Area 51 merupakan fasilitas pengembangan dan pengujian militer yang sangat rahasia (top secret), yang dioperasikan oleh angkatan Udara Amerika Serikat. Area 51 berlokasi di dalam daerah pelatihan dan pengujian Nevada . Lokasi Area 51 berada di Lincoln Country berjarak 115,5 km sebelah utara Las Vegas dengan luas berkisar 103 kilometer persegi.
Lokasi Area 51 dulunya adalah sebuah bekas danau yang sudah kering di gurun Nevada , namanya Lake Groom.Mengapa tempat itu disebut sebagai AREA 51?
Menurut beberapa sumber , sebutan area yang bernomor 51 tsb kebetulan terletak di grid 51 pada peta Nevada , ada pula yang mengatakan angka 51 berasal dari klasifikasi dari suatu BOM yang bernomor 49 , 50, 51, 52 dan lain-lain, sehingga disanapun terdapat Area 49 , Area 50 , dan seterusnya.
Area 51 didirikan pada tahun 1955 yang pada awalnya diperuntukkan melakukan pengujian pengembangan pesawat mata-mata Amerika Serikat Seri U-2 yang baru diciptakan.
Setelah U2, datanglah serangkaian jenis percobaan pesawat-pesawat canggih, misalnya suatu proyek yang disebut Proyek Hitam (Black Project) yang terdiri dari pesawat seri Blackbird, seri Stealth Fighter dan seri Stealth Boomber.
Seri Blackbird merupakan kelanjutan dari seri U-2 yang dimulai tahun 1962 dengan rancangan tipe A-12 dan SR-71. Sebagai contoh, tipe SR-71 memiliki kecepatan jelajah mencapai 3500 km/jam dengan ketinggian efektif jelajah 4830 km.
Seri Stealth Fighter merupakan pesawat tempur siluman pertama yang dirancang pada akhir tahun 1970-an. Pesawat ini sangat baik sekali beroperasi di malam hari. Tipe yang sangat dikenal adalah F-117 Nighthawk. Seri Stealth atau siluman merupakan suatu ide agar pesawat terbebas dari pantauan radar. Kecepatan jelajah pesawat ini berkisar 1040 km/jam dengan ketinggian yang baik sejauh 2110 km. Prestasi operasinya telah diperlihatkan pada perang teluk dan masih ditugaskan untuk melaksanakan target-target yang telah matang.
Seri Stealth Boomber merupakan kelanjutan pesawat siluman dari Seri Stealth Fighter yang telah dikembangkan secara luas. Seri pesawat siluman yang dikenal ini adalah tipe Black Manta dan B2. Daya jelajah lebih cepat dan lebih susah ditangkap radar dari pada seri Stealth Fighter. Walau pun demikian, strategi penyerangannya masih tergantung pada informasi dari target.
Area 51 Long Range Shot
Nah,kalau sudah jelas asal usul dan kegunaannya , mengapa tempat ini masih dikatakan penuh misteri?
Tanpa menambahkan soal fenomena-fenomena langit yg aneh disekitar Area 51, keberadaan lokasi tersebut sudah amat sangat aneh.
Ribuan orang sudah mengamati tempat itu ( dengan menyelinap atau dari jarak jauh ), bahkan foto satelit memastikan keberadaan tempat tersebut.Tapi pemerintah AS dengan tegas menyatakan " Area 51 tidak ada "
Tidak ada dalam laporan keuangan resmi, dalam anggaran belanja pemerintah federal, negara bagian, angkatan bersenjata atau apapun.Bahkan Kongres AS tidak pernah mendapat laporan keberadaan lokasi tersebut.
Tapi sudah menjadi pengetahuan publik AS ( bahkan seluruh dunia ) bahwa areal itu eksis.
Fenomena Area 51 yg penuh teknologi mutakhir ( khususnya teknologi pesawat terbang ) tapi tidak pernah diakui pemerintah walau sudah dikenal secara amat umum ( bahkan lewat film2 ) itulah membuat berkembangnya berbagai isyu atau pendapat mengenai 'phantom government', 'C-theory' hingga yang paling sensasional adalah teori 'Alien government'.
Area 51 sebagai pusat riset dan uji coba teknologi2 paling canggih AS sempat diisyukan sudah dipindahkan ke suatu wilayah di Utah.
Tapi jelas dalam hal ini tidak ada sumber yg bisa memastikan mengingat para 'watchers' ( orang-orang penggila misteri soal Area 51 ) masih sering melihat fenomena-fenomena aneh dilangit sekitar areal tersebut ( cahaya, pesawat tak dikenal, dan lain-lain ).
