098 challenge - at least during the opening rounds.
Alstare Suzuki also remained in Australia for extra testing this week.
QUOTE (schizer @ Jan 24 2008, 06:28 PM)

omong2 team roberts mana nih

tim penggembira duank , ga dapet sponsor yah ???
gw tetep pegang stoner aja ama pedrosa ....
hehehehe
hiks , max biaggi ga jd masuk hiks hiks...... Masa Depan Team Roberts SuramArya Perdhana - detikSport

Los Angeles - Masa depan partisipasi Team Roberts di MotoGP 2008 menjadi mengambang setelah tim asal Amerika Serikat itu gagal memperoleh mesin dari Ducati. Sponsor pun belum didapat.
Nama Team Roberts memang tercantum dalam daftar tim peserta yang dirilis oleh Dorna, promotor MotoGP, sejak tahun lalu. Tapi tim yang didirikan oleh Kenny Roberts Senior ini belum memasukkan nama pembalap yang akan menunggangi motor mereka.
Setelah persoalan sponsor, Team Roberts mendapat masalah baru dengan kepastian gagalnya deal penyuplaian mesin dengan Ducati. Kabar gagalnya deal ini diungkapkan oleh Claudio Domenicali, CEO Ducati Corse, di sebuah situs di Italia.
Meski situasi cukup genting, Roberts sendiri belum perlu merasa panik tentangnya. "Kami belum secara resmi bicara dengan Ducati karena memang tak ada yang bisa dibicarakan. Hingga kami memastikan punya sponsor, tidak berguna bicara soal suplai mesin ini," kilah Roberts Sr kepada CycleNews.
"Jika kami tidak disuplai, hal itu tidak bermasalah karena kami belum dapat sponsor. Jika Anda memiliki sponsor tapi tidak punya mesin, baru itu jadi masalah. Kami tidak memiliki kekhawatiran tentang keduanya," lanjut juara dunia GP Motor tahun 1978-1980 itu lagi.
Di luar Ducati, Roberts Sr ternyata tidak memiliki alternatif lain sebagai calon penyuplai mesin. "Tak ada yang lain. Bahkan deal dengan Honda tidak termasuk sesuatu yang bisa kami dapatkan."
Tahun lalu, Team Roberts mendapat mesin RC212V dari Honda. Dipasangkan dengan sasis dari mereka sendiri, hasilnya tidaklah terlalu baik. Kenny Roberts Jr dan Kurtis Roberts yang bergantian menggeber KR212V masing-masing hanya mampu mengumpulkan empat (Roberts Jr) dan 10 angka (Kurtis).
Roberts Sr lebih menekankan upaya untuk menggaet sponsor penyokong. "First thing first, kami harus mendapat sponsor, sesuatu yang tidak kami dapatkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan sponsor, semua bisa terjadi," tegasnya.