Help - Search - Members - Calendar
Full Version: Jalan Trans Papua Barat
BlueFame Forums: A Blue Alternative Community > BlueFame Community > BlueFame Localizations > Irian Papua
Solichin
[font="Comic Sans MS"][/font]

Hormat buah kawan Zwa...

Sobat mungkin kam semua su tau ka ?

Tahun 2008 ini, Pemprov Papua Barat akan membangun jalan Trans Papua Barat yang menghubungkan kabupaten2 dan kota di propinsi ini. Jalan tsb memiliki panjang 1.625 km dan melewati delapan fungsi hutan (su termasuk Cagar Alam dan Hutan Lindung). kata pemprov. kontraktornya adl CCCGC. Ltd dar China... Wakil Gub dan Kadis Hutan pemprov, mengatakan bahwa merekan akan mencoba untuk meminta Menhut memberikan ijin pinjam pakai kawasan (tapi akan menjadi alih fungsih kawasan)
... Kayu-kayu dari proyek ini akan diberikan kepada kontraktor tersebut sebagai salah satu bentuk pembayaran.
Dari hasil hitungan kami (JASOIL) :

Panjang Jalan 1.625 / 1.625.000 meter dan minimal lebar jalan 40 meter (badan jalan 10 mtr, sisa 30/2 bahu jalan).
Untuk setiap 250 meter panjang jalan, areal hutan akan dibuka sebesar 1 ha atau sama dengan 250 mtr x 40 mtr =10.000m2 = 1 hektar

Artinya utk panjang jalan 1.625 km, luas hutan yang akan dibuka mencapai 6.500 ha. Dd menggunakan hasil study Yalhimo, Cifor, dan Unipa tahun 2006 ttg Potensi Hutan Papua Barat, potensi kayu jenis rimba campuran di Papua Barat mampu menghasilkan 34 m3/ha.
Sehingga untuk luasan 6.500 ha, potensi kayu rimba campuran yg dihasilkan adalah 221.000 m3. Jika harga dasar kayu tsb di pasar lokal adalah 1,2 juta, maka total nilai kayu dari proyek ini adalah 265,2 milyar.

Utk pasar internasional harga kayu jenis ini / m3 adalah 800 US dollar, atau sekitar 7.520.000 (kurs 9.400) ---> total nilai kayu tersebut 1.66 trilyun. Bagaimana dengan merbau.

Coba kawan kam pikir dan tanggapi mega proyek ini dulu, dg patokan pada :
1. Dampak / manfaat ekonomi bagi rakyat dan daerah
2. Dampak bagi perlindungan SDA di Papua (terutama Hutan Hujan Tropis)
3. Dampak / mamfaat politik
4. Dampak bagi masy adat Papua (Hak atas tanah dan SDA)
5. menurut kam semua apa lagi...



Zwa... bagaimana ko pu tanggapannya ?
petra
bagus sekali itu bro...kalau menurut sa memang selalu saja ada orang yg mencoba untuk mengeruk kekayaan dipapua (semoga putra daerah tidak andil) dengan alasan pembangunan melalui jalan raya..memang kita sadari untuk mencapai pembangunan yg merata sarana transportasi itu penting...tapi kalau solusinya menebang hutan trus kayunya dikasih ke pemborong kayaknya kurang pas...masih banyak cara lain..apalagi cuman "salah satu cara"
memang orang papua harus bersatu terus dorong kita punya putra daerah yang punya peranan..supaya jangan asal membangun tapi dampaknya itu harus benar2 dikaji....
oneheart
Adanya Tans-Papua-Barat ini pasti bagus untuk mempercepat pembangunan daerah dan akses ke seluruh cakupan Papua Barat. Untuk Developer pasti mau proyek ini karena ada untungnya (kalo ga untungnya, pasti tidak mau). Membaca wacana diatas (awal) hasil bumi atau hutan sebagai salah satu pembayaran (sistem ini mungkin sudah sering dipakai untuk proyek-proyek sejenis), saran saya sebaiknya dipertimbangkan lagi agar proyek ini dikerjakan oleh anak-bangsa dengan alasan keuntungan untuk bangsa sendiri. Dan menjaga agar tanah adat, cagar alam atau kawasan penting untuk ekosistem tetap dipertahankan. Pada saat proyek ini akan dikerjan dan sampai selesai, harus ada lembaga independent & lembaga masyarakat putra daerah sebagai pengawas, agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan tanah air papua barat (putra daerah, sumber daya alam, ekonomi, cagar alam, ekosistem dan lain-lainnya)
lebar
QUOTE (Solichin @ Feb 18 2008, 10:04 PM) *
[font="Comic Sans MS"][/font]

Hormat buah kawan Zwa...