Menurut desas-desus yang beredar , AREA 51 selain digunakan sebagai pusat penelitian dan pengembangan senjata dan peralatan bagi Amerika , tempat itu juga terkenal sebagai pusat penyelidikan basis Extraterestrial dan UFO.
Mulai dari pandangan inilah kemudian AREA 51 melahirkan suatu teori Konspirasi tersendiri.
Dikatakan bahwa AREA 51 merupakan tempat yang digunakan oleh para Alien untuk menjalin suatu kerjasama dengan manusia.
Banyak saksi mata mengatakan ,fenomena-fenomena aneh di langit sekitar AREA 51 yang kerap terjadi di malam hari sangatlah aneh.
Jika cahaya-cahaya misterius yang berterbangan hilir mudik di langit area tersebut adalah pesawat terbang , maka tidaklah mungkin mereka dapat terbang dengan formasi dan gerakan seperti itu.
Menurut salah satu saksi mata yang pernah (bahkan kerap) melihat fenomena-fenomena aneh tersebut mengatakan "'Ini terlalu aneh , tidaklah mungkin sebuah pesawat terbang mampu berdiam diri sejenak di udara , kemudian dalam hitungan detik selanjutnya mereka telah berpindah tempat dengan sangat cepat secara vertikal maupun horisontal."
Maka , tidaklah terlalu heran jika para "watchers" menyebut AREA 51 sebagai tempat untuk mendaratnya para makhluk Extraterestrial dengan UFO-nya yang ingin melakukan suatu persengkongkolan dengan manusia (khususnya para pekerja di AREA 51 dan pemerintah Amerika itu sendiri).
Banyak orang percaya, bahwa manusia telah berhasil menjalin kontak dengan para makhluk luar angkasa semenjak tragedi jatuhnya sebuah UFO di kawasan Roswell pada tahun 1947 (dikenal sebagai Roswell Incident 1947),namun sayang , hal ini masih terlalu ditutup-tutupi oleh Goverment-nya USA.
Seperti yang dikatakan oleh seorang Ufologist , Sean David Morton sebagai kepala Persatuan Organisasi Biologi atau EBE , bahwa peristiwa Roswell 1947 merupakan kontak pertama dan terpenting dengan para extraterestrial.
Dua tahun kemudian , dikabarkan ada Alien yang melapor pada tahun 1949 perihal tabrakan yang terjadi pada pesawat milik rekan mereka , namun kemudian Alien tersebut ditawan dalam suatu rumah dan dijaga dengan ketat.
Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan oleh ahli Pictograph kepada Alien tersebut, dan dari sana dipelajari bahwa mereka berasal dari sistem bintang Zeta Reticular.
Kemudian, pada akhir tahun 1996 , publik kembali dihebohkan dengan bocornya video AREA 51 : Alien Interviev yang kemungkinan besar dilakukan oleh "orang dalam".
Menurut beberapa sumber, sebut saja "Victor" (nama samaran) , merupakan "orang dalam" yang mengemukakan bahwasannya pemerintah AS memiliki banyak dokumentasi dari kegiatan aktivitas Area tersebut , salah satu dokumentasi yang diperolehnya yaitu berupa video dari Alien yang sedang menjalani pemeriksaan berupa investigasi oleh pihak setempat.
Menurut pengakuannya , Victor mendapatkan salinan video tsb dari perekam video yang asli dan paling rahasia yang direkam pada Area 51.
Karena rasa kuatir yang teramat besar , maka ia tidak pernah mengakui sebagai salah satu pekerja di area itu , dan ia juga tidak pernah secara rinci menjelaskan dimana sebenarnya penyalinan video itu terjadi.
Ia tetap menekankan bahwa video itu didapat karena adanya "kebocoran data" yang terjadi selama perpindahan dari dokumentasi video secara masal saat dirubah dari analog video ke digital video.
Saturday, October 11, 2008 9:19 PM
Surabaya - The truth is out there. Tagline ini menjadi pembuka serial TV The X Files, tentang keberadaan dunia asing di angkasa. Kini giliran Surabaya yang dihebohkan dengan adanya penampakan yang diduga UFO (unidentified flying object).
Bulan April 2008 lalu, penampakan UFO pun sempat bikin geger Kota Bandung. Ada sedikit kesamaan dengan peristiwa di Surabaya, penampakan UFO di Bandung pun terjadi pada saat Pemilihan Gubernur (Pilgub).
Bermula dari penuturan Ogi Taryadi, warga Ciburial Bandung yang mengaku melihat penampakan UFO di kawasan Buahbatu Bandung tepatnya Sabtu Siang, 19 Januari 2008. Dia bersama tiga kawannya melihat benda berwarna hitam yang terbang memutar dan bergerak ke atas.
Ogi meyakini benda yang dia lihat melalui teropong tersebut merupakan UFO. Diungkapkannya bahwa bentuk benda tersebut seperti piringan, berbeda dengan bentuk pesawat pada umumnya. "Saya melihat benda itu sekitar 10 menit. Baru kemudian saya teringat untuk merekamnya dengan handycam," kata Ogi.
Sayangnya Ogi hanya berhasil merekam 5 menit. Selain itu hasil rekamannya kurang memuaskan karena penampakan UFO terlihat jauh. Video penampakan UFO tersebut telah disebarkan Ogi di internet melalui situs YouTube.
Penampakan pada 19 Januari 2008 bukanlah yang pertama kali bagi Ogi. Tahun lalu, tepatnya 12 Agustus 2007, dirinya mengaku pernah melihat penampakan UFO dan sempat merekamnya juga.
Pada hari diberitakannya penuturan Ogi, redaksi menerima laporan bahwa UFO terlihat sekitar pukul 07.40 WIB, 4 April 2008. Boby Hendrawan (35), pegawai salah satu agen perjalanan di daerah Surya Sumantri, mengaku menyaksikan UFO saat dirinya mengantar istrinya bekerja. Boby melihat di daerah Pajajaran.
"Saat itu langit cerah sekali, berwarna biru. Saya melihat benda berwarna putih seperti lampu tangan sebesar kepalan tangan. Benda itu tidak bergerak sama sekali," tuturnya saat itu pada detikbandung.com.
Boby sempat mengabadikan benda yang dia yakini adalah benda asing luar angkasa itu. Namun karena kamera yang dipakai resolusinya lemah, maka benda tersebut tak bisa terabadikan.
Pada bulan April lalu, Jawa Barat tengah menghadapi Pilgub Jabar. Pencoblosan Pilgub sendiri dilaksanakan pada 13 April. Begitu pula dengan penampakan UFO di Sedati, Sidoarjo pada, Kamis (24/7/2008) kemarin juga berterpatan dengan Pilgub Jatim yang baru selesai digelar 23 Juli.
(ern/bdh)
Saturday, October 11, 2008 9:15 PM
Awas, UFO Serbu Indonesia! (3)
Setahun, 23 Kali UFO Datangi RI
Deden Gunawan - detikNewsJakarta
Fenomena UFO memang masih terus menjadi Kontroversi. Ada yang meyakini ada juga yang tidak percaya sama sekali terhadap makhluk aneh dari luar angkasa. Persoalannya UFO atau Alien itu sulit dibuktikan keberadaannya. Beberapa ahli psikoterapi yang menangani kasus "alien abduction" (penculikan alien) berkesimpulan bahwa alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan dari makhluk halus.
Namun menurut ahli metafisis dan peneliti UFO, kepercayaan bahwa UFO berasal dari dimensi lain sama halnya dengan keberadaan jin dan makhluk halus yang ada di dimensi yang berbeda. "Saya yakin UFO itu ada. Mereka sama seperti jin, setan, dan iblis. Mereka semua ciptaan tuhan," kata Prof. Limbat alias Mbah Lim kepada detikcom.
Hanya saja, kata Mbah Lim, untuk melihat penampakannya tidak bisa secara kasat mata. Mereka bisa dilihat di luar alam batas sadar. Misalnya dengan melakukan meditasi serta dalam tidur. Ia juga mengaku pernah melihat alien ketika melakukan meditasi. Menurutnya, sosok alien sangat aneh. Matanya sangat lebar, kupingnya panjang, kurus, dan kulitnya tebal seperti kulit badak.
Heboh soal UFO di Indonesia memang tidak seramai di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi siapa sangka, dari riset yang dilakukan Frank Small & Associates (FSA), pada 1997 silam menyimpulkan, lebih dari 67% orang Jakarta percaya terhadap UFO. Lembaga riset asal Australia ini pun hanya mencatat tidak lebih dari 20% orang Jakarta yang tidak percaya. Selebihnya abstain.