Sobat mungkin kam semua su tau ka ?

Tahun 2008 ini, Pemprov Papua Barat akan membangun jalan Trans Papua Barat yang menghubungkan kabupaten2 dan kota di propinsi ini. Jalan tsb memiliki panjang 1.625 km dan melewati delapan fungsi hutan (su termasuk Cagar Alam dan Hutan Lindung). kata pemprov. kontraktornya adl CCCGC. Ltd dar China... Wakil Gub dan Kadis Hutan pemprov, mengatakan bahwa merekan akan mencoba untuk meminta Menhut memberikan ijin pinjam pakai kawasan (tapi akan menjadi alih fungsih kawasan)
... Kayu-kayu dari proyek ini akan diberikan kepada kontraktor tersebut sebagai salah satu bentuk pembayaran.
Dari hasil hitungan kami (JASOIL) :

Panjang Jalan 1.625 / 1.625.000 meter dan minimal lebar jalan 40 meter (badan jalan 10 mtr, sisa 30/2 bahu jalan).
Untuk setiap 250 meter panjang jalan, areal hutan akan dibuka sebesar 1 ha atau sama dengan 250 mtr x 40 mtr =10.000m2 = 1 hektar

Artinya utk panjang jalan 1.625 km, luas hutan yang akan dibuka mencapai 6.500 ha. Dd menggunakan hasil study Yalhimo, Cifor, dan Unipa tahun 2006 ttg Potensi Hutan Papua Barat, potensi kayu jenis rimba campuran di Papua Barat mampu menghasilkan 34 m3/ha.
Sehingga untuk luasan 6.500 ha, potensi kayu rimba campuran yg dihasilkan adalah 221.000 m3. Jika harga dasar kayu tsb di pasar lokal adalah 1,2 juta, maka total nilai kayu dari proyek ini adalah 265,2 milyar.

Utk pasar internasional harga kayu jenis ini / m3 adalah 800 US dollar, atau sekitar 7.520.000 (kurs 9.400) ---> total nilai kayu tersebut 1.66 trilyun. Bagaimana dengan merbau.

Coba kawan kam pikir dan tanggapi mega proyek ini dulu, dg patokan pada :
1. Dampak / manfaat ekonomi bagi rakyat dan daerah
2. Dampak bagi perlindungan SDA di Papua (terutama Hutan Hujan Tropis)
3. Dampak / mamfaat politik
4. Dampak bagi masy adat Papua (Hak atas tanah dan SDA)
5. menurut kam semua apa lagi...



Zwa... bagaimana ko pu tanggapannya ?



Salam.. bro...
Menurut saya juga baik.
pikirkan terlebih dahulu ini. Perkembangan papua dengan adanya Transportasi.
artinya bukan perkembangan asal-asalan tanpa memperhatikan Berbagai aspek.
yang paling utama aspek ekologi. bukan yg lain...
karna jika salah satu fungsi ekologi hilang maka kesetidakimbangan akan terjadi..
Tapi dari pepantauan saya Alam masih bisa mendukung dengan adanya kerusakan seperti itu.(membuat jalan)
dalam artian tidak gundul betul dam masih ditolerir artinya carryng capacity alam masih baik/
Hanya...
Kayu itu yg harus dipermasalahkan. Kemana ?...
kalu kayu utk perkembangan Orang Papua ...why not..
tapi para petinggi papua tidak melihat itu..
buktinya masih banyak sodara kita yg miskin dan tdk berpakaian..
uang masuk kantong para petinggi di papua

Tapi itulah bro..
terkadang orang papua juga harus menyikapi itu..
karena ada beberapa orang yg sudah berpakaian baju keki atau uda kerja masih menghamburkan uang.
sementara keluarganya di kampung uda ditinggalkan.
nanti keluarganya datang di kantor baru mereka sadar dan ingat keluarga.
Menikmati hasil alam yg lebih baik adalah dengan mengucap syukur Kepada Tuhan
bukan dengan beli mobil dan tambah istri..
This is a "lo-fi" version of our main content. To view the full version with more information, formatting and images, please click here.