Sedangkan polling yang dilakukan oleh ROAR, sebuah konsorsium perusahaan iklan Carlton Screen, suratkabar The Guardian/The Observer, radio siaran Kiss FM, stasiun televisi Channel 4, majalah konsumen EMAP dan biro iklan BMP PMD, menunjukkan bahwa orang Indonesia yang berusia 15-24 tahun, 61% nya percaya kepada makhluk angkasa luar atau UFO. Polling yang dilakukan tahun 2000 itu, menjaring 1.000 koresponden dari berbagai daerah di Indonesia.
Hasil riset itu tentu sangat mengejutkan. Sebab di Indonesia masyarakatnya secara umum berpikiran secara agamis. Dan dalam pandangan agama sama sekali tidak pernah disinggung soal alien atau UFO.
Herannya lagi, sejumlah peristiwa penampakan UFO dan benda aneh lainnya juga kerap muncul di Indonesia, sekalipun yang melihatnya tidak sedang meditasi ataupun bermimpi. Komunitas Beta-UFO mencatat, dalam setahun, tidak kurang dari 23 peristiwa penampakan UFO terjadi di Indoneia. "Mereka yang melaporkan semuanya dalam keadaan sadar. Tidak tidur atau bermimpi," jelas Nur Agustinus, direktur Komunitas Beta-UFO.
Misalnya yang dialami Yudi, salah seorang anggota komunitas Eden. Pada 22 Januari 2006, Yudi, istri, kedua anaknya serta dua mertuanya mengaku telah menyaksikan pemandangan di langit yang tak pernah ada sebelumnya. Saat itu lima buah UFO hadir di atas langit rumah mereka di kawasan Pondok Gede.
Mereka melihat bagaimana lima buah UFO berada di atas awan, dan bergerak berputar dengan jalurnya masing-masing. Peristiwa itu berlangsung selama lebih kurang 15 menit. Cahaya terang yang memancar dari benda berukuran besar itu keluar dari pusat maupun bagian bawahnya. Sayangnya peristiwa itu tak terabadikan. karena Kamera handphone yang digunakan anak Yudi tak dapat mengambil gambar itu.
Pengalaman serupa juga dialami Riyogarta Luwiyana Pratukto. Warga asal Tangerang ini, pada 26 Maret 2006, mengaku melihat benda aneh di langit saat ia dan istri sedang pergi menuju ke MC Donald, di kawasan Sektor 9, Bintaro. Benda tersebut memiliki ekor yang pendek berwarna agak menghijau. Kerlap-kerlipnya persis seperti peri Tinkerbell dalam cerita Peterpan di langit timur.
Benda ini muncul tiba-tiba dan melaju sangat cepat lalu hilang begitu saja padahal langit saat itu hanya terisi oleh awan tipis. Sesampainya di McDonald, ia pun memberi kabar kepada kawannya. Ternyata kawannya itu juga mengatakan kalau adiknya melihat fenomena yang sama, hanya warnanya bukan hijau tapi biru.
Di Nias juga dilaporkan, pada 29 April 2006, UFO terlihat hadir di sana. Kesaksian ini diberikan Mikael Marbun melalui surat elektronik yang dikirim ke Beta-UFO. Saat itu, Marbun bersama tiga temannya mengaku melihat cahaya yang melintas dengan latarbelakang pesawat yang berbentuk hampir segitiga sebesar lapangan sepak bola. Benda itu sempat berhenti selama 30 detik lalu pergi lagi dengan kecepatan tinggi. Kejadian itu berlangsung jam 12.00 siang. Cuaca di lokasi saat itu, menurut Marbun,agak mendung namun tidak hujan. Cahaya yang muncul dari benda yang menyerupai pesawat itu berwarna kebiru-biruan dan tidak menimbulkan suara.
Fenomena aneh juga pernah dilihat oleh sebagian besar penduduk Yogyakarta dan Bantul, 26 Juli 2006. Sekitar pukul 19.30 WIB, sebagian penduduk dikejutkan kilatan cahaya terang yang bergerak cepat. Tak lama kemudian terdengar dua kali suara dentuman. Kilatan cahaya terang muncul dari arah timur menuju ke barat dan meninggalkan jejak asap panjang kebiruan yang lambat laun menghilang setelah dua menit.
Sejumlah astronom amatir kota Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Astro Club (JAC), juga sempat mengamati fenomena tersebut di pantai Parangkusumo. Kilatan cahaya itu dilaporkan melintasi titik zenith Parangkusumo. Kilatan itu sangat terang sehingga kawasan pantai yang semula gelap gulita mendadak jadi terang benderang. Kilatan cahaya yang sama juga dilaporkan teramati di tempat yang berjarak 40 km dari lokasi observasi JAC.
Benda asing mirip UFO juga dikabarkan sering muncul di daerah Mapia, Papua, tepatnya di sekitar Gunung Dogiyai. Menurut Hubertus Tebay, Ketua Forum Komunikasi Koperasi se-Distrik Mapia, ia beberapa kali melihat benda angkasa bercahaya. Pertama kali Tebay melihat sebuah benda bercahaya berbentuk helikopter di kampung Toubay. Heli itu terbang ke arah Gunung Dogiyai dan kemudian menhilang. Dari Toubay juga, Hubertus pernah melihat sebuah pesawat ukuran besar terbang ke arah Gunung Dogiyai. Gemuruh pesawat sangat jelas dan bentuk pesawat juga nampak sangat jelas.
Dari Bomomani, ibu kota distrik Mapia, Hubertus juga pernah melihat sebuah benda angkasa terbang sangat dekat di atas rumahnya menuju ke arah gunung Dogiyai. Benda angkasa kali ini bukan berbentuk heli atau pesawat, tetapi hampir mirip dengan berudu. Kepalanya satu bundaran, kemudian ekornya dua. Antara kepala dan ekor, dihubungkan oleh dua buah besi yang bercahaya. Warna cahaya seperti benda yang sedang kena strom listrik.
Hubertus mengatakan, dirinya tidak tahu menahu sedikitpun tentang UFO. Ia hanya menyangka bahwa benda-benda angkasa itu adalah tete nene moyang (ruh nenek moyang) yang menampakkan diri padanya. Hubertus menilai, benda-benda angkasa yang pernah ia temui itu, semuanya datang dan pergi dari Gunung Dogiyai yang terletak di sebelah selatan Mapia, tepatnya dekat kampung Diheugi. Kemungkinan besar, kata Hubertus, Gunung Dogiyai adalah semacam bandar udara UFO di bumi.
Berbagai kisah yang disampaikan masyarakat tersebut memang tidak lantas membuktikan kalau UFO atau benda aneh dari luar angkasa itu ada dan nyata. Sekalipun bagi para peneliti dan pemerhati UFO, kesaksian-kesaksian yang disampaikan masyarakat merupakan bukti kehadiran UFO di bumi. Jadi silakan saja percaya atau tidak terhadap fenomena UFO.(ddg)(ddg/ddg)
Saturday, October 11, 2008 9:09 PM
The post World War II UFO phase in the United States began with a reported sighting by American businessman Kenneth Arnold on June 24, 1947 while flying his private plane near Mount Rainier, Washington. He reported seeing nine brilliantly bright objects flying across the face of Rainier towards nearby Mount Adams at "an incredible speed", which he "calculated" as at least 1200 miles per hour by timing their travel between Rainier and Adams.
His sighting subsequently received significant media and public attention. Arnold would later describe what he saw as being "flat like a pie pan" and as flying "like a saucer would if you skipped it across the water" and also said they were and "half-moon shaped, oval in front and convex in the rear. ...they looked like a big flat disk." (One, however, he would describe later as being almost crescent-shaped.) Arnold’s reported descriptions was widely reported upon and gave rise to the terms flying saucer and flying disk.[8] Arnold’s sighting was followed in the next few weeks by hundreds of other reported sightings, mostly in the U.S., but in other countries as well.
After reports of the Arnold sighting hit the media, other cases began to be reported in increasing numbers. In one instance a United Airlines crew sighting of nine more disc-like objects over IdahoJuly 4. At the time, this sighting was even more widely reported than Arnold’s and lent considerable credence to Arnold’s report. on the evening of
American UFO researcher Ted Bloecher, in his comprehensive review of newspaper reports, found a sudden surge upwards in sightings on July 4, peaking on July 6–8. Bloecher noted that for the next few days most American newspapers were filled with front-page stories of the new "flying saucers" or "flying discs". Reports began to tail off after July 8, when officials began issuing press statements on the Roswell UFO incident,[citation needed] in which they explained the debris as being that of a weather balloon.
Over several years in the 1960s, Bloecher (aided by physicist James E. McDonald) discovered 853 flying disc sightings that year from 140 newspapers from Canada, Washington D.C, and every U.S. state except Montana.
Penampakan UFO di Bandara Juanda Sidoarjo Surabaya
Wednesday, September 24, 2008 8:24 PM
Entah ini UFO atau tidak yang jelas Rizqinofa Putra M berhasil merekam benda aneh di atas Bandara Juanda Surabaya.
Seperti yang dikutip surabaya.detik.com, Rizqinofa Putra M mengungkapkan pengalamannya kepada redaksi detik.com.
Menurut Rizqinofa Putra M, dirinya menangkap keberadaan benda aneh (UFO) tersebut pada hari Kamis tanggal 24 Juli 2008 antara pukul 19.30-20.00 WIB.
UFO invasion
Former Governor of Arizona, Fife Symington, now says that the so-called ‘Phoenix Lights’ which were seen over Phoenix back in 1997 were actually alien spacecraft. No explanation of this mysterious sighting was ever given at the time. The famous lights made a reappearance last month over Phoenix with the police and local media outlets receiving hundreds of calls to report four or five colored red lights in the sky.
As if the mysteries of dark matter and dark energy weren't vexing enough, another baffling cosmic puzzle has been discovered.
Patches of matter in the universe seem to be moving at very high speeds and in a uniform direction that can't be explained by any of the known gravitational forces in the observable universe. Astronomers are calling the phenomenon "dark flow."
The stuff that's pulling this matter must be outside the observable universe, researchers conclude.
When scientists talk about the observable universe, they don't just mean as far out as the eye, or even the most powerful telescope, can see. In fact there's a fundamental limit to how much of the universe we could ever observe, no matter how advanced our visual instruments. The universe is thought to have formed about 13.7 billion years ago. So even if light started travelling toward us immediately after the Big Bang, the farthest it could ever get is 13.7 billion light-years in distance. There may be parts of the universe that are farther away (we can't know how big the whole universe is), but we can't see farther than light could travel over the entire age of the universe.
Mysterious motions
Scientists discovered the flow by studying some of the largest structures in the cosmos: giant clusters of galaxies. These clusters are conglomerations of about a thousand galaxies, as well as very hot gas which emits X-rays. By observing the interaction of the X-rays with the cosmic microwave background (CMB), which is leftover radiation from the Big Bang, scientists can study the movement of clusters.
The X-rays scatter photons in the CMB, shifting its temperature in an effect known as the kinematic Sunyaev-Zel'dovich (SZ) effect. This effect had not been observed as a result of galaxy clusters before, but a team of researchers led by Alexander Kashlinsky, an astrophysicist at NASA's Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Md., found it when they studied a huge catalogue of 700 clusters, reaching out up to 6 billion light-years, or half the universe away. They compared this catalogue to the map of the CMB taken by NASA's Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) satellite.
They discovered that the clusters were moving nearly 2 million mph (3.2 million kph) toward a region in the sky between the constellations of Centaurus and Vela. This motion is different from the outward expansion of the universe (which is accelerated by the force called dark energy).
"We found a very significant velocity, and furthermore, this velocity does not decrease with distance, as far as we can measure," Kashlinsky told SPACE.com. "The matter in the observable universe just cannot produce the flow we measure."
Inflationary bubble
The scientists deduced that whatever is driving the movements of the clusters must lie beyond the known universe.
A theory called inflation posits that the universe we see is just a small bubble of space-time that got rapidly expanded after the Big Bang. There could be other parts of the cosmos beyond this bubble that we cannot see.
In these regions, space-time might be very different, and likely doesn't contain stars and galaxies (which only formed because of the particular density pattern of mass in our bubble). It could include giant, massive structures much larger than anything in our own observable universe. These structures are what researchers suspect are tugging on the galaxy clusters, causing the dark flow.
"The structures responsible for this motion have been pushed so far away by inflation, I would guesstimate they may be hundreds of billions of light years away, that we cannot see even with the deepest telescopes because the light emitted there could not have reached us in the age of the universe," Kashlinsky said in a telephone interview. "Most likely to create such a coherent flow they would have to be some very strange structures, maybe some warped space time. But this is just pure speculation."
Surprising find
Though inflation theory forecasts many odd facets of the distant universe, not many scientists predicted the dark flow.
"It was greatly surprising to us and I suspect to everyone else," Kashlinsky said. "For some particular models of inflation you would expect these kinds of structures, and there were some suggestions in the literature that were not taken seriously I think until now."
The discovery could help scientists probe what happened to the universe before inflation, and what's going on in those inaccessible realms we cannot see.
The researchers detail their findings in the Oct. 20 issue of the journal Astrophysical Journal Letters